Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ tumbuh kembang”

  • Bagi Sahabat yang sudah berkeluarga dan memiliki anak, tentu Sahabat berharap agar anak  cerdas dan pintar. Selain memperhatikan asupan nutrisi, memberikan multivitamin, serta imunisasi, Sahabat juga dapat mulai mengajarkan anak untuk membaca buku. Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh-Kembang Anak Selama Pandemi Membaca buku dapat memberi berbagai manfaat bagi karena buku diibaratkan seperti jendela dunia. […]

    7 Manfaat Membaca Buku Bagi Anak di Masa Tumbuh-Kembang

    Bagi Sahabat yang sudah berkeluarga dan memiliki anak, tentu Sahabat berharap agar anak  cerdas dan pintar. Selain memperhatikan asupan nutrisi, memberikan multivitamin, serta imunisasi, Sahabat juga dapat mulai mengajarkan anak untuk membaca buku.

    manfaat membaca buku bagi anak

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh-Kembang Anak Selama Pandemi

    Membaca buku dapat memberi berbagai manfaat bagi karena buku diibaratkan seperti jendela dunia. Apa saja manfaat membaca buku bagi anak? Sahabat, mari simak penjelasan di bawah ini!

    1. Melatih Konsentrasi

    Manfaat membaca buku yang pertama adalah dapat melatih konsentrasi anak. Kemampuan berkonsentrasi anak yang baik akan membantu anak lebih siap saat belajar di sekolah karena anak sudah terbiasa menyerap informasi, Sahabat Sehat tetap perlu mendampingi anak dalam memilih buku bacaan yang tepat.

    2. Mengasah Kemampuan Berpikir

    Apabila Sahabat membiasakan anak membaca buku sejak dini, kemampuan anak untuk berpikir akan terasah dengan baik karena otak berkembang dengan baik.

    Produk Terkait: Jual Nutrimix

    3. Meningkatkan Keterampilan Berbicara

    Manfaat membaca buku bagi anak selanjutnya yaitu dapat membantu anak meningkatkan keterampilan berbicara terutama di masa tumbuh-kembang. Dengan membaca buku, anak dapat menerima informasi melalui gambar dan tulisan sehingga memperkaya kosakata dan meningkatkan kemampuan berbicara dengan baik.

    4. Membuat Anak Aktif dan Cepat Tanggap

    Membaca buku dapat membuat anak menjadi aktif dan cepat tanggap terhadap suatu masalah karena sistem motorik dan kognitif anak berkembang dengan baik.

    5. Menjalin Kedekatan dengan Orang Tua

    Anak yang sering membaca buku ternyata diketahui dapat mempererat hubungan dengan orang tua, terutama bila orang tua ikut menemani anak saat membaca buku dan menghabiskan waktu bersama saat membaca buku. Sahabat bisa berdiskusi dengan anak setelah membaca buku, yang dapat menjadi salah cara untuk mempererat hubungan dengan anak.

    Baca Juga: 7 Tips Orang Tua Dampingi Anak yang Bosan dan Stres Belajar di Rumah

    6. Mengenal Nilai-nilai Sosial

    Saat ini tersedia berbagai jenis buku bacaan. Sahabat sebaiknya pilih jenis buku khusus anak yang berisi nilai-nilai sosial, sehingga anak dapat mengetahui nilai-nilai sosial yang baik untuk  diterapkan di lingkungan sekitar serta menumbuhkan pendidikan karakter dan mental anak.

    7. Meningkatkan Kemampuan Akademis

    Membaca buku turut berperan dalam meningkatkan kemampuan anak mempelajari berbagai hal termasuk bahasa dan ilmu pengetahuan. Hal ini tentu sangat membantu proses pembelajaran anak ketika di sekolah.

    Baca Juga: Bagaimana Membesarkan Anak di Tengah Pandemi? Ini 9 Tipsnya!

    Sahabat, itulah 7 manfaat membaca buku bagi anak dimasa tumbuh-kembang . Apabila anak masih berusia 1-3 tahun, Sahabat dapat mulai membacakan buku terlebih dahulu. Berikut beberapa cara yang bisa Sahabat lakukan saat membacakan buku untuk anak:

    1. Bacalah buku apa pun yang diminta anak, meskipun buku yang sama.
    2. Baca buku secara perlahan agar anak bisa memahami ceritanya, dan menggunakan intonasi berbeda saat membaca karakter yang berbeda.
    3. Gunakan boneka, jari atau alat peraga lainnya saat membacakan buku.
    4. Ajak anak untuk bertepuk tangan atau bernyanyi saat Sahabat membaca buku yang berisi nyanyian.
    5. Diskusikan dengan anak mengenai gambar dalam buku atau mengulang kembali nama karakter dalam buku.
    6. Ajukan pertanyaan terbuka seperti, “Menurut kakak/adik, kenapa ya singanya pergi ke hutan? Dia mau ngapain ya?”. Pertanyaan terbuka dapat melatih anak untuk berpikir.
    7. Gunakan nama anak atau anggota keluarga lainnya pada karakter dalam buku agar mudah diingat.

    Sahabat juga perlu perhatikan jenis buku bacaan yang tepat untuk anak. Pilih buku bacaan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dengan gambar yang menarik.

    Baca Juga: Poin-poin Penting dalam Jadwal Terbaru Imunisasi Anak 2020

    Agar pertumbuhan dan perkembangan anak maksimal, yuk Sahabat manfaatkan layanan imunisasi anak di Prosehat yang menyediakan layanan imunisasi ke rumah. Layanan Prosehat memiliki banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Putri A. 5 Manfaat Membaca untuk Anak [Internet]. POPMAMA.com. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.popmama.com/big-kid/10-12-years-old/amelia-putri/manfaat-membaca-bagi-anak
    2. Afani A. 7 Manfaat Membaca Buku untuk Anak, Bunda Perlu Tahu [Internet]. parenting. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.haibunda.com/parenting/20200819173602-61-157705/7-manfaat-membaca-buku-untuk-anak-bunda-perlu-tahu
    3. Tahukah Anda Manfaat Membaca Buku Sejak Usia Dini? – EduCenter [Internet]. EduCenter. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.educenter.id/tahukah-anda-manfaat-membaca-buku-sejak-usia-dini/
    Read More
  • Di masa tumbuh-kembang, anak-anak rentan terhadap berbagai infeksi kuman salah satu contohnya adalah impetigo, yaitu suatu infeksi pada kulit. Baca Juga: Jangan Lewatkan Tahap Tumbuh Kembang Anak  Infeksi kulit ini lebih sering diderita anak-anak pada usia 2-5 tahun daripada orang dewasa, dan diperkirakan sekitar 162 juta orang anak di seluruh dunia mengalami impetigo dan lebih […]

    Kenali Impetigo, Infeksi Kulit pada Anak yang Sering Dialami di Masa Tumbuh-Kembang

    Di masa tumbuh-kembang, anak-anak rentan terhadap berbagai infeksi kuman salah satu contohnya adalah impetigo, yaitu suatu infeksi pada kulit.

    infeksi kulit pada anak

    Baca Juga: Jangan Lewatkan Tahap Tumbuh Kembang Anak 

    Infeksi kulit ini lebih sering diderita anak-anak pada usia 2-5 tahun daripada orang dewasa, dan diperkirakan sekitar 162 juta orang anak di seluruh dunia mengalami impetigo dan lebih sering terjadi di negara berkembang maupun negara miskin. Impetigo dapat ditularkan melalui sentuhan kulit penderitanya.

    Penularan biasanya terjadi setelah anak selesai bermain dan memegang benda yang sebelumnya sudah dipakai oleh orang yang menderita infeksi kulit ini, yang ditandai dengan munculnya luka kecil atau ruam pada kulit.

    Penyebab Impetigo

    Impetigo disebabkan oleh bakteri bernama Staphylococcus aureus (S.aureus) atau Streptococcus pyogenes (S.pyogenes).Bakteri ini dapat menginfeksi  lapisan kulit luar, misal pada wajah, lengan, dan tungkai.

    Bakteri tersebut dapat berkembang biak dalam kondisi cuaca yang panas serta lembab, sehingga kasusnya dapat memuncak di saat cuaca panas dan akan menurun saat musim dingin.

    Pada anak-anak, impetigo dapat terjadi ketika kulit anak terluka atau tergores karena gigitan serangga. Anak berisiko menderita impetigo jika mengalami salah satu kondisi di bawah ini:

    • Menderita diabetes.
    • Tinggal di iklim yang hangat atau
    • Menderita gangguansistem kekebalan
    • Menjalani cuci darah.
    • Riwayat gigitan serangga.
    • Sering berolahraga.
    • Memiliki riwayat gangguan kulit seperti eksim, ataupun gangguan psoriasis.
    • Kulit terbakar sinar matahari atau mengalami luka bakar.

    Jenis & Gejala Impetigo

    Gejala impetigo dapat mulai dirasakan dalam kurun waktu 4-10 hari setelah terpapar oleh bakteri, dapat diawali dengan keluhan demam, tidak enak badan, maupun pembesaran kelenjar getah bening. Gejala lainnya dapat dibedakan sesuai jenis impetigo, sebagai berikut:

    Impetigo NonBulosa

    Diperkirakan 70% impetigo merupakan jenis impetigo nonbulosa, yang ditandai dengan gejala:

    • Kemerahan, luka gatal di sekitar mulut dan hidung
    • Luka pecah, meninggalkan kulit merah, dan iritasi di sekitarnya
    • Kulit berkerak berwarna kuning kecoklatan
    • Ketika kulit sembuh terdapat bintik kemerahan yang memudar dan tidak meninggalkan bekas pada kulit

    Impetigo Bulosa

    Ditandai dengan gejala berikut :

    • Muncul lepuhan atau bintikberisi cairan bening yang dapat terlihat keruh, serta tidak dikelilingi oleh area kemerahan
    • Lepuhan atau bintik menjadi lunak dan pecah
    • Bentuk luka kekuningan dan berkerak di area lepuhan yang pecah
    • Lepuhan atau bintik biasanya tidak meninggalkan bekas luka pada kulit saat sudah sembuh

    Ecthyma

    Merupakan jenis impetigo yang terjadi bila tidak ditangani dengan baik, dan dapat ditandai dengan gejala berikut :

    • Muncul lepuhan atau pun luka lecet yang terasa nyeri pada kulit bokong, paha, tungkai, pergelangan kaki, dan kaki
    • Lepuhan berubah menjadi luka yang berisi nanah dengan kerak yang tebal
    • Kulit di sekitar luka sering kali tampak merah
    • Luka sembuh secara perlahan dan dapat meninggalkan bekas pada kulit setelah  penyakit sembuh

    Baca Juga: Benarkah Air Liur Manusia Mampu Menyembuhkan Luka?

    Bagaimana Cara Mengatasi Impetigo?

    Impetigo dapat diatasi dengan pemberian obat dan menjaga kesehatan kulit. Dokter umumnya memberikan obat salep serta antibiotik untuk melawan infeksi pada kulit.

    Produk Terkait: Jual Salep Ruam 

    Jika ditangani dengan baik, impetigo dapat menunjukan perbaikan dalam waktu 7-10 hari. Namun proses pemulihan dapat membutuhkan waktu lebih lama jika ada infeksi lain pada kulit.

    Untuk mencegah terjadinya impetigo, dapat melakukan beberapa hal berikut :

    • Bersihkan benda-benda yang sering disentuh oleh anak seperti mainan, kaus, seprai, karpet, boneka bulu, kasur lipat, handuk, maupun sofa.
    • Cuci hingga bersih dan sebaiknya dijemur di bawah sinar matahari.
    • Anjurkan anak untuk mandi teratur.
    • Gunting kuku jari secara berkala.
    • Cuci tangan teratur sebelum dan setelah makan serta setiap habis bermain.
    • Berikan sayur, buah yang kaya akan vitamin C.
    • Beri air putih yang cukup.

    Nah, itulah Sahabat Sehat mengenai impetigo yang merupakan salah satu jenis infeksi kulit pada anak yang seringkali dialami pada masa tumbuh-kembang.

    Baca Juga: Luka Lama yang Sulit Menyembuh

    Apabila Sahabat perlu informasi lebih lanjut mengenai impetigo dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Danti N. Infeksi Kulit Impetigo: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya [Internet]. POPMAMA.com. 2021 [cited 23 March 2021]. Available from: https://www.popmama.com/kid/1-3-years-old/nisrina-danti/infeksi-kulit-impetigo/7
    2. Afani A. Kenali Impetigo Bulosa, Infeksi Bakteri yang Sering Menyerang Kulit Balita [Internet]. parenting. 2021 [cited 23 March 2021]. Available from: https://www.haibunda.com/parenting/20201104165610-60-171348/kenali-impetigo-bulosa-infeksi-bakteri-yang-sering-menyerang-kulit-balita#
    3. Irawan D. Mengenal Impetigo Bulosa, Infeksi Kulit Pada Anak yang Muncul di Musim Pancaroba [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 23 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3361887/mengenal-impetigo-bulosa-infeksi-kulit-pada-anak-yang-muncul-di-musim-pancaroba
    Read More
  • Kemajuan teknologi masa kini sangat mempermudah kehidupan manusia. Kini semuanya serba digital, bahkan pengguna gadget bukan hanya orang dewasa. Jari-jemari anak kecil pun tak kalah lincah menggunakan aneka perangkat digital. Tentunya ini berkaitan dengan screen time monitoring. Sebelum membahas lebih jauh, Mama perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan screen time, screen time adalah waktu yang […]

    Maksimalkan Screen Time untuk Tumbuh Kembang Si Kecil

    Kemajuan teknologi masa kini sangat mempermudah kehidupan manusia. Kini semuanya serba digital, bahkan pengguna gadget bukan hanya orang dewasa. Jari-jemari anak kecil pun tak kalah lincah menggunakan aneka perangkat digital. Tentunya ini berkaitan dengan screen time monitoring. Sebelum membahas lebih jauh, Mama perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan screen time, screen time adalah waktu yang dihabiskan untuk menggunakan/memainkan perangkat elektronik yang menggunakan layar, seperti smart phone, tablet, televisi, video games, komputer dll. Jadi, screen time monitoring dapat didefinisikan sebagai pengawasan terhadap waktu penggunaan perangkat teknologi berlayar.

    Seperti diketahui, ada beberapa risiko yang patut diwaspadai dan menjadi alasan untuk mengawasi screen time Si Kecil, beberapa risiko tersebut antara lain:

    – Keterlambatan berbicara.
    – Sulit berkonsentrasi.
    – Masalah dalam belajar.
    – Kecemasan.
    – Depresi, dll.

    Baca Juga: 10 Makan Ibu Menyusui Agar Bayi Cerdas

    Meskipun memiliki dampak kurang baik, tapi faktanya menjauhkan gadget dari anak pada masa sekarang ini rasanya tidak mungkin. Jadi, hal utama yang perlu dilakukan Mama adalah pengawasan. The American Academy of Pediatrics (AAP) mengeluarkan rekomendasi dalam membantu Mama mengawasi screen time anak, yaitu:

    • Hindari penggunaan media digital pada anak kurang dari 18 bulan.
    • Ketika mulai memperkenalkan media digital, pastikan program yang Mama berikan berkualitas dan gunakan bersama-sama dengan Si Kecil.
    • Saat Si Kecil berusia 2-5 tahun, batasi hanya 1 jam dan gunakan konten yang berkualitas secara bersama-sama serta bantu Si Kecil untuk memahami konten yang sedang dilihat dan bantu mereka untuk mengaplikasikannya di dunia nyata.
    • Hindari konten yang terlalu cepat, banyak distraksi (misalnya iklan) maupun konten yang memberi pengaruh buruk.
    • Matikan televisi atau perangkat lainnya ketika tidak digunakan.
    • Jangan gunakan media digital hanya untuk menenangkan Si Kecil, hal ini kelak akan mengakibatkan gangguan regulasi emosi Si Kecil.
    • Awasi selalu konten atau aplikasi yang digunakan
    • Tetap sediakan waktu untuk interaksi dengan Si Kecil yang tidak melibatkan perangkat digital, misalnya bermain di taman bersama-sama
    • Tidak bermain media digital 1 jam sebelum tidur dan singkirkan semua perangkat digital dari tempat tidur.

    Tak dapat dipungkiri, persaingan dunia sekarang menuntut semua orang untuk fasih dalam penggunaan gadget atau teknologi. Nah, Mama pun perlu menyikapi screen time dari segi manfaat positifnya untuk tumbuh kembang Si Kecil, yaitu:

    1. Belajar Disiplin & Menepati Janji
      Semuanya tergantung dari bagaimana Mama mengatur screen time untuk anak. Misalnya ada ‘perjanjian’ dengan Si Kecil, kapan waktu dan durasinya ia boleh menggunakan gadget. Mama harus konsisten dengan aturan tersebut sehingga anak pun belajar disiplin dan ia sekaligus belajar contoh perilaku menepati janji dari orang tuanya.

    Baca Juga: Jadwal Imunisasi Bayi Lengkap

    1. Menunjang Proses Belajar
      Hal yang perlu menjadi fokus perhatian Mama ialah pemilihan konten. Kini Mama tak perlu khawatir, asalkan Anda selektif dan teliti, ada banyak konten berkualitas yang justru dapat meningkatkan kemampuan sosial dan berbahasa Si Kecil, terutama yang berusia lebih dari 2 tahun. Contohnya permainan edukasi via gadget mengenal huruf, angka, berhitung, warna, dsb. Lewat permainan (games), pastinya akan lebih menyenangkan buat anak, otomatis lebih mudah masuk dalam ingatannya, alias Si Kecil jadi lebih cepat hafal. Selain itu, kemampuan bahasa asing, terutama bahasa Inggris anak ikut terasah, karena umumnya aplikasi atau games menggunakan bahasa Inggris.
    2. Belajar Bersaing (Kompetitif)
      Dengan adanya skor dari hasil permainan (games) yang ada, Mama dapat mengajak Si Kecil memahami pentingnya berkompetisi. Dunia yang kelak akan dihadapi Si Kecil kelak saat mereka dewasa pasti penuh persaingan. Di sinilah perlunya Mama memberi pengarahan, “Bagaimana cara meraih peringkat yang baik? Apa saja usaha untuk meraih skor yang diinginkan tersebut? Jika gagal, apa yang perlu dipelajari dan diperbaiki dari kegagalan tersebut? dll. Si Kecil pun perlu diberi pemahaman bahwa menjadi juara 1 bukan satu-satunya tujuan, namun bagaimana meraih suatu kemenangan atau keberhasilan dengan cara yang tepat (fair).
    3. Melatih Kesabaran & Empati
      Jika sebelumnya Mama sudah menerapkan poin 1 (perjanjian seputar waktu dan durasi penggunaan gadget pada anak), maka secara tidak langsung, Si Kecil akan belajar bersabar menunggu waktu yang ditentukan, belajar bersabar untuk bergantian main dengan saudaranya (jika gadget yang dimiliki 1 untuk bersama), dll.
      Kemudian, lewat beragam aplikasi maupun games, Mama bisa sekaligus menanamkan pentingnya empati. Sejumlah permainan kebanyakan menggunakan tokoh tertentu, saat berhasil maupun gagal memenuhi tugas atau misi, biasanya akan tampak ekspresi gembira, sedih, atau kecewa dari si tokoh tersebut. Mama bisa menyelipkan pesan moral berupa, “Yah…Adek kalah ya, itu lihat mukanya sedih (sambil menunjuk tokoh di permainan). Tapi nggak apa-apa, yuk dicoba lagi!” Jadi, anak pun belajar mengenal beragam emosi dan pentingnya berempati.

    Baca Juga: Hati-Hati Obesitas Pada Anak

    Dapat disimpulkan lewat screen time, Mama dapat memanfaatkan program yang bersifat mendidik, yang dirancang dengan baik dan sesuai umur Si Kecil. Semuanya ini dapat secara kuat mendorong rasa sosial, membantu mereka mempelajari sikap anti kekerasan, empati, toleransi dan bagaimana menghormati orang lain.⁴ Namun jangan lupakan interaksi antara Si Kecil dan orang tua. Keseimbangan antara kedua unsur ini akan membentuk Si Kecil menjadi anak tangguh yang siap hadapi tantangan dan siap hadapi masa depan.

    Ditulis Oleh: dr. Samuel Bungaran Partahi Saud Manalu

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Screen time and young children: Promoting health and development in a digital world. Paediatrics & Child Health. 2018;23(1):83-83.
    2. Sanders W, Parent J, Forehand R. Parenting to Reduce Child Screen Time. Journal of Developmental & Behavioral Pediatrics. 2017;:1.
    3. M S. The Impact of using Gadgets on Children. Journal of Depression and Anxiety. 2017;07(01).
    4. Ponti M, Bélanger S, Grimes R, Heard J, Johnson M, Moreau E et al. Screen time and young children: Promoting health and development in a digital world. Paediatrics & Child Health. 2017;22(8):461-468.
    5. Media and Young Minds. Pediatrics. 2016;138(5):e20162591.
    Read More
  • Lima tahun pertama dalam kehidupan anak merupakan tahap pertumbuhan dan perkembangan yang sangat penting bagi anak.  Anak mengalami pertumbuhan fisik seperti berat badan,tinggi badan dan otak. Tidak hanya pertumbuhan, perkembangan anak juga tidak kalah penting.  Apa bedanya pertumbuhan dan perkembangan ? Bila pertumbuhan dinilai dari berat dan tinggi badan maka perkembangan dinilai dari kemampuan anak […]

    Tumbuh Kembang Anak usia 1-2 tahun

    Lima tahun pertama dalam kehidupan anak merupakan tahap pertumbuhan dan perkembangan yang sangat penting bagi anak.  Anak mengalami pertumbuhan fisik seperti berat badan,tinggi badan dan otak. Tidak hanya pertumbuhan, perkembangan anak juga tidak kalah penting.  Apa bedanya pertumbuhan dan perkembangan ? Bila pertumbuhan dinilai dari berat dan tinggi badan maka perkembangan dinilai dari kemampuan anak untuk berjalan, berbicara dan berinteraksi dengan orang lain.

    Berat badan dan tinggi badan anak merupakan tanda pertumbuhan yang paling mudah dilihat pada anak. Penilaian berat dan tinggi badan anak yang ideal dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan mengikuti kriteria dan kurva yang standar. Selain berat dan tinggi badan, ada tumbuh kembang anak dinilai dari 4 aspek meliputi perkembangan fisik, kognitif, Bahasa/ komunikasi dan social emosional.

    Baca Juga: 12 Cara Mengajarkan Anak Hidup Sehat

    Perkembangan anak usia 1 -2 tahun :

    tumbuh-kembang-anak

    Apa yang perlu dilakukan agar tumbuh kembang anak optimal ?

    Nutrisi untuk Pertumbuhan Anak Usia 1-2 Tahun

    Anak sebaiknya sudah dikenalkan dengan makanan selain ASI sejak usia 6 bulan sehingga pada usia 1 tahun anak sudah mulai mengenal beberapa jenis makanan. Mengenal jenis makanan yang beragam bisa menjadi kebiasaan makan sehat yang dapat diikuti oleh anak hingga dewasa.  Pola makan yang sehat dianjurkan meliputi makan 3 kali sehari diikuti dengan snack 1-2 kali sehari diantara waktu makan.

    Baca Juga: 7 Alasan Si Kecil Perlu Suplemen Anak

    Sering kali orang tua dalam memberi makan hanya memperhatikan apakah anak kenyang atau tidak dan bahkan dimasa sekarang dimana orang tua juga bekerja. Jenis makanan yang diberikan sering tidak beragam atau penyajiannya yang instan seperti makanan instan, makanan beku hingga fast food. Makanan jenis tersebut sebaiknya dihindari dan makanan yang tidak beragam beresiko anak kekurangan nutrisi tertentu seperti kekurangan zat besi.

    Kekurangan zat besi merupakan kondisi yang paling sering ditemui pada anak terutama pada anak usia 1-2 tahun. Kekurangan zat besi diketahui memiliki hubungan dengan perkembangan dan perilaku anak. Sumber zat besi dapat ditemui di banyak makanan yakni daging, ikan, kacang-kacangan, tahu dan sayur-sayuran hijau .Selain itu kebutuhan lemak juga penting untuk perkembangan otak anak.  Makanan yang kaya akan lemak sehat seperti omega-3 penting untuk perkembangan anak. Omega 3 dapat ditemui di berbagai  sumber makanan seperti  ikan, minyak ikan dan telur.

    Baca Juga: 6 Tips Mengajarkan Si Kecil Puasa Pertama

    Stimulasi Perkembangan Anak Usia 1-2 Tahun

    Khususnya pada anak 1-2 tahun, perkembangan memiliki makna yang khusus dan biasanya paling diingat oleh ayah bunda. Pada usia 1-2 tahun inilah anak pertama kali anak bisa berjalan sendiri, mampu mengucapkan “ Mama” atau “Papa” dan mulai dapat mengekspresikan keinginannya. Stimulasi menjadi penting disini. Stimulasi baik untuk memenuhi kebutuhan emosional anak maupun untuk mengembangkan kemampuan anak untuk melakukan fungsi-fungsi yang lebih kompleks.

    Baca Juga: 10 Tes Kesehatan Pranikah Yang Perlu Kamu Ketahui

    Adapun untuk mengembangkan kemampuan anak  untuk melakukan fungsi yang lebih kompleks dapat dilakukan dengan :

    1. Mengenalkan orang baru pada anak. Hal ini dapat dilakukan dengan bercerita tentang orang baru dan mengenalkan orang baru secara perlahan. Ini penting agar anak dapat berinteraksi dengan banyak orang selain orang tuanya
    2. Mengajarkan kemandirian. Karena pada usia 1-2 tahun anak sudah dapat berjalan sendiri dan mulai dari mengekspresikan keinginannya. Hal-hal sederhana seperti menyuap makanan sendiri dan menyebutkan nama sendiri

     Tanda Waspada untuk Terlambat Tumbuh Kembang

    Baca Juga: 10 Komplikasi Diabetes yang Perlu Anda Waspadai

    Dengan berbagai stimulasi yang dapat diberikan ke anak. Ayah dan Ibu juga perlu mengenal tanda waspada akan keterlambatan tumbuh kembang anak. Di bawah ada tanda-tanda waspada untuk anak usia 1-  2 tahun. Apabila ditemukan tanda waspada, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

    Usia 12 bulan :

    • Tidak dapat merangkak
    • Tidak dapat berdiri ketika dibantu
    • Tidak dapat mengucap kata sederhana seperti “ mama” atau “papa”
    • Tidak mempelajari gesture seperti mengeleng kepala atau melambai tangan

    Usia 18 bulan :

    • Tidak dapat berjalan
    • Tidak mendapat kosakata baru
    • Tidak memiliki minimal 6 perbendaharaan kata
    • Tidak mengenal benda-benda umum seperti telephone, sendok dll
    • Tidak memperhatikan atau keberatan ketika orang tua meninggalkan anak atau kembali ke anak
    • Kehilangan kemampuan yang sebelumnya dimiliki

    Baca Juga: 8 Fakta Melawan Diabetes

    Usia 1-2 tahun merupakan usia penting bagi tumbuh kembang anak. Nutrisi dan stimulasi yang baik membantu pertumbuhan dan perkembangan optimal anak.  Orang tua perlu untuk mendidik dirinya sendiri agar dapat menyiapkan nutrisi dan stimulasi yang baik untuk anak.

    Referensi :

    1. Berdanier CD, Dwyer J, Feldman EB. Handbook of Nutrition and Food 3rd Edition. CRC Press.2013
    2. Kliegman RM. Nelson Textbook of Pediatrics 20 Ed. Elsevier. 2016
    3. Hay WW, Levin MJ, Sondheimer JD. Current Diagnosis & Treatment Pediatrics 23 Ed. Lange-Mcgraw Hill. 2016
    4.  McConnon, L. Developing Young Children’s Creativity: Posibility Thinking in Early Years. London: Institute of Education Press. 2016
    5. Child Development and Early Learning. Facts for Life 4th Ed. Available from : http://www.factsforlifeglobal.org/03/1.html
    6. Important Milestone : Your Child by One Year. CDC. Available from : https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/milestones-1yr.html
    7. Important Milestone : Your Child by One Year. CDC. Available from : https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/milestones-18mo.html
    Read More
  • Mengamati tumbuh kembang anak merupakan milestone yang tidak boleh dilewatkan oleh setiap orang tua. Mulai dari kedipan pertama, senyum pertama, langkah pertama, dan masih banyak lagi hal-hal baru yang bisa dilakukannya, setiap perkembangan si kecil pasti menjadi momen kebanggaan para orang tua, termasuk Anda. Lalu bagaimana cara mengetahui bahwa anak Anda tumbuh dan berkembang dengan […]

    Jangan Lewatkan Tahap Tumbuh Kembang Anak

    Mengamati tumbuh kembang anak merupakan milestone yang tidak boleh dilewatkan oleh setiap orang tua. Mulai dari kedipan pertama, senyum pertama, langkah pertama, dan masih banyak lagi hal-hal baru yang bisa dilakukannya, setiap perkembangan si kecil pasti menjadi momen kebanggaan para orang tua, termasuk Anda. Lalu bagaimana cara mengetahui bahwa anak Anda tumbuh dan berkembang dengan baik?

    prosehat dan tahap tumbuh kembang anak

    Menurut Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc dari Indonesian Nutrition Association, anak Anda dapat dikatakan tumbuh ketika tinggi dan beratnya mengalami peningkatan seiring bertambahnya usia mereka. Sedangkan mereka dikatakan berkembang ketika banyak aktivitas fisik dan kognitif yang dapat mereka lakukan, seperti merangkak, melambaikan tangan, menggenggam benda, dan masih banyak lagi. Dan ketika mereka menunjukkan pencapaian tumbuh kembangnya, akan sangat disayangkan ketika Anda tidak dapat menyaksikan hal tersebut. Namun tenang saja ya, karena tahapan tumbuh kembang anak itu akan berlangsung seiring dengan pertambahan usia mereka.

    prosehat dan tahap tumbuh kembang anak

    3 Tahap Tumbuh Kembang Penting Pada Anak

    Proses tumbuh kembang anak merupakan hasil interaksi berbagai macam faktor yang saling terkait seperti genetik dan lingkungan. Karena proses ini bersifat individual, maka hasil akhir yang ditunjukkan pada setiap anak berbeda dan memiliki ciri khas tersendiri. Pada umumnya tahap tumbuh kembang anak ini menjadi tolak ukur baik atau tidaknya proses tersebut pada anak Anda, yaitu:

    1. Bayi (0-12 bulan)
    Untuk perkembangan motoriknya, anak Anda akan masih lebih banyak tidur dan perkembangannya hanya dapat dilihat dari kebisaannya mengepalkan telapak tangan, walau belum begitu kuat. Namun di saat yang bersamaan, indera pendengaran, sentuh dan perasa sudah mulai berkembang. Kemudian saat menginjak 2 bulan, mereka akan mulai melihat warna serta mengembangkan banyak jenis suara. Hal tersebut mereka tunjukkan dengan seringnya mereka berkedip. Untuk pertumbuhan fisiknya, pada usia bulan ke-5, berat badannya akan 2x berat badan saat lahir dan setiap minggunya akan bertambah sekitar 140-200 gr.

    Memasuki usia 6-12 bulan, berat badan si kecil menjadi 3x berat badannya saat lahir. Sedangkan tingginya akan bertambah 1,25 cm. Untuk perkembangan motoriknya, pada usia ini bayi Anda akan mulai bisa memindahkan objek menggunakan tangan, menggenggam, menggapai objek tertentu, merangkak, merambat, mendongak, dan melangkah sambil berpegangan.

    prosehat tumbuh kembang anak 1

    2. Batita (1-3 tahun)
    Memasuki golden ages mereka, jangan sampai Anda kelewatan menyaksikan proses tumbuh kembang si kecil. Pada usia ini mereka mengalami banyak sekali perkembangan motorik, fisik dan bahasa. Sedangkan untuk pertumbuhan fisik, berat badannya akan 4x berat badannya saat lahir dan setiap tahunnya akan bertambah 2-3 kilogram. Tinggi badannya akan mengalami peningkatan hingga 50 % dari panjang badan saat ia berusia 1 tahun. Perkembangan motoriknya meliputi berjalan dengan tegak, berlari pelan, buang air kecil dengan lebih teratur, sudah dapat duduk sendiri, memegang benda dengan genggaman yang jauh lebih kuat, dan masih banyak lagi.

    Sementara untuk perkembangan dari segi bahasa, anak-anak pada usia ini cenderung meniru perkataan orang yang berada di sekitarnya. Untuk itu berhati-hati dalam berucap karena Anda tentunya tidak menginginkan jika anak Anda berkata kasar. Dan pada usia ini juga perbendaharaan kata mereka sudah lebih banyak karena kemampuan mendengarnya yang juga sudah berkembang dengan baik.

    prosehat tumbuh kembang anak 2

    3. Preschool (5 tahun)
    Pada usia ini tumbuh kembang anak sudah berkembang dan tumbuh dengan baik. Mereka sudah dapat bernyanyi, berbicara dengan jelas, berlari dengan kencang, mengendarai sepeda roda tiga, menggambar, dan melakukan banyak hal yang sebagian sudah dilakukan oleh anak-anak di atas usianya. Pada usia ini juga mereka cenderung memiliki rasa ingin tahu yang kuat sehingga banyak orang tua mendaftarkan mereka ke Taman Kanak-kanak agar mereka dapat bersosialisasi dengan anak-anak seumurannya dan potensi mereka dari segi motorik dan fisik dapat lebih terasah dengan baik.

    prosehat tumbuh kembang anak 3

    3 tahap tumbuh kembang anak di atas dapat menjadi momen membanggakan bagi para orang tua. Untuk itu, pastikan tumbuh kembang si kecil diawasi dengan baik sehingga ketika terjadi penghambatan dalam proses tumbuh kembangnya, Anda dapat segera melakukan tindakan yang tepat.

    Referensi:

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja