Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ traveling sehat”

  • Liburan panjang akhir tahun telah usai. Momen liburan panjang yang didapat untuk mengatasi penat setelah bekerja setahun penuh itu seharusnya sudah dapat menyegarkan tubuh dan pikiran Sahabat. Liburan adalah sesuatu yang menyenangkan dan semua orang tentu saja ingin berlibur. Akan tetapi, pada kenyataannya liburan panjang malah menyebabkan Sahabat menjadi sakit dan tidak fit sehingga belum […]

    Penyebab Sakit Setelah Liburan dan Cara Mengatasinya

    Liburan panjang akhir tahun telah usai. Momen liburan panjang yang didapat untuk mengatasi penat setelah bekerja setahun penuh itu seharusnya sudah dapat menyegarkan tubuh dan pikiran Sahabat. Liburan adalah sesuatu yang menyenangkan dan semua orang tentu saja ingin berlibur. Akan tetapi, pada kenyataannya liburan panjang malah menyebabkan Sahabat menjadi sakit dan tidak fit sehingga belum dapat melanjutkan lagi aktivitas seperti sedia kala.1 Sahabat tentu bertanya-tanya mengapa hal itu bisa terjadi? Daripada penasaran, yuk mari kita simak bersama-sama pembahasan di bawah ini!

    sakit setelah liburan. sakit sehabis liburan

    Baca Juga: Inilah 3 Persiapan Penting Sebelum Traveling

    Banyaknya Aktivitas yang Dikerjakan

    Karena liburan adalah hal yang cukup menyenangkan untuk dilakukan tentu saja Sahabat tidak akan mau begitu saja melewatkan momen-momen yang Sahabat cukup anggap penting. Sahabat akan melakukan banyak aktivitas lebih dari biasanya yang mungkin saja melampaui waktu istirahat. Akibatnya, tubuh akan menjadi kaget akan perubahan perilaku tersebut.2,3

    Perubahan Pola Makan dan Minum

    Biasanya sebelum liburan, Sahabat merupakan orang yang teratur dalam makan dan minum bahkan dalam kondisi bekerja sekalipun. Namun, ketika liburan Sahabat mungkin lupa makan dan minum yang dapat memberikan efek negatif kepada tubuh seperti mudah terserang penyakit lambung dan flu. Karena itu, usahakan untuk tetap makan dan minum seperti saat sebelum liburan agar Sahabat tidak terserang penyakit ketika berlibur.2

    Produk Terkait: Jual Makanan Sehat

    Terkena Kuman dan Virus

    Saat liburan Sahabat pun bisa terkena bakteri atau virus dengan mudah. Hal ini dikarenakan Sahabat bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang setiap harinya mulai dari hotel, saat naik transportasi umum atau saat berjalan-jalan di tempat-tempat publik. Inilah yang membuat penyakit dapat menular dengan cepat. Karena itu, usahakan untuk selalu melakukan tindakan-tindakan higienis seperti mencuci tangan atau di masa pandemi mengenakan masker dan menjaga jarak.2,3

    Perubahan Suhu dan Iklim

    Hal lain yang menyebabkan tubuh menjadi sakit sehabis berlibur adalah karena perubahan suhu dan iklim. Bagi Sahabat yang terbiasa dengan suhu dan iklim tropis tentu akan mengalami keterkejutan saat berlibur ke tempat yang suhunya dingin sehingga tubuh harus beradaptasi. Begitu kembali dari tempat tersebut tubuh akan mengalami keterkejutan lagi karena perlu melakukan penyesuaian kembali.

    Bepergian dengan Pesawat

    Banyak orang bepergian untuk liburan dengan pesawat terutama untuk destinasi wisata yang cukup jauh. Bepergian dengan pesawat memang cukup efektif karena dapat memangkas waktu perjalanan, namun ternyata berpergian dengan pesawat dapat meningkatkan risiko tubuh jatuh sakit. Hal ini karena udara dengan kelembapan rendah dapat menyerang hidung dan tenggorokan. Tak hanya itu, virus pun diyakini dapat cepat tertular dalam kondisi yang demikian dari sesama penumpang.1

    Baca Juga: Pilek dan Flu Saat Traveling? Cegah Sekarang Juga!

    Cara Mencegah Sakit Sehabis Liburan

    Supaya Sahabat tidak sakit setelah liburan panjang yang malah dapat menghambat aktivitas sehari-hari, Sahabat disarankan untuk selalu membawa vitamin dalam jumlah banyak dan mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat. Hal lainnya adalah melakukan tindakan-tindakan higienis, seperti mencuci tangan, istirahat yang cukup, dan minum banyak air. Hindari mengonsumsi alkohol selama beberapa hari dan jangan lupa makan secara teratur. Apabila menderita gejala, seperti demam dan ruam pada kulit, segera pergi ke dokter untuk didiagnosis. Lalu, berilah tubuh waktu untuk bersantai dan menyesuaikan diri dengan aktivitas rutin, dengan mengambil cuti sehari sebelum beraktivitas. Jangan lupa untuk berolahraga ringan, yoga, dan teknik pernapasan supaya pikiran dan tubuh menjadi rileks setelah berlibur.1

    Baca Juga: Traveling Bikin Gemuk, Mitos atau Fakta?

    Itulah penyebab mengapa Sahabat terkena sakit sehabis berlibur dan cara mengatasinya. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai liburan sehat dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. This is why you get ill after a holiday, according to a GP [Internet]. Cosmopolitan. 2021 [cited 4 January 2021]. Available from: https://www.cosmopolitan.com/uk/entertainment/travel/a28444993/feeling-ill-after-holiday/
    2. Hens H. 4 Penyebab Utama Sering Sakit Setelah Liburan [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 4 January 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/3996389/4-penyebab-utama-sering-sakit-setelah-liburan
    3. Ini Alasan Mengapa Anda Sakit Setelah Liburan, Ketahui Cara Mengatasinya! [Internet]. suara.com. 2021 [cited 4 January 2021]. Available from: https://www.suara.com/health/2019/06/24/082000/ini-alasan-mengapa-anda-sakit-setelah-liburan-ketahui-cara-mengatasinya?page=all
    Read More
  • Pemerintah melalui Satgas Covid-19 pada 19 Desember 2020 telah mengeluarkan protokol kesehatan liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Protokol itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Surat edaran ini […]

    Protokol Kesehatan Liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Berikut Poin-poin Pentingnya

    Pemerintah melalui Satgas Covid-19 pada 19 Desember 2020 telah mengeluarkan protokol kesehatan liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Protokol itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Surat edaran ini berlaku mulai dari 19 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021. Seperti diungkapkan oleh juru bicara Satgas Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito bahwa ketentuan dalam surat edaran tersebut adalah bagian dari upaya menanggulangi Covid-19. SE dikeluarkan karena melihat pengalaman liburan-liburan sebelumnya yang selalu diikuti oleh peningkatan jumlah kasus Covid-19.

    protokol kesehatan liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021

    Baca Juga: Berwisata ke Bali Harus Negatif PCR Swab

    Terdapat beberapa poin penting yang perlu diketahui dalam surat edaran yang memuat protokol kesehatan untuk liburan akhir tahun 2020 ini. Apa saja itu? Yuk, Sahabat, mari kita simak bersama-sama!

    Pengetatan Perilaku 3M

    Perilaku 3M sudah menjadi hal yang wajib di saat pandemi Covid-19 ini mulai dari mencuci tangan, memakai masker hingga menjaga jarak. Namun selama perjalanan sahabat diwajibkan mengetatkan salah satu perilaku 3M tersebut, yaitu memakai masker. Penggunaannya wajib dilakukan dengan benar dan menutupi hidung sedangkan jenis yang dipakai adalah masker kain 3 lapis atau masker medis. Tak hanya pengetatan pada masker, protokol lainnya juga melarang penumpang selama perjalanan melepas masker untuk makan dan minum bagi perjalanan kurang dari 2 jam. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi individu yang wajib mengonsumsi obat-obatan tertentu, yang jika tidak diperbolehkan dapat mengancam keselamatan jiwanya.

    Wajib PCR Swab dan Rapid Antigen

    Selain pengetatan perilaku 3M, hal yang perlu Sahabat perhatikan adalah kewajiban PCR swab dan rapid antigen saat melakukan perjalanan. PCR swab diwajibkan bagi Sahabat yang ingin ke Pulau Bali melalui transportasi udara paling lama 7×24 jam sebelum keberangkatan. Sedangkan untuk yang ingin ke Bali melalui jalur laut dan darat atau ke wilayah-wilayah bukan Bali, terutama di Pulau Jawa  wajib melakukan rapid swab antigen paling lama 3×24 jam. Selain wajib PCR swab maupun rapid antigen, Sahabat diwajibkan mengisi e-HAC Indonesia. Namun pengisian ini tidak wajib bagi yang menggunakan kereta api. Rapid test antibodi masih diperbolehkan.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Anak-anak di Bawah Usia 12 Tahun Tidak Wajib Tes Covid-19

    Sempat muncul pertanyaan ketika pemberlakuan wajib PCR swab dan rapid swab antigen ini juga berlaku untuk anak-anak? Namun hal tersebut kenyataannya tidak melalui poin dalam surat edaran ini. Hal ini tentu saja melegakan bagi Sahabat yang berniat membawa anak dalam perjalanan. Namun, tetap hal tersebut harus diikuti dengan protokol-protokol kesehatan yang berlaku supaya anak-anak tidak mudah terjangkit Covid-19.

    Baca Juga: Tips Aman Berlibur Bersama Anak di Tengah Pandemi Covid-19

    Untuk Mobilitas dalam Wilayah Jabodetabek Tidak Perlu Rapid Swab Antigen

    Protokol Kesehatan Liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 juga menyatakan bahwa bagi Sahabat yang masih berlalu-lalang di dalam wilayah Jabodetabek tidak diwajibkan untuk menunjukkan hasil rapid swab antigen sebagai syarat perjalanan. Hal itu juga berlaku untuk transportasi laut di Pulau Jawa yang bersifat rutin, yaitu melayani pelayaran lokasi terbatas antarpulau atau antarpelabuhan antardomestik dalam satu wilayah aglomerasi.

    Hasil Negatif atau Non-Reaktif dengan Gejala Harus PCR Swab

    Apabila Sahabat dinyatakan negatif atau non-reaktif dari hasil rapid antibodi dan antigen namun menunjukkan gejala, Sahabat tidak diperbolehkan melakukan perjalanan dan wajib melakukan PCR swab dan isolasi mandiri selama waktu tunggu pemeriksaan.

    Bagi WNI yang Baru Tiba dari Luar Negeri Harus Negatif PCR Swab

    Apabila Sahabat datang dari luar negeri ke Indonesia di saat libur Natal dan Tahun Baru, Sahabat harus negatif PCR swab yang ditunjukkan melalui surat keterangan yang berlaku sejak tiba 3×24 jam, dan ada dalam e-HAC Indonesia. Setelah tiba, Sahabat akan diperiksa oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan setempat dengan diukur suhu tubuh, validasi surat keterangan, dan pemeriksaan ulang PCR swab yang tidak hanya bagi WNI tetapi juga WNA. Setelah pemeriksaan Sahabat wajib dikarantina untuk menunggu hasil. Karantina ini berupa fasilitas milik pemerintah. Untuk WNA karantina berupa hotel atau penginapan yang disediakan pemerintah dengan sertifkasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, dan harus membayar secara pribadi.

    Baca Juga: Isolasi Mandiri Covid-19 di Fasilitas Pemerintah dan Pengajuannya

    Seperti itulah protokol kesehatan liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 supaya perjalanan aman, sehat, dan nyaman dari Covid-19 sehingga tingkat penularan Covid-19 bisa dikendalikan. Supaya Sahabat terhindar dari Covid-19 dan mengetahui positif atau negatif sebelum melakukan perjalanan, yuk jangan lupa melakukan PCR swab dan rapid swab antigen di Prosehat. Selain itu, Sahabat akan mendapatkan surat keterangan bebas dari Covid-19 sebagai bukti untuk divalidasi saat di bandara, terminal, dan pelabuhan. Caranya mudah: Sahabat tinggal akses Prosehat melalui aplikasi atau website lalu pilih kategori Layanan Kesehatan, dan klik Rapid Test-Covid-19. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. umar E. Protokol Kesehatan Libur Natal dan Tahun Baru, Begini Isi Surat Edaran Satgas Covid-19 [Internet]. Fajar.CO.ID. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://fajar.co.id/2020/12/20/protokol-kesehatan-libur-natal-dan-tahun-baru-begini-isi-surat-edaran-satgas-covid-19/
    2. Harsono F. Surat Edaran Satgas COVID-19 Perjalanan Libur Natal dan Tahun Baru untuk Tanggulangi Penularan Virus Corona [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/4438339/surat-edaran-satgas-covid-19-perjalanan-libur-natal-dan-tahun-baru-untuk-tanggulangi-penularan-virus-corona
    3. COVID-19 S. Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 – Regulasi | Satgas Penanganan COVID-19 [Internet]. covid19.go.id. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://covid19.go.id/p/regulasi/surat-edaran-nomor-3-tahun-2020
    Read More
  • Masuk ke Bali harus negatif PCR swab. Setidaknya, itulah yang didapat dari Surat Edaran Gubernur Bali tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali. Peraturan tersebut dikeluarkan pada hari Selasa, 15 Desember 2020. Alasan pemberlakuan peraturan ini adalah karena masih tingginya […]

    Berwisata ke Bali Harus Negatif PCR Swab

    Masuk ke Bali harus negatif PCR swab. Setidaknya, itulah yang didapat dari Surat Edaran Gubernur Bali tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali. Peraturan tersebut dikeluarkan pada hari Selasa, 15 Desember 2020. Alasan pemberlakuan peraturan ini adalah karena masih tingginya penularan kasus positif Covid-19 di Indonesia, terutama di Bali yang ditandai dengan terbentuknya klaster-klaster baru, masih meningkatnya arus kunjungan wisatawan ke Bali, dan tingginya potensi kerumunan yang akan tercipta selama masa liburan akhir tahun 2020.1

    berwisata ke Bali

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Peraturan ini juga merupakan implementasi dari arahan Menteri Bidang Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Panjaitan, yang meminta penanganan secara intensif kasus Covid-19 di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali pada rapat koordinasi virtual di Jakarta, 14 Desember 2020. Dengan dikeluarkannya peraturan ini, setiap orang yang hendak memasuki Bali harus mempunyai hasil PCR swab negatif yang ditunjukkan melalui surat keterangan yang berlaku 2×24 jam sebelum keberangkatan. Hasil negatif PCR swab ini ditujukan bagi mereka yang hendak ke Bali melalui transportasi udara.1

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat Rapid Swab Antigen di Jabodetabek

    Sedangkan bagi yang hendak ke Bali melalui transportasi darat dan laut, juga diharuskan menunjukkan hasil pemeriksaan Covid-19, namun tidak harus PCR swab, melainkan rapid swab antigen yang berlaku paling lama 2×24 jam sebelum keberangkatan. Hasil kedua tes ini berlaku selama 14 hari dan surat keterangan tersebut wajib ada selama di Bali. Dalam surat edaran tersebut, Pemerintah Provinsi Bali juga mewajibkan semua pihak untuk menjalankan protokol-protokol kesehatan dan melarang keras perayaan Tahun Baru 2021, baik di dalam maupun di luar ruangan, yang berpotensi menyebabkan keramaian, serta melarang penggunaan kembang api dan konsumsi minuman keras yang dapat menyebabkan mabuk.1

    Baca Juga: Tips Mencari Tempat Wisata Pilihan Selama Covid-19

    Bagi Sahabat Sehat yang hendak ke Bali, sebaiknya Sahabat segera melakukan pemeriksaan swab PCR atau rapid antigen Covid-19 terlebih dahulu agar bisa mendapatkan surat keterangan hasil pemeriksaan negatif yang diperlukan. Sobat bisa melakukan pemeriksaan di Prosehat dan mitra-mitra Prosehat. Caranya dengan melalui website dan aplikasi. Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Surat Edaran Gubernur Bali Tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali. 1st ed. Bali: Pemerintah Provinsi Bali; 2020.
    Read More
  • Perlukah vaksinasi pada saat traveling di era adaptasi kebiasaan baru atau new normal? Jawabannya, perlu. Hal itu yang diutarakan oleh dr. Jeffri Aloysius Gunawan Sp.PD, CHt saat webinar Prosehat bekerja sama dengan Kenapa Harus Vaksin (Sanofi), dengan judul Travelling pada Era New Normal, Perlu Vaksinasikah? yang diadakan pada Rabu, 21 Oktober 2020 pukul 20.00-21.00. Webinar […]

    Rangkuman Webinar Prosehat X Kenapa Harus Vaksin: Travelling pada Era New Normal, Perlu Vaksinasikah? 21 Oktober 2020

    Perlukah vaksinasi pada saat traveling di era adaptasi kebiasaan baru atau new normal? Jawabannya, perlu. Hal itu yang diutarakan oleh dr. Jeffri Aloysius Gunawan Sp.PD, CHt saat webinar Prosehat bekerja sama dengan Kenapa Harus Vaksin (Sanofi), dengan judul Travelling pada Era New Normal, Perlu Vaksinasikah? yang diadakan pada Rabu, 21 Oktober 2020 pukul 20.00-21.00. Webinar ini merupakan lanjutan dari webinar sebelumnya dengan tema yang sama: traveling sehat, dan salah satu pembicaranya travel vlogger Ridwan Hanif Rahmadi pada 7 Oktober 2020. Pada acara yang dimoderatori oleh dr. Rosa Widian dari Prosehat, dr. Jeff-biasa dipanggil- juga mengatakan bahwa sebaiknya vaksinasi diberikan ketika akan melakukan perjalanan, baik itu perjalanan wisata maupun bisnis. Selain pemberian vaksinasi, juga sebaiknya orang-orang yang hendak traveling didata supaya tidak terkena atau tertular virus Corona atau Covid-19 yang masih massif penyebarannya dan belum begitu terkendali.

    Baca Juga: Pilek dan Flu Saat Traveling? Cegah Sekarang Juga!

    Adapun untuk moda transportasi yang aman saat traveling di era new normal berdasarkan penelitian adalah pesawat terbang daripada moda transportasi darat seperti mobil. Mengapa? Dr. Jeff menjelaskan bahwa traveler yang menaiki pesawat terbang ternyata berisiko rendah terpapar Covid-19 karena moda transportasi darat ini ternyata mempunyai HEFA filter yang mampu mensikulasikan udara-keluar masuk pesawat dengan baik. HEFA filter ini juga banyak digunakan di rumah sakit. Sirkulasi yang demikian memungkinkan penularan virus menjadi terhambat dan tidak massif apalagi WHO menyatakan bahwa sifat penularan Covid-19 bersifat airborne atau lintas udara. Akan bedanya dengan moda transportasi darat seperti mobil atau kereta yang tidak mempunyai HEFA filter sehingga disarankan bagi traveler yang hendak memakai moda transportasi ini untuk membuka jendela supaya sirkulasi keluar-masuk udara lebih lancar, dan tidak terpapar virus.

    Lalu vaksin apakah yang tepat saat traveling?

    Dr. Jeff mengungkapkan bahwa vaksin yang tepat itu tergantung negara yang akan dituju, semisal Angola yang berada di Afrika Timur. Bagi Sobat Sehat yang berencana ke salah satu negara bekas jajahan Portugis ini sebaiknya melakukan vaksinasi seperti varicella atau jika hendak ke Timur Tengah terutama ke Arab Saudi untuk beribadah hendaknya melakukan vaksinasi meningitis. Semua itu berdasarkan hasil yang didapat dari CDC dari Amerika Serikat. Namun dari semua vaksinasi itu ternyata yang paling terpenting adalah vaksinasi flu atau influenza yang merupakan vaksinasi untuk mencegah terserang penyakit influenza yang disebabkan oleh virus dengan nama yang sama pada penyakit tersebut.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksinasi Umroh untuk Ibadah yang Sehat

    Mengapa vaksinasi flu atau influenza ini penting?

    Hal ini dikarenakan flu merupakan penyakit yang bisa menjadi kronis jika tidak segera divaksinasi sebab masih banyak orang yang beranggapan bahwa flu merupakan penyakit atau infeksi yang biasa sehingga kerap diremehkan. Apalagi penyebab dan gejala flu ternyata hampir sama dengan Covid-19, yang pencegahan dan pengobatannya juga hampir sama. Namun cara terbaik selain istirahat dan meminum obat adalah tetap dengan vaksinasi. Karena itu, untuk traveler supaya perjalanan aman dan lancar sebaiknya tetap vaksinasi, dan jangan termakan mitos bahwa traveler tidak butuh vaksin jika badan sudah segar dan bugar. dr. Jeff bahwa siapa pun bisa terkena flu meskipun dalam keadaan segar dan bugar. Ini sama halnya dengan Covid-19.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu ke Rumah

    Webinar ini selanjutnya diikuti dengan sesi tanya jawab oleh peserta. Salah satu penanya bernama Megawati Wijaya bertanya mengenai apakah di era new normal wajib vaksin dan apakah semua orang dengan berbagai usia wajib divaksin, serta apakah supaya mendapat gratis harus fit dan tidak ada flu atau badan sedang panas?

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Untuk jawaban ini, dr. Jeff hanya membatasi pada vaksinasi influenza, yang pemberiannya tidak boleh sembarangan, dan jika sedang menderita sakit sebaiknya tidak diberikan sama sekali.

    Untuk lebih lanjut mengenai vaksinasi saat traveling saat new normal, yuk Sobat Sehat silakan tonton video di bawah ini, dan jangan lupa subscribe YouTube Prosehat.

    Untuk vaksinasi flu, Sobat Sehat juga bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.  Jangan lupa gunakan Voucher Hemat Vaksinasi buat Sobat Sehat yang menjadi 250 pendaftar pertama di webinar ini untuk belanja di Prosehat.

    Read More
  • Bolehkah sebenarnya traveling pada masa pandemi Covid-19? Tentu saja pasti banyak Sobat Sehat yang bertanya-tanya mengenai hal tersebut mengingat adanya banyak pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah demi memutus penyebaran Covid-19 yang sangat mudah menular. Hal inilah yang dibahas oleh dr. Jeffri Aloys Gunawan, Sp. PD, internist, dan Ridwan Hanif Rahmadi, Youtuber road trip traveling pada webinar […]

    Rangkuman Webinar Prosehat Traveling Sehat dan Aman di Era Covid-19 7 Oktober 2020

    Bolehkah sebenarnya traveling pada masa pandemi Covid-19? Tentu saja pasti banyak Sobat Sehat yang bertanya-tanya mengenai hal tersebut mengingat adanya banyak pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah demi memutus penyebaran Covid-19 yang sangat mudah menular. Hal inilah yang dibahas oleh dr. Jeffri Aloys Gunawan, Sp. PD, internist, dan Ridwan Hanif Rahmadi, Youtuber road trip traveling pada webinar yang diselenggarakan oleh Prosehat pada tanggal 7 Oktober 2020 pukul 17.00 dengan judul “Travelling Sehat dan Aman di Era #COVID 19, dan dimoderatori oleh dr. Rosa Widian dari Prosehat.

    Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Saat Traveling

    Dari kacamata medis, dr. Jeffri mengatakan, traveling boleh dilakukan asalkan menerapkan ruang udara terbuka –membuka kaca jendela- seperti ketika traveling dengan mobil sebagai upaya pemutusan penyebaran virus Corona yang bersifat airborne dan sangat cukup reaktif di dalam sirkulasi udara tertutup meskipun sangat mustahil dilakukan terutama di Jakarta yang tingkat polusinya sangat tnggi. Dokter Jeffri yang pemaparannya berdasarkan jurnal-jurnal penelitian internasional, WHO, dan Dishub RI, juga menekankan perlunya protokol-protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Selain itu, perlunya melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan penyemprotan desinfektan. Dokter Jeffri juga menekankan bahwa tidak semua bisa melakukan traveling di masa pandemi, dan hanya profesi tertentu seperti petugas medis, pejabat, atau orang-orang yang pekerjaannya sangat mendesak untuk ke luar kota.

    Baca Juga: Cara Mendapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    Lalu bagaimana dari kacamata seorang traveler?

    Sebagai seorang travel vlogger terkenal, Ridwan Hanif Rahmadi, menyatakan bahwa supaya traveling tetap aman dan sehat di masa pandemi adalah sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi sebagai cara paling aman untuk menghindari Covid-19. Lalu bagaimana jika terpaksa menggunakan transportasi publik jika tidak menggunakan atau mempunyai kendaraan pribadi? Sang vlogger membagikan beberapa tips seperti menghindari kontak fisik, jaga jarak, menyediakan hand sanitizer. Tentu saja tips ini juga dibarengi dengan pengalaman pribadi.  Apalagi saat memaparkan, Ridwan juga menceritakan pengalamannya saat traveling di awal-awal Corona merebak yang membuat dia dan timnya harus segera mungkin mengakhiri traveling supaya tidak di-lockdown.  Ridwan merekemondasikan tempat wisata yang aman adalah yang sifatnya luar ruangan atau outdoor seperti ke gunung atau pantai jika memang ingin tetap berwisata. Sedangkan untuk hotel, Ridwan juga menyarankan pilih hotel-hotel yang branded atau sudah ternama karena dianggap mampu menjalankan protokol-protokol kesehatan dengan baik. Jika tidak ada penerapan, sebaiknya segera pindah hotel.

    Webinar ini sendiri cukup berjalan menarik,  dan dalam suasana yang penuh keakraban. Dua narasumber bahkan saling berinteraksi terutama ketika Ridwan bertanya  kepada dr. Jeffri mengenai perlukah memakai masker ketika di dalam mobil sendirian yang dijawab dr. Jeffri sangat perlu mengingat kapasitas mobil itu sendiri. Meski bukan sebagai orang yang bukan ahli di bidang kesehatan, Ridwan meminta kepada para peserta yang mengikuti webinar untuk tetap mematuhi protokol-protokol kesehatan, dan jangan berprasangka buruk kepada pemerintah dan petugas-petugas kesehatan serta meremehkan Covid-19 apalagi menganggap Covid-19 sebagai konspirasi.

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Memakainya

    Webinar kemudian dilanjutkan dengan sesi pertanyaan terutama dari Mamih Ocih Indonesia yang bertanya kepada Ridwan apakah kesal terhadap orang yang menganggap Covid-19 di Indonesia itu tidak ada. Pertanyaan itu dijawab oleh Ridwan bahwa ia kesal jika Covid-19 dianggap tidak ada. Apalagi ia mengungkap bahwa keluarga dan teman-temannya ada yang terkena virus tersebut.  Nah, itulah Sobat mengenai traveling aman dan sehat di era pandemi yang tetap harus menerapkan protokol-protokol kesehatan. Untuk pembahasan lebih dalam silakan Sobat Sehat tonton video di bawah ini, dan jangan lupa subscribe Youtube Prosehat.

    Apabila Sobat Sehat berencana traveling di masa pandemi, jangan lupa juga untuk tes swab dan rapid test di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja