Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ trauma”

  • Belakangan muncul fenomena yang disebut ghosting yang diawali dari permasalahan hubungan asmara Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo, yang diisukan telah mengakhiri hubungan asmaranya secara sepihak. Baca Juga: Kehidupan Seks Tetap Membara Setelah Menikah dan Punya Anak Maraknya penggunaan istilah ghosting, tentu membuat khalayak bertanya-tanya apa yang dimaksud dengan ghosting. Sahabat Sehat, mari simak penjelasan mengenai […]

    Sahabat, Ketahui Fenomena Ghosting dan Cara Menghadapinya

    Belakangan muncul fenomena yang disebut ghosting yang diawali dari permasalahan hubungan asmara Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo, yang diisukan telah mengakhiri hubungan asmaranya secara sepihak.

    Baca Juga: Kehidupan Seks Tetap Membara Setelah Menikah dan Punya Anak

    Maraknya penggunaan istilah ghosting, tentu membuat khalayak bertanya-tanya apa yang dimaksud dengan ghosting. Sahabat Sehat, mari simak penjelasan mengenai ghosting berikut ini.

    fenomena ghosting, ghosting

    Apa Itu Ghosting ?

    Ghosting adalah sebuah istilah psikologi yang berasal dari bahasa Inggris, secara umum diartikan sebagai berbayang. Istilah ini dalam kehidupan sehari-hari merujuk pada kondisi ketika seseorang tiba-tiba mengakhiri komunikasi tanpa adanya penjelasan. Istilah ini juga seringkali disebut PHP, yaitu singkatan dari pemberi harapan palsu.

    Beberapa psikolog menyebut bahwa cara mengakhiri hubungan seperti ini tidak wajar dan tidak sopan, karena dapat memberikan dampak psikologis yang cukup besar bagi para pihak yang ditinggalkan.

    Mengapa Bisa Terjadi?

    Hal ini dapat terjadi ketika dalam suatu hubungan asmara, salah satu pihak merasa tidak adanya ketertarikan dan berupaya mengurangi kontak yang sudah lama terjalin hingga berakhir dengan pemutusan hubungan sepihak.

    Ghosting dianggap sebagai suatu solusi yang praktis dalam mengakhiri hubungan. Pelakunya beranggapan bahwa tidak ada hubungan pribadi atau profesional saat menjalani hubungan asmara. Apalagi ketika hubungan tersebut juga tidak diketahui oleh orang-orang sekitar sehingga pelaku tidak merasa adanya konsekuensi saat memutuskan hubungan.

    Baca Juga: Hubungan Antara Siklus Kehidupan dan Kesehatan Wanita

    Faktor Penyebab Ghosting

    Baby Jim Aditya, seperti dilansir dari Kompas.com menyebut beberapa faktor penyebab terjadinya fenomena ghosting:

    Tidak Ada Solusi

    Dalam sebuah hubungan asmara bisa saja terjadi ketidakcocokan, namun salah satu pihak enggan membahas atau menyelesaikannya karena merasa tidak ada solusi yang bisa didapatkan.

    Pertahanan Diri

    Pertahanan diri disebut juga menjadi salah satu faktor penyebab ghosting. Hal ini muncul karena ada hal yang tidak dapat ditangani secara emosional oleh pelaku, misal adanya tuntutan kepada pelaku ghosting mengenai pernikahan atau kondisi lainnya yang membuat pelaku merasa tertekan.

    Tidak Ada Keterbukaan

    Keterbukaan merupakan salah satu cara agar hubungan asmara berlangsung harmonis. Namun, dalam beberapa kasus ternyata tidak terjadi demikian sebab ada beberapa pasangan yang tidak dapat terbuka dan tidak mampu mempertahankan hubungan tersebut.

    Tidak Mau Berkomitmen

    Alasan tidak mau serius dalam berkomitmen, seringkali menjadi salah satu penyebab ghosting.

    Memiliki Sifat Pengecut

    Faktor terakhir adalah adanya sifat pengecut atau tidak berani dalam diri, sehingga enggan memutuskan hubungan secara baik-baik karena takut dan tidak bertanggung jawab.

    Bagaimana Cara Mengetahui dan Menghadapinya?

    Ada  beberapa cara yang bisa Sahabat lakukan, apabila merasa menjadi korban ghosting:

    Berhati-hati dengan Ucapan Pasangan

    Fenomena ghosting, sebenarnya dapat dideteksi dari perkataan dan perbuatan yang dilakukan  pelaku. Misalnya jika pelaku mengatakan akan berjanji bertemu Sahabat pada waktu yang sudah disepakati, namun tiba-tiba membatalkan secara sepihak dan hal ini dilakukan berulang kali. Dari situ, Sahabat dapat menyimpulkan dan mempersiapkan diri jika pasangan tiba-tiba menghilang tanpa kabar.

    Kenali Tingkah Laku Pasangan

    Sahabat sebaiknya kenali tingkah laku dan tabiat pasangan. Perhatikan apakah sikap pasangan berubah ubah, misalnya terkadang sikapnya hangat dan disaat lain menjadi cuek.

    Serta bicarakan sejak awal hubungan, mengenai tujuan dalam hubungan tersebut. Apabila pasangan belum memiliki rencana berkomitmen secara serius,  besar kemungkinannya pasangan Sahabat dapat melakukan ghosting.

    Baca Juga: 7 Tahap Persiapan Pernikahan dalam Waktu Singkat

    Jangan Hubungi Pasangan Lebih Dulu

    Biasanya hal ini terjadi jika Sahabat mengenal seseorang selama kurun waktu tertentu, namun tidak pernah bertemu secara fisik maupun melalui telepon.

    Dalam kondisi seperti ini, Sahabat diharapkan jangan sampai terjebak dengan perilaku pasangan. Hindari menghubungi pasangan terlebih dahulu, dan perhatikan perilaku pasangan.

    Analisis Kepribadian Pasangan

    Ketika Sahabat ingin menjalani sebuah hubungan yang serius, sebaiknya bicarakan dahulu hal ini dengan pasangan. Apabila pasangan tidak merespon atau mengalihkan topik pembicaraan, Sahabat tidak perlu heran jika suatu saat pasangan menghilang tanpa kabar.

    Jangan Terlalu Dipikirkan

    Apabila pasangan kurang memperhatikan Sahabat, dan terlihat kurang berusaha dalam menjalani hubungan asmara maka sebaiknya jangan terlalu memikirkan hal ini agar Sahabat terhindar dari kekecewaan.

    Cara-cara lain yang bisa Sahabat lakukan untuk menghadapi fenomena ghosting, yaitu :

    • Cari tahu informasi dari orang-orang terdekat
    • Siapkan mental
    • Beri waktu untuk untuk menenangkan diri
    • Hargai diri sendiri

    Apa Dampak Ghosting Secara Psikologis?

    Karena ghosting, merupakan suatu hal yang tidak etis maka hal ini dapat berdampak besar pada pasangan yang ditinggalkan sehingga dapat mengalami beberapa hal berikut :

    • Merasa dirinya tidak berharga dan tidak berguna
    • Merasa kesepian dan sakit hati
    • Sedih berkepanjangan
    • Memikirkan hal secara berlebihan
    • Mengalami trauma dalam menjalin hubungan

    Ghosting Bukan Hanya dalam Urusan Asmara

    Ghosting kerap dikaitkan dengan hubungan asmara, namun sebenarnya perilaku ini bisa juga ditemukan dalam kondisi lain seperti dalam hubungan pertemanan, hubungan bisnis, atau bahkan saat wawancara kerja misalnya salah satu pihak baik HRD maupun kandidat yang tidak memberikan kejelasan mengenai proses perekrutan yang sudah dilakukan.

    Itulah mengenai ghosting yang cukup memberikan dampak psikologis pada salah satu pihak yang ditinggalkan. Sebaiknya hindari hal ini dan jika ingin melakukan pemutusan hubungan, dapat membicarakan secara baik-baik terlebih dahulu.

    Baca Juga: Rendahnya Penanganan Kesehatan Jiwa di Indonesia

    Apabila Sahabat Sehat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai ghosting atau ingin melakukan konsultasi khusus, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Riani A. Fakta-Fakta Psikologi tentang Ghosting, Tindakan yang Dituduhkan pada Kaesang Pangarep [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4501346/fakta-fakta-psikologi-tentang-ghosting-tindakan-yang-dituduhkan-pada-kaesang-pangarep
    2. Media K. Ghosting untuk Mengakhiri Hubungan Asmara? Psikolog Sebut Kurang Ajar Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/03/08/170300523/ghosting-untuk-mengakhiri-hubungan-asmara-psikolog-sebut-kurang-ajar?page=all
    3. Media K. Penjelasan Psikolog soal Ghosting: Penyebab hingga Cara “Move On” Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/03/08/072000365/penjelasan-psikolog-soal-ghosting-penyebab-hingga-cara-move-on?page=all
    4. Wibowo I. 6 Tips Menghindari Ghosting Agar Tidak Patah Hati [Internet]. Womantalk | Good lifestyle, relationship and pop culture for Women. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://womantalk.com/love/articles/tips-menghindari-ghosting-agar-tidak-patah-hati-D4gVe
    5. Ekawati Y. 5 Tips Hadapi Pelaku Ghosting Menurut Psikolog [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5484310/5-tips-hadapi-pelaku-ghosting-menurut-psikolog
    6. Apa Itu Ghosting, Sama Enggak dengan PHP? [Internet]. Solopos.com. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://www.solopos.com/apa-itu-ghosting-sama-enggak-dengan-php-1111182
    7. Times I, Kusumawati A. 5 Dampak yang Dirasakan Korban Ghosting, Bisa Menimbulkan Trauma [Internet]. IDN Times. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://www.idntimes.com/life/relationship/aisya-kusumawati-1/5-dampak-yang-dirasakan-korban-ghosting-bisa-menimbulkan-trauma-c1c2-1/5
    8. 5 Jenis Ghosting saat Rekrutmen Kerja, Apa Aja Sih? [Internet]. Urbanasia.com. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://www.urbanasia.com/5-jenis-ghosting-saat-rekrutmen-kerja-apa-aja-sih-U26790

     

    Read More
  • Beberapa minggu yang lalu Gempa bermagnitudo 7,4 skala richter (SR) mengguncang Kota Palu-Donggala, Sulawesi Tengah. Duka dan trauma masih membekas dalam ingatan para korban yang selamat. Hal ini menjadi pertimbangan para relawan melakukan kegiatan aktivitas traumatic healing para pengungsi Palu dan Donggala. Para relawan berlatar belakang psikolog, mahasiswa psikologi hingga relawan non-psikolog pemerhati anak. Fokus […]

    5 Langkah Mengatasi Trauma Pasca Bencana Alam

    Beberapa minggu yang lalu Gempa bermagnitudo 7,4 skala richter (SR) mengguncang Kota Palu-Donggala, Sulawesi Tengah. Duka dan trauma masih membekas dalam ingatan para korban yang selamat. Hal ini menjadi pertimbangan para relawan melakukan kegiatan aktivitas traumatic healing para pengungsi Palu dan Donggala. Para relawan berlatar belakang psikolog, mahasiswa psikologi hingga relawan non-psikolog pemerhati anak.

    Fokus utama dalam traumatic healing ini pada anak-anak yang lebih rentan trauma yang berkepanjangan dibandingkan orang dewasa. Dikhawatirkan terjadi penurunan kualitas mental yang berimbas juga pada penurunan kualitas hidup. Upaya ini dilakukan sebagai salah satu cara mempercepat laju pembangunan di daerah tersebut.

    Tidak hanya tim traumatic healing saja yang bisa melakukannya, Kita juga bisa menjadi relawan dalam mengatasi trauma korban pasca bencana alam.

    Berikut 5 langkah mengatasi trauma pasca bencana alam:

    1. Langkah Pertama

    Langkah awal yang harus Kita lakukan yaitu mengidentifikasi masalah. Dengan cara mengumpulkan data-data korban baik orang dewasa hingga anak-anak meliputi usia, jenis kelamin, kondisi fisik dan kondisi keluarganya yaitu dengan melakukan survei lapangan atau wawancara kepada korban bencana.

    2. Langkah Kedua

    Setelah data-data terkumpul, maka langkah kedua yaitu mengelompokkan para korban menjadi beberapa kelompok yang sesuai dengan kriteria atau berat trauma yang dirasakan para korban.

    Penanganan trauma ini memiliki empat poin untuk menyelesaikan atau memberikan solusi pada traumanya. Empat point tersebut meliputi fisik, emosional, intelektual dan juga spiritual. Empat poin tersebut merupakan prinsip keseimbangan hidup manusia. Dengan pemulihan fisik para korban diharapkan mampu menerima pembinaan serta penanganan pada tahap selanjutnya. Selalu memberikan semangat dan motivasi yang bisa membuat korban tetap sehat dan kuat menjalaninya.

    3. Langkah Ketiga

    Selanjutnya melakukan terapi kritis. Terapi ini dilakukan dengan cara mengungkapkan perasaan-perasaan negatif yang dirasakan pasca bencana alam. Dari hal itu dilanjutkan dengan membangun perasaan-perasaan positif agar pikiran negatif dapat berkurang.

    4. Langkah Keempat

    Apabila perasaan korban lebih positif, maka libatkanlah para korban menyusun rencana kegiatan di barak-barak pengungsian. Kegiatan tersebut seperti membantu masak di dapur umum, pembekalaan latihan keterampilan dan kegiatan positif lainnya. Kegiatan ini diharapkan dapat mengalihkan perasaaan-perasaan negatif atau recovery.

    5. Langkah Kelima

    Lakukanlah mediasi dan fasilitasi relokasi seperti penyuluhan terhadap masyarakat. Baik tentang pembagian fasilitas yang disediakan, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, pelayanan kesehatan, air bersih hingga MCK. Saat itu biasanya sifat individual meningkat, jadi mediasi sangat diperlukan untuk mengatasi masalah yang jadi bertambah. Selain itu cara ini juga bertujuan untuk menerima kehadiran para pengungsi yang direlokasikan di lokasi yang baru.

    Tentu hal ini setidaknya bisa membantu mengatasi trauma para korban pasca bencana alam. Mereka memerlukan dukungan Kita agar dirinya dapat bertahan hidup dan semangat bangkit kembali. Mari bersama-sama bantu mengurangi trauma para korban. Informasi seputar kesehatan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 atau install aplikasi sekarang juga.

    instal aplikasi prosehat

    Sumber:
    1. Manafe, Imanuel Nicolas. “Sembuhkan Trauma, Anak-anak Korban Gempa dan Tsunami di Palu Asyik Bermain di Pengungsian”. tribunnews.com/regional/2018/10/06/sembuhkan-trauma-anak-anak-korban-gempa-dan-tsunami-di-palu-asyik-bermain-di-pengungsian. Diakses 8 Oktober 2018
    2. Nugroho, D. U., Unggul, N., Rengganis, N.S., Wigati, P.A. (2012). Sekolah Petra (Penanganan Trauma) Bagi Anak Korban Bencana Alam. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro. Vol.2 No.2. 97-100
    3. Rusmiyati, C., Hikmawati, E. (2012). Penanganan Dampak Sosial Psikologis Korban Bencana Alam. Informasi. Vol, 17 No.02. 97-110

    Read More
  • Dunia medsos alias media sosial sudah menjadi santapan kita sehari-hari. Mungkin sebagian besar Sahabat sekalian setiap terbangun pagi hari langsung membuka Instagram, Facebook, atau sekadar membuka status Whatsapp. Rasanya ada yang kurang jika tak aktif menelusuri medsos ya, Sahabat? Well, tak ada yang salah dengan hal tersebut asalkan Sahabat tetap memprioritaskan tugas dan kewajiban harian […]

    Sering Tonton Video Kekerasan, Tingkatkan Risiko Trauma & Depresi

    Dunia medsos alias media sosial sudah menjadi santapan kita sehari-hari. Mungkin sebagian besar Sahabat sekalian setiap terbangun pagi hari langsung membuka Instagram, Facebook, atau sekadar membuka status Whatsapp. Rasanya ada yang kurang jika tak aktif menelusuri medsos ya, Sahabat? Well, tak ada yang salah dengan hal tersebut asalkan Sahabat tetap memprioritaskan tugas dan kewajiban harian yang ada.

    video kekerasan

    Baca Juga: Waspada Bahaya Narsistik di Media Sosial Anda!

    Namun, yang menjadi pertanyaan ialah konten berita atau informasi apa yang Sahabat gemari? Olahraga, hiburan, kesehatan, otomotif, musik atau lainnya? Apapun minat Anda, satu hal yang tak dapat dihindari dari dunia media sosial, yaitu berita viral. Seperti diketahui, viral merupakan sesuatu hal informasi, kejadian, berita dan lainnya yang menyebar luas secara cepat, sehingga diibaratkan seperti virus, dan dalam waktu yang singkat dapat menjadi gempar melalui dunia maya, internet atau media sosial.

    Sayangnya berita viral saat ini semakin tak terbendung. Konten berupa foto maupun video yang tak layak dilihat dengan mudah beredar luas. Seperti baru-baru ini yang mengejutkan yaitu video kekerasan terhadap suporter Persija Jakarta yang diduga dikeroyok suporter Persib Bandung. Bahkan dari aksi kekerasan tersebut, Haringga Sirla, anggota The Jakmania tersebut harus mengembuskan napas terakhirnya.

    Baca Juga: Rangkuman Webinar Prosehat Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

    Tahukah Sahabat bahwa menonton video kekerasan memberi dampak psikologis? Menurut suatu temuan studi, Dr. Pam Ramsden dari Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Bradford menyatakan kalau menonton peristiwa kekerasan dapat membuat seseorang mengalami trauma atau post traumatic stress disorder (PTSD). Dalam pertemuan British Psychology, Dr. Pam Ramsden mengatakan paparan peristiwa kekerasan dapat membuat orang-orang seakan mengalami sendiri hal itu dan berujung pada trauma. Yup, media sosial memungkinkan orang-orang melihat peristiwa kekerasan bahkan dengan detail yang menakutkan. Menonton peristiwa semacam ini dan merasakan kesedihan yang mendalam karena ini, secara langsung bisa berdampak pada kehidupan kita. Selain itu, bila kita terlalu sering melihat video kekerasan, hal tersebut meningkatkan peluang untuk merasa cemas, depresi, stres kronis, insomnia.

    Di sisi lain, ada pula penelitian dari Profesor Josh Gubler dan David Wood pada sekitar seribu orang partisipan melalui beberapa eksperimen yang dilakukan. Salah satu eksperimennya yakni dengan cara partisipan diberi sebuah potongan film. Terdapat 2 film yang digunakan untuk eksperimen tersebut. Film pertama hanya berisi layar biru dan suara yang menyertainya, sedangkan pada film kedua terdapat adegan dan dialog yang berisi kekerasan. Selanjutnya partisipan diminta untuk menonton seluruh isi video tersebut. Melalui percobaan itu, diketahui bahwa partisipan yang menonton video berisi kekerasan cenderung untuk berbohong ketika diberi pertanyaan mengenai potongan film tersebut.

    Baca Juga: 5 Gangguan Jiwa Paling Sering Dialami Kawula Muda

    Nah, Sobat setelah mengetahui dampak psikologis dari paparan video kekerasan seperti ulasan di atas, semoga saat ini kita lebih berhati-hati menyeleksi atau bahkan tidak mudah berbagi info (link video kekerasan) pada orang sekitar ya. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut menangani penanganan trauma dan depresi serta produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Referensi:
    – Dampak buruk menonton kekerasan – ANTARA News [Internet]. Antara News. 2018 [cited 25 September 2018]. Available from: antaranews.com/berita/494921/dampak-buruk-menonton-kekerasan
    – Watching Violent News Video Can Be Hazardous to Your Health [Internet]. Psychology Today. 2018 [cited 25 September 2018]. Available from: psychologytoday.com/intl/blog/here-there-and-everywhere/201710/watching-violent-news-video-can-be-hazardous-your-health
    – Permana R. Kebiasaan nonton film action ternyata bisa buat kamu jadi pembohong | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2018 [cited 25 September 2018]. Available from: merdeka.com/gaya/kebiasaan-nonton-film-action-ternyata-bisa-buat-kamu-jadi-pembohong.html

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja