Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ trauma”

  • Beberapa minggu yang lalu Gempa bermagnitudo 7,4 skala richter (SR) mengguncang Kota Palu-Donggala, Sulawesi Tengah. Duka dan trauma masih membekas dalam ingatan para korban yang selamat. Hal ini menjadi pertimbangan para relawan melakukan kegiatan aktivitas traumatic healing para pengungsi Palu dan Donggala. Para relawan berlatar belakang psikolog, mahasiswa psikologi hingga relawan non-psikolog pemerhati anak. Fokus […]

    5 Langkah Mengatasi Trauma Pasca Bencana Alam

    Beberapa minggu yang lalu Gempa bermagnitudo 7,4 skala richter (SR) mengguncang Kota Palu-Donggala, Sulawesi Tengah. Duka dan trauma masih membekas dalam ingatan para korban yang selamat. Hal ini menjadi pertimbangan para relawan melakukan kegiatan aktivitas traumatic healing para pengungsi Palu dan Donggala. Para relawan berlatar belakang psikolog, mahasiswa psikologi hingga relawan non-psikolog pemerhati anak.

    Fokus utama dalam traumatic healing ini pada anak-anak yang lebih rentan trauma yang berkepanjangan dibandingkan orang dewasa. Dikhawatirkan terjadi penurunan kualitas mental yang berimbas juga pada penurunan kualitas hidup. Upaya ini dilakukan sebagai salah satu cara mempercepat laju pembangunan di daerah tersebut.

    Tidak hanya tim traumatic healing saja yang bisa melakukannya, Kita juga bisa menjadi relawan dalam mengatasi trauma korban pasca bencana alam.

    Berikut 5 langkah mengatasi trauma pasca bencana alam:

    1. Langkah Pertama

    Langkah awal yang harus Kita lakukan yaitu mengidentifikasi masalah. Dengan cara mengumpulkan data-data korban baik orang dewasa hingga anak-anak meliputi usia, jenis kelamin, kondisi fisik dan kondisi keluarganya yaitu dengan melakukan survei lapangan atau wawancara kepada korban bencana.

    2. Langkah Kedua

    Setelah data-data terkumpul, maka langkah kedua yaitu mengelompokkan para korban menjadi beberapa kelompok yang sesuai dengan kriteria atau berat trauma yang dirasakan para korban.

    Penanganan trauma ini memiliki empat poin untuk menyelesaikan atau memberikan solusi pada traumanya. Empat point tersebut meliputi fisik, emosional, intelektual dan juga spiritual. Empat poin tersebut merupakan prinsip keseimbangan hidup manusia. Dengan pemulihan fisik para korban diharapkan mampu menerima pembinaan serta penanganan pada tahap selanjutnya. Selalu memberikan semangat dan motivasi yang bisa membuat korban tetap sehat dan kuat menjalaninya.

    3. Langkah Ketiga

    Selanjutnya melakukan terapi kritis. Terapi ini dilakukan dengan cara mengungkapkan perasaan-perasaan negatif yang dirasakan pasca bencana alam. Dari hal itu dilanjutkan dengan membangun perasaan-perasaan positif agar pikiran negatif dapat berkurang.

    4. Langkah Keempat

    Apabila perasaan korban lebih positif, maka libatkanlah para korban menyusun rencana kegiatan di barak-barak pengungsian. Kegiatan tersebut seperti membantu masak di dapur umum, pembekalaan latihan keterampilan dan kegiatan positif lainnya. Kegiatan ini diharapkan dapat mengalihkan perasaaan-perasaan negatif atau recovery.

    5. Langkah Kelima

    Lakukanlah mediasi dan fasilitasi relokasi seperti penyuluhan terhadap masyarakat. Baik tentang pembagian fasilitas yang disediakan, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, pelayanan kesehatan, air bersih hingga MCK. Saat itu biasanya sifat individual meningkat, jadi mediasi sangat diperlukan untuk mengatasi masalah yang jadi bertambah. Selain itu cara ini juga bertujuan untuk menerima kehadiran para pengungsi yang direlokasikan di lokasi yang baru.

    Tentu hal ini setidaknya bisa membantu mengatasi trauma para korban pasca bencana alam. Mereka memerlukan dukungan Kita agar dirinya dapat bertahan hidup dan semangat bangkit kembali. Mari bersama-sama bantu mengurangi trauma para korban. Informasi seputar kesehatan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 atau install aplikasi sekarang juga.

    instal aplikasi prosehat

    Sumber:
    1. Manafe, Imanuel Nicolas. “Sembuhkan Trauma, Anak-anak Korban Gempa dan Tsunami di Palu Asyik Bermain di Pengungsian”. tribunnews.com/regional/2018/10/06/sembuhkan-trauma-anak-anak-korban-gempa-dan-tsunami-di-palu-asyik-bermain-di-pengungsian. Diakses 8 Oktober 2018
    2. Nugroho, D. U., Unggul, N., Rengganis, N.S., Wigati, P.A. (2012). Sekolah Petra (Penanganan Trauma) Bagi Anak Korban Bencana Alam. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro. Vol.2 No.2. 97-100
    3. Rusmiyati, C., Hikmawati, E. (2012). Penanganan Dampak Sosial Psikologis Korban Bencana Alam. Informasi. Vol, 17 No.02. 97-110

    Read More
  • Dunia sosmed alias sosial media sudah menjadi santapan kita sehari-hari. Mungkin sebagian besar Sobat sekalian setiap terbangun pagi hari langsung membuka instagram, facebook, atau sekadar membuka status whatsapp. Rasanya ada yang kurang jika tak aktif menelusuri sosmed ya Sobat? Well, tak ada yang salah dengan hal tersebut asalkan Sobat tetap memprioritaskan tugas dan kewajiban harian […]

    Sering Tonton Video Kekerasan, Tingkatkan Risiko Trauma & Depresi

    Dunia sosmed alias sosial media sudah menjadi santapan kita sehari-hari. Mungkin sebagian besar Sobat sekalian setiap terbangun pagi hari langsung membuka instagram, facebook, atau sekadar membuka status whatsapp. Rasanya ada yang kurang jika tak aktif menelusuri sosmed ya Sobat? Well, tak ada yang salah dengan hal tersebut asalkan Sobat tetap memprioritaskan tugas dan kewajiban harian yang ada.

    Namun, yang menjadi pertanyaan ialah konten berita atau informasi apa yang Sobat gemari? Olahraga, hiburan, kesehatan, otomotif, musik atau lainnya? Apapun minat Anda, satu hal yang tak dapat dihindari dari dunia sosmed yaitu berita viral. Seperti diketahui, viral merupakan sesuatu hal informasi, kejadian, berita dan lainnya yang menyebar luas secara cepat, sehingga diibaratkan seperti virus, dan dalam waktu yang singkat dapat menjadi gempar melalui dunia maya, internet atau media sosial.

    Sayangnya berita viral saat ini semakin tak terbendung. Konten berupa foto maupun video yang tak layak dilihat dengan mudah beredar luas. Seperti baru-baru ini yang mengejutkan yaitu video kekerasan terhadap suporter Persija Jakarta yang diduga dikeroyok suporter Persib Bandung. Bahkan dari aksi kekerasan tersebut, Haringga Sirla, anggota The Jakmania tersebut harus menghembuskan napas terakhirnya.

    Tahukah Sobat bahwa menonton video kekerasan memberi dampak psikologis? Menurut suatu temuan studi, Dr. Pam Ramsden dari Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Bradford menyatakan kalau menonton peristiwa kekerasan dapat membuat seseorang mengalami trauma atau Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). Dalam pertemuan British Psychology, Dr. Pam Ramsden mengatakan paparan peristiwa kekerasan dapat membuat orang-orang seakan mengalami sendiri hal itu dan berujung pada trauma. Yup, media sosial memungkinkan orang-orang melihat peristiwa kekerasan bahkan dengan detail yang menakutkan. Menonton peristiwa semacam ini dan merasakan kesedihan yang mendalam karena ini, secara langsung bisa berdampak pada kehidupan kita. Selain itu, bila kita terlalu sering melihat video kekerasan, hal tersebut meningkatkan peluang untuk merasa cemas, depresi, stres kronis, insomnia.

    Di sisi lain, ada pula penelitian dari Profesor Josh Gubler dan David Wood pada sekitar seribu orang partisipan melalui beberapa eksperimen yang dilakukan. Salah satu eksperimennya yakni dengan cara partisipan diberi sebuah potongan film. Terdapat 2 film yang digunakan untuk eksperimen tersebut. Film pertama hanya berisi layar biru dan suara yang menyertainya, sedangkan pada film kedua terdapat adegan dan dialog yang berisi kekerasan. Selanjutnya partisipan diminta untuk menonton seluruh isi video tersebut. Melalui percobaan itu, diketahui bahwa partisipan yang menonton video berisi kekerasan cenderung untuk berbohong ketika diberi pertanyaan mengenai potongan film tersebut.

    Nah, Sobat setelah mengetahui dampak psikologis dari paparan video kekerasan seperti ulasan di atas, semoga saat ini kita lebih berhati-hati menyeleksi atau bahkan tidak mudah berbagi info (link video kekerasan) pada orang sekitar ya. Salam sehat!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:
    – Dampak buruk menonton kekerasan – ANTARA News [Internet]. Antara News. 2018 [cited 25 September 2018]. Available from: antaranews.com/berita/494921/dampak-buruk-menonton-kekerasan
    – Watching Violent News Video Can Be Hazardous to Your Health [Internet]. Psychology Today. 2018 [cited 25 September 2018]. Available from: psychologytoday.com/intl/blog/here-there-and-everywhere/201710/watching-violent-news-video-can-be-hazardous-your-health
    – Permana R. Kebiasaan nonton film action ternyata bisa buat kamu jadi pembohong | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2018 [cited 25 September 2018]. Available from: merdeka.com/gaya/kebiasaan-nonton-film-action-ternyata-bisa-buat-kamu-jadi-pembohong.html

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja