Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ tiroid”

Showing 1–10 of 11 results

  • Penyakit graves merupakan salah satu jenis penyakit autoimun (kondisi ketika sistem kekebalan tubuh salah mengenali sel sehat dan melawan sel tubuh sendiri). Baca Juga: 9 Jenis Penyakit Autoimun yang Sering Terjadi pada Tubuh Penyakit graves menyerang kelenjar tiroid sehingga memproduksi hormon tiroid secara berlebihan. Hal ini menyebabkan kadar hormon tiroid di dalam tubuh meningkat, dan […]

    Semua yang Ingin Kamu Ketahui Tentang Penyakit Graves

    Penyakit graves merupakan salah satu jenis penyakit autoimun (kondisi ketika sistem kekebalan tubuh salah mengenali sel sehat dan melawan sel tubuh sendiri).

    penyakit graves

    Baca Juga: 9 Jenis Penyakit Autoimun yang Sering Terjadi pada Tubuh

    Penyakit graves menyerang kelenjar tiroid sehingga memproduksi hormon tiroid secara berlebihan. Hal ini menyebabkan kadar hormon tiroid di dalam tubuh meningkat, dan kondisi ini disebut hipertiroid. Ada berbagai macam penyebab hipertiroid, namun penyakit graves merupakan penyebab tersering hipertiroid.¹

    Penyakit graves dapat dialami 1 dari 200 orang dan sering kali dialami wanita berusia dibawah 40 tahun, meski dapat pula dialami oleh kaum pria.¹Penyakit graves dapat diatasi dengan penangan yang tepat, namun apabila tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi yang serius.¹

    Gejala Penyakit Graves

    Produksi hormon tiroid yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai gejala, meliputi:

    • Pembesaran kelenjar tiroid.²
    • Tidak tahan panas dan mudah berkeringat.¹
    • Berat badan menurun secara drastis (tanpa melakukan diet atau mengurangi jumlah asupan makanan).1,3
    • Gemetaran.¹
    • Perubahan siklus menstruasi.¹
    • Mudah cemas dan gelisah.¹
    • Perubahan mood.³
    • Menurunnya gairah seksual. ¹
    • Gangguan ereksi.¹
    • Berdebar.¹
    • Kulit kemerahan (jarang).¹
    • Mudah lelah.²
    • Sulit tidur (insomnia). ²,³
    • Kekurangan vitamin B12.³

    Selain gejala di atas, beberapa penderita penyakit graves dapat mengalami gejala lainnya yang khas yaitu gangguan pada mata (oftalmopati graves) dan gangguan pada kulit (dermopati graves). ²

    Gangguan pada mata akibat penyakit graves ditandai dengan ;

    • Mata tampak menonjol dan bengkak. (exophthalmos).4
    • Mata kering dan kemerahan.4
    • Mata terasa tertekan dan nyeri.4
    • Penglihatan kabur dan pandangan ganda.4

    Gangguan kulit pada penyakit graves ditandai dengan kulit menebal dan kemerahan pada area tulang kering kaki (disebut Myxedema) yang dapat disertai rasa nyeri, ataupun tanpa rasa nyeri.

    Seperti gangguan pada mata akibat penyakit graves, gangguan pada kulit juga tidak selalu segera dialami setelah pasien terdiagnosa mengalami Hipertiroid. 4

    Baca Juga: Apa Sih Perbedaan Hipertiroid dan Hipotiroid?

    Penyebab Penyakit Graves

    Penyakit graves menyerang kelenjar tiroid yang terletak di leher, di bawah jakun. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon yang berperan dalam metabolisme tubuh.4

    Normalnya hormon TSH (Thyroid Stimulating Hormon) diproduksi oleh kelenjar pituitari di otak, yang menstimulasi kelenjar tiroid dan mengatur kadar hormon tiroid.4

    Pada penyakit graves, sistem kekebalan tubuh berikatan pada di permukaan sel tiroid dan menstimulasi sel untuk memproduksi dan mengeluarkan hormon tiroid secara berlebihan yang kita kenal sebagai kondisi Hipertiroid.4

    Beberapa penelitian menyebutkan bahwa penyakit graves ini disebabkan pula karena faktor keturunan maupun faktor lingkungan seperti kebiasaan merokok.1 Kondisi lain yang menyebabkan seseorang berisiko menderita penyakit graves, yaitu:

    • Memiliki riwayat penyakit autoimun sebelumnya, seperti rheumatoid arthritis (radang sendi), diabetes mellitus tipe 1, dan penyakit crohn.¹
    • Wanita hamil atau baru saja melahirkan.¹
    • Kondisi stres fisik maupun stres emosional.¹
    • Usia di bawah 40 tahun.²
    • Perempuan 8 kali lebih beresiko menderita penyakit graves dibandingkan pria.²

    Bagaimana Cara Mendiagnosis Penyakit Graves?

    Dokter dapat mendiagnosa berdasarkan keluhan dan pemeriksaan fisik, serta riwayat kesehatan sebelumnya.2 Selain itu, dokter dapat melakukan berbagai pemeriksaan penunjang untuk mendiagnosa penyakit graves yaitu:

    1. Pemeriksaan Darah

    Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan kadar hormon TSH, dan hormon tiroid yaitu tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3). Penderita penyakit graves memiliki kadar TSH yang lebih rendah dari ambang batas normal, sehingga hormon tiroid di dalam tubuh (hormon T3 dan T4) akan lebih tinggi. Pemeriksaan kadar antibodi TRAb (thyrotropin receptor antibody) juga dapat dilakukan.³

    Produk Terkait: Cek Darah Lengkap

    2. Pemeriksaan USG

    Pemeriksaan USG dilakukan untuk menilai kelenjar tiroid. Pada penyakit graves, ukuran kelenjar tiroid membesar.²

    3. Pemeriksaan Ambilan Yodium Radioaktif

    Tubuh menggunakan iodin untuk menghasilkan hormon tiroid. Untuk melakukan pemeriksaan ini, pasien diminta mengonsumsi sejumlah radioaktif iodin sehingga dapat diukur persentase kelenjar tiroid menyerap iodin. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mempermudah dokter mengetahui penyebab tingginya kadar hormon tiroid.³

    Penanganan Penyakit Graves 

    Pengobatan pada penyakit graves bertujuan untuk meredakan gejala serta mengurangi produksi hormon tiroid, yang meliputi :

    1. Obat Antitiroid

    Jenis obat antitiroid yang sering digunakan adalah PTU (propylthiouracil), methimazole dan carbimazole.¹,³,4 Obat-obatan ini bertujuan untuk menghambat kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid.

    Gejala akan berkurang kurang lebih dalam 4-6 minggu setelah mulai mengkonsumsi obat ini. Pengobatan mungkin akan tetap dilanjutkan selama 12-18 bulan untuk memastikan tidak muncul lagi penyakit graves.¹

    2. Obat Penghambat Beta 

    Obat golongan penghambat beta tidak mempengaruhi kadar hormon tiroid namun membantu mengurangi gejala seperti berdebar, dan gemetaran.³ Obat golongan penghambat beta bekerja dengan menghambat efek adrenalin, dan sering kali digunakan sebagai terapi tambahan.¹

    3. Operasi

    Operasi atau tiroidektomi dilakukan dengan memotong sebagian atau seluruh kelenjar tiroid, yang disesuaikan dengan tingkat keparahan dari penyakit graves.

    Operasi kelenjar tiroid merupakan cara yang cepat, dan hasilnya permanen sehingga hormon tiroid akan kembali ke kadar normal.¹

    Setelah operasi, pasien mungkin akan mengalami nyeri pada leher dan suara serak yang dapat dialami sementara. Namun, apabila operasi tiroid dilakukan dengan cara mengambil seluruh kelenjar tiroid, maka ada kemungkinan pasien mengalami kekurangan hormon tiroid (hipotiroid) yang dapat diatasi dengan penggunaan obat pengganti hormon.¹

    Sama seperti operasi lainnya, operasi tiroidektomi juga memiliki resiko yaitu berpotensi mencederai kelenjar paratiroid dan merusak saraf pada pita suara³.

    4. Terapi Radioaktif Iodin

    Terapi radioaktif iodin merupakan penanganan penyakit graves yang sering dilakukan, dengan cara mengkonsumsi radioaktif iodin-131 sehingga dapat masuk ke dalam pembuluh darah dan terserap ke sel tiroid yang overaktif.²

    Terapi radioaktif iodin dapat membuat ukuran kelenjar tiroid menyusut dan kadar hormon tiroid kembali normal.³ 

    Apa Komplikasi Penyakit Grave?

    Pada kondisi yang ekstrem, penyakit graves dapat menyebabkan badai tiroid (thyroid storm). Meski kondisi tersebut jarang terjadi namun apabila tidak ditangani dapat menyebabkan kematian.

    Ditandai dengan suhu tubuh, denyut jantung dan tekanan darah meningkat hingga kadar berbahaya akibat kelenjar tiroid yang overaktif dan tidak mendapat penanganan yang baik. Gejala yang dialami seperti:

    • Gelisah 
    • Kebingungan
    • Suhu tubuh meningkat
    • Berdebar
    • Kurang istirahat dan berkeringat

    Apabila mengalami keluhan di atas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke IGD atau dokter terdekat agar mendapat penanganan.³

    Demikian mengenai penyakit graves, yang dapat diatasi dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat sehingga dapat meminimalkan komplikasi dan penderita dapat kembali beraktivitas seperti sebelumnya.

    Baca Juga: Seputar Gangguan Tiroid: Hal yang Perlu Sahabat Ketahui

    Sahabat bisa berkonsultasi lebih lanjut mengenai penyakit Grave dengan para dokter di Prosehat secara online. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    ID-NONT-00023

     

    Daftar Pustaka

    1. Murrell D. Graves’ disease: Symptoms, treatment, and causes [Internet]. Medicalnewstoday.com. 2019 [cited 16 March 2021]. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/170005#treatment
    2. Wood K. Graves’ Disease [Internet]. Healthline. 2021 [cited 16 March 2021]. Available from: https://www.healthline.com/health/graves-disease
    3. Doheny K, Daniel J. Toft MD P. What Is Graves’ Disease? [Internet]. EndocrineWeb. 2021 [cited 16 March 2021]. Available from: https://www.endocrineweb.com/conditions/graves-disease/graves-disease-overview
    4. [Internet]. 2021 [cited 16 March 2021]. Available from: https://www.thyroid.org/graves-disease/
    5. Harvard Health Publishing. Graves’ Disease – Harvard Health [Internet]. Harvard Health. 2019 [cited 16 March 2021]. Available from: https://www.health.harvard.edu/a_to_z/graves-disease-a-to-z 

     

    Read More
  • Hormon tiroid dihasilkan oleh kelenjar tiroid yang terletak di leher dan berperan dalam proses pertumbuhan, perbaikan sel serta proses metabolisme. Baca Juga: Gangguan Tiroid, dari Penyebab hingga Pencegahan Hormon tiroid dapat mengalami berbagai gangguan, misalnya Hipotiroid (kondisi ketika kadar hormon tiroid rendah didalam darah) maupun Hipertiroid (kondisi ketika kadar hormon tiroid tinggi didalam darah).¹ Berikut […]

    Berikut Adalah Fakta Diet dan Tiroid yang Perlu Sahabat Ketahui

    Hormon tiroid dihasilkan oleh kelenjar tiroid yang terletak di leher dan berperan dalam proses pertumbuhan, perbaikan sel serta proses metabolisme.

    fakta diet dan tiroid

    Baca Juga: Gangguan Tiroid, dari Penyebab hingga Pencegahan

    Hormon tiroid dapat mengalami berbagai gangguan, misalnya Hipotiroid (kondisi ketika kadar hormon tiroid rendah didalam darah) maupun Hipertiroid (kondisi ketika kadar hormon tiroid tinggi didalam darah).¹

    Berikut ini panduan makan secara umum untuk pasien dengan gangguan tiroid:

    • Konsumsi beragam buah dan sayur. ²
    • Pilih makanan utama yang mengandung serat seperti kentang, roti, nasi dan pasta. ²
    • Konsumsi makanan sumber protein seperti kacang-kacangan, kacang kedelai, produk olahan susu, telur, ikan, dan daging.²
    • Kurangi makanan berminyak.²
    • Minum air putih minimal 6-8 gelas per hari.²

    Memang tidak mudah untuk mempertahankan asupan makan yang sehat dengan porsi yang tepat setiap harinya, oleh karena itu dapat dibantu dengan asupan suplemen dan multivitamin. Berikut ini suplemen dan vitamin yang direkomendasikan bagi penderita gangguan tiroid :

    Vitamin D

    Vitamin D berfungsi untuk membantu penyerapan kalsium dan fosfat yang berperan untuk menjaga kesehatan tulang, gigi dan otot.

    Produk Terkait: Jual Vitamin Lengkap

    Beberapa penelitian mengatakan bahwa orang dengan gangguan tiroid rata-rata memiliki kadar vitamin D yang rendah dalam tubuh.²

    Kalsium

    Kalsium banyak sekali terdapat didalam makanan yang biasa dikonsumsi sehari-hari, seperti ikan, susu, dan suplemen tambahan.

    Pemberian suplemen kalsium dapat mengganggu penyerapan obat antitiroid seperti levotiroksin. Oleh karena itu, suplemen kalsium dan susu dapat diberikan  minimal 4 jam setelah pemberian obat levotiroksin untuk memastikan tidak ada gangguan penyerapan obat. ²

    Yodium

    Bagi orang dengan gangguan tiroid, yodium merupakan zat penting bagi pembentukan hormon tiroksin yang sangat penting terutama bagi ibu hamil untuk perkembangan otak janin.

    Apabila Anda menderita hipotiroid dan sedang menjalani terapi dengan obat levotiroksin maka pemberian suplemen yodium tidak diperlukan.

    Baca Juga: Apakah Sahabat Berisiko Tinggi Mengalami Gangguan Tiroid?

    Apabila Anda menderita hipertiroid, pemberian suplemen yodium juga tidak diperlukan karena dapat memperparah kondisi hipertiroid. ² Selain itu yodium dapat diperoleh dari mengonsumsi garam dapur.³

    Kacang Kedelai

    Diketahui bahwa kacang kedelai mempengaruhi penyerapan tiroksin, sehingga apabila Anda mengonsumsi obat tiroksin maka perlu menghindari kacang kedelai. Diperlukan jeda waktu yang cukup lama antara mengkonsumsi kacang kedelai dengan minum obat. ²

    Produk Terkait: Jual Melilea Susu Kedelai 500 gram

    Tablet Zat Besi

    Tablet zat besi dapat mengganggu penyerapan tiroksin, dokter umumnya akan menyarankan jeda waktu sekitar 2 jam antara konsumsi tablet besi dengan obat tiroksin.²

    Berikut ini bahan makanan sehari-hari yang dapat membantu atau bahkan memperburuk kondisi tiroid :

    1. Garam

    Garam mengandung sumber yodium yang dibutuhkan bagi kelenjar tiroid. Sumber yodium lainnya dapat diperoleh dari ikan laut dan produk olahan susu. ³

    Produk Terkait: Jual Violet Kitchen Garam Himalaya

    2. Sayuran hijau

    Sayuran hijau seperti bayam dan selada adalah salah satu contoh sayuran yang mengandung magnesium serta mineral penting lainnya yang bermanfaat bagi tubuh.

    Kelelahan, kram pada otot dan jantung berdebar merupakan pertanda bahwa tubuh kekurangan asupan sayuran hijau. ³

    Produk Terkait: Jual Vegeblend

    3. Kacang

    Kacang mede, kacang almond, biji labu, dan biji bunga matahari merupakan bahan makanan yang mengandung zat besi, selenium, dan zink yang berguna bagi kelenjar tiroid³,4

    4. Makanan laut

    Makanan laut seperti ikan, udang dan rumput laut mengandung yodium. Untuk kesehatan kelenjar tiroid, yodium sangat diperlukan.

    Namun  bagi penderita hipertiroid, harus membatasi makanan laut terutama kerang laut karena mengandung tinggi yodium. ³ Dalam 3 ons udang terkandung 20% yodium dari yang direkomendasikan, selain itu kerang dan udang juga mengandung zink.5

    5. Kale

    Diketahui bahwa sayuran kale bermanfaat untuk mencegah kelenjar tiroid kekurangan yodium. Namun, kandungan yodium pada kale tidak terlalu banyak sehingga masih aman dikonsumsi bagi pasien dengan kelainan kelenjar tiroid.

    Selain kale, sayuran lain seperti kol, brokoli, mentimun dan kembang kol juga dapat menjadi pilihan untuk menjaga kesehatan kelenjar tiroid.³

    6. Kacang kedelai

    Pada beberapa kasus ada berbagai kandungan pada kacang kedelai atau edamame yang dapat mempengaruhi kelenjar tiroid dalam memproduksi hormon, apabila tubuh tidak mendapat yodium dalam jumlah yang cukup.³ 

    Baca Juga: 8 Makanan Rendah Lemak untuk Diet yang Enak dan Mengenyangkan

    Pada sebuah penelitian di kelompok vegetarian, diketahui beberapa orang mengalami kekurangan yodium ringan karena tidak mengonsumsi produk hewani dan susu.5 Sama seperti kale, apabila kadar yodium dalam tubuh normal tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi kedelai. ³

    7. Daging Jeroan

    Daging jeroan seperti hati, jantung, dan ginjal mengandung asam lipoat yang dapat mempengaruhi kelenjar tiroid dalam memproduksi hormon tiroid.

    Selain itu asam lipoat dapat berinteraksi dengan obat tiroid yang sedang diminum, oleh karena itu berhati-hatilah dalam mengkonsumsi daging jeroan. ³

    8. Yoghurt

    Yoghurt dan produk olahan susu diketahui mengandung yodium. Sumber yodium alami dapat diperoleh dari yoghurt rendah lemak, ataupun yoghurt tanpa rasa yang memenuhi 50% kebutuhan harian yodium.5

    Produk Terkait: Jual Greek Yoghurt

    9. Susu

    Konsumsi segelas susu rendah lemak dapat memenuhi sepertiga kebutuhan yodium harian, selain itu susu yang telah difortifikasi vitamin D juga dapat mencukupi kebutuhan vitamin D terutama bagi pasien hipotiroid.

    Produk olahan susu lainnya seperti keju cheddar, diketahui mengandung 12 mikrogram yodium dan 7 IU vitamin D dalam satu potong keju.5

    10. Buah beri

    Selain yodium, selenium, dan vitamin D, pola makan yang baik untuk kelenjar tiroid juga membutuhkan zat antioksidan. Berdasarkan suatu penelitian di Turki pada tahun 2008, menunjukan pada pasien hipotiroid memiliki kadar radikal bebas yang tinggi dalam tubuh. Buah beri diketahui kaya akan antioksidan, misalnya seperti stroberi, blackberry, goji berry, dan cranberry.5

    Demikianlah mengenai jenis makanan yang baik dan buruk bagi kelenjar dan hormon tiroid, yang dapat diterapkan sehari-hari agar hormon tubuh tetap seimbang.

    Baca Juga: Infografik Diet Bagi Penderita Tiroid

    Apabila membutuhkan info lebih lanjut mengenai tiroid dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    ID-NONT-00022

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Ambardekar N. Thyroid Problems — Symptoms, Causes, and Diagnosis [Internet]. WebMD. 2019 [cited 19 March 2021]. Available from: https://www.webmd.com/women/guide/understanding-thyroid-problems-basics 
    2. Thyroid and diet factsheet [Internet]. British Thyroid Foundation. [cited 19 March 2021]. Available from: https://www.btf-thyroid.org/thyroid-and-diet-factsheet
    3. Foods that Help or Hurt Your Thyroid [Internet]. WebMD. 2019 [cited 19 March 2021]. Available from: https://www.webmd.com/women/manage-hypothyroidism-17/balance/slideshow-foods-thyroid
    4. Budania, R. [Internet]. 2018 [cited 19 March 2021]. Available from: https://pharmeasy.in/blog/8-best-foods-for-thyroid/
    5. Masters M. 11 Foods to Eat For Thyroid Health—And 3 To Avoid [Internet]. Health.com. 2021 [cited 19 March 2021]. Available from: https://www.health.com/food/the-best-and-worst-foods-for-your-thyroid

     

    Read More
  • Dalam mengatur fungsi tubuh dan metabolisme, tubuh memiliki sistem yang disebut hormon. Salah satu hormon yang berperan dalam metabolisme tubuh, serta mengatur kerja sel dan organ tubuh dihasilkan oleh kelenjar tiroid.¹-5 Fungsi dari hormon tiroid bagi tubuh yaitu: Metabolisme tubuh, termasuk mengatur pembakaran kalori dalam tubuh yang nantinya akan diubah menjadi Mengatur kecepatan pencernaan makanan. […]

    Apa sih Perbedaan Hipertiroid dan Hipotiroid?

    Dalam mengatur fungsi tubuh dan metabolisme, tubuh memiliki sistem yang disebut hormon. Salah satu hormon yang berperan dalam metabolisme tubuh, serta mengatur kerja sel dan organ tubuh dihasilkan oleh kelenjar tiroid.¹-5 Fungsi dari hormon tiroid bagi tubuh yaitu:

    1. Metabolisme tubuh, termasuk mengatur pembakaran kalori dalam tubuh yang nantinya akan diubah menjadi
    2. Mengatur kecepatan pencernaan makanan.
    3. Mengatur suhu tubuh.
    4. Membantu perbaikan sel tubuh.
    5. Mengatur tumbuh kembang anak.
    6. Mengatur pertumbuhan sel otak dan kemampuan berpikir pada anak.¹-5

    perbedaan hipertiroid dan hipotiroid

    Baca Juga: Gangguan Tiroid, dari Penyebab Hingga Pencegahan

    Kelenjar tiroid memproduksi 3 hormon yaitu hormon tiroksin (T4), hormon triiodothyronine (T3) dan kalsitonin. Kadar hormon di dalam tubuh diatur agar tetap seimbang, sebab apabila kadar hormon berlebihan atau kurang tentunya akan berdampak pada tubuh serta menyebabkan gejala klinis. 15

    Gangguan keseimbangan yang terjadi pada kelenjar tiroid dapat dibagi menjadi dua, yaitu hipertiroid dan hipotiroid.

    Hipertiroid

    Hipertiroid adalah kondisi ketika kadar hormon tiroid di dalam darah meningkat, kondisi ini tentunya mempengaruhi metabolisme tubuh serta menimbulkan gejala klinis seperti:

    • Leher terlihat membesar atau bengkak karena disebabkan pembesaran kelenjar tiroid.
    • Gelisah, cemas dan
    • Perubahan mood yang cepat, mudah marah atau mudah tersinggung.
    • Sulit
    • Merasa mudah lelah walau tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat.
    • Mudah terasa kegerahan atau terlalu sensitif terhadap suhu ruangan yang panas.
    • Nyeri otot
    • Gangguan pencernaan, seperti diare.
    • Sering buang air kecil dibandingkan biasanya.
    • Mudah merasa haus.
    • Gatal-gatal pada kulit.
    • Penurunan hasrat seksual.
    • Mudah berkeringat, telapak tangan mudah basah.
    • Rambut rontok.
    • Berat badan menurun drastis.
    • Gangguan menstruasi pada wanita.

    Penyebab hipertiroid dapat bervariasi seperti penyakit graves, autoimun, peradangan pada kelenjar tiroid (tiroiditis), kanker tiroid, tumor testis atau tumor ovarium, konsumsi obat atau makanan yang mengandung tinggi yodium. 1

    Hipotiroid

    Hipotiroid adalah kondisi ketika kadar hormon tiroid dalam darah menurun. Kondisi hipotiroid dapat disebabkan oleh kelainan sistem imun (autoimun), efek samping pengobatan sehingga menghambat produksi hormon tiroid (misalnya menjalani pengobatan dengan obat-obatan anti depresi, dan riwayat operasi pada kelenjar tiroid), kurang mengonsumsi makanan beryodium (garam dapur) atau menderita kanker tiroid. 2

    Baca Juga: Infografik Gangguan Tiroid

    Berbeda dengan gejala hipertiroid, gejala hipotiroid bervariasi mulai dari ringan sampai berat. Gejala-gejala hipotiroid dapat ringan dan berkembang dengan lambat sampai hitungan tahun. Berikut ini gejala hipotiroid yang mungkin dialami:

    • Mudah lelah.
    • Sensitif terhadap dingin atau tidak kuat pada suhu ruangan yang dingin.
    • Berat badan meningkat tanpa sebab yang jelas.
    • Depresi (perubahan mood menjadi mudah sedih)
    • Konstipasi (sulit buang air besar).
    • Nyeri otot dan mudah kram.
    • Kulit terasa kering dan kuku rapuh atau mudah patah
    • Menstruasi tidak lancar atau perdarahan banyak saat menstruasi.
    • Suara serak dan berat.
    • Mudah lupa.
    • Rambut rontok. 2

    Bagaimana Mendiagnosis Hipertiroid dan Hipotiroid?

    Untuk mendiagnosis hipertiroid dan hipotiroid, dapat dilakukan pemeriksaan fisik oleh dokter, serta menjalani pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium darah untuk memeriksa kadar T3, T4 dan TSH (Thyroid Stimulating Hormone).

    Rendahnya kadar hormon Tiroid (T3 dan T4) dalam darah dan tingginya hormon TSH dapat menunjukkan bahwa seseorang menderita hipotiroid. Sebaliknya, apabila hormon Tiroid (T3 dan T4) meningkat sedangkan hormon TSH menurun maka dapat disimpulkan bahwa seseorang mengalami hipertiroid. 35

    Penanganan

     Penanganan pada kondisi Hipertiroid dan Hipotiroid bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan kadar hormon didalam darah dan juga mengobati penyebab utamanya. Pada kondisi hipertiroid, terapi dilakukan mulai dari penggunaan obat-obatan, terapi iodium aktif yang berfungsi untuk menyusutkan kelenjar tiroid, dan dapat dilakukan juga prosedur operasi. 35

    Produk Terkait: Cek Lab Kimia Farma

    Sedangkan penanganan pada kondisi hipotiroid, bertujuan untuk mengembalikan kadar hormon serta meringankan gejala. Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian hormon tiroid sintetis (Levothyroxine).35

    Baca Juga: Apakah Sahabat Berisiko Tinggi Mengalami Gangguan Tiroid?

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai dan tiroid dan penananganannya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    ID-NONT-00020

    Daftar Pustaka

    1. 2019. Hyperthyroid. [online] Availableat: <https://www.nhs.uk/conditions/overactive-thyroid-hyperthyroidism/> [Accessed 25 February 2021].
    1. 2019. Hypothyroid. [online] Availableat: <https://www.nhs.uk/conditions/underactive-thyroid-hypothyroidism/> [Accessed 25 February 2021].
    1. Jason Baker., 2020. Hypothyroidism vs Hyperthyroidism, what’s the difference.Healthline, [online] Available at:<https://www.healthline.com/health/hypothyroidism/hypothyroidism-vs-hyperthyroidism> [Accessed 25 February 2021].
    1. Cleveland Clinic. 2020. Thyroid Disease. [online] Available at: <https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8541-thyroid-disease> [Accessed 25 February 2021].
    1. MandyArmitage, MD.  Hypothyroidism vs Hyperthyroidism, how do they differ. [online]. Available at:<https://www.goodrx.com/blog/hypothyroidism-vs-hyperthyroidism-whats-the-difference/> [Accessed 25 February 2021].
    Read More
  • Penyakit tiroid merupakan salah satu jenis penyakit tidak menular yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon tiroid dalam tubuh. Produksi hormon tiroid berlebihan dapat menyebabkan timbulnya penyakit Hipertiroidisme dan produksi hormon tiroid rendah dapat menyebabkan timbulnya penyakit Hipotiroidisme.¹ Penyakit-penyakit ini dapat dideteksi dini, sehingga dapat mencegah timbulnya komplikasi lebih lanjut. Baca Juga: Gangguan Tiroid, dari Penyebab hingga […]

    Apakah Sahabat Berisiko Tinggi Mengalami Gangguan Tiroid?

    Penyakit tiroid merupakan salah satu jenis penyakit tidak menular yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon tiroid dalam tubuh. Produksi hormon tiroid berlebihan dapat menyebabkan timbulnya penyakit Hipertiroidisme dan produksi hormon tiroid rendah dapat menyebabkan timbulnya penyakit Hipotiroidisme.¹ Penyakit-penyakit ini dapat dideteksi dini, sehingga dapat mencegah timbulnya komplikasi lebih lanjut.

    berisiko tinggi mengalami gangguan tiroid

    Baca Juga: Gangguan Tiroid, dari Penyebab hingga Pencegahan

    Hipertiroidisme

    Penyebab tersering dari hipertiroidisme adalah penyakit Grave (Grave’s disease) dan Goiter Toksik Noduler. Penyakit Grave merupakan suatu kelainan autoimun yang menstimulasi produksi hormon tiroid berlebihan, dengan angka insiden penyakit 20-30 kasus per 100,000 orang per tahun, dan  seringkali diderita oleh wanita. Insiden tertinggi penyakit Grave diderita oleh pasien berusia 30-60 tahun.² Kelainan pada kelenjar hipofisis dan penggunaan obat seperti pil yodium, amiodaron dan interferon, juga diperkirakan dapat menyebabkan timbulnya penyakit hipertiroidisme.²

    Faktor risiko Hipertiroidisme yaitu ²,³:

    • Jenis kelamin perempuan
    • Usia diatas 60 tahun
    • Wanita hamil
    • Memiliki riwayat penyakit autoimun sebelumnya
    • Riwayat penderita penyakit tiroid atau penyakit autoimun dalam keluarga
    • Riwayat gangguan tiroid sebelumnya
    • Konsumsi yodium dalam makanan atau obat

    Gejala yang dapat dirasakan berupa rasa berdebar, hiperaktif, gelisah, mudah merasa panas, gemetaran, dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.4

    Produk Terkait: Cek Lab

    Hipotiroidisme

    Hipotiroidisme atau kondisi hormon tiroid yang kurang aktif, terjadi karena kelenjar tiroid tidak cukup memproduksi hormon tiroid sehingga proses metabolisme dalam tubuh melambat. Penyebab tersering hipotiroidisme adalah kekurangan yodium dan adanya kelainan autoimun kronis (Penyakit Hashimoto). Penyakit hashimoto diperkirakan dialami 5-10 kali lebih banyak pada wanita dibandingkan pria.5

    Faktor risiko Hipotiroidisme yaitu ³,5 :

    • Jenis kelamin perempuan
    • Usia di atas 60 tahun
    • Etnis Kaukasia atau Asia
    • Paparan radiasi pada area leher sebelumnya
    • Memiliki riwayat operasi pada kelenjar tiroid
    • Riwayat dalam keluarga ada yang menderita penyakit tiroid atau penyakit autoimun
    • Riwayat gangguan autoimun sebelumnya, seperti diabetes tipe I
    • Riwayat menderita penyakit anemia pernisiosa
    • Konsumsi yodium dalam makanan atau obat
    • Perubahan hormon karena hamil, melahirkan atau menopause
    • Konsumsi obat litium (seringkali digunakan pada kondisi gangguan bipolar) dan amiodaron
    • Memiliki kelainan kromosom seperti Down Syndrome atau Sindrom Turner
    • Memiliki abnormalitas kelenjar tiroid dari hasil pemeriksaan fisik

    Keluhan yang dirasakan bervariasi berupa mudah merasa lelah, sensitif terhadap suhu dingin, rambut rontok, kenaikan berat badan, lamban dalam beraktivitas dan berpikir.4

    Baca Juga: Infografik Tanda-tanda Gangguan Tiroid

    Kapan Melakukan Skrining Penyakit Tiroid?

    Jika sebelumnya Sahabat memiliki keluhan yang berkaitan dengan penyakit tiroid, seperti depresi, cemas, mudah merasa panas atau kedinginan, perubahan mendadak pada berat badan, dan memiliki riwayat penyakit autoimun, perlu melakukan pemeriksaan skrining untuk mendeteksi penyakit Tiroid.³

    Apabila sebelumnya tidak ada keluhan, maka rekomendasi melakukan pemeriksaan skrining dilakukan pada pria dan wanita berusia di atas 35 tahun yang dapat dilakukan tiap 5 tahun sekali.5

    Pemeriksaan skrining ditujukan untuk orang yang memiliki faktor risiko maupun pada orang tanpa keluhan apapun, yang bertujuan untuk mencegah kerusakan dari kelenjar tiroid lebih lanjut. Pemeriksaan skrining dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan kadar TSH (Thyroid Stimulating Hormone).4

    Baca Juga: Seputar Gangguan Tiroid: Hal yang Perlu Sahabat Ketahui

    Deteksi dini merupakan kunci penting sebab dapat mencegah masalah kesehatan yang lebih lanjut, dan jika ada kelainan dapat ditangani dengan lebih baik. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai tiroid dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    ID-NONT-00009 Feb 2021

    Daftar Pustaka

    1. Bano A, Chaker L, Raso F, et al. Thyroid Function and Life Expectancy with and without  Noncommunicable Diseases A Population Based Study. PLOS Medicine. 2019; 16 (10) :1-16.
    2. Kahaly G, Bartalena L, Hegedus L, Leenhardt L, Poppe K, Pearce S. European Thyroid Association Guideline for The Management of Grave’s Hyperthyroidism. European Thyroid Journal. 2018; 7:167-186.
    3. Everyday Health. Are You at Risk for Thyroid Disease [Internet]. 2014 [cited 23 Feb 2021]. Available from: https://www.everydayhealth.com/thyroid-conditions/evaluating-your-thyroid-disease-risk.aspx
    4. Birtwhistle R, Morissette K, Dickinson J, et al. Recommendation on Screening Adults for Asymptomatic Thyroid Dysfunction in Primary Care. Canadian Medical Association Journal. 2019;191:1274-80.
    5. Garber J, Cobin R, Gharib H, et al. Clinical Practice Guidelines for Hypothyroidism in Adults. American Association of Clinical Endocrinologist Medical Guidelines for Clinical Practice.2012; 18 (6): 989-1028.
    Read More
  • Tiroid  merupakan sebuah kelenjar berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak pada leher. Kelenjar ini merupakan salah satu kelenjar endokrin yang berfungsi untuk memproduksi hormon bagi tubuh. Hormon-hormon dari kelenjar tiroid bertanggung jawab untuk berbagai aktivitas dalam tubuh, seperti seberapa cepat tubuh membakar kalori hingga seberapa cepat laju detak jantung.¹ Dengan fungsinya yang penting untuk tubuh, maka Sahabat […]

    Seputar Gangguan Tiroid: Hal yang Perlu Sahabat Ketahui

    Tiroid  merupakan sebuah kelenjar berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak pada leher. Kelenjar ini merupakan salah satu kelenjar endokrin yang berfungsi untuk memproduksi hormon bagi tubuh. Hormon-hormon dari kelenjar tiroid bertanggung jawab untuk berbagai aktivitas dalam tubuh, seperti seberapa cepat tubuh membakar kalori hingga seberapa cepat laju detak jantung.¹ Dengan fungsinya yang penting untuk tubuh, maka Sahabat juga perlu mengetahui seputar hal-hal mengenai gangguan yang dapat terjadi pada tiroid. 

    seputar gangguan tiroid

    Baca Juga: Sudah Olahraga, Kok Berat Badan Tetap Naik?

    Hipertiroidisme 

    Hipertiroidisme merupakan kondisi di mana kelenjar tiroid membentuk hormon tiroid secara berlebihan.² Kondisi ini lebih sering dijumpai apabila Sahabat memiliki riwayat penyakit tiroid di keluarga, masalah kesehatan seperti diabetes tipe 1, mengonsumsi yodium berlebihan, berusia di atas 60 tahun (terutama wanita) atau apabila Sahabat memiliki riwayat hamil  dalam 6 bulan terakhir.²

    Beberapa gejala yang dapat timbul pada penderita hipertiroidisme adalah:³

    • Gelisah
    • Mudah lelah 
    • Tidak tahan panas 
    • Sulit tidur 
    • Diare
    • Terus merasa haus 
    • Mood tidak stabil 

    Penyakit Graves atau Graves’ disease merupakan penyebab paling umum dari hipertiroidisme.² Penyakit ini merupakan penyakit autoimun, di mana sistem imun tubuh berbalik menyerang kelenjar tiroid dan menyebabkan peningkatan produksi hormon tiroid.² Sekitar 1 dari 3 orang dengan hipertiroidisme yang disebabkan oleh penyakit Graves mengalami masalah mata , yang dikenal sebagai penyakit mata tiroid atau ophthalmopathy Graves.³ Masalah mata dapat meliputi rasa kering dan berpasir, sakit pada mata, sensitivitas terhadap cahaya, mata merah atau meradang, penglihatan kabur atau ganda, kelopak mata bengkak atau tertarik ke belakang serta mata melotot.4

    Produk Terkait: Cek Lab

    Diagnosis didasarkan pada gejala dan hasil tes darah yang menilai seberapa baik tiroid Sahabat bekerja.³ Apabila sahabat menderita hipertiroidisme, dokter dapat menyarankan untuk menggunakan obat-obatan yang menurunkan produksi hormon tiroid, terapi radioiodine, atau pembedahan tiroid.² 

    Hipotiroidisme 

    Hipotiroidisme merupakan kondisi di mana kelenjar tiroid tidak dapat membentuk cukup hormon tiroid. 5 Kondisi ini lebih sering dijumpai pada wanita dan pada orang berusia di atas 60 tahun. 6 Hipotiroidisme dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti penyakit autoimun, respon berlebihan terhadap pengobatan hipertiroidisme, operasi tiroid, terapi radiasi, serta obat-obatan. 7 Kurangnya konsumsi yodium juga dapat menyebabkan hipotiroidisme. 8  Pada penderita hipotiroidisme dapat timbul beberapa gejala seperti: 9      

    • Mudah Lelah
    • Peningkatan berat badan 
    • Tidak tahan dingin 
    • Kulit dan rambut kering 
    • Nyeri otot 
    • Depresi 

    Penyakit Hashimoto atau Hashimoto’s disease merupakan penyebab paling umum hipotiroidisme. Penyakit Hashimoto adalah kelainan autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh berbalik menyerang tiroid. Akibatnya, kelenjar tiroid akan meradang dan tidak lagi dapat menghasilkan cukup hormon tiroid. 5 Penderita penyakit Hashimoto dapat memiliki beberapa tanda seperti wajah terlihat membesar, kulit kering, denyut jantung melambat, dan kelenjar tiroid membesar.5,10  

    Baca Juga: Keputihan dan Komplikasinya

    Sama seperti kondisi hipertiroidisme, dokter Sahabat mungkin akan menanyakan beberapa hal seperti gejala apa yang Sahabat rasakan, memeriksa leher Sahabat dan melakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui apakah kelenjar tiroid Sahabat memproduksi hormon yang cukup. Untuk pengobatan hipotiroidisme, dokter Sahabat mungkin akan memberikan obat hormon untuk menggantikan hormon tiroid yang kurang. 5  

    Nodul Tiroid 

    Terkadang Sahabat juga dapat menjumpai sebuah benjolan atau nodul pada kelenjar tiroid. Nodul tiroid merupakan sebuah lesi pada kelenjar tiroid, yang secara radiologis berbeda dengan jaringan tiroid sekitar. Nodul tiroid terkadang dapat menyebabkan gangguan fungsi kelenjar tiroid, namun yang perlu diperhatikan adalah apakah nodul tersebut jinak atau ganas (malignan). 11  

    Untuk menentukan apakah nodul tiroid jinak atau ganas, dokter mungkin akan melakukan tindakan Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB). Tindakan ini merupakan suatu alat yang akurat untuk menentukan tatalaksana lebih lanjut.11  

    Baca Juga: Jangan Lewatkan 10 Tes Kesehatan Pranikah untuk Anda dan Pasangan

    Beberapa hal yang disebutkan di atas merupakan gangguan yang sering ditemukan pada kelenjar tiroid. Sahabat dapat melakukan pemeriksaan pada diri sendiri dengan cara meraba leher Sahabat. Apabila terdapat benjolan yang timbul atau mengalami beberapa tanda atau gejala yang telah disebutkan, Sahabat dapat memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu. Untuk  informasi lebih lanjut mengenai gangguan tiroid dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    ID: NONT-00007

    Daftar Pustaka 

    1. MedlinePlus. Thyroid Diseases. Accessed January 10, 2021. https://medlineplus.gov/thyroiddiseases.html 
    2. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Hyperthyroidism (Overactive Thyroid). Accessed January 10, 2021. https://www.niddk.nih.gov/health-information/endocrine-diseases/hyperthyroidism 
    3. NHS. Overactive Thyroid (Hyperthyroidism). Accessed January 29, 2021. https://www.nhs.uk/conditions/overactive-thyroid-hyperthyroidism/ 
    4. Mayo Clinic. Graves’ Disease. Accessed January 29, 2021. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/graves-disease/symptoms-causes/syc-20 356240 
    5. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Hypothyroidism (Underactive Thyroid). Accessed January 11, 2021. https://www.niddk.nih.gov/health-information/endocrine-diseases/hypothyroidism 
    6. Garber JR, Cobin RH, Garib H, et al. Clinical Practice Guidelines for Hypothyroidism in Adults: Cosponsored by the American Association of Clinical Endocrinologists and the American Thyroid Association. Endocrine Practice. 2012;18(6):988–1028. 
    7. Mayo Clinic. Hypothyroidism (Underactive Thyroid). Accessed January 29, 2021. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hypothyroidism/symptoms-causes/syc-2 0350284 
    8. American Thyroid Association. Iodine Deficiency. Accessed January 29, 2021. https://www.thyroid.org/iodine-deficiency/ 
    9. NHS. Underactive Thyroid (Hypothyroidism). Accessed January 29, 2021. https://www.nhs.uk/conditions/underactive-thyroid-hypothyroidism/ 
    10. MedlinePlus. Hashimoto Thyroiditis. Accessed January 11, 2021. https://medlineplus.gov/genetics/condition/hashimoto-thyroiditis/ 
    11. 11. Popoveniuc G, Jonklaas J. Thyroid Nodules. Med Clin North Am. 2012;96(2):329. doi:10.1016/j.mcna.2012.02.002

     

    Read More

Showing 1–10 of 11 results

Chat Asisten ProSehat aja