Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ tips diet”

  • Saat usia muda, sebagian besar orang merasa bebas dapat mengonsumsi makanan apapun tanpa memikirkan kenaikan berat badan yang signifikan. Ketika sudah menginjak usia 40 tahun, meski telah mengatur pola makan dengan diet, berat badan tetap saja lebih mudah bertambah. Baca Juga: Diet Sehat dan Seimbang untuk Menurunkan Berat Badan Hal tersebut bukan hanya terjadi karena […]

    Tips Diet Aman dan Sehat untuk Usia 40 Tahun ke Atas

    Saat usia muda, sebagian besar orang merasa bebas dapat mengonsumsi makanan apapun tanpa memikirkan kenaikan berat badan yang signifikan. Ketika sudah menginjak usia 40 tahun, meski telah mengatur pola makan dengan diet, berat badan tetap saja lebih mudah bertambah.

    tips diet sehat dan aman

    Baca Juga: Diet Sehat dan Seimbang untuk Menurunkan Berat Badan

    Hal tersebut bukan hanya terjadi karena tubuh kehilangan massa otot seiring bertambahnya usia, namun metabolisme tubuh juga sudah tidak sebaik ketika muda.

    Diet sering dimaknai dengan menahan lapar ataupun tidak mengonsumsi makanan sama sekali agar terhindar dari kegemukan dan menginginkan berat badan turun dengan waktu yang singkat. Pola penerapan yang salah akan berdampak negatif pada tubuh.

    Diet sehat adalah cara bagaimana mengatur asupan makanan dengan jumlah yang telah diatur dan ditetapkan bagi tubuh. Kalori dan gizi yang masuk harus seimbang agar metabolisme tubuh bisa berjalan dengan sebagaimana mestinya.

    Pola makan pada seseorang yang sedang diet pun harus dilakukan dengan cara yang benar agar bisa mendapatkan penurunan berat badan, namun tidak memiliki efek yang merugikan.

    Berikut cara menurunkan berat badan di usia 40 tahun

    Jangan pernah memaksakan diri

    Jangan hanya karena diet sedang tren, jadi membuat Sahabat Sehat ikut-ikutan begitu saja. Perlu dicatat, di usia 40 tahun ke atas, sebaiknya menghindari diet yang ekstrem dan menjanjikan penurunan berat badan secara drastis.

    Pola makan yang akan digunakan untuk diet bisa diatur sesuai dengan gaya hidup Sahabat Sehat. Intinya, jangan memilih diet hanya karena hal tersebut tampak berhasil pada orang lain. Lebih baik pilih yang bisa dilakukan dengan konsisten.

    Pastikan tidur nyenyak dan tidur yang cukup

    Hal ini merupakan hal yang penting, jika gaya hidup membuat Sahabat Sehat sulit tidur ataupun bahkan kurang tidur. Maka, sebaiknya pikirkan hal apa yang bisa dilakukan untuk mnegubahnya. Walaupun kadang faktor biologis membuat mata sulit terpejam di jam-jam tidur, hal tersebut harus dibiasakan.

    Baca Juga: Duh, Sering Susah Tidur Malam Hari Nih!

    Makan teratur dengan menu dan porsi yang seimbang

    Bagi Sahabat Sehat yang sedang diet, usahakanlah makan tepat pada waktunya. Dengan makan tiga kali dalam sehari serta ditambah camilan ringan, merupakan salah satu langkah dalam pola makan sehat. Serta makanlah dengan porsi yang tidak berlebihan.

    Perbanyak konsumsi buah dan konsumsi sayur

    Dengan mengonsumsi buah dan sayur berfungsi agar menu makan bisa menjadi seimbang. Cara mengonsumsi buah bisa dilakukan dengan berbagai cara. Seperti dijadikan jus, salad, atau sekadar dipotong. Namun, apabila dibuat jus, usahakan tidak menambah dengan pemanis tambahan atau buatan serta menghindari pemberian gula yang berlebihan.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend Adult

    Biasakan sarapan pagi

    Makan pagi atau yang biasa disebut sarapan memiliki manfaat bagi setiap orang. Bagi orang dewasa, makan sebelum jam 12, bisa membantu memelihara kesehatan fisik, mempertahankan daya tahan saat bekerja, serta meningkatkan produktivitas kerja.

    Tahapan diet yang aman dan sehat

    Terpenuhinya kebutuhan nutrisi

    Meskipun sedang diet,  tubuh tetap membutuhkan lemak dan karbohidrat. Lemak yang dipilih adalah lemak baik, yang bisa didapatkan dari alpukat, salom, minyak zaitun dan lainnya untuk membantu transportasi nutrisi ke seluruh tubuh di jaringan tubuh.

    Sementara karbohidratnya bisa didapat dari makanan seperti ubi, oatmeal, gandung, dan sebagainya yang bisa digunakan sebagai sumber energi saat beraktivitas.

    Perbanyak minum air putih

    Untuk tetap melancarkan metabolisme tubuh dan membuat tubuh merasa kenyang lebih lama, minumlah air putih sebanyak 8 sampai 10 gelas per harinya.

    Tetap makan malam

    Sebenarnya tubuh tetap membutuhkan protein saat tidur guna memaksimalkan pertumbuhan. Hal penting yang harus dikurangi dalam makan malam adalah menu makanan yang berkarbohidrat.

    Hal yang harus dihindari saat diet

    Menahan lapar

    Menahan lapar bisa menurunkan metabolisme tubuh yang kemudian memperlambat proses pembakaran lemak. Sehingga energi bisa terkurang dan membuat tubuh menjadi tidak fit dan loyo.

    Tidak sarapan atau melewatkan makan malam

    Sarapan merupakan waktu makan paling penting bagi tubuh, karena tubuh telah tidur selama delapan jam tanpa asupan nutrisi apapun, sehingga tubuh sangat membutuhkan nutrisi yang didapat dari sarapan.

    Baca Juga: Inilah Waktu, Kriteria, dan Menu Makan Malam Sehat Tepat

    Sedangkan saat tidur, manusia membutuhkan banyak protein karena pertumbuhan akan digunakan untuk memperbaiki semua sel tubuh yang rusak.

    Mengurangi asupan makanan secara drastis

    Mengurangi jumlah asupan makanan secara drastis akan membuat tubuh jadi kehilangan banyak energi untuk beraktivitas.

    Diet tanpa konsultasi ke dokter

    Perubahan pola makan yang berubah dapat berakibat buruk bagi kesehatan apibila tanpak konsultasi kepada dokter. Jadi kesehatan harus tetap dipantau dengan baik dengan cara berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi, sebelum Sahabat Sehat memulai diet.

    Sembarangan menggunakan herbal

    Meskipun herbal cenderung tidak memiliki efek samping, pengguna herbal sendiri harus harus tetap hati-hati dan tetap dalam pengawasan, serta tidak boleh sembarangan.

    Produk Terkait: Jual Jamu dan Herbal

    Jadi, Sahabat Sehat, pola diet yang tidak mengandung keseimbangan bisa menyebabkan seseorang kekurangan vitamin dan mineral penting. Akibat dari kekurangan gizi tersebut adalah bisa mengalami malnutrisi dan muncul beragam gejala lainnya.

    Karena sebenarnya diet adalah mengatur pola makan agar asupan yang masuk ke tubuh itu seimbang, jadi asupan kalori pada tubuh harus diperhatikan nilai-nilai gizinya. Seperti karbohidrat, protein, dan lemak.

    Namun, seringkali masyarakat mengartikan bahwa diet adalah cara untuk tidak makan agar mendapatkan penurunan tubuh yang ideal. Padalah diet sendiri adalah pengurangan porsi makan atau bahkan puasa berlebihan 6 merupakan pengertian diet yang umum di masyarakat.

    Pengurangan porsi makan hanyalah salah satu komponen diet, pengaturan variasi makanan agar sesuai dengan kebutuhan tubuh merupakan komponen penting yang menentukan kebehasilan diet. Dan diet yang benar adalah tetap mengonsumsi makanan dengan komposisi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah seimbang.

    Baca Juga: Yuk, Hitung Kalori Makanan Sehat Sahabat dengan Tepat!

    Itulah Sahabat Sehat mengenai tips diet aman dan sehat bila pada umur 40 tahun ke atas. Bagaimanapun kesehatan merupakan hal penting, dan untuk diet pada umur ini hendaknya dilakukan sesuai prosedur.

    Apabila Sahabat perlu info lebih lanjut mengenai diet dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. 5 Cara Menurunkan Berat Badan Setelah Berusia 40 Tahun Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://lifestyle.kompas.com/read/2020/07/03/073908520/5-cara-menurunkan-berat-badan-setelah-berusia-40-tahun?page=all> [Accessed 11 March 2021].
    2. Elib.unikom.ac.id. 2021. [online] Available at: <https://elib.unikom.ac.id/files/disk1/708/jbptunikompp-gdl-derrysetiy-35358-10-unikom_d-h.pdf> [Accessed 11 March 2021].
    Read More
  • Gemuk atau tidaknya seseorang bukan dinilai dari berat badan saja, tetapi dari Indeks Massa Tubuh (IMT), yaitu perbandingan antara berat badan dengan tinggi badan. IMT di atas kisaran normal digolongkan sebagai overweight (berat badan lebih) atau obese (obesitas). Overweight dan obesitas bukan sekadar masalah kosmetik bagi kaum wanita yang ingin tampil cantik, tetapi juga merupakan […]

    6 Cara Sehat Menurunkan Berat Badan dalam Waktu Sebulan

    Gemuk atau tidaknya seseorang bukan dinilai dari berat badan saja, tetapi dari Indeks Massa Tubuh (IMT), yaitu perbandingan antara berat badan dengan tinggi badan. IMT di atas kisaran normal digolongkan sebagai overweight (berat badan lebih) atau obese (obesitas). Overweight dan obesitas bukan sekadar masalah kosmetik bagi kaum wanita yang ingin tampil cantik, tetapi juga merupakan salah satu masalah kesehatan terbanyak di abad ke – 21 ini yang meningkatkan risiko terjadinya diabetes melitus (kencing manis), stroke dan, penyakit jantung.

    diet sebulan, diet sehat sebulan

    Sebagian besar pasien menderita obesitas akibat hasil dari gaya hidup yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik. Oleh karena itu, menurunkan berat badan atau yang sering kita sebut dengan “diet”, bukan hanya diperlukan untuk menghasilkan bentuk tubuh yang indah, tetapi juga untuk menghindari diri kita menderita penyakit kronis, seperti obesitas.

    Klasifikasi IMT untuk Penduduk Asia – Pasifik

    Jenis diet apa yang paling baik?

    Saat ini terdapat banyak metode diet yang dikenal oleh masyarakat melalui media sosial, seperti diet mayo (puasa garam), diet keto (tinggi lemak), diet Atkins (rendah karbohidrat), diet Dukan (tinggi protein), dan sebagainya. Pertanyaannya, apakah semuanya efektif untuk menurunkan berat badan? Sampai saat ini sudah dilakukan banyak penelitian medis yang membandingkan variasi diet rendah lemak, diet tinggi lemak, diet rendah karbohidrat, ataupun diet tinggi protein.

    Ternyata, semua variasi tersebut berhasil menurunkan berat badan. Kesimpulannya, bukan jenis diet yang menentukan keberhasilan penurunan berat badan, melainkan adanya pembatasan asupan kalori yang kurang dari kebutuhan dalam setiap jenis diet tersebut. Mengapa? Karena, pada dasarnya setiap makanan dan minuman yang kita konsumsi memiliki kandungan energi (contoh: 100 gram apel mengandung 52 kalori). Energi ini diperlukan oleh tubuh kita untuk menjaga fungsi tubuh tetap berjalan dan melakukan aktivitas sehari – hari (contoh: berdiri selama 1 jam membutuhkan 90 kalori).

    Saat jumlah energi yang masuk ke dalam tubuh sama dengan jumlah energi yang dikeluarkan, maka berat badan seseorang akan menetap. Jika jumlah energi yang masuk lebih banyak daripada yang dikeluarkan, maka terjadi kenaikan berat badan. Begitu pula sebaliknya, saat jumlah energi yang masuk kurang daripada yang dikeluarkan, maka berat badan akan turun, dan prinsip inilah yang digunakan dalam program penurunan berat badan atau “diet.”

    Namun, baik atau tidaknya suatu jenis diet sebaiknya tidak hanya dinilai dari keefektidan dalam menurunkan berat badan, tetapi juga harus disesuaikan dengan kondisi tubuh masing – masing individu. Contohnya, seseorang yang memiliki kadar kolesterol tinggi dalam darah, sebaiknya menghindari jenis diet tinggi lemak. Oleh karena itu, setiap orang yang memiliki penyakit tertentu dan ingin menurunkan berat badan, sebaiknya melakukan konsultasi ke dokter terlebih dahulu untuk menentukan jenis diet yang tepat.

    Seberapa banyak saya bisa menurunkan berat badan dalam 1 bulan?

    Semakin sedikit kalori yang kita konsumsi, semakin banyak berat badan bisa turun. Namun, asupan kalori yang terlalu sedikit (kurang dari 800 kalori/hari) memiliki efek samping yang banyak, mulai dari konstipasi, kulit kering, gangguan siklus menstruasi, rambut rontok, mudah lelah, terbentuk batu empedu dan batu kandung kemih, bahkan dapat sampai mengakibatkan gangguan irama jantung.

    Oleh karena itu, kecepatan maksimal penurunan berat badan yang aman adalah 0,5 kg/minggu. Rata – rata, orang yang melakukan pembatasan asupan kalori 1200/hari dapat mencapai penurunan 2 kg/bulan, dan jika diteruskan selama 6 bulan maka minimal 10% berat badan awal akan terbuang.

    Tips & tricks

    Tentu tidak mudah untuk mengubah gaya hidup yang sudah kita lakukan bertahun – tahun. Namun, panduan yang tepat dan mudah dimengerti dapat sangat membantu kita memulai gaya hidup baru. Berikut ini beberapa tips & tricks sehat untuk memulai penurunan berat badan:

    • Tentukan Target Asupan Kalori Per Hari

    Sebagai langkah awal untuk mencapai keadaan defisit (kurang) kalori, hitunglah kebutuhan kalori kita dalam sehari, menggunakan rumus Harris-Benedict:

    • Laki – laki : 66,5 + (13,8 x (berat badan dalam kilogram)) + (5 x (tinggi badan dalam sentimeter)) – (6,8 x usia)
    • Perempuan : 65,1 + (9,6 x (berat badan dalam kilogram)) + (1,9 x (tinggi badan dalam sentimeter)) – (4,7 x usia)
    • Hasil perhitungan di atas, dikalikan dengan faktor aktivitas fisik. Jika dalam sehari aktivitas fisik yang dilakukan rendah, dikalikan dengan 1,2. Untuk aktivitas fisik sedang dikalikan 1,3 dan untuk aktivitas fisik berat dikalikan 1,4.

    Setelah mendapatkan kebutuhan kalori perhari, mulailah dengan mengurangi 500 – 1000 kalori untuk mendapatkan target asupan kalori per hari. Namun, asupan per hari tidak boleh kurang dari 1000 kalori.

    • Kurangi porsi makan

    Mengurangi porsi makan bertujuan untuk mencapai target kalori yang telah ditentukan di tahap pertama. Cara ini merupakan cara yang paling diterima dan mudah dilakukan, karena kita masih bisa mengonsumsi makanan dan minuman favorit, hanya saja porsinya dikurangi.

    • Pindahkan waktu makan jadi lebih awal

    Selama melakukan program penurunan berat badan, selain menurunkan asupan kalori, target kita adalah mengurangi “jendela waktu” untuk makan. Usahakan beri jeda waktu minimal 3 jam antara makan terakhir dan tidur malam. Asupan kalori yang kita konsumsi sesaat sebelum tidur akan diubah menjadi lemak, karena selama tidur kita hanya perlu sedikit kalori.

    Baca Juga: 11 Cara Ampuh Cegah Flu

    • Subtitusi jenis makanan

    Membatasi asupan kalori bukan langkah yang mudah. Oleh karena itu, sebaiknya terapkan prinsip subtitusi jenis makanan tinggi kalori dengan rendah kalori, agar kita tetap dapat makan 3 kali sehari disertai snack, namun tidak melebihi target kalori. Sebagai contoh, mengganti hidangan penutup pai stroberi dengan buah stroberi asli yang diberi krim, kita dapat menghemat asupan 300 – 400 kalori. Atau mengganti es krim reguler dengan es krim bebas lemak, agar kita dapat menghemat 60 kalori.

    Subtitusi makanan tinggi kalori dengan rendah kalori

     

    • Buatlah buku harian makanan

    Buku harian makanan berfungsi untuk mencatat setiap makanan dan minuman yang kita konsumsi, beserta jumlah kalorinya. Dengan demikian, kita dapat mengatur dan merencanakan jenis makanan yang kita santap dalam sehari, agar tidak melebih target kalori. Selain itu, saat kita berhasil mencapai target dalam sehari, secara psikologis hal tersebut akan memberikan semangat untuk melakukan hal yang sama keesokan harinya. Untuk mengetahui berapa kandungan kalori dalam setiap makanan, kita dapat dengan mudah mendapatkannya dengan bantuan internet atau aplikasi di handphone/tablet yang menyediakan daftar makanan beserta kandungan kalorinya.

    Baca Juga: 3 Jenis Olahraga dan Kalori yang Dibakar

    Contoh buku harian makanan

    • Tingkatkan aktivitas sehari-hari

    Kita melakukan aktivitas dengan menggunakan energi (kalori). Dengan meningkatkan aktivitas fisik, maka semakin banyak kalori yang terbuang, dengan demikian membantu kita mencapai kondisi defisit kalori untuk menurunkan berat badan. Rekomendasi yang ada menyarankan kita untuk olahraga tiga kali seminggu, masing – masing selama 30 menit. Namun jika jadwal yang padat menyulitkan hal tersebut terlaksana, berjalan selama 10 menit per hari dapat menjadi alternatif yang sangat baik.

    Baca Juga: 5 Manfaat Olahraga Bagi Kaum Milineal

    Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam dan lengkap mengenai cara membakar kalori yang tepat dan memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan untuk mengatasi berat badan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

    Referensi

    1. Guth E. Healthy Weight Loss. The Journal of The American Medical Association. 2014;312(9):974.
    2. McKnight T. Obesity Management in Family Practice. New York: Springer; 2006.
    3. Paoli A. Ketogenic Diet for Obesity: Friend or Foe?. International Journal of Environmental Research and Public Health. 2014;11(2):2092-2107.
    4. Sacks F, Bray G, Carey V, Smith S, Ryan D, Anton S et al. Comparison of Weight-Loss Diets With Different Compositions of Fat, Protein, and Carbohydrates. The New England Journal of Medicine. 2009;360(9):859-873.
    5. The Asia-Pacific perspective: Redefining obesity and its treatment. World Health Organization; 2000.

     

    Read More
Chat Dokter 24 Jam