Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ THT”

  • Rekan Sehat yang penasaran bagaimana obesitas dan diabetes memiliki kaitan kerat benar-benar suatu kemalangan jika tidak dapat mengikuti Trending Health Talk (THT) bersama dr. Irzan, MSc yang diadakan di twitter ProSehat, 22 April kemarin. Beliau  merupakan seorang Medical Life Coach yang juga aktif sbagai praktisi dan trainer di dunia akupunktur. Selain aktif sebagai coach dan […]

    Trending Health Talk (THT) Bersama dr. Irzan – Obesitas & Diabetes

    Rekan Sehat yang penasaran bagaimana obesitas dan diabetes memiliki kaitan kerat benar-benar suatu kemalangan jika tidak dapat mengikuti Trending Health Talk (THT) bersama dr. Irzan, MSc yang diadakan di twitter ProSehat, 22 April kemarin. Beliau  merupakan seorang Medical Life Coach yang juga aktif sbagai praktisi dan trainer di dunia akupunktur. Selain aktif sebagai coach dan dokter klinis akupunktur, dr. Irzan juga menjadi pendiri Fit Skin Clinic, yang merupakan sebuah lembaga riset dalam bidang estetika.

    THT_Obesitas_&_Diabetes-03

    Pada 22 April kemarin ProSehat berkesempatan untuk mengadakan THT yang membahas mengenai Obesitas dan Diabetes. Rekan Sehat tidak sempat mengikuti THT kemarin? Simak yang berikut ini:

    1. Sebenarnya apa itu obesitas? Dan kapan seseorang dikatakan obesitas?

    Jawab: Obesitas adalah kondisi kelebihan berat badan akibat penimbunan lemak tubuh berlebih. Menurut WHO (2000) obese: kondisi abnormal atas akumulasi lemak berlebih pada jaringan lemak. Kita perlu bedakan dengan overweight. Overweight adalah kelebihan berat badan dibanding BB ideal yang didapat akibat penimbunan lemak dan jaringan non lemak, contohnya adalah massa otot. Sementara obesitas sentral adalah penimbunan lemak tubuh yang lokasinya lebih banyak di perut dibanding pinggul, paha, lengan. Kapan dikatakan obesitas? Paling sederhana bisa menggunakan rumus Broca, di mana berat badan ideal: (Tinggi badan – 100) – 10 %. Jika hasilnya > 12% maka berat badannya termasuk ideal. Pendekatan lebih baik, gunakan perhitungan Indeks Massa Tubuh / IMT. Rumusnya berat (kg) dibagi tinggi (m) kuadrat. IMT >25 sudah mulai masuk obesitas. Lingkar perut >90 cm untuk laki-laki dan >80 cm untuk wanita. dh mulai msuk obese.

    2. Bagaimana obesitas atau berat badan seseorang bisa dikaitkan dengan diabetes?

    Jawab: Obesitas adalah salah satu faktor risiko diabetes. Makin besar IMT risiko diabetes naik. Tingginya kadar lemak viseral di perut yang membungkus organ-organ dalam berhubungan dengan resistensi insulin yang ujungnya adalah penyakit diabetes itu sendiri. Orang yang obesitas kadar asam lemak bebasnya naik sehingga memicu gangguan metabolisme gula darah dan terjadi peradangan sel-sel.

    3. Bagaimana dengan orang yang obesitas namun gula darah puasa dan sewaktunya normal? Apakah tetap perlu waspada diabetes?

    Jawab: 20% dari yang obesitas ada yang masih sehat, belum ada gangguan karena belum terjadi gangguan fungsi sel-sel lemak. Pada non-morbid obesity ini, yang terjadi baru perubahan jumlah dan massa sel lemak tapi tidak terjadi adiposopathy. Adiposopathy adalah gangguan fungsi sel-sel lemak yang berujung pada gangguan metabolisme, termasuk resistensi insulin. Apakah perlu waspada? Jelas harus waspada, karena risiko penimbunan jumlah menjadi gangguan fungsi tetap besar. Apalagi selain obesitas, walau masih sehat namun masih mempunyai faktor-faktor risiko diabetes lainnya, jadi harus lebih berhati-hati.

    4. Apa gejala dari seseorang yang obesitas kemudian positif terdiagnosa diabetes?

    Jawab: Yang klasik diwaspadai adalah cepat lapar, cepat haus, banyak buang air kecil, berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas. Keluhan lain bisa saja jadi sering lemas, mudah lelah, sering kesemutan, pandangan kabur, luka yang sulit sembuh, gatal-gatal dan disfungsi ereksi. Selain gejala klasik dan pemeriksaan gula darah puasa >126 mg/dl atau sewaktu >200 mg/dL, kadar HbA1C >6.5%.

    5. Apa yang bisa dilakukan oleh orang dengan obesitas agar tidak terkena diabetes (jika setelah dicek orang ybs belum positif diabetes)?

    Jawab: Menurunkan BB menuju ideal, dengan modifikasi pola makan, aktivitas fisik, manajemen stress. Menurunkan berat badan dengan bertahap dan aman. Penggunaan obat untuk turunkan berat badan menurut WHO hanya diperbolehkan jika IMT >30 atau >27 dengan sindrom metabolik. Pilar utama bukanlah obat atau suntik-suntik lipolisis. Pola makan dan meningkatkan aktivitas fisik adalah yang utama. Pola makan rendah gula, garam, tinggi serat sangat dianjurkan. Pola makan tinggi protein bantu kurangi lapar berlebih. Dan yang penting juga jangan sampai dehidrasi. Minum air putih 2-2.5 Liter sehari sangat membantu metabolisme tubuh. Aktivitas fisik yang rutin seperti jalan kaki, kalau bisa dengan target 10.000 langkah/hari lebih baik. Atau bisa juga dengan rutin olahraga lain. Bagi yang obesitas dan merasa berat karena lutut, disarankan untuk olahraga dengan low-impact seperti berenang. Manage stress penting dalam penurunan BB serta istirahat yang cukup sangat berperan dalam pembakaran lemak optimal.

    6. Apakah diabetes hanya dapat dilihat dari faktor berat badan berlebih/obesitas saja?

    Jawab: Tidak, masih ada faktor risiko lain, seperti ras, riwayat keluarga, dan usia >45 tahun. Faktor risiko lainnya yaitu pernah melahirkan bayi >4 kg, diabetes saat hamil, aktivitas yang kurang, merokok, hipertensi, dislipidemia HDL <35 mg/dL trigliserida >250 mg/dL, diet tinggi gula rendah serat.

    7. Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit diabetes?

    Jawab: Diabetes dapat dicegah dengan gaya hidup yang sehat. Pola makan sehat, sesuai kebutuhan tubuh. Jumlah yang tidak berlebih, pilih karbo sederhana dengan indeks glikemik rendah, bervariasi, tinggi serat. Jangan biasakan berlapar-lapar, namun tetap berhenti sebelum kenyang, serta makan pada waktu yang lebih teratur. Kurangi minuman berkemasan yang tinggi gula. Biasakan banyak bergerak dan beraktivitas fisik. Olahraga rutin jadikan kebiasaan. Merokok tinggalkan. Dan jika memang punya risiko, periksa gula secara teratur dan kontrol penyakit yang mendasari, seperti hipertensi atau gangguan kolesterol.

    Read More
  • Apakah saya dapat terkena penyakit diabetes? Apakah gaya hidup saya dapat menjadi faktor risiko penyakit diabetes? Ada banyak pertanyaan yang selama ini Anda sembunyikan mengenai diabetes pastinya. Ya, diabetes bukan lagi penyakit orang kaya. Faktanya penyakit ini menyerang siapa saja, tidak mengenal usia dan jenis kelamin, apalagi kelas sosial. Lalu apa yang bisa saya lakukan […]

    Trending Health Talk #THT Bersama BlogDokter: Apakah Saya Dapat Menderita Diabetes?

    Apakah saya dapat terkena penyakit diabetes? Apakah gaya hidup saya dapat menjadi faktor risiko penyakit diabetes?

    Ada banyak pertanyaan yang selama ini Anda sembunyikan mengenai diabetes pastinya. Ya, diabetes bukan lagi penyakit orang kaya. Faktanya penyakit ini menyerang siapa saja, tidak mengenal usia dan jenis kelamin, apalagi kelas sosial. Lalu apa yang bisa saya lakukan agar tidak terkena penyakit diabetes?

    Woro2_Ngobat_BlogDokter-02

    Menjalani gaya hidup sehat memang sudah kewajiban. Beruntungnya hari Jumat, 15 April kemarin ProSehat berkesempatan untuk mengadakan Trending Health Talk #THT dengan tema “Apakah Saya Dapat Menderita Diabetes?”. Merupakan suatu kesempatan yang baik bagi kami karena dapat mengadakan #THT bersama dr. I Made Cock Wirawan dari @blogdokter yang saat ini sudah memiliki 1 Juta followers di dunia maya. Selain aktif di Twitter, dokter kelulusan FK UNUD, Bali ini juga memiliki blog yang dikhususkan untuk edukasi kesehatan di www.blogdokter.net. Nah, berikut ini sesi #THT kami dengan dr. Made dalam usaha #LawanDiabetes kemarin. Yuk, simak!

    1. Untuk memulai Trending Health Talk #THT kali ini, bisa dijelaskan dulu dok, apa itu penyakit Diabetes?

    Jawaban: Diabetes adalah penyakit yang diakibatkan oleh gangguan pada hormon insulin. Insulin sendiri adalah hormon yang mengatur glukosa/gula dari makanan agar bisa dimanfaatkan dengan baik oleh tubuh. Bila insulin bermasalah maka proses pemanfaatan glukosa oleh tubuh pun bermasalah sehingga timbul gejala diabetes.

    2. Kami dengar ada 2 jenis Diabetes ya dok? Apa bedanya dan apakah keduanya bisa dicegah?

    Jawaban: Betul, secara umum ada 2 jenis diabetes, yakni diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 terjadi akibat gangguan pada pankreas sehingga produksi insulin terganggu (tidak berproduksi/produksinya kurang). Sedangkan diabetes tipe 2 terjadi saat produksi insulin normal tapi sel tubuh tidak merespon dengan baik kerja insulin. Di antara kedua jenis diabetes ini, maka diabetes tipe 2 yang paling bisa dicegah.

    3. Lalu,untuk diabetes yang bisa dicegah, bagaimana cara mencegahnya?

    Jawaban: Cara mencegah diabetes yang paling simpel adalah menjaga pola makan dan pola hidup agar selalu sehat. Usahakan berat badan selalu dalam kondisi sehat, mengurangi konsumsi makanan yang kadar gulanya tinggi. Jadi prinsip utama pencegahan diabetes adalah jaga pola makan dan pola hidup tetap sehat.

    4. Untuk mengetahui apakah kita mengidap penyakit diabetes, cek kesehatan apa yang perlu dilakukan?

    Jawaban: Seseorang yang menderita diabetes tidak akan tahu dirinya menderita sampai dilakukan pengecekan kadar gula darah. Mengapa perlu dilakukan pengecekan kadar gula darah? Karena pada fase awal, diabetes tidak bergejala. Pengecekan gula darah secara teratur dapat mendeteksi secara dini adanya diabetes untuk cegah komplikasi.

    5. Seberapa sering kita harus cek gula darah? Dan berapa kadar gula darah yang normal?

    Jawaban: Cek gula darah bisa dilakukan kapan saja tapi yang paling bagus adalah cek gula darah saat puasa. Kadar gula darah normal adalah antara 70 sampai 100 mg/dL pada pemeriksaan kadar gula darah puasa. Disebut diabetes bila saat pemeriksaan kadar gula puasa didapatkan hasil di atas 126 mg/dL. pemeriksaan kadar gula darah puasa dilakukan setelah pasien tidak makan 8 jam sebelum pemeriksaan.

    6. Lalu, kalau HbA1c, itu apa ya dok?

    Jawaban: HbA1c atau glycated hemoglobin test adalah salah satu metode untuk diagnosa diabetes. HbA1c juga penting untuk memantau seberapa berhasil pengobatan diabetes yang telah dilakukan. Disebut diabetes bila pada pemeriksaan HbA1c diperoleh hasil lebih besar atau sama dengan 6,5%.

    7. Kalau gejala yang harus diwaspadai karena kemungkinan dari merupakan tanda penyakit diabetes, apa saja ya dok?

    Jawaban: Meskipun pada fase awal diabetes tidak menimbulkan gejala tapi ada beberapa gejala khas diabetes yang bisa diwaspadai. Gejala khas diabetes: kerap kehausan tapi sering kencing dan mulut kering dan kerap lapar dan makan tapi badan justru mengurus dan lemas. Gejala lain akan muncul bila telah terjadi komplikasi seperti mata kabur bila telah terjadi komplikasi pada mata. Bisa juga ada gejala pada saraf, kulit, dan lain-lain, menurut komplikasi yang telah terjadi.

    8. Lalu, siapa saja sih yang mempunyai risiko untuk terkena penyakit diabetes?

    Jawaban: Ada beberapa faktor risiko diabetes, baik diabetes tipe 1 maupun tipe 2. Faktor risiko diabetes tipe 1: riwayat keluarga, penyakit pankreas serta penyakit lain yang merusak pankreas. Faktor risiko diabetes tipe 2: kegemukan, hipertensi, kebanyakan duduk, usia, rendahnya kadar HDL kolesterol, dan lain-lain. Di antara faktor risko diabetes tipe 2 yang paling utama adalah kegemukan terutama timbunan lemak pada perut/buncit.

    9. Bagaimana cara pencegahan diabetes dari sisi makanan dan olahraga?

    Jawaban: Menjaga pola makan dan tetap berolahraga menjadi sangat penting dalam mencegah diabetes. Pilihlah makanan yang sehat, tinggi serat, rendah lemak, rendah garam dan rendah gula. Makanan yang mutlak dikurangi adalah makanan yang kadar gulanya tinggi dan yang memiliki indeks glikemik tinggi. Olahraga juga penting untuk menjaga berat badan tetap sehat sehingga diabetes menjauh. Lakukan olahraga aerobik secara rutin minimal 150 menit per minggu untuk jaga berat badan.

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja