Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ tbc”

  • TB atau Tuberculosis merupakan penyakit yang tak asing lagi bagi kita karena telah menjadi masalah yang cukup besar bagi kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis ini merupakan penyakit yang cukup sering terjadi pada anak-anak. Para orangtua pasti sangat khawatir akan bahaya penyakit TB. Namun hendaknya, sebelum […]

    Bahaya TB pada Anak yang Perlu Kamu Ketahui

    TB atau Tuberculosis merupakan penyakit yang tak asing lagi bagi kita karena telah menjadi masalah yang cukup besar bagi kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis ini merupakan penyakit yang cukup sering terjadi pada anak-anak. Para orangtua pasti sangat khawatir akan bahaya penyakit TB. Namun hendaknya, sebelum membahas bahaya TB lebih lanjut, perlu diketahui beberapa hal penting mengenai penyakit ini.

    Bagaimana Penularan TB dan Faktor Resikonya?

    Anak biasanya tertular penyakit TB dari orang dewasa atau anak-anak yang mempunyai penyakit TB yang berkontak erat dengannya. TB menular melalui udara, yaitu apabila droplets atau dahak penderita ketika batuk atau bersin terhirup masuk ke saluran pernafasan anak.1 Namun, penularan TB ini tidak berlangsung dengan cepat. Anak dapat tertular TB apabila sistem kekebalan tubuhnya sedang menurun dan tinggal satu rumah dengan penderita TB selama 3 bulan atau lebih. Selain itu, anak yang lebih rentan adalah anak yang berusia kurang dari 5 tahun, menderita gizi buruk atau malnutrisi berat, maupun mengidap infeksi HIV.2 Diagnosa TB anak  ditegakkan bila penyakit TB terjadi pada anak usia 0-14 tahun.3

    Bagaimana Gejala TB?

    Gejala TB pada anak berbeda menurut umur. Anak-anak yang lebih kecil, di bawah 2 tahun, umumnya gejala muncul lebih cepat dan lebih berat dibanding anak yang lebih besar.4 Gejala pada anak pun berbeda jika dibandingkan dengan orang dewasa. Jika orang dewasa umumnya gejala yang utama adalah batuk lama atau batuk darah, pada anak-anak biasanya muncul demam dalam waktu lama yang tak kunjung sembuh. Berat badan anak juga sulit mengalami kenaikan, bahkan cenderung mengalami penurunan berat badan. Gejala lain yang tidak khas pada anak yang lebih besar adalah; lemah, letih, lesu, kurang aktif dalam bermain, keringat malam, kurang nafsu makan, diare yang berlangsung lama dan tak kunjung sembuh tanpa sebab yang jelas.5

    Bagaimana Diagnosis TB?

    Pada umumnya, penyakit TB didiagnosis apabila terdapat kuman pada sediaan tubuh seperti pada dahak, cairan otak (cairan serebrospinal), cairan pada lapisan paru (pleura), lambung, maupun biopsi jaringan.1 Namun, prosedur yang sulit dilakukan pada anak-anak dan jumlah  dahak yang kurang menyebabkan sulit untuk menemukan kuman penyebab TB. Oleh karena itu, di Indonesia umumnya digunakan sistem skoring TB untuk menegakkan diagnosis penyakit TB dengan informasi berupa; ada atau tidak kontak erat dengan penderita, uji Tuberkulin (Mantoux), gejala klinis, dan pemeriksaan rontgen paru.3

    Apa Bahaya TB pada Anak?

    Seperti yang kita bahas sebelumnya Sobat, kuman TB dapat menular melalui udara dan paling banyak menyerang paru-paru. Namun, kuman ini juga dapat menyebar ke berbagai bagian tubuh lainnya seperti usus, kulit, kelenjar getah bening, tulang, bahkan ke selaput otak.4 Sehingga, gejala lain yang muncul juga khas dari organ tubuh yang diserang, seperti kelainan pada kulit yang khas, pembesaran kelenjar getah bening, penonjolan tulang belakang, gangguan pada sistem saraf, dan  gejala khas lainnya. TB harus diobati dengan tuntas karena penyakit dapat berlanjut hingga menyebabkan kematian. Orangtua harus mengawasi pemberian obat TB pada anak hingga benar-benar sembuh.

    Adapun komplikasi yang dapat terjadi antara lain:

    • TB miller

    TB milier adalah jenis dari TB yang berupa luka yang kecil (1-5mm) dan ditandai dengan penyebaran yang luas pada tubuh. Penamaannya ini dikarenakan ditemukan bercak kecil yang   menyebar di seluruh paru yang menyerupai biji millet, yang tampak pada gambaran rontgen. TB milier ini dapat menyerang berbagai organ tubuh diantaranya paru-paru, hati, dan limpa. Anak dengan TB milier mempunyai kemungkinan 20-40% terjadinya meningitis TB. Hal ini karena bakteri menyebar ke otak dan selaput otak (ruang subarachnoid).

    • Meningitis TB

    Meningitis atau peradangan pada selaput otak rentan terjadi pada bayi, anak-anak, dan dewasa muda. Meningitis TB merupakan peradangan selaput otak yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis. Penyakit ini merupakan kompikasi yang sering muncul pada TB paru yang tidak diobati dengan baik. Infeksi awalnya muncul di paru-paru, lalu menyebar melalui darah dan jaringan limfa ke bagian tubuh lainnya.6 Meningitis TB seringkali menyerang bayi dan anak kecil yang kekebalan alaminya masih rendah. Pengetahuan yang benar terutama kepada orangtua mengenai Meningitis TB dapat mengurangi angka kematian akibat  penyakit ini.

    • Efusi Pleura

    Efusi pleura merupakan penimbunan cairan di lapisan paru, (rongga pleura) yang biasanya terjadi karena penyakit lain, baik infeksi maupun bukan infeksi. Pada anak-anak, efusi pleura umumnya disebabkan karena infeksi, salah satunya adalah infeksi TB paru. Masalah yang paling sering dikeluhkan adalah sesak napas pada anak terutama bila terdapat cairan  yang banyak pada lapisan di paru tersebut.

    • Pneumotoraks

    Pneumotoraks merupakan terkumpulnya udara dalam lapisan paru (rongga pleura) yang terjadi akibat trauma pada dinding dada atau robekan pada jaringan paru. Pneumotoraks dapat terjadi sebagai bentuk komplikasi dari penyakit infeksi paru.

    • Bronkiektasis

    Bronkiektasis adalah kondisi dimana saluran bronkus dalam paru-paru mengalami  kerusakan, penebalan, dan pelebaran yang tidak hilang dengan sendirinya. Kerusakan ini memicu penyumbatan saluran udara dan infeksi berulang karena bakteri dan cairan lebih mudah terkumpul di dalam bronkus. Infeksi paru yang mengalami komplikasi yang tidak diobati dapat menyebabkan bronkiektasis, salah satunya yang disebabkan oleh kuman TB.

    • Atelektasis

    Atelektasis merupakan kondisi dimana satu bagian atau satu segmen paru tidak berfungsi dengan normal. Pada atelektasis, kantong-kantong udara (alveoli) paru mengempis, tidak bisa mengembang sehingga mengganggu pernapasan. Infeksi kronis dapat melukai dan mempersempit saluran pernapasan. Salah satunya penyebab infeksinya adalah TB. Anak-anak di bawah 3 tahun lebih rentan mengalami kelainan ini.

    Bagaimana Cara Pencegahan Penyakit TB?

    Bahaya yang disebabkan oleh penyakit TB pada anak ini cukup serius, sehingga hendaknya orangtua juga memperhatikan hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah berkembangnya penyakit ini dari infeksi TB ke penyakit TB yang menimbulkan komplikasi yang lebih berat.

    Adapun hal yang dapat dilakukan adalah:

    • Edukasi yang tepat untuk menumbuhkan kesadaran orangtua akan pentingnya deteksi dini dan terapinya agar dapat menghentikan penularan. Orangtua harus membantu mencari sumber penularan serta mengetahui jika masih ada kemungkinan transmisi kuman dan ada anak lain yang serumah yang mungkin juga tertular.2 Konsultasi dan komunikasi yang baik dengan dokter dapat membantu menemukan faktor penyebab munculnya penyakit dan bagaimana perjalanan penyakit tersebut agar dapat segera diterapi sebelum terjadi komplikasi yang membahayakan.
    • Vaksinasi BCG yang berasal dari kuman Mycobacterium Bovis yang dilemahkan. Tujuan pemberian vaksin ini adalah untuk mencegah terjadinya TB berat. Vaksin ini diberikan pada bayi usia 1-3 bulan, apabila bayi berusia lebih dari 3 bulan, pemberian vaksin harus didahului dengan uji Tuberkulin.
    • Untuk anak yang kontak erat dengan penderita TB diberikan terapi pencegahan dengan Isoniazid selama 6-12 bulan.

    Referensi :

    1. Pediatric Tuberculosis: Overview of Tuberculosis, TB Risk Factors, Mechanism of TB Infection. 2015 Aug 4. Available from: emedicine.medscape.com
    2. Rusliana A, Retno H, Martini, Ari U. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian TB Paru pada Anak [Internet]. Available from: ejournal3.undip.ac.id
    3. TB Anak: TB Indonesia [Internet]. Available from: tbindonesia.or.id
    4. Tuberkulosis [Internet]. IDAI – Ikatan Dokter Anak Indonesia. Available from: idai.or.id
    5. Salah Kaprah Vlek pada Anak [Internet]. IDAI – Ikata Dokter Anak Indonesia. Available from: idai.or.id
    6. Behrman, Kliegman, Arvin, editor Prof. Dr. dr. A. Samik Wahab, Sp.A (K) et al: Nelson, Ilmu Kesehatan Anak, edisi 15, buku 2, EGC 2008, hal 1028-1042.
    Read More
  • Tuberkulosis (TBC) pada anak disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis yang sering menyerang paru-paru, tetapi dapat menyerang organ lain seperti tulang, mata, ginjal, selaput otak, kelenjar getah bening, jantung, hati, kulit, dan usus. Indonesia merupakan negara dengan peringkat kelima prevalensi TBC paru terbanyak. Setiap tahun didapatkan 250.000 kasus baru dan 100.000 kematian karena TBC. Di negara […]

    TUBERKULOSIS (TBC) PADA ANAK

    Tuberkulosis (TBC) pada anak disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis yang sering menyerang paru-paru, tetapi dapat menyerang organ lain seperti tulang, mata, ginjal, selaput otak, kelenjar getah bening, jantung, hati, kulit, dan usus. Indonesia merupakan negara dengan peringkat kelima prevalensi TBC paru terbanyak. Setiap tahun didapatkan 250.000 kasus baru dan 100.000 kematian karena TBC. Di negara berkembang, TBC pada anak <15 tahun adalah 15% dari seluruh kasus TBC, sedangkan di negara maju 5%-7%.1,2

    Tuberkulosis paru menular melalui percikan dahak orang dewasa sewaktu bersin, berbicara, atau bernyanyi, lalu terhirup dan masuk ke dalam paru-paru anak. Faktor risiko terjadinya TBC paru pada anak antara lain riwayat kontak dengan penderita TBC paru dewasa, daerah endemis, kemiskinan, lingkungan tidak sehat, dan tempat penampungan umum yang terdapat orang dewasa dengan TBC aktif.

    Gejala TBC pada anak terkadang sulit didiagnosis menyebabkan penanganan TBC dengan anak terabaikan. Gejala TBC pada anak antara lain adalah:

    1. Demam lama > 2 minggu atau demam berulang (umumnya demam tidak terlalu tinggi)
    2. Batuk yang menetap atau memburuk > 3 minggu
    3. Nafsu makan turun, berat badan turun atau tidak naik dalam 2 bulan berturut-turut
    4. Teraba benjolan di leher (umumnya lebih dari satu)
    5. Anak tampak lesu dan tidak kelihatan seaktif biasanya
    6. Kontak erat dengan penderita TBC paru aktif1

    Apabila anak anda diduga menderita TBC paru, maka segera lakukan pemeriksaan penunjang yaitu tes mantoux. Tes ini dilakukan dengan menyuntikkan cairan tuberkulin di bawah kulit dan hasilnya dapat dilihat dalam 48-72 jam dengan timbulnya benjolan kurang lebih 10 mm, berati tes positif, anak pernah terpapar dengan kuman tersebut. Selanjutnya, pemeriksaan rontgen dada dilakukan untuk melihat adanya gambaran infeksi paru.3

    Pencegahan dari penyakit ini adalah dengan diberikannya vaksinasi BCG. Vaksin ini diberikan sekali pada saat bayi baru lahir. Pemberian vaksin ini dilakukan secara intrakutan di otot lengan atas. Vaksin BCG merupakan vaksin yang berisi bakteri yang dilemahkan, sehingga tidak boleh diberikan pada wanita hamil dan orang dengan penurunan sistem imun. Selain itu, skrining terhadap orang-orang di sekitar anak yang kemungkinan mengidap TBC juga sebaiknya dilakukan agar anak dapat terhindar dari penularannya.

    Nah, bila ingin mendapatkan vaksin dengan nyaman, ada cara praktis. Coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

    Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    Referensi:

    1. Indawati W. Amankan buah hati anda dari tuberkulosis.2013. [internet]. Retrieved from: .idai.or.id
    2. Kartasasmita CB. Epidemiologi Tuberkulosis.Sari Pediatri 2009;11(2):124-9.
    3. Esposito S, Tagliabue C, Bosis S. Tuberculosis in children. Mediterranean Journal of Hematology and Infectious Diseases. 2013;5.
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja