Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ tanaman obat”

  • Indonesia kaya akan berbagai jenis tanaman obat atau herbal, salah satunya adalah daun kelor yang cukup populer dalam kehidupan sehari-hari sebab telah digunakan sebagai pengobatan tradisional selama ribuan tahun. Tanaman yang berasal dari India dan memiliki nama latin Moringa oleifera, diketahui mengandung asam amino, vitamin, mineral, dan bersifat sebagai antioksidan. Bubuknya sering disebut sebagai sumber […]

    Manfaat, Efek Samping, dan Cara Mengolah Daun Kelor

    Indonesia kaya akan berbagai jenis tanaman obat atau herbal, salah satunya adalah daun kelor yang cukup populer dalam kehidupan sehari-hari sebab telah digunakan sebagai pengobatan tradisional selama ribuan tahun.

    Tanaman yang berasal dari India dan memiliki nama latin Moringa oleifera, diketahui mengandung asam amino, vitamin, mineral, dan bersifat sebagai antioksidan. Bubuknya sering disebut sebagai sumber protein karena mengandung 9 asam amino esensial.

    manfaat dan efek samping daun kelor

    Baca Juga: Simplisia Nabati: Pengertian, Jenis, dan Pengolahan, Tumbuhan, dan Lain-lain

    Manfaat Daun Kelor

    Daun kelor memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan, yaitu :

    Melawan Diabetes

    Daun kelor dipercaya dapat memberi perlindungan alami dan kontrol gula darah, karena mengandung asam klorogenat dan senyawa isothiocyanate.

    Produk Terkait: Obat Diabetes

    Mendukung Kesehatan Otak

    Daun kelor diketahui mengandung  vitamin E dan vitamin C yang mampu melawan oksidasi, secara tidak langsung dapat meningkatkan fungsi otak. Daun kelor juga dapat mempengaruhi zat kimia dalam otak yang berkaitan dengan daya ingat, suasana hati, fungsi organ, respons terhadap rangsangan seperti stres dan rasa bahagia serta kesehatan mental.

    Melindungi Hati

    Daun kelor diketahui dapat melindungi hati berkat kandungan polifenol dan melindungi dari pengerasan hati (fibrosis).

    Mencegah Peradangan

    Apabila Sahabat mengalami kendala untuk mengatasi peradangan dengan obat-obatan non tradisional, daun kelor dapat menjadi salah satu solusinya. Daun kelor mempunyai kandungan campuran asam amino esensial, fitonutrien karotenoid, dan antioksidan yang dapat menurunkan peradangan.

    Membantu Melancarkan Pencernaan

    Bagi Sahabat Sehat yang sedang mengalami masalah pencernaan seperti gangguan lambung, sembelit, radang saluran cerna, daun kelor dipercaya dapat membantu menghambat pertumbuhan berbagai virus. Kandungan vitamin B, di dalam daun kelor juga dapat membantu memelihara kesehatan pencernaan.

    Memperkuat Tulang

    Daun kelor diketahui mengandung kalsium dan fosfor yang membantu menjaga kesehatan tulang, membantu mengatasi radang sendi.

    Baca Juga: 10 Hal yang Perlu Dilakukan untuk Cegah Osteoporosis

    Meningkatkan Kesehatan Mata

    Manfaat terakhir daun kelor, mampu meningkatkan kesehatan mata karena tingkat antioksidannya yang tinggi.

    Efek Samping

    Selain memberikan manfaat, berikut beberapa efek samping yang dapat dialami setelah konsumsi daun kelor:

    Reaksi Alergi

    Reaksi alergi dapat dialami Sahabat Sehat, bila memiliki riwayat alergi daun kelor. Seringkali hal ini dialami bila menggunakan daun kelor sebagai masker alami untuk kecantikan wajah.

    Diare

    Daun kelor diketahui memiliki efek sebagai pencahar, sehingga dapat menyebabkan dan bahkan memperburuk diare. Daun kelor sebaiknya dikonsumsi apabila Sahabat mengalami kesulitan buang air besar.

    Menurunkan Tekanan Darah

    Daun kelor tidak disarankan dikonsumsi pasien yang memiliki riwayat tekanan darah rendah, karena dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi yang dialami. Sehingga daun kelor sebaiknya dikonsumsi bagi penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Memperlambat Detak Jantung

    Efek samping daun kelor selanjutnya adalah dapat memperlambat detak jantung karena kandungan alkaloid dalam daun kelor. Tidak disarankan konsumsi daun kelor berlebihan bagi pasien yang memiliki riwayat gangguan jantung.

    Membahayakan Kandungan

    Efek samping ini sebenarnya berasal dari bagian tanaman kelor lainnya seperti bunga, kulit pohon, beserta akar tanaman yang kemungkinan tercampur saat proses pengolahan. Bagian tersebut dipercaya memiliki kandungan zat yang berpotensi menyebabkan keguguran, sehingga tidak disarankan bagi ibu hamil.

    Baca Juga: 10 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Ibu Hamil

    Hipoglikemia

    Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula darah terlalu rendah. Kondisi ini dapat dialami setelah konsumsi daun kelor, ditandai dengan irama jantung tidak teratur, kelelahan, pucat, gelisah, berkeringat, kelaparan, mudah marah, serta kesemutan di sekitar mulut. Hal ini disebabkan karena daun kelor memiliki efek menurunkan kadar gula darah.

    Sahabat sebaiknya bijak saat mengkonsumsi daun kelor, terutama bagi pasien dengan riwayat penyakit kencing manis (diabetes melitus).

    Merusak Hati dan Ginjal

    Hati dan ginjal merupakan organ-organ tubuh sangat penting. Untuk menghindari kerusakan hati dan ginjal, sebaiknya hindari konsumsi daun kelor dalam jangka panjang dan rutin melakukan pemeriksaan medical check-up (MCU).

    Bagaimana Cara Mengolah Daun Kelor?

    Daun kelor dapat diolah dengan cara dimasak, diekstrak, atau dikonsumsi secara langsung misalnya diolah menjadi sayur bening, tumis, teh, dan jus.

    Daun kelor juga bisa diolah menjadi cokelat, kue, mi instan, dan bahkan kapsul suplemen sehingga praktis dikonsumsi untuk menjaga daya tahan tubuh terutama di masa pandemi.

    Baca Juga: Penggunaan Obat Tradisional untuk Daya Tahan Tubuh

    Itulah mengenai manfaat, efek samping, dan cara mengolah daun kelor yang perlu Sahabat ketahui. Apabila Sahabat ingin memperoleh manfaat daun kelor, dengan cara yang praktis, Sahabat bisa membeli produk herbal jadi dalam bentuk kapsul dan suplemen di Prosehat.

    Produk Terkait: Jual Borobudur Kelorin 60 Kapsul

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan dan Penyembuhan [Internet]. CNN Indonesia. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190826163137-255-424772/manfaat-daun-kelor-untuk-kesehatan-dan-penyembuhan
    2. Ardyanto F. 8 Efek Samping Daun Kelor Bagi Tubuh, Perhatikan Konsumsinya [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/4367838/8-efek-samping-daun-kelor-bagi-tubuh-perhatikan-konsumsinya
    3. Sendari A. 6 Cara Mengolah Daun Kelor untuk Dapatkan Khasiatnya [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/4318063/6-cara-mengolah-daun-kelor-untuk-dapatkan-khasiatnya
    4. Afrilian D. Manfaat Daun Kelor Sebagai Superfood Kaya Khasiat Sehat [Internet]. detikfood. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://food.detik.com/info-sehat/d-5489778/manfaat-daun-kelor-sebagai-superfood-kaya-khasiat-sehat

     

     

    Read More
  • Penggunaan tanaman obat sebagai salah satu cara membantu tubuh melawan infeksi Covid-19 mulai banyak diperhatikan. Salah satu tanaman obat ini adalah sambiloto atau Andrographis paniculata. Demikian yang diungkap melalui sebuah jurnal ilmiah berjudul Potensi Zat Aktif Andrographis Paniculata dan Psiidi Folium Sebagai Regimen Terapi Infeksi SARS CoV-2, dan ditulis oleh Tauhid Nur Azhar dan Januar Dwi Hari […]

    Sambiloto Sebagai Terapi Mengurangi Infeksi Covid-19

    Penggunaan tanaman obat sebagai salah satu cara membantu tubuh melawan infeksi Covid-19 mulai banyak diperhatikan. Salah satu tanaman obat ini adalah sambiloto atau Andrographis paniculata. Demikian yang diungkap melalui sebuah jurnal ilmiah berjudul Potensi Zat Aktif Andrographis Paniculata dan Psiidi Folium Sebagai Regimen Terapi Infeksi SARS CoV-2, dan ditulis oleh Tauhid Nur Azhar dan Januar Dwi Hari Sandy.

    terapi mengurangi infeksi covid-19

    Baca Juga: Tanaman Obat Tradisional Alternatif Pencegah Corona

    Sejauh ini, banyak orang mengetahui bahwa sambiloto adalah tanaman herbal yang mempunyai khasiat untuk membantu mengurangi gejala diare dan mencegah flu. Tanaman yang rasanya pahit ini juga akrab bagi penderita asam urat dan rematik. Potensi sambiloto untuk membantu tubuh melawan Covid-19 salah satu jalan pemanfaatan obat herbal di saat para ahli terus berupaya memproduksi obat-obatan dan vaksin untuk pencegahan. Covid-19 termasuk virus yang belum ada obatnya, sama seperti virus-virus yang sudah ada, yaitu flu, ebola, SARS, HIV, dan HPV.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu

    Dalam jurnal ini, diungkap bahwa efek sambiloto dalam membantu tubuh melawan infeksi Covid-19 adalah melalui kandungan senyawa aktif yang dimiliki oleh tanaman tersebut. Senyawa aktif yang dimaksud adalah Andrografolida berupa diterpenoid labdane. Disebut bahwa senyawa ini berpotensi memiliki bermacam kegunaan teurapetik termasuk untuk aktivitas antiinflamasi (mencegah peradangan) dan antiplatelet atau antitrombosit (mencegah kekentalan darah) beserta antineoplastik (mencegah keganasan).

    Produk Terkait: Jual Borobudur Sambiloto Kapsul

    Pada jurnal ini, penulis juga memberikan data-data beberapa tanaman obat yang ada, yaitu kedelai, pare, anggur hitam, jamur polypore, dan jarak pagar. Kelima tanaman ini diketahui juga mempunyai ekstrak-ekstrak yang dapat membantu melawan virus, seperti pare untuk influenza A. Kelima tanaman ini juga sudah diuji efektivitasnya melalui pengujian in-vitro dan in vivo.

    Cara Mendapatkan Senyawa Aktif dari Sambiloto

    Untuk mendapatkan senyawa aktif dari sambiloto berupa Andrographolide adalah dengan mengekstrak tanaman tersebut. Senyawa yang dihasilkan oleh sambiloto ini dapat diisolasi dan diproduksi dengan mudah. Berdasarkan penelitian, senyawa aktif ini berhasil merapat ke daerah utama inhibitor, zat kimia yang dapat menghambat atau memperlambat suatu reaksi kimia, protease Covid-19. Protease adalah enzim yang membentuk selubung protein untuk membentuk virus-virus baru. Skor ikatannya dengan penghambat protease ini adalah -3.094357 Kcal/mol, yang berarti menunjukkan ikatan yang besar jika dibandingkan dengan komponen sintetis.

    Baca Juga: Kenali Avigan dan Klorokuin, Obat yang Disiapkan Jokowi untuk Covid-19

    Penggunaan sambiloto untuk membantu tubuh melawan infeksi Covid-19 juga merunut pada khasiatnya yang tertuang dalam banyak teks kuno karena berpotensi memiliki sifat antiinflamasi, antikanker, antiobesitas, dan antidiabetes. Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa senyawa aktif sambiloto ini juga berpotensi menjadi antivirus bagi chikungunya dan herpes. Selain itu, sambiloto ternyata mempunyai kelebihan jika dibandingkan dengan tanaman-tanaman obat lainnya, yaitu:

    • Tidak menghambat metabolisme hati
    • Tidak menghentikan metabolisme teraupetik obat antimaag, antimalaria, dan antikejang
    • Tidak menghentikan metabolisme obat antihipersensitif
    • Tidak menghentikan oksidasi antisteroid

    Sehingga, dapat disimpulkan bahwa sambiloto ini memiliki potensi untuk menjadi tanaman obat yang aman untuk membantu tubuh melawan infeksi Covid-19.

    Produk Terkait: Jual Jamu Herbal

    Penggunaan Tanaman Obat untuk Membantu Melawan Covid-19

    Semenjak Covid-19 melanda secara global, tanaman obat sudah mulai dilirik sebagai salah satu cara untuk membantu tubuh melawan virus tersebut. Obat-obat yang ada seperti klorokuin fosfat dan hidroklorokuin tidak disetujui oleh FDA untuk mengobati Covid-19 karena belum terbukti efektif dan memberikan efek samping yang berat untuk pasien dengan penyakit jantung, hipertensi, atau diabetes. Tanaman obat diketahui mempunyai senyawa yang dapat mereduksi Covid-19. Beberapa tanaman diketahui mempunyai senyawa berupa emodin dan luteolin, yaitu lidah, buaya, kelembak, jati cina, seledri, brokoli, cabe hijau, dan jeruk purut. Akan tetapi, banyak penelitian mengenai tanaman obat masih belum terbukti secara ilmiah, sehingga penggunaannya pun harus hati-hati dan sebaiknya dikonsultasikan dahulu kepada dokter.

    Baca Juga: 11 Brand Minuman Kesehatan Asli Indonesia yang Berkualitas

    Nah, itulah Sahabat Sehat mengenai potensi penggunaan sambiloto untuk membantu tubuh melawan infeksi Covid-19. Apabila Sahabat menginginkan informasi mengenai sambiloto dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Nur Azhar, T., & Dwi Hari Sandy, J. (2020). Potensi Zat Aktif Andrographis Paniculata dan Psiidi Folium Sebagai Regimen Terapi Infeksi Sars CoV-2. Retrieved 25 January 2021
    2. Mediatama, G. (2021). Terkenal pahit, ini manfaat sambiloto sebagai obat herbal. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. Retrieved 25 January 2021, from https://kesehatan.kontan.co.id/news/terkenal-pahit-ini-manfaat-sambiloto-sebagai-obat-herbal
    Read More
  • Setelah menjadi perdebatan panjang untuk sekian lama, PBB melalui Komisi Narkotika-nya (CND) akhirnya mencabut ganja dan turunannya dari Daftar IV Konvensi Tunggal Narkotika Tahun 1961. Dengan demikian, oleh badan multinasional tersebut ganja secara resmi keluar dari daftar narkoba berbahaya dan adiktif. Keputusan ini dilakukan seusai CND mempertimbangkan rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia milik PBB, WHO. […]

    PBB Cabut Ganja dari Daftar Tanaman Obat Berbahaya, Ini Manfaat dan Dampaknya

    Setelah menjadi perdebatan panjang untuk sekian lama, PBB melalui Komisi Narkotika-nya (CND) akhirnya mencabut ganja dan turunannya dari Daftar IV Konvensi Tunggal Narkotika Tahun 1961. Dengan demikian, oleh badan multinasional tersebut ganja secara resmi keluar dari daftar narkoba berbahaya dan adiktif. Keputusan ini dilakukan seusai CND mempertimbangkan rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia milik PBB, WHO.

    PBB cabut ganja

    Baca Juga: Tanaman Obat Tradisional Alternatif Pencegah Corona

    Dalam penetapan keputusan itu sebanyak 53 negara anggota CND melakukan pemungutan suara untuk tanaman obat yang dikontrol ketat selama 59 tahun terakhir. Penggunaan ganja sendiri karena masuk dalam daftar tersebut dilarang untuk kepentingan medis. Dari hasil pemungutan suara yang dilakukan pada Rabu, 2 Desember 2020 itu, 27 negara menyetujui pencabutan tersebut sedangkan 25 negara lainnya memilih abstain. Pencabutan ganja dari daftar obat berbahaya ini membuka peluang untuk mempelajari potensi ganja sebagai obat medis dan terapi namun tetap melarang penggunaannya untuk tujuan rekreasi.

    Keputusan PBB ini selanjutnya juga dapat mendorong penelitian lebih lanjut mengenai khasiat ganja sebagai tanaman obat dan negara-negara dapat melegalkannya untuk keperluan pengobatan medis serta mempertimbangkan kembali undang-undang mengenai penggunaan dengan tujuan rekreasi. Meski mayoritas pemungutan suara mendukung pencabutan para ahli berpendapat bahwa hal tersebut tidak akan berdampak langsung pada pelonggaran kontrol internasional dalam penggunaan ganja lebih lanjut. Sebab, pemerintah setiap negara masih memiliki yuridiksi tentang pengklasifikasian ganja.

    Produk Terkait: Jual Produk Herbal

    Pencabutan yang dilakukan oleh PBB ini dianggap oleh banyak negara sebagai kemenangan simbolis bagi para pendukung perubahan kebijakan narkoba yang mengatakan bahwa hukum internasional mengenai ganja sebagai tanaman narkotika sudah tidak ketinggalan zaman. PBB sendiri sebenarnya sudah berupaya memasukkan ganja sebagai tanaman obat atau medis, dan pada Januari 2019 sudah mengeluarkan enam rekomendasi yang berkaitan dengan pendaftaran ganja dalam pengendalian obat PBB.

    Salah satu poin tersebut menyatakan bahwa senyawa cannabidiol yang berasal dari salah produk turunan ganja merupakan senyawa yang tidak memabukkan. Karena itu, tidak tunduk pada hukum internasional. Cannabidiol atau CBD dianggap telah banyak  berperan penting dalam terapi kesehatan selama beberapa tahun terakhir serta mendorong indutsri senilai milyaran dolar. Pemungutan yang dilakukan PBB ini sendiri baru dapat terwujud sekarang sebab masih banyak negara yang membutuhkan waktu untuk memelajari pencabutan ganja sebagai tanaman obat yang berbahaya.

    Dari beberapa negara yang mendukung seperti Ekuador mendesak supaya rekomendasi WHO ini segera diwujudkan dalam bentuk produksi, penjualan, dan penggunaan yang harus mempunyai peraturan yang menjamin praktek yang baik, berkualitas, inovatif, dan mendukung perkembangan penelitian. Negara lain yang mendukung adalah Amerika Serikat namun dengan catatan peredaran dan penggunaan ganja tetap harus di bawah pengawasan obat internasional karena ganja masih terus menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan di masyarakat.

    Karena itu, AS meminta ganja tetap dimasukkan ke Daftar Konvensi Tunggal Narkotika. Adapun negara-negara yang menolak seperti Cile dan Jepang berpendapat bahwa ganja dapat meningkatkan depresi, defisit kognitif, kecemasan, dan gejala psikotik lainnya. Hingga sejauh ini, 50 negara telah mengadopsi aturan ganja sebagai tanaman obat sementara Kanada, Uruguay, dan 15 negara bagoan di AS telah melegalkannya untuk tujuan rekreasi. Hal demikian sedang akan dilakukan Meksiko dan Luksemburg.

    Baca Juga: Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab hingga Cara Mengatasi

    Bagaimana dengan di Indonesia?

    Pada 3 Februari 2020 Kementerian Pertanian melalui Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo telah meneken beleid yang memasukkan ganja sebagai salah satu tanaman obat binaan. Namun karena menimbulkan kontroversi Keputusan Menteri Pertanian Nomor 104 Tahun 2020 itu segera dicabut. Di Indonesia sendiri ganja merupakan salah  satu jenis tanaman obat psikotropika, dan tercantum pada Keputusan Menteri Pertanian Nomor 511 Tahun 2006. Karena itulah, sejak 2006, pemerintah telah memusnahkan ganja-ganja yang ditanam.

    Sesuai dengan UU Nomor 13 Tahun 2020 tentang holtikultura, budi daya tanaman yang merugikan kesehatan masyarakat hanya dapat dilakukan untuk kepentingan pelayanan kesehatan atau ilmu pengetahuan tertentu, dan pengembangannya ditentukan oleh undang-undang. Ketika ganja akhirnya dicabut oleh PBB dari daftar tanaman obat terlarang, pemerintah diminta mulai mempertimbangkan penggunaannya untuk keperluan medis di Indonesia. Demikian yang disuarakan oleh Koalisi Advokasi Narkotika untuk Kesehatan pada 3 Desember 2020. Mereka meminta pemerintah menerbitkan regulasi medis untuk ganja, dan tidak melihat lagi pada Konvensi Tunggal Narkotika 1961.

    Lalu Seperti Apa Manfaat Ganja Bagi Kesehatan?

    Setelah tadi kita membahas mengenai ganja yang oleh PBB tidak dianggap sebagai tanaman obat berbahaya tentu banyak Sahabat Sehat yang bertanya apa manfaat ganja sehingga banyak orang meminta ganja dilegalkan sebagai salah satu pengobatan medis?

    Dilansir dari CNN Indonesia yang mengutip beberapa sumber berupa jurnal-jurnal penelitian terungkap bahwa ganja mempunyai beberapa manfaat bagi kesehatan. Di beberapa negara ganja digunakan sebagai obat depresan karena mengandung zat Tetrahidrokanibinol atau THC, yaitu salah satu dari 400 zat kimia yang dapat menyebabkan efek perubahan suasana dalam hati. Ganja juga dapat membantu menenangkan kecemasan seseorang namun dengan catatan, dosisnya harus tepat. Berdasarkan penelitian Virgina Commonwealth University ganja disebut dapat menghentikan serangan epilepsi.

    Manfaat lainnya ternyata ganja disebut dapat memperlambat penyakit Alzheimer yang menyerang otak, mematikan gen ‘Id-1’ yang digunakan sel kanker untuk menyebar ke seluruh tubuh, mengurangi gejala serta rasa sakit yang disebabkan oleh multiple sclerosis atau penyakit yang menyerang saraf-saraf pusat seperti saraf otak, sumsum tulang belakang, dan saraf optik. Manfaat lainnya adalah ganja disebut mampu berinteraksi dengan sel-sel dalam tubuh yang memainkan peran penting dalam fungsi usus dan respons imun.

    Selain Manfaat, Apakah Ada Dampak Buruk yang Dihasilkan?

    Meski kenyataannya mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan melalui beberapa penelitian, kenyataannya tanaman obat ini juga mempunyai dampak yang buruk bagi kesehatan. Beberapa risiko untuk kesehatan itu seperti penggunanya mengalami halusinasi dan hilang kendali. Bahkan pada tingkat paling parah, penggunaan ganja secara berlebihan juga bisa membuat orang mengalami gangguan jiwa. Karena itulah, ganja sangat dilarang terutama bagi anak muda. Ganja juga memiliki kadar bahan aditif yang bisa menyebabkan ketergantungan dan berujung overdosis. Di sisi lain kecanduan tersebut dapat berujung pada tindakan kriminal. Jika ketahuan memiliki ganja, pemiliknya dapat dituntut penjara minimal 4 tahun.

    Ganja juga dapat berisiko menyebabkan gangguan paru-paru dibandingkan dengan merokok. Konsumsi 3-4 ganja sama berbahayanya dengan mengonsumsi 20 puntung rokok. Tak hanya itu, ganja ternyata bisa menganggu sistem reproduksi seperti mengurangi jumlah pada sperma pada pria serta membuat siklus menstruasi pada wanita menjadi tidak teratur. Indonesia sendiri menggolongkan ganja sebagai narkotika golongan I berdasarkan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dalam UU ini ganja setara dengan sabu, kokain, opium, dan heroin. Izin penggunaan narkotika hanya diperbolehkan untuk hal-hal tertentu, dan bukan untuk konsumsi umum.

    Baca Juga: Ingin Berhenti Merokok? Konsumsilah 6 Makanan Berikut Ini

    Demikianlah mengenai ganja yang disetujui oleh PBB sebagai tanaman obat tidak berbahaya, dan bisa digunakan untuk kegiatan medis. Meski bermanfaat untuk kesehatan, ganja bagaimana pun tetap mempunyai dampak buruk untuk tubuh sehingga penggunaannya tidak boleh sembarangan. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai ganja dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Putri R. PBB Cabut Ganja dari Narkoba Berbahaya, Izinkan untuk Obat Medis – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 4 December 2020]. Available from: https://tirto.id/pbb-cabut-ganja-dari-narkoba-berbahaya-izinkan-untuk-obat-medis-f7Ha
    2. Widyastuti R. PBB Resmi Hapus Ganja dari Daftar Narkotika Paling Berbahaya [Internet]. Tempo. 2020 [cited 4 December 2020]. Available from: https://bisnis.tempo.co/read/1411250/pbb-resmi-hapus-ganja-dari-daftar-narkotika-paling-berbahaya
    3. Indonesia C. Direstui PBB, RI Didorong Terbuka Gunakan Ganja untuk Medis [Internet]. nasional. 2020 [cited 4 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201203135502-20-577550/direstui-pbb-ri-didorong-terbuka-gunakan-ganja-untuk-medis
    4. Stefanie C. Mengenal Guna dan Bahaya Ganja untuk Kesehatan [Internet]. gaya hidup. 2020 [cited 4 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200829090918-255-540574/mengenal-guna-dan-bahaya-ganja-untuk-kesehatan

     

    Read More
  • Tanaman obat tradisional menjadi hal yang banyak diperbincangkan di dunia kesehatan di Indonesia ketika virus Corona mulai melanda Indonesia sejak awal Maret 2020. Beberapa ahli dan pakar menyarankan beberapa tanaman obat sebagai salah satu cara alternatif untuk membendung penularan virus yang berasal dari Wuhan tersebut.1 Beberapa tanaman yang mengemuka adalah empon-empon atau rimpang, yaitu sebutan […]

    Tanaman Obat Tradisional Alternatif Pencegah Corona

    Tanaman obat tradisional menjadi hal yang banyak diperbincangkan di dunia kesehatan di Indonesia ketika virus Corona mulai melanda Indonesia sejak awal Maret 2020. Beberapa ahli dan pakar menyarankan beberapa tanaman obat sebagai salah satu cara alternatif untuk membendung penularan virus yang berasal dari Wuhan tersebut.1 Beberapa tanaman yang mengemuka adalah empon-empon atau rimpang, yaitu sebutan untuk kelompok tanaman obat yang dibuat menjadi jamu, yang terdiri dari jahe merah, kunyit, dan temulawak.2

    tanaman tradisional, tanaman herbal, tanaman obat

    Oleh banyak kalangan, tanaman-tanaman obat tersebut dipercaya dapat melindungi diri dari serangan virus Corona, bahkan diklaim bisa menyembuhkan orang yang terkena virus mematikan tersebut, namun sampai sekarang belum ada kesimpulan medis bahwa tanaman tradisional tersebut bisa terbukti menyembuhkan COVID-19.1

    Mengenai tanaman obat ini, Kemenkes sebagai representasi pemerintah di bidang kesehatan, dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19), melampirkan tentang pemanfaatan obat tradisional untuk pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, dan perawatan kesehatan yang tertera pada lampiran nomor 15.2

    Pada lampiran itu, Kemenkes memberikan beberapa contoh tanaman obat, mulai dari empon-empon hingga biji-bijian, kemudian khasiat obat-obat tersebut beserta ramuan-ramuan yang bisa dibuat dari tanaman tersebut.2 Berikut adalah contoh tanaman obat yang ada pada lampiran Kemenkes tersebut seperti dikutip oleh Prosehat.

    Apa Saja Tanaman Obat Tradisional untuk Melawan Corona?2

    • Rimpang/empon-empon. Tanaman pada kelompok ini adalah jahe merah, jahe, temulawak, kunyit, kencur, dan lengkuas.
    • Umbi-umbian. Tanaman yang termasuk kelompok ini adalah bawang putih.
    • Kulit kayu. Termasuk dalam kelompok ini adalah kayu manis.
    • Batang. Termasuk dalam kelompok ini adalah sereh.
    • Buah. Termasuk dalam kelompok ini adalah jambu biji, lemon, jeruk nipis.
    • Herba. Termasuk dalam kelompok ini adalah meniran.
    • Biji-bijian. Termasuk dalam kelompok ini adalah jinten hitam.

    Apa Saja Khasiatnya?

    Selain beberapa contoh tanaman obat tradisional yang bisa dijadikan sebagai alternatif untuk melawan virus Corona, di bawah ini adalah beberapa khasiat lain yang didapatkan, yaitu:

    Untuk meningkatkan daya tahan tubuh

    Khasiat pertama dari tanaman obat adalah dapat meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit dan tetap sehat selama beraktivitas. Karena khasiat yang demikian, tidak salah jika tanaman obat dapat dijadikan sebagai alternatif melindungi diri dari Corona. Beberapa tanaman obat yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh adalah meniran, kencur, dan mengkudu.2

    Pencegah dan penurun darah tinggi

    Selain mampu meningkatkan daya tahan tubuh, tanaman obat ternyata juga dapat membantu mencegah dan menurunkan darah tinggi akibat kolesterol dan stres yang terjadi selama masa pandemi. Tanaman-tanaman obat yang dapat melakukan hal tersebut adalah seledri dan kumis kucing.2

    Pencegah dan penurun diabetes

    Tanaman obat seperti kayu manis, mengkudu, dan pare, dapat membantu mencegah dan mengontrol diabetes.2

    Mengurangi keluhan batuk

    Salah satu gejala Corona adalah batuk kering. Apabila Sobat Sehat merasa memiliki gejala tersebut, Sobat bisa meminum minuman yang terbuat dari tanaman obat seperti kencur, lagundi, saga. Jahe merah, lemon, dan daun mint.2

    Baca Juga: 8 Home Remedy Mudah Obat Batuk Anak

    Mengurangi nyeri tenggorokan

    Nyeri di tenggorokan juga merupakan indikasi sebagai salah satu gejala Corona. Karena itu, untuk mengurangi nyeri tenggorokkan, Sobat Sehat bisa meminum minuman yang mengandung jahe, kencur, jeruk nipis, adas, dan pala.2

    Meningkatkan produksi ASI

    Khasiat terakhir yang didapatkan dari tanaman obat tradisional adalah mampu meningkatkan produksi ASI. Tanaman-tanaman yang memiliki efek demikian adalah katuk, pegagan, kelor, dan torbangun.2

    Baca Juga: 7 Asupan untuk Meningkatkan Nutrisi Ibu Menyusui

    Bagaimana Cara Membuatnya?

    Kemenkes juga memberikan panduan cara membuat ramuan dari tanaman obat yang sudah disebutkan sebelumnya. Terdapat tujuh ramuan yang disarankan sebagai cara alternatif mencegah diri dari penyakit Corona, yaitu:

    Ramuan Jahe Merah

    Ramuan pertama ini terdiri dari jahe merah 2 ruas ibu jari, jeruk nipis 1 buah, kayu manis 3 jari, gula merah secukupnya, dan air 3 cangkir. Untuk membuat ramuan ini, Sobat harus mencuci bersih semua bahan terlebih dahulu. Selain dicuci bersih, jahe merah juga digeprek. Kemudian rebus air hingga mengeluarkan banyak uap. Selanjutnya, kecilkan api dan rebus bahan-bahan yang sudah disiapkan bersama gula merah selama 15 menit, dan setelahnya saring dalam keadaan dingin. Minumlah 1 kali sehari sebanyak 1 setengah cangkir.2 

    Ramuan Kunyit dan Lengkuas

    Bahan ramuan ini terdiri dari: kunyit 1 ruas ibu jari, lengkuas 1 ruas ibu jari, jeruk nipis 1 buah, air 3 cangkir, dan gula merah secukupnya. Pertama-tama, Sobat harus mencuci bersih semua bahan. Untuk kunyit dan lengkuas, selain dicuci, juga digeprek. Kemudian, air direbus hingga mendidih, setelah itu kecilkan api dan masukkan semua bahan, tunggu kira-kira hingga setengahnya dan matikan. Selanjutnya, saring dalam keadaan dingin. Ramuan ini sebaiknya diminum 2 kali sehari sebanyak 1 setengah cangkir.2

    Ramuan Pegagan

    Cara membuat ramuan pegagan ini cukup sederhana. Sobat hanya memerlukan bahan-bahan, seperti pegagan 10 lembar, jahe merah 1 ruas ibu jari, temulawak 1 iris, gula aren secukupnya, dan air sebanyak 1,5 gelas. Setelah itu, cuci bersih pegagan. Kemudian, rebus air sampai mendidih. Setelah mendidih, kecilkan api lalu masukkan jahe merah dan temulawak. Selanjutnya, masukkan pegagan. Tunggulah sampai air tersisa kira-kira setengahnya dan matikan. Ramuan pegagan ini disarankan untuk diminum 2 kali sehari 1 gelas.2

    Ramuan Beras Kencur

    Untuk membuat ramuan ini, bahan-bahan yang diperlukan adalah kencur dengan jumlah 500 gram yang sudah dikupas, beras 100 gram, daun pandan 3 lembar, gula aren secukupnya, dan air sejumlah 2300 ml. Cara membuatnya adalah sangria beras hingga kekuningan, lalu haluskan beras, kencur, dan gula aren. Masukkan ke dalam air hingga mendidih kemudian tambahkan pandan, kemudian disaring. Cara meminumnya adalah 2 kali sehari.2

    Ramuan Daun Kelor

    Untuk membuat ramuan daun kelor, Sobat hanya membutuhkan daun kelor sebanyak 2 genggam dan air sebanyak 2 cangkir. Cara membuatnya adalah rebuslah air sampai mendidih, kemudian masukkan daun kelor, lalu matikan api dan saringlah sesudah dingin. Cara meminumnya dibedakan berdasarkan usia, yaitu untuk dewasa 2 kali sehari 1 cangkir dan anak-anak 2 kali sehari setengah cangkir.2

    Ramuan Jeruk Lemon

    Cara membuat ramuan lemon ini cukup mudah. Pertama-tama, siapkan dahulu jeruk lemon sebanyak 1 buah dan madu sebanyak dua sendok makan. Kemudian, cuci bersih jeruk lemon, lalu peras dan campurkan dengan 2 sendok makan madu. Aduklah sampai tercampur. Minumlah ramuan ini 2 kali sehari secukupnya.2

    Ramuan Bawang Putih

    Ramuan terakhir adalah dari bawang putih. Bahan-bahannya meliputi bawang putih sebanyak 2 butir, air hangat 1 gelas, dan madu secukupnya. Bawang putih dicuci bersih dan dimemarkan sampai halus, kemudian dicampurkan ke dalam air hangat. Jangan lupa tambahkan madu, lalu aduklah hingga larut. Ramuan ini sebaiknya diminum 2 kali sehari secukupnya.2

    Adakah Hal-hal yang Harus Diperhatikan?

    Dalam membuat minuman dari tanaman obat tradisional, tentunya Sobat harus memperhatikan beberapa hal tertentu agar minuman berbentuk jamu tersebut benar-benar berkhasiat dan bisa membantu untuk melindungi diri Sobat dari virus Corona. Hal-hal tersebut adalah:2

    • Pilih jenis tanaman yang tepat sesuai resep
    • Cermati komposisi bahan saat akan meramu 
    • Ikuti takaran sesuai petunjuk, tidak ditambah atau dikurangi
    • Rebuslah dengan api kecil kurang lebih 15 menit
    • Jangan menggunakan alat rebusan dengan bahan-bahan dari alumunium, timah, dan tembaga
    • Penggunaan ramuan pada ibu hamil dan menyusui harus hati-hati

    Itulah berbagai tanaman obat tradisional yang bisa Sobat manfaatkan untuk memelihara kesehatan dan mencegah penularan virus Corona.2 Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam dan lengkap mengenai cara menghindari virus Corona secara tepat dan memerlukan informasi kesehatan lainnya, serta membutuhkan produk-produk kesehatansilakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. Apakah Jamu, Tanaman Herbal dan Merokok Bisa Membantu Memerangi Virus Corona? [Internet]. Tempo. 2020 [cited 28 July 2020]. Available from: https://www.tempo.co/abc/5422/apakah-jamu-tanaman-herbal-dan-merokok-bisa-membantu-memerangi-virus-corona
    2. Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/413/2020 Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia; 2020.
    3. Adhi IS. 6 Jenis Tanaman Herbal untuk Cegah Infeksi Virus Corona Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 28 July 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/04/18/115800268/6-jenis-tanaman-herbal-untuk-cegah-infeksi-virus-corona?page=all
    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com