Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ tanaman herbal”

  • Beberapa waktu yang lalu ramai diberitakan mengenai seorang ibu hamil yang mengalami pendarahan dan keguguran akibat mengonsumsi rumput fatimah (Labisia pumila). Baca Juga: 6 Panduan Nutrisi Ibu Hamil untuk Menjaga Kesehatan Calon Buah Hati Atas peristiwa itu, banyak dokter kandungan menyarankan ibu hamil agar tidak mengonsumsi rumput fatimah karena di masyarakat beredar informasi bahwa rumput […]

    Ibu Hamil Wajib Tahu! Bahaya & Manfaat Rumput Fatimah

    Beberapa waktu yang lalu ramai diberitakan mengenai seorang ibu hamil yang mengalami pendarahan dan keguguran akibat mengonsumsi rumput fatimah (Labisia pumila).

    bahaya & manfaat rumput fatimah

    Baca Juga: 6 Panduan Nutrisi Ibu Hamil untuk Menjaga Kesehatan Calon Buah Hati

    Atas peristiwa itu, banyak dokter kandungan menyarankan ibu hamil agar tidak mengonsumsi rumput fatimah karena di masyarakat beredar informasi bahwa rumput fatimah dapat memperkuat otot dan dinding perut serta vagina.

    Lalu seperti apa sebenarnya bahaya dan manfaat mengonsumsi rumput fatimah ? Sahabat Sehat, mari kita simak perihal rumput fatimah berikut ini.

    Apa Itu Rumput Fatimah?

    Dr. Inggrid Tania, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu menyatakan bahwa rumput fatimah sebenarnya memiliki kandungan yang bermanfaat untuk kesehatan.

    Zat antioksidan dalam rumput fatimah dipercaya dapat menangkal radikal bebas, sementara kandungan flavonoid dan alkaloid dapat meredakan proses peradangan dalam tubuh.

    Selain itu, air rendaman rumput fatimah dipercaya dapat mempercepat proses persalinan karena adanya zat oksitosin yang dapat memicu kontraksi rahim.

    Secara medis, sudah ada pedoman perihal penggunaan dan dosis oksitosin untuk memicu kontraksi rahim. Namun hingga kini belum ada penelitian yang cukup jelas mengenai dosis penggunaan rumput fatimah untuk memicu kontraksi rahim, sehingga penggunaan rumput fatimah yang berlebihan berisiko membahayakan ibu dan janin akibat kontraksi rahim yang terlalu kuat.

    Bahaya Rumput Fatimah Bagi Janin

    Dilansir dari Detikcom, dr. Ari Waluyo,SpOG mengungkapkan bahwa rumput fatimah memiliki kandungan zat uterotonika yang dapat memicu kontraksi hebat dalam rahim sehingga berbahaya untuk keselamatan ibu dan janin. Kontraksi rahim yang terus-menerus berisiko membuat janin kekurangan oksigen dan mengakibatkan kematian janin.

    Bahaya lainnya adalah otot rahim dapat mengalami penipisan sehingga rahim rentan robek, terutama jika dialami oleh ibu hamil yang sebelumnya memiliki riwayat operasi caesar.

    Baca Juga: 4 Hal Penting dari Pemeriksaan Kehamilan

    Sehingga risiko bahaya dari mengkonsumsi rumput fatimah tidak hanya dialami oleh janin, namun juga berisiko bagi ibu hamil.

    Bagaimana Sebaiknya Cara Mengonsumsi Rumput Fatimah?

    dr.Dinda Derdameisya, SpOG seperti dilansir dari Detikcom mengungkapkan bahwa ibu  sebaiknya mengkonsumsi rumput fatimah apabila bayi telah lahir.

    Rumput fatimah dapat membantu mengurangi pendarahan setelah melahirkan, dengan cara menyempitkan pembuluh darah di dalam rahim.

    Tanaman Herbal Pelancar Kehamilan Selain Rumput Fatimah

    Bagi Sahabat Sehat yang saat ini sedang hamil dan ingin memperlancar kehamilan dengan mengkonsumsi tanaman herbal, Sahabat bisa mencoba berbagai tanaman herbal berikut yang aman untuk kehamilan :

    • Jahe, dipercaya dapat mengurangi rasa tidak nyaman di awal kehamilan dan mengurangi mual ataupun muntah. Jahe juga berperan untuk mengurangi nyeri perut selama masa kehamilan.

    Produk terkait: Jual Kapsul Jahe Borobudur

    • Chamomile dipercaya dapat membantu mengurangi stres dan memberi ketenangan selama hamil, sehingga baik dikonsumsi bagi ibu hamil.
    • Tanaman lain seperti kunyit, kencur, temulawak, dan jinten hitam.

    Semua jenis tanaman herbal ini dapat dikonsumsi, tergantung kondisi pada setiap ibu hamil. Bagi Sahabat Sehat yang saat ini sedang hamil, sebaiknya mengkonsumsi tanaman herbal dengan bijak dan tidak berlebihan.

    Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan jika hendak mengkonsumsi obat maupun herbal di luar saran dokter.

    Baca Juga: 4 Hal Penting Terkait Melahirkan Saat Pandemi Menurut IDAI

    Demikianlah mengenai rumput fatimah yang tidak dianjurkan dikonsumsi selama hamil karena dapat membahayakan ibu dan janin.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai kehamilan dan produk kesehatan, dapat menghubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. K N. Mengenal Rumput Fatimah yang Viral Dikaitkan dengan Janin Meninggal [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5518424/mengenal-rumput-fatimah-yang-viral-dikaitkan-dengan-janin-meninggal?single
    2. Media K. Ibu Hamil, Jangan Konsumsi Rumput Fatimah, Ini Pesan Dokter Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/04/02/190400665/ibu-hamil-jangan-konsumsi-rumput-fatimah-ini-pesan-dokter?page=all#page2
    3. Viral Janin Meninggal dan Ibu Mengalami Pendarahan Setelah Mengonsumsi Rumput Fatimah I. Viral Janin Meninggal dan Ibu Mengalami Pendarahan Setelah Mengonsumsi Rumput Fatimah, Ini Penjelasan Ahli – Halaman 2 – Grid.ID [Internet]. Grid.ID. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://www.grid.id/read/042631091/viral-janin-meninggal-dan-ibu-mengalami-pendarahan-setelah-mengonsumsi-rumput-fatimah-ini-penjelasan-ahli?page=2
    4. Media K. Bukan Rumput Fatimah, Ini Tanaman Herbal yang Aman bagi Ibu Hamil Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/04/02/100500823/bukan-rumput-fatimah-ini-tanaman-herbal-yang-aman-bagi-ibu-hamil-?page=all
    5. Alam S. Agar Tak Bahayakan Janin, Ini Cara Konsumsi Rumput Fatimah yang Disarankan [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5516463/agar-tak-bahayakan-janin-ini-cara-konsumsi-rumput-fatimah-yang-disarankan
    Read More
  • Indonesia kaya akan berbagai jenis tanaman obat atau herbal, salah satunya adalah daun kelor yang cukup populer dalam kehidupan sehari-hari sebab telah digunakan sebagai pengobatan tradisional selama ribuan tahun. Tanaman yang berasal dari India dan memiliki nama latin Moringa oleifera, diketahui mengandung asam amino, vitamin, mineral, dan bersifat sebagai antioksidan. Bubuknya sering disebut sebagai sumber […]

    Manfaat, Efek Samping, dan Cara Mengolah Daun Kelor

    Indonesia kaya akan berbagai jenis tanaman obat atau herbal, salah satunya adalah daun kelor yang cukup populer dalam kehidupan sehari-hari sebab telah digunakan sebagai pengobatan tradisional selama ribuan tahun.

    Tanaman yang berasal dari India dan memiliki nama latin Moringa oleifera, diketahui mengandung asam amino, vitamin, mineral, dan bersifat sebagai antioksidan. Bubuknya sering disebut sebagai sumber protein karena mengandung 9 asam amino esensial.

    manfaat dan efek samping daun kelor

    Baca Juga: Simplisia Nabati: Pengertian, Jenis, dan Pengolahan, Tumbuhan, dan Lain-lain

    Manfaat Daun Kelor

    Daun kelor memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan, yaitu :

    Melawan Diabetes

    Daun kelor dipercaya dapat memberi perlindungan alami dan kontrol gula darah, karena mengandung asam klorogenat dan senyawa isothiocyanate.

    Produk Terkait: Obat Diabetes

    Mendukung Kesehatan Otak

    Daun kelor diketahui mengandung  vitamin E dan vitamin C yang mampu melawan oksidasi, secara tidak langsung dapat meningkatkan fungsi otak. Daun kelor juga dapat mempengaruhi zat kimia dalam otak yang berkaitan dengan daya ingat, suasana hati, fungsi organ, respons terhadap rangsangan seperti stres dan rasa bahagia serta kesehatan mental.

    Melindungi Hati

    Daun kelor diketahui dapat melindungi hati berkat kandungan polifenol dan melindungi dari pengerasan hati (fibrosis).

    Mencegah Peradangan

    Apabila Sahabat mengalami kendala untuk mengatasi peradangan dengan obat-obatan non tradisional, daun kelor dapat menjadi salah satu solusinya. Daun kelor mempunyai kandungan campuran asam amino esensial, fitonutrien karotenoid, dan antioksidan yang dapat menurunkan peradangan.

    Membantu Melancarkan Pencernaan

    Bagi Sahabat Sehat yang sedang mengalami masalah pencernaan seperti gangguan lambung, sembelit, radang saluran cerna, daun kelor dipercaya dapat membantu menghambat pertumbuhan berbagai virus. Kandungan vitamin B, di dalam daun kelor juga dapat membantu memelihara kesehatan pencernaan.

    Memperkuat Tulang

    Daun kelor diketahui mengandung kalsium dan fosfor yang membantu menjaga kesehatan tulang, membantu mengatasi radang sendi.

    Baca Juga: 10 Hal yang Perlu Dilakukan untuk Cegah Osteoporosis

    Meningkatkan Kesehatan Mata

    Manfaat terakhir daun kelor, mampu meningkatkan kesehatan mata karena tingkat antioksidannya yang tinggi.

    Efek Samping

    Selain memberikan manfaat, berikut beberapa efek samping yang dapat dialami setelah konsumsi daun kelor:

    Reaksi Alergi

    Reaksi alergi dapat dialami Sahabat Sehat, bila memiliki riwayat alergi daun kelor. Seringkali hal ini dialami bila menggunakan daun kelor sebagai masker alami untuk kecantikan wajah.

    Diare

    Daun kelor diketahui memiliki efek sebagai pencahar, sehingga dapat menyebabkan dan bahkan memperburuk diare. Daun kelor sebaiknya dikonsumsi apabila Sahabat mengalami kesulitan buang air besar.

    Menurunkan Tekanan Darah

    Daun kelor tidak disarankan dikonsumsi pasien yang memiliki riwayat tekanan darah rendah, karena dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi yang dialami. Sehingga daun kelor sebaiknya dikonsumsi bagi penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Memperlambat Detak Jantung

    Efek samping daun kelor selanjutnya adalah dapat memperlambat detak jantung karena kandungan alkaloid dalam daun kelor. Tidak disarankan konsumsi daun kelor berlebihan bagi pasien yang memiliki riwayat gangguan jantung.

    Membahayakan Kandungan

    Efek samping ini sebenarnya berasal dari bagian tanaman kelor lainnya seperti bunga, kulit pohon, beserta akar tanaman yang kemungkinan tercampur saat proses pengolahan. Bagian tersebut dipercaya memiliki kandungan zat yang berpotensi menyebabkan keguguran, sehingga tidak disarankan bagi ibu hamil.

    Baca Juga: 10 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Ibu Hamil

    Hipoglikemia

    Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula darah terlalu rendah. Kondisi ini dapat dialami setelah konsumsi daun kelor, ditandai dengan irama jantung tidak teratur, kelelahan, pucat, gelisah, berkeringat, kelaparan, mudah marah, serta kesemutan di sekitar mulut. Hal ini disebabkan karena daun kelor memiliki efek menurunkan kadar gula darah.

    Sahabat sebaiknya bijak saat mengkonsumsi daun kelor, terutama bagi pasien dengan riwayat penyakit kencing manis (diabetes melitus).

    Merusak Hati dan Ginjal

    Hati dan ginjal merupakan organ-organ tubuh sangat penting. Untuk menghindari kerusakan hati dan ginjal, sebaiknya hindari konsumsi daun kelor dalam jangka panjang dan rutin melakukan pemeriksaan medical check-up (MCU).

    Bagaimana Cara Mengolah Daun Kelor?

    Daun kelor dapat diolah dengan cara dimasak, diekstrak, atau dikonsumsi secara langsung misalnya diolah menjadi sayur bening, tumis, teh, dan jus.

    Daun kelor juga bisa diolah menjadi cokelat, kue, mi instan, dan bahkan kapsul suplemen sehingga praktis dikonsumsi untuk menjaga daya tahan tubuh terutama di masa pandemi.

    Baca Juga: Penggunaan Obat Tradisional untuk Daya Tahan Tubuh

    Itulah mengenai manfaat, efek samping, dan cara mengolah daun kelor yang perlu Sahabat ketahui. Apabila Sahabat ingin memperoleh manfaat daun kelor, dengan cara yang praktis, Sahabat bisa membeli produk herbal jadi dalam bentuk kapsul dan suplemen di Prosehat.

    Produk Terkait: Jual Borobudur Kelorin 60 Kapsul

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan dan Penyembuhan [Internet]. CNN Indonesia. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190826163137-255-424772/manfaat-daun-kelor-untuk-kesehatan-dan-penyembuhan
    2. Ardyanto F. 8 Efek Samping Daun Kelor Bagi Tubuh, Perhatikan Konsumsinya [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/4367838/8-efek-samping-daun-kelor-bagi-tubuh-perhatikan-konsumsinya
    3. Sendari A. 6 Cara Mengolah Daun Kelor untuk Dapatkan Khasiatnya [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/4318063/6-cara-mengolah-daun-kelor-untuk-dapatkan-khasiatnya
    4. Afrilian D. Manfaat Daun Kelor Sebagai Superfood Kaya Khasiat Sehat [Internet]. detikfood. 2021 [cited 15 March 2021]. Available from: https://food.detik.com/info-sehat/d-5489778/manfaat-daun-kelor-sebagai-superfood-kaya-khasiat-sehat

     

     

    Read More
  • Penggunaan tanaman obat sebagai salah satu cara membantu tubuh melawan infeksi Covid-19 mulai banyak diperhatikan. Salah satu tanaman obat ini adalah sambiloto atau Andrographis paniculata. Demikian yang diungkap melalui sebuah jurnal ilmiah berjudul Potensi Zat Aktif Andrographis Paniculata dan Psiidi Folium Sebagai Regimen Terapi Infeksi SARS CoV-2, dan ditulis oleh Tauhid Nur Azhar dan Januar Dwi Hari […]

    Sambiloto Sebagai Terapi Mengurangi Infeksi Covid-19

    Penggunaan tanaman obat sebagai salah satu cara membantu tubuh melawan infeksi Covid-19 mulai banyak diperhatikan. Salah satu tanaman obat ini adalah sambiloto atau Andrographis paniculata. Demikian yang diungkap melalui sebuah jurnal ilmiah berjudul Potensi Zat Aktif Andrographis Paniculata dan Psiidi Folium Sebagai Regimen Terapi Infeksi SARS CoV-2, dan ditulis oleh Tauhid Nur Azhar dan Januar Dwi Hari Sandy.

    terapi mengurangi infeksi covid-19

    Baca Juga: Tanaman Obat Tradisional Alternatif Pencegah Corona

    Sejauh ini, banyak orang mengetahui bahwa sambiloto adalah tanaman herbal yang mempunyai khasiat untuk membantu mengurangi gejala diare dan mencegah flu. Tanaman yang rasanya pahit ini juga akrab bagi penderita asam urat dan rematik. Potensi sambiloto untuk membantu tubuh melawan Covid-19 salah satu jalan pemanfaatan obat herbal di saat para ahli terus berupaya memproduksi obat-obatan dan vaksin untuk pencegahan. Covid-19 termasuk virus yang belum ada obatnya, sama seperti virus-virus yang sudah ada, yaitu flu, ebola, SARS, HIV, dan HPV.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu

    Dalam jurnal ini, diungkap bahwa efek sambiloto dalam membantu tubuh melawan infeksi Covid-19 adalah melalui kandungan senyawa aktif yang dimiliki oleh tanaman tersebut. Senyawa aktif yang dimaksud adalah Andrografolida berupa diterpenoid labdane. Disebut bahwa senyawa ini berpotensi memiliki bermacam kegunaan teurapetik termasuk untuk aktivitas antiinflamasi (mencegah peradangan) dan antiplatelet atau antitrombosit (mencegah kekentalan darah) beserta antineoplastik (mencegah keganasan).

    Produk Terkait: Jual Borobudur Sambiloto Kapsul

    Pada jurnal ini, penulis juga memberikan data-data beberapa tanaman obat yang ada, yaitu kedelai, pare, anggur hitam, jamur polypore, dan jarak pagar. Kelima tanaman ini diketahui juga mempunyai ekstrak-ekstrak yang dapat membantu melawan virus, seperti pare untuk influenza A. Kelima tanaman ini juga sudah diuji efektivitasnya melalui pengujian in-vitro dan in vivo.

    Cara Mendapatkan Senyawa Aktif dari Sambiloto

    Untuk mendapatkan senyawa aktif dari sambiloto berupa Andrographolide adalah dengan mengekstrak tanaman tersebut. Senyawa yang dihasilkan oleh sambiloto ini dapat diisolasi dan diproduksi dengan mudah. Berdasarkan penelitian, senyawa aktif ini berhasil merapat ke daerah utama inhibitor, zat kimia yang dapat menghambat atau memperlambat suatu reaksi kimia, protease Covid-19. Protease adalah enzim yang membentuk selubung protein untuk membentuk virus-virus baru. Skor ikatannya dengan penghambat protease ini adalah -3.094357 Kcal/mol, yang berarti menunjukkan ikatan yang besar jika dibandingkan dengan komponen sintetis.

    Baca Juga: Kenali Avigan dan Klorokuin, Obat yang Disiapkan Jokowi untuk Covid-19

    Penggunaan sambiloto untuk membantu tubuh melawan infeksi Covid-19 juga merunut pada khasiatnya yang tertuang dalam banyak teks kuno karena berpotensi memiliki sifat antiinflamasi, antikanker, antiobesitas, dan antidiabetes. Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa senyawa aktif sambiloto ini juga berpotensi menjadi antivirus bagi chikungunya dan herpes. Selain itu, sambiloto ternyata mempunyai kelebihan jika dibandingkan dengan tanaman-tanaman obat lainnya, yaitu:

    • Tidak menghambat metabolisme hati
    • Tidak menghentikan metabolisme teraupetik obat antimaag, antimalaria, dan antikejang
    • Tidak menghentikan metabolisme obat antihipersensitif
    • Tidak menghentikan oksidasi antisteroid

    Sehingga, dapat disimpulkan bahwa sambiloto ini memiliki potensi untuk menjadi tanaman obat yang aman untuk membantu tubuh melawan infeksi Covid-19.

    Produk Terkait: Jual Jamu Herbal

    Penggunaan Tanaman Obat untuk Membantu Melawan Covid-19

    Semenjak Covid-19 melanda secara global, tanaman obat sudah mulai dilirik sebagai salah satu cara untuk membantu tubuh melawan virus tersebut. Obat-obat yang ada seperti klorokuin fosfat dan hidroklorokuin tidak disetujui oleh FDA untuk mengobati Covid-19 karena belum terbukti efektif dan memberikan efek samping yang berat untuk pasien dengan penyakit jantung, hipertensi, atau diabetes. Tanaman obat diketahui mempunyai senyawa yang dapat mereduksi Covid-19. Beberapa tanaman diketahui mempunyai senyawa berupa emodin dan luteolin, yaitu lidah, buaya, kelembak, jati cina, seledri, brokoli, cabe hijau, dan jeruk purut. Akan tetapi, banyak penelitian mengenai tanaman obat masih belum terbukti secara ilmiah, sehingga penggunaannya pun harus hati-hati dan sebaiknya dikonsultasikan dahulu kepada dokter.

    Baca Juga: 11 Brand Minuman Kesehatan Asli Indonesia yang Berkualitas

    Nah, itulah Sahabat Sehat mengenai potensi penggunaan sambiloto untuk membantu tubuh melawan infeksi Covid-19. Apabila Sahabat menginginkan informasi mengenai sambiloto dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Nur Azhar, T., & Dwi Hari Sandy, J. (2020). Potensi Zat Aktif Andrographis Paniculata dan Psiidi Folium Sebagai Regimen Terapi Infeksi Sars CoV-2. Retrieved 25 January 2021
    2. Mediatama, G. (2021). Terkenal pahit, ini manfaat sambiloto sebagai obat herbal. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. Retrieved 25 January 2021, from https://kesehatan.kontan.co.id/news/terkenal-pahit-ini-manfaat-sambiloto-sebagai-obat-herbal
    Read More
  • Tanaman obat tradisional menjadi hal yang banyak diperbincangkan di dunia kesehatan di Indonesia ketika virus Corona mulai melanda Indonesia sejak awal Maret 2020. Beberapa ahli dan pakar menyarankan beberapa tanaman obat sebagai salah satu cara alternatif untuk membendung penularan virus yang berasal dari Wuhan tersebut.1 Beberapa tanaman yang mengemuka adalah empon-empon atau rimpang, yaitu sebutan […]

    Tanaman Obat Tradisional Alternatif Pencegah Corona

    Tanaman obat tradisional menjadi hal yang banyak diperbincangkan di dunia kesehatan di Indonesia ketika virus Corona mulai melanda Indonesia sejak awal Maret 2020. Beberapa ahli dan pakar menyarankan beberapa tanaman obat sebagai salah satu cara alternatif untuk membendung penularan virus yang berasal dari Wuhan tersebut.1 Beberapa tanaman yang mengemuka adalah empon-empon atau rimpang, yaitu sebutan untuk kelompok tanaman obat yang dibuat menjadi jamu, yang terdiri dari jahe merah, kunyit, dan temulawak.2

    tanaman tradisional, tanaman herbal, tanaman obat

    Oleh banyak kalangan, tanaman-tanaman obat tersebut dipercaya dapat melindungi diri dari serangan virus Corona, bahkan diklaim bisa menyembuhkan orang yang terkena virus mematikan tersebut, namun sampai sekarang belum ada kesimpulan medis bahwa tanaman tradisional tersebut bisa terbukti menyembuhkan COVID-19.1

    Mengenai tanaman obat ini, Kemenkes sebagai representasi pemerintah di bidang kesehatan, dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19), melampirkan tentang pemanfaatan obat tradisional untuk pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, dan perawatan kesehatan yang tertera pada lampiran nomor 15.2

    Pada lampiran itu, Kemenkes memberikan beberapa contoh tanaman obat, mulai dari empon-empon hingga biji-bijian, kemudian khasiat obat-obat tersebut beserta ramuan-ramuan yang bisa dibuat dari tanaman tersebut.2 Berikut adalah contoh tanaman obat yang ada pada lampiran Kemenkes tersebut seperti dikutip oleh Prosehat.

    Apa Saja Tanaman Obat Tradisional untuk Melawan Corona?2

    • Rimpang/empon-empon. Tanaman pada kelompok ini adalah jahe merah, jahe, temulawak, kunyit, kencur, dan lengkuas.
    • Umbi-umbian. Tanaman yang termasuk kelompok ini adalah bawang putih.
    • Kulit kayu. Termasuk dalam kelompok ini adalah kayu manis.
    • Batang. Termasuk dalam kelompok ini adalah sereh.
    • Buah. Termasuk dalam kelompok ini adalah jambu biji, lemon, jeruk nipis.
    • Herba. Termasuk dalam kelompok ini adalah meniran.
    • Biji-bijian. Termasuk dalam kelompok ini adalah jinten hitam.

    Apa Saja Khasiatnya?

    Selain beberapa contoh tanaman obat tradisional yang bisa dijadikan sebagai alternatif untuk melawan virus Corona, di bawah ini adalah beberapa khasiat lain yang didapatkan, yaitu:

    Untuk meningkatkan daya tahan tubuh

    Khasiat pertama dari tanaman obat adalah dapat meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit dan tetap sehat selama beraktivitas. Karena khasiat yang demikian, tidak salah jika tanaman obat dapat dijadikan sebagai alternatif melindungi diri dari Corona. Beberapa tanaman obat yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh adalah meniran, kencur, dan mengkudu.2

    Pencegah dan penurun darah tinggi

    Selain mampu meningkatkan daya tahan tubuh, tanaman obat ternyata juga dapat membantu mencegah dan menurunkan darah tinggi akibat kolesterol dan stres yang terjadi selama masa pandemi. Tanaman-tanaman obat yang dapat melakukan hal tersebut adalah seledri dan kumis kucing.2

    Pencegah dan penurun diabetes

    Tanaman obat seperti kayu manis, mengkudu, dan pare, dapat membantu mencegah dan mengontrol diabetes.2

    Mengurangi keluhan batuk

    Salah satu gejala Corona adalah batuk kering. Apabila Sobat Sehat merasa memiliki gejala tersebut, Sobat bisa meminum minuman yang terbuat dari tanaman obat seperti kencur, lagundi, saga. Jahe merah, lemon, dan daun mint.2

    Baca Juga: 8 Home Remedy Mudah Obat Batuk Anak

    Mengurangi nyeri tenggorokan

    Nyeri di tenggorokan juga merupakan indikasi sebagai salah satu gejala Corona. Karena itu, untuk mengurangi nyeri tenggorokkan, Sobat Sehat bisa meminum minuman yang mengandung jahe, kencur, jeruk nipis, adas, dan pala.2

    Meningkatkan produksi ASI

    Khasiat terakhir yang didapatkan dari tanaman obat tradisional adalah mampu meningkatkan produksi ASI. Tanaman-tanaman yang memiliki efek demikian adalah katuk, pegagan, kelor, dan torbangun.2

    Baca Juga: 7 Asupan untuk Meningkatkan Nutrisi Ibu Menyusui

    Bagaimana Cara Membuatnya?

    Kemenkes juga memberikan panduan cara membuat ramuan dari tanaman obat yang sudah disebutkan sebelumnya. Terdapat tujuh ramuan yang disarankan sebagai cara alternatif mencegah diri dari penyakit Corona, yaitu:

    Ramuan Jahe Merah

    Ramuan pertama ini terdiri dari jahe merah 2 ruas ibu jari, jeruk nipis 1 buah, kayu manis 3 jari, gula merah secukupnya, dan air 3 cangkir. Untuk membuat ramuan ini, Sobat harus mencuci bersih semua bahan terlebih dahulu. Selain dicuci bersih, jahe merah juga digeprek. Kemudian rebus air hingga mengeluarkan banyak uap. Selanjutnya, kecilkan api dan rebus bahan-bahan yang sudah disiapkan bersama gula merah selama 15 menit, dan setelahnya saring dalam keadaan dingin. Minumlah 1 kali sehari sebanyak 1 setengah cangkir.2 

    Ramuan Kunyit dan Lengkuas

    Bahan ramuan ini terdiri dari: kunyit 1 ruas ibu jari, lengkuas 1 ruas ibu jari, jeruk nipis 1 buah, air 3 cangkir, dan gula merah secukupnya. Pertama-tama, Sobat harus mencuci bersih semua bahan. Untuk kunyit dan lengkuas, selain dicuci, juga digeprek. Kemudian, air direbus hingga mendidih, setelah itu kecilkan api dan masukkan semua bahan, tunggu kira-kira hingga setengahnya dan matikan. Selanjutnya, saring dalam keadaan dingin. Ramuan ini sebaiknya diminum 2 kali sehari sebanyak 1 setengah cangkir.2

    Ramuan Pegagan

    Cara membuat ramuan pegagan ini cukup sederhana. Sobat hanya memerlukan bahan-bahan, seperti pegagan 10 lembar, jahe merah 1 ruas ibu jari, temulawak 1 iris, gula aren secukupnya, dan air sebanyak 1,5 gelas. Setelah itu, cuci bersih pegagan. Kemudian, rebus air sampai mendidih. Setelah mendidih, kecilkan api lalu masukkan jahe merah dan temulawak. Selanjutnya, masukkan pegagan. Tunggulah sampai air tersisa kira-kira setengahnya dan matikan. Ramuan pegagan ini disarankan untuk diminum 2 kali sehari 1 gelas.2

    Ramuan Beras Kencur

    Untuk membuat ramuan ini, bahan-bahan yang diperlukan adalah kencur dengan jumlah 500 gram yang sudah dikupas, beras 100 gram, daun pandan 3 lembar, gula aren secukupnya, dan air sejumlah 2300 ml. Cara membuatnya adalah sangria beras hingga kekuningan, lalu haluskan beras, kencur, dan gula aren. Masukkan ke dalam air hingga mendidih kemudian tambahkan pandan, kemudian disaring. Cara meminumnya adalah 2 kali sehari.2

    Ramuan Daun Kelor

    Untuk membuat ramuan daun kelor, Sobat hanya membutuhkan daun kelor sebanyak 2 genggam dan air sebanyak 2 cangkir. Cara membuatnya adalah rebuslah air sampai mendidih, kemudian masukkan daun kelor, lalu matikan api dan saringlah sesudah dingin. Cara meminumnya dibedakan berdasarkan usia, yaitu untuk dewasa 2 kali sehari 1 cangkir dan anak-anak 2 kali sehari setengah cangkir.2

    Ramuan Jeruk Lemon

    Cara membuat ramuan lemon ini cukup mudah. Pertama-tama, siapkan dahulu jeruk lemon sebanyak 1 buah dan madu sebanyak dua sendok makan. Kemudian, cuci bersih jeruk lemon, lalu peras dan campurkan dengan 2 sendok makan madu. Aduklah sampai tercampur. Minumlah ramuan ini 2 kali sehari secukupnya.2

    Ramuan Bawang Putih

    Ramuan terakhir adalah dari bawang putih. Bahan-bahannya meliputi bawang putih sebanyak 2 butir, air hangat 1 gelas, dan madu secukupnya. Bawang putih dicuci bersih dan dimemarkan sampai halus, kemudian dicampurkan ke dalam air hangat. Jangan lupa tambahkan madu, lalu aduklah hingga larut. Ramuan ini sebaiknya diminum 2 kali sehari secukupnya.2

    Adakah Hal-hal yang Harus Diperhatikan?

    Dalam membuat minuman dari tanaman obat tradisional, tentunya Sobat harus memperhatikan beberapa hal tertentu agar minuman berbentuk jamu tersebut benar-benar berkhasiat dan bisa membantu untuk melindungi diri Sobat dari virus Corona. Hal-hal tersebut adalah:2

    • Pilih jenis tanaman yang tepat sesuai resep
    • Cermati komposisi bahan saat akan meramu 
    • Ikuti takaran sesuai petunjuk, tidak ditambah atau dikurangi
    • Rebuslah dengan api kecil kurang lebih 15 menit
    • Jangan menggunakan alat rebusan dengan bahan-bahan dari alumunium, timah, dan tembaga
    • Penggunaan ramuan pada ibu hamil dan menyusui harus hati-hati

    Itulah berbagai tanaman obat tradisional yang bisa Sobat manfaatkan untuk memelihara kesehatan dan mencegah penularan virus Corona.2 Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam dan lengkap mengenai cara menghindari virus Corona secara tepat dan memerlukan informasi kesehatan lainnya, serta membutuhkan produk-produk kesehatansilakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. Apakah Jamu, Tanaman Herbal dan Merokok Bisa Membantu Memerangi Virus Corona? [Internet]. Tempo. 2020 [cited 28 July 2020]. Available from: https://www.tempo.co/abc/5422/apakah-jamu-tanaman-herbal-dan-merokok-bisa-membantu-memerangi-virus-corona
    2. Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/413/2020 Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia; 2020.
    3. Adhi IS. 6 Jenis Tanaman Herbal untuk Cegah Infeksi Virus Corona Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 28 July 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/04/18/115800268/6-jenis-tanaman-herbal-untuk-cegah-infeksi-virus-corona?page=all
    Read More
Chat Dokter 24 Jam