Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ sindrom”

  • Baru-baru ini ramai diberitakan peristiwa unik, tertidurnya seorang gadis di Kalimantan Selatan bernama Siti Raisa Miranda atau Echa selama berhari-hari. Kondisi ini sebenarnya bukanlah yang pertama kali dialami Echa. Pada 2017, saat berusia 13 tahun Ia pernah mengalami kondisi yang sama dan tertidur selama 13 hari. Baca Juga: Hari Syndrom Down Sedunia, Mari Kenali Apa […]

    Kenali Sleeping Beauty Syndrome yang Dialami Echa

    Baru-baru ini ramai diberitakan peristiwa unik, tertidurnya seorang gadis di Kalimantan Selatan bernama Siti Raisa Miranda atau Echa selama berhari-hari. Kondisi ini sebenarnya bukanlah yang pertama kali dialami Echa. Pada 2017, saat berusia 13 tahun Ia pernah mengalami kondisi yang sama dan tertidur selama 13 hari.

    sleeping beauty syndrome

    Baca Juga: Hari Syndrom Down Sedunia, Mari Kenali Apa Itu Down Syndrome?

    Di dunia medis kondisi yang dialami Echa disebut dengan sindrom putri tidur (sleeping beauty syndrome) atau Kleine-Levin Syndrome. Dilansir dari CNN Indonesia, kasus yang dialami Echa ini termasuk jarang. Penderita mengalami rasa kantuk yang berlebihan dan dapat dialami berulang kali.

    Apa Penyebab Sleeping Beauty Syndrome?

    Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab sleeping beauty syndrome. Namun ada beberapa faktor risiko yang dapat menimbulkan kondisi ini, misalnya cedera kepala (pada hipotalamus yang mengontrol tidur), penyakit autoimun dan faktor genetik.

    Menurut Indian Journal Psychology of Medicine yang dikutip dari CNN Indonesia, Sleeping Beauty Syndrome kebanyakan dialami remaja pria. Namun tidak menutup kemungkinan dialami pula perempuan paruh baya.

    Gejala Sleeping Beauty Syndrome

    Kondisi ini ditandai dengan beberapa gejala berikut:

    • Rasa kantuk berlebihan saat siang hari meskipun sudah cukup tidur
    • Rasa lapar berlebihan
    • Gangguan kognitif
    • Halusinasi
    • Disorientasi
    • Mudah marah
    • Perilaku kekanak-kanakan
    • Nafsu makan meningkat
    • Dorongan seksual berlebihan

    Kondisi ini dapat terjadi secara episodik, artinya penderita Sleeping Beauty Syndrome dapat mengalami keluhan tersebut selama beberapa waktu lalu kembali normal lagi.

    Baca Juga: Sahabat Mengalami Gangguan Tidur Berjalan? Berikut Cara Mengatasinya!

    Apa Risiko Sleeping Beauty Syndrome Bagi Tubuh?

    Pakar hidrasi dari RS Cipto Mangunkusumo, dr. Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH , seperti dilansir dari Detikcom mengungkap bahwa kondisi Sleeping Beauty Syndrome dapat menyebabkan resiko berkurangnya asupan cairan tubuh. Padahal, cairan tubuh akan tetap keluar melalui urin maupun proses penguapan dari permukaan kulit.

    Selain itu, kondisi ini dapat meningkatkan risiko timbulnya gangguan tidur (sleep apnea); gangguan fungsi ginjal, jantung, saraf; depresi hingga gangguan hormon tiroid (hipotiroid).

    Bagaimana Penanganan Sleeping Beauty Syndrome?

    Pasien umumnya akan diberikan obat untuk mengurangi durasi tidur dan mencegah episode tidur berikutnya.

    Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Kurang Tidur Atau Kebiasaan Begadang

    Sahabat Sehat, demikianlah mengenai sleeping beauty syndrome yang merupakan kejadian langka di dunia. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai sindrom ini atau kondisi medis lainnya, Sahabat Sehat dapat berkonsultasi secara online dengan dokter di Prosehat.

    Produk Terkait: Chat Dokter 24 Jam

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Sleeping Beauty Syndrom Buat ‘Putri Tidur Kalsel’ Lelap Lagi [Internet]. gaya hidup. 2021 [cited 16 April 2021].
    2. Pramudiarja A. Fakta-fakta Hipersomnia yang Bikin Echa ‘Putri Tidur’ Terlelap 13 Hari [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 16 April 2021].
    3. Kisah Sleeping Beauty di Dunia Nyata, Echa Kembali Tidur Selama Seminggu, Sudah 13 Kali Kejadian – Tribun Kaltim [Internet]. Tribun Kaltim. 2021 [cited 16 April 2021].
    Read More
  • Tanggal 21 Maret setiap tahunnya selalu diperingati sebagai hari Down syndrome sedunia. Peringatan ini dilakukan sejak tahun 2012, dan tanggal 21 dipilih karena menandakan keunikan 3 kopi kromosom ke-21 atau dikenal sebagai trisomi 21 yang merupakan penyebab kondisi Down syndrome. Baca Juga: Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab hingga Cara Mengatasi Mungkin Sahabat bertanya-tanya mengenai apa itu […]

    Hari Down Syndrome Sedunia, Mari Kenali Apa itu Down Syndrome

    Tanggal 21 Maret setiap tahunnya selalu diperingati sebagai hari Down syndrome sedunia. Peringatan ini dilakukan sejak tahun 2012, dan tanggal 21 dipilih karena menandakan keunikan 3 kopi kromosom ke-21 atau dikenal sebagai trisomi 21 yang merupakan penyebab kondisi Down syndrome.

    down syndrome, Hari Down Syndrome Sedunia

    Baca Juga: Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab hingga Cara Mengatasi

    Mungkin Sahabat bertanya-tanya mengenai apa itu Down Syndrome?

    Down syndrome merupakan salah satu jenis kelainan genetik sejak lahir, yang ditemukan oleh dr.Jhon Langdon Down pada tahun 1866, dan ditandai dengan:

    • Badan relatif pendek
    • Kepala mengecil
    • Hidung datar menyerupai ras mongoloid

    World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa terdapat 1 kejadian Down syndrome per 1.000 kelahiran hingga 1 kejadian per 1.100 kelahiran di seluruh dunia. Setiap tahunnya, sekitar 3.000 hingga 5.000 anak lahir dengan kondisi ini. WHO memperkirakan ada 8 juta penderita sindrom ini di seluruh dunia.

    Di Indonesia, kasus down syndrome cenderung meningkat. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010, angka kejadian sindrom pada anak berusia 24 sampai 59 bulan sebesar 0,12%. Pada 2013 angka kejadian down syndrome meningkat hingga 0,13%,  dan pada 2018 menjadi 0,21%.

    Penyebab Down Syndrome

    Sindrom ini disebabkan karena adanya kelainan genetik dalam kromosom, yang dapat diturunkan dari orang tua. Ketika sel janin berkembang, setiap sel seharusnya menerima 23 pasang kromosom, dengan total 46 kromosom yang berasal dari ibu dan ayah.

    Pada penderita sindrom Down, salah satu kromosom tidak terpisah dengan baik. Terdapat salinan ekstra dari kromosom nomor 21 yang menyebabkan gangguan perkembangan otak dan fisik.

    Baca Juga: 10 Jenis Buah dan Sayur yang Baik untuk Nutrisi Otak Anak

    Gejala Down Syndrome

    Ketika lahir, penderita sindrom memiliki gejala khas seperti:

    • Tampilan wajah datar
    • Kepala dan telinga kecil
    • Leher pendek
    • Mata miring ke atas
    • Telinga berbentuk atipikal
    • Kekuatan otot buruk

    Penderita sindrom ini dapat dilahirkan dengan ukuran berat dan panjang badan normal, namun akan berkembang lebih lambat dibandingkan anak tanpa sindrom tersebut.

    Beberapa kondisi medis lain yang sering kali menyertai sindrom Down :

    • Cacat jantung bawaan
    • Gangguan pendengaran
    • Penglihatan yang buruk
    • Katarak
    • Gangguan pada pinggul, seperti dislokasi
    • Leukemia
    • Sembelit
    • Gangguan pernapasan saat tidur
    • Demensia
    • Gangguan hormon tiroid
    • Kegemukan
    • Pertumbuhan gigi terlambat

    Penderita sindrom diketahui lebih rentan terhadap infeksi, misalnya infeksi pernapasan, infeksi saluran kemih, dan infeksi kulit.

    Apa Faktor Risiko Terjadinya Down Syndrome?

    Janin berisiko mengalami kelainan genetik ini apabila ibu hamil berusia 35 tahun ke atas. Jika usia ibu semakin tua saat melahirkan, semakin besar pula risiko janin menderita sindrom.

    Berdasarkan penelitian, kondisi ayah juga turut berperan dalam hal ini. Sebuah studi tahun 2003 menyatakan bahwa apabila ayah berusia diatas 40 tahun, memiliki peluang 2 kali lipat janin mengalami sindrom.

    Faktor lainnya adalah:

    • Riwayat sindrom dalam keluarga
    • Kelainan genetik pada salah satu anggota keluarga

    Cara Mendiagnosis Down Syndrome

    Cara mendiagnosis sindrom Down dapat dilakukan dengan menjalani pemeriksaan skrining dan pemeriksaan diagnostik.

    Pemeriksaan Skrining

    Wanita berusia 30-35 tahun atau lebih, disarankan menjalani pemeriksaan skrining genetik selama kehamilan karena janin berisiko mengalami sindrom Down seiring bertambahnya usia ibu hamil.

    Pemeriksaan Diagnostik

    Tenaga medis dapat melakukan pemeriksaan berikut selama masa kehamilan, untuk mendiagnosis sindrom : pengambilan sampel dari plasenta, pemeriksaan cairan ketuban (amniosentesis), pengambilan sampel darah dari tali pusat.

    Pemeriksaan juga dapat dilakukan setelah bayi lahir untuk memeriksa kondisi fisik bayi, maupun pemeriksaan penunjang lainnya (misal pemeriksaan darah, dan lainnya).

    Cara Mengatasi Down Syndrome

    Tidak ada pengobatan khusus untuk kelainan ini, namun deteksi dini dapat membantu penderita  sindrom untuk memaksimalkan potensi diri agar dapat berperan aktif dalam masyarakat.

    Penderita down syndrome dapat memperoleh penanganan dari dokter, pendidik khusus, terapis wicara, terapis okupasi, terapis fisik, serta pekerja sosial. Beberapa penderita sindrom diketahui menggunakan program pendidikan individual (IEP), yang akan didukung oleh berbagai ahli.

    Baca Juga: 14 Masalah Kesehatan Mental Pada Anak

    Demikianlah mengenai sindrom Down yang merupakan salah satu jenis kelainan genetik sejak lahir.

    Apabila Sahabat perlu informasi lebih lanjut mengenai kelainan bawaan ataupun Down Syndrome, Sahabat dapat berkonsultasi langsung 24 jam dengan dokter di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Antara Fakta dan Harapan: Sindrom Down Hari Sindrom Down Sedunia 21Maret [Internet]. 1st ed. Jakarta: Kementeriam Kesehatan RI; 2021 [cited 19 March 2021]. Available from: https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-down-syndrom-2019-1.pdf
    2. Down Syndrome: Causes, Types, and Symptoms [Internet]. Healthline. 2021 [cited 19 March 2021]. Available from: https://www.healthline.com/health/down-syndrome
    3. Down syndrome: Causes, symptoms, and diagnosis [Internet]. Medicalnewstoday.com. 2021 [cited 19 March 2021]. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/145554

     

    Read More
Chat Dokter 24 Jam