Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Posts tagged “ sakit kepala”

  • Apakah Sobat sering menderita sakit kepala sebelah? Bisa jadi Anda menderita migren. Menurut WHO, migren termasuk 1 dari 20 penyakit yang paling menimbulkan gangguan aktivitas. Sehingga, penderita sakit kepala sebelah sebaiknya memiliki pengetahuan tentang kondisi ini, agar dapat mencegah kambuh dan efektif dalam menerapkan cara-cara mengobati sakit kepala sebelah. Migren merupakan salah satu jenis sakit […]

    Bagaimana Mengobati Sakit Kepala Sebelah?

    Apakah Sobat sering menderita sakit kepala sebelah? Bisa jadi Anda menderita migren. Menurut WHO, migren termasuk 1 dari 20 penyakit yang paling menimbulkan gangguan aktivitas. Sehingga, penderita sakit kepala sebelah sebaiknya memiliki pengetahuan tentang kondisi ini, agar dapat mencegah kambuh dan efektif dalam menerapkan cara-cara mengobati sakit kepala sebelah.

    Migren merupakan salah satu jenis sakit kepala yang tidak memiliki penyebab spesifik. Migren yang ‘klasik’ didahului dengan gejala awalan yang berbagai macam, misalnya gangguan pandangan (silau atau kabur), gangguan bicara, gangguan perilaku, perubahan mood, gangguan memori, mual, gangguan pendengaran, penciuman, dan lain-lain. Meskipun begitu, sebagian besar penderita migren tidak memiliki gejala awalan.

    Meski penyebab migren belum diketahui dengan pasti, tapi serangan migren memiliki banyak faktor pemicu yang terbagi atas faktor-faktor luar tubuh dan faktor-faktor dalam tubuh. Contoh faktor dalam tubuh, misalnya, hormon (pada wanita dapat berupa masa menstruasi, ovulasi, alat KB hormonal), psikologis (stres, cemas, ketakutan, depresi), dan pola tidur (kurang tidur, terlalu banyak tidur). Faktor eksogen misalnya cuaca, sinar, gerakan, suara bising, makanan dan minuman.

    Baca Juga: 6 Tips Meredakan Sakit Kepala

    Penatalaksanaan sakit kepala sebelah terbagi menjadi tiga bagian besar, yaitu menghindari pencetus, terapi segera serangan akut, dan terapi pencegahan migren. Terapi serangan migren dan terapi pencegahan tentunya diberikan oleh dokter Anda. Apabila benar Sobat menderita migren, ada kemungkinan bahwa terapi yang Anda butuhkan tidak dapat dibeli bebas di apotek. Di sini, kita akan berfokus pada cara mengobati sakit kepala sebelah yang dapat Anda lakukan sendiri, yaitu menghindari pencetus.

    Catat Sakit Kepala Sebelah Anda

    Seringkali penderita migren tidak mengetahui apa faktor pencetus serangan migrennya. Ya, sebagian kasus migren memang tidak memiliki pencetus. Namun, alangkah baiknya Anda mengetahui dengan pasti pencetus migren Anda, sehingga dapat menghindarinya apabila migren Anda memang memiliki pencetus. Apa yang mencetuskan serangan nyeri kepala pada Anda berbeda dengan pencetus serangan nyeri kepala pada orang lain.

    Baca Juga: 5 Herbal Sakit Kepala yang Sehat dan Aman

    Anda dapat mulai menulis ‘buku harian sakit kepala’, yaitu catatan mengenai kapan saja Anda mengalami sakit kepala, gejala-gejala apa yang Anda alami di sekitar waktu nyeri kepala tersebut, serta kejadian-kejadian apa yang mendahuluinya. Apakah Anda mengonsumsi makanan atau minuman tertentu? Apakah Anda selalu sedang mengalami beban kerja berat ketika nyeri itu akan muncul? Berapa jam waktu tidur Anda sebelum nyeri kepala Anda muncul? Ingat bahwa terdapat jangka waktu hingga 24 jam sejak adanya pencetus hingga muncul nyeri kepala.

    Terkadang, pencetus migren merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari, misalnya perubahan cuaca, stres, atau masa tertentu siklus menstruasi pada wanita. Namun, pengetahuan akan pencetus spesifik migren dapat membantu Sobat mengantisipasi serangan nyeri kepala.

    Hindari Pencetus Tersering Sakit Kepala Sebelah

    Meski pencetus nyeri kepala sebelah bagi tiap orang berbeda-beda, beberapa hal lebih sering berperan sebagai pencetus daripada hal lainnya. Bila Sobat belum mengetahui pencetus spesifik nyeri kepala sebelah Anda, lakukan hal-hal berikut sebagai usaha awal menghindari serangan nyeri kepala sebelah:

    Kurangi stres

    Pada suatu penelitian yang dilakukan pada dua ratus orang, ditemukan bahwa pencetus tersering adalah stres emosional. Apabila Anda penderita sakit kepala sebelah, Anda perlu lebih sadar akan hal-hal yang membuat Anda stres dan menghindarinya.

    Makan teratur

    Lupa makan juga termasuk satu penyebab tersering timbulnya migren. Pertahankan pola makan yang sehat dan teratur. Selain mencegah sakit kepala sebelah, pola makan yang sehat dan teratur juga baik untuk keseluruhan kesehatan Anda.

    Perhatikan pola tidur Anda

    Perubahan pola tidur dari kebiasaan normal Anda, baik itu terlalu banyak maupun terlalu sedikit tidur, dapat mencetuskan migren. Kenali pola tidur biasa Anda, dan hindari melakukan perubahan-perubahan mendadak.

    Baca Juga: Ternyata Kurang Tidur Picu Kanker Payudara

    Makanan dan Minuman Ini Sering Mencetuskan Sakit Kepala Sebelah:

    Sesuai yang telah disebutkan sebelumnya, makanan dan minuman merupakan salah satu dari pencetus migren. Makanan atau minuman pencetus berbeda-beda bagi tiap orang, tetapi berikut ini merupakan kemungkinan pencetus terbesar. Bila Anda mengetahui dengan pasti bahwa suatu makanan tertentu mencetuskan sakit kepala Anda, hindari makanan tersebut sepenuhnya!

    Keju

    Keju tua, seperti blue cheese, feta, dan brie, mengandung tiramin. Tiramin merupakan substansi yang terbentuk saat proses penuaan makanan memecah kandungan proteinnya. Makanan lain yang tinggi tiramin adalah makanan yang diacar atau difermentasikan, misalnya acar dan kimchi. Makanan tinggi tiramin terasosiasi dengan timbulnya serangan sakit kepala sebelah.

    Kafein

    Pada beberapa penderita migren, kopi dapat merupakan pencetus migrennya. Namun, bila Anda seorang peminum kopi, tiba-tiba menghentikan konsumsi kopi yang mencetuskan fenomena withdrawal juga dapat merupakan penyebab sakit kepala Anda.

    Alkohol

    Alkohol merupakan salah satu penyebab tersering sakit kepala sebelah. Biasanya, orang-orang yang menderita migren karena alkohol akan mengalaminya pada fase withdrawal, misalnya beberapa jam setelah kadar alkohol darah berkurang.

    Cokelat

    Kurang lebih seperlima penderita migren menyatakan cokelat sebagai salah satu pencetus migren mereka. Biasanya, semakin tinggi kandungan kokoanya, semakin mungkin perannya sebagai pencetus sakit kepala.

    Pemanis buatan

    Pemanis buatan sering digunakan bagi penderita kencing manis sebagai pengganti gula alami. Namun, ternyata pemanis buatan terhubung dengan migren.

    Makanan mengandung pengawet

    Monosodium glutamate (MSG) merupakan salah satu jenis pengawet yang sering kita dengar. MSG ternyata terasosiasi dengan timbulnya nyeri kepala. Selain MSG, pengawet-pengawet lain juga mungkin menimbulkan nyeri kepala pada beberapa orang. Contoh pengawet lain yang diduga sering menimbulkan nyeri kepala sebelah adalah nitrat, yaitu pengawet yang sering ditemukan pada daging terproses seperti ham dan sosis.

    Baca Juga: Sakit Kepala Tak Kunjung Reda? Coba Makanan Ini

    Mengobati sakit kepala sebelah dapat merupakan proses yang penuh tantangan. Langkah awal termudah (dan mungkin terpenting) adalah mendokumentasikan nyeri kepala sebelah Anda untuk mengetahui pencetus pribadinya. Selain itu, secara umum pertahankan gaya hidup dan pola makan yang sehat. Kebanyakan pencetus migren termasuk dalam pola hidup yang tidak teratur dan makanan-makanan mengandung bahan aditif atau buatan.

    Nah, Sobat kini sudah lebih memahami masalah sakit kepala sebelah. Jika masih membutuhkan informasi kesehatan lainnya, bisa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat untuk mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan kesehatan. Info lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Migraine and Diet [Internet]. American Migraine Foundation. [dikutip 17 September 2018]. Tersedia pada:  americanmigrainefoundation.org/understanding-migraine/migraine-and-diet/
    2. Living With Migraine: Diet and Migraine [Internet]. American Migraine Foundation. [dikutip 17 September 2018]. Tersedia pada: americanmigrainefoundation.org/understanding-migraine/living-with-migraine-diet-and-migraine/
    3. Bartleson JD, Cutrer FM. Migraine update. Diagnosis and treatment. Minn Med. 2010;93(5):36–41.
    4. Martin PR. Behavioral Management of Migraine Headache Triggers: Learning to Cope with Triggers. Curr Pain Headache Rep. 1 Juni 2010;14(3):221–7.
    5. Andress‐Rothrock D, King W, Rothrock J. An Analysis of Migraine Triggers in a Clinic-Based Population. Headache J Head Face Pain. 1 September 2010;50(8):1366–70.
    6. 10 Foods That Trigger Migraines [Internet]. [dikutip 17 September 2018]. Tersedia pada:  healthline.com/health/foods-that-trigger-migraines
    7. Dito Anurogo. Penatalaksanaan Migren. CDK. 2012;39(10):731–7.
    8. Isti Suharjanti. Strategi Pengobatan Akut Migren. CDK. 2013;40(2):87–91.
    Read More
  • Anda sering sakit kepala sebelah yang tak kunjung reda? Sakit kepala sebelah sering disebut sebagai migrain dalam istilah medis. Sakit kepala sebelah berupa nyeri hebat yang sering muncul yang dapat mengganggu aktivitas kita sehari-hari atau saat kita ingin beristirahat. Belum lagi bila nyeri kepala sebelah tersebut berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Penyebab sakit kepala […]

    Sakit Kepala Sebelah Tak Kunjung Reda? Coba Kurangi Makanan Ini!

    Anda sering sakit kepala sebelah yang tak kunjung reda? Sakit kepala sebelah sering disebut sebagai migrain dalam istilah medis. Sakit kepala sebelah berupa nyeri hebat yang sering muncul yang dapat mengganggu aktivitas kita sehari-hari atau saat kita ingin beristirahat. Belum lagi bila nyeri kepala sebelah tersebut berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

    Penyebab sakit kepala sebelah secara pasti belum diketahui, faktor keturunan atau genetik seperti memiliki riwayat keluarga dengan sakit kepala sebelah dapat menjadi suatu faktor risiko terjadinya sakit kepala sebelah pada seseorang. Sakit kepala sebelah terjadi akibat adanya kejadian penyempitan pembuluh darah otak (vasokonstriksi) yang kemudian diikuti dengan pelebaran pembuluh darah itu sendiri (vasodilatasi).

    Teori lain yakni adanya gangguan pada keseimbangan zat kimia (neurotransmitter) di otak. Beberapa faktor telah ditemukan dapat menjadi pencetus sakit kepala sebelah, seperti stres, kurang tidur, merokok, atau perubahan hormon dalam tubuh (seperti yang umum pada wanita yaitu saat menstruasi). Nah, yang tidak kalah penting adalah pola makan dan juga jenis makanan yang kita makan.

    Penelitian menunjukkan bahwa telat makan atau berpuasa dapat memicu terjadinya sakit kepala sebelah. Hal ini disebabkan karena terganggunya suplai glukosake otak sehingga terjadi ketidak seimbangan antara sistem penghantaran saraf yang pada akhirnya berujung pada gangguan pembuluh darah di otak dan timbulsakit kepala sebelah. Oleh karena itu, bagi Moms yang sibuk beraktivitas, ingat untuk selalu siapkan snack ya agar perut tidak kosong. Para penderita sakit kepala sebelah dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dalam porsi sedikit tapi sering.

    Beberapa jenis makanan ditemukan dapat mencetuskan sakit kepala sebelah, hal ini terkait dengan mekanisme terjadinya sakit kepala sebelah yang telah dijelaskan diatas, sehingga sebaiknya dihindari oleh Moms yang sering menderita sakit kepala sebelah. Berikut ini adalah beberapa makanan yang sebaiknya Moms hindari untuk mencegah tercetusnya sakit kepala sebelah:

    1. Cokelat
    2. Minumanberalkohol (anggurmerahdanbir). Serangan sakit kepala sebelah dapat muncul dalam beberapa menit hingga hari setelah konsumsi alkohol.
    3. Buah-buahan seperti pepaya, alpukat, plum dan pisang yang terlalu matang
    4. Roti dan gandum seperti pizza, roti dan biskuit yang mengandung keju, cokelat dan kacang.
    5. Makanan dengan tambahan Monosodium glutamate (MSG)
      Hindari konsumsi makanan yang banyak mengandung MSG seperti makanan kaleng, snack yang siap untuk dimakan, mie instan, dan sebagainya. Batasi juga penggunaan garam di rumah.
    1. Keju, mengandung zat bernama tiramin yang dapat mencetuskan serangan sakit kepala sebelah.
    2. Daging yang diproses (seperti daging kalengan, sarden, sosis), karena mengandung zat nitrit dan juga tiramin
    3. Kafein, ternyata kafein dapat menjadi pencetus maupun untuk mengobatisakit kepala sebelah. Jadi, jangan heran jika Namun yang dimaksud ialah caffeine withdrawal, setelah seseorang yang biasanya mengonsumsi kafein dalam jumlah yang banyak dan sering lalu menghentikannya secara langsung. Meskipun seorang penderita sakit kepala sebelah masih diperbolehkan mengonsumsi kafein sebanyak 200 mg per hari (2 cangkir), namun TheNational Headache Foundation menyarankan bila seseorang sudah sering sakit kepala sebelah, sebaiknya menghindari kafein.
    4. Pemanisbuatan (aspartame/sakarin)
    5. Kacang-kacanganan seperti fava, kacangpolon

    Tidak semua makanan dan minuman dari daftar di atas dapat mencetuskan terjadinya sakit kepala sebelah pada semua orang, karena bagaimanapun juga efek makanan tersebut bisa berbeda pada setiap orang. Moms disarankan untuk selalu membuat catatan harian makanan, dengan hal ini Moms dapat mengetahui makanan apa saja yang dapat mencetuskan sakit kepala sebelah. Jika Anda sudah tahu dan mencatat makanan apa saja yang dapat mencetuskan sakit kepala sebelah, cobalah untuk tidak megonsumsi makanan tersebut selama satu bulan, lalu dipantau apakah dengan tidak mengonsumsi makanan yang dapat menjadi pencetus sakit kepala sebelah tersebut, terjadi perbaikan atau tidak.

    Tetapi ada hal yang harus selalu diingat, yaitu ada beberapa makanan yang dapat secara langsung mencetuskan timbulnya sakit kepala sebelah, tapi beberapa makanan lainnya dapat juga mencetuskan sakit kepala sebelah setelah 24 jam dikonsumsi. Jangan terlalu ketat membatasi makanan, terdapat risiko apabila Moms menjauhi makanan yang sebenarnya bukan pencetus dari sakit kepala sebelah, yaitu kurangnya nutrisi yang sangat penting bagi tubuh.

    Berikut ini adalah serangkaian tips untuk memiliki pola hidup yang sehat terbebas dari sakit kepala sebelah:

    1. Jangan pernah melewatkan waktu makan. Selalu sediakan snack di dalam tas Anda.
    2. Makan sebanyak lima kali sehari dengan porsi yang kecil.
    3. Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein dan lemak yang baik untuk menjaga perut tetap kenyang dan jangan biarkan perut kosong.
    4. Jangan memakan atau meminum sesuatu yang Anda sudah ketahui merupakan pencetus dari sakit kepala sebelah. Terdapat beberapa makanan yang umumnya sering mencetuskan sakit kepala sebelah pada kebanyakan orang, seperti alkohol, keju, kafein dan cokelat.
    5. Lebih baik meminum air putih saja setiap harinya dan hindari minum-minuman manis dan bersoda.
    6. Menghindari makan makanan yang banyak mengandung MSG seperti makanan olahan, makanan kaleng dan makanan cepat saji lainnya

    Nah, itulah sederet rangkaian makanan yang perlu Anda hindari agar sakit kepala sebelah menjauh. Jika Anda masih membutuhkan informasi kesehatan termasuk produk kesehatan, bisa ditemukan lewat www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Angel T. What Foods can You Eat to Prevent Migraines? Healthline. 2016. [cited 19 September 2018]. Available from: healthline.com/health/migraine/what-to-eat-when-you-have-a-migraine#1.
    2. Dalkara T, Kilic K. How Does Fasting Trigger Migraine? A Hypothesis. Curr Pain Headcahe.2017;17:368.
    3. Does Caffeine Trigger or Treat Headaches. National Headache Foundation. [cited 19 September 2018]. Available from: headaches.org/2009/07/24/does-caffeine-trigger-or-treat-headaches/.
    4. Migraine Triggers. American Council for Headache Education. [cited 19 September 2018]. Available from: static1.squarespace.com/static/530d1c5be4b0e5f490d6eaef/t/53334ce1 e4b05b79d04b113c/1395870945113/triggers.pdf
    5. Alpay K, Ertas M, Orhan EK, Ustay DK, Lieners C, Baykan B. Diet Restriction in Migraine, Based on IgG Against Foods: A Clinical Double-Blind, Randomised, Cross-over Trial. Cephalgia. 2010;30(7):829-34.
    6. Halker R, Ailani J, Dougherty C, Slavin M. Migraine and Diet. American Migraine Foundation. 2016. [cited 19 September 2018]. Available from: americanmigrainefoundation.org/understanding-migraine/migraine-and-diet/.
    Read More
  • Pernahkah Sobat mengalami sakit kepala? Jika ya, Sobat tidak perlu khawatir karena 50% dari populasi di dunia yang berusia 18 – 65 tahun, mengalami sakit kepala minimal 1 kali per tahun. Oleh karena itu, penting bagi Sobat untuk terlebih dahulu mengetahui apa saja tipe sakit kepala agar Sobat lebih paham dalam menerapkan cara tepat mengatasi […]

    5 Cara Tepat Mengatasi Sakit Kepala

    Pernahkah Sobat mengalami sakit kepala? Jika ya, Sobat tidak perlu khawatir karena 50% dari populasi di dunia yang berusia 18 – 65 tahun, mengalami sakit kepala minimal 1 kali per tahun. Oleh karena itu, penting bagi Sobat untuk terlebih dahulu mengetahui apa saja tipe sakit kepala agar Sobat lebih paham dalam menerapkan cara tepat mengatasi sakit kepala yang akan kita kupas bersama pada artikel ini.

    Sakit kepala digolongkan menjadi 2 macam, yaitu sakit kepala primer dan sekunder. Sakit kepala primer ialah sakit kepala yang penyebabnya tidak diketahui secara pasti; sedangkan sakit kepala sekunder adalah sakit kepala yang disebabkan oleh penyakit lain seperti infeksi, kelainan pembuluh darah, trauma, tumor, atau gangguan psikiatri (jiwa). Lebih dari 90% pasien yang mengeluhkan sakit kepala, mengalami sakit kepala primer.

    Tiga jenis sakit kepala primer yang paling sering terjadi antara lain:

    • Tension type headache (TTH)

    TTH merupakan tipe terbanyak yang dialami oleh populasi umum yaitu sekitar 80%. Karakteristik khas dari TTH adalah sakit kepala yang bersifat tumpul, terasa seperti ada tali yang diikat kencang di sekeliling kepala, dengan tingkat keparahan sedang.

    • Migraine

    Migrain memiliki karakter sakit kepala yang lebih berat daripada TTH, dan pada 60% kasus migrain hanya terjadi pada satu sisi kepala sehingga sering dikenal dengan “sakit kepala sebelah.”

    • Cluster headache

    Tipe cluster memiliki karakter nyeri yang paling berat sampai dapat membangunkan penderita dari tidurnya. Sakit kepala yang dirasakan umumnya di belakang atau sekitar mata (satu sisi saja), selama 15 menit – 3 jam. Tipe ini lebih sering dialami oleh pria.

    Sakit kepala primer seringkali tidak diketahui penyebabnya, maka pada umumnya dokter hanya memberikan obat pereda nyeri saja, sehingga masih ada kemungkinan sakit kepala tersebut terjadi kembali.

    Tipe Sakit Kepala Primer Tersering

    Nah, saat ini Sobat telah mengenali beberapa tipe sakit kepala yang paling sering terjadi. Jika Sobat mengalami sakit kepala primer, tentu saja Sobat tidak nyaman jika harus terus–menerus mengonsumsi obat pereda nyeri. Faktor pencetus sakit kepala primer sebagian besar berasal dari lingkungan dan gaya hidup, sehingga alangkah baiknya jika Sobat menerapkan gaya hidup yang sehat daripada bergantung pada obat. Lantas, apa saja 5 cara tepat mengatasi sakit kepala?

    1. MENERAPKAN POLA MAKAN YANG BAIK

    Tak bisa dipungkiri, telat makan dan kelaparan merupakan penyebab tersering dari sakit kepala. Kaitannya masih belum dapat dipastikan, tapi ada teori yang menyatakan bahwa dalam kondisi lapar, gula darah dalam tubuh kita akan menurun (hipoglikemia) sehingga tubuh akan merangsang hormon tertentu untuk memecah cadangan energi guna meningkatkan gula darah. Proses inilah yang diduga menyebabkan otot di daerah kepala menegang dan kita merasakan sakit kepala.

    Oleh karena itu, Sobat dapat mencegah sakit kepala akibat hipoglikemia ini dengan cara menjaga kadar gula darah dalam keadaan selalu stabil, yaitu menerapkan pola makan yang baik. Pola makan baik yang dimaksud adalah memperbanyak frekuensi makan tetapi mengurangi porsinya, sehingga mencegah tubuh kita merasa lapar. Umumnya frekuensi yang disarankan adalah makan 5 kali sehari dengan porsi sedikit, tapi pola makan yang baik bagi setiap orang tidak selalu sama, sehingga sebaiknya Sobat juga menyesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing–masing dalam menentukan waktu makan. Selain itu, sebuah penelitian menyatakan bahwa konsumsi makanan ringan pada sore hari menjelang malam dapat mengurangi kejadian sakit kepala, terutama dalam keadaan stres.

    2. MEMILIH MAKANAN YANG TEPAT

    Selain pola makan, pilihan makanan juga memiliki pengaruh terhadap sakit kepala, terutama tipe migrain. Beberapa makanan yang disarankan dan yang perlu dihindari bagi penderita migrain ada di bawah ini dan hasilnya 35 dari 40 partisipan penelitian mengaku perbaikan sakit kepala dengan pilihan makanan tersebut, walaupun terdapat juga 5 dari 40 partisipan yang merasa tidak ada perbaikan.

    Makanan yang disarakan antara lain:

    -Biji-bijian (oat, nasi, quinoa, millet)

    -Buah (pir, apricot, bluberi, plum)

    -Sayuran (aparagus, brokoli, kembang kol, pak choy, bayam, selada, zucchini)

    -Lainnya: minyak zaitun, ekstrak vanilla, sirup maple

    Makanan yang perlu dihindari:

    -Biji-bijian: barley, jagung, gandum

    -Buah: golongan sitrus, pisang, dan apel

    -Sayur: tomat, paprika, terong, bawang putih, bawang bombay, ubi manis, seledri

    -Lainnya: kacang-kacangan, cokelat, gula, kopi, teh, alkohol

    3. MENERAPKAN POLA TIDUR YANG BAIK

    Perubahan pola tidur, seperti tidur lebih lama pada akhir minggu atau gangguan tidur saat stres dapat menimbulkan sakit kepala. American Academy of Sleep Medicine merekomendasikan waktu tidur minimal 7 jam per hari bagi orang dewasa untuk mencapai kesehatan yang optimal.

    4. HINDARI STRES

    Hampir seluruh tipe sakit kepala dapat dipicu oleh stres. Dalam kondisi stres, tubuh Sobat akan meningkatkan produksi hormon stres dan adrenalin yang salah satu akibatnya adalah ketegangan otot serta perubahan diameter pembuluh darah, yang merupakan mekanisme dasar penyebab sakit kepala primer.

    Telah terbukti bahwa manajemen stres yang baik dapat mengurangi keluhan sakit kepala. Luangkanlah waktu untuk berlibur, relaksasi, berolahraga, atau melakukan hobi, setiap kali Sobat selesai menjalani kegiatan yang menimbulkan stres yang tinggi. Jika Sobat menyukai dipijat, hal tersebut dapat dijadikan pelengkap dalam cara tepat mengatasi sakit kepala tipe tension, karena efektif dalam mengurangi frekuensi, durasi dan keparahan nyeri, serta meningkatkan kualitas hidup.

    5. PERTAHANKAN BERAT BADAN IDEAL

    Penelitian menyatakan bahwa berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami migrain, bahkan migrain yang dialami dapat lebih berat dibandingkan dengan seseorang dengan berat badan ideal. Sobat dapat mengetahui apakah saat ini berat badan Sobat sudah ideal atau tidak, dengan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan rumus . Bagi penduduk Asia, IMT normal yang disarankan adalah 18,5 – 22,9 kg/m2. Jika IMT sudah mencapai 23 kg/m2 atau lebih, maka Sobat perlu menurunkan berat badan, karena selain dapat mengurangi risiko migrain, memiliki IMT normal dapat mengurangi risiko Sobat terkena penyakit terkait obesitas seperti diabetes melitus, penyakit jantung koroner, dan stroke.

    Berikut ini adalah beberapa tips bagi Sobat untuk menurunkan berat badan:

    • Jangan lewatkan waktu makan untuk menurunkan berat badan karena telah kita ketahui bahwa hal ini dapat memicu migrain. Terapkanlah pola makan yang baik seperti yang telah kita kupas bersama pada poin sebelumnya.
    • Sobat perlu ingat untuk rutin minum air putih sepanjang hari, karena selain membantu terhindar dari sakit kepala, juga membantu Sobat merasa tidak lapar selama menjalani aktivitas.
    • Akan lebih baik jika Sobat menemukan dukungan sosial selama proses penurunan berat badan. Beritahu kepada keluarga dan sahabat, sehingga mereka dapat ikut mendukung.

    Nah, bagaimana Sobat? Cobalah terapkan 5 cara tepat mengatasi sakit kepala di atas selama beberapa bulan, dan jika tidak merasa ada perbaikan, sebaiknya Sobat memeriksakan diri ke dokter untuk dievaluasi lebih lanjut.

    Jangan lupa akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat untuk mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan kesehatan. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi

    1. Bunner AE, Agarwal U, Gonzales JF, Valente F, Barnard ND. Nutrition intervention for migraine: a randomized crossover trial. The Journal of Headache and Pain. 2014;15:69.
    2. Diagnosis and management of headache in adults: a national clinical guideline. Scottish Intercolleagiate Guidelines Network. Edinburgh; 2008.
    3. Headache Disorder [Internet]. World Health Organization. 2016. [cited 8 Sept 2018]. Available from: who.int/news-room/fact-sheets/detail/headache-disorders
    4. Rizzoli P, Mullally WJ. Headache. The American Journal of Medicine. 2018;131:17-24.
    5. Turner DP, Smitherman TA, Penzien DB, Porter JAH, Martin VT, Houle TT. Nighttime snacking, stres, and migraine activity. J Clin Neuroscience. 2014;21(4):638-43.
    6. Watson NF, Badr MS, Belenky G, Bliwise DL, Buxton OM, Buysse D, et al. Recommended amount of sleep for a healthy adult: a joint consensus statement of the American Academy of Sleep Medicine and Sleep Research Society. 2015;38(6):843-4.
    Read More
  • Sakit kepala, tentu bukan hal yang asing bagi kita semua. Mungkin hampir setiap orang di dunia ini pernah mengalami sakit kepala, paling tidak satu kali dalam hidupnya. Selain jenis sakit kepala dan penyebabnya sangat bervariasi, sakit kepala juga sangat berhubungan dengan faktor-faktor lain, seperti stres, kecemasan, pola makan dan jenis makanan tertentu, gaya hidup, aktivitas […]

    6 Tips Meredakan Sakit Kepala yang Ampuh!

    Sakit kepala, tentu bukan hal yang asing bagi kita semua. Mungkin hampir setiap orang di dunia ini pernah mengalami sakit kepala, paling tidak satu kali dalam hidupnya. Selain jenis sakit kepala dan penyebabnya sangat bervariasi, sakit kepala juga sangat berhubungan dengan faktor-faktor lain, seperti stres, kecemasan, pola makan dan jenis makanan tertentu, gaya hidup, aktivitas fisik, konsumsi obat-obatan tertentu, kondisi cuaca dan lingkungan, hingga faktor hormonal seperti menstruasi.

    Sobat mungkin juga sudah mencoba berbagai macam obat tapi masih kurang efektif. Lalu bagaimanakah cara meredakan sakit kepala yang manjur? Banyak cara-cara yang ditawarkan tapi kurang tepat dan kadang justru memperparah sakit kepala. Nah, gaya hidup yang baik dan pola asupan makanan, memegang peranan yang sangat penting dalam hal ini. Yuk Sobat, mari kita simak lebih lanjut:

    Sakit kepala merupakan salah satu keluhan yang paling sering dikeluhkan di fasilitas kesehatan. Penyebab sakit kepala sangat beragam mulai dari sakit kepala ringan yang sederhana, mengganggu rasa nyaman, hingga sakit kepala yang berbahaya dan mengancam nyawa. Sakit kepala pada umumnya dibedakan menjadi 2, yaitu sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder. Sakit kepala primer adalah sakit kepala tanpa penyebab yang jelas, seperti sakit kepala tipe tegang (tension-type headache—TTH), migrain, sakit kelapa tipe klaster (cluster-type headache), dan beberapa lainnya. Sedangkan sakit kepala sekunder adalah sakit kepala yang disebabkan karena penyakit/penyebab lain, seperti karena cedera pada kepala, pecahnya pembuluh darah, infeksi, tumor otak, dan lain-lain. Sakit kepala yang paling sering ditemukan adalah sakit kepala primer, yang sekaligus akan menjadi sasaran topik bacaan kali ini.

    Sakit kepala primer inilah yang memiliki kaitan erat dengan pola makan dan gaya hidup. Banyak makanan dan gaya hidup tertentu yang sudah diteliti lebih lanjut dapat mencetuskan atau memperparah sakit kepala. Berdasarkan penelitian, 12-60% orang dengan migrain akan tercetus oleh gaya hidup dan makanan tertentu.

    Pencetus Sakit Kepala

    Hal yang perlu Sobat semua ketahui terlebih dahulu untuk mengurangi dan meredakan sakit kepala ialah memahami apa yang dapat mencetuskannya. Perlu sobat ingat bahwa faktor pencetus sakit kepala masing-masing orang dapat saja berbeda, tapi secara umum terdapat beberapa hal yang dapat mencetuskan sakit kepala, baik gaya hidup, pola makan hingga beberapa jenis makanan tertentu yang sudah diteliti dapat mencetuskan sakit kepala.

    1. Hindari minuman beralkohol.

    Bagi sebagian orang mungkin minuman beralkohol tidak menyebabkan sakit kepala. Namun, bagi para penderita sakit kepala primer yang kronis, baik migrain maupun jenis sakit kepala primer lainnya, alkohol ternyata dapat mencetuskannya meski dikonsumsi dalam jumlah sedikit.

    1. Hindari makanan/minuman pencetus sakit kepala.

    Inilah topik yang paling sering dibahas dalam sakit kepala. Apa saja yang perlu dihindari? Beberapa jenis makanan atau minuman ternyata sudah terbukti dapat mencetuskan sakit kepala terutama migrain, yaitu:

    • Keju dan produk susu lainnya,
    • Coklat,
    • Kopi (kafein),
    • Buah-buahan seperti sitrus (jeruk),  pisang, dan apel,
    • Kacang-kacangan,
    • Daging merah dan daging yang telah diproses seperti sosis, ham, hotdog,
    • Gandum,
    • Minuman/makanan terlalu dingin,
    • MSG (monosodium glutamat) atau mecin,
    • Aspartame atau pemanis buatan,
    • Makanan berlemak tinggi.

    Makanan atau minuman ini diketahui mengandung banyak faktor yang dapat menyebabkan sakit kepala seperti histamin, tiramin, dan nitrat/nitrit. Tidak menutup kemungkinan Sobat mungkin memiliki jenis makanan lain yang dapat mencetuskan sakit kepala. Penelitian menunjukkan, menghindari asupan pencetus atau eliminasi diet ini dapat menurunkan durasi kekambuhan sakit kepala sebesar 29%.

    Selain itu, mengurangi asupan lemak ternyata dapat menurunkan kadar hormon estrogen, sehingga cocok bagi para wanita yang sering mengalami sakit kepala saat fase premenstruasi.

    1. Pola makan pencetus sakit kepala.

    Tidak hanya jenis makanan, ternyata pola makan yang salah juga dapat mencetuskan sakit kepala loh. Penelitian menemukan bahwa berpuasa dan terlambat makan akan menyebabkan fluktuasi kadar gula di dalam darah yang berujung mencetuskan sakit kepala primer seperti migrain ataupun jenis lainnya pada sebagian orang.

    1. Gaya hidup dan faktor lain pencetus sakit kepala.

    Gaya hidup yang salah ternyata dapat menyebabkan sakit kepala yang dialami Sobat tidak kunjung membaik. Kurang olahraga, kekurangan tidur karena sulit tidur atau kebiasaan tidur larut malam, dan kelelahan yang menyebabkan kurangnya istirahat, dapat mencetuskan sakit kepala.

    Faktor lain yang cukup berpengaruh dalam mencetuskan sakit kepala primer adalah faktor psikososial seperti stres, kecemasan, ketidakpuasan dalam pekerjaan dan masalah dalam pekerjaan lainnya, serta berbagai faktor tidak umum lainnya seperti bau-bauan yang menyengat. Kecemasan juga seringkali diikuti dengan sulit tidur. Penelitian menemukan bahwa kecemasan adalah salah satu faktor penyebab sakit kepala yang berkepanjangan.

    Tips Meredakan Sakit Kepala

    1. Minumlah air. Minum air yang cukup dapat membantu meredakan sakit kepala dalam 30 menit hingga 3 jam. Kekurangan cairan atau dehidrasi yang berkepanjangan juga dapat menyebabkan sakit kepala.
    2. Berolahraga. Penelitian menemukan bahwa berolahraga secara teratur tidak hanya dapat meredakan sakit kepala primer seperti migrain, tapi juga dapat mencegah kekambuhan di kemudian hari, terutama bagi Sobat yang tidak ingin terlalu bergantung dengan obat-obatan. Olahraga juga dapat membantu meredakan stres dan membuat Sobat menjadi lebih rileks.
    3. Tidur dan istirahat cukup. Jika Sobat sering tidur larut malam, ini saatnya untuk menghilangkan kebiasaan tersebut. Tidur paling tidak 8 jam sehari dan istirahat yang cukup terbukti menurunkan frekuensi dan derajat sakit kepala.
    4. Kompres dingin. Meski terlihat sebagai metode yang sangat tradisional, tapi penelitian mencatat bahwa kompres dingin dapat secara efektif meredakan sakit kepala pada 71% pasien.
    5. Konsumsi kafein dosis rendah. Kafein memang dapat menyebabkan sakit kepala, tapi jika dikonsumsi pada dosis kecil dapat bermanfaat untuk meredakan sakit kepala. Kafein dosis rendah dapat mudah Sobat temui dengan mengonsumsi teh.
    6. Konsumsi makanan kaya magnesium. Diet tinggi magnesium dapat meredakan dan mencegah kekambuhan sakit kepala terutama migrain dan sakit kepala tipe klaster. Contoh makanan kaya magnesium adalah sayur-sayuran hijau seperti bayam, buah alpukat, dan berbagai jenis kentang.

    Jadi, cara meredakan sakit kepala bukan hanya mengonsumsi obat-obatan, tapi juga perlu memerhatikan gaya hidup, pola makan dan jenis makanan yang perlu dihindari untuk meredakan sakit kepala dengan tepat dan holistik. Jangan lupa, jika Sobat sudah mencoba semua yang disarankan di atas namun sakit kepala tidak kunjung membaik, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Atau perkaya info kesehatan lainnya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Keterangan lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Center for Integrated Healthcare. Headache: types, tips, & treatment suggestions. USA: VA Healthcare; 2013. p. 1-4.
    2. Rizzoli P, Mullally WJ. Headache. American Journal of Medicine. 2018;131(1):17–24.
    3. Robbins M, Grosberg BM, Lipton RB. Headache. UK: John Wiley & Sons; 2013. p. 3.
    4. Saracco MG, Calabrese G, Cavallini M, Montano V, Rinaldi B, Valfrè W, Aguggia M. Relationship between primary headache and nutrition: a questionnaire about dietary habits of patients with headache. Neurological Sciences. 2014;35(1):159–161.
    5. Panconesi A. Alcohol-induced headaches: evidence for a central mechanism?. J Neurosci Rural Pract. 2016;7(2):269–275.
    6. Bunner AE, Agarwal U, Gonzales JF, Valente F, Barnard ND. Nutrition intervention for migraine: a randomized crossover trial. Journal of Headache and Pain. 2014;15(1):1–9.
    7. Gonzalez A, Hyde E, Sangwan N, Gilbert JA, Viirre E, Knight R. Migraines are correlated with higher levels of nitrate-, nitrite-, and nitric oxide-reducing oral microbes in the American Gut Project Cohort. mSystems. 2016;1(5):e00105-16.
    8. Yuan H, Silberstein SD. Headache and migraine. Headache. 2018 Jan;58(1):184-193.
    9. Buchholz, D. Heal Your Headache. New York: Workman Publishing. 2002.
    10. Haque B, Rahman KM, Hoque A, Hasan ATMH, Chowdhury RN, Khan SU, et al. Precipitating and relieving factors of migraine versus tension type headache. BMC Neurology. 2012 12:82.
    11. Boardman HF, Thomas E, Millson DS, Croft PR. Psychological, sleep, lifestyle, and comorbid associations with headache. Headache. 2005;45(6):657–669.
    12. Molarius A, Tegelberg Å, Öhrvik J. Socio-economic factors, lifestyle, and headache disorders: a population-based study in Sweden. Headache. 2008;48(10):1426–1437.
    13. Silva-Néto RP, Peres MF, Valença MM. Odorant substances that trigger headaches in migraine patients. Cephalalgia. 2014;34(1):14-21.
    14. Popkin BM, D’Anci KE, Rosenberg IH. Water, hydration, and health. Nutrition Reviews. 2010;68(8):439–458.
    15. Varkey E, Cider Å, Carlsson J, Linde M. Exercise as migraine prophylaxis: a randomized study using relaxation and topiramate as controls. Cephalalgia. 2011;31(14):1428–1438.
    16. Kelman L, Rains JC. Headache and sleep: examination of sleep patterns and complaints in a large clinical sample of migraineurs. Headache. 2005 Jul-Aug;45(7):904-10.
    17. Ucler S, Coskun O, Inan LE, Kanatli Y. Cold therapy in migraine patients: open-label, non-controlled, pilot study. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine. 2006;3(4):489–493.
    18. Lipton RB, Diener HC, Robbins MS, Garas SY, Patel K. Caffeine in the management of patients with headache. Journal of Headache and Pain. 2017;18(1).
    19. Mauskop A, Varughese J. Why all migraine patients should be treated with magnesium. Journal of Neural Transmission. 2012;119(5):575–579.
    Read More
  • Sakit kepala merupakan hal yang sudah biasa dilalui oleh semua orang. Mulai dari anak anak hingga lansia. Sakit kepala dapat terjadi di semua kalangan, tetapi jenis sakit kepala tidak semuanya sama. Ada yang sakit kepala sebelah/ migrain, sakit kepala seperti diikat (tension headache), atau sakit kepala yang cukup parah yang merupakan gejala dari beberapa penyakit […]

    5 Herbal Sakit Kepala yang Sehat dan Aman

    Sakit kepala merupakan hal yang sudah biasa dilalui oleh semua orang. Mulai dari anak anak hingga lansia. Sakit kepala dapat terjadi di semua kalangan, tetapi jenis sakit kepala tidak semuanya sama. Ada yang sakit kepala sebelah/ migrain, sakit kepala seperti diikat (tension headache), atau sakit kepala yang cukup parah yang merupakan gejala dari beberapa penyakit seperti tumor di kepala atau penyakit lainnya. Banyak orang jika terkena sakit kepala akan membeli obat di apotik, di toko, atau warung terdekat.

    Banyak sekali merek- merek yang beredar di warung maupun apotik. Tapi apakah anda tahu bahwa itu akan membuat anda ketergantungan terhadap obat yang beredar di pasaran. Terkadang, sakit kepala sedikit langsung diminumi obat sakit kepala yang dosisinya sendiri pun anda belum bisa memperkirakan. Bisa-bisa bukannya sembuh, loh, penyakit lain dapat timbul juga. Beberapa penjelasan ini akan menjelaskan tentang obat herbal sakit kepala yang sehat, aman, dan alami.

    Herbal Sakit Kepala yang Alami Adalah:

    1. Zaitun (Olive Oil)

    Minyak zaitun sangat berguna untuk meringkan sakit kepala. Banyak sekali manfaat minyak zaitun di dunia kesehatan. Anda bisa menggunakan minyak zaitun untuk memijat punggung dan leher agar tidak terjadi penyumbatan pembuluh darah yang bisa menyebabkan sakit kepala. Waktu yang dibutuhkan untuk memijat sekitar 20-30 menit. Bisa juga ditambah dengan minyak lavender untuk menambah keharuman.

    2. Teh Herbal

    Teh herbal biasanya digunakan untuk mengatasi sakit kepala. Teh herbal yang disajikan hangat bisa dijadikan aromaterapi untuk merilekskan otot kepala dan tengkuk. Anda bisa meminum teh herbal dua kali sehari. Teh herbal bisa mengendurkan otot kepala akibat stres, depresi, dan lain-lain. Seduhlah teh herbal dan cium harum baunya setelah itu, minumlah sedikit demi sedikit.

    3. Jahe

    Semua orang tidak asing lagi dengan yang dinamakan jahe. Jahe dapat mengobati beberapa jenis penyakit. Jahe juga dapat digunakan sebagai obat sakit kepala ringan. Kita bisa menggunakan jahe untuk mengobati sakit kepala dengan cara membuat sari jahe atau biasa dikenal dengan wedang jahe. Proses pembuatan wedang jahe pun mudah. Ada yang jahenya dibakar dulu atau di sangria, bahkan hanya di geprak dan di campur dengan air panas, sari jahe sudah bisa keluar. Aroma jahe yang khas dan wedang nya yang menghangatkan,bisa meredakan sakit kepala tersebut. Anda bisa juga menambahkan serai dan gula batu.

    4. Buah Alpukat dan Daun Alpukat

    Siapa yang tidak mengenal alpukat? Buah yang satu ini ternyata bermanfaat untuk mengobati sakit pada kepala. Bukan hanya buahnya saja, daun alpukat juga bermanfaat dalam mengobati sakit kepala. Bagaimana cara mengobati sakit kepala dengan daun alpukat? Simak ulasannya berikut

    • Cuci bersih 10 lembar daun alpukat yang akan digunakan
    • Rebus daun dengan tiga gelas air
    • Rebus hingga air hanya separo gelas saja.
    • Saring airnya, kemudian minumlah selagi hangat.

    5. Daun Jeruk Nipis

    Daun jeruk nipis bukan hanya digunakan untuk memasak saja, daun jeruk nipis ternyata juga bisa digunakan untuk meredakan sakit kepala. Cara menggunakan daun jeruk nipis untuk meredakan sakit kepala:

    • Cuci bersih 10 lembar daun jeruk nipis, usahakan sampai benar-benar bersih
    • Tumbuk halus daun jeruk nipis itu
    • Taruhlah tumbukan daun jeruk nipis tadi pada sebuah mangkuk atau tempat lainnya.
    • Beri sedikit air dan campurkan, setelah itu taruh di bahu, pelipis dan kening. Aroma daun jeruk nipis itu akan meregangkan otot kepala anda.

    Beberapa obat herbal yang sehat dan alami untuk meringankan sakit kepala. Konsumsilah makanan yang sehat dan atur pola makan serta istirahat yang cukup. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda. Terima kasih.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Sakit kepala adalah penyakit yang dapat menyerang siapa saja dan tanpa mengenal usia. Banyak orang yang sering mengeluh karena merasakan sakit kepala yang dirasakan tiba-tiba. Biasanya tekanan tinggi saat bekerja dan masalah pribadi di keluarga membuat seseorang terkena sakit kepala. Namun, ternyata sakit kepala juga dapat disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi. Berikut ini adalah 7 […]

    7 Makanan yang Bisa Menyebabkan Sakit Kepala

    Sakit kepala adalah penyakit yang dapat menyerang siapa saja dan tanpa mengenal usia. Banyak orang yang sering mengeluh karena merasakan sakit kepala yang dirasakan tiba-tiba. Biasanya tekanan tinggi saat bekerja dan masalah pribadi di keluarga membuat seseorang terkena sakit kepala. Namun, ternyata sakit kepala juga dapat disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi.

    Berikut ini adalah 7 Makanan yang bisa menyebabkan sakit kepala:

    1. Sosis dan Nugget

    Makanan yang terbuat dari daging seperti sosis nugget, pepperoni, dan kornet ternyata mengandung bahan pengawet yang tentunya sangat berbahaya bagi kesehatan. Daging olahan adalah makanan yang sangat nikmat dan sangat mudah didapatkan di pasaran. Ternyata daging olahan yang telah dicampuri bahan pengawet bisa menyebabkan sakit kepala.

    2. Kafein

    Kebiasaan orang-orang yang selalu meminum kopi di pagi hari dan meminum kopi beserta roko ternyata memiliki dampak jelek bagi kesehatan. Kandungan yang ada dalam kopi depercaya dapat membuat mata menjadi segar dan membuat semangat. Namun, efek negatif dari kafein yang terkandung dalam kopi adalah bisa menyebabkan sakit di bagian kepala terutama migrain.

    3. Cabai

    Saat memakan sesuatu rasanya tidak lengkap kalo tidak ditemani dengan sambal sebagai penyedia rasa pedas. Tujuan seseorang mengonsumsi cabai adalah untuk membangkitkan semangat dan sebagai pembangkit selera makan. Banyak sekali manfaat lain dari cabai salah satunya adalah sebagai penyedap rasa makanan. Namun, mengonsumsi cabai dengan jumlah banyak ternyata sangat berbahaya dan dapat menimbulkan efek samping seperti sakit kepala. Orang yang memakan cabai tanpa aturan pasti akan terkena sakit kepala.

    4. Kecap

    Kecap sering dijadikan penyedap rasa oleh ibu-ibu rumah tangga dalam memasak makanan untuk sehari-hari. Kecap adalah penyedap rasa yang terbuat dari kedelai hitam yang dihasilkan dari proses permentasi dalam pembuatan. Biasanya makanan atau penyedap rasa yang berasal dari proses fermentasi akan memicu timbulnya Tyramine, yaitu salah satu zat yang dapat memicu sakit kepala dan migrain.

    5. Ikan Sarden

    Ikan sarden adalah salah satu makanan olahan yang sangat disukai masyarakat Indonesia. Kandungan bahan pengawet dalam sarden sangatlah berbahaya bagi tubuh. Kandungan zat nitrat dan nitrit yang ada dalam Ikan Sarden ternyata dapat memicu sakit kepala. Makanlah Sarden dengan sesuai porsinya dan janganlah makan dengan porsi yang berlebihan karena sangat berbahaya bagi kesehatan.

    6. Keju

    Keju merupakan salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia. Namun, Kandungan asam amino yang terkandung dalam keju dapat menyebabkan sakit kepala bila dikonsumsi secara banyak dan berlebihan. Semakin lama kejunya maka semakin berbahaya juga bagi kesehatan, jadi saat mengkonsumsi keju pastikan cari keju yang terbaru dan jauh dari masa kadaluarsa demi menjaga keamanan bagi kesehatan tubuh.

    7. Pisang

    Buah pisang adalah buah yang sangatlah populer di Indonesia karena selain enak pisang juga sangat mudah didapapatkan. Pisang memang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Harga pisang sangatlah murah dan sangat pas di kantong warga masyarakat dan tak heran pisang sangat digemari berbagai kalangan. Ternyata pisang juga memiliki dampak negatif bagi kesehatan, karena bila dikonsumsi secara berlebihan pisang dapat menyebabkan sakit kepala.

    Itulah 7 makanan yang bisa menyebabkan sakit kepala bila dikonsumsi secara berlebihan. Jadi bijaklah saat mengonsumsi sesuatu dan jangan mengonsumsi sesuatu dengan porsi berlebihan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan dapat dijadikan referensi terbaik untuk mencari tau makanan-makanan yang dapat menyebabkan saki kepala.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:
    lifestyle.kompas.com/read/2011/08/08/08442841/8.Makanan.Pereda.Sakit.Kepala

    Read More
  • Rasa asin adalah sebuah keadaan yang dapat dirasakan oleh lidah dan umumnya dihasilkan oleh garam dapur. Penyebab garam dapur memiliki rasa asin adalah karena garam dapur mengandung Natrium klorida (NaCL) yang dihasilkan dari air laut yang juga punya rasa asin. Garam dapur kini menjadi bahan pokok dalam pembuatan makanan di Indonesia. Banyak sekali makanan rumahan […]

    Benarkah Terlalu Banyak Konsumsi Garam Termasuk Penyebab Sakit Kepala?

    Rasa asin adalah sebuah keadaan yang dapat dirasakan oleh lidah dan umumnya dihasilkan oleh garam dapur. Penyebab garam dapur memiliki rasa asin adalah karena garam dapur mengandung Natrium klorida (NaCL) yang dihasilkan dari air laut yang juga punya rasa asin. Garam dapur kini menjadi bahan pokok dalam pembuatan makanan di Indonesia. Banyak sekali makanan rumahan yang dicampur dengan garam sebagai penyedapnya contohnya adalah gorengan, nasi goreng dan baso. Makanan yang disebutkan adalah makanan yang menggunakan garam sebagai penyedap rasanya.

    Sakit kepala adalah sebuah penyakit yang timbul dibagian kepala dan kecenderungan sakit kepala sangat dianggap remeh karena sakitnya tidak bertahan lama. Namun, sakit kepala yang berkelanjutan sangat berbahaya bagi kesehatan dan mengancam keselamatan. Cara yang biasa dilakukan masyarakat untuk menyembuhkan sakit kepala adalah dengan meminum obat warung yang harganya murah. Penyebab sakit kepala yang sangat populer dimasyarakat yaitu kondisi stres, kafein yang berlebihan, kekurangan cairan dan terlalu banyak memakan garam. Namun, yang akan dibahas lebih dalam kali ini adalah penyebab sakit kepala yang disebabkan karena terlalu banyak asupan natrium.

    Banyak yang berpendapat bahwa garam dapat menjadi penetralisir saat kita mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung gula, tetapi hal itu tidaklah benar karena fungsi gula dan garam sangatlah berbeda dan tidak ada persamaan fungsi diantara keduanya. Selain itu garam dapur dipercaya oleh masyarakat jaman dahulu khususnya di jawa sebagai salah satu media untuk mengusir dan mencegah ular masuk ke dalam rumah, ular akan merasakan panas bila menyentuh garam. Kejadian serupapun akan terjadi pada manusia yang senang mengkonsumsi garam secara tidak teratur.

    Konsumsi makanan yang tinggi kadar garamnya memang sangat tidak baik bagi kesehatan, salah satu penyakit yang timbul dari terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang asin adalah sakit kepala. Berdasarkan beberapa penelitian manusia yang mengkonsumsi garam secara berlebihan akan sering mengalami sakit kepala. Kementerian Kesehatan memberikan anjuran kepada seluruh masyarakat untuk menggunakan garam maksimalnya hanya 6 gram setiap harinya, karena mengonsumsi makanan yang memiliki tingkat garam secara berlebihan akan menyebabkan timbulnya penyakit berbahaya seperti darah tinggi dan jantung. Selain itu, ternyata natrium juga tidak hanya ada dalam garam saja, hampir disemua makanan kemasan menggunakan natrium dalam produknya.

    Natrium adalah zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia dan sangat baik bagi kesehatan jika digunakan sesuai aturan. Apabila Natrium dikonsumsi secara berlebihan akan terjadinya penumpukan dalam aliran darah dan efek sampingnya adalah dapat membuat sempit pembuluh darah dan aliran darah tidak berjalan lancar sehingga mengurangi masuknya oksigen ke bagian otak dan otak tidak dapat berfungsi dengan baik.

    Dibalik penyebab sakit kepala yang diakibatkan garam, ternyata garam juga memiliki manfaat bagi kesehatan diantaranya adalah melancarkan metabolisme dalam tubuh, mencegah penyakit bronkitis, pencegah penyakit pernapasan, mencegah kedinginan suhu badan, membersihkan mulut dari kotoran dan menjaga kesehatan pada segi pencernaan. Namun, semua manfaat itu dapat dirasakan dengan mengkonsumsi garam dengan tidak berlebihan, karena hal apapun yang dikonsumsi secara berlebihan akan berdampak buruk bagi kesehatan.

    Itulan ulasan lengkap mengenai sakit kepala yang disebabkan oleh asupan garam. Kesimpulan dari semua penjelasan diatas adalah konsumsilah garam secukupnya dan sesuai aturan jangan menggunakan garam secara berlebihan saat membuat makanan. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat dijadikan refensi dalam menjaga kesehatan.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:
    health.detik.com/berita-detikhealth/d-3330383/sering-sakit-kepala-cobalah-kurangi-konsumsi-garam

    Read More
  • Sakit kepala merupakan gejala-gejala yang terjadi diakibatkan ketidakseimbangan antara fisik dan mental. Sebagian besar orang, mungkin akan mengonsumsi obat untuk meredakan nyeri yang diakibatkan sakit kepala. Namun, jika sakit kepala terus menerus sering Sobat alami, tentu saja akan sangat menganggu aktivitas sehari-harinya. Apabila Sobat menghindari konsumsi obat terus menerus, Sobat bisa mencoba mengkonsumsi 7 makanan […]

    7 Makanan Pencegah Sakit Kepala yang Perlu Kamu Konsumsi

    Sakit kepala merupakan gejala-gejala yang terjadi diakibatkan ketidakseimbangan antara fisik dan mental. Sebagian besar orang, mungkin akan mengonsumsi obat untuk meredakan nyeri yang diakibatkan sakit kepala. Namun, jika sakit kepala terus menerus sering Sobat alami, tentu saja akan sangat menganggu aktivitas sehari-harinya. Apabila Sobat menghindari konsumsi obat terus menerus, Sobat bisa mencoba mengkonsumsi 7 makanan pencegah sakit kepala ini yang pastinya lebih sehat dan aman dikonsumsi.

    1. Buah Semangka

    Fresh sliced watermelon wooden old background

    Buah semangka merupakan salah satu makanan sehat yang direkomendasikan untuk mencegah sakit kepala. Salah satu hal yang bisa menyebabkan sakit kepala muncul adalah kondisi tubuh yang dehidrasi. Penting untuk mengonsumsi banyak air putih maupun makanan-makanan yang memiliki kandungan air yang banyak seperti semangka. Kemudian, semangka memiliki kandungan magnesium yang mana merupakan senyawa yang dapat membantu mencegah sakit kepala saat tubuh kehilangan banyak mineral.

    2. Bayam

    Bayam merupakan makanan yang dapat membangkitkan listrik di dalam tubuh, sehingga mengurangi tekanan darah yang mana seringkali menjadi penyebab sakit kepala kronis. Bayam mengandung air dan magnesium yang sangat tinggi sehingga dapat mencegah terjadinya dehidrasi. Namun, hindari memasak bayam terlalu matang karena dapat menyebabkan nutrisi di dalamnya berkurang. Magnesium di dalam bayam memiliki fungsi untuk meringankan migraine dan sakit kepala karena dapat mempengaruhi serotonin dan neurotransmitter yang berkaitan dengan sakit kepala.

    3. Pisang

    Pisang tidak hanya memiliki kandungan yang kaya akan potassium, tetapi juga magnesium yang mana dapat membantu meringankan migraine serta mencegah sakit kepala. Sejumlah penelitian menjelaskan jika terdapat kaitan antara kekurangan magnesium dengan sakit kepala atau migraine. Hampir separuh dari penderita migraine ternyata memiliki jumlah magnesium terionisasi yang lebih sedikit di dalam darah. Magnesium juga memiliki efek yang menenangkan sehingga dapat meredakan sakit kepala yang diakibatkan ketegangan syaraf.

    4. Biji Wijen

    Kandungan vitamin E yang cukup tinggi di dalam biji wijen dapat membantu menjaga kestabilan estrogen yang dapat menangkal migraine dan sakit kepala. Kandungan prekursos nitrat oksida, larginim dan senyawa alami lainnya dalam biji wijen akan membantu melindungi tubuh dari nyeri kepala yang diakibatkan karena ketegangan.

    5. Kentang

    Makanan lainnya yang direkomendasikan untuk dikonsumsi agar mencegah sakit kepala adalah kentang. Sebaiknya konsumsi kentang bersamaan dengan kulitnya. Pada kulit kentang, terdapat kandungan potassium yang cukup tinggi yang sangat baik agar dapat mengurangi rasa sakit yang diakibatkan sakit kepala.

    6. Buah Ceri

    Sakit kepala bisa saja terjadi kapanpun dan tentu akan sangat menganggu aktivitas keseharian Sobat. Cobalah mengonsumsi buah ceri agar dapat mengurangi resiko munculnya sakit kepala. Senyawa di dalam buah ceri dapat mengubah oksida nitrat yang ada di dalam darah yang mana merupakan gas alami yang dapat meringkankan serta melindungi ketegangan sakit kepala.

    7. Oatmeal Dan Nasi Merah

    Karbohidrat tidak membutuhkan proses pengolahan tambahan dalam pembentuk glukosa, sehingga kadar gula di dalam darah dapat tetap stabil. Jika sampai tubuh mengalami kekurangan karbohidrat, maka kadar gula dapat turun. Hal ini lah yang kemudian menyebabkan sakit kepala dapat muncul. Sobat bisa mencoba mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan karbohidrat dan air yang tinggi sehingga dapat mencegah dan mengurangi rasa sakit kepala yang muncul. Salah satu sumber karbohidrat terbaik yang dapat Sobat konsumsi adalah oatmeal dan nasi merah.

    Nah itu tadi 7 makanan yang bisa mencegah munculnya sakit kepala. Selain itu, jaga pola asupan makan Sobat dengan mengonsumsi makanan sehat setiap harinya agar tubuh tidak mudah sakit. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk Sobat.

    instal aplikasi prosehat

    Sumber:
    lifestyle.kompas.com/read/2011/08/08/08442841/8.Makanan.Pereda.Sakit.Kepala

    Read More
WhatsApp Asisten Maya saja