Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ rubella”

  • Dewasa ini, suntik rubella menjadi hal baru bagi seluruh masyarakat. Anjuran melakukan suntik rubella bagi anak digencarkan dengan berbagai cara. Namun, di saat itu pula banyak kontroversi terkait bolehkah dan amankah suntik rubella tersebut? Masih banyak orang tua yang takut akan kehalalan, higienis, dan manfaat dari suntik rubella tersebut meski anjuran ini langsung ditegaskan oleh […]

    Suntik Rubella Amankah Buat Anak?

    Dewasa ini, suntik rubella menjadi hal baru bagi seluruh masyarakat. Anjuran melakukan suntik rubella bagi anak digencarkan dengan berbagai cara. Namun, di saat itu pula banyak kontroversi terkait bolehkah dan amankah suntik rubella tersebut? Masih banyak orang tua yang takut akan kehalalan, higienis, dan manfaat dari suntik rubella tersebut meski anjuran ini langsung ditegaskan oleh menteri kesehatan.

    Baca Juga: Rubella dan Kehamilan Serta Dampaknya pada Janin

    Lantas amankah suntik rubella bagi anak? Mari baca penjelasan di bawah ini

    Pemerintah Indonesia telah mencanangkan program suntik rubella. Tentu program ini memiliki tujuan sebagai bentuk pencegahan agar terhindar dari penyakit yang dibawanya saat lahir seperti kelainan jantung, gangguan pendengaran, dan gangguan mental akibat adanya virus pada rahim ibu. Mengetahui tujuan dari suntik rubella tentu dapat disimpulkan bahwa upaya ini memang memberi manfaat yang baik bagi kesehatan anak Sobat kelak.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi MMR

    Pemerintah mempunyai kewajiban untuk menjaga kesehatan masyarakat terutama anak-anak. Tentunya upaya ini tidak akan dikampanyekan jika memberikan dampak buruk bagi warganya. Pemerintah telah memikirkan dengan matang upaya pencegahan penyakit rubella dengan melakukan vaksinasi. Jadi, tak seharusnya timbul keraguan pada diri orang tua untuk melakukan suntik rubella. Terlebih di negara lain, rubella menjadi penyebab terbesar beragam penyakit bawaan yang menjangkit anak. Sehingga upaya ini seharusnya benar-benar dijalankan dengan baik.

    Penyakit rubella merupakan penyakit yang umumnya menjangkit anak-anak. Penyakit ini memang bersifat ringan. Meski demikian, tidak seharusnya masyarakat mengabaikan upaya suntik rubella sebagai pencegahan. Sebab apabila penyakit ini menular pada ibu hamil, virus akan merusak janin yang dikandung dan berdampak pada kelahiran bayi yang tidak normal atau dengan membawa penyakit bawaan sejak lahir.

    Selain berakibat buruk bagi bayi yang lahir nantinya, ini juga akan berakibat pada kandungan saat belum lahir yaitu keguguran karena janin tidak mampu bertahan hidup meneriama serangan virus penyebab rubella. Justru dapat disimpulkan penyakit ini ringan bagi anak tetapi berdampak buruk bagi ibu hamil yang tertular.

    Baca Juga: Seberapa Pentingkah Imunisasi MR Dilakukan?

    Oleh karena itu, semakin diyakini bukan bahwa suntik rubella memang sangat diperlukan bagi setiap kalangan masyarakat dari usia berapapun. Pencegahan selalu menjadi prioritas sebelum terjangkit penyakit yang berbahaya. Hal ini juga sudah diperbolehkan oleh MUI terkait aman tidaknya pemberikan suntik rubella.

    MUI memperbolehkan karena suntik rubella adalah upaya pencegahan demi kebaikan masa depan. Selain MUI, suntik ini juga telah direkomendasikan oleh badan kesehatan internasional dan sudah digunakan oleh ratusan negara di dunia. Lantas apa yang menyebabkan suntik rubella tidak aman?

    Pemberian obat akan selalu memberikan efek samping bagi penggunanya. Begitu juga suntik rubella yang akan memberikan reaksipascaimunisasi yang ringan seperti:
    • Demam
    • Luka pada lengan akibat disuntik
    • Ruam
    • Merasapegalkaku di lengan

    Efek ini tidak akan memberi dampak berbahaya sebab tidak akan terjadi pada jangka waktu yang lama. Jadi Sobat tak perlu khawatir apabila mengalami hal demikian. Hal di atas adalah bentuk respon tubuh terhadap zat baru yang masuk dan dikenali oleh tubuhmu.

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Campak

    Namun, jika memang efek samping tersebut terjadi dalam kurun waktu yang lama, Sobat tak perlu khawatir dan segeralah ke dokter untuk mendapat perawatan medis dari dokter. Dokter akan memberikan beberapa penanganan yang sesuai dengan kondisi dan keluhanmu. Percayakan kesehatan kepada dokter dan tak perlu alergi melakukan suntik rubella terutama kepada anak.

    Untuk vaksinasi MMR ini Sobat bisa melakukannya di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi anak ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:
    cdc.gov/vaccinesafety/vaccines/mmr-vaccine.html
    presidenri.go.id/berita-aktual/pentingnya-imunisasi-campak-dan-rubella.html

    Read More
  • Sekarang ini pemerintah banyak mempromosikan perang terhadap berbagai penyakit yang mudah menular atau menjadi wabah. Salah satunya adalah Rubella yang mengkhawatirkan banyak orang, mulai dari anak-anak hingga dewasa dan tentu saja ibu hamil yang bukan hanya mementingkan kesehatan sendiri tetapi calon bayi yang ada diperutnya. Baca Juga: Virus Rubella-Gejala, Risiko, Penyebab, dan Pencegahannya Banyaknya masalah […]

    Rubella dan Kehamilan serta Dampaknya pada Janin

    Sekarang ini pemerintah banyak mempromosikan perang terhadap berbagai penyakit yang mudah menular atau menjadi wabah. Salah satunya adalah Rubella yang mengkhawatirkan banyak orang, mulai dari anak-anak hingga dewasa dan tentu saja ibu hamil yang bukan hanya mementingkan kesehatan sendiri tetapi calon bayi yang ada diperutnya.

    Baca Juga: Virus Rubella-Gejala, Risiko, Penyebab, dan Pencegahannya

    Banyaknya masalah yang terjadi akibat ibu hamil yang terinfeksi Rubella dan berimbas pada bayi menyebabkan banyak orang yang mencoba mencegah atau menghindari rubella dengan berbagai cara. Namun, beberapa ibu hamil juga masih ada yang belum sadar betapa pentingnya menjaga kesehatan khususnya dari Rubella. Berikut ini akan kita bahas secara gamblang.

    Bahaya Rubella atau Campak Jerman bagi ibu hamil

    Rubella bisa dikategorikan penyakit yang berbahaya bagi ibu hamil serta janinnya, karena dapat menimbulkan cacat lahir. Rubella atau campak jerman termasuk virus yang paling berbahaya dan mematikan, umumnya menyerang ibu hamil pada 12 minggu pertama atau trimester pertama.

    Selain itu, ada juga penyakit yang disebut Congenital Rubella Syndrome (CRS), kondisi ini terjadi pada janin yang ada dalam perut atau rahim ibu yang terinfeksi virus tersebut. CRS bisa mempengaruhi kondisi di segala bagian tubuh bayi yang sedang berkembang. Tentu menjadi ketakutan sendiri jika yang terkena adalah bagian otak atau tubuh lain.

    Cacat lahir yang paling umum dari CRS dapat mencakup:

    • Gangguan pendengaran
    • katarak
    • penyakit jantung bawaan
    • keterlambatan perkembangan

    Tanda dan gejala

    Kenali gejala penyakit ini bila Sobat sangat khawatir mengenai keselamatan anak yang dikandung. Memang beberapa gejala hampir serupa dengan penyakit lainnya. Namun, Sobat bisa menilai dari tanda khusus rubella yang tidak akan muncul pada penyakit lain, yakni ruam merah yang sudah pasti muncul pertama kali.

    • Ruam merah

    Untuk anda yang terjangkit rubella, masalah yang pertama muncul adalah ruam merah khususnya di bagian wajah serta leher. Selain itu rubella akan menyebar ke semua bagian tubuh dan berproses selama 3 hari gejala lainnya kemudian akan menyusul atau muncul. Diantaranya adalah :

    • demam ringan (<39°C) yang sulit untuk terun
    • adanya mual dan juga muntah meskipun tidak salah makan
    • sakit kepala
    • mata mulai memerah dan bengkak
    • Tubuh mulai terasa tidak nyaman, batuk dan nyeri tenggorokan
    • Pembengkakan pada kelenjar getah bening
    • Khusus ibu hamil adanya kondisi tidak nyaman dan kurang sehat pada tubuh serta janin lambat merespon anda. selain itu pegal yang dirasakan berbeda dengan pegal ibu hamil biasanya, karena menyerang berbagai bagian tubuh tidak hanya punggung ataupun kaki.

    Penyebaran Rubella

    Rubella menular melalui percikan cairan penderita ketika mereka bersin atau batuk. Bila mengenai wanita hamil, maka besar kemungkinan janin yang dikandung tertular penyakit ini. Pada ibu hamil jika memang sang ibu terkena rubella maka kemungkinan menularkan ke bayinya secara langsung sebesar 90% . Bayi dengan CRS dapat membawa virus selama satu tahun atau lebih. Berdasarkan WHO sendiri angka CSR sangat tinggi di Afrika dan Asia Tenggara.

    Baca Juga: Seberapa Pentingkah Imunisasi MR Dilakukan?

    Pemerintah menggalakan program vaksin MR atau rubella untuk mengurangi wabah dan kandungan virus rubella di Indonesia. Khususnya mereka yang tinggal di lingkungan padat penduduk dan mudah sekali menular wabahnya. Ibu hamil yang membekali diri dengan banyak nutrisipun tetap bisa terkena masalah tersebut.

    Cara Menghindari dan Menyembuhkan Rubella

    Ada beberapa cara pada ibu hamil untuk menghindari dan juga menyembuhkan rubella agar tidak semakin parah atau tidak terjangkit. Pertama yakni mengonsumsi makanan bergizi khususnya ibu hamil trisemester pertama yang masih mengalami mual dan sulit makan. Nutrisi ibu hamil harus lebih banyak mengingat daya tahan tubuh bekerja untuk dua nyawa.

    Sedangkan virus termasuk masalah penyakit yang banyak ditakuti karena bisa masuk dan menyerang pasien dengan mudah. Ibu hamil harus memperhatikan porsi makan serta kandungan nutrisi apa saja yang ada pada makanan tersebut.

    Selanjutnya adalah istirahat yang cukup pada ibu hamil karena ibu hamil mudah lelah dengan membawa janin yang ada di kandungan tanpa bisa dilepas sedikitpun. Sobat harus bisa mengtur waktu untuk mengistirahatkan tubuh dan kondisi anda. Jika tidak fit dan membiarkan tubuh terlalu lelah, maka berbagai penyakit termasuk virus mudah masuk ke dalam tubuh.

    Pilihan tepat lainnya adalah melakukan vaksin rubella untuk mencegah dan meminimalisir terjangkitnya virus rubella tersebut. Tentu kamu bisa melakukan vaksin rubella di ProSehat yang memberikan layanan vaksinasi ke rumah.

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Rubella merupakan salah satu penyakit yang ditakuti dimanapun dan juga kapanpun. Kasusnya yang merenggut jutaan manusia di masa lalu menjadi catatan kelam medis yang ada di dunia. Bahkan termasuk di Indonesia sendiri, rubella benar-benar ditakuti dan dihindari wabahnya. Pemerintah memberikan vaksin Rubella rutin kepada anak-anak dan juga siswa/i secara gratis dan beberapa vaksin lainnya. Vaksin […]

    Virus Rubella – Gejala, Resiko, Penyebab dan Pencegahannya

    Rubella merupakan salah satu penyakit yang ditakuti dimanapun dan juga kapanpun. Kasusnya yang merenggut jutaan manusia di masa lalu menjadi catatan kelam medis yang ada di dunia. Bahkan termasuk di Indonesia sendiri, rubella benar-benar ditakuti dan dihindari wabahnya.

    Pemerintah memberikan vaksin Rubella rutin kepada anak-anak dan juga siswa/i secara gratis dan beberapa vaksin lainnya. Vaksin berhasil mengurangi masalah atau kasus rubella hingga 95%. Indonesia terbebas dari masalah tersebut, meskipun masih ada beberapa daerah yang harus hidup dalam sanitasi yang buruk dan rentan terkena Rubella. Nah, berikut ini akan dibahas mengenai virus rubella dan serba-serbinya.

    Apa itu Virus Rubella

    Rubella biasa disebut juga sebagai campak jerman, dimana penyakit menular ini berasal dari virus yang bernama virus Rubella. Gejala yang ditimbulkan pertama kali yakni ruam disertai dengan masalah tubuh lainnya. Meskipun gejalanya hampir sama dengan demam berdarah tetapi rubella tidak menimbulkan demam tinggi hanya demam ringan saja.

    Mereka yang terserang rubella memang tidak separah terserang virus lainnya seperti polio. Rubella biasa terjadi pada anak dan remaja terutama untuk mereka yang belum mendapatkan vaksin. Walaupun begitu, tetap saja masih banyak masyarakat tidak mengenal apa itu rubella dan belum sadar seberapa penting vaksin rubella untuk tubuh.

    Jika berbicara soal penyerangan apakah virus rubella hanya bisa menyerang anak-anak ? maka jawabannya tidak. Hal ini karena virus dapat juga menyerang orang dewasa bahkan ibu hamil sekalipun, bahayannya pada ibu hamil rubella mempengaruhi perkembangan janin ketika di perut.

    Usia berapapun ibu hamil yang kemungkinan terserang rubella berpotensi mengalami cacat bawaan ataupun kematian janin. Kasus atau masalah ini dinamakan sebagai Sindroma Rubella Kongenital (CRS).  Menurut data WHO, dari semua kasus yang ada di dunia minimal 100.000 bayi di dunia lahir setiap tahunnya akibat CRS ini. jelas hal yang sebenarnya bisa dicegah menjadi polemik tersendiri bagi penderitanya.

    Gejala-gejala Rubella

    Beberapa kasus menjelaskan bahwa pasien anak-anak yang terjangkit rubella lebih ringan dibandingkan penderita dewasa. Namun, Sobat tetap tidak bisa menyepelekan gejala dari penyakit ini. Adapun gejala umum yang bisa dikenali jika ada pasien atau anak yang terjangkit virus rubella, yaitu :

    • Tanda atau gejala ini akan muncul 14-21 hari dari serangan, sehingga gejala tidak akan berhenti selama kurun waktu tersebut
    • Demam disertai dengan sakit kepala berkala dan sulit hilang meskipun sudah menggunakan obat generik atau obat biasa
    • Menurunnya nafsu makan
    • Mata merah dan adanya pembengkakan di bagian dekat telinga dan belakang kepala.
    • Adanya ruam yang muncul di wajah kemudian menyebar di bagian tangan dan kaki serta seluruh badan khususnya punggung. Ruam ini bisa berlangsung selama 1-3 hari setelah muncul demam.
    • Nyeri sendi yang berlebih khususnya pada

    Penyebab Rubella

    Jika berbicara soal penyebab maka sudah jelas penyebabnya adalah virus Rubella yang bertengger dan memperbanyak diri di dalam tubuh manusia khususnya anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Penyebab rubella memang tidak bisa ditebak dimana saja dan kapan saja, sehingga vaksin jelas memudahkan perlindungan yang sudah ada dalam tubuh anak-anak tanpa perlu khawatir membatasi gerak dan area mereka.

    Penyebab rubella juga bisa jadi kondisi anak yang tidak fit atau sedang tidak sehat, virus bersama dengan bakteri dan biasa disebut bakteriofage yang masuk kedalam tubuh, serta makanan yang kurang sehat menyebabkan penyakit rubella ini bisa masuk dalam tubuh.

    Metode Penanganan Rubella

    Rubella memang tidak membutuhkan penanganan khusus jika gejalanya masih ringan, pengobatan saja sudah cukup terutama Sobat yang tinggal cukup jauh dari rumah sakit atau klinik layaknya di daerah. Namun, jika Sobat memiliki kesempatan untuk ke dokter baiknya Sobat konsultasikan kondisi tubuh Sobat.

    Berikut ini ada beberapa tips mencegah rubella selain dari mendapatkan vaksin dari rumah sakit atua klinik :

    • Istirahatlah yang cukup dan berkualitas, jangan terganggu oleh smartphone atau gadget dan alat elektronik lainnya. Tidur yang berkualitas tentu akan membentuk sistem imun yang bagus juga.
    • Mengonsumsi air putih sebanyak mungkin agar bisa mencegah dehidrasi yang dialami
    • Mengurangi nyeri sendi sementara akibat rubella dengan antinyeri yang bisa menurunkan demam sekaligus.
    • Vaksinasi rutin

    Rubella dan Kematian

    Meskipun rubella masuk kedalam virus yang hampir sejenis dengan flu, tetapi bukan berarti virus ini tidak bisa menyebabkan kematian atau masalah serius yang bisa membahayakan. Jarang memang terjadi tetapi ada beberapa penyakit yang mengakibatkan komplikasi serius setelah terjangkit virus ini.

    Dalam satu dari 6.000 kasus, penyakit rubella yang menyerang manusia bisa menyebabkan radang otak. Selain itu satu dari 3000 kasus rubella yang menyerang dapat mempengaruhi pembekuan darah yang dilakukan tubuh. Masa inkubasi rubella adalah 14-21 hari, kebanyakan orang mengalami ruam antara 14-17 hari setelah paparan, sebaiknya dalam masa inkubasi tersebut Sobat mengistirahatkan tubuh dan membiarkan tubuh membaik.

    Tingkat kematian rubella memang tidak setinggi virus dan penyakit lainnya tetapi bukan berarti Sobat bisa bebas dari gangguan dan juga ancaman virus rubella. Penularannya cukup mudah yaitu dari udara, kita tidak akan pernah tahu siapa saja yang terjangkit dan dimana tempat yang sanitasinya bersih. Segera lakukan vaksin yang akan mencegah terkena Rubella.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Imunisasi rubella menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini. Berbagai spanduk, baliho, bahkan iklan di TV menampilkan sosialisasi imunisasi rubella atau MR. Namun meskipun pemerintah telah maksimal dalam menyampaikan sosialisasi imunisasi rubella ini, masih banyak masyarakat yang enggan untuk ikut berpartisipasi di dalamnya. Sebenarnya hal ini juga tidak terlepas dari minimnya pengetahuan masyarakat mengenai imunisasi rubella ini. […]

    Mengapa Anak Perlu Imunisasi Rubella?

    Imunisasi rubella menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini. Berbagai spanduk, baliho, bahkan iklan di TV menampilkan sosialisasi imunisasi rubella atau MR. Namun meskipun pemerintah telah maksimal dalam menyampaikan sosialisasi imunisasi rubella ini, masih banyak masyarakat yang enggan untuk ikut berpartisipasi di dalamnya.

    Sebenarnya hal ini juga tidak terlepas dari minimnya pengetahuan masyarakat mengenai imunisasi rubella ini. Masih banyak masyarakat terutama ibu-ibu yang tidak mengetahui mengenai penyakit rubella. Belum lagi beberapa doktrin tentang imunisasi yang tidak perlu dilakukan karena masalah kepercayaan sehingga menyebabkan masyarakat semakin enggan dan bingung terhadap imunisasi. Hal ini merupakan tantangan bagi pemerintah untuk bisa menyadarkan masyarakat akan pentingnya imunisasi campak dan rubella atau imunisasi MR.

    Campak dan rubella sebenarnya hampir sama. Beberapa gejalanya memiliki kesamaan satu sama lain, yakni demam  yang disertai dengan ruam. Namun, gejala campak tampak lebih sakit dibandingkan dengan gejala rubella, yakni batuk, fotofobia, dan peradangan pada mata (konjungtivitis). Campak diakibatkan oleh virus morbilivirus, sedangkan rubella disebabkan oleh virus golongan togavirus.

    Campak dan rubella tidak dapat disepelekan begitu saja, meskipun pada dasarnya kedua penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya setelah kekebalan tubuh terbentuk. Namun, yang perlu diwaspadai dari penyakit ini adalah komplikasinya. Komplikasi dari penyakit campak dan rubella dapat menyebabkan radang paru, infeksi telinga, kebutaan, diare berat, hingga ensefalitis, yakni peradangan pada otak yang mengakibatkan kecacatan seumur hidup.

    Campak dan rubella memiliki beberapa tahapan bahayanya seperti berikut ini:

    Tahap ringan

    Gejala awal dari campak biasanya anak akan merasakan haus yang amat sangat. Hal ini diakibatkan karena anak mengalami diare dan muntah yang hebat. Wajah anak akan terlihat lebih cekung, mata menjadi merah, dan urine berwarna keruh.

    Anak juga akan menderita infeksi pada telinganya sehingga akan menjadi lebih rewel. Bahkan beberapa diantaranya akan mengeluarkan cairan sehingga menyebabkan demam tinggi dan sakit kepala.

    Selain itu, campak dan rubella juga menyebabkan infeksi pada selaput mata sehingga mata anak akan mengeluarkan banyak kotoran dan bahkan terdapat kotoran yang menempel pada bulu mata. Tenggorokan anak juga akan ikut diserang oleh virus campak dan rubella ini. Suara akan menjadi serak dan rasa sakit pada tenggorokan sehingga sulit untuk berbicara dan menelan.

    Tahapan akhir dari tahap ringan ini adalah radang paru-paru atau pneumonia. Anak akan mengalami kesulitan bernafas, keringat dingin, demam tinggi, dan batuk kering dalam jangka waktu yang cukup lama. Jika demam anak sudah terlalu tinggi, maka anak dapat mengalami kejang yang jika tidak segera ditangani akan berakibat pada kerusakan syaraf anak.

    Tahap berat

    Jika anak tidak mendapatkan penanganan langsung pada tahap ringan, maka kemungkinan besar anak mengalami komplikasi yang lebih berat bahkan dapat mengakibatkan kematian. Anak yang tidak mendapatkan penanganan dengan segera akan mengalami kerusakan pada hati atau hepatitis. Mata anak akan menjadi kuning, urine  berwarna gelap, kehilangan nafsu makan, dan rasa sakit pada otot dan sendi (gejala hepatitis).

    Kerusakan mata pada campak akan menyebabkan peradangan pada kornea (keratitis), sedangkan pada rubella sering menyebabkan katarak, peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).

    Bagian yang paling parah dari komplikasi campak dan rubella adalah encephalitis. Encephalitis adalah penyakit radang otak yang dapat mempunyai gejala muntah, kejang, koma, hingga beresiko mengalami kematian.

    Menurut data WHO, Indonesia sendiri telah mengikuti program imunisasi campak sejak tahun 1982. Sejak mengikuti program imunisasi campak, Indonesia berhasil menurunkan jumlah penderita campak di Indonesia, begitu pula dengan jumlah kematian anak yang diakibatkan oleh campak. Namun, hal ini saja belum cukup, WHO berencana untuk menghapus campak dan rubella di seluruh belahan dunia.

    WHO kembali mencanangkan program imunisasi MR ini sebagai bentuk lanjutan dari imunisasi campak sebelumnya demi perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak di masa yang akan datang. WHO mengemukakan dalam position paper on rubella vaccines, merekomendasikan kepada semua negara yang belum memasukkan program imunisasi rubella dan telah mengikuti program imunisasi campak sebelumnya untuk memasukkan imunisasi rubella ke dalam program kesehatan negara. Bahkan Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek, telah mencanangkan Indonesia bebas campak dan rubella pada tahun 2020.

    Di negara maju seperti Amerika Serikat, masyarakatnya telah sadar betul dengan pentingnya imunisasi campak dan rubella ini. Mereka juga menangani dengan baik pasien yang telah terkena campak dan rubella. Pasien akan dikarantina dan dirawat secara intensif agar komplikasi yang lebih parah tidak terjadi. Namun, meskipun tingkat kesadaran masyarakatnya tinggi dan imunisasi campak dan rubella telah berhasil dengan baik, campak dan rubella masih dapat masuk akibat impor dari negara lain. Hal ini diakibatkan campak dan rubella sangat mudah ditularkan lewat warga negara yang masuk dari negara lain.

    Sebagai warga negara dan orang tua yang ingin melindungi anak-anak generasi penerus bangsa, hendaklah kita mendukung program pemerintah ini agar berjalan dengan baik dan lancar. Begitu besar dampak yang diakibatkan oleh campak dan rubella terhadap penderitanya sehingga kita tidak bisa menyepelekan pemberian imunisasi MR ini.

    Demikianlah artikel tentang imunisasi MR yang singkat ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua dan menambah kesadaran kita akan bahaya campak dan rubella. Terima kasih.

    Read More
  • Baru-baru ini ramai dibincangkan mengenai vaksin Rubela, terkait kandungannya yang halal atau haram untuk digunakan pada anak. Pada artikel ini kita akan membahas secara lengkap mengenai Rubela dan penanganan serta diagnosisnya. Rubela masuk kedalam penyakit sangat langka tapi bukan berarti Rubela tidak bisa terjadi di Indonesia, bahkan sudah ada yang terkena penyakit ini. Apa itu […]

    Apa itu Rubella? Berikut Pembahasan Lengkapnya

    Baru-baru ini ramai dibincangkan mengenai vaksin Rubela, terkait kandungannya yang halal atau haram untuk digunakan pada anak. Pada artikel ini kita akan membahas secara lengkap mengenai Rubela dan penanganan serta diagnosisnya. Rubela masuk kedalam penyakit sangat langka tapi bukan berarti Rubela tidak bisa terjadi di Indonesia, bahkan sudah ada yang terkena penyakit ini.

    Apa itu Rubela?

    Rubela adalah penyakit yang biasa disebut campak Jerman yang disebabkan oleh virus yang menyerang anak-anak dan remaja. Menurut data WHO di tahun 2016, anak-anak yang terserang sudah 800 penderita dan terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium. Masalah dan kasus ini terjadi di Indonesia.

    Penyakit ini jarang terjadi di banyak negara, tetapi jika sudah terjangkit maka kemungkinan virus menyerang sangat tinggi karena virus Rubela dapat menyebar dengan sangat mudah. Penularan terjadi melalui cairan yang dikeluarkan penderita berupa batuk atau bersin.

    Rubela dan Kehamilan

    Bagaimana dengan Rubela dan kehamilan?Ibu hamil yang terserang Rubela akan menularkan pada bayi yang dikandungnya. Rubela pada wanita yang sedang hamil  sebelum tiga bulan dapat menyebabkan sindrom Rubela kongenital atau bahkan kematian bayi dalam kandungan.

    Sindrom ini menyebabkan bayi cacat lahir mulai dari tuli, katarak, penyakit jantung bawaan hingga kerusakan otak yang menyebabkan keterlambatan perkembangan.

    Gejala-gejala Rubela

    Penyakit seperti ini membutuhkan waktu sekitar 14-21 hari dari terinfeksi hingga timbulnya gejala. Pada anak, gejala ini diantaranya adalah :

    • Demam disertai sakit kepala
    • Hidung tersumbat dan juga pilek
    • Batuk
    • Tidak nafsu makan
    • Mata merah disertai pembengkakan kelenjar limfa pada telinga dan juga leher
    • Ruam berbentuk bintik kemerahan yang diawal muncul di wajah dan tangan setelah itu ruam akan menyebar selama 1 – 3 hari.

    Jika sudah terinfeksi, virus ganas akan menyebar ke seluruh tubuh dalam waktu 5 hari hingga 1 minggu, dimana potensi tertinggi penderita untuk menularkan Rubela mulai dari ruam muncul. Jika gejala sudah muncul maka Sobat harus segera mengisolasi penderita dan pergi ke dokter, mengingat virus ini bisa saja menular pada siapapun dan membuatnya jadi wabah.

    Langkah Pencegahan Rubella

    Pencegahan Rubela yang paling efektif dan bisa digunakan yaitu dengan vaksinasi, sehingga banyak orang terselamatkan dan juga jauh dari wabah menakutkan ini. Pencegahan Rubela yang bisa dilakukan untuk wanita hamil adalah pemberian vaksin pada wanita sebelum merencanakan kehamilan, bukan saat dia hamil.

    Pemerintah  menggunakan vaksin MR dan menggantikan vaksin MMR sebagai pencegahan terhadap Rubela. Vaksin MR ini merupakan perlindungan yang dibuat untuk menghidnari campak (measles) dan Rubela sekaligus, sedangkan untuk MMR merupakan vaksin yang mencegah Rubela dan tergabung untuk menghindari campak dan gondongan (mumps).

    Vaksin MR direkomendasikan dalam usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun dan diberikan melalui suntikan di bagian lengan atas. Vaksin MR diberikan sebagai penguat saat anak berusia 5 tahun. Apakah orang dewasa bisa mendapatkan vaksin ? tentu saja jawabannya bisa dimana orang dewasa mendapat satu kali suntikan MMR dan vaksin MR diusia berapapun.

    Ada juga beberapa cara untuk menghindari Rubela setelah melalui vaksin untuk mencegah penularan dan penyebaran Rubela juga penting. Cara-caranya meliputi:

    1. Jika bisa Sobat hindari kontak dengan penderita sebisa mungkin terutama untuk ibu hamil. Apalagi Sobat yang merupakan anggota keluarga yang terkena rubela, memiliki risiko tinggi terkena Rubela.
    2. Isolasi atau pindahkan penderita ke ruangan yang terpisah atau khusus, menunggu pasien untuk dilarikan ke rumah sakit. Hal ini untuk mengurangi penyebaran wabah yang dialami karena akan sulit dialami jika yang terkena Rubela akan lebih dari satu orang.
    3. Menjaga kebersihan juga bisa jadi cara mudah yang bisa mengusir virus rubela. Selain itu Sobat bisa bepergian, makan dan melakukan kontak dengan penderita dari radius beberapa meter. Usahakan tidak terjadi kontak fisik

    Itulah penjelasan lengkap mengenai penyakit rubela. Virus tidak pernah diketahui kapan dan dimana menyerangnya. Rubela juga bukan virus kecil yang bisa dihilangkan secara ringan melainkan virus yang berbahaya dan ganas. Jangan lupa untuk segara melakukan vaksinasi MR sebagai pencegahan utama dari Rubela.

    Untuk kamu yang berencana melakukan vaksinasi Rubela, bisa pilih prosehat yang bisa melayani vaksinasi / imunisasi ke rumah. Tidak perlu repot – repot antri karena dokter langsung datang ke rumah kamu. Ingat sehat, ingat prosehat.

     

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja