Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ rubela”

  • Imunisasi rubella menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini. Berbagai spanduk, baliho, bahkan iklan di TV menampilkan sosialisasi imunisasi rubella atau MR. Namun meskipun pemerintah telah maksimal dalam menyampaikan sosialisasi imunisasi rubella ini, masih banyak masyarakat yang enggan untuk ikut berpartisipasi di dalamnya. Sebenarnya hal ini juga tidak terlepas dari minimnya pengetahuan masyarakat mengenai imunisasi rubella ini. […]

    Mengapa Anak Perlu Imunisasi Rubella?

    Imunisasi rubella menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini. Berbagai spanduk, baliho, bahkan iklan di TV menampilkan sosialisasi imunisasi rubella atau MR. Namun meskipun pemerintah telah maksimal dalam menyampaikan sosialisasi imunisasi rubella ini, masih banyak masyarakat yang enggan untuk ikut berpartisipasi di dalamnya.

    Sebenarnya hal ini juga tidak terlepas dari minimnya pengetahuan masyarakat mengenai imunisasi rubella ini. Masih banyak masyarakat terutama ibu-ibu yang tidak mengetahui mengenai penyakit rubella. Belum lagi beberapa doktrin tentang imunisasi yang tidak perlu dilakukan karena masalah kepercayaan sehingga menyebabkan masyarakat semakin enggan dan bingung terhadap imunisasi. Hal ini merupakan tantangan bagi pemerintah untuk bisa menyadarkan masyarakat akan pentingnya imunisasi campak dan rubella atau imunisasi MR.

    Campak dan rubella sebenarnya hampir sama. Beberapa gejalanya memiliki kesamaan satu sama lain, yakni demam  yang disertai dengan ruam. Namun, gejala campak tampak lebih sakit dibandingkan dengan gejala rubella, yakni batuk, fotofobia, dan peradangan pada mata (konjungtivitis). Campak diakibatkan oleh virus morbilivirus, sedangkan rubella disebabkan oleh virus golongan togavirus.

    Campak dan rubella tidak dapat disepelekan begitu saja, meskipun pada dasarnya kedua penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya setelah kekebalan tubuh terbentuk. Namun, yang perlu diwaspadai dari penyakit ini adalah komplikasinya. Komplikasi dari penyakit campak dan rubella dapat menyebabkan radang paru, infeksi telinga, kebutaan, diare berat, hingga ensefalitis, yakni peradangan pada otak yang mengakibatkan kecacatan seumur hidup.

    Campak dan rubella memiliki beberapa tahapan bahayanya seperti berikut ini:

    Tahap ringan

    Gejala awal dari campak biasanya anak akan merasakan haus yang amat sangat. Hal ini diakibatkan karena anak mengalami diare dan muntah yang hebat. Wajah anak akan terlihat lebih cekung, mata menjadi merah, dan urine berwarna keruh.

    Anak juga akan menderita infeksi pada telinganya sehingga akan menjadi lebih rewel. Bahkan beberapa diantaranya akan mengeluarkan cairan sehingga menyebabkan demam tinggi dan sakit kepala.

    Selain itu, campak dan rubella juga menyebabkan infeksi pada selaput mata sehingga mata anak akan mengeluarkan banyak kotoran dan bahkan terdapat kotoran yang menempel pada bulu mata. Tenggorokan anak juga akan ikut diserang oleh virus campak dan rubella ini. Suara akan menjadi serak dan rasa sakit pada tenggorokan sehingga sulit untuk berbicara dan menelan.

    Tahapan akhir dari tahap ringan ini adalah radang paru-paru atau pneumonia. Anak akan mengalami kesulitan bernafas, keringat dingin, demam tinggi, dan batuk kering dalam jangka waktu yang cukup lama. Jika demam anak sudah terlalu tinggi, maka anak dapat mengalami kejang yang jika tidak segera ditangani akan berakibat pada kerusakan syaraf anak.

    Tahap berat

    Jika anak tidak mendapatkan penanganan langsung pada tahap ringan, maka kemungkinan besar anak mengalami komplikasi yang lebih berat bahkan dapat mengakibatkan kematian. Anak yang tidak mendapatkan penanganan dengan segera akan mengalami kerusakan pada hati atau hepatitis. Mata anak akan menjadi kuning, urine  berwarna gelap, kehilangan nafsu makan, dan rasa sakit pada otot dan sendi (gejala hepatitis).

    Kerusakan mata pada campak akan menyebabkan peradangan pada kornea (keratitis), sedangkan pada rubella sering menyebabkan katarak, peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).

    Bagian yang paling parah dari komplikasi campak dan rubella adalah encephalitis. Encephalitis adalah penyakit radang otak yang dapat mempunyai gejala muntah, kejang, koma, hingga beresiko mengalami kematian.

    Menurut data WHO, Indonesia sendiri telah mengikuti program imunisasi campak sejak tahun 1982. Sejak mengikuti program imunisasi campak, Indonesia berhasil menurunkan jumlah penderita campak di Indonesia, begitu pula dengan jumlah kematian anak yang diakibatkan oleh campak. Namun, hal ini saja belum cukup, WHO berencana untuk menghapus campak dan rubella di seluruh belahan dunia.

    WHO kembali mencanangkan program imunisasi MR ini sebagai bentuk lanjutan dari imunisasi campak sebelumnya demi perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak di masa yang akan datang. WHO mengemukakan dalam position paper on rubella vaccines, merekomendasikan kepada semua negara yang belum memasukkan program imunisasi rubella dan telah mengikuti program imunisasi campak sebelumnya untuk memasukkan imunisasi rubella ke dalam program kesehatan negara. Bahkan Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek, telah mencanangkan Indonesia bebas campak dan rubella pada tahun 2020.

    Di negara maju seperti Amerika Serikat, masyarakatnya telah sadar betul dengan pentingnya imunisasi campak dan rubella ini. Mereka juga menangani dengan baik pasien yang telah terkena campak dan rubella. Pasien akan dikarantina dan dirawat secara intensif agar komplikasi yang lebih parah tidak terjadi. Namun, meskipun tingkat kesadaran masyarakatnya tinggi dan imunisasi campak dan rubella telah berhasil dengan baik, campak dan rubella masih dapat masuk akibat impor dari negara lain. Hal ini diakibatkan campak dan rubella sangat mudah ditularkan lewat warga negara yang masuk dari negara lain.

    Sebagai warga negara dan orang tua yang ingin melindungi anak-anak generasi penerus bangsa, hendaklah kita mendukung program pemerintah ini agar berjalan dengan baik dan lancar. Begitu besar dampak yang diakibatkan oleh campak dan rubella terhadap penderitanya sehingga kita tidak bisa menyepelekan pemberian imunisasi MR ini.

    Demikianlah artikel tentang imunisasi MR yang singkat ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua dan menambah kesadaran kita akan bahaya campak dan rubella. Terima kasih.

    Read More
  • Baru-baru ini ramai dibincangkan mengenai vaksin Rubela, terkait kandungannya yang halal atau haram untuk digunakan pada anak. Pada artikel ini kita akan membahas secara lengkap mengenai Rubela dan penanganan serta diagnosisnya. Rubela masuk kedalam penyakit sangat langka tapi bukan berarti Rubela tidak bisa terjadi di Indonesia, bahkan sudah ada yang terkena penyakit ini. Apa itu […]

    Apa itu Rubella? Berikut Pembahasan Lengkapnya

    Baru-baru ini ramai dibincangkan mengenai vaksin Rubela, terkait kandungannya yang halal atau haram untuk digunakan pada anak. Pada artikel ini kita akan membahas secara lengkap mengenai Rubela dan penanganan serta diagnosisnya. Rubela masuk kedalam penyakit sangat langka tapi bukan berarti Rubela tidak bisa terjadi di Indonesia, bahkan sudah ada yang terkena penyakit ini.

    Apa itu Rubela?

    Rubela adalah penyakit yang biasa disebut campak Jerman yang disebabkan oleh virus yang menyerang anak-anak dan remaja. Menurut data WHO di tahun 2016, anak-anak yang terserang sudah 800 penderita dan terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium. Masalah dan kasus ini terjadi di Indonesia.

    Penyakit ini jarang terjadi di banyak negara, tetapi jika sudah terjangkit maka kemungkinan virus menyerang sangat tinggi karena virus Rubela dapat menyebar dengan sangat mudah. Penularan terjadi melalui cairan yang dikeluarkan penderita berupa batuk atau bersin.

    Rubela dan Kehamilan

    Bagaimana dengan Rubela dan kehamilan?Ibu hamil yang terserang Rubela akan menularkan pada bayi yang dikandungnya. Rubela pada wanita yang sedang hamil  sebelum tiga bulan dapat menyebabkan sindrom Rubela kongenital atau bahkan kematian bayi dalam kandungan.

    Sindrom ini menyebabkan bayi cacat lahir mulai dari tuli, katarak, penyakit jantung bawaan hingga kerusakan otak yang menyebabkan keterlambatan perkembangan.

    Gejala-gejala Rubela

    Penyakit seperti ini membutuhkan waktu sekitar 14-21 hari dari terinfeksi hingga timbulnya gejala. Pada anak, gejala ini diantaranya adalah :

    • Demam disertai sakit kepala
    • Hidung tersumbat dan juga pilek
    • Batuk
    • Tidak nafsu makan
    • Mata merah disertai pembengkakan kelenjar limfa pada telinga dan juga leher
    • Ruam berbentuk bintik kemerahan yang diawal muncul di wajah dan tangan setelah itu ruam akan menyebar selama 1 – 3 hari.

    Jika sudah terinfeksi, virus ganas akan menyebar ke seluruh tubuh dalam waktu 5 hari hingga 1 minggu, dimana potensi tertinggi penderita untuk menularkan Rubela mulai dari ruam muncul. Jika gejala sudah muncul maka Sobat harus segera mengisolasi penderita dan pergi ke dokter, mengingat virus ini bisa saja menular pada siapapun dan membuatnya jadi wabah.

    Langkah Pencegahan Rubella

    Pencegahan Rubela yang paling efektif dan bisa digunakan yaitu dengan vaksinasi, sehingga banyak orang terselamatkan dan juga jauh dari wabah menakutkan ini. Pencegahan Rubela yang bisa dilakukan untuk wanita hamil adalah pemberian vaksin pada wanita sebelum merencanakan kehamilan, bukan saat dia hamil.

    Pemerintah  menggunakan vaksin MR dan menggantikan vaksin MMR sebagai pencegahan terhadap Rubela. Vaksin MR ini merupakan perlindungan yang dibuat untuk menghidnari campak (measles) dan Rubela sekaligus, sedangkan untuk MMR merupakan vaksin yang mencegah Rubela dan tergabung untuk menghindari campak dan gondongan (mumps).

    Vaksin MR direkomendasikan dalam usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun dan diberikan melalui suntikan di bagian lengan atas. Vaksin MR diberikan sebagai penguat saat anak berusia 5 tahun. Apakah orang dewasa bisa mendapatkan vaksin ? tentu saja jawabannya bisa dimana orang dewasa mendapat satu kali suntikan MMR dan vaksin MR diusia berapapun.

    Ada juga beberapa cara untuk menghindari Rubela setelah melalui vaksin untuk mencegah penularan dan penyebaran Rubela juga penting. Cara-caranya meliputi:

    1. Jika bisa Sobat hindari kontak dengan penderita sebisa mungkin terutama untuk ibu hamil. Apalagi Sobat yang merupakan anggota keluarga yang terkena rubela, memiliki risiko tinggi terkena Rubela.
    2. Isolasi atau pindahkan penderita ke ruangan yang terpisah atau khusus, menunggu pasien untuk dilarikan ke rumah sakit. Hal ini untuk mengurangi penyebaran wabah yang dialami karena akan sulit dialami jika yang terkena Rubela akan lebih dari satu orang.
    3. Menjaga kebersihan juga bisa jadi cara mudah yang bisa mengusir virus rubela. Selain itu Sobat bisa bepergian, makan dan melakukan kontak dengan penderita dari radius beberapa meter. Usahakan tidak terjadi kontak fisik

    Itulah penjelasan lengkap mengenai penyakit rubela. Virus tidak pernah diketahui kapan dan dimana menyerangnya. Rubela juga bukan virus kecil yang bisa dihilangkan secara ringan melainkan virus yang berbahaya dan ganas. Jangan lupa untuk segara melakukan vaksinasi MR sebagai pencegahan utama dari Rubela.

    Untuk kamu yang berencana melakukan vaksinasi Rubela, bisa pilih prosehat yang bisa melayani vaksinasi / imunisasi ke rumah. Tidak perlu repot – repot antri karena dokter langsung datang ke rumah kamu. Ingat sehat, ingat prosehat.

     

    Read More
  • Rubela merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Rubela. Pada anak-anak gejala yang sering terjadi adalah timbulnya ruam merah di muka yang menyebar ke leher, dada,  tangan dan kaki. Namun, sebagian besar lainnya tidak merasakan gejala yang khas saat terkena rubela. Penyakit ini menular melalui percikan cairan yang dikeluarkan penderita melalui batuk, atau saat bersin. Gejala […]

    RUBELA PADA ANAK

    Rubela merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Rubela. Pada anak-anak gejala yang sering terjadi adalah timbulnya ruam merah di muka yang menyebar ke leher, dada,  tangan dan kaki. Namun, sebagian besar lainnya tidak merasakan gejala yang khas saat terkena rubela. Penyakit ini menular melalui percikan cairan yang dikeluarkan penderita melalui batuk, atau saat bersin.

    Gejala penyakit rubela pada anak yang dapat ditimbulkan biasanya timbul 1-5 hari sebelum munculnya ruam pada tubuh, gejala tersebut antara lain:

    1. Nyeri pada mata terutama saat mata bergerak
    2. Radang pada selaput konjungtiva mata (konjungtivitis)
    3. Batuk, sakit kepala, dan disertai dengan nyeri pada sendi tubuh
    4. Demam, menggigildan mual
    5. Pembengkakan kelenjar getah bening terutama di belakang telinga dan belakang kepala.

    Agar anak dapat terhindar dari Rubela, maka pencegahannya adalah dengan diberikannya vaksin Rubela. Vaksin rubela tersedia dalam sediaan tunggal atau kombinasi dengan vaksin campak (measles). Menurut rekomendasi IDAI vaksin MR dapat diberikan pada usia 15 bulan dan dilakukan dosis penguatan (booster) pada usia 5 tahun.

    Vaksin MR aman diberikan pada anak dan tidak akan menyebabkan autisme. Reaksi ringan yang mungkin terjadi adalah rasa nyeri, kemerahan, dan bengkak di tempat penyuntikan. Reaksi lebih berat dapat terjadi bila seseorang alergi terhadap komponen yang ada di vaksin MR. Reaksi tersebut dapat menimbulkan syok anafilaksis.

    Jadi, jangan takut untuk memberikan vaksin yang dapat mencegah anak Anda dari penyakit rubela. Bila ingin mendapatkan vaksin dengan nyaman, ada cara praktis. Coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

    Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    REFERENSI:

    1. Center for Disease Control and Prevention. Rubella. 2013. [Internet]. Retrieved from: cdc.gov
    2. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Lembar fakta poliomieitis, rubela, dan campak. 2016.[Internet]. Retrieved from: idai.or.id
    3. Ezike E. Pediatric Rubella. 2017. [Internet]. Retrieved from: emedicine.medscape.com
    Read More
Chat Dokter 24 Jam