Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ rotavirus”

  • Belakangan ini dunia dihebohkan dengan kemunculan penyakit Norovirus. Yang cukup menarik adalah penyakit tersebut muncul di Cina, tempat bermulanya virus Corona atau Covid-19. Kemunculan penyakit ini terjadi ketika sejumlah mahasiswa tepatnya di Shanxi, Cina Utara, menderita muntah-muntah dan diare. Kasus akibat penyakit yang juga disebut dengan flu perut ini membuat para penderitanya harus dirawat di […]

    Mengenal Penyakit Norovirus, dari Penyebab hingga Pencegahan

    Belakangan ini dunia dihebohkan dengan kemunculan penyakit Norovirus. Yang cukup menarik adalah penyakit tersebut muncul di Cina, tempat bermulanya virus Corona atau Covid-19. Kemunculan penyakit ini terjadi ketika sejumlah mahasiswa tepatnya di Shanxi, Cina Utara, menderita muntah-muntah dan diare. Kasus akibat penyakit yang juga disebut dengan flu perut ini membuat para penderitanya harus dirawat di asrama pria terdekat, dan akhirnya sangat membebani layanan kesehatan setempat. Kemunculan penyakit ini juga menjadi pekerjaan rumah baru bagi Cina yang belum begitu tuntas menangani Corona meskipun Wuhan sudah bebas dari virus tersebut.

    Baca Juga: 8 Asupan yang Tepat untuk Mengatasi Diare Si Kecil

    penyakit Norovirus

    Apa Norovirus itu?

    Dilansir dari berbagai sumber Norovirus adalah salah satu virus yang menyebabkan penyakit gastroentitis akut (penyakit diare dan muntah) di seluruh dunia, dengan jumlah kasus 685 juta. Sekitar 200 juta kasus terlihat di antara anak-anak di bawah usia 5 tahun yang menyebabkan sekitar 50.000 kematian anak per tahun, dan kebanyakan di negara berkembang. Virus ini merupakan termasuk yang bersifat menular, dan dapat menyebar dengan mudah melalui makanan dan minuman sehingga cukup berdampak besar pada kesehatan masyarakat. Bahkan, penularan bisa juga terjadi hanya dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi, dan kemudian tangan yang menyentuh permukaan itu memasukkan makanan ke dalam mulut tanpa cuci tangan sebelumnya. Sifat penularannya dapat bertahan hingga 8 minggu.

    Awalnya, Norovirus disebut dengan virus Norwalk karena di kota yang terletak di Amerika Serikat itu adalah tempat terjadinya wabah pertama akibat virus ini pada 1972. Norovirus kebanyakan menyerang pada musim dingin meskipun sebenarnya bisa juga menyerang kapan pun. Karena itulah, sebagian orang menyebutnya sebagai “serangga muntah musim dingin”. Norovirus juga identik dengan keracunan makanan karena dapat ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi. Meskipun, tidak selalu dari situ. Virus ini juga dapat tumbuh subur dalam jarak dekat seperti di restoran, pusat penitipan anak, dan panti jompo karena sifatnya yang mudah menular, dan Norovirus dapat bertahan hidup pada suhu ekstrem di air dan di permukaan.

    Apa Penyebabnya?

    Penyebab Norovirus adalah dapat menular melalui kotoran manusia dan hewan yang terinfeksi. Selain itu, terdapat penyebab lain, yaitu:

    • Mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi
    • Mengonsumsi makanan mentah dan setengah matang
    • Menyentuh tangan ke mulut setelah tangan menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi
    • Melakukan kontak dengan orang yang mengalami infeksi norovirus

    Bagaimana dengan Gejalanya?

    Norovirus mempunyai gejala berupa sakit dalam waktu dua hari atau 12-48 jam setelah terpapar. Penyakit ini mempunyai gejala khas berupa mual, muntah (lebih sering terjadi pada anak-anak), diare berair (lebih sering pada orang dewasa), dan kram perut. Selain itu, terdapat beberapa gejala lain yang perlu diketahui dari penyakit ini, yaitu:

    • Demam ringan
    • Panas dingin
    • Sakit kepala
    • Nyeri otot
    • Kelelahan

    Sebagian besar gejala ini tidak bersifat serius. Meski begitu diare dan muntah dapat menghabiskan cairan yang dibutuhkan tubuh, dan tentu saja hal ini dapat menyebabkan dehidrasi yang rentan terjadi pada anak-anak dan lansia. Selain dehidrasi, dampak lainnya adalah malnutrisi. Apabila sudah mengalami gejala akut segeralah ke dokter untuk segera diperiksa pada feses.

    Baca Juga: Hati-hati Diare Menyerang Anak Saat Liburan

    Bagaimana Cara Mendiagnosis Penyakit Norovirus?

    Norovirus merupakan bagian dari sekelompok virus RNA atau Ribonucleic acid untai tunggal yang tidak terbungkus, dan diklasifikasikan menjadi 10 genogroup (GI-GX) dan 48 genotipe. Varian dari genotype GII.4 seperti GII.4 Sydney, GII.4 New Orleans hingga GII.4 Hong Kong adalah penyebab paling umum penyakit ini di seluruh dunia. Karena termasuk virus RNA, metode diagnosisnya adalah menggunakan RT-PCR yang juga digunakan untuk mendeteksi Covid-19. Norovirus sendiri sangat sensitif dan spesifik.

    Apakah Norovirus Juga Dapat Terjadi di Indonesia?

    Dilansir dari Kompas.com, virus ini ternyata dapat juga terjadi di Indonesia, dan kebanyakan menyerang anak-anak berusia 1-60 bulan. Hal itu berdasarkan studi pada 2019 terhadap sejumlah anak berusia kurang dari 5 tahun yang dirawat akibat diare akut di sebuah rumah sakit di Surabaya. Studi tersebut menunjukkan bahwa infeksi Genogroup Norovirus (GI dan II) teridentifikasi pada feses 31 pasien anak dengan diare akut yang dirawat  di rumah sakit dari April 2012 hingga Maret 2013. Infeksi tersebut terdeteksi dengan menggunakan metode RT-PCR. Kesimpulannya, virus tersebut menyebabkan diare berat pada anak.

    Adakah Obatnya?

    Sejauh ini belum ada obat sama sekali ini untuk penyakit ini karena Norovirus seperti virus-virus lainnya tidak merespons antibiotik untuk membunuh bakteri. Penyakit ini sebenarnya jika kondisi tubuh dalam keadaan sehat dan bugar akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 1 hingga 3 hari.

    Produk Terkait: Jual Obat Diare

    Jika Obatnya Tidak Ada, Apa yang Harus Sobat Lakukan?

    Cara terbaik tehindar dari Norovirus adalah melakukan pencegahan-pencegahan sebagai berikut:

    • Cuci tangan sampai bersih dengan sabun dan air terutama setelah menggunakan toilet atau mengganti popok
    • Hindari makanan dan air yang terkontaminasi termasuk makanan yang mungkin telah disiapkan oleh orang yang sedang sakit
    • Cuci buah dan sayuran sebelum makan
    • Masak makanan dari laut sampai bersih
    • Buang muntahan dan kotoran secara hati-hati untuk menghindari penyebaran Norovirus melalui udara
    • Rendam bahan dengan handuk sekali pakai, dan masukkan ke dalam kantong plastik sekali pakai
    • Desinfeksi permukaan yang mungkin telah terkontaminasi
    • Gunakan larutan pemutih klorin dan kenakan sarung tangan
    • Tetap di rumah, dan hindari perkerjaan terutama pekerjaan yang melibatkan penanganan makanan sebab risiko tertular sangat berpotensi dan dapat dialami setelah mengalami gejala
    • Anak-anak harus berada di rumah untuk menghindari penularan
    • Hindari bepergian sampai gejala hilang

    Apakah Ada Perbedaan dengan Rotavirus?

    Penyakit Norovirus bisa dibilang agak mirip dengan Covid-19 terutama dalam penyebaran dan diagnosisnya. Karena merupakan penyebab diare, Norovirus ternyata juga mempunyai kemiripan dengan Rotavirus yang sama-sama menyebabkan diare. Meskipun begitu terdapat beberapa perbedaan pada keduanya. Norovirus ditandai dengan mual, demam, muntah, diare encer, sakit perut, demam, pegal-pegal sedangkan Rotavirus ditandai dengan muntah, diare, encer, demam, sakit perut, dan dehidrasi. Perbedaan lainnya adalah dapat diketahui berdasarkan siapa yang tertular, berapa lama infeksi biasanya berlangsung, dan kemungkinan komplikasi. Untuk Norovirus biasanya berlangsung tidak lebih dari dua setengah hari sedangkan Rotavirus 3-8 hari.

    Baca Juga: Cegah Diare Anak Akibat Rotavirus dengan Vaksinasi

    Rotavirus biasanya menyerang bayi dan anak kecil daripada orang dewasa sehingga dapat menyebabkan dehidrasi yang dapat mengancam nyawa sedangkan Norovirus diketahui lebih banyak menyerang orang dewasa. Perbedaan lainnya yang paling penting ternyata Rotavirus sendiri bisa dicegah melalui vaksinasi yang dapat diberikan sejak kecil atau usia dini. Vaksin Rotavirus sendiri terdiri dari jenis, yaitu monovalen dan pentavalent. Monovalen diberikan sebanyak 2 kali pada usia 6-14 minggu untuk dosis pertama dan minimal 4 minggu berikutnya pada dosis kedua. Maksimal pemberian dosis kedua adalah 24 minggu. Untuk pentavalen sebanyak 3 kali. Dimulai dari usia 6-14 minggu pada dosis pertama, dan interval 4-10 minggu pada dosis kedua dan ketiga. Batas maksimal di usia 32 minggu. Adanya vaksinasi Rotavirus sendiri setidaknya dapat mencegah diare daripada Norovirus yang tidak bisa diobati dan dicegah sama sekali melalui vaksinasi.

    Produk Terkait: Layanan Imunisasi Rotavirus

    Untuk vaksinasi Rotavirus ini Sobat bisa melakukannya di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah, dan mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Apa Itu Norovirus, Penyebab Wabah Diare yang Menyerang Warga di China? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 14 October 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/13/130500765/apa-itu-norovirus-penyebab-wabah-diare-yang-menyerang-warga-di-china-?page=all
    2. Media K. Wabah Diare Norovirus di China, Mungkinkah Ada di Indonesia dan Bagaimana Pencegahannya? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 14 October 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/10/13/190200223/wabah-diare-norovirus-di-china-mungkinkah-ada-di-indonesia-dan-bagaimana?page=all
    3. Mengenal Norovirus, Virus yang Serang China di Tengah Corona [Internet]. gaya hidup. 2020 [cited 14 October 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20201013100630-255-557739/mengenal-norovirus-virus-yang-serang-china-di-tengah-corona
    4. Indonesia C. Fakta Genetik Norovirus yang Hebohkan China, Mirip Covid-19 [Internet]. teknologi. 2020 [cited 14 October 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20201013114110-199-557791/fakta-genetik-norovirus-yang-hebohkan-china-mirip-covid-19
    5. Sama-Sama Bergejala Diare, Ini Beda Norovirus dan Rotavirus : Okezone Lifestyle [Internet]. https://lifestyle.okezone.com/. 2020 [cited 14 October 2020]. Available from: https://lifestyle.okezone.com/read/2020/10/13/481/2293149/sama-sama-bergejala-diare-ini-beda-norovirus-dan-rotavirus
    6. CEGAH DIARE ANAK AKIBAT ROTAVIRUS DENGAN VAKSINASI • ProSehat [Internet]. ProSehat. 2020 [cited 14 October 2020]. Available from: https://www.prosehat.com/artikel/anaksehat/cegah-diare-anak-akibat-rotavirus-dengan-vaksinasi
    Read More
  • Apakah bayi Anda terserang diare? Wah, bisa jadi bayi Anda terinfeksi rotavirus. Rotavirus merupakan virus famili Reoviridae yang masuk dan menginfeksi saluran pencernaan. Penyebaran virus melalui kontak dengan makanan, air, tangan, dan permukaan objek yang tekontaminasi. Virus ini menyebabkan diare berat, dimana pada bayi dan anak dapat berbahaya karena bisa berakibat dehidrasi berat yang berujung kematian. […]

    CEGAH DIARE ANAK AKIBAT ROTAVIRUS DENGAN VAKSINASI

    Apakah bayi Anda terserang diare? Wah, bisa jadi bayi Anda terinfeksi rotavirus. Rotavirus merupakan virus famili Reoviridae yang masuk dan menginfeksi saluran pencernaan. Penyebaran virus melalui kontak dengan makanan, air, tangan, dan permukaan objek yang tekontaminasi. Virus ini menyebabkan diare berat, dimana pada bayi dan anak dapat berbahaya karena bisa berakibat dehidrasi berat yang berujung kematian.  

    Setelah terpapar rotavirus, biasanya gejala akan muncul setelah 2 hari kemudian. Gejala muncul berupa demam, muntah, nyeri perut,  dan diare cair yang dapat menyebabkan dehidrasi berat. Gejala-gejala tersebut berlangsung selama 3-8 hari. Oleh sebab itu sangat penting bagi Anda untuk mengetahui tAnda dehidrasi pada anak, agar cepat tertangani.

    1. Dehidrasi ringan: anak tetap aktif namun sedikit lesu, masih kuat untuk menyusui dan minum.
    2. Dehirasi sedang: anak terlihat lemas, tampak kehausan, kulit mengendur, dan mata cekung. Segera bawa ke pelayanan kesehatan.
    3. Dehidrasi berat: anak sangat lemas, kesadaran anak menurun, tidak bisa minum, sedikit kencing, mata sangat cekung, bibir kering dan biru, kulit lama kembali bila dicubit. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian.

    Pada kasus diare akibat rotavirus pemberian antibiotik bukan solusi karena penyebabnya adalah virus bukan bakteri. Pengobatan bersifat meringankan gejala dengan rehidrasi atau pemenuhan cairan melalui perbanyak asupan cairan, air minum, ASI, dan infus. Bisa diberikan zink untuk membantu penyembuhan diare dan menjaga daya tahan tubuh anak.

    Pencegahan infeksi rotavirus yang optimal dan direkomendasikan adalah dengan imunisasi rotavirus. WHO merekomendasikan imunisasi rotavirus secara rutin pada April 2009. Di Indonesia sendiri vaksin ini sudah direkomendasikan oleh IDAI sejak tahun 2011. Vaksin rotavirus yang beredar adalah vaksin hidup yang mengandung 1 strain (monovalen) dan 5 strain (pentavalen).

    Vaksin rotavirus monovalen diberikan 2 kali, dosis pertama diberikan saat usia 6-14 minggu dan dosis kedua diberikan minimal 4 minggu berikutnya. Maksimal pemberian dosis kedua pada usia 24 minggu. Untuk, vaksin rotavirus pentavalen diberikan sebanyak 3 kali. Dosis pertama diberikan pada usia 6-14 minggu, dosis kedua dan ketiga diberikan dengan interval 4-10 minggu. Batas akhir pemberian di usia 32 minggu.

    Sebaiknya segera berikan vaksinasi rotavirus pada bayi Anda, mengingat angka kejadian diare di bawah usia 2 tahun cukup tinggi. Jika ingin lebih praktis, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin, hanya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh! Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    Sumber:

    1. Rotavirus | Transmission | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2016 [cited 5 February 2018]. Available from: cdc.gov
    2. Haurissa A. TanyaDok.com | Infeksi Rotavirus dan Imunisasinya [Internet]. TanyaDok.com. [cited 5 February 2018]. Avaialable from: tanyadok.com
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja