Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ puasa ramadan”

  • Salah satu keluhan yang seringkali dialami saat berpuasa adalah munculnya sakit kepala, migrain, atau pusing. Hal tersebut diakibatkan karena Sahabat menahan rasa lapar dan haus yang menyebabkan tubuh mengalami kekurangan cairan dan rendahnya gula darah. Baca Juga: Siasati 8 Macam Penyakit Ini Saat Puasa Ternyata tidak semua orang yang berpuasa akan mengalami sakit kepala, kondisi […]

    Sakit Kepala Saat Berpuasa? Ini 9 Cara Mengatasinya!

    Salah satu keluhan yang seringkali dialami saat berpuasa adalah munculnya sakit kepala, migrain, atau pusing. Hal tersebut diakibatkan karena Sahabat menahan rasa lapar dan haus yang menyebabkan tubuh mengalami kekurangan cairan dan rendahnya gula darah.

    sakit kepala saat berpuasa

    Baca Juga: Siasati 8 Macam Penyakit Ini Saat Puasa

    Ternyata tidak semua orang yang berpuasa akan mengalami sakit kepala, kondisi ini lebih sering dialami pada orang yang memiliki riwayat migrain atau sering mengalami sakit kepala. Hal ini dapat Sahabat atasi dengan mudah sehingga tidak perlu membatalkan puasa.

    Sahabat, mari simak penjelasan di bawah ini untuk membantu mengatasi sakit kepala saat berpuasa!

    1. Kurangi Minuman Berkafein  

    Sahabat disarankan untuk mengurangi minuman berkafein seperti kopi, teh, maupun soda selama berpuasa karena dapat menyebabkan tubuh kekurangan cairan (dehidrasi), hingga naiknya asam lambung.

    2. Minum Air Putih yang Cukup

    Sakit kepala yang dialami saat berpuasa, disebabkan karena tubuh mengalami dehidrasi akibat keluarnya histamin yang bertujuan untuk melindungi otak agar tidak kehabisan pasokan air dalam tubuh.

    Akibatnya, Sahabat merasakan sakit kepala dan tubuh terasa lemas. Untuk mengatasinya, Sahabat disarankan untuk mengonsumsi air putih yang cukup saat sahur dan berbuka puasa.

    3. Hindari Makanan dan Minuman Tinggi Gula

    Sakit kepala saat berpuasa juga dapat diakibatkan karena tubuh kekurangan gula darah (hipoglikemia). Untuk mengatasinya cukup mudah, Sahabat dapat mengonsumsi makanan maupun minuman yang mengandung gula seperti yoghurt, apel, anggur, dan lentil merah.

    Baca Juga: 8 Makanan yang dianjurkan Saat Puasa

    4. Mengoleskan Minyak Esensial

    Ketika Sahabat merasakan sakit kepala saat berpuasa, Sahabat dapat mengoleskan minyak esensial atau aromaterapi ke pelipis yang dianggap mampu memberi efek menenangkan dan mengurangi timbulnya sakit kepala karena mengandung bahan alami seperti peppermint, eucalyptus, dan lavender.

    Produk Terkait: Jual Owellness Boost Diffuser Oil

    5. Mengompres Kepala

    Berikan kompres air hangat di area yang nyeri, leher ataupun kepala untuk mengurangi ketegangan otot, peradangan dan meredakan sakit kepala.

    6. Pijat

    Memijat otot di area leher, kepala dan bahu dipercaya dapat membantu meringankan sakit kepala dan mengurangi ketegangan otot.

    Produk Terkait: Layanan Fisioterapi ke Rumah

    7. Latih Pernapasan

    Cara lain yang dapat Sahabat lakukan untuk meredakan sakit kepala adalah dengan melatih pola pernapasan untuk memfokuskan pikiran dan membuat tubuh lebih rileks.

    8. Redupkan Cahaya

    Faktor lain yang dapat menyebabkan sakit kepala adalah akibat pancaran radiasi layar komputer dan kondisi psikis stress. Untuk mengatasinya sebaiknya Sahabat gunakan filter cahaya pada komputer, beristirahat sejenak dan redupkan cahaya dalam ruangan agar tubuh lebih rileks.

    Baca Juga: 11 Cara Memantau Kesehatan Mata Saat WFH

    9. Istirahat yang Cukup

    Cara terakhir untuk meringankan sakit kepala adalah dengan beristirahat yang cukup sebab kurangnya jam istirahat dapat memicu timbulnya sakit kepala.

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa

    Sahabat, itulah 9 cara mengatasi sakit kepala yang seringkali dialami ketika sedang berpuasa. Apabila Sahabat mengalami kendala selama berpuasa, silakan berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Puasa Kok Jadi Sakit Kepala, Begini Cara Mengatasinya… Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 14 April 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/04/25/121200568/puasa-kok-jadi-sakit-kepala-begini-cara-mengatasinya-?page=all
    2. Pinandhita V. Saran Dokter untuk Atasi Kliyengan Gara-gara Tensi Drop Saat Puasa [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 14 April 2021]. Available from: https://health.detik.com/kebugaran/d-5528837/saran-dokter-untuk-atasi-kliyengan-gara-gara-tensi-drop-saat-puasa
    3. 8 Cara Atasi Sakit Kepala Saat Puasa, Tanpa Obat [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 14 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/ramadan/read/4247296/8-cara-atasi-sakit-kepala-saat-puasa-tanpa-obat

     

    Read More
  • Selamat menjalankan bulan Ramadan Sahabat Sehat. Apa saja yang sudah Sahabat siapkan? Apakah sudah menyiapkan makanan atau  minuman untuk berbuka puasa? Jangan lupa, loh untuk menjaga kesehatan Sahabat di bulan puasa ini. Saat puasa pola makan kita akan berubah dari makan tiga kali sehari menjadi dua kali sekali saat Sahur dan Berbuka puasa. Biasanya, dengan […]

    Siasati 8 Macam Penyakit Ini Saat Puasa

    Selamat menjalankan bulan Ramadan Sahabat Sehat. Apa saja yang sudah Sahabat siapkan? Apakah sudah menyiapkan makanan atau  minuman untuk berbuka puasa?

    Jangan lupa, loh untuk menjaga kesehatan Sahabat di bulan puasa ini. Saat puasa pola makan kita akan berubah dari makan tiga kali sehari menjadi dua kali sekali saat Sahur dan Berbuka puasa. Biasanya, dengan perubahan tersebut, tubuh kita sering tidak siap dan membuat Sahabat menjadi Sakit.

    Sakit kepala, mual & muntah, diare, sakit pinggang, sembelit dan gula darah rendah adalah  beberapa macam penyakit yang sering muncul saat puasa. Lalu, bagaimanakah cara mengatasinya?

    1. Sakit Kepala

    Sakit kepala merupakan penyakit yang umum dialami saat puasa. Munculnya sakit kepala karena menahan rasa kantuk saat siang hari serta kurangnya pasokan glukosa ke dalam tubuh. Kopi atau mengemil merupakan salah satu cara menghilangkan rasa kantuk.

    Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Saat Travelling

    Sakit kepala bisa semakin parah jika Sahabat memiliki tekanan darah rendah. Hal ini bisa menyebabkan rasa mual sebelum berbuka puasa. Cara mengatasi dan mengurangi sakit kepala yang Sahabat rasakan bisa dengan istirahat sejenak selama 15-20 menit dan gunakan minyak kayu putih untuk meringankan saraf yang tegang di sekitar kepala.

    2. Mual & Muntah

    Mual dan muntah biasanya dirasakan saat awal puasa. Hal ini terjadi akibat pola makan yang tidak tepat saat menjalani ibadah puasa.

    Namun,  Sahabat tidak perlu khawatir karena rasa mual dan muntah akan hilang dengan sendirinya. Cara mengatasinya yaitu selalu makan cukup saat sahur, memperbanyak minum air saat sahur dan berbuka, hindari makan makanan pedas dan asam.

    Produk Terkait: Aneka Produk Pencegah Mual dan Muntah

    Kurangi juga konsumsi es karena es dapat membuat perut kita menjadi kaget. Pilihlah air hangat saat berbuka untuk menyesuaikan perut kita yang kosong selama seharian.

    3. Diare

    Sahabat mungkin sering merasakan diare saat bulan puasa dan sangat tidak menyenangkan. Apalagi diare tersebut dapat memicu batalnya puasa Sahabat. Pemicu utama munculnya diare karena asupan makanan yang tidak tepat saat berbuka maupun sahur, seperti makanan pedas, makanan berbumbu tajam dan makanan yang berlemak.

    Produk Terkait: Diapet NR Kapsul

    Sahabat hendaknya banyak mengonsumsi sayur dan buah yang subtansinya dingin seperti buah persik, pir, pepaya, melon dan lain-lain yang merupakan sumber utama vitamin dan serat. Oh,ya, Jangan lupa untuk mengkonsumsi air putih yang cukup.

    4. Sakit Panggang

    Sahabat seringkali malas dan mengurangi gerak selama puasa karena takut lelah. Namun, tahukah ketika Sahabat kurangnya aktifitas gerak, justru akan menyebabkan sakit pada pinggang. Meskipun, ada juga yang mengira sakit pinggang yang dirasakan berasal dari penyakit ginjal.

    Hal ini menyebabkan Sahabat harus mengetahui terlebih dulu penyebab sakit pinggang dengan mengonsultasikannya ke dokter. Penyebab sakit pinggang dapat berasal dari trauma otot, posisi tubuh yang kurang tepat, kurangnya air minum, dan lain-lain.

    Produk Terkait: Borobudur Sakit Pinggang

    Konsumsilah makanan yang mengandung kalsium, magnesium dan kalium untuk mengurangi kram otot. Selain itu, makanan kaya mineral seperti susu, daging, buah-buahan dan sayur mayur baik untuk mengatasi masalah pinggang Sahabat.

    5. Sembelit

    Susah buang air besar atau sembelit bisa berbahaya. Sembelit dapat menyebabkan rasa nyeri di saluran anus, perut terasa kembung hingga menyebabkan ambeyen (haemorroids). Kondisi ini diakibatkan kurangnya cairan dalam tubuh dan kurangnya konsumsi makanan berserat.

    Produk Terkait: Aneka Produk Sembelit Terbaik

    Cegahlah ambeyen dengan memperbanyak makanan tinggi serat (biji-bijian dan buah-buahan), minum air putih dan pilihlah makanan karbohidrat seperti roti atau kue yang mengandung gandum aaat berbuka dan sahur. Sahabat juga bisa menggantinya dengan mengkonsumsi Chia Seed untuk melancarkan pencernaan.  

    6. Gula Darah Rendah

    Gula darah rendah juga sering dialami saat puasa. Gejala yang dirasakan seperti tubuh mudah lemas, pusing, letih, merasa goncang (tremor), konsentrasi menurun hingga keringat berlebih. Lakukanlah pemeriksaan gula darah secara teratur dan konsultasikan ke dokter bila terjadi hal ini.

    Produk Terkait: Alat Cek Gula Darang Lengkap

    7. Tekanan Darah Rendah

    Gejala dari tekanan darah rendah hampir sama dengan penyakit gula darah rendah. Seperti pusing, letih, lesu, lemas dan keringat berlebih. Tekanan darah rendah biasa terjadi karena sedikitnya jumlah konsumsi cairan dan kurangnya konsumsi garam. Cobalah untuk meningkatkan konsumsi cairan dan sedikit garam dari jumlah yang biasa Sahabat konsumsi.

    Baca Juga: Si Penghambat Rumah Tangga Anda

    8. Flu

    Perubahan cuaca saat bulan ramadhan membuat kondisi fisik kita menjadi lemah dan rentan terserang penyakit. Salah satunya adalah  penyakit flu yang membuat ramadhan kita sedikit berat. Penyebab flu saat puasa dapat karena saat makan sedikit saat sahur, kurangnya asupan cairan, kurang buah, tidur yang kurang dan jarang berolahraga.

    Solusi yang baik untuk mengatasi flu dengan mengonsumsi makanan sehat dengan gizi yang seimbang, mengurangi makanan yang merangsang tenggorokan (pedas, berlemak dan minuman dingin), minum air minimal 8 gelas sehari, tidur teratur, melakukan olahraga ringan dan kelola diri Sahabat dari stress.

    Selain itu,  vaksinasi flu bisa menjadi perlindungan tambahan mencegah flu. Vaksinasi flu bisa Sahabat dapatkan di prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah

    Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Lestari, Cindy. “Menyiasati Gejala Penyakit saat Puasa!”.
    2. Taya, Bethari. “10 Cara Menghilangkan Sakit Kepala secara Alami, Tradisional dan Tanpa Obat”
    3. Purwadi, Dedy. “Tips Cara Mengatasi Rasa Mual Ketika Saat Berpuasa, Agar tidak Batal”.
    4. Sulaiman, Muhamad R. “Diare di Bulan Puasa, 3 Hal ini Bisa Jadi Pemicunya”.
    5. Winaga, Handriadi. “Aduh, Nyeri Pinggang Bawah!”.
    6. Wardhani, Anita K. “Saat Puasa Terganggu Serangan Flu, Lakukan Hal Ini”.

     

    Read More
  • Memasuki bulan Ramadan, sebagian besar Sahabat Sehat mungkin berniat untuk menurunkan berat badan dengan cara berpuasa. Baca Juga: 7 Penyebab Berat Badan Terus Naik Saat Puasa Ramadan Namun seringkali berat badan bertambah ketika berpuasa karena dipengaruhi beberapa faktor seperti kurang berolahraga, konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan minuman tinggi gula saat sahur dan berbuka puasa. Sahabat […]

    Bagaimana Cara Diet Saat Berpuasa ?

    Memasuki bulan Ramadan, sebagian besar Sahabat Sehat mungkin berniat untuk menurunkan berat badan dengan cara berpuasa.

    diet saat berpuasa, diet puasa

    Baca Juga: 7 Penyebab Berat Badan Terus Naik Saat Puasa Ramadan

    Namun seringkali berat badan bertambah ketika berpuasa karena dipengaruhi beberapa faktor seperti kurang berolahraga, konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan minuman tinggi gula saat sahur dan berbuka puasa.

    Sahabat Sehat, berikut beberapa tips dalam menjalankan diet saat berpuasa.

    Tips Diet Saat Berpuasa

    Jaga Asupan Kalori

    Kalori merupakan sumber energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Kelebihan atau kekurangan kalori dapat mengganggu kesehatan tubuh.

    Idealnya jumlah kalori per hari yang dibutuhkan orang dewasa mencapai 1.000-2.000 kalori, jika asupan makanan yang Sahabat konsumsi melebihi jumlah ideal tersebut, dapat berimbas pada kenaikan berat badan.

    Lakukan Aktivitas Fisik

    Banyak Sahabat Sehat yang merasa malas bergerak saat berpuasa karena khawatir lelah, lapar dan haus. Namun Sahabat disarankan untuk tetap melakukan aktivitas fisik agar dapat menjaga kebugaran tubuh, misalnya melakukan aktivitas fisik ringan seperti membersihkan rumah dan melakukan olahraga ringan.

    Konsumsi Makanan Berserat

    Selama berpuasa, Sahabat disarankan mengonsumsi makanan berserat seperti buah dan sayuran karena dapat memberikan efek kenyang yang cukup lama.

    Baca Juga: Apa Saja Risiko Kurang Konsumsi Buah dan Sayur?

    Kurangi Makanan Cepat Saji

    Makanan cepat saji dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh yang turut berperan dalam kenaikan berat badan.

    Produk Terkait: Jual Obat Kolesterol

    Kurangi Makanan & Minuman Tinggi Gula

    Saat berbuka puasa, seringkali Sahabat memilih menu makanan dan minuman tinggi gula untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.

    Namun sebaiknya dikonsumsi sewajarnya saja sebab makanan dan minuman tinggi gula yang dikonsumsi berlebihan dapat menimbulkan risiko kelebihan berat badan, maupun penyakit diabetes.

    Perbanyak Minum Air Putih

    Agar diet di bulan puasa berjalan lancar, Sahabat disarankan konsumsi air putih minimal 2 liter di waktu sahur dan berbuka puasa. Selain untuk mencegah dehidrasi, air putih juga dapat memberikan efek mengenyangkan dan melancarkan sistem pencernaan.

    Baca Juga: Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

    Makan Secukupnya Saat Berbuka Puasa

    Hal yang paling ditunggu ketika menjalankan puasa adalah ketika sudah waktunya berbuka puasa. Agar diet berjalan dengan baik, Sahabat sebaiknya makan secukupnya dan secara perlahan.

    Usahakan konsumsi makanan ringan seperti kurma dan air putih terlebih dahulu, baru dilanjutkan dengan menu makanan utama.

    Istirahat yang Cukup

    Apabila Sahabat kurang tidur, produksi hormon ghrelin meningkat. Hormon ghrelin diketahui turut berperan dalam meningkatkan nafsu makan. Sahabat sebaiknya istirahat yang cukup dan hindari tidur larut malam agar stamina tetap terjaga dan dapat menjalani puasa maupun program diet dengan baik.

    Sahabat Sehat, itulah beberapa tips dalam melakukan diet selama berpuasa di bulan Ramadan sehingga Sahabat turut memperoleh manfaat dari segi kesehatan sambil menjalankan ibadah.

    Baca Juga: 8 Makanan Rendah Lemak untuk Diet yang Enak dan Mengenyangkan

    Sahabat dapat memilih produk kesehatan dan suplemen di Prosehat, untuk melengkapi diet yang sedang dijalankan. Bila Sahabat mengalami kendala selama berpuasa, silahkan berkonsultasi dengan dokter di Prosehat melalui Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Ina K. 7 Cara Diet Sehat yang Bisa Kamu Lakukan di Bulan Puasa [Internet]. detikfood. 2021 [cited 13 April 2021]. Available from: https://food.detik.com/info-kuliner/d-5526712/7-cara-diet-sehat-yang-bisa-kamu-lakukan-di-bulan-puasa
    2. 8 Tips Jitu Diet Saat Puasa di Bulan Ramadan [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 13 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/bola/read/4241041/8-tips-jitu-diet-saat-puasa-di-bulan-ramadan
    Read More
  • Bulan Ramadan menjadi momen untuk memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik. Selain itu, Ramadan  waktu yang tepat untuk menurunkan berat badan. Kenyataannya, masih banyak orang yang mengeluh berat badannya terus naik saat berpuasa. Penyebab berat badan naik selama berpuasa dipengaruhi dari gaya hidup seseorang pada bulan Ramadan. Apa saja penyebabnya? Cek selengkapnya disini 1. Tidur […]

    7 Penyebab Berat Badan Terus Naik Saat Puasa Ramadan

    Bulan Ramadan menjadi momen untuk memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik. Selain itu, Ramadan  waktu yang tepat untuk menurunkan berat badan. Kenyataannya, masih banyak orang yang mengeluh berat badannya terus naik saat berpuasa.

    Penyebab berat badan naik selama berpuasa dipengaruhi dari gaya hidup seseorang pada bulan Ramadan. Apa saja penyebabnya? Cek selengkapnya disini

    1. Tidur Setelah Sahur

    Tidur Setelah Sahur

    Banyak orang yang memilih melanjutkan tidurnya setelah sahur. Namun ternyata, kebiasaan tidur setelah makan akan meningkatkan risiko penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau naiknya asam lambung ke bagian atas kerongkongan yang seringkali mengiritasi kerongkongan.

    Jika sering terjadi, GERD akan menyebabkan perubahan pada struktur dinding kerongkongan hingga berujung pada penyakit Barrett’s yang merupakan lesi pra-kanker.

    Menurut dr Dian Permatasari,M.Gizi, SpGK, tidur setelah sahur tidak masalah. Namun, disarankan untuk memberi jarak saat sekitar satu jam setelah makan.

    Baca Juga: 8 Makanan yang Dianjurkan Saat Puasa

    2. Kurangnya Aktivitas Fisik

    olahraga, yoga

    Tubuh mudah lemas saat melakukan aktivitas fisik selama puasa, sehingga kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur dibandingkan berolahraga. Hal ini akan membuat berat badan Sahabat melonjak.

    Terlebih lagi jika Sahabat banyak mengonsumsi makanan berlemak, timbunan lemak makin menumpuk. Jadi, jangan malas berolahraga, ya.

    3. Banyak Mengonsumsi Makanan Manis

    Makanan dan minuman manis menjadi godaan kita saat berpuasa terlebih lagi saat berbuka. Namun, Sahabat harus ingat jangan mengonsumsi gula secara berlebihan.

    Memang saat berpuasa, tubuh akan kehilangan banyak gula dan tubuh terasa lemas. Konsumsi gula secukupnya, ya, Sahabat.

    Baca Juga: 10 Komplikasi Diabetes yang Perlu Diwaspadai

    Mengonsumsi makanan dan minuman manis justru akan disimpan sebagai lemak tubuh dan membuat diet Sahabat menjadi kacau. Minuman manis juga menjadi risiko Diabetes Melitus yang  dapat mengancam kesehatan Sahabat.

    4. Porsi Makan Berlebihan

    makanan porsi besar

    Berpuasa seharian membuat perut kita menjadi sangat lapar. Godaan untuk makan menjadi meningkat dibandingkan biasanya. Segala macam makanan yang berada di hadapan akan habis dalam seketika setelah waktu berbuka tiba.

    Hal ini seringkali menjadi penyebab berat badan Sahabat naik. Padahal, makan secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai penyakit, seperti obesitas, bau mulut, gagal organ, hingga masalah asam lambung.

    Baca Juga: Fakta dan Mitos Diabetes

    5. Mengonsumsi Banyak Karbohidrat

    Tahukah Sahabat, bahwa gorengan dapat memicu naiknya berat badan. Hal ini karena makanan favorit saat berbuka puasa mengandung banyak lemak dan karbohidrat yang cepat disimpan menjadi lemak dalam tubuh.

    Pilihlah konsumsi makanan yang mengandung tinggi protein atau karbohidrat komplek seperti kentang atau nasi merah sebagai gantinya gorengan. Hal ini dapat membantu pencernaan Anda dapat mencerna lebih lambat. Sehingga bahan makanan yang masuk tidak langsung disimpan sebagai lemak.

    6. Kurang Tidur

    Tidur dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan berat badan saat puasa. Kurangnya tidur akan mengacaukan sistem metabolisme tubuh Sahabat. Akibatnya, tubuh tidak membakar cadangan lemak secara efektif.

    Aturlah tidur Sahabat dengan memanfaatkan saat sahur, saat istirahat dan setelah tarawih. Saat sahur dan shalat subuh, maka gunakan waktu sekitar 30 menit hingga 1 jam sebelum persiapan berangkat ke kantor.

    Saat siang hari, Sahabat diberikan waktu kurang lebih satu jam untuk beristirahat. Maka gunakanlah waktu tersebut untuk tidur selama 5 menit. Meskipun waktu tidur terbilang singkat, dapat membuat tubuh menjadi lebih bugar.

    Setelah Sahabat menjalankan ibadah tarawih, gunakan waktu luang untuk istirahat. Sahabat bisa mendapatkan waktu tidur lebih dari 6 jam yang merupakan waktu normal manusia untuk mencukupi kebutuhan tidurnya.

    Baca Juga: Cara Atasi Dehidrasi Anak Saat Travelling

    7. Kurang Konsumsi Air Putih

    minum air putih

    Saat kita berpuasa, tubuh akan kehilangan banyak cairan. Sementara cairan di tubuh kita banyak digunakan untuk membantu pencernaan bekerja lebih. Konsumsi air dapat membantu kita diet sehat selama berpuasa.

    Selain membantu pencernaan, air putih memberikan manfaat lainnya. Air putih dapat mempercepat metabolisme tubuh, meningkatkan imunitas tubuh, mencegah migrain, membuat kulit lebih bersinar, meningkatkan energi hingga membantu menumbuhkan rambut.

    Baca Juga: Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

    Itulah penyebab-penyebab berat badan menjadi naik saat puasa. Selalu berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat yang baik untuk Sahabat dan keluarga.

    Susah mendapatkan makanan sehat? Jangan khawatir Sahabat, karena proSehat aplikasi kesehatan Indonesia siap memenuhi kebutuhan kesehatan. 

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik www.prosehat.com.

    Referensi:

    1. Bangkapos. “Jangan Langsung Tidur Setelah Sahur, Ini Bahayanya bagi Kesehatan Tubuh.”
    2. Setia, Unoviana K. “3 Kebiasaan Penyebab Berat Badan Naik Selama Ramadan”.
    3. Sartika, Resa Eka. “Tidur Setelah Sahur Boleh, Asal…”
    4. Setyani, Christina A. “Lima Bahaya yang Mengintai Saat Anda Makan Terlalu Banyak”.
    5. Tyas. “Mengantuk Saat Puasa?”
    6. CCN Indonesia. “10 Manfaat Minum Air Putih Saat Perut Kosong”.
    Read More
  • Memasuki bulan Ramadan, Sahabat Sehat mungkin bertanya tanya apakah boleh melakukan pemeriksaan Covid-19 seperti tes Swab (PCR dan antigen) karena dikhawatirkan membatalkan puasa? Baca Juga: Boleh Vaksin di Bulan Ramadan, Berikut Tips dan Persiapannya! Mengenai hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa tes swab tetap boleh dilaksanakan selama bulan Ramadan dan tidak membatalkan puasa. […]

    Boleh Tes Swab Selama Bulan Ramadan, Yuk Cek di Prosehat Aja!

    Memasuki bulan Ramadan, Sahabat Sehat mungkin bertanya tanya apakah boleh melakukan pemeriksaan Covid-19 seperti tes Swab (PCR dan antigen) karena dikhawatirkan membatalkan puasa?

    tes swab selama bulan ramadan

    Baca Juga: Boleh Vaksin di Bulan Ramadan, Berikut Tips dan Persiapannya!

    Mengenai hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa tes swab tetap boleh dilaksanakan selama bulan Ramadan dan tidak membatalkan puasa. Hal ini tertuang dalam  Fatwa MUI Nomor 23 Tahun 2021 Tentang Hukum Tes Swab untuk Deteksi Covid-19 Saat Berpuasa yang berbunyi sebagai berikut:

    “Tes Swab adalah pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus dengan cara pengambilan sampel dahak, lendir, atau cairan dari nasofaring (bagian pada tenggorokan bagian atas yang terletak di belakang hidung dan di balik langit-langit rongga mulut) dan orofaring (bagian antara mulut dan tenggorokan).”

    Dilansir dari Merdeka.com, Ketua Bidang Hukum MUI, Noor Achmad mengungkapkan bahwa tes swab merupakan suatu metode memasukkan sesuatu ke hidung atau mulut namun tidak sampai ke perut dan tidak bersifat mengenyangkan. Untuk rapid test yang metodenya memakai sampel darah juga dianggap tidak membatalkan puasa.

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Tes swab selama bulan Ramadan juga diperbolehkan karena pemeriksaan tersebut bersifat darurat. Demikian pula dengan vaksinasi Covid-19 yang tetap boleh dilaksanakan selama bulan puasa.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Dengan dikeluarkannya Fatwa MUI ini, Sahabat Sehat yang tengah menjalankan ibadah puasa tidak perlu khawatir dan dapat menjalani puasa dengan tenang sembari melakukan tes Covid-19 selama bulan Ramadan untuk deteksi dini Covid-19.

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat Rapid Swab Antigen di Jabodetabek

    Sahabat Sehat dapat melakukan berbagai tes Covid 19 di Prosehat. Info lebih lengkap, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Fatwa MUI Nomor 23 Tahun 2021 Tentang Hukum Tes Swab untuk Deteksi Covid-19 Saat Berpuasa. [Internet]. 1st ed. Jakarta: Majelis Ulama Indonesia; 2021 [cited 12 April 2021].
    2. MUI: Tes Swab dan Vaksinasi Covid-19 Tidak Membatalkan Puasa [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 12 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/news/read/4527312/mui-tes-swab-dan-vaksinasi-covid-19-tidak-membatalkan-puasa#:~:text=Liputan6.com%2C%20Jakarta%20%2D%20Komisi,batal%20jika%20mel

     

    Read More
  • Bulan Ramadan tahun ini cukup berbeda karena dijalani bersamaan dengan pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat Indonesia tidak dapat bersilahturahmi dengan keluarga di kampung halaman. Baca Juga: Amankah Berpuasa Bagi Penderita Covid-19? Ibadah selama bulan Ramadan juga harus dilaksanakan di rumah masing-masing demi menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Oleh karena itu, Sahabat dapat mempersiapkan diri […]

    7 Barang Penting Selama Bulan Ramadan saat Pandemi Covid-19

    Bulan Ramadan tahun ini cukup berbeda karena dijalani bersamaan dengan pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat Indonesia tidak dapat bersilahturahmi dengan keluarga di kampung halaman.

    barang penting selama bulan ramadan

    Baca Juga: Amankah Berpuasa Bagi Penderita Covid-19?

    Ibadah selama bulan Ramadan juga harus dilaksanakan di rumah masing-masing demi menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

    Oleh karena itu, Sahabat dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi kondisi pandemi Covid agar tidak menggangu jalannya ibadah puasa selama bulan suci ini. Berikut merupakan 7 barang yang perlu dipersiapkan selama Bulan Ramadan saat pandemi Covid-19.

    1. Hand sanitizer

    Penerapan PSBB membuat masyarakat belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah. Namun, tetap ada saatnya Sobat harus keluar rumah karena urusan mendesak. Terkadang, tidak semua tempat menyediakan wastafel untuk mencuci tangan.

    Produk Terkait: Jual Hand Sanitizer

    Oleh karena itu, dianjurkan untuk selalu membawa hand sanitizer setiap keluar rumah. Hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 70% dapat membunuh virus yang menempel di permukaan tangan.

    2. Masker

    Apabila Sobat hendak bepergian keluar rumah menggunakan angkutan umum, sepeda motor, maupun mobil pribadi, masker wajib dikenakan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.

    Produk Terkait: Jual Masker Medis

    Penelitian membuktikan bahwa pengunaan masker, baik itu masker N95, masker medis, dan masker kain dapat menghambat penyebaran virus dan mencegah virus langsung masuk ke hidung ataupun mulut.

    3. Desinfektan

    Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menekan penyebaran virus corona adalah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan rumah.

    Baca Juga: Bagaimana Bersihkan Rumah Menggunakan Desinfektan?

    Desinfektan dapat digunakan untuk membunuh berbagai jenis virus dan bakteri, termasuk virus corona. Desinfektan berbahan dasar hydrogen peroksida atau alkohol ampuh untuk mensterilkan permukaan benda yang sering disentuh seperti gagang pintu, saklar lampu, kunci rumah, dan sebagainya.

    4. Sabun cuci tangan

    Penelitian membuktikan bahwa sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dapat membunuh virus corona yang ada di permukaan tangan.

    Oleh karena itu, dianjurkan untuk menyediakan sabun cuci tangan di rumah dan mencuci tangan sebelum sahur, sebelum berbuka, sebelum menyentuh wajah, dll, untuk menjaga kebersihan diri dan menekan penyebaran virus corona.

    5. Vitamin C

    Kekurangan vitamin C membuat seseorang rentan terhadap infeksi dan menurunnya kekebalan tubuh. Sebaliknya, asupan vitamin C yang cukup dapat meningkatkan fungsi imun tubuh, yang sangat penting untuk mencegah corona.

    Produk Terkait: Jual Vitamin C

    Vitamin C mudah didapat melalui buah-buahan dan tersedia pula dalam bentuk suplemen makanan. Oleh karena itu, konsumsi vitamin C saat sahur dapat membantu menjaga daya tahan tubuh selama beraktivitas sepanjang hari.

    6. Vitamin E

    Selain vitamin C, vitamin E juga dipercaya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Vitamin E merupakan senyawa yang larut dalam lemak dan berfungsi sebagai antioksidan yang penting untuk menjaga daya tahan tubuh.

    Vitamin E yang terdapat dalam kacang-kacangan, alpukat, dan biji-bijian dapat dikonsumsi saat sahur dan berbuka untuk menjaga daya tahan tubuh.

    Baca Juga: Benarkah Vitamin C dan E Tingkatkan Antibodi untuk Cegah Corona?

    7. Makanan Bergizi

    Selama menunaikan ibadah puasa, tubuh menahan haus dan lapar selama kurang lebih 12 jam. Oleh karena itu, Sobat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi seperti sayuran dan buah-buahan saat sahur dan buka puasa.

    Dengan mengonsumsi makanan bergizi, nutrisi tubuh akan tetap terpenuhi sehingga tidak mudah sakit.1 Makanan bergizi juga dapat meningkatkan sistem imun tubuh untuk mencegah virus corona.1

    Menyiapkan barang-barang di atas dapat membantu Sobat untuk tetap sehat dan dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik. Menjalankan ibadah puasa dengan kondisi pandemi Covid-19 memang tidak mudah, namun bulan Ramadan tetap harus dimaknai sebagai bulan yang suci dan membawa berkah.

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa

    Selain itu, bagi Sahabat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Childs, Calder, & Miles. (2019). Diet and Immune Function. Nutrients11(8), 1933. doi: 10.3390/nu11081933
    2. Gold NA, Avva U. Alcohol Sanitizer. [Updated 2020 Feb 6]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513254/
    3. Ma, Q., Shan, H., Zhang, H., Li, G., Yang, R., & Chen, J. (2020). Potential utilities of mask-wearing and instant hand hygiene for fighting SARS-CoV-2. Journal Of Medical Virology. doi: 10.1002/jmv.25805
    4. Carr, A., & Maggini, S. (2017). Vitamin C and Immune Function. Nutrients9(11), 1211. doi: 10.3390/nu9111211
    5. Lewis, E., Meydani, S., & Wu, D. (2018). Regulatory role of vitamin E in the immune system and inflammation. IUBMB Life71(4), 487-494. doi: 10.1002/iub.1976
    6. Rabenau, H., Kampf, G., Cinatl, J., & Doerr, H. (2005). Efficacy of various disinfectants against SARS coronavirus. Journal Of Hospital Infection61(2), 107-111. doi: 10.1016/j.jhin.2004.12.023
    7. org [Internet]. Cologne, Germany: Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG); 2006-. How can you prevent a coronavirus infection? 2020 Mar 26 [Updated 2020 Mar 26].Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK555498/
    Read More
  • Bulan Ramadan segera tiba. Di bulan itu stamina Sahabat agak terkuras karena harus menahan lapar dan haus dari sebelum matahari terbit hingga matahari terbenam selama 15-16 jam setiap harinya sembari tetap beraktivitas rutin. Hal yang demikian tentu akan membuat Sahabat menjadi lemas dan tidak bertenaga sehingga menganggu kelancaran ibadah puasa Sahabat. Karena itu, hendaknya Sahabat […]

    Sahabat Lemas Saat Berpuasa? Mari Saksikan Webinar Prosehat Pharmaton “No More Lemes! Tetap Berstamina saat Puasa”!

    Bulan Ramadan segera tiba. Di bulan itu stamina Sahabat agak terkuras karena harus menahan lapar dan haus dari sebelum matahari terbit hingga matahari terbenam selama 15-16 jam setiap harinya sembari tetap beraktivitas rutin.

    Hal yang demikian tentu akan membuat Sahabat menjadi lemas dan tidak bertenaga sehingga menganggu kelancaran ibadah puasa Sahabat.

    Karena itu, hendaknya Sahabat persiapkan dengan baik fisik untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan supaya badan tetap berstamina dan bertenaga.

    Lalu bagaimana caranya? Tidak perlu pusing-pusing. Sahabat bisa menemukan jawabannya pada webinar yang diadakan oleh Prosehat bekerja sama dengan Pharmaton dari Sanofi.

    Webinar “No More Lemes! Tetap Berstamina saat Puasa” ini akan diadakan pada Sabtu, 10 April 2021 pukul 14.00-15.00 WIB secara live di Youtube Prosehat,  Menghadirkan dr. Kevin Mak sebagai pembicara,  dan dimoderatori oleh dr. Gita Permatasari dari Prosehat.

    Bagi Sahabat Sehat yang berminat untuk mengikuti webinar Prosehat Pharmaton ini bisa mengakses link pendaftaran di: s.id/StaminaProsehat1004, dan akan ada hadiah menarik untuk 3 penanya terbaik.

    Jadi, jangan lewatkan webinar menarik dan bermanfaat ini, Sahabat! Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Pemerintah mengizinkan kegiatan salat tarawih di luar rumah selama bulan Ramadan 2021 sesuai yang diungkapkan oleh  Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK), Muhadjir Effendy dalam konferensi pers pada Senin, 5 April 2021. Muhadjir, mengungkapkan bahwa izin ini telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo. Baca Juga: Ramadan Saat Pandemi Corona, Inilah Rekomendasi WHO […]

    Wajib Tahu! Ini Persyaratan Salat Tarawih 2021 Di luar Rumah

    Pemerintah mengizinkan kegiatan salat tarawih di luar rumah selama bulan Ramadan 2021 sesuai yang diungkapkan oleh  Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK), Muhadjir Effendy dalam konferensi pers pada Senin, 5 April 2021. Muhadjir, mengungkapkan bahwa izin ini telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo.

    salat tarawih 2021

    Baca Juga: Ramadan Saat Pandemi Corona, Inilah Rekomendasi WHO

    Meski demikian, Muhadjir menyatakan bahwa pelaksanaan salat tarawih 2021 di masa pandemi Covid-19 harus mengikuti beberapa syarat yang berkaitan dengan protokol kesehatan.

    Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas pada Senin, 5 April 2021 mengeluarkan surat edaran perihal panduan ibadah selama bulan Ramadan 2021.

    Pelaksanaan Salat Tarawih 2021

    Meski salat tarawih dapat dilaksanakan di luar rumah, masyarakat tetap harus menerapkan protokol kesehatan yang bertujuan untuk mencegah, mengurangi penyebaran, dan melindungi masyarakat dari Covid-19.

    Baca Juga: Cara Memantau Kesehatan Diri Sendiri, Keluarga, dan Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19

    Berikut protokol kesehatan yang harus diterapkan masyarakat :

    • Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir
    • Mengenakan masker
    • Menjaga jarak 1 meter.
    • Kapasitas tempat ibadah yang diperbolehkan hanya 50% dari jumlah kapasitas keseluruhan.
    • Para jamaah diharapkan membawa peralatan shalat sendiri dari rumah.
    • Kuliah tujuh menit, tausiyah, pengajian, dan ceramah diharapkan berlangsung maksimal sekitar 15 menit.

    Protokol kesehatan ini juga wajib diterapkan pada kegiatan lain selama bulan Ramadan, misalnya Nuzulul Quran, Tadarus Quran, dan iktikaf.

    Muhadjir juga menganjurkan agar waktu pelaksanaan shalat sebaiknya jangan berkepanjangan dan dibuat sesederhana mungkin, mengingat kondisi situasi saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.

    Ia juga meminta pelaksanaan salat diselenggarakan di dalam komunitas yang sudah saling mengenal antar jamaah, sehingga tidak mengizinkan jamaah dari luar mengikuti salat di komunitas tersebut demi mencegah penyebaran Covid-19.

    Nah Sahabat Sehat, yang ingin melaksanakan tarawih di luar rumah selama bulan Ramadan, sebaiknya tetap menerapkan protokol kesehatan agar kondisi kesehatan tetap baik dan dapat menjalankan ibadah di bulan Ramadan dengan lancar.

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Sahabat Sehat kini dapat memantau kesehatan di lingkungan saat beribadah dengan menggunakan WISH Health Watch, yang merupakan jam tangan pintar (smartwatch)  dan dilengkapi dengan fitur geofencing untuk mengetahui potensi rawan Covid-19 di lingkungan sekitar.

    Produk Terkait: WISH Health Watch

    Tertarik memiliki? Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kemenag izinkan salat tarawih dan salat Idul Fitri berjamaah [Internet]. Antara News. 2021 [cited 6 April 2021]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/2082778/kemenag-izinkan-salat-tarawih-dan-salat-idul-fitri-berjamaah
    2. Pemerintah Bolehkan Sholat Tarawih dan Ied, Ini Syaratnya |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2021 [cited 6 April 2021]. Available from: https://www.republika.co.id/berita/qr3gc3409/pemerintah-bolehkan-sholat-tarawih-dan-ied-ini-syaratnya
    3. Media K. Menag Terbitkan Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 2021, Ini Lengkapnya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 6 April 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2021/04/05/18393221/menag-terbitkan-panduan-ibadah-ramadhan-dan-idul-fitri-2021-ini-lengkapnya?page=all
    Read More
  • Seminggu lagi bulan Ramadan tiba, dan umat Islam mulai menjalankan salah satu amalan suci yaitu dengan berpuasa. World Health Organization (WHO) selaku organisasi kesehatan dunia telah mengeluarkan pedoman untuk melaksanakan puasa di tengah masa pandemi Covid-19. Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa WHO menyarankan untuk tetap melakukan aktivitas fisik, […]

    Amankah Berpuasa Bagi Penderita Covid-19?

    Seminggu lagi bulan Ramadan tiba, dan umat Islam mulai menjalankan salah satu amalan suci yaitu dengan berpuasa. World Health Organization (WHO) selaku organisasi kesehatan dunia telah mengeluarkan pedoman untuk melaksanakan puasa di tengah masa pandemi Covid-19.

    berpuasa bagi penderita Covid-19

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa

    WHO menyarankan untuk tetap melakukan aktivitas fisik, menjaga asupan nutrisi, hindari merokok serta menjaga kesehatan mental, selama menjalankan puasa. Berpuasa disebut dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam menghadapi virus.

    WHO dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyatakan bahwa penderita Covid-19 dapat menjalani puasa selama memperhatikan ketentuan agama dan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

    Apabila penderita Covid-19 merasa kesulitan untuk menjalankan puasa akibat penyakit yang sedang diderita maka yang bersangkutan diperbolehkan untuk tidak menjalankan puasa, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan namun puasa tetap harus diganti pada hari lain saat tubuh telah kembali pulih.

    Lalu bagaimana caranya supaya penderita Covid-19 bisa tetap menjalankan puasa selama bulan Ramadan? Yuk, Sahabat Sehat mari simak penjelasan di bawah ini!

    Hati-Hati Jika Memiliki Riwayat Komorbid

    Diketahui bahwa seseorang yang memiliki riwayat penyakit komorbid (riwayat penyakit penyerta sebelumnya) misalnya penyakit diabetes, karena menjadi lebih rentan terinfeksi Covid-19.

    Penderita diabetes tentu tidak boleh sembarangan ketika menjalankan puasa karena tidak makan dalam kurun waktu tertentu dapat menurunkan jumlah kadar gula darah.

    Kadar gula darah yang turun dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Karena itu, penderita diabetes harus memperhatikan kondisi tubuh terlebih dahulu jika ingin melaksanakan puasa dan konsultasikan lebih lanjut ke dokter.

    Konsumsi Buah & Sayur

    Agar sistem kekebalan tubuh tetap terjaga baik, penderita Covid 19 sebaiknya rajin mengkonsumsi buah dan sayuran serta makanan bernutrisi lainnya. Hindari konsumsi makanan bergas saat sahur dan buka puasa.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend Adult

    Minum Air Putih Saat Buka & Sahur

    Selama berpuasa seseorang dapat kekurangan asupan cairan sehingga tubuh terasa lemas, pusing, dan bibir kering. Agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik, sebaiknya minum air putih yang cukup saat sahur maupun buka puasa dengan takaran 6-8 gelas per hari.

    Baca Juga: Si Kecil Mulai Puasa Setengah Hari, Apa Saja yang Perlu Ibu Ketahui?

    Beristirahat yang Cukup

    Kunci penting supaya Sahabat Sehat tetap dapat menjalankan puasa meski sedang menderita Covid-19, adalah dengan beristirahat yang cukup selama kurang lebih 8 jam sehari agar sistem kekebalan tubuh tetap baik untuk melawan virus Covid 19.

    Berhenti Merokok

    Penderita Covid-19 disarankan untuk berhenti merokok sebab merokok berpotensi menimbulkan rasa sesak, dan kandungan dalam rokok kurang baik bagi kesehatan tubuh.

    Bagaimana Jika Mengalami Demam Saat Berpuasa?

    Salah satu gejala yang dialami saat terinfeksi Covid-19 adalah demam. Apabila Sahabat tiba-tiba mengalami demam saat berpuasa, sebaiknya segera membatalkan puasa dengan minum air putih yang cukup serta minum obat penurun demam.

    Baca Juga: Siasati 8 Macam Penyakit Ini Saat Puasa

    Bagi Sahabat Sehat yang menginginkan informasi lebih lanjut mengenai puasa bagi penderita Covid-19, segera konsultasikan dengan dokter di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Wajibkah Pasien Covid-19 Puasa saat Bulan Ramadhan? Ini Kata WHO dan MUI [Internet]. KOMPAS.tv. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.kompas.tv/article/161115/wajibkah-pasien-covid-19-puasa-saat-bulan-ramadhan-ini-kata-who-dan-mui?page=all
    2. K N. 3 Tips Aman Jalani Puasa Jika Alami Gejala Ringan Corona [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4988783/3-tips-aman-jalani-puasa-jika-alami-gejala-ringan-corona
    3. 4 Tips Puasa Ramadan jika Alami Gejala Ringan Virus Corona COVID-19 [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/ramadan/read/4233700/4-tips-puasa-ramadan-jika-alami-gejala-ringan-virus-corona-covid-19
    4. Panduan WHO agar Aman Jalani Puasa Ramadan di Tengah Pandemi COVID-19 [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/ramadan/read/4237033/panduan-who-agar-aman-jalani-puasa-ramadan-di-tengah-pandemi-covid-19
    5. Pasien Covid-19 Tanpa Gejala Boleh Berpuasa? Begini Penjelasannya ——— Artikel ini sudah Terbit di AyoJakarta.com, dengan Judul Pasien Covid-19 Tanpa Gejala Boleh Berpuasa? Begini Penjelasannya, pada URL https://www.ayojakarta.com/read/2020/05/04/16877/pasien-covid-19-tanpa-gejala-boleh-berpuasa-begini-penjelasannya [Internet]. Ayo Jakarta. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.ayojakarta.com/read/2020/05/04/16877/pasien-covid-19-tanpa-gejala-boleh-berpuasa-begini-penjelasannya
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja