Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ puasa bulan Ramadhan”

  • Si kecil sudah mulai puasa setengah hari? Wah, pasti puasa pertamanya akan menjadi tantangan bukan hanya untuk dirinya, namun juga Anda. Sebagai orangtua, tentu kita merasa bahagia dan bangga apabila anak sudah menunjukkan niat untuk mulai puasa. Entah itu diiming-imingi hadiah saat Lebaran atau karena keinginan sendiri. Namun sebenarnya kapan waktu yang tepat untuk si […]

    Si Kecil Mulai Puasa Setengah Hari, Apa Saja yang Perlu Ibu Ketahui?

    Si kecil sudah mulai puasa setengah hari? Wah, pasti puasa pertamanya akan menjadi tantangan bukan hanya untuk dirinya, namun juga Anda. Sebagai orangtua, tentu kita merasa bahagia dan bangga apabila anak sudah menunjukkan niat untuk mulai puasa.

    Entah itu diiming-imingi hadiah saat Lebaran atau karena keinginan sendiri. Namun sebenarnya kapan waktu yang tepat untuk si kecil mulai puasa ya?

    Baca Juga: 7 Barang Penting Selama Bulan Ramadan Saat Pandemi Covid-19

    puasa setengah hari

    Kapan waktu yang tepat untuk si kecil mulai puasa setengah hari?

    Persepsi setiap orangtua mungkin berbeda-beda mengenai usia berapa puasa untuk anak dimulai. Anda bisa mengajarkan mereka untuk berpuasa sejak TK dan bisa dimulai dengan puasa setengah hari.

    Di Islam sendiri, sebenarnya diperbolehkan untuk anak-anak berpuasa hingga pukul 12 siang atau setelah azan zuhur berkumandang karena masih dalam masa latihan.

    Puasa atau shaum (bahasa Arab) itu sendiri artinya adalah menahan atau mencegah, yakni menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang buruk, untuk meningkatkan ketakwaan.

    Walaupun puasa untuk anak sendiri belum menjadi kewajiban, namun tentunya Anda ingin mendidik anak untuk mempelajari esensi berpuasa secara dini, sekaligus melatih mereka agar bila tiba saatnya nanti mereka dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik. Pastinya akan ada banyak kelucuan dan kenangan yang terjadi menyaksikan si kecil mulai berpuasa pertama kali.

    Apakah kondisi tubuh anak sudah mumpuni untuk puasa?

    Kondisi tubuh anak berbeda dengan orang dewasa. Ajaran di Islam sendiri memberikan kewajiban berpuasa pada mereka yang sudah melewati masa balig.

    Dan kondisi balig pada anak adalah ketika mereka sudah disunat dan mengalami mimpi basah. Mengingat banyak anak belum mengalami mimpi seperti itu, maka kewajiban berpuasa belum menjadi miliknya. Untuk itu diperbolehkan puasa setengah hari yang juga dilatarbelakangi oleh kondisi tubuhnya.

    Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat Work From Home Selama Bulan Ramadan

    Pada orang dewasa, nutrisi yang masuk ke dalam tubuh digunakan untuk menjalankan proses metabolisme sehari-hari sesuai aktivitas.

    Saat berpuasa terjadi penurunan kadar gula darah dan membuat tubuh harus menggunakan cadangan lemak yang tersimpan dalam tubuh. Pada anak, nutrisi dan kadar gula darah tetap diperlukan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk perkembangan otak.

    Karena itu memang beralasan bahwa puasa penuh baru dianjurkan pada anak yang sudah mencapai usia akil baliq (pubertas).

    Kalau begitu bagaimana dengan anak yang lebih kecil? Hingga saat ini belum banyak penelitian mengenai pengaruh berpuasa pada anak, terutama dalam hal kesehatan dan tumbuh kembang, sehingga kita harus sangat cermat mempertimbangkan kondisi dan keterbatasan kemampuan anak.

    Mengapa si kecil harus melalui puasa setengah hari sebelum puasa sehari penuh?

    Karena tubuhnya memerlukan adaptasi, mengingat keadaan stabil di dalam tubuh kita  memungkinkan kita melakukan berbagai kegiatan sehari-hari, terjaga karena adanya glukosa. Glukosa sendiri menjadi sumber energi terbaik bagi otak, hati, otot, sel darah merah, dan sel lemak.

    Mengingat otak dan sel darah merah tidak dapat memproduksi glukosa sendiri, untuk itu semua bergantung pada kadar gula darah dalam tubuh yang dipertahankan dengan mengonsumsi makanan.

    Makanan yang kita konsumsi dapat mempertahankan kadar gula darah dalam tubuh sampai empat jam. Jadi, jika seorang anak, misalnya, makan pagi pada pukul 06.00,  kadar gula darah dalam tubuhnya bisa bertahan sampai pukul 10.00.

    Setelah rentang waktu empat jam, untuk mempertahankan kadar gula darah, tubuh akan mulai memecah cadangan glukosa yang terutama disimpan di hati dan otot, yang disebut glikogen.

    Enam belas jam setelah mengonsumsi makanan, atau yang disebut fase kelaparan dini, glukosa tidak lagi diambil tubuh dari cadangan yang disimpan di hati dan otot. Pada fase ini, sumber energi dapat berasal dari pemecahan lemak (keton) dan protein. Jika fase kelaparan berlangsung lama atau kronis,  dapat terjadi gangguan tumbuh-kembang pada anak.

    Puasa biasanya dilakukan mulai sesaat sebelum matahari terbit (Imsak) sampai matahari terbenam (Magrib). Di negara tropis seperti Indonesia, di mana rentang waktu siang dan malam hampir sama, lama waktu berpuasa kurang-lebih 12 jam setiap harinya.

    Artinya, anak sudah selesai berpuasa sebelum mencapai fase kelaparan dini. Jika anak dalam kondisi sehat, seharusnya ia tidak akan mengalami gangguan tumbuh-kembang walaupun berpuasa 12 jam.

    Walaupun begitu, anak-anak yang puasa setengah hari harus segera mengganti cadangan makanan  yang habis saat puasa selama 7 jam.

    Dan sebagai orang tua yang baik, Anda harus memperhatikan dengan baik kebutuhan nutrisinya. Untuk itu di saat sahur, Anda harus memberinya suplemen daya tahan tubuh, selain tentunya makanan yang bergizi seimbang. 

    Ketika berbuka, hadiahi mereka dengan Vitamin C yang selain segar, dapat membantu kebugaran tubuhnya. Dengan hal ini, walaupun anak berpuasa setengah hari, ia tidak akan gampang sakit.

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa

    Jangan lupa bahwa pada anak, bukan puasanya yang menjadi tujuan Anda sebagai orang tua, melainkan makna puasa tersebut untuk memperkenalkannya pada ajaran agama.

    Produk Terkait:

    1. Scott’s Emulsion Vita

    Produk ini dapat menjadi bekal si kecil puasa setengah hari. Asupan harian ekstra lezat ini merupakan campuran dari minyak hati ikan kod dan rasa jeruk yang disukai anak-anak serta tidak lupa pastinya kandungan penting yang akan membantu tumbuh kembang si kecil lebih sempurna lagi, mulai dari Vitamin A, Vitamin D dan Kalsium, belum lagi khasiat sari jeruk.

    Vitamin A sudah terbukti mendukung fungsi kekebalan tubuh serta penglihatan yang cemerlang. Sedangkan Vitamin D menjaga kesehatan tulang dan gigi, serta membantu fungsi kekebalan tubuh.

    Kalsium juga membantu pembentukan tulang dan gigi yang kuat. Beri si kecil Scott’s Emulsion Vita ini setiap hari untuk melindungi tubuhnya dari gejala penyakit yang bisa saja menyerang saat ia berpuasa.

    2. Stimuno

    Suplemen daya tahan tubuh ini dapat membantu tubuh untuk merangsang produksi pertahanan tubuh, atau sistem imunitas dan mengaktifkannya agar dapat bekerja lebih optimal.

    Produk ini juga tersedia untuk anak Anda yang sedang belajar puasa setengah hari. Dengan begitu si kecil terhindar dari serangan virus, kuman atau bakteri ketika tubuhnya sedang berpuasa.

    Ekstrak tanaman Phyllanthus niruri yang terkandung dalam Stimuno sudah terbukti dapat bekerja dengan optimal dalam merangsang tubuh dalam produksi antibodi.

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai makanan puasa untuk si Kecil, dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Puasa bulan Ramadan sudah di depan mata! Jangan sampai bau mulut menjadi kendala Sobat dalam beraktivitas dan bersilaturahmi. Lalu bagaimana cara mengatasi bau mulut saat puasa? Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa Kesehatan mulut tentu harus dijaga saat berpuasa, terutama agar kita bisa menjalankan ibadah dengan lebih khusuk. Salah […]

    8 Cara Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa

    Puasa bulan Ramadan sudah di depan mata! Jangan sampai bau mulut menjadi kendala Sobat dalam beraktivitas dan bersilaturahmi. Lalu bagaimana cara mengatasi bau mulut saat puasa?

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa

    Kesehatan mulut tentu harus dijaga saat berpuasa, terutama agar kita bisa menjalankan ibadah dengan lebih khusuk. Salah satu yang sering dikeluhkan masyarakat saat berpuasa adalah bau nafas yang tak sedap, rasa kering dalam mulut, dan dirasakan pula gangguan rasa mengecap. Levelnya meningkat hingga 60% saat bulan Ramadhan. Ternyata, nafas yang tak sedap ini diakibatkan oleh lambung yang kosong dan dapat juga disebabkan oleh bakteri atau plak pada mulut. Salah satu penyebab bau mulut lainnya adalah tidak adanya aktivitas makan atau mengunyah selama 13-14 jam dimana saat makan, biasanya akan mengaktifkan produksi air liur yang bisa membantu menjaga kebersihan mulut.

    Sebelum berlanjut ke 8 cara menghilangkan bau mulut saat puasa, ternyata puasa juga bermanfaat bagi kesehatan mulut. Banyak penelitian menemukan bahwa berpuasa bermanfaat untuk kesehatan mulut. Ketika Anda berpuasa, asupan glukosa menjadi lebih sedikit. Hal ini karena tidak ada makanan yang masuk hingga 12-13 jam. Konsentrasi glukosa dalam air liur Anda juga mengalami penurunan yang mengurangi risiko pertumbuhan kuman.

    Dan ini dia 8 cara menghilangkan bau mulut saat puasa:

    1. Rutin sikat gigi

    Sebelum tidur dan setelah sahur untuk mengurangi bau napas tak sedap ketika Anda berpuasa. Sikat gigi setelah sahur sangat penting untuk dilakukan mengingat kuman akan semakin mudah tumbuh pada sisa makanan yang tersisa bila Anda tidak sikat gigi.

    Produk Terkait: Jual Formula SG Flip

    1. Sikat bagian lidah

    Bagian lidah Anda harus disikat dengan benar dan juga bagian gigi lainnya, harus disikat secara menyeluruh. Sikat gigi secara benar dan menyeluruh, termasuk bagian lidah. Hal ini akan membantu mengurangi bakteri dan mencegah Anda terserang gangguan gigi dan gusi.

    1. Berkumur dengan obat kumur yang terbukti halal tanpa kandungan alkohol

    Setelah sikat gigi, berkumur dengan obat kumur juga dapat membantu menghilangkan kuman sumber utama bau yang mungkin masih bersarang. Selain itu, berkumur dengan air putih sesaat setelah sahur juga akan membantu mengurangi sisa makanan pada mulut Anda.

    Produk Terkait: Jual Obat Kumur

    1. Banyak minum air putih saat berbuka dan sebelum imsak

    Saat berbuka, minumlah banyak air putih agar merangsang produksi air liur dan membantu mengurangi kuman serta melembabkan rongga mulut.

    1. Dental Floss

    Benang gigi atau dental floss akan menjangkau sisa makanan di area yang tidak dapat dijangkau oleh sikat gigi Anda.

    Baca Juga: Penyakit-penyakit Kronis Akibat Kesehatan Gigi yang Buruk

    1. Hindari makanan dengan gas tinggi

    Faktor penyebab bau mulut salah satunya adalah akibat kondisi lambung yang kosong. Untuk itu, saat sahur, Anda harus menghindari makanan yang dapat meningkatkan produksi gas lambung dan asam lambung.

    1. Gunakan pasta gigi yang tepat

    Penggunaan pasta gigi tanpa kandungan flouride juga menjadi salah satu cara menghilangkan bau mulut saat puasa. Produksi busa yang berlebih dari pasta gigi dengan flouride akan membuat napas jauh lebih bau, belum lagi produksi asam lambung yang tinggi. Untuk itu disarankan untuk beralih pada pasta gigi dengan enzim dan kandungan flouride yang rendah.

    1. Rutin ke dokter gigi

    Jika Anda memiliki gigi berlubang, maka sudah seharusnya Anda segera melakukan penanganan ke dokter gigi Anda. Karena gigi yang berlubang juga menjadi salah satu penyebab bau mulut. Membersihkan karang gigi juga dapat menjaga kebersihan mulut Anda. Untuk itu, rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

    Baca Juga: Penyakit Gigi dan Gusi yang Sering Terjadi dan penanganannya

    Itulah 8 cara supaya bau mulut dapat terhindari saat menjalankan ibadah Puasa. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai bau mulut dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    https://www.tanyadok.com/artikel-kesehatan/mulut-tetap-segar-saat-berpuasa

    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com