Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ PSBB Transisi”

  • Jakarta kembali ke PSBB Transisi setelah hampir sebulan mengadakan PSBB Ketat. Kebijakan ini mulai diberlakukan terhitung dari tanggal 12 Oktober 2020 hingga 25 Oktober 2020. Demikian yang diputuskan oleh Gubernur DKI, Anies Baswedan, pada Minggu, 11 Oktober 2020 dari Balai Kota DKI. Alasan penerapan kembali PSBB Transisi adalah adanya perlambatan kenaikan kasus Corona selama PSBB […]

    PSBB Transisi Jilid II di Jakarta, Simak Hal-hal Baru Berikut!

    Jakarta kembali ke PSBB Transisi setelah hampir sebulan mengadakan PSBB Ketat. Kebijakan ini mulai diberlakukan terhitung dari tanggal 12 Oktober 2020 hingga 25 Oktober 2020. Demikian yang diputuskan oleh Gubernur DKI, Anies Baswedan, pada Minggu, 11 Oktober 2020 dari Balai Kota DKI. Alasan penerapan kembali PSBB Transisi adalah adanya perlambatan kenaikan kasus Corona selama PSBB ketat meskipun penularan masih terus berlangsung.

    psbb transisi jilid II

    Baca Juga: PSBB Ketat di Jakarta. Pojn-poin yang Perlu Sobat Ketahui

    Dengan diberlakukannya PSBB Transisi Jilid II oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu berarti ada pelonggaran dalam beberapa hal seperti pada PSBB Transisi Jilid I, yaitu seperti diperbolehkan kembali makan di restoran atau dine-in, aktivitas perkantoran boleh WFO, dan taman rekreasi dibuka kembali. Namun, ada beberapa hal baru yang perlu disimak dalam PSBB Transisi Jilid II ini, yaitu:

    Makan di restoran

    Makan dan minum di tempat di restoran diperbolehkan lagi sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 101/2020. Akan tetapi pada PSBB Transisi kali ini, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, yakni:

    • Melaksanakan protokol pencegahan Covid-19 seperti wajib mengisi buku tamu untuk kemudahan tracing atau pelacakan
    • Membatasi jumlah pengunjung, paling banyak 50% dari kapasitas yang disediakan
    • Mewajibkan pengunjung menggunakan masker kecuali saat makan dan minum
    • Menerapkan pemeriksaan suhu tubuh
    • Jarak antarmeja dan kursi minimal 1,5 meter kecuali untuk 1 domisili
    • Pengunjung dilarang berpindah-pindah atau berlalu-lalang (melantai)
    • Alat makan dan minum disterilisasi secara rutin
    • Boleh mengadakan live music tentunya dengan izin namun pengunjung harus berjarak, tidak berdiri, melantai, dan tidak menimbulkan kerumunan
    • Pelayan memakai masker, face shield, dan sarung tangan
    • Waktu dine in dari jam 6 pagi hingga jam 9 malam
    • Take away/delivery order: 24 jam

    Perkantoran boleh WFO

    Perkantoran di sektor non-esensial diperbolehkan beroperasi kembali dengan maksimal 50% kapasitas. Selain itu, ada beberapa tambahan yang harus dipatuhi, yaitu:

    • Membuat sistem pendataan pengunjung di perusahaan yang terdiri atas nama pengunjung, NIK, nomor ponsel, waktu berkunjung/bekerja. Sistem pendataan dapat berbentuk manual atau digital
    • Menyerahkan data pengunjung secara tertulis kepada Pemprov DKI melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi sebagai penyelidikan epidemiologi
    • Melakukan jam kerja dan sif kerja dengan minimal 3 jam

    Boleh menikah di dalam ruangan

    Menikah di dalam ruangan atau indoor diperbolehkan lagi saat PSBB Transisi Jilid II. Akan tetapi, jumlah pengunjung dibatasi maksimal 25% dari kapasitas normal. Jarak tempat duduk diatur minimal 1,5 meter, dan dilarang berlalu larang atau berpindah tempat duduk. Aturan lainnya adalah alat makan dan minum wajib disterilisasi. Yang perlu diperhatikan adalah tidak boleh ada prasmanan. Adapun petugas acara pernikahan wajib memakai masker, face shield, dan sarung tangan.

    Baca Juga: Seperti Apa Plus-Minus Penggunaan Face Shield?

    Boleh menonton di bioskop

    Yang menarik pada PSSB Transisi kali ini adalah bioskop boleh dibuka setelah 7 bulan  berhenti beroperasi. Meski begitu, pembukaan bioskop harus memperhatikan hal-hal berikut:

    • maksimal 25% kapasitas
    • jarak antar tempat duduk 1,5 meter
    • Pengunjung tidak boleh berlalu lalang
    • petugas wajib mengenakan face shield, masker, dan sarung tangan

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    GOR dan RPTRA-RTH kembali dibuka

    GOR kembali dibuka namun tanpa penonton. Kalaupun diperbolehkan hanya 50% dari kapasitas. Pengunjung wajib mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah olahraga. Jam operasional GOR dari pukul 6 pagi hingga jam 9 malam. Untuk RPTRA dan RTH untuk anak usia 9 tahun dan 60 tahun ke atas dilarang masuk.

    Pusat kebugaran dan salon kembali dibuka

    Pusat kebugaran boleh buka kembali dengan batas maksimal pengunjung 25% dari kapasitas. Jaga jarak minimal 2 meter. Latihan bersama di ruangan tertutup juga dilarang tetapi diperbolehkan di luar ruangan. Jam operasional dari jam 6 pagi hingga jam 9 malam. Sementara untuk salon maksimal 50% dari kapasitas, jaga jarak 1,5 meter, dan jam operasi dari pukul 9 pagi hingga 9 malam.

    Baca Juga: Let’s Go To The Gym!

    Tidak ada ganjil-genap

    Pada PSBB Transisi Jilid II ini aturan ganjil-genap ditiadakan sama sekali sehingga aturan berkendara sama seperti di masa PSBB Ketat.

    Itulah beberapa hal baru yang ada pada masa PSBB Transisi Jilid II di Jakarta. Hal-hal baru lainnya adalah untuk tempat peribadatan raya boleh dibuka dengan syarat harus mencatat kedatangan para pengunjung. Sementara untuk yang lainnya seperti pasar dan mal, tempat rekreasi, dan sekolah tidak berubah sama sekali, dan sama seperti di PSBB Transisi Jilid I dan PSBB Ketat.

    Untuk Sobat Sehat tetaplah menjalankan protokol-protokol kesehatan selama masa PSBB Transisi Jilid II supaya tidak tertular virus Corona. Usahakan tetap jauhi kerumunan, dan jika perlu di rumah saja supaya aman, dan jangan lupa untuk tes PCR swab dan rapid test di Prosehat. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. detikcom T. DKI Jakarta Kembali ke PSBB Transisi! [Internet]. detiknews. 2020 [cited 12 October 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5208934/dki-jakarta-kembali-ke-psbb-transisi
    2. Media K. Dimulai Hari Ini, Berikut Sederet Aturan Saat PSBB Transisi di Jakarta Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 12 October 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/12/060300065/dimulai-hari-ini-berikut-sederet-aturan-saat-psbb-transisi-di-jakarta?page=all
    3. Jannah S. Aturan Lengkap PSBB Transisi di Jakarta Diterapkan per 12 Oktober – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 12 October 2020]. Available from: https://tirto.id/aturan-lengkap-psbb-transisi-di-jakarta-diterapkan-per-12-oktober-f5Qj
    4. Pengunjung Restoran Wajib Isi Buku Tamu Saat PSBB Transisi DKI Jakarta – Tribunnews.com [Internet]. Tribunnews.com. 2020 [cited 12 October 2020]. Available from: https://www.tribunnews.com/metropolitan/2020/10/11/pengunjung-restoran-wajib-isi-buku-tamu-saat-psbb-transisi-dki-jakarta
    Read More
  • Setelah 3,5 bulan PSBB Transisi diterapkan sebagai bagian dari adaptasi kebiasaan baru, PSBB ketat di Jakarta mulai kembali diberlakukan per 14 September 2020 seiring dengan mulai meningkatnya kasus Corona di Ibu Kota, yang ketika tulisan ini dibuat per 10 September mencapai 43.397 kasus, dengan perincian 37.224 sembuh dan 1.334 meninggal. Tak hanya jumlah kasus yang […]

    PSBB Ketat di Jakarta, Poin-poin yang Perlu Sobat Ketahui

    Setelah 3,5 bulan PSBB Transisi diterapkan sebagai bagian dari adaptasi kebiasaan baru, PSBB ketat di Jakarta mulai kembali diberlakukan per 14 September 2020 seiring dengan mulai meningkatnya kasus Corona di Ibu Kota, yang ketika tulisan ini dibuat per 10 September mencapai 43.397 kasus, dengan perincian 37.224 sembuh dan 1.334 meninggal. Tak hanya jumlah kasus yang meningkat, jumlah kematian penderita Corona di Jakarta mencapai angka yang cukup mengkhawatirkan, yaitu rasio kasus positif atau positivity rate mencapai 3,2% atau 6,9% sejak awal pandemi pada Maret 2020 lalu.

    psbb ketat di jakarta, psbb total di jakarta

    Baca Juga: Mengembangkan Vaksin dalam Pandemic Speed, Bagaimana dengan Indonesia?

    Kebijakan penerapan PSBB ketat atau total ini diumumkan sendiri oleh Gubernur Anies Baswedan dalam konferensi pers daring pada 9 September pukul 19.35 WIB, dan tidak memerlukan izin lagi dari Kementerian Kesehatan. Selain meningkatnya jumlah penderita dan kematian akibat Corona, Anies mengungkapkan bahwa penerapan ini juga untuk mengantipasi daya tampung rumah-rumah sakit di DKI Jakarta yang tingkat ketersediaannya sudah mencapai 77% untuk ruang isolasi, dan ICU 83%,  dan diprediksi akan melonjak hingga 100% pada 17 September 2020, yang tentu saja hal ini akan membuat rumah sakit beserta para tenaga medis kewalahan menangani kasus Corona di Jakarta yang merupakan penyumbang terbesar kasus Corona di Indonesia yang sudah mencapai 207.203 hingga Kamis, 10 September 2020.

    Tentu saja pelaksanaan PSBB ketat di DKI Jakarta ini juga akan dikoordinasikan Pemprov dengan DKI dengan kota-kota penyangga yang tergabung dalam Jabodetabek seperti Depok, Bogor, dan Bekasi, supaya lancar mengingat kebanyakan penduduk Jakarta di siang hari adalah orang-orang dari kota-kota tersebut yang datang untuk mencari nafkah, dan  kota-kota seperti Bogor dan Depok pun sudah menerapkan aturan jam malam seiring dengan status zona merah pada keduanya.

    Lalu hal-hal apa saja yang perlu diketahui mengenai pelaksanaan kembali PSBB seperti di awal-awal pandemi ini? Yuk, Sobat Sehat, mari simak beberapa poin di bawah supaya Sobat sudah siap, dan tidak terkejut.

    Poin-poin yang Perlu Diketahui

    WFH dan Pembatasan Aktivitas Perkantoran

    Poin pertama yang ditekankan dari penerapan kembali PSBB total di Jakarta adalah kantor-kantor diwajibkan untuk menggelar kegiatan perkantoran dari rumah atau WFH sehingga aktivitas perkantoran dari tempat langsung dibatasi. Hal ini untuk mencegah penularan virus corona yang semakin massif. Apalagi kebanyakan kasus Corona di Jakarta berada di perkantoran.

    Baca Juga: Mengapa Terjadi COVID-19 di Perkantoran?

    Hanya 11 Bidang yang Diizinkan Beroperasi

    Pemprov DKI Jakarta dalam penerapan PSBB ketat hanya membolehkan 11 bidang saja yang beroperasi, dan 11 bidang itu merupakan bidang yang esensial dan penting. Mereka adalah

    • Kesehatan
    • Bahan pangan dan minuman
    • Energi
    • Komunikasi dan teknologi informatika
    • Keuangan
    • Logistik
    • Perhotelan
    • Komunikasi dan teknologi informatika
    • Keuangan
    • Logistik
    • Perhotelan
    • Konstruksi
    • Industri strategis
    • Pelayanan dasar, utilitas publik, dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional, dan objek tertentu
    • Pemenuhan kebutuhan sehari-hari

    Pengecualian 11 bidang ini mengacu pada Peraturan Gubernur Nomor 33 tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB. Meskipun mendapat pengecualian, pengoperasian 11 bidang ini tetap harus dilaksanakan dalam operasi yang minimal, dan tidak boleh seperti biasanya. Untuk izin bidang non-esensial yang sudah mendapatkan izin akan dievaluasi ulang supaya pergerakan terkendali dan tidak menyebabkan penularan. Jika ingin beroperasi, bidang non-esensial ini harus mengajukan izin terlebih dahulu.

    Pembatasan lalu lintas dan operasional transportasi umum

    Kegiatan lalu lintas akan dibatasi sebagai akibat pemberlakuan PSBB ketat di Jakarta. Karena, itu Pemprov DKI meniadakan ganjil-genap sebagai tindakan lanjut. Akan tetapi, peniadaan ini bukan berarti orang bebas bepergian ke sana kemari. Selain pembatasan lalu lintas, Pemprov DKI juga akan membatasi jam operasional transportasi umum yang juga dianggap sebagai tempat penyebaran virus. Transportasi-transportasi yang akan dibatasi itu adalah TransJakarta, MRT, dan KRL. Pemprov juga akan kembali menyetop operasional ojek online.

    Tempat Hiburan Ditutup Kembali

    Tempat-tempat hiburan di Jakarta yang selama PSBB Transisi beroperasi kembali kini akan ditutup kembali sebagai dampak dari pengetatan PSBB Jakarta. Itu berarti tempat-tempat hiburan yang dikelola Pemprov DKI seperti Kebun Binatang Ragunan, Taman Impian Jaya Ancol, dan Taman Mini Indonesia Indah akan ditutup.

    Kembali Belajar dari Rumah

    Selain kegiatan perkantoran, kegiatan belajar-mengajar juga kembali dari rumah, dan sejauh ini banyak sekolah di DKI yang belum beroperasi normal atau kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka langsung meskipun di masa PSBB Transisi.

    Baca Juga: Bagaimana Cara Mendapat Surat Keterangan Bebas Corona?

    Kafe dan restoran boleh tetap buka namun hanya melayani pesan antar

    Kafe dan restoran di masa PSBB ketat di Jakarta tetap diperbolehkan beroperasi namun hanya sebatas melayani pesan antar. Dengan begitu, Sobat tidak diperbolehkan makan di tempat. Hal ini tentu saja untuk membatasi penyebaran virus.

    Kegiatan berkumpul dan berkerumun dilarang

    Pemprov DKI juga menekankan pelarangan kegiatan berkumpul dan berkerumun karena dapat menjadi kluster penyebaran virus. Bahkan, untuk kegiatan kumpul keluarga dan reuni sebaiknya ditunda terlebih dahulu.

    Beribadah kembali di rumah

    Poin terakhir pada pengetatan kembali PSBB Jakarta adalah beribadah kembali di rumah. Itu berarti tempat-tempat ibadah seperti masjid dan gereja ditutup kembali namun yang ditutup adalah tempat-tempat Ibadah yang berada di jalan raya atau tepi jalan atau yang berkapasitas cukup besar karena sangat berpotensi besar dapat menjadi tempat penyebaran virus. Selain di jalan raya, yang ditutup adalah yang berada di zona merah. Sedangkan untuk tempat ibadah yang berada di dalam kompleks masih diperbolehkan buka namun tetap dengan menerapkan protokol kesehatan.

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Itulah poin-poin penting yang perlu Sobat Sehat ketahui mengenai penerapan kembali PSBB ketat di Jakarta sebagai akibat dari meroketnya kasus Corona di Jakarta. Diharapkan penerapan PSBB secara total ini bisa mengurangi jumlah penderita Corona di Ibu Kota. Karena itu, Sobat Sehat diharapkan tetap menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat, serta menjalankan 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak atau physical distancing. Apabila memerlukan panduann PSBB di Jakarta, silakan klik di sini.

    Nah, karena semua harus di rumah kembali, bagi Sobat yang ingin melakukan pemeriksaan tes Corona seperti rapid test dan PCR swab di rumah supaya aman dan nyaman, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Indonesia C. Poin-poin Penting PSBB Total Anies [Internet]. nasional. 2020 [cited 10 September 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200910072733-20-544721/poin-poin-penting-psbb-total-anies
    2. Anies Tarik Rem Darurat, Jakarta Kembali ke PSBB Ketat [Internet]. kumparan. 2020 [cited 10 September 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/anies-tarik-rem-darurat-jakarta-kembali-ke-psbb-ketat-1uAPs3R8Py0/full
    3. detikcom T. PSBB Jakarta, Ini 11 Bidang Perkantoran yang Boleh Beroperasi [Internet]. detiknews. 2020 [cited 10 September 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5166872/psbb-jakarta-ini-11-bidang-perkantoran-yang-boleh-beroperasi
    4. Media K. PSBB Transisi Dicabut, Mulai Senin Depan Perkantoran di Jakarta Wajib Full WFH Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 10 September 2020]. Available from: https://megapolitan.kompas.com/read/2020/09/09/20280301/psbb-transisi-dicabut-mulai-senin-depan-perkantoran-di-jakarta-wajib-full?page=all
    5. detikcom T. 7 Poin Penting Pemberlakuan Kembali PSBB Ketat di Jakarta [Internet]. detiknews. 2020 [cited 10 September 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5166768/7-poin-penting-pemberlakuan-kembali-psbb-ketat-di-jakarta/4
    6. Jakarta Kembali Perketat PSBB, Anies-Ridwan Kamil dan Kepala Daerah Bodebek Bakal Rapat Bersama : Okezone Megapolitan [Internet]. https://megapolitan.okezone.com/. 2020 [cited 10 September 2020]. Available from: https://megapolitan.okezone.com/read/2020/09/10/338/2275439/jakarta-kembali-perketat-psbb-anies-ridwan-kamil-dan-kepala-daerah-bodebek-bakal-rapat-bersama
    7. COVID-19 pandemic data [Internet]. En.wikipedia.org. 2020 [cited 10 September 2020]. Available from: https://en.wikipedia.org/wiki/Template:COVID-19_pandemic_data
    Read More
  • Penyebaran COVID-19 di perkantoran menjadi klaster baru penyebaran virus asal Wuhan tersebut di Indonesia, terutama di Jakarta.1 COVID-19 di tempat kerja meningkat saat Indonesia sudah melaksanakan fase New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru sejak 4 Juni 2020 lalu. AKB yang di Jakarta disebut sebagai PSBB Transisi ini malah menjadi fase yang justru kembali meningkatkan kasus COVID-19 […]

    Mengapa Terjadi COVID-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi?

    Penyebaran COVID-19 di perkantoran menjadi klaster baru penyebaran virus asal Wuhan tersebut di Indonesia, terutama di Jakarta.1 COVID-19 di tempat kerja meningkat saat Indonesia sudah melaksanakan fase New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru sejak 4 Juni 2020 lalu. AKB yang di Jakarta disebut sebagai PSBB Transisi ini malah menjadi fase yang justru kembali meningkatkan kasus COVID-19 sebanyak 10 kali lipat jika dibandingkan pada masa pemberlakuan PSBB dari Maret hingga Mei. Pemerintah sendiri menyatakan bahwa penyumbang terbaru kasus COVID-19 di Jakarta adalah dari perkantoran.2

    corona di perkantoran, corona di tempat kerja

    Total, terdapat 459 kasus COVID-19 yang terjadi di tempat kerja sampai dengan 29 Juli 2020. Kasus dengan jumlah tersebut tersebar di 90 klaster perkantoran, mulai dari kantor pemerintah hingga swasta. Dari 90 klaster, kebanyakan kasus malah terjadi di kantor-kantor pemerintah. Tercatat, terdapat 139 kasus di kementrian. Bahkan, Pemerintah Daerah DKI sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas kehidupan di Jakarta, juga tidak bisa terhindar dari kasus COVID-19. Sebanyak 141 kasus terdapat di lingkungan pemerintah provinsi.2

    Berikut ini adalah rincian klaster penyebaran COVID-19 di tempat kerja sampai 29 Juli 2020.2

    • Kementerian: 20 klaster, 139 kasus
    • Badan/lembaga: 10 klaster, 25 kasus
    • Kantor di lingkungan Pemda DKI: 34 klaster, 141 kasus
    • Kepolisian: 1 klaster, 4 kasus
    • BUMN: 8 klaster, 35 kasus
    • Swasta: 14 klaster, 92 kasus

    Meroketnya kembali kasus COVID-19 di Jakarta tentu saja mengkhawatirkan semua orang karena keadaan tersebut berpotensi mengembalikan keadaan seperti di awal datangnya virus asal Wuhan tersebut sehingga wacana akan melaksanakan kembali PSSB mengemuka sebagai salah satu cara menghentikan penyebaran virus secara massif.

    Lalu, mengapa bisa muncul penyebaran COVID-19 di tempat kerja? Apa saja penyebabnya? Yuk, Sobat Sehat, mari simak penjelasan di bawah ini supaya Sobat Sehat bisa tetap beraktivitas, namun tetap waspada.

    Baca Juga: Siapkan Diri Kembali Bekerja Setelah PSBB

    Penyebab Terjadinya COVID-19 di Perkantoran

    Tidak Mematuhi Protokol Kesehatan

    Ketika PSBB Transisi akan diberlakukan di Jakarta, Satgas COVID-19 meminta semua pihak yang hendak beraktivitas kembali untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah dianjurkan dan disepakati. Protokol itu antara lain memakai masker, mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir selama 20 detik atau dengan hand sanitizer jika tidak air, dan melakukan physical distancing 1-2 meter di ruang kerja.3

    Melepas Masker

    Memakai masker sudah menjadi anjuran wajib bagi para pekerja yang ingin bekerja pada saat PSBB Transisi. Akan tetapi, masih banyak yang meremehkan penggunaan masker ini saat berada di lingkungan kantor, terutama ketika sedang makan di kantin kantor lalu makan saling berhadap-hadapan, dan tidak menyadari air liur yang keluar dari mulut saat bicara sebagai salah satu penyebab penyebaran virus Corona.4

    Ruangan Tidak Dibatasi

    Pedoman untuk tetap bekerja di masa New Normal sesuai anjuran WHO adalah kapasitas ruangan kerja harus dibatasi jumlahnya, supaya tidak terjadi penularan dengan menerapkan physical distancing. Apabila dalam ruangan tersebut biasa diisi 10 orang, harus dibatasi hingga 3 atau 5 orang. Namun, kenyataan yang terjadi adalah banyak perkantoran tidak menerapkan hal tersebut sehingga terjadilah penularan virus. Selain kapasitas ruangan yang harus dibatasi, banyak rapat yang tidak sesuai protokol, yaitu berlangsung melebihi setengah jam yang berpotensi memunculkan penderita baru.5

    Sirkulasi Udara Tertutup

    Penyebab terjadinya penyebaran COVID-19 di perkantoran lainnya adalah sirkulasi udara yang dibiarkan tertutup karena banyak perkantoran yang mengandalkan AC sebagai sirkulasi. Padahal, sirkulasi udara yang tertutup merupakan salah satu media penyebaran virus Corona secara airborne atau lintas udara.4

    Lupa Membersihkan Diri

    Penyebab terakhir mengapa penyebaran COVID-19 di tempat kerja meningkat adalah karena para pekerja lupa membersihkan diri ketika akan dan sudah pulang bekerja. Banyak yang lupa mencuci tangan dan ketika kembali ke rumah tidak melepas baju yang digunakan ke tempat cucian serta tidak membersihkan semua peralatan yang sudah digunakan.4

    Itulah beberapa penyebab umum terjadinya penyebaran COVID-19 di tempat kerja. Meski begitu, menurut Kepala Dinas Provinsi DKI Jakarta, Widiastuti, penularan Covid-19 bukan hanya terjadi di dalam kantor, namun juga bisa terjadi luar kantor atau permukiman.3 Supaya Sobat Sehat tetap dapat beraktivitas dengan aman dan sehat, dan terhindar dari virus Corona, berikut ini adalah cara-caranya:

    Cara Menghindari COVID-19 di Perkantoran

    Tetap Melaksanakan Protokol Kesehatan

    Protokol kesehatan untuk COVID-19 bagaimana pun tetap harus dilaksanakan supaya Sobat tidak tertular. Karena itu, Sobat diharapkan tetap rajin mencuci tangan, memakai masker, dan melakukan physical distancing. Sebelum memasuki kantor dan meninggalkan kantor, hendaklah mencuci tangan. Tak lupa untuk selalu dicek suhu tubuh saat akan memasuki tempat kerja.4

    Membawa Makanan dan Minuman Sendiri

    COVID-19 terjadi di tempat kerja juga karena adanya penumpukan para pekerja di kantin kantor. Penumpukan ini tentu saja menjadi salah satu media penyebaran virus, apalagi jika dalam penumpukan tidak ada penerapan physical distancing sama sekali. Cara terbaik untuk menghindarinya adalah Sobat membawa saja bekal makanan dan minuman dari rumah. Dengan begitu, Sobat tidak perlu antre saat di kantin.2

    Rapat Tidak Terlalu Lama

    Rapat di kantor pada satu ruangan juga menyebabkan virus Corona dapat menular cepat di perkantoran. Karena itu, disarankan tidak mengadakan rapat terlalu lama dan maksimal adalah 30 menit seperti yang direkomendasikan WHO.5

    Kapasitas Tidak Lebih dari 50%

    Supaya kantor tidak menjadi klaster penyebaran virus Corona, sebaiknya kapasitas yang dianjurkan adalah tidak melebihi 50%. Karena itu, diusahakan supaya kantor dapat mengatur jadwal masuk kerja bagi karyawannya.4

    Buat Sirkulasi Udara Terbuka

    Jika selama ini mengandalkan AC untuk sirkulasi udara dan tertutup, ada baiknya perkantoran mulai membuka jendela dan menyalakan kipas angin sebagai pengganti AC. Sirkulasi udara yang terbuka ini akan meminimalkan penyebaran virus Corona melalui udara.4

    Melaksanakan Shift

    Shift kerja bagi karyawan merupakan salah satu cara yang efektif untuk mencegah penyebaran virus. Shift bisa dilakukan dengan mengatur kedatangan karyawan supaya mereka tidak datang secara bersamaan. Waktu pertama shift adalah pukul 08.00 dan kedua adalah pukul 10.00 sesuai jam masuk kantor, dan dilakukan dengan jeda kedatangan 1,5 sampai 2 jam.1

    Work from Home

    Work from home atau WFH juga merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan dalam mencegah penyebaran virus. WFH ini merupakan cara yang paling dianjurkan dan aman dilakukan sebab tidak ada perjumpaan fisik sama sekali. Karena itu, bagi perkantoran yang bisa melakukan WFH, lakukan!

    Rapid Test dan PCR Swab Rutin

    Cara terakhir yang bisa digunakan untuk menghindari COVID-19 di perkantoran adalah perlunya rapid test dan PCR swab secara rutin. Melalui dua metode ini, kantor bisa mengetahui para pegawainya yang positif atau negatif COVID-19. Untuk metode ini, kantor bisa memfasilitasi sendiri atau bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dalam pengadaan alat. Selain itu, kantor bisa bekerja sama dengan Prosehat yang juga mempunyai layanan rapid test  dan PCR swab.

    Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai layanan PCR swab dan rapid test Prosehat ke rumah, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Media K. Pemerintah Sebut Perkantoran Jadi Klaster Baru Penyumbang Kasus Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/07/27/20462231/pemerintah-sebut-perkantoran-jadi-klaster-baru-penyumbang-kasus-covid-19?page=all
    2. Azizah K. 90 Perkantoran di DKI Jakarta Jadi Klaster Corona, Ini Rinciannya [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5112281/90-perkantoran-di-dki-jakarta-jadi-klaster-corona-ini-rinciannya
    3. Pemprov DKI Ungkap Alasan Perkantoran jadi Klaster Corona [Internet]. nasional. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200723234851-20-528383/pemprov-dki-ungkap-alasan-perkantoran-jadi-klaster-corona
    4. Mediatama G. Banyak kasus baru corona dari perkantoran, ini panduan aman selama di kantor [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/banyak-kasus-baru-corona-dari-perkantoran-ini-panduan-aman-selama-di-kantor?page=all
    5. Mediatama G. Ini cara mencegah penyebaran virus corona saat rapat di kantor [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/ini-cara-mencegah-penyebaran-virus-corona-saat-rapat-di-kantor
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja