Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ protokol kesehatan”

Showing 1–10 of 14 results

  • Pada akhir pekan kemarin, Pasar Tanah Abang menjadi pusat perhatian publik karena ramai dikunjungi banyak orang yang ingin berbelanja baju untuk kebutuhan berlebaran. Baca Juga: Lindungi Diri dan Keluarga, Lakukan 9 Langkah Ini Setibanya di Rumah Terlihat para pengunjung rela berdesak-desakan di beberapa blok Pasar seperti blok A, blok B dan blok F. Hal ini […]

    Kerumunan di Pasar Tanah Abang, Bagaimana Cara Melindungi Diri Dari Kerumunan?

    Pada akhir pekan kemarin, Pasar Tanah Abang menjadi pusat perhatian publik karena ramai dikunjungi banyak orang yang ingin berbelanja baju untuk kebutuhan berlebaran.

    kerumunan pasar tanah abang

    Baca Juga: Lindungi Diri dan Keluarga, Lakukan 9 Langkah Ini Setibanya di Rumah

    Terlihat para pengunjung rela berdesak-desakan di beberapa blok Pasar seperti blok A, blok B dan blok F. Hal ini menjadi sebuah ironi karena pandemi Covid-19 di Indonesia belum mereda.

    Akibat kejadian ini, aparat TNI-Polri mendatangi Pasar Tanah Abang dan meminta para pengunjung serta pedagang untuk tertib menerapkan protokol kesehatan.

    Sementara itu Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan skema penutupan pasar tanah abang yang dibagi dalam dua sesi.

    Anies juga meminta kereta rel listrik (KRL) tidak berhenti di stasiun tanah abang mulai pukul 15.00-19.00 WIB demi mengurangi kepadatan.

    Penyebab terjadinya lonjakan di Pasar Tanah Abang pada akhir pekan lalu disinyalir akibat kebijakan pemerintah yang memberlakukan larangan mudik mulai tanggal 6-17 Mei 2021.

    Sehingga hal tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk berbelanja dan mudik ke kampung halaman sebelum larangan mudik dimulai.

    Baca Juga: Belajar dari India: Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

    Cara Melindungi Diri dari Kerumunan

    Sahabat Sehat, berkaca dari insiden meningkatnya pengunjung pasar tanah abang sebaiknya Sahabat Sehat tetap menerapkan protokol kesehatan saat berada di tempat umum seperti pasar, terminal, bandara, dan lainnya.

    Lakukan protokol kesehatan, seperti :

    • Menggunakan masker medis atau masker kain tiga lapis
    • Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, ataupun dengan hand sanitizer.
    • Menjaga jarak
    • Menjauhi diri dari kerumunan.
    • Membatasi mobilisasi
    • Usahakan jangan menyentuh wajah setelah menyentuh benda di tempat umum
    • Setibanya di rumah, segera mandi atau mengganti pakaian untuk membersihkan kuman atau virus yang menempel di tubuh.

    Selain itu, Sahabat Sehat sebaiknya tetap di rumah saja agar tetap meminimalkan risiko terpapar Covid-19.

    Baca Juga: Seperti Apa Protokol Kesehatan di Tempat Wisata Masa Pandemi?

    Nah Sahabat Sehat, ingin konsultasi kesehatan lebih lanjut perihal Covid-19? Yuk, Sahabat Sehat manfaatkan segera Chat Dokter 24 jam di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. detikcom, T., 2021. 6 Fakta Kerumunan Tanah Abang yang Tak Terduga. [online] detiknews. Available at: <https://news.detik.com/berita/d-5555163/6-fakta-kerumunan-tanah-abang-yang-tak-terduga> [Accessed 3 May 2021].
    2. Arbar, T., 2021. Ini Ternyata Pemicu ‘Ledakan’ Kerumunan di Pasar Tanah Abang. [online] news. Available at: <https://www.cnbcindonesia.com/news/20210502175704-4-242518/ini-ternyata-pemicu-ledakan-kerumunan-di-pasar-tanah-abang> [Accessed 3 May 2021].
    3. 2021. Catat! KRL Tak Berhenti di Stasiun Tanah Abang Jam 5-7 Malam. [online] Available at: <https://www.cnbcindonesia.com/news/20210503082016-4-242563/catat-krl-tak-berhenti-di-stasiun-tanah-abang-jam-5-7-malam> [Accessed 3 May 2021].
    4. gaya hidup. 2021. Risiko dan Bahaya Berkerumun Seperti di Pasar Tanah Abang. [online] Available at: <https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210503074851-255-637669/risiko-dan-bahaya-berkerumun-seperti-di-pasar-tanah-abang> [Accessed 3 May 2021].
    Read More
  • Lebaran sebentar lagi datang. Ini untuk kedua kalinya Lebaran di masa pandemi Covid-19 sehingga untuk mengurangi penyebaran virus corona, pemerintah telah menganjurkan masyarakat untuk melakukan social distancing dan lebaran di rumah saja secara virtual. Meskipun demikian, ada sebagian masyarakat yang tetap ingin silaturahmi secara langsung dengan bepergian ke rumah saudara. Tanpa disadari, hal tersebut membuat kita […]

    Lindungi Diri dan Keluarga, Lakukan 9 Langkah Ini Setibanya di Rumah Setelah Silaturahmi Lebaran

    Lebaran sebentar lagi datang. Ini untuk kedua kalinya Lebaran di masa pandemi Covid-19 sehingga untuk mengurangi penyebaran virus corona, pemerintah telah menganjurkan masyarakat untuk melakukan social distancing dan lebaran di rumah saja secara virtual.

    Meskipun demikian, ada sebagian masyarakat yang tetap ingin silaturahmi secara langsung dengan bepergian ke rumah saudara. Tanpa disadari, hal tersebut membuat kita telah melakukan kontak dengan orang maupun benda yang telah terpapar virus corona.

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    Oleh karena itu, berikut adalah beberapa langkah penting yang harus dilakukan Sahabat setibanya di rumah setelah bepergian:

    1. Buka sepatu di pintu sebelum memasuki rumah

    Saat Sahabat tiba di depan pintu rumah, lepaskan sepatu dan letakkan di luar rumah. Virus corona dapat bertahan selama tujuh jam hingga beberapa hari di permukaan benda, termasuk permukaan sepatu.

    2. Semprotkan desinfektan pada barang yang dibawa

    Virus corona dapat diinaktivasi dengan menggunakan desinfektan yang mengandung 80% ethanol4. Oleh karena itu, Sobat perlu menyemprotkan desinfektan pada barang bawaan seperti tas hingga barang-barang yang sering disentuh seperti kunci kendaraan, dompet, dan handphone.

    3. Buang semua benda yang tak dibutuhkan

    Sebelum masuk ke dalam rumah, Sobat dianjurkan untuk membuang barang-barang yang tak dibutuhkan, termasuk barang-barang habis pakai seperti masker dan tisu.

    Baca Juga: Masker, Ampuhkah Lawan Corona? Kapan Harus Gunakan Masker?

    4. Masuk rumah langsung cuci tangan dan kaki dengan sabun

    Setelah melakukan tiga tahap di atas, Sobat dapat masuk ke dalam rumah dan langsung mencuci tangan dan kaki dengan sabun. WHO menganjurkan untuk mencuci tangan secara teratur dan menyeluruh dengan sabun atau desinfektan berbasis alkohol untuk membunuh virus yang mungkin Sobat dapatkan selama beraktivitas di luar.

    5. Buka pakaian dan langsung tempatkan pakaian kotor ke dalam mesin cuci

    Virus corona dapat menyebar dan menempel pada permukaan apapun, termasuk pakaian. Alangkah baiknya untuk segera berganti pakaian dan memasukkannya ke dalam mesin cuci sehingga pakaian kotor dari luar rumah tidak bercampur dengan pakaian bersih.

    6. Jangan menyentuh apapun

    Saat Sahabat masuk ke dalam rumah, Sobat harus mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh barang-barang di dalam rumah untuk mencegah penyebaran virus yang mungkin Sobat bawa dari luar.

    7. Jangan langsung beristirahat

    Sampai di rumah bukan berarti Sobat dapat langsung bersantai ria di sofa, rebahan di tempat tidur, dan makan snack di meja makan. Prioritaskan kebersihan diri sebelum beristirahat selepas beraktivitas dirumah. Usahakan menjaga tempat istirahat dan makan seperti sofa, kamar tidur, dan meja makan tetap higienis.

    8. Langsung mandi pakai sabun

    Selepas beraktivitas di luar, Sobat dianjurkan untuk mandi dan membersihkan diri menggunakan sabun. Sobat juga dapat menambahkan desinfektan ke dalam bak mandi untuk membunuh virus yang mungkin menempel di tangan, kaki, dan wajah.

    9. Baru menyapa keluarga

    Setelah melakukan semua tahap di atas, Sobat dapat menyapa keluarga. Perlu diingat, bahwa orangtua dan anak-anak lebih rentan terkena virus corona6. Oleh karena itu, Sobat perlu memastikan kebersihan diri sebelum berkumpul dengan keluarga.

    Baca Juga: Waspada Terinfeksi Corona Tanpa Gejala

    Demikian langkah-langkah yang perlu dilakukan setelah beraktivitas di luar rumah. Jika memungkinkan, utamakan social distancing dan lebaran di rumah saja untuk menghindari keramaian.

    Sering mencuci tangan dengan sabun atau desinfektan berbasis alkohol akan membantu Sahabat melindungi diri dan orang sekitar dari penyebaran virus corona. Terlebih lagi, utamakan kesehatan keluarga dengan membersihkan diri terlebih dahulu sehabis beraktivitas di luar rumah.

    Nah, itulah protokol kesehatan sehabis bepergian saat Lebaran untuk  silaturahmi supaya Sahabat tetap terlindungi dari Covid-19. Apabila Sahat memerlukan informasi lanjut mengenai corona dan tes-tesnya, serta juga ingin konsultasi dokter 24 jam silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Cascella, M., Rajnik, M., Cuomo, A., Dulebohn, S., & Di Napoli, R. (2020). Features, Evaluation and Treatment Coronavirus (COVID-19). Florida: StatPearls Publishing.
    2. (2020). Study suggests new coronavirus may remain on surfaces for days. National Institute Of Health. Retrieved from https://www.nih.gov/news-events/nih-research-matters/study-suggests-new-coronavirus-may-remain-surfaces-days
    3. (2020). New Coronavirus Stable for Hours on Surfaces. National Institutes Of Health. Retrieved from https://www.nih.gov/news-events/news-releases/new-coronavirus-stable-hours-surfaces
    4. Rabenau, H., Kampf, G., Cinatl, J., & Doerr, H. (2005). Efficacy of various disinfectants against SARS coronavirus. Journal Of Hospital Infection61(2), 107-111. doi: 10.1016/j.jhin.2004.12.023
    5. Advice for public. (2020). Retrieved 27 March 2020, from https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    6. Zhang, S., Tuo, J., Huang, X., Zhu, X., Zhang, D., & Zhou, K. et al. (2018). Epidemiology characteristics of human coronaviruses in patients with respiratory infection symptoms and phylogenetic analysis of HCoV-OC43 during 2010-2015 in Guangzhou. PLOS ONE13(1), e0191789. doi: 10.1371/journal.pone.0191789
    Read More
  • Kejadian tsunami Covid-19 di India tentunya menjadi sebuah pelajaran bersama, terutama bagi Indonesia agar situasi serupa tidak terjadi di Tanah Air. Baca Juga: Heboh Tsunami Covid-19 di India Demikian kesimpulan yang didapat dari acara Ngopi Santuy yang diselenggarakan oleh Prosehat pada Jumat, 30 April 2021. Pada acara yang disiarkan secara langsung di IGTV dan dimoderatori […]

    Belajar dari India: Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

    Kejadian tsunami Covid-19 di India tentunya menjadi sebuah pelajaran bersama, terutama bagi Indonesia agar situasi serupa tidak terjadi di Tanah Air.

    belajar dari India

    Baca Juga: Heboh Tsunami Covid-19 di India

    Demikian kesimpulan yang didapat dari acara Ngopi Santuy yang diselenggarakan oleh Prosehat pada Jumat, 30 April 2021.

    Pada acara yang disiarkan secara langsung di IGTV dan dimoderatori oleh dr. Gita Permatasari dengan narasumber dr. Agnes Gratia, terungkap bahwa kondisi yang terjadi di India disebabkan karena sikap masyarakat yang sudah mulai abai dengan protokol kesehatan.

    Sikap abai dengan protocol kesehatan juga terlihat di tengah masyarakat Indonesia, sehingga tidak menutup kemungkinan Indonesia mengalami kondisi serupa.

    Berkaca dari pengalaman sebelumnya, libur panjang akhir pekan dan libur keagamaan menjadi momentum meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19.

    Baca Juga: Euforia Vaksinasi Sebabkan Peningkatan Kasus Covid-19

    Sahabat Sehat, sebaiknya tetap laksanakan protokol 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas).

    Bagi masyarakat, yang tidak kalah pentingnya adalah harus lebih teliti dengan alat tes Covid-19 yang digunakan. Terungkapnya penggunaan alat tes Covid-19 bekas pakai di Bandara Kualanamu, dianggap merugikan semua orang karena tingkat penyebaran virus Corona menjadi lebih tinggi.

    Baca Juga: Waspada Rapid Antigen Bekas! Ini Cara Mengetahuinya

    Sahabat Sehat dapat melakukan pemeriksaan Covid-19 yang berkualitas dan bermutu di Prosehat. Alat tes Covid-19 di Prosehat terjamin kualitasnya dan mempunyai izin edar resmi, serta dilakukan sesuai dengan SOP yang berlaku.

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Read More
  • Pada 25 April 2021, India melaporkan penambahan 346.786 kasus baru Covid-19 selama 24 jam terakhir dengan angka kematian mencapai 2.264 kasus. Jumlah tersebut merupakan jumlah kasus harian tertinggi di dunia sejak pandemi Covid-19 dimulai pada tahun 2020. Baca Juga: Euforia Vaksinasi Sebabkan Peningkatan Covid-19? Hampir 190.000 orang telah meninggal akibat Covid-19 di India, dan lebih […]

    Heboh Tsunami Covid-19 di India, Apa Penyebabnya ?

    Pada 25 April 2021, India melaporkan penambahan 346.786 kasus baru Covid-19 selama 24 jam terakhir dengan angka kematian mencapai 2.264 kasus. Jumlah tersebut merupakan jumlah kasus harian tertinggi di dunia sejak pandemi Covid-19 dimulai pada tahun 2020.

    tsunami covid-19

    Baca Juga: Euforia Vaksinasi Sebabkan Peningkatan Covid-19?

    Hampir 190.000 orang telah meninggal akibat Covid-19 di India, dan lebih dari 16,6 juta orang terinfeksi Covid-19 pada 24 April 2021.

    Lonjakan kasus Covid-19 yang mirip dengan gelombang tsunami disertai dengan hampir semua rumah sakit kehabisan oksigen.

    Bahkan banyak penderita Covid-19 di India tidak mendapatkan layanan medis hingga akhirnya meninggal dunia di halaman rumah sakit. Sejak 15 April, New Delhi, ibu kota India, kembali memberlakukan karantina wilayah untuk meminimalkan gelombang tsunami Covid.

    Kondisi India yang semakin buruk akibat gelombang tsunami Covid-19 membuat beberapa negara seperti Selandia Baru, Hong Kong, Inggris, Amerika Serikat serta Indonesia melarang masuknya warga dari maupun ke India.

    Penyebab Terjadinya Gelombang Tsunami Covid-19 di India

    Sebelumnya India telah berhasil menekan laju penularan Covid-19 pada akhir tahun 2020 hingga Februari 2021, dengan angka kasus Covid-19 jauh lebih rendah daripada Indonesia.

    Juru bicara World Health Organization (WHO), Tarik Jasarevic, mengungkapkan beberapa faktor berikut diperkirakan menjadi penyebab terjadinya gelombang tsunami Covid-19 di India, yaitu munculnya varian baru virus Corona B.1.617, diselenggarakannya pertemuan dan acara keagamaan massal, rendahnya angka vaksinasi serta masyarakat India yang mudah berpuas diri setelah angka kasus Covid-19 berkurang.

    Baca Juga: Solusi Menkes Atasi Keterbatasan Rumah Sakit

    Bagaimana Cara India Mengatasi Gelombang Tsunami Covid-19?

    Pemerintah India seperti dilansir dari Tempo.co, menyatakan akan memperluas cakupan vaksinasi Covid-19 dengan dosis hingga mencapai 900 juta untuk mengantisipasi kekurangan dosis vaksinasi Covid-19.

    India akan menggandeng beberapa produsen vaksin Covid-19 seperti Pfizer, Moderna, dan Gamaleya Institute yang memproduksi Sputnik V.

    Apakah Tsunami Covid 19 Dapat Dialami Indonesia?

    Tidak menutup kemungkinan Indonesia dapat mengalami hal serupa karena adanya mutasi virus Covid-19 yang berkembang dengan cepat.

    Hingga kini banyak negara di dunia yang memberlakukan larangan bepergian berkunjung ke negara-negara lain selama pandemi Covid-19.

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Nah Sahabat Sehat, sebaiknya tetap patuhi protokol kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjauhi kerumunan, menjaga jarak dan membatasi mobilisasi), serta  menjalankan pola hidup bersih dan sehat. Sahabat Sehat juga dapat melakukan tes Covid-19 untuk deteksi dini melalui layanan Prosehat.

    Ingin tahu lebih lengkap mengenai gelombang tsunami Covid-19 yang terjadi di India sekarang ini? Jangan lupa saksikan dalam Ngopi Santuy Jumat, 30 April 2021 pukul 16.00 WIB di IGTV Prosehat.

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. Angka Kasus Sempat Turun, Mengapa Tsunami Covid-19 Bisa Terjadi di India? Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://www.kompas.com/sains/read/2021/04/26/174500023/angka-kasus-sempat-turun-mengapa-tsunami-covid-19-bisa-terjadi-di-india-?page=all> [Accessed 29 April 2021].
    2. Septiani, A., 2021. WHO Ungkap Penyebab Tsunami COVID-19 di India. [online] detikHealth. Available at: <https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5549620/who-ungkap-penyebab-tsunami-covid-19-di-india> [Accessed 29 April 2021].
    3. Wuragil, Z., 2021. India Jawab Tsunami Covid-19 dengan Perluasan Vaksinasi, Butuh 900 Juta Dosis. [online] Tempo. Available at: <https://tekno.tempo.co/read/1457435/india-jawab-tsunami-covid-19-dengan-perluasan-vaksinasi-butuh-900-juta-dosis> [Accessed 29 April 2021].
    4. Media, K., 2021. Tsunami Covid-19 di India Bisa Jadi Ancaman Global, Ini Sebabnya Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://www.kompas.com/global/read/2021/04/28/072326670/tsunami-covid-19-di-india-bisa-jadi-ancaman-global-ini-sebabnya?page=all> [Accessed 29 April 2021].

     

    Read More
  • Sahabat Sehat, baru-baru ini ramai diberitakan Atalia Praratya yang merupakan istri Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menderita Covid-19 dan tengah menjalani isolasi mandiri. Baca Juga: Euforia Vaksinasi Sebabkan Peningkatan Kasus Covid-19? Diperkirakan Atalia terinfeksi Covid-19 akibat berinteraksi langsung dengan masyarakat, serta melakukan kegiatan buka puasa bersama di beberapa lokasi. Hal ini membuat masyarakat terkejut karena […]

    Sudah Dua Kali Divaksin, Istri Ridwan Kamil Positif Covid-19?

    Sahabat Sehat, baru-baru ini ramai diberitakan Atalia Praratya yang merupakan istri Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menderita Covid-19 dan tengah menjalani isolasi mandiri.

    istri Ridwan Kamil Positif Covid-19

    Baca Juga: Euforia Vaksinasi Sebabkan Peningkatan Kasus Covid-19?

    Diperkirakan Atalia terinfeksi Covid-19 akibat berinteraksi langsung dengan masyarakat, serta melakukan kegiatan buka puasa bersama di beberapa lokasi.

    Hal ini membuat masyarakat terkejut karena menurut Ridwan Kamil, sang istri telah divaksin  Covid-19 sebanyak dua kali. Nah, Sahabat Sehat mungkin bertanya-tanya mengapa seseorang masih dapat terinfeksi Covid-19 meskipun sudah divaksin dua kali. Mari kita simak penjelasan berikut ini!

    Juru bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan bahwa kemungkinan penularan virus Covid-19 tetap ada meskipun seseorang sebelumnya sudah pernah divaksin karena efikasi vaksin Covid-19 tidak mencapai 100%. Vaksin berperan agar Sahabat Sehat tidak mengalami gejala berat apabila nanti terinfeksi Covid-19.

    Baca Juga: Efikasi Vaksin Sinovac Mencapai 78% dalam Uji Coba Tahap Akhir di Brasil

    Siti Nadia Tarmizi menambahkan bahwa ada tiga faktor yang mempengaruhi penularan virus Covid-19 yaitu faktor manusia, virus Covid-19, dan faktor lingkungan. Apabila mobilisasi tetap tinggi selama masa pandemi,maka laju penularan Covid-19 semakin meningkat.

    Bagi Sahabat Sehat yang sudah divaksin disarankan untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan serta mengurangi mobilisasi) sebab meskipun Sahabat Sehat telah divaksin, belum tentu tubuh menjadi kebal terhadap virus Covid-19.

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Pastikan Sahabat Sehat tetap aman saat berkumpul dengan keluarga di rumah dengan melakukan pemeriksaan Covid-19 seperti swab PCR, rapid antigen serta lakukan vaksinasi flu di Prosehat yang memiliki layanan ke rumah. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Kata Ridwan Kamil, Istrinya Terpapar Covid-19 karena Sering Buka Puasa Bersama [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 22 April 2021]. Available from: https://regional.kompas.com/read/2021/04/19/094044478/kata-ridwan-kamil-istrinya-terpapar-covid-19-karena-sering-buka-puasa
    2. Ikhsanudin A. Penjelasan Kemenkes Terkait Istri RK yang Positif Covid Meski Sudah Vaksin [Internet]. detiknews. 2021 [cited 22 April 2021]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5537434/penjelasan-kemenkes-terkait-istri-rk-yang-positif-covid-meski-sudah-vaksin
    Read More
  • Pemerintah telah melonggarkan aturan di masa pandemi Covid-19. Saat ini pemerintah telah mengizinkan tempat wisata dan hiburan beroperasi kembali. Baca Juga: Penerapan Protokol Kesehatan di Bioskop dan Area Bioskop Walaupun telah dibuka, tempat wisata dan hiburan tetap dibatasi dan disesuaikan dengan keadaan saat ini, tentunya dengan penerapan prokol kesehatan (Prokes) di tempat wisata dan hiburan. […]

    Seperti Apa Protokol Kesehatan Di Tempat Wisata di Masa Pandemi?

    Pemerintah telah melonggarkan aturan di masa pandemi Covid-19. Saat ini pemerintah telah mengizinkan tempat wisata dan hiburan beroperasi kembali.

    protokol kesehatan di tempat wisata

    Baca Juga: Penerapan Protokol Kesehatan di Bioskop dan Area Bioskop

    Walaupun telah dibuka, tempat wisata dan hiburan tetap dibatasi dan disesuaikan dengan keadaan saat ini, tentunya dengan penerapan prokol kesehatan (Prokes) di tempat wisata dan hiburan.

    Pemerintah Republik Indonesia (RI) secara resmi telah mengesahkan prokes di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf). Prokes tersebut disusun oleh Kemenparekraf bersama dengan pemangku kepentingan serta kementerian terkait.

    Prokes juga telah disahkan melalui KMK Nomor HK HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

    Nah, Sahabat Sehat selama kalian bepergian ke tempat wisata ataupun tempat hiburan, jangan lupa tetap menerapkan prokes agar terhindar dari virus Covid-19.

    Bagi Pengelola Tempat Wisata atau Hiburan

    Membatasi Jumlah Pengunjung Tempat Wisata

    Dalam penerapan Prokes di tempat wisata atau hiburan, pengelola wisata wajib membatasi jumlah pengunjung yang datang.

    Bahkan, pengelola tempat wisata atau hiburan disankan menggunakan sistem daring, yang artinya para pengunjung mendaftar melalui online sebelum datang langsung ke tempat wisata atau hiburan.

    Prokes di tempat wisata atau hiburan seperti ini, bisa mengendalikan atau menghindari pengunjung yang akan berkerumun di pintu masuk saat membeli tiket ataupun saat berada di dalam tempat wisata atau hiburan.

    Mengatur Jam Operasional

    Selain membatasi jumlah pengunjung, pengelola tempat wisata atau hiburan juga harus mengatur jam operasionalnya, hal tersebut biasanya mengikuti aturan dari pemerintah pusat atau pemerintah daerah masing-masing.

    Melakukan Pengawasan Ekstra

    Pengelola tempat wisata atau hiburan harus melakukan pengawasan yang lebih ekstra dibanding biasanya, terutama di titik-titik favorit pengunjung.

    Seperti contohnya di lokasi atau spot foto, jangan sampai berkerumun. Dan pastikan juga para pengunjung tetap mematuhu prokes yang ada selama berada di dalam tempat wisata atau hiburan.

    Membatasi Jumlah Fasilitas

    Apabila di tempat wisata memiliki fasilitas yang biasanya membuat pengunjung berdesakan, seperti naik kendaraan wisata atau lainnya, pengelola tempat wisata atau hiburan harus membatasinya. Jangan sampai membuat pengunjung berdesakan dan abai akan prokes di tempat wisata atau hiburan

    Mengatur Jarak Antrean

    Pengelola tempat wisata atau hiburan harus mengatur jarak antar sesama pengunjung. Bisa dilakukan dengan memberi penanda di masing-masing lantai minimal dengan jarak satu meter.

    Baca Juga: Protokol Pencegahan dan Penanganan di Tempat Kerja

    Mengoptimalkan Ruang Terbuka

    Pengelola tempat wisata atau hiburan bisa menggunakan ruang terbuka untuk tempat berjualan atau transaksi, untuk mencegah terjadinya kerumunan pengunjung.

    Menggunakan Pembatas

    Pengelola tempat wisata atau hiburan harus memberikan pembatas atau partisi di meja ataupun counter. Hal tersebut digunakan sebagai perlindungan tambahan bagi para pekerja atau sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang sedang bertugas di loket pembelian tiket.

    Sediakan Fasilitas Cuci Tangan

    Menyediakan fasilitas cuci tangan beserta sabun harus wajib dilakukan oleh pengelola tempat wisata dan hiburan. Karena mencuci tangan saat ini merupakan salah satu hal yang paling penting untuk mencegah penyebaran Covid-19.

    Sediakan Cek Suhu

    Pengelola tempat wisata atau hiburan wajib mengecek suhu para pengunjung yang datang saat di pintu masuk. Hal tersebut guna mendeteksi apakah ada pengunjung yang sakit atau tidak.

    Selain itu, pengelola tempat wisata atau hiburan juga harus memberikan edukasi terkait penerapan prokes kepada para pengunjung. Bisa melalui media banner yang terpasang di tempat wisata atau hiburan, terkait penerapan prokes.

    Bagi Pengunjung Tempat Wisata

    Pastikan Kondisi Sehat

    Sebelum Sahabat Sehat pergi ke tempat wisata atau hiburan, hal pertama yang paling penting adalah memastikan diri dalam kondisi yang sehat. Jangan sampai saat kondisi tidak sehat malah memaksakan untuk pergi ke tempat wisata atau hiburan. Hal tersebut bisa merugikan diri sendiri dan pengunjung lainnya.

    Apabila memang dalam kondisi tidak sehat atau sakit, sebaiknya istirahat di rumah saja serta istirahat yang cukup. Pastikan imunitas kembali dan tubuh fit sebelum Sahabat Sehat memutuskan untuk keluar rumah.

    Pastikan Tidak Melepas Masker

    Walaupun Sahabat Sehat sudah merasa aman keluar rumah, namun pastikan tidak melepas masker saat berada di tempat wisata.

    Karena di tempat wisata banyak orang yang tidak dikenal dan pengunjung berasal darimana saja, sehingga akan sangat sulit dilakukan tracing saat ada salah satu pengunjung yang terpapar Covid-19.

    Maka dari itu, pastikan Sahabat Sehat terus menggunakan masker selama berada di tempat wisata atau hiburan.

    Hindari Mengajak Anak dan Lansia

    Jika Sahabat Sehat ingin pergi ke tempat wisata atau hiburan, sebaiknya hindari untuk membawa anak-anak ataupun lansia. Karena anak-anak dan lansia merupakan orang yang rentan terpapar Covid-19.

    Produk Terkait: Perawatan Lansia

    Jika terpaksa mengajak anak, Sahabat Sehat bisa memberitahu sang anak agar tetap menggunakan masker saat berada di tempat wisata atau hiburan.

    Bersihkan Diri Setelah Pulang Dari Tempat Wisata

    Setelah Sahabat Sehat tiba di rumah, pastikan langsung mandi dan mengganti pakaian. Serta jangan lupa juga untuk membersihkan peralatan yang telah dibawa ke tempat wisata atau hiburan.

    Sahabat Sehat bisa membersihkan ponsel, kacamata, tas, ataupun barang-barang lainnya dengan menggunakan disinfektan. Hal tersebut dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19 melalui barang-barang yang dibawa.

    Nah, Sahabat Sehat sudah tahu kan prokes apa saja yang harus dilakukan saat berada di tempat wisata atau hiburan. Yang terpenting adalah tetap terapkan prokes 5M dimana pun Sahabat Sehat berada!

    Untuk membantu Sahabat terhindar dari  Covid-19, Sahabat bisa menggunakan jam tangan WISH yang dilengkapi dengan fitur geofencing dan terintegrasi dengan ponsel.

    Baca Juga: Berikut 5 Alat Pemantau Kesehatan yang Wajib Sahabat Punya di Masa Pandemi

    Tertarik? Segera hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. [Internet]. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/zNPZWJEk-protokol-kesehatan-yang-harus-dipatuhi-di-tempat-wisata
    2. Cegah Covid-19 di Tempat Wisata saat Libur Panjang, Lakukan Prokes Ini : Okezone Lifestyle [Internet]. https://lifestyle.okezone.com/. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://lifestyle.okezone.com/read/2021/03/11/481/2376001/cegah-covid-19-di-tempat-wisata-saat-libur-panjang-lakukan-prokes-ini?page=2
    3. Menparekraf ingatkan tetap jaga protokol kesehatan di objek wisata [Internet]. Antara News. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/2079474/menparekraf-ingatkan-tetap-jaga-protokol-kesehatan-di-objek-wisata

     

    Read More
  • Pemerintah mengizinkan kegiatan salat tarawih di luar rumah selama bulan Ramadan 2021 sesuai yang diungkapkan oleh  Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK), Muhadjir Effendy dalam konferensi pers pada Senin, 5 April 2021. Muhadjir, mengungkapkan bahwa izin ini telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo. Baca Juga: Ramadan Saat Pandemi Corona, Inilah Rekomendasi WHO […]

    Wajib Tahu! Ini Persyaratan Salat Tarawih 2021 Di luar Rumah

    Pemerintah mengizinkan kegiatan salat tarawih di luar rumah selama bulan Ramadan 2021 sesuai yang diungkapkan oleh  Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK), Muhadjir Effendy dalam konferensi pers pada Senin, 5 April 2021. Muhadjir, mengungkapkan bahwa izin ini telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo.

    salat tarawih 2021

    Baca Juga: Ramadan Saat Pandemi Corona, Inilah Rekomendasi WHO

    Meski demikian, Muhadjir menyatakan bahwa pelaksanaan salat tarawih 2021 di masa pandemi Covid-19 harus mengikuti beberapa syarat yang berkaitan dengan protokol kesehatan.

    Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas pada Senin, 5 April 2021 mengeluarkan surat edaran perihal panduan ibadah selama bulan Ramadan 2021.

    Pelaksanaan Salat Tarawih 2021

    Meski salat tarawih dapat dilaksanakan di luar rumah, masyarakat tetap harus menerapkan protokol kesehatan yang bertujuan untuk mencegah, mengurangi penyebaran, dan melindungi masyarakat dari Covid-19.

    Baca Juga: Cara Memantau Kesehatan Diri Sendiri, Keluarga, dan Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19

    Berikut protokol kesehatan yang harus diterapkan masyarakat :

    • Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir
    • Mengenakan masker
    • Menjaga jarak 1 meter.
    • Kapasitas tempat ibadah yang diperbolehkan hanya 50% dari jumlah kapasitas keseluruhan.
    • Para jamaah diharapkan membawa peralatan shalat sendiri dari rumah.
    • Kuliah tujuh menit, tausiyah, pengajian, dan ceramah diharapkan berlangsung maksimal sekitar 15 menit.

    Protokol kesehatan ini juga wajib diterapkan pada kegiatan lain selama bulan Ramadan, misalnya Nuzulul Quran, Tadarus Quran, dan iktikaf.

    Muhadjir juga menganjurkan agar waktu pelaksanaan shalat sebaiknya jangan berkepanjangan dan dibuat sesederhana mungkin, mengingat kondisi situasi saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.

    Ia juga meminta pelaksanaan salat diselenggarakan di dalam komunitas yang sudah saling mengenal antar jamaah, sehingga tidak mengizinkan jamaah dari luar mengikuti salat di komunitas tersebut demi mencegah penyebaran Covid-19.

    Nah Sahabat Sehat, yang ingin melaksanakan tarawih di luar rumah selama bulan Ramadan, sebaiknya tetap menerapkan protokol kesehatan agar kondisi kesehatan tetap baik dan dapat menjalankan ibadah di bulan Ramadan dengan lancar.

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Sahabat Sehat kini dapat memantau kesehatan di lingkungan saat beribadah dengan menggunakan WISH Health Watch, yang merupakan jam tangan pintar (smartwatch)  dan dilengkapi dengan fitur geofencing untuk mengetahui potensi rawan Covid-19 di lingkungan sekitar.

    Produk Terkait: WISH Health Watch

    Tertarik memiliki? Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kemenag izinkan salat tarawih dan salat Idul Fitri berjamaah [Internet]. Antara News. 2021 [cited 6 April 2021]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/2082778/kemenag-izinkan-salat-tarawih-dan-salat-idul-fitri-berjamaah
    2. Pemerintah Bolehkan Sholat Tarawih dan Ied, Ini Syaratnya |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2021 [cited 6 April 2021]. Available from: https://www.republika.co.id/berita/qr3gc3409/pemerintah-bolehkan-sholat-tarawih-dan-ied-ini-syaratnya
    3. Media K. Menag Terbitkan Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 2021, Ini Lengkapnya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 6 April 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2021/04/05/18393221/menag-terbitkan-panduan-ibadah-ramadhan-dan-idul-fitri-2021-ini-lengkapnya?page=all
    Read More
  • Pemerintah mengumumkan bahwa sekolah tatap muka mulai dilakukan secara terbatas pada Juli 2021. Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. Baca Juga: Sekolah Tatap Muka Siap Dilaksanakan di 14 Provinsi Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir […]

    Berikut Panduan Sekolah Tatap Muka Mulai Juli 2021!

    Pemerintah mengumumkan bahwa sekolah tatap muka mulai dilakukan secara terbatas pada Juli 2021. Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

    panduan sekolah tatap muka

    Baca Juga: Sekolah Tatap Muka Siap Dilaksanakan di 14 Provinsi

    Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, pada Selasa, 30 Maret 2021. Surat keputusan bersama tersebut telah ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri.

    Adapun sekolah tatap muka terbatas akan mulai dilaksanakan setelah pemerintah menyelesaikan program vaksinasi untuk para pendidik dan tenaga kesehatan, yang ditargetkan sebelum tahun ajaran baru dimulai.

    Panduan Kemendikbud Mengenai Sekolah Tatap Muka Terbatas

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, mengungkapkan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah menyiapkan panduan terkait pembelajaran tatap muka yang meliputi pembatasan jarak antar siswa hingga aturan mengenai berbagai aktivitas yang tidak boleh dilakukan selama di sekolah.

    Nadiem meminta agar para siswa menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal kapasitas dalam kelas adalah 50% atau sekitar 18 orang. Aktivitas yang tidak boleh dilakukan selama pembelajaran tatap muka terbatas, yaitu kegiatan ekstrakurikuler, olahraga, dan operasional kantin selama 2 bulan pertama.

    Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian,meminta pengawasan secara ketat protokol kesehatan di sekolah agar tidak menjadi area penyebaran virus. Pengawasan secara ketat harus dilakukan tanpa menakuti para peserta didik dan tenaga pendidik.

    Baca Juga: Cara Mencegah Virus Corona di Sekolah

    Vaksinasi Anak

    Meskipun pemerintah telah melaksanakan vaksinasi untuk guru sebagai syarat agar sekolah tatap muka dapat dilaksanakan meski secara terbatas, timbul pertanyaan kapankah vaksinasi untuk anak dilaksanakan?

    Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa vaksinasi untuk anak memang belum tersedia karena belum ada uji klinis yang dilakukan pada anak.

    Ia memprioritaskan para tenaga pendidik untuk divaksin terlebih dahulu karena termasuk dalam golongan berisiko, dibandingkan dengan anak yang risiko terinfeksi Covid-19 nya lebih kecil dan bisa sembuh dengan sendirinya.

    Baca Juga: Vaksinasi Corona untuk Tenaga Pendidik Demi Mendukung Sekolah Tatap Muka Juli 2021

    Selain dengan melaksanakan protokol kesehatan, untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 Sahabat dapat melakukan pemantauan dengan WISH Health Watch yang memiliki fitur geofencing untuk mendeteksi keberadaan virus.

    Jam tangan pintar ini dapat diintegrasikan dengan smartphone Sahabat, sehingga mudah dan praktis untuk memantau penyebaran virus Covid 19.

    Tertarik? Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. SKB 4 Menteri, Juli 2021 Dilakukan Pembelajaran Tatap Muka secara Terbatas [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2021/03/30/11481651/skb-4-menteri-juli-2021-dilakukan-pembelajaran-tatap-muka-secara-terbatas
    2. Safitri E. Panduan Kemendikbud Terkait Pembukaan Sekolah Tatap Muka Terbatas Juli 2021 [Internet]. detiknews. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5513524/panduan-kemendikbud-terkait-pembukaan-sekolah-tatap-muka-terbatas-juli-2021
    3. Hastuti R. Sekolah Tatap Muka, Kapan Vaksinasi Covid-19 Anak-anak? [Internet]. tech. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210330134801-37-233982/sekolah-tatap-muka-kapan-vaksinasi-covid-19-anak-anak
    4. Safitri E. Ini Arahan Mendagri soal Pengawasan Prokes Jika Sekolah Tatap Muka Digelar [Internet]. detiknews. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5513667/ini-arahan-mendagri-soal-pengawasan-prokes-jika-sekolah-tatap-muka-digelar
    Read More
  • Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 menyatakan bahwa sekolah tatap muka siap dilaksanakan di 14 provinsi dari 34 provinsi di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh juru bicara Satgas Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito, pada Kamis, 25 Maret 2021 melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden. Baca Juga: Tepatkah Sekolah Tatap Muka Dibuka Kembali di Tengah Pandemi Adapun ke-14 […]

    Sekolah Tatap Muka Siap Dilaksanakan di 14 Provinsi

    Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 menyatakan bahwa sekolah tatap muka siap dilaksanakan di 14 provinsi dari 34 provinsi di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh juru bicara Satgas Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito, pada Kamis, 25 Maret 2021 melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

    sekolah tatap muka dilaksanakan di 14 provinsi

    Baca Juga: Tepatkah Sekolah Tatap Muka Dibuka Kembali di Tengah Pandemi

    Adapun ke-14 provinsi yang diperbolehkan melaksanakan sekolah tatap muka tersebut adalah:

    1. Jawa Barat
      2. DI Yogyakarta
      3. Riau
      4. Sumatera Selatan
      5. Lampung
      6. Kalimantan Tengah
      7. Sulawesi Utara
      8. Sulawesi Tenggara
      9. Bali
      10. Nusa Tenggara Barat
      11. Maluku Utara
      12. Bangka Belitung
      13. Kepulauan Riau
      14. Sulawesi Barat.

    Pelaksanaan sekolah tatap muka ini juga didukung dari keterangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada awal Januari 2021.

    5 Aspek Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka

    Meski begitu Wiku menyatakan bahwa pelaksanaan sekolah tatap muka ini akan memperhatikan 5 aspek, yaitu:

    • Pemberlakuan kebiasaan baru. Pada tahap ini pemerintah berusaha menjamin proses adaptasi kebiasaan baru berjalan dengan baik melalui fasilitas dan sarana pendukung untuk memudahkan masyarakat.
    • Proses untuk menentukan waktu yang tepat. Tahapan ini mengacu kepada data dari epidemiolog, kesiapan institusi pendidikan, dan ketersediaan fasilitas kesehatan.
    • Penentuan prioritas. Tahapan ini dilakukan dengan simulasi pelaksanaan sekolah tatap mukaoleh institusi percontohan terlebih dahulu sebagai bahan pembelajaran dan evaluasi untuk menentukan kebijakan nasional dan daerah.
    • Koordinasi pusat dan daerah yang diimplementasikan secara timbal balik yang melibatkan dinas kesehatan, dinas pendidikan, institusi pendidikan, dan orang tua murid.
    • Monitoring dan evaluasi pemantauan pelaksanaan kegiatan dan evaluasi berdasarkan skenario dengan prinsip kebijakan diibaratkan seperti gas dan rem. Setiap pelaporan akan menjadi masukan berharga dalam perluasan pelaksanaan sekolah tatap muka maupun padasektor lainnya.

    Guru Belum Sepenuhnya Divaksin

    Terdapat kendala dalam persiapan pelaksanaan sekolah tatap muka di 14 provinsi, yaitu masih banyak guru yang belum mendapat vaksin Covid-19 sebagai syarat supaya kegiatan belajar mengajar menjadi lancar dan aman.

    Baca Juga: Vaksinasi Corona untuk Tenaga Pendidik Demi Mendukung Sekolah Tatap Muka Juli 2021

    Sebagai contoh masih ada 170 sekolah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang sudah menjalani uji coba sekolah tatap muka sejak awal Maret 2021 namun belum semua guru di kabupaten Bogor mendapatkan vaksin karena stok vaksin yang menipis.

    Padahal vaksinasi merupakan syarat utama untuk dapat mencapai kekebalan kelompok di sekolah, demikian yang diungkapkan oleh Kepala Divisi Pengawas, Monitoring dan Evaluasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra.

    Orang tua murid, serta para pekerja sekolah juga seharusnya turut mendapatkan vaksin Covid 19 sehingga menjamin keamanan dan keselamatan di lingkungan sekolah. Karena itu, Jasra meminta Satgas Covid-19 wajib memastikan kesiapan sekolah agar kegiatan belajar tatap muka tidak menjadi kluster baru Covid 19.

    Demikianlah mengenai persiapan pelaksanaan sekolah tatap muka di 14 provinsi yang tentu saja harus dipersiapkan dengan matang supaya tidak menjadi kluster baru penyebaran Covid 19, untuk mendukung pelaksanaan sekolah tatap muka diharapkan semua pihak tetap melaksanakan protokol kesehatan dan menjalani vaksinasi Covid 19.

    Baca Juga: Cara Mencegah Virus Corona di Sekolah

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai protokol kesehatan di sekolah serta vaksinasi Covid-19, Sahabat bisa berkonsultasi secara online di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. 14 Provinsi Akan Buka Sekolah Tatap Muka Secara Bertahap, ini Rinciannya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2021/03/26/06100021/14-provinsi-akan-buka-sekolah-tatap-muka-secara-bertahap-ini-rinciannya?page=all
    2. Iqbal M. Hai Bunda! Ini 14 Provinsi yang Siap Buka Sekolah Tatap Muka [Internet]. news. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20210326091242-4-233004/hai-bunda-ini-14-provinsi-yang-siap-buka-sekolah-tatap-muka
    3. Sekolah Tatap Muka Sudah Berjalan, Tapi Belum Semua Guru di Bogor Dapat Vaksin Covid-19 [Internet]. Ayobogor.com. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://www.ayobogor.com/read/2021/03/24/10018/sekolah-tatap-muka-sudah-berjalan-tapi-belum-semua-guru-di-bogor-dapat-vaksin-covid-19
    4. Yulika N. Sebelum Sekolah Dibuka, KPAI Minta Guru dan Pekerja Sudah Vaksinasi Covid-19 [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 26 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/news/read/4515960/sebelum-sekolah-dibuka-kpai-minta-guru-dan-pekerja-sudah-vaksinasi-covid-19
    Read More
  • Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh turunan corona virus baru. Virus ini ditularkan  melalui kontak langsung dengan percikan yang berasal dari saluran napas orang terinfeksi (seperti batuk atau bersin). Orang juga bisa terinfeksi dengan hanya menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus ini kemudian menyentuh wajah (seperti mata, hidung, mulut). Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan […]

    Cara Mencegah Virus Corona Di Sekolah

    Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh turunan corona virus baru. Virus ini ditularkan  melalui kontak langsung dengan percikan yang berasal dari saluran napas orang terinfeksi (seperti batuk atau bersin). Orang juga bisa terinfeksi dengan hanya menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus ini kemudian menyentuh wajah (seperti mata, hidung, mulut).

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Meskipun virus ini masih baru dan banyak orang yang masih mencari tahu tentang virus ini, masyarakat perlu mengambil tindakan untuk mencegah penularannya, guna mengurangi dampak dari wabah ini. terutama membuat perlindungan bagi anak di fasilitas pendidikan.

    Protokol Utama di Area Pendidikan

    Di Indonesia sendiri telah menerbitkan prokol utama dalam penanganan kasus penyebaran Covid-19. Salah satunya protokol di area pendidikan, terdapat 15 poin di dalamnya yang harus diperhatikan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes), serta satuan pendidikan di daerah masing-masing. Antara lain:

    – Disdik melakukan koordinasi dengan Dinkes setempat untuk mengetahui rencana atau kesiapan daerah setempat dalam menghadapi Covid-19.

    – Menyediakan sarana untuk cuci tangan dengan air bersih dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol yang terletak di beberapa titik sekolah, sesuai jumlah yang dibutuhkan.

    – Menginstruksikan kepada warga sekolah untuk cuci tangan dengan air dan sabun serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti makan jajanan sehat dan membuang sampah pada tempatnya.

    – Membersihkan ruangan di lingkungan sekolah secara rutin dengan disinfektan. Khususnya pada tempat atau barang yang sering tersentuh oleh banyak orang. Serta memonitor ketidakhadiran warga sekolah, apabila ada yang tidak hadir karena sakit disarankan segera ke fasilitas kesehatan (Faskes) terdekat untuk memeriksakan diri.

    – Memberikan imbauan kepada warga sekolah yang sakit dengan gejala Covid-19 untuk isolasi diri di rumah dan tidak melakukan kontak dengan orang lain.

    – Tidak memberlakukan hukuman atau sanksi bagi siswa yang tidak masuk karena sakit.

    – Apabila tidak hadir karena sakit yang berkaitan dengan pernapasan dalam jumlah besar, Disdik berkoordinasi dengan Dinkes untuk mengambil tindakan pencegahan lebih lanjut.

    – Mengalihkan tugas pendidik dan tenaga kependidikan yang absen kepada tenaga kependidikan lain yang mampu.

    – Pihak institusi pendidikan harus bisa melakukan skrining awal terhadap warga sekolah yang mengeluh sakit. Selanjutkan akan dilakukan koordinasi dengan Dinkes untuk dilakukan pemeriksaan.

    – Memastikan makanan yang disediakan di sekolah merupakan makanan yang sehat dan dimasak dengan matang.

    – Mengimbau warga sekolah agar tidak berbagi makanan dan minuman. Termasuk juga peralatan makan, minum, dan alat musik tiup.

    – Menginstruksikan agar menghindari kontak fisik langsung seperti bersalaman, cium tangan, berpelukan, dan sebagainya.

    – Menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. Seperti berkemah dan studi wisata.

    – Melakukan skrining awal, seperti pengukuran suhu tubuh terhadap semua yang datang ke institusi pendidikan.

    Langkah-Langkah Pencegahan Corona di Lingkungan Sekolah:

    – Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)

    CTPS adalah singkatan dari Cuci Tangan Pakai Sabun. Guru dan orangtua harus bisa mengajarkan dan membiasakan anak-anak untuk rajin mencuci tangan. Cuci tangan bisa dilakukan saat akan memulai pelajaran di kelas, saat mau makan, setelah selesai dari kamar mandi, setelah bermain atau berkegiatan, dan saat tiba di rumah sepulang dari sekolah.

    Baca Juga: Protokol Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Tempat Kerja

    Sekolah dan orangtua perlu menyediakan tempat cuci tangan yang memang layak. Seperti memiliki akses air bersih dan juga sabun. Lebih baik lagi apabila disediakan juga hand sanitizer, tisu basah, tisu kering, dan tempat sampah untuk membuang sampah.

    – Mengaktifkan Ruang UKS

    Ruang UKS digunakan untuk penanganan awal apabila terdapat anak yang mulai ada gejala Covid-19. Hal ini untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan teman-temannya. Namun, selanjutnya langkah yang tepat adalah dilakukan pemeriksaan oleh dokter. Apapun penyakitnya, penanganan yang cepat dan tepat akan mencegah penyakit bertambah parah.

    – Menyemprot Ruang Kelas Dengan Disinfektan

    Pencegahan Covid-19 di sekolah yang paling penting salah satunya adalah melakukan penyemprotan ruang kelas dan seluruh kawasan sekolah secara rutin. Apalagi mengingat ruang kelas umumnya tertutup dan potensi penyebaran virusnya akan lebih besar.

    Bahkan barang-barang yang ada di ruang kelas seperti meja, buku, dan mainan yang sering disentuh oleh banyak orang sebaiknya dibersihkan juga secara rutin. Hal tersebut dilakukan guna mengurangi berkembangbiaknya virus maupun bakteri.

    – Gunakan Masker Dengan Benar

    Masker merupakan komponen yang paling penting dalam mencegah penularan virus Covid-19, karena pada dasarnya penularan virus melalui udara. Dan pemakaian masker bisa mengurangi penularan sampai 80 persen. Ajak anak menggunakan masker dengan benar, sehingga menutupi bagian mulut dan hidung.

    – Membawa Bekal Dari Rumah

    Makanan bisa menjadi salah satu penyebaran virus apabila terkena bersin atau tersentuh tangan orang yang sedang sakit. Maka dari itu, sebaiknya orangtua membekali anak dengan makanan rumah yang lebih terjamin kebersihannya. Disarankan makanan dimasak sampai matang, jangan mentah ataupun setengah matang, hal tersebut guna mengurangi paparan bakteri atau virus.

    – Sekolah mempromosikan pembatasan social (Social distancing)

    Tindakan social distancing bisa memperlambat penyebaran penyakit Covid-19. Sekolah bisa membatasi acara pertemuan dengan jumlah peserta yang banyak. Kemudian  mengikuti perkembangan fakta terbaru dan mengetahui informasi tentang Covid-19, seperti gejala, komplikasi, cara penyebarannya, cara menghentikannya, dsb. Tentunya informasi yang didapat harus berasal dari sumber-sumber terpercaya, seperti UNICEF, WHO, dan Kementerian Kesehatan.

    Baca Juga: Penerapan Protokol Kesehatan di Bioskop dan Area Bioskop

    Nah, Sahabat Sehat setelah mengetahui hal apa saja yang harus dilakukan guna mencegah Covid-19 di sekolah, kalian bisa terapkan apabila sudah kembali masuk ke sekolah. Dan jangan sampai lupa atau bosan dengan perintah 3M ya! Mencuci tangan, menjaga jarak, dan menggunakan masker.

    Selain dengan menerapkan protokol kesehatan Sahabat juga dapat memantau kesehatan dengan WISH Health Watch, smartwatch yang dapat diintegrasikan dengan ponsel cerdas Sahabat. Smartwatch akan membantu Sahabat supaya terhindar dari Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referesi

    1. Media, K., 2021. 7 Langkah Pencegahan Penularan Virus Corona di Lingkungan Sekolah Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://edukasi.kompas.com/read/2020/03/03/12104981/7-langkah-pencegahan-penularan-virus-corona-di-lingkungan-sekolah?page=all> [Accessed 18 February 2021].
    2. BP-PAUD DAN DIKMAS KALIMANTAN TIMUR. 2021. Langkah Pencegahan Penularan Virus Corona di Lingkungan Sekolah – BP-PAUD DAN DIKMAS KALIMANTAN TIMUR. [online] Available at: <https://pauddikmaskaltim.kemdikbud.go.id/langkah-pencegahan-penularan-virus-corona-di-lingkungan-sekolah/> [Accessed 18 February 2021].
    3. Who.int. 2021. [online] Available at: <https://www.who.int/docs/default-source/searo/indonesia/covid19/pesan-dan-kegiatan-utama-pencegahan-dan-pengendalian-covid-19-di-sekolah—indonesian–march-2020.pdf?sfvrsn=5cdfea17_2> [Accessed 18 February 2021].
    Read More

Showing 1–10 of 14 results

Chat Asisten ProSehat aja