Waspadai Kesehatan Menurun karena Polusi Udara yang Meningkat

Polusi udara adalah gabungan partikel kompleks dan gas yang berasal dari sumber pencemaran yang tidak alami timbul karena ada pengaruh atau campur tangan manusia atau aktifitas manusia dan alam yang mengalami modifikasi secara kimia di atmosfer. Menurut WHO, sekitar 2 juta kematian di Asia Tenggara berhubungan dengan polusi udara di dalam ataupun di luar ruangan. Berdasarkan Air Quality Index (AQI) beberapa bulan terakhir tahun 2019 dilaporkan kondisi kualitas udara di kota Jakarta dikategorikan tidak sehat/unhealthy (AQI >150).

Komponen polusi udara karbon hitam adalah “Polutan Iklim Berumur Pendek” (SLCP) yang merupakan komponen utama polusi udara PM2.5 yang berbahaya bagi kesehatan, terutama berasal dari kendaraan diesel, mesin diesel, batubara, kompor biomassa dan pembakaran limbah. Selain itu, ozon di permukaan tanah juga merupakan bentuk polutan yang berasal dari campuran polutan udara yang berasal dari kota atau daerah pedesaan terdekat, termasuk metana dari limbah perkotaan, sampah, pertanian, serta Nitrit Oksida (Nox) dari kendaraan.

Polusi udara sangat berbahaya karena merupakan faktor risiko terjadinya penyakit paru dan pernapasan (seperti infeksi saluran pernapasan akut/ISPA, asma, bronkitis, penyakit paru obstruktif kronik/PPOK dan kanker paru). Selain itu, polusi udara juga berhubungan dengan risiko terjadinya penyakit jantung dan stroke. Pada anak, polusi udara juga berhubungan dengan risiko penyakit ISPA yang sering kambuh, penurunan fungsi paru yang sering menimbulkan gejala sesak napas, risiko kanker pada anak, gangguan perkembangan mental dan motorik, serta gangguan kognitif pada anak maupun remaja.

Nah, bagaimana caranya agar kita dapat terhindar dari penyakit yang disebabkan karena polusi udara?Pastinya, kita harus selalu menjalankan gaya hidup sehat, seperi konsumsi makanan sehat dan banyak mengandung antioksidan seperti sayur dan buah, olahraga teratur, tidak merokok, mencuci tangan dan kelola stres. Selain itu, mulai menggunakan transportasi umum dan menghindari membakar sampah dapat dilakukan untuk mengurangi polusi udara. Gunakan masker atau respirator dengan kemampuan filtrasi partikel yang maksimal (kemampuan filtrasi ≥ 95%) dan perhatikan cara penggunaan masker atau respirator yang benar dan tepat.

Kemudian, cek kesehatan berkala dan lakukan konsultasi dengan dokter bila Sahabat mengalami gejala-gejala yang menunjukkan adanya penyakit akibat polusi udara. Tetap waspada dengan polusi udara yang ada di sekitar Sahabat. Salam Sehat!

instal aplikasi prosehat

Referensi:

  1. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Press release “perhimpunan dokter paru indonesia (pdpi) menyikapi polusi udara di kota Jakarta.”Jakarta: PDPI.
  2. World Health Organization. Air pollution, climate, and health. Geneva: WHO.
Read More