Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ perilaku 5M”

  • Sahabat Sehat, Indonesia kembali kedatangan vaksin Sinovac sejumlah 6 juta bulk atau bahan baku pada Minggu, 18 April 2021, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya! Menteri Kesehatan, Budi Gunawan Sadikin hadir untuk menerima kedatangan vaksin Sinovac. Ia mengungkapkan bahwa kedatangan vaksin Sinovac ini merupakan bagian dari […]

    Datang Lagi 6 Juta Vaksin Sinovac, Vaksinasi Covid-19 Jalan Terus!

    Sahabat Sehat, Indonesia kembali kedatangan vaksin Sinovac sejumlah 6 juta bulk atau bahan baku pada Minggu, 18 April 2021, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

    vaksinasi covid-19 jalan terus

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya!

    Menteri Kesehatan, Budi Gunawan Sadikin hadir untuk menerima kedatangan vaksin Sinovac. Ia mengungkapkan bahwa kedatangan vaksin Sinovac ini merupakan bagian dari 140 juta  bulk vaksin Sinovac yang akan diterima sepanjang 2021. Sebelumnya, Indonesia telah menerima 59,5 juta bulk vaksin sejak kedatangan pertama pada Desember 2020.

    Dengan kedatangan jumlah bulk vaksin yang baru ini, Menteri Budi Gunawan meminta setiap kepala daerah untuk terus menjalankan program vaksinasi Covid-19 di bulan Ramadan terutama karena telah dikeluarkannya fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan bahwa vaksinasi selama bulan Ramadan tidak membatalkan puasa.

    Baca Juga: Boleh Vaksin di Bulan Ramadan, Berikut Tips dan Persiapannya!

    Program vaksinasi dari April hingga Mei akan tetap memprioritaskan masyarakat golongan lanjut usia karena rentan terinfeksi Covid-19.

    Meskipun telah mendapatkan vaksinasi Covid-19, Sahabat Sehat tetap perlu melaksanakan protokol kesehatan 5 M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilisasi), serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) agar vaksinasi Covid-19 yang telah dilakukan tetap berjalan efektif.

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Nah, Sahabat Sehat dapat berkonsultasi lebih lanjut mengenai vaksinasi Covid-19 ataupun melakukan pemeriksaan Covid-19 di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. TV K. [FULL] Pernyataan Menkes Budi Gunadi Terkait Kedatangan 6 Juta Bulk Vaksin Sinovac [Internet]. Kompas.tv. 2021 [cited 18 April 2021]. Available from: https://www.kompas.tv/amp/article/165745/videos/full-pernyataan-menkes-budi-gunadi-terkait-kedatangan-6-juta-bulk-vaksin-sinovac

     

     

    Read More
  • Indonesia diprediksi dapat mencapai kondisi herd immunity atau kekebalan kelompok sebesar 70% pada Maret 2022. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Rabu, 17 Maret 2021. Baca Juga: Jumlah Kebutuhan Vaksin di Indonesia 181,5 Juta Jiwa Alasan Suharso menyatakan hal tersebut adalah karena sejak […]

    Mungkinkah Indonesia Mencapai Herd Immunity pada Maret 2022?

    Indonesia diprediksi dapat mencapai kondisi herd immunity atau kekebalan kelompok sebesar 70% pada Maret 2022. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Rabu, 17 Maret 2021.

    Indonesia mencapai herd immunity

    Baca Juga: Jumlah Kebutuhan Vaksin di Indonesia 181,5 Juta Jiwa

    Alasan Suharso menyatakan hal tersebut adalah karena sejak Januari 2021, Indonesia sudah memulai vaksinasi Covid-19 yang menyasar pada semua elemen termasuk kelompok prioritas seperti tenaga kesehatan, lansia, dan petugas publik. Apalagi angka per hari peserta vaksin adalah 300.000 orang.

    Indonesia disebut dapat mencapai herd immunity apabila target vaksinasi terhadap 181,5 juta orang tercapai. Jumlah tersebut setara dengan minimum 70% yang ditetapkan World Health Organization (WHO), karena hal itulah pemerintah terus mempercepat vaksinasi massal.

    Untuk bisa mencapai herd immunity selain dengan mempercepat vaksinasi massal, juru bicara Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, mengatakan cara lain yang dilakukan adalah terus menambah jumlah vaksinator (tenaga pemberi vaksin).

    Kendala Dalam Vaksinasi

    Seperti dilansir dari Detikcom, Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Profesor Amin Subandrio menyatakan bahwa belum bisa dipastikan apakah Indonesia dapat mencapai herd immunity pada 2022.

    Karena hal tersebut berkaitan dengan beberapa faktor seperti seberapa cepat herd immunity dapat tercapai, efikasi vaksin, hingga berapa lama waktu proteksi setelah divaksin.

     Baca Juga: Vaksin yang Disetujui WHO Beserta Tingkat Efektivitas dan Efikasinya

    Faktor-faktor lainnya adalah ketersediaan dan kesediaan vaksin yang berpengaruh pada pemberian walaupun vaksinasi memberikan proteksi jangka panjang.

    Hal tersebut berdasarkan data bahwa target 1 juta vaksinasi Covid-19 per harinya masih belum tercapai, dan Kementerian Kesehatan telah berupaya meningkatkan jumlah peserta vaksin dari 200.000 – 300.000 orang per hari, hingga mencapai 500.000 orang per hari.

    Percepatan vaksinasi untuk mencapai herd immunity ini menurutnya harus segera dilakukan untuk mengantisipasi mutasi virus B117 yang sudah masuk di Indonesia.

    Penanganan Virus Belum Optimal

    Meskipun Indonesia disebut dapat mencapai herd Immunity pada Maret 2022, Menteri Suharso menyatakan bahwa pandemi masih akan tetap ada, dikarenakan penanganan virus yang belum optimal hingga saat ini.

    Ia menyebut  ada beberapa indikator seperti cara pencegahan termasuk 3T (tes, tracing, dan tracking) yang masih masih terbatas, belum terintegrasinya sistem surveilans penyakit serta masih kurangnya kapasitas pengujian di laboratorium.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Kedua, fasilitas kesehatan dan farmasi serta alat kesehatan belum optimal. Ketiga, masih  terbatasnya tenaga medis dan keempat belum efisiennya pembiayaan kesehatan.

    Cara Mencapai Herd Immunity Secara Alami

    Karena kondisi di atas tersebut, Sahabat sebenarnya dapat mencapai herd immunity sembari menunggu divaksin secara massal. Profesor Amin Subandrio, menyebut bahwa mengonsumsi makanan sehat dan multivitamin merupakan cara yang dapat dilakukan untuk menciptakan kekebalan.

    Produk Terkait: Jual Multivitamin

    Kemudian cara selanjutnya adalah dengan membiarkan suatu populasi terinfeksi virus sehingga terbentuk imunitas alami. Namun, Profesor Amin menganggap hal ini tidak etis. Ia menyatakan bahwa cara terbaik untuk mencapai herd immunity adalah dengan pemberian vaksin.

    Sahabat, supaya herd immunity dapat tercapai sesuai prediksi maka jangan ragu untuk melakukan vaksinasi karena pemberian vaksin dapat memberi perlindungan dan pencegahan yang optimal.

    Sebelum dan sesudah di vaksin, Sahabat sebaiknya tetap menerapkan protokol kesehatan 5M (mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilisasi dan interaksi), dan menjalani pola hidup bersih dan sehat.

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Sahabat juga dapat melakukan deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. RI Diprediksi Capai Herd Immunity pada Maret 2022 [Internet]. CNNindonesia.com. 2021 [cited 18 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210317141146-532-618615/ri-diprediksi-capai-herd-immunity-pada-maret-2022
    2. Pemerintah Berupaya Percepat Terciptanya <em>Herd Immunity</em> |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2021 [cited 18 March 2021]. Available from: https://www.republika.co.id/berita/qq4k4q354/pemerintah-berupaya-percepat-terciptanya-emherd-immunityem
    3. K N. Indonesia Capai Herd Immunity Tahun 2022? Tak Segampang Itu [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 18 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5496976/indonesia-capai-herd-immunity-tahun-2022-tak-segampang-itu
    4. Azizah K. Agar ‘Bebas’ Corona, Pakar Jelaskan 3 Cara Bentuk Herd Immunity COVID-19 [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 18 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5491007/agar-bebas-corona-pakar-jelaskan-3-cara-bentuk-herd-immunity-covid-19
    Read More
  • Pandemi Covid-19 masih terus berlangsung hingga saat ini, bahkan sudah lebih dari 10 bulan, tetapi belum ada tanda-tanda kapan Covid-19 akan berakhir. Penyebaran virus Corona dapat terjadi melalui droplets yang menyebar. Droplets merupakan tetesan cairan yang berasal dari batuk atau bersin. Kasus yang terkena virus covid-19 mengalami peningkatan membuat banyak rumah sakit di Indonesia penuh. Baca […]

    Cara Memantau Kesehatan Diri Sendiri, Keluarga, dan Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19

    Pandemi Covid-19 masih terus berlangsung hingga saat ini, bahkan sudah lebih dari 10 bulan, tetapi belum ada tanda-tanda kapan Covid-19 akan berakhir. Penyebaran virus Corona dapat terjadi melalui droplets yang menyebar. Droplets merupakan tetesan cairan yang berasal dari batuk atau bersin. Kasus yang terkena virus covid-19 mengalami peningkatan membuat banyak rumah sakit di Indonesia penuh.

    memantau kesehatan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat

    Baca Juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai Sejuta

    Banyak pasien yang meski dirawat di rumah sakit tidak mendapat tempat tidur, sehingga terpaksa dipulangkan ke rumah. Lalu, apa yang harus dilakukan jika Sahabat Sehat tinggal serumah dengan keluarga yang didiagnosis positif Covid-19 dan harus menjaga agar tidak tertular? Berikut adalah hal yang harus Sahabat Sehat lakukan saat merawat keluarga yang terinfeksi Covid-19 atau saat ada orang yang terinfeksi Covid-19 di rumah:

    Selalu Pakai Masker

    Selalu memakai masker jika Sahabat Sehat berada satu atap dengan keluarga yang terinfeksi Covid-19. Memakai masker adalah hal yang paling penting untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari virus corona. Pemakaian masker wajib dilakukan meski Sahabat Sehat sedang membersihkan rumah, bekerja di rumah, membuatkan makanan, atau apa pun aktivitasnya karena virus corona menyebar lewat tetesan pernapasan (droplets) dan aerosol. Oleh karena itu, Sahabat Sehat harus memakai masker untuk mengurangi penyebaran cairan tetesan pernapasan (droplets).

    Produk Terkait: Jual Masker Medis

    Menjaga Kesehatan Mental

    Protokol kesehatan meminta setiap orang yang tinggal serumah dengan orang positif Covid-19 harus mengisolasi diri selama 14 hari. Ini artinya tidak boleh meninggalkan rumah apapun alasannya, kecuali mencari perawatan medis dalam keadaan darurat. Mengingat dampak yang ditimbulkan pada kesehatan mental, sangat penting untuk melakukan beberapa hal yang dapat membantu seperti: tetap berhubungan dengan keluarga dan teman melalui telepon. Kemudian, Sahabat Sehat bisa menjadwalkan hari-hari tertentu untuk melakukan obrolan video dengan setiap anggota keluarga.

    Bersihkan Ruangan Bersama Secara Teratur

    Hal yang tak kalah pentingnya adalah membersihkan ruangan bersama secara teratur. Semua permukaan yang disentuh harus sering dibersihkan dengan disinfektan. Selain mencegah virus Corona, hal ini bisa membantu penyebaran dan menginfeksi anggota keluarga yang lain. Menjaga kebersihan rumah juga akan membantu memberikan rasa aman dan nyaman saat semua orang diisolasi bersama. Sahabat sehat juga perlu menyediakan ruangan yang punya udaha bagus. Ventilasi yang cukup juga penting untuk melindungi diri, serta Sahabat Sehat harus membuka jendela dan pintu sepanjang hari jika memungkinkan.

    Baca Juga: Cara Membersihkan Tempat Kerja dari Virus Corona

    Menghubungi Petugas Medis Jika Diperlukan

    Dalam beberapa kasus, Sahabat Sehat mungkin perlu mencari pertolongan dan dukungan medis saat merawat seseorang dengan virus corona. Sebagai contoh, jika pasien Covid-19 tiba-tiba mengalami sesak, nyeri dada, atau kehilangan kesadaran segeralah cari pertolongan medis.

    Sahabat sehat jangan lupa untuk memeriksakan kesehatan dan melakukan tes swab Covid-19 bila ada anggota keluarga yang terkena Covid-19. Hal ini bertujuan untuk memutus rantai penularan virus ini. Bila ternyata Sahabat Sehat tertulari virus ini, jangan panik, ya. Tetap lakukan protokol kesehatan, ya.

    Baca Juga: Penerapan Protokol Kesehatan di Bioskop dan Area Bioskop

    Nah, Sahabat Sehat setelah mengetahui apa saja cara yang harus dilakukan untuk memantau kesehatan diri sendiri, keluarga serta masyarakat dari Covid-19, kalian bisa lakukan apabila merasa mengalami gejala apapun demi kesehatan kita bersama. Dan jangan sampai lupa atau bosan dengan perintah 5M ya! Mencuci tangan, menjaga jarak, menggunakan masker, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi

    Sahabat Sehat juga bisa menggunakan smartwatch WISH atau jam tangan pintar yang berbasis kecerdasan buatan. Jam tangan tersebut mampu berfungsi sebagai alat bantu pemantau kesehatan yang multifungsi bagi penggunanya terutama di masa pandemi Corona ini sehingga Sahabat dapat terhindar dari Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. 6 Cara Merawat Keluarga yang Terinfeksi Covid-19 di Rumah Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://www.kompas.com/sains/read/2021/01/20/100000423/6-cara-merawat-keluarga-yang-terinfeksi-covid-19-di-rumah?page=all> [Accessed 18 February 2021].
    2. Media, K., 2021. Panduan Lengkap Kesehatan Keluarga untuk Cegah Virus Corona Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/17/080200065/panduan-lengkap-kesehatan-keluarga-untuk-cegah-virus-corona?page=all> [Accessed 18 February 2021].
    3. Budi, N., 2021. 10 Tips Agar Tak Tertular Jika Ada Anggota Keluarga yang Positif Corona COVID-19. [online] liputan6.com. Available at: <https://www.liputan6.com/bola/read/4223535/10-tips-agar-tak-tertular-jika-ada-anggota-keluarga-yang-positif-corona-covid-19> [Accessed 18 February 2021].
    4. Kemkes.go.id. 2021. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. [online] Available at: <https://www.kemkes.go.id/folder/view/full-content/structure-faq.html> [Accessed 18 February 2021].
    Read More
  • Pandemi Covid-19 akrab dengan perilaku 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Perilaku ini diperlukan untuk mengurangi penyebaran virus. Selain dengan 3M, hal lain yang harus dilakukan adalah PHBS atau perilaku hidup bersih dan sehat serta jangan lupa melakukan tes deteksi dini sebagai bagian dari 3T. Seiring dengan perkembangan virus, 3M sudah dianggap […]

    Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Pandemi Covid-19 akrab dengan perilaku 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Perilaku ini diperlukan untuk mengurangi penyebaran virus. Selain dengan 3M, hal lain yang harus dilakukan adalah PHBS atau perilaku hidup bersih dan sehat serta jangan lupa melakukan tes deteksi dini sebagai bagian dari 3T. Seiring dengan perkembangan virus, 3M sudah dianggap tidak lagi relevan.

    perilaku 5M

    Baca Juga: Penerapan Protokol Kesehatan di Bioskop dan Area Bioskop

    Hal itu diungkapkan oleh epidemiolog Dicky Budiman yang menilai 3M tidak cukup untuk meminimalkan penyebaran virus berkaitan dengan jumlah penderita Covid-19 di Indonesia yang semakin hari semakin naik. Apalagi jumlah penderita virus ini di Tanah Air sudah mencapai angka 1 juta. Karena kondisi yang demikian, Dicky menyarankan untuk semua orang melakukan 5M.

    Apa Itu 5M?

    5M merupakan protokol kesehatan sebagai pelengkap 3M. Itu artinya, ada dua hal baru yang ditambahkan dalam 5M ini. Berikut yang termasuk 5M tersebut:

    • Memakai masker
    • Mencuci tangan memakai sabun di air yang mengalir
    • Menjaga jarak
    • Menjauhi kerumunan
    • Membatasi mobilisasi dan interaksi

    Mengapa 5M Perlu?

    Seperti diungkapkan oleh Dicky Budiman, 5M adalah untuk menjawab permasalahan perkembangan pandemi. Ia menilai bahwa perkembangan pandemi bersifat dinamis, dan tidak bisa berpatokan pada satu metode saja secara statis. Apabila pemerintah tidak melaksanakan 5M, penanganan Covid-19 yang ada akan tidak optimal sama sekali, dan akan terus menambah jumlah kasus. 5M ini perlu untuk membantu strategi isolasi, karantina, dan 3T. Untuk pelaksanaannya pun harus merata di seluruh Indonesia. Ia juga berpendapat bahwa 5M hendaknya tetap dilaksanakan hingga dua tahun mendatang untuk mengoptimalkan kekebalan dari vaksinasi yang mulai dijalankan pemerintah.

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Perlu Konsistensi

    Pakar kesehatan sekaligus guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Prof. Dr. Cissy Kartasasmita mengungkapkan bahwa 5M yang dijalankan haruslah konsisten dijalankan terutama oleh para selebritis yang kerap dijadikan contoh oleh masyarakat. Melibatkan para selebritis adalah upaya tepat untuk menjalankan 5M secara utuh dan menyeluruh. Karena itu, mereka diharapkan dapat menjalankannya saat tak hanya berada di depan kamera. Selain selebritis, pelibatan para tokoh agama juga hal yang penting supaya 5M benar-benar dijalankan sehingga upaya mengurangi penyebaran virus akan semakin optimal.

    Baca Juga: Social Distancing, Pentingnya Menjaga Jarak 5 Langkah

    Itulah mengenai 5M sebagai pengganti 3M yang tidak lagi relevan untuk dapat meminimalkan penyebaran virus secara efektif serta mengakhiri pandemi. Dengan catatan, semua dijalankan secara benar dan konsisten. Yuk, Sahabat Sehat, mulailah terapkan 5M dan PHBS, serta jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Ekonomi W. 3M Tak Lagi Relevan, Epidemiolog Usul Terapkan 5M untuk Cegah Covid-19 [Internet]. Warta Ekonomi. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: https://www.wartaekonomi.co.id/read321713/3m-tak-lagi-relevan-epidemiolog-usul-terapkan-5m-untuk-cegah-covid-19?page=all
    2. Mediatama G. ​Inilah 5M untuk pencegahan Covid-19 dan bedanya dengan 3M serta 3T [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/inilah-5m-untuk-pencegahan-covid-19-dan-bedanya-dengan-3m-serta-3t
    3. Ekonomi W. Pakar Epidemiologi: Protokol Kesehatan 5M Akan Bertahan Hingga 2 Tahun ke Depan [Internet]. Warta Ekonomi. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: https://www.wartaekonomi.co.id/read324451/pakar-epidemiologi-protokol-kesehatan-5m-akan-bertahan-hingga-2-tahun-ke-depan
    4. Pakar Ingatkan Figur Publik Harus Konsisten Terapkan 5M [Internet]. Antara News. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/1955288/pakar-ingatkan-figur-publik-harus-konsisten-terapkan-5m
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja