Segala Hal tentang Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

Penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK adalah salah satu penyakit pada paru-paru. Penyakit ini merupakan penyakit inflamasi atau peradangan bersifat kronis yang mengakibatkan aliran udara dari paru-paru terhambat sehingga membuat penderitanya kesulitan bernapas. Penyakit ini mempunyai dua jenis, yaitu:

  • Emfisema yang secara perlahan menghancurkan kantung udara di paru-paru sehingga menganggu keluarnya aliran udara. Hal ini terjadi akibat paparan asap rokok yang merusak beserta gas-gas dan materi partikulat yang membuat iritasi atau gangguan
  • Bronkitis yang menyebabkan peradangan dan penyempitan saluran bronkial yang memungkinkan menyebebkan pembentukan lendir, dan ditandai  oleh batuk berdahak setiap hari

Hampir seluruh orang di seluruh dunia mengalami dua jenis dari penyakit ini. Kedua kondisi ini dapat terjadi secara bersamaan dan berbeda berdasarkan tingkat keparahannya. Mereka yang menderita penyakit paru kronis berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung, kanker paru-paru dan lainnya.

PPOK

Baca Juga: Bagaimana Mengenali dan Mencegah Sakit Radang Paru

Penyebab PPOK

Penyebab orang terkena penyakit paru kronis ini sebagian besar adalah karena merokok. Biasanya penyakit ini terjadi di negara-negara berkembang termasuk Indonesia yang jumlah perokoknya termasuk yang sangat tinggi, yaitu 33% dan merupakan nomor tiga tertinggi di dunia berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2018. Penyebab lainnya adalah paparan asap yang berasal dari pembakaran dan pemanas di rumah yang sirkulasi udaranya kurang bagus. Selain penyebab-penyebab tadi, PPOK kemungkinan juga dapat disebabkan oleh faktor turunan. Orang-orang yang menderita salah satu penyakit tidak menular ini mengalami kekurangan protein yang disebut dengan alpha-1-antitrypsin. Kekurangan ini menyebabkan paru-paru memburuk, serta dapat juga memengaruhi kondisi hati.

Gejala Penyakit

Gejala awal biasanya ditandai dengan kesulitan bernapas. Awalnya gejala ini bersifat ringan  yaitu batuk intermiten dan sesak napas kemudian menjadi lebih sering sehingga menyebabkan kesulitan bernapas. Hal yang demikian akan memunculkan eksaserbasi akut. Gejala ringan dari penyakit paru kronis ini sering disamakan dengan flu.

Berikut ini adalah beberapa gejalanya:

  • sesak napas, terutama setelah berolahraga
  • batuk ringan tapi berulang
  • Sering-sering berdehem, terutama di pagi hari

Gejala-gejala di atas dapat memburuk, dan bahkan timbul gejala-gejala lain seperti mengi atau napas yang berbunyi, merasakan sesak di dada, sering masuk angin, penurunan berat badan, kesulitan mengatur napas, tidak dapat berbicara, dan merasa lemas. Jika hal yang demikian terjadi, segera hubungi dokter.

Baca Juga: Yuk, Kenali Pneumonia dan Pencegahannya Lebih Lanjut

Cara Mengetahui Terkena PPOK

Diagnosis perlu dilakukan untuk mengetahui penyakit paru ini. Segera beritahukan dokter jika Sobat:

  • Mengalami gejala-gejala yang dirasakan
  • Perokok atau pernah punya riwayat merokok
  • Paru-paru terkena iritasi sewaktu bekerja
  • Terpapar asap rokok atau menjadi perokok pasif
  • Memiliki riwayat penyakit yang sama di dalam keluarga atau turunan
  • Menderita asma
  • Mengonsumsi obat bebas atau yang diresepkan

Selama pemeriksaan secara fisik, dokter akan menggunakan stetostoskop untuk mendengarkan paru-paru saat Sobat bernapas. Setelah itu, dokter akan merekomendasikan Sobat untuk menjalani beberapa tes berikut supaya mendapat gambaran secara lengkap. Tes-tes ini akan membantu menentukan apakah sobat menderita PPOK atau kondisi lain seperti asma, penyakit paru restriktif, atau gagal jantung.

Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Spirometri untuk menilai fungsi paru-paru
  • Tes pencitraan menggunakan rontgen yang diarahkan ke dada atau CT scan untuk mendapatkan gambaran rinci tentang paru-paru, pembuluh darah, dan jantung
  • Analisa gas darah yang melibatkan pengambilan sampel darah dari arteri untuk mengukur oksigen darah, karbon dioksida, dan kadar gas penting lainnya dalam darah

Penanganan

Ada beberapa penanganan yang dapat dilakukan untuk pengidap PPOK agar dapat meredakan gejala, mencegah komplikasi seperti kanker paru-paru, infeksi pernapasan, penyakit hati, dan memperlambat perkembangan penyakit. Penanganan-penanganan itu adalah sebagai berikut:

Pengobatan

Pengobatan pada penyakit tidak menular ini adalah menggunakan bronkodilator, yaitu obat yang membantu mengendurkan otot-otot saluran udara dan memperlebar saluran udara sehingga memudahkan bernapas, dan digunakan melalui inhaler atau nebulizer. Obat lain yang dapat ditambahkan adalah Glukokortikostreoid. Cara lain untuk mencegahnya dapat melalui vaksinasi seperti vaksinasi flu, vaksinasi pneumokokus, dan vaksinasi pertusis.

Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Pneumonia ke Rumah

Terapi Oksigen

Penanganan kedua adalah melalui terapi oksigen apabila tingkat oksigen dalam tubuh menjadi rendah. Terapi ini berupa penambahan oksigen melalui masker atau kanula hidung.

Operasi

Operasi merupakan cara terakhir apabila penyakit paru obstruktif kronis yang dirasakan semakin parah atau pengobatan dengan cara sebelumnya gagal. Salah satu operasi yang dilakukan adalah bulektomi yang selama operasi dokter yang membedah akan menghilangkan ruang udara abnormal yang besar atau bula dari paru-paru. Operasi lainnya adalah pengurangan volume paru-paru, dengan mengangkat jaringan paru-paru bagian atas yang rusak atau dalam beberapa kasus menggunakan transplantasi paru-paru.

Pencegahan

PPOK sering disebabkan karena merokok, sehingga cara terbaik untuk mencegah terkena penyakit ini adalah berhenti merokok. Cara ini terbilang tidak mudah terutama bagi para pencandu rokok akut sehingga harus pelan-pelan. Selain berhenti merokok, pencegahan lain adalah dengan menggunakan alat pelindung pernapasan apabila di tempat kerja Sobat yang terpapar asap yang mengandung zat kimia atau debu. Selain itu, Sobat dapat menggunakan vaksinasi seperti flu dan pneumokokus untuk pencegahan yang terbaik, dan konsultasikan dengan dokter jika mengalami depresi akibat penyakit ini.

Baca Juga: Ingin Berhenti Merokok? Konsumsilah 6 Makanan Berikut Ini

Jangan lupa juga untuk konsumsi makanan dan minuman yang bergizi dan bernutrisi tinggi seperti buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian, dan susu, serta makanan dan minuman yang tentunya mengandung protein. Kemudian jangan sampai dilewatkan mengonsumsi air putih 8 gelas per hari yang dapat membantu mengencerkan lendir di paru. Hindari minuman-minuman berkafein yang berpotensi mengganggu pengobatan yang sedang dijalani.

Nah, mulai diingat ya Sobat bahwa PPOK yang merupakan salah satu penyakit paru kronis dapat menyebabkan kematian jika tidak benar-benar segera ditangani dengan serius, serta dapat menimbulkan komplikasi seperti kanker paru-paru dan tekanan darah tinggi di arteri paru-paru. Pencegahan juga dapat dilakukan melalui vaksinasi seperti vaksinasi flu dan pneumokokus, Sobat dapat melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

  • Produk dijamin asli
  • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
  • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
  • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
  • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
  • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

  1. COPD – Symptoms and causes [Internet]. Mayo Clinic. 2020 [cited 19 November 2020]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/copd/symptoms-causes/syc-20353679
  2. Encyclopedia M, (COPD) C. Chronic obstructive pulmonary disease (COPD): MedlinePlus Medical Encyclopedia [Internet]. Medlineplus.gov. 2020 [cited 19 November 2020]. Available from:https://medlineplus.gov/ency/article/000091.htm
  3. COPD: Stages, Causes, Treatment, and More [Internet]. Healthline. 2020 [cited 19 November 2020]. Available from: https://www.healthline.com/health/copd
  4. Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2020 | Komnas PT [Internet]. Komnaspt.or.id. 2020 [cited 19 November 2020]. Available from: https://komnaspt.or.id/siaran-pers/hari-tanpa-tembakau-sedunia-2020/
Read More