Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ penyakit komorbid”

  • Mengapa Penderita Asma Bisa Terkena Covid-19? Penyakit asma dan Covid 19 sama-sama menyerang sistem pernapasan, sehingga penderita asma lebih mudah terinfeksi virus. Berdasarkan sebuah studi menunjukan bahwa hubungan antara Covid-19 dan asma ternyata jauh lebih rumit daripada yang diperkirakan sebelumnya. Baca Juga: Perbedaan Pneumonia dan Covid-19 Para ilmuwan telah mengidentifikasi apabila seseorang terinfeksi Covid 19 […]

    Berikut Kiat Penderita Asma Menghadapi Covid-19

    Mengapa Penderita Asma Bisa Terkena Covid-19?

    Penyakit asma dan Covid 19 sama-sama menyerang sistem pernapasan, sehingga penderita asma lebih mudah terinfeksi virus. Berdasarkan sebuah studi menunjukan bahwa hubungan antara Covid-19 dan asma ternyata jauh lebih rumit daripada yang diperkirakan sebelumnya.

    asma dan covid-19

    Baca Juga: Perbedaan Pneumonia dan Covid-19

    Para ilmuwan telah mengidentifikasi apabila seseorang terinfeksi Covid 19 dan mengalami peradangan paru-paru yang berat, dapat memicu serangan asma. Hal tersebut membuat pasien berisiko mengalami perburukan kondisi.

    Apakah Gejala Asma sama dengan Covid-19?

    Keduanya sama sama memiliki keluhan sesak nafas. Meski begitu ternyata ada perbedaan mengenai sesak nafas pada keduanya. Dikutip dari Antaranews.com, perbedaan itu berkisar pada lama gejala sesak nafas yang dialami.

    Pada penyakit asma, sesak dapat berlangsung dalam waktu singkat hingga berjam-jam sedangkan pada Covid-19 dapat dialami hingga 7-25 hari, baik ringan maupun sedang. Sesak napas pada penderita asma biasanya diawali dengan batuk dan mengi (nafas berbunyi) sedangkan pada Covid-19, dapat disertai batuk.

    Baca Juga: Yuk, Kenali Bahaya Pneumonia dan Pencegahannya Lebih Lanjut

    Pada akhirnya penderita Covid-19 tidak selalu diawali dengan keluhan sesak nafas. Banyak yang mengeluhkan sakit kepala, meriang, tidak enak badan, demam, nyeri sendi, hingga kehilangan indera penciuman.

    Lalu Bagaimana Kiat Supaya Penderita Asma Terhindar dari Covid-19?

    Karena penderita asma lebih berisiko terinfeksi Covid-19, ada beberapa kiat yang dapat dilakukan supaya terhindar dari salah satu virus mematikan tersebut, yaitu:

    Tetap Menggunakan Inhaler

    Inhaler harus tetap digunakan setiap hari sesuai resep yang dianjurkan dokter, yang dapat membantu mengurangi risiko serangan asma yang dipicu oleh virus yang menyerang sistem pernapasan.

    Pastikan untuk tetap memiliki inhaler dalam persediaan selama masa pandemi ini. Apabila persediaan kurang, konsultasikan dengan dokter dan layanan kesehatan untuk membuat resep darurat. Gunakan layanan telemedicine, untuk mempermudah berkonsultasi selama masa pandemi.

    Jangan Sembarangan Mengonsumsi Obat

    Selain inhaler, banyak penderita asma yang juga menggunakan obat golongan steroid atau glukokortikoid untuk mengobati asma. Namun hal tersebut tidak disarankan karena tidak dapat memberi respons stres yang normal dan berisiko tinggi jika terinfeksi virus Covid-19. Konsultasikan kembali dengan dokter sebelum menggunakan obat.

    Produk Terkait: Jual Decadryl Expectorant Sirup 120 ml

    Kelola Stres dengan Baik

    Penderita asma disarankan untuk mengelola stres dengan baik. Sebab kondisi stres dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, dan secara tidak langsung membuat tubuh mudah terinfeksi Covid-19. Sahabat disarankan untuk berolahraga, konsumsi makanan sehat, melakukan meditasi untuk mengurangi stres, membatasi penggunaan ponsel, televisi, dan komputer.

    Lakukan Tindakan Pencegahan Khusus di Rumah

    Selama masa pandemi disarankan untuk melakukan isolasi, namun perlu di jaga kebersihan ruangan dan hindari faktor pemicu serangan asma. Jika memiliki hewan peliharaan, sebaiknya dijaga kebersihannya. Mintalah orang lain untuk membersihkan rumah dengan alat penghisap debu.

    Lakukan Vaksinasi Flu

    Penderita asma rupanya juga berisiko terinfeksi flu, yang hampir mirip dengan Covid-19. Untuk pencegahan, penderita asma disarankan untuk melakukan vaksinasi flu. Vaksinasi ini cukup membantu dalam membangun kekebalan tubuh meskipun tidak bisa melindungi diri dari Covid-19.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Itulah Sahabat mengenai penyakit asma yang berhubungan dengan Covid-19. Untuk pencegahan penyakit kronis seperti asma, Sahabat bisa melakukan vaksinasi flu di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai keunggulan sebagai berikut:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Afani A. 5 Fakta Meninggalnya Rina Gunawan, Kena COVID-19 hingga Dirawat di ICU [Internet]. trending. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://www.haibunda.com/trending/20210302220014-93-195876/5-fakta-meninggalnya-rina-gunawan-kena-covid-19-hingga-dirawat-di-icu
    2. Mengenal Asma dan Covid-19 yang Diderita Rina Gunawan Sebelum Wafat : Okezone Lifestyle [Internet]. https://lifestyle.okezone.com/. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://lifestyle.okezone.com/read/2021/03/03/481/2371301/mengenal-asma-dan-covid-19-yang-diderita-rina-gunawan-sebelum-wafat
    3. Perbedaan sesak nafas karena asma dan COVID-19 [Internet]. Antara News. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/2024376/perbedaan-sesak-nafas-karena-asma-dan-covid-19
    4. Media K. Yang Harus Dilakukan Penderita Asma agar Tak Terinfeksi Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/04/09/071500020/yang-harus-dilakukan-penderita-asma-agar-tak-terinfeksi-covid-19?page=all
    Read More
  • Diabetes merupakan salah satu penyakit dengan tingkat kematian tertinggi di Indonesia setelah penyakit jantung. Data International Diabetes Federation menyatakan prevalensinya berkisar 6.2%, yaitu 10 juta orang dari 260  juta orang penduduk Indonesia. Hal tersebut berarti 1 dari 25 orang Indonesia terdeteksi menderita Diabetes  Karena hal demikian, Diabetes menjadi salah satu penyakit yang butuh perhatian khusus. […]

    Kiat Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19

    Diabetes merupakan salah satu penyakit dengan tingkat kematian tertinggi di Indonesia setelah penyakit jantung. Data International Diabetes Federation menyatakan prevalensinya berkisar 6.2%, yaitu 10 juta orang dari 260  juta orang penduduk Indonesia.

    Hal tersebut berarti 1 dari 25 orang Indonesia terdeteksi menderita Diabetes  Karena hal demikian, Diabetes menjadi salah satu penyakit yang butuh perhatian khusus.

    Namun, timbul pertanyaan bagaimana para pengidap diabetes atau diabetes pada masa pandemi Covid-19 ini mengingat penyakit tersebut juga termasuk yang berbahaya?

    Apalagi Diabetes sendiri juga dinyatakan sebagai penyakit komorbid atau penyerta sehingga para diabetasi juga rentan terpapar virus Covid-19. Fakta juga menunjukkan bahwa 34,4% kasus penderita Diabetes di Indonesia juga terpapar virus Covid-19.

    kiat pengidap diabetes

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    Mengapa Pengidap Diabetes Rentan Terkena Covid-19?

    Penderita diabetes rentan terkena Covid-19 dikarenakan kadar gula darah yang tidak stabil. Hal itulah yang dapat meningkatkan risiko komplikasi Covid-19 bagi diabetes.

    Infeksi Covid-19 sendiri membuat penyakit diabetes akan sulit diobati karena sistem kekebalan tubuh pada diabetes yang terganggu. Akibatnya, tubuh akan lebih sulit melawan infeksi.

    Jika berhasil sembuh, waktu pemulihan juga jadi lebih lama sebab virus juga cenderung dapat berkembang di host yang memiliki kadar gula tinggi. Diabetes juga memiliki peradangan yang tinggi di seluruh tubuhnya. Saat terinfeksi virus dari saluran pernapasan, infeksinya lebih mudah berkembang menjadi pneumonia.

    Lalu apa saja kiat-kiat yang harus dilakukan diabetes dalam menghadapi Covid-19 supaya tidak terpapar?

    Perhatikan Gejala yang Muncul

    Cara pertama yang harus dilakukan adalah memperhatikan gejala-gejala yang muncul seperti batuk baru yang berkepanjangan, nyeri tenggorokan, demam, dan sesak napas. Jika sudah mengalami hal tersebut segeralah berkonsultasi ke dokter. Ketika berkonsultasi pastikan beberapa hal berikut:

    • Hasil cek gula darah tersedia
    • Catatan konsumsi cairan
    • Gejala yang dirasakan
    • Tanyakan mengenai pengelolaan diabetes

    Patuhi Protokol Kesehatan yang Ada

    Mematuhi protokol kesehatan juga merupakan cara penting bagi  diabetes untuk tidak terkena Covid-19, yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, dan tidak keluar rumah jika memang tidak ada urusan penting sama sekali.

    Kemudian jangan menyentuh mata, hidung, dan mulut karena hal tersebut dapat mempercepat penyebaran virus. Untuk mencuci tangan pakailah sabun atau alkohol terutama untuk bagian tangan yang terdapat alat infus.

    Cek gula darah

    Cek gula darah juga penting membantu diabetes menghadapi Covid-19. Cek ini dilakukan pada siang dan malam. Apabila kadar gula rendah atau di bawah 70 mg/dl konsumsilah 15 gram karbohidrat yang mudah dicerna seperti madu, selai, jeli, kembang gula, jus atau soda lalu periksa ulang gula darah dalam waktu 15 menit untuk mematikan kenaikannya.

    Jika kadar gula darah tinggi atau di atas 240 mg/dl, dan terjadi lebih dari dua kali secara berturut-turut, segera tanyakan dosis obat ke dokter.

    Produk Terkait: Alat Cek Gula Darah

    Selalu minum air putih

    Meminum air putih amat disarankan karena air putih sendiri bagaimana pun mempunyai dampak yang sangat positif bagi kesehatan.

    Meminum air putih akan menghindarkan diabetes dari dehidrasi yang tentu saja akan sangat berpengaruh pada kondisi tubuh. Apabila tidak meminum terlalu banyak usahakan meminum sedikit demi sedikit setiap 15 menit.

    Melakukan Diet Diabetes

    Yaitu, mengonsumsi sejumlah makanan sehat dan rendah karbohidrat seperti buah-buahan dan sayur. Konsumsilah dalam porsi sedikit dan teratur untuk mencegah naik-turunnya gula darah.

    Baca Juga: Menu Diet Diabetes: Perhatikan 3J (Jenis, Jumlah, dan Jam)!

    Lakukan Aktivitas Fisik Selama di Rumah

    Di rumah bukan berarti harus berdiam diri saja. Justru dengan berada di rumah menjadi kesempatan bagi Sobat yang menderita diabetes untuk melakukan aktivitas fisik seperti yoga dan olahraga ringan karena hal yang menciptakan imun tubuh secara alami tersebut akan membantu Sobat terhindar dari Covid-19.

    Pemakaian Insulin Tidak Terlewatkan

    Pemakaian insulin yang sangat penting untuk diabetes jangan sampai terlewatkan yang sudah disertai dengan dosis yang dianjurkan dokter. Hal ini penting untuk dapat mengontrol gula darah. Jangan lupa untuk tanyakan ke dokter apabila ada perubahan dosis.

    Siaga Obat-obatan

    Pastikan selalu bagi Sobat untuk selalu menyediakan obat-obatan yang diperlukan saat menderita diabetes. Persediaan obat yang tercukupi akan menghindarkan Sobat untuk bolak-balik ke fasilitas kesehatan yang tentu saja tidak aman di masa pandemi Corona.

    Cara yang bisa dilakukan apabila obat habis, dan tidak perlu bolak-balik ke fasilitas layanan kesehatan adalah bisa memanfaatkan layanan antar obat ke rumah sehingga Sobat akan merasa akan dan tidak khawatir tertular.

    Jangan stres

    Hal terakhir yang perlu Sobat ketahui saat menderita namun di saat yang bersamaan ada pandemi Corona adalah jangan menyikapinya secara berlebihan. Hal itu justru malah memperburuk kondisi tubuh dan imun tubuh yang dipunya tidak akan kuat menghadapi serangan virus. Karena itu, sobat harus rileks.

    Baca Juga: Lakukan Langkah Ini Jika Stres Akibat Corona

    Itulah Sahabat kiat-kiat yang bisa Sahabat lakukan sebagai diabetes untuk menghadapi Covid-19. Intinya adalah tetap ikuti protokol kesehatan, konsultasi ke dokter jika mengalami gejala-gejala Covid-19, dan yang terpenting jangan stres demi mendapatkan imun tubuh yang kuat supaya tidak mudah terserang virus.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut soal diabetes dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. [Internet]. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/sehat/5-penyakit-paling-mematikan-di-indonesia-mulai-jantung-hingga-diabetes-militus.html
    2. [Internet]. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://triasnews.com/world-diabetes-day-2020-penderita-diabetes-butuh-dukungan-caregiver/
    3. Tips Bagi Penderita Diabetes Hindari Covid-19 | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20200806/106/1275791/tips-bagi-penderita-diabetes-hindari-covid-19
    4. Tetap Sehat dengan Diabetes Selama Wabah Covid-19 Merebak [Internet]. 1st ed. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: http://Tetap%20Sehat%20dengan%20Diabetes%20selama%20wabah%20COVID%20
    5. Mengapa Suntik Insulin Penting Bagi Diabetesi Tipe 2 • ProSehat [Internet]. ProSehat. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://www.prosehat.com/artikel/artikelkesehatan/mengapa-suntik-insulin-penting-bagi-diabetesi-tipe-2
    Read More
  • TBC atau tuberkulosis merupakan salah satu jenis penyakit paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Di Indonesia, TBC merupakan penyakit dengan kasus penyebaran yang tinggi. Baca Juga: Bahaya TB pada Anak yang Perlu Sahabat Ketahui Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, dr. Wiendra Waworuntu mengungkapkan bahwa Indonesia adalah negara dengan kasus TBC terbesar […]

    Bagaimana Penderita TBC Menghadapi Covid-19 dan Bolehkah Divaksin Covid 19?

    TBC atau tuberkulosis merupakan salah satu jenis penyakit paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Di Indonesia, TBC merupakan penyakit dengan kasus penyebaran yang tinggi.

    penderita TBC menghadapi Covid-19

    Baca Juga: Bahaya TB pada Anak yang Perlu Sahabat Ketahui

    Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, dr. Wiendra Waworuntu mengungkapkan bahwa Indonesia adalah negara dengan kasus TBC terbesar ketiga di dunia setelah India dan Cina.

    Kemudian berdasarkan data Kementerian Kesehatan terbaru seperti yang diungkapkan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung dr. Siti Nadia Tarmizi pada Selasa, 23 Maret 2021, estimasi jumlah kasus TBC di Indonesia pada 2020 mencapai 845.000. Namun sepanjang 2020 tersebut hanya ditemukan sekitar 349.000-350.00 kasus.

    Angka kematian akibat TBC terbilang cukup tinggi, diperkirakan 13 orang per jam meninggal karena TBC. Di masa pandemi Covid-19 para penderita TBC harus lebih waspada karena baik TBC maupun Covid-19 adalah penyakit yang dapat ditularkan melalui cipratan air liur (droplet), dan rentan menyerang anak, lansia serta penderita gangguan kronis paru.

    Gejala TBC hampir mirip dengan Covid-19, yaitu batuk, demam, hingga lemas. Meski demikian terdapat beberapa perbedaan, yaitu pada kondisi TBC tidak mengalami nyeri kepala maupun gangguan penciuman dan pengecap.

    Kedua penyakit tersebut sama-sama menyerang saluran pernapasan, sehingga penderita TBC menjadi lebih rentan terserang Covid-19. Bagaimana cara penderita TBC menjaga kesehatan di masa pandemi Covid 19? Mari kita simak penjelasan berikut :

    Cara Penderita TBC Menghadapi Pandemi Covid-19

    Minum Obat Secara Teratur

    Para penderita TBC disarankan untuk minum obat sesuai jadwal agar tetap menjaga daya tahan tubuh hingga dinyatakan sembuh.

    Menerapkan Protokol Kesehatan

    Di masa pandemi, para penderita TBC disarankan untuk tetap kontrol ke dokter agar diketahui perkembangan kondisinya.

    Terapkan protokol kesehatan pada saat beraktivitas di luar rumah maupun ketika kontrol ke dokter, meliputi mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, mengenakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi serta interaksi.

    Baca Juga: Cara Penderita Hipertensi Menghadapi Covid-19

    Menerapkan Etika Batuk yang Tepat

    Agar tidak menularkan penyakit dan mencegah tertular penyakit maka penderita TBC perlu menerapkan etika batuk yang tepat ketika batuk maupun bersin, yaitu:

    • Mengenakan masker
    • Tutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam.
    • Tutup mulut dan hidung menggunakan tisu sekali pakai, dan buang di tempat sampah.
    • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama kurang lebih 20 detik.

    Gunakan Layanan Konsultasi Kesehatan Online

    Penderita TBC dapat menggunakan layanan konsultasi kesehatan online untuk tetap menjaga kesehatan selama masa pandemi sehingga memudahkan dalam mendapatkan penanganan secara medis.

    Apakah Penderita TBC Boleh Divaksinasi Covid-19?

    Pada awalnya, para penderita TBC tidak diperkenankan mendapatkan vaksinasi Covid-19 karena TBC merupakan salah satu penyakit komorbid yang kronis. Jika diberikan vaksin, dikhawatirkan berpotensi menimbulkan efek samping.

    Namun berdasarkan peraturan terbaru mengenai pemberian vaksin, penderita TBC diperbolehkan diberikan vaksin Covid-19 dengan catatan kondisi penyakit telah terkendali, membawa surat keterangan layak vaksinasi dari dokter, dan sudah menjalani pengobatan TBC lebih dari 2 minggu.

    Pemberian vaksin Covid-19 bagi penderita TBC diharapkan dapat memberikan perlindungan dan pencegahan terhadap infeksi Covid-19.

    Baca Juga: Seperti Apa Syarat Penerima Vaksin Covid-19?

    Bagi Sahabat Sehat yang menderita TBC namun khawatir keluar rumah, mari manfaatkan layanan berobat dan konsultasi online dari Prosehat sehingga Sahabat tetap merasa aman dan nyaman. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. COVID-19 W. Waspada Tuberculosis di Tengah Pandemi, Ini Perbedaan dengan COVID-19 – Berita Terkini | Covid19.go.id [Internet]. covid19.go.id. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://covid19.go.id/p/berita/waspada-tuberculosis-di-tengah-pandemi-ini-perbedaan-dengan-covid-19
    2. Pasien TBC Harus Lebih Waspadai Corona [Internet]. Sehat Negeriku. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20200324/0633499/pasien-tbc-harus-lebih-waspadai-corona/
    3. Yustiawan A. Penderita TBC Diminta Harus Lebih Mewaspadai Virus Corona Covid-19 [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/bola/read/4212442/penderita-tbc-diminta-harus-lebih-mewaspadai-virus-corona-covid-19
    4. COVID-19 W. Etika Batuk yang Baik – Masyarakat Umum | Covid19.go.id [Internet]. covid19.go.id. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://covid19.go.id/edukasi/masyarakat-umum/etika-batuk-yang-baik
    5. Alam S. Syarat Baru Vaksinasi, Ini yang Boleh dan Tak Boleh Disuntik Vaksin Corona [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5374231/syarat-baru-vaksinasi-ini-yang-boleh-dan-tak-boleh-disuntik-vaksin-corona
    6. Cara Sama Tanggulangi TBC dan COVID-19l [Internet]. Sehat Negeriku. 2021 [cited 24 March 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/berita-utama/20210323/1937312/cara-sama-tanggulangi-tbc-dan-covid-19l/
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja