Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ penyakit jantung”

  • Dunia sepak bola kembali berduka. Salah satu legenda sepak bola asal Argentina, Diego Armando Maradona, meninggal dunia pada usia 60 tahun di rumahnya pada tanggal 25 November 2020. Mantan pesepak bola yang terkenal dengan ‘Gol Tangan Tuhan’-nya ke gawang Inggris pada Piala Dunia tahun 1986 yang turut membawa Argentina menjadi juara dunia itu dikatakan meninggal […]

    Perbedaan Henti Jantung dan Serangan Jantung yang Perlu Sahabat Ketahui

    Dunia sepak bola kembali berduka. Salah satu legenda sepak bola asal Argentina, Diego Armando Maradona, meninggal dunia pada usia 60 tahun di rumahnya pada tanggal 25 November 2020. Mantan pesepak bola yang terkenal dengan ‘Gol Tangan Tuhan’-nya ke gawang Inggris pada Piala Dunia tahun 1986 yang turut membawa Argentina menjadi juara dunia itu dikatakan meninggal karena henti jantung.1 Seminggu sebelumnya, pada hari Sabtu, 21 November 2020, peristiwa serupa menimpa mantan pesepak bola nasional, Ricky Yakobi, saat bermain sepak bola di Senayan.2

    perbedaan henti jantung dan serangan jantung

     

    Baca Juga: Yuk, Ketahui Sebab Jantung Berhenti Saat Berolahraga

    Sebenarnya, apa itu henti jantung? Tentu masih banyak yang menyamakan henti jantung dengan serangan jantung. Padahal, kedua kondisi ini berbeda, meskipun sama-sama mengenai jantung yang merupakan organ vital dalam tubuh manusia. Lalu, apa sajakah perbedaan antara henti jantung dan serangan jantung? Yuk, Sahabat Sehat, simaklah penjelasan berikut ini.

    Perbedaan Henti Jantung dan Serangan Jantung

    Berikut ini adalah perbedaan henti jantung dan serangan jantung:

    Henti Jantung

    Henti jantung merupakan kondisi jantung benar-benar berhenti berdetak, sehingga mengakibatkan gangguan distribusi darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini kerap terjadi tanpa adanya peringatan sama sekali. Biasanya dipicu oleh kelainan pada jantung yang menyebabkan detak jantung yang tidak teratur atau aritimia. Saat jantung berhenti, jantung tidak mampu memompa darah ke otak, paru, dan organ tubuh lainnya. Beberapa detik setelahnya, orang yang mengalami henti jantung bisa kehilangan kesadarannya, hingga tidak memiliki denyut nadi sama sekali. Pertanda orang terkena henti jantung adalah secara tiba-tiba kehilangan kesadaran, tidak bernapas sama sekali, tiba-tiba lemas, warna kulit menjadi kebiruan dan pucat, serta denyut nadi atau detak jantung tidak bisa ditemukan sama sekali.3

    Serangan Jantung

    Serangan jantung berbeda dari henti jantung. Seperti kita ketahui, struktur jantung itu sendiri terdiri dari otot yang memerlukan suplai darah kaya akan oksigen. Arteri koroner adalah pembuluh darah yang bertugas untuk mengalirkan darah yang mengandung oksigen ke jantung. Serangan jantung umumnya terjadi karena adanya penyumbatan pada arteri koroner. Penyumbatan biasanya diakibatkan oleh penumpukan lemak, kolestrol, yang disebut plak dan kemudian dapat membentuk gumpalan. Akibat adanya sumbatan tersebut, aliran darah terganggu dan jantung tidak menerima oksigen yang cukup. Keadaan ini menyebabkan disfungsi organ yang dapat berujung pada kematian. Saat terjadi serangan jantung, gejala yang dapat dirasakan adalah nyeri dada, nyeri di tubuh bagian atas, berkeringat, pingsan, tidak sadarkan diri, pusing, pucat, dan denyut nadi tidak teratur.3

    Produk Terkait: Jual Herbal Jantung

    Cara Mencegah Keduanya

    Setelah mengetahui perbedaan henti jantung dan serangan jantung, sekarang kita beralih ke cara mencegah kedua kondisi ini. Pada prinsipnya pencegahan yang dilakukan serupa, yaitu dengan melakukan pemeriksaan atau medical check-up rutin dan menjalani pola hidup sehat, seperti:4

    • Tidak merokok
    • Kurangi makan makanan berlemak
    • Tidur yang cukup
    • Kelola stres
    • Kurangi konsumsi alkohol
    • Berolahraga secara teratur

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Serangan Penyakit Jantung

    Penanganan

    Bila terjadi henti jantung, Sahabat bisa melakukan penanganan dengan menghubungi pihak medis. Namun, sebelum tenaga medis datang, Sahabat bisa memberikan pertolongan awal dengan melakukan tindakan resusitasi jantung paru atau Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) yang terdiri dari kompresi dada dan pemberian napas buatan.5

    Henti Jantung

    Untuk henti jantung, pertolongan awal yang bisa Sahabat lakukan adalah sebagai berikut:5,6

    • Amankan lokasi kejadian
    • Apabila penderita tidak memberikan respon/reaksi, teriaklah untuk mendapatkan pertolongan terdekat. Aktifkan sistem tanggap darurat melalui telpon seluler. Apabila tersedia, ambil atau minta seseorang untuk mengambil defibrilator eksternal otomatis atau automated external defibrillator(AED)
    • Perhatikan penderita apakah benar-benar tidak bernapas, atau napas tersengal/tidak normal, dan periksa denyut nadi secara bersamaan. Pastikan apakah denyut nadi terasa atau tidak terasa dalam 10 detik
    • Apabila penderita tidak bernapas dan tidak terasa denyut nadi, lakukan CPR
    • Posisikan penderita hingga berbaring telentang di atas landasan yang datar dan cukup keras, seperti lantai. Posisi kepala sedikit menengadah karena dalam posisi ini saluran napas terbuka lebar dan lurus
    • Penolong berlutut di samping penderita. Lutut dekat dengan tubuh penderita
    • Pompa atau kompresi pada dinding dada dilakukan dengan kedua telapak tangan yang saling bertumpu. Tidak semua telapak tangan menyentuh dinding dada, hanya bagian tumit telapak tangan yang menumpu pada dinding dada
    • Selanjutnya, posisi telapak tangan, siku, hingga bahu lurus (posisi lengan lurus dengan siku terkunci). Hal ini agar tenaga yang dihasilkan besar dan penolong tidak kelelahan
    • Sumber tenaga untuk memompa adalah sendi bahu. Jadi, gerakan memompa bukan berasal dari tenaga lengan bawah ataupun lengan atas, tetapi dari gerakan naik turunnya bahu
    • Tumit tangan diletakkan di tulang tengah dada, di pertengahan setengah bawah tulang dada. Pada laki-laki, posisinya kira-kira sejajar puting susu, sedangkan pada perempuan sejajar lipatan kulit bawah payudara
    • Kompresi diberikan berirama dengan kecepatan 100-120 kali permenit tanpa interupsi.
    • Kompresi diberikan dengan kekuatan yang menyebabkan dinding dada terdorong ke dalam sejauh 5 sentimeter
    • Berikan kesempatan untuk dada mengembang kembali sempurna setelah setiap kompresi
    • Pastikan interupsi pada kompresi seminimal mungkin
    • Setiap 2 menit, periksa kembali nadi penderita apakah sudah teraba atau belum
    • Napas buatan boleh diberikan. Namun, napas buatan tidak perlu dilakukan bila penolong adalah orang awam yang tidak terlatih
    • Kompresi dada terus diberikan hingga bantuan medis datang. Bila penolong lelah, tindakan ini dapat digantikan oleh penolong lain
    • Kompresi dada dapat dihentikan bila petugas medis datang, penolong kelelahan dan tidak ada penolong lainnya, atau tindakan ini telah diberikan dalam waktu 20 menit tanpa perbaikan (penderita masih tidak sadar, tidak bernapas, dan nadi tidak ada).

    Serangan Jantung

    Penanganan awal serangan jantung dilakukan sebagai berikut:

    Jika korban yang mengalami serangan jantung masih terbangun dan masih bisa memberikan respons, lakukan hal-hal berikut:6,7

    • Stop aktivitas dan duduk/berbaring
    • Jangan berikan air atau makanan
    • Berikan tablet aspilet 160-320 mg
    • Tunggu 5 menit dan evaluasi
    • Jika penderita diberikan resep nitrogliserin oleh dokter, berikan pada penderita ketika merasa nyeri dada. Nitrogliserin diberikan tiap 3-5 menit (maksimal 3 kali)
    • Jaga kenyamanan korban dan buat daftar obat-obatan jika mereka memilikinya
    • Apabila nyeri menetap, segera cari pertolongan tanggap darurat

    Baca Juga: Cek Gejala Ini untuk Terhindar dari Penyakit Jantung Koroner

    Jika korban tidak sadarkan diri, namun masih bernapas secara normal, pindahkan korban ke permukaan yang rendah dan biarkan kepala korban rileks dalam posisi tegak. Posisi ini untuk menghindari korban mengalami tersedak dengan membiarkan saliva mengering dari dalam mulut. Segera cari pertolongan tanggap darurat.7

    Jika korban tidak sadarkan diri dan tidak bernapas, lakukan CPR sambil menunggu bantuan tenaga medis. Studi menyatakan bahwa melakukan CPR pada korban sebelum dilarikan ke rumah sakit bisa meningkatkan rasio keselamatan hingga 12%.7 Langkah CPR sama seperti yang dibahas pada penanganan henti jantung sebelumnya.

    Baca Juga: Penyakit Jantung Pada Remaja, Penyebab hingga Pencegahan

    Demikianlah perbedaan henti jantung dan serangan jantung yang selama ini kerap dianggap sama. Semoga artikel ini dapat membantu Sahabat Sehat untuk mencegah, mengenali gejala-gejalanya, dan memberikan pertolongan pertama bila menghadapi kedua kondisi gawat darurat ini. Apabila Sahabat masih memerlukan informasi lebih lanjut mengenai jantung dan produk-produk kesehatan yang berkaitan,  silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Prasatya R. Kronologi Meninggalnya Diego Maradona [Internet]. sport.detik.com. 2020 [cited 26 November 2020]. Available from: https://sport.detik.com/sepakbola/bola-dunia/d-5270224/kronologi-meninggalnya-diego-maradona
    2. Kronologi Ricky Yacobi Meninggal Dunia di Senayan [Internet]. bola.okezone.com. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://bola.okezone.com/read/2020/11/21/49/2313555/kronologi-ricky-yacobi-meninggal-dunia-di-senayan
    3. Kenali Beda Serangan Jantung dan Henti Jantung [Internet]. cnnindonesia.com. 2020 [cited 26 November 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200219093532-255-476002/kenali-beda-serangan-jantung-dan-henti-jantung
    4. 7 Cara Mencegah Serangan Jantung [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 26 November 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/10/23/193400268/7-cara-mencegah-serangan-jantung?page=all
    5. Henti Jantung: Gejala, Penyebab, hingga Cara Mengatasinya [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 26 November 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/05/05/175000068/henti-jantung-gejala-penyebab-hingga-cara-mengatasinya?page=all
    6. Buku Ajar Kursus Bantuan Hidup Jantung Dasar BCLS Indonesia Edisi 2019. Jakarta: PERKI; 2019.
    7. Tips Pertolongan Pertama pada Penderita Serangan Jantung [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 26 November 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2019/11/29/073048820/tips-pertolongan-pertama-pada-penderita-serangan-jantung?page=all
    Read More
  • Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia, juga di Indonesia, dan bahkan menduduki peringkat pertama penyebab kematian. Setelah jantung, posisi kedua diduduki oleh stroke dan diabetes di posisi ketiga. Hal ini menunjukkan bahwa penyakit jantung adalah penyumbang terbesar kematian di Indonesia. Menurut data Riskesdas 2019, jumlah penderita penyakit ini di Indonesia adalah 2.784.064 […]

    10 Makanan Pencegah Serangan Penyakit Jantung

    Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia, juga di Indonesia, dan bahkan menduduki peringkat pertama penyebab kematian. Setelah jantung, posisi kedua diduduki oleh stroke dan diabetes di posisi ketiga. Hal ini menunjukkan bahwa penyakit jantung adalah penyumbang terbesar kematian di Indonesia. Menurut data Riskesdas 2019, jumlah penderita penyakit ini di Indonesia adalah 2.784.064 orang, dan kebanyakan diderita oleh kelompok usia muda. Hal tersebut mengindikasikan bahwa penderita penyakit jantung bukan terjadi hanya pada orang tua namun justru banyak juga dialami pada usia 20-40 tahun ke atas.

    serangan penyakit jantung, makanan pencegah serangan penyakit jantung

    Baca Juga: Penyakit Jantung pada Remaja, Penyebab Hingga Pencegahan

    Banyaknya kejadian serangan jantung pada dewasa muda dikarenakan pola hidup yang lebih instan akibat kebiasaan makan makanan cepat saji atau junk food dan berlemak jenuh tinggi, serta kebiasan merokok, mengonsumsi alkohol, dan jarang berolahraga. Nah, supaya Sobat sebagai kaum muda milenial tidak mengalami hal yang demikian, ada baiknya Sobat mulai memperhatikan apa-apa saja yang perlu dikonsumsi. Apa saja itu? Yuk, mari simak!

    Makanan Pencegah Serangan Penyakit Jantung

    Sayuran Hijau

    Makanan pertama yang perlu dikonsumsi untuk mencegah serangan jantung adalah sayuran hijau seperti bayam, kangkung, dan sawi. Ketiga sayuran ini kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan. Jenis sayuran tersebut merupakan sumber vitamin K dan nitrat yang baik untuk membantu melindungi arteri jantung, mengurangi tekanan darah, mengurangi kekakuan pembuluh darah, dan meningkatkan fungsi sel-sel yang melapisi pembuluh darah. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi sayuran hijau berisiko lebih  rendah terkena penyakit jantung.

    Gandum Utuh

    Makanan kedua yang disarankan untuk mencegah serangan jantung adalah biji-bijian utuh seperti gandum, beras merah, gandum hitam, dan quinoa yang mengandung serat cukup tinggi. Makanan tersebut bisa membantu mengurangi kadar kolestrol LDL dalam darah sehingga dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

    Baca Juga: Cek Gejala Ini untuk Terhindar dari Penyakit Jantung Koroner!

    Beri-berian

    Beri-berian, yaitu stroberi, bluberi, blackberi, dan raspberi adalah buah-buahan yang mengandung antioksidan tinggi seperti anthocyanin yang mampu melindungi diri dari stres oksidatif dan peradangan yang menjadi penyebab penyakit jantung.

    Alpukat

    Alpukat sangat dianjurkan sebagai makanan yang dikonsumsi agar jantung Sobat tidak bermasalah. Buah ini merupakan sumber lemak tak jenuh yang sehat untuk kesehatan jantung. Alpukat mengandung kalium tinggi yang dibutuhkan tubuh dalam sehari sehingga bisa menurunkan tekanan darah, kadar kolestrol dalam darah, dan mencegah terjadinya penyakit jantung.

    Ikan berlemak

    Salmon, makarel, sarden, dan tuna mengandung tinggi asam lemak omega-3 yang bermanfaat bagi kesehatan jantung. Menurut sebuah studi, mengonsumsi salmon tiga kali semiggu  selama 8 minggu dapat secara signifikan menurunkan tekanan darah diastolik.

    Cokelat Hitam

    Cokelat hitam dikenal kaya akan antioksidan seperti flavonoid yang dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung. Mengonsumsi cokelat hitam setidaknya dua kali per minggu terbukti memiliki 32% risiko yang lebih rendah mengalami plak kalsifikasi di arteri jantung. Namun, supaya benar-benar ampuh, pilihlah cokelat hitam yang berkualitas tinggi dan mengandung kakao minimal 70%.

    Tomat

    Tomat adalah sayuran yang mengandung likopen tinggi, dan merupakan antikoksidan alami yang bisa menetralkan radikal bebas, mencegah terjadinya kerusakan oksidatif, dan mencegah peradangan penyebab serangan jantung. Selain mencegah penyakit jantung datang, tomat juga dapat mencegah stroke dan penyakit kolestrol.

    Baca Juga: 5 Olahraga Terbaik untuk Kesehatan Jantung

    Bawang Putih

    Bawang putih yang selama ini digunakan sebagai salah satu bumbu dasar memasak ternyata juga mempunyai khasiat yang baik untuk jantung. Sebab, bawang ini mengandung senyawa allicin yang diyakini memiliki banyak efek terapeutik. Ekstrak bawang putih bisa menghambat penumpukan trombosit yang dapat mengurangi risiko pembekuan darah dan stroke. Untuk hasil terbaik, pastikan mengonsumsi bawang putih mentah atau yang sudah dihancurkan dan dibiarkan selama beberapa menit sebelum dimasak.

    Minyak Zaitun

    Minyak zaitun mengandung antioksidan yang dapat meredakan peradangan dan mengurangi risiko penyakit kronis, termasuk penyakit jantung. Faktanya, orang yang mengonsumsi minyak zaitun secara teratur memiliki risiko 35% lebih rendah terkena penyakit jantung.

    Edamame

    Makanan terakhir yang dianjurkan untuk dikonsumsi supaya tidak terkena penyakit jantung adalah edamame. Edamame merupakan kacang yang mengandung isoflavon kedelai, yakni sejenis flavonoid yang dapat membantu menurunkan kadar kolestrol dan meningkatkan kesehatan jantung. Mengonsumsi edamame bisa menurunkan risiko kematian sebanyak 15% akibat penyakit jantung.

    Produk Terkait: Herbal Jantung

    Selain mengonsumsi makanan-makanan yang dianjurkan seperti di atas, Sobat juga sebaiknya memperhatikan beberapa hal lain, yaitu:

    • Batasi kolestrol, yaitu dengan mengurangi atau tidak mengonsumsi sama sekali daging merah atau susu tinggi lemak yang dapat meningkatkan kadar kolestrol darah terutama pada orang yang berisiko tinggi terkena penyakit jantung
    • Makan secara teratur, karena pola makan yang teratur akan membantu Sobat yang terkena penyakit jantung atau ingin mencegah penyakit tersebut untuk mengontrol gula darah, membakar lemak lebih efisien, dan mengatur kadar kolestrol.
    • Kurangi garam, karena terlalu banyak garam tidak baik untuk tekanan darah. Sebagai gantinya, gunakan saja bumbu berbahan rempah-rempah atau bumbu alami dapur untuk membumbui makanan.
    • Tetap terhidrasi, agar Sobat akan merasa energik dan makan lebih sedikit. Minumlah 32 hingga 64 ons atau sekitar 1 hingga 2 liter air setiap hari.
    • Tetap sajikan sesuai takaran, bisa dengan cara menggunakan piring dan gelas yang lebih kecil, dan untuk memeriksa label makanan melihat berapa banyak porsi makanan karena lebih mudah untuk makan lebih banyak daripada yang dipikirkan.

    Itulah makanan yang bisa Sobat konsumsi untuk mencegah serangan jantung. Meskipun begitu, Sobat tetap diharuskan untuk berolahraga, tidak merokok, jangan sampai obesitas, tidak mengonsumsi alkohol, serta secara rutin memeriksakan kesehatan jantung. Apabila Sobat ingin mengetahui makanan yang sehat untuk jantung, silakan tonton video berikut ini, dan jangan lupa subscribe Youtube Prosehat.

    Jika Sobat memerlukan informasi lebih lanjut dan produk-produk yang berkaitan dengan kesehatan jantung, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Cegah Serangan Jantung dengan Konsumsi 10 Makanan Sehat Ini [Internet]. kumparan. 2020 [cited 3 September 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparanmom/cegah-serangan-jantung-dengan-konsumsi-10-makanan-sehat-ini-1srzPl2LnLl/full
    2. 5 Penyakit Paling Mematikan di Indonesia, Mulai Jantung hingga Diabetes Militus | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 3 September 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/sehat/5-penyakit-paling-mematikan-di-indonesia-mulai-jantung-hingga-diabetes-militus.html
    3. Media K. Penyakit Jantung Menghantui Orang Indonesia, Ini Sebabnya… Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 3 September 2020]. Available from: https://sains.kompas.com/read/2019/04/12/154951023/penyakit-jantung-menghantui-orang-indonesia-ini-sebabnya?page=all#:~:text=Berdasarkan%20data%20Riset%20Kesehatan%20Dasar,di%20Indon
    4. [Internet]. 2020 [cited 3 September 2020]. Available from: https://katadata.co.id/ariayudhistira/infografik/5e9a470f952f2/jantung-koroner-pembunuh-nomor-satu-di-indonesia
    5. 9 Cara Diet Tepat Bagi Penderita Penyakit Jantung – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 3 September 2020]. Available from: https://tirto.id/9-cara-diet-tepat-bagi-penderita-penyakit-jantung-flvc
    6. [Internet]. 2020 [cited 3 September 2020]. Available from: https://www.tokopedia.com/blog/cara-mencegah-penyakit-jantung-hlt/
    Read More
  • Penyakit jantung pada remaja adalah penyakit jantung yang menyerang di usia remaja. Menurut WHO, usia remaja adalah usia 17 hingga 24 tahun. Usia ini merupakan usia produktif, dan sebenarnya, jarang terserang penyakit jantung. Penyakit mematikan ini biasanya dialami oleh orang tua atau yang berumur 40 tahun ke atas. Namun, sebuah studi dari American College of Cardiology menyatakan […]

    Penyakit Jantung Pada Remaja, Penyebab hingga Pencegahan

    Penyakit jantung pada remaja adalah penyakit jantung yang menyerang di usia remaja. Menurut WHO, usia remaja adalah usia 17 hingga 24 tahun. Usia ini merupakan usia produktif, dan sebenarnya, jarang terserang penyakit jantung. Penyakit mematikan ini biasanya dialami oleh orang tua atau yang berumur 40 tahun ke atas. Namun, sebuah studi dari American College of Cardiology menyatakan bahwa serangan jantung rupanya cukup banyak juga dialami oleh orang-orang yang berumur 20 hingga 30 tahun ke atas.1

    penyakit jantung pada anak muda, penyakit jantung pada dewasa muda

    Baca Juga: Cek Gejala Ini untuk Terhindar dari Penyakit Jantung Koroner!

    Para ilmuwan mengatakan bahwa ateroklerosis atau penyumbatan pembuluh darah membuat orang usia muda di rentang usia 20-an terkena penyakit ini. Di Indonesia sendiri, sudah banyak orang usia muda atau remaja yang terkena penyakit jantung, seperti Mike Mohede dan Cecep Reza.1 Lalu mengapa mereka bisa terkena penyakit jantung? Berikut ini adalah penyebabnya:

    Penyebab Penyakit Jantung Pada Remaja

    Obesitas di Usia Muda

    Penyebab pertama mengapa remaja bisa terkena dan rentan serangan jantung adalah obesitas. Contohnya di Amerika, pada dekade 70-an, banyak sekali anak muda yang mengalami obesitas berat. Obesitas itu sendiri sangat sulit dikurangi jumlahnya karena banyak remaja yang tidak bisa meninggalkan kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi kalori dan lemak. Hal itu kemudian diperparah dengan minimnya aktivitas fisik pada remaja, sebab kebanyakan orang berusia muda menghabiskan waktu di depan layar.1

    Lemak yang menumpuk pada orang dengan obesitas dapat melepaskan bahan kima yang menyebabkan peradangan sehingga menyebabkan penumpukan lemak di pembuluh darah dan mengganggu aliran darah ke jantung.1

    Merokok di Usia Muda

    Merokok merupakan hal yang jamak ditemukan pada anak-anak usia muda, bahkan saat mereka masih di bangku sekolah. Tentu saja kebiasaan ini sangat berdampak pada kesehatan jantung dan pembuluh darah. Satu batang rokok sehari dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner hingga hampir 50%. Ternyata, bukan hanya rokok biasa yang dapat menyebabkan serangan jantung, melainkan juga rokok elektronik atau vape yang malah dapat menyebabkan risiko penyakit jantung 40%, serta risiko stroke 71% lebih tinggi daripada orang yang tidak menggunakan vape.1

    Baca Juga: Ingin Berhenti Merokok? Konsumsilah 6 Makanan Berikut Ini!

    Mudah Terkena Stres

    Stres juga dapat memicu tekanan darah tinggi. Stres biasanya diikuti dengan kebiasaan buruk termasuk makan dan minum tinggi kalori secara berlebihan serta tidak berolahraga yang pada akhirnya dapat berujung pada obsesitas. Sebuah studi menyimpulkan bahwa orang yang mengalami stres permanen di tempat kerja atau di rumah memiliki risiko lebih daru dua kali lipat mengalami penyakit jantung.1

    Abai Terhadap Risiko dan Gejala

    Penyebab terakhir adalah banyak remaja yang abai dan meremehkan risiko dan gejala penyakit jantung. Sebab, kebanyakan orang usia muda yakin mereka tidak mungkin terkena penyakit jantung.1

    Di bawah ini adalah gejala penyakit jantung yang harus diketahui para remaja supaya mereka menjadi waspada dan tidak abai.

    Gejala Penyakit Jantung Pada Remaja

    Detak Jantung Tidak Teratur

    Sungguh suatu hal yang wajar jika Sobat Sehat yang masih dalam usia remaja mengalami rasa gugup atau semangat yang begitu kencang. Namun, apabila Sobat terlalu sering merasakan jantung berdetak tidak beraturan, Sobat sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Detak jantung yang tidak teratur kerap disebabkan oleh banyaknya kafein dalam tubuh atau kurang tidur. Namun, ada kalanya kondisi tersebut menandakan atrial fibrilasi atau gangguan irama jantung.2

    Cepat Sekali Lelah

    Sering merasakan tubuh cepat sekali lelah? Jika ya, Sobat harus segera mewaspadai karena itu merupakan salah satu gejala penyakit jantung di usia muda. Kelelahan ini dapat dirasakan setelah melakukan aktivitas ringan sekalipun, seperti menaiki tangga atau membawa barang belanjaan.2

    Nyeri di Dada

    Selain cepat sekali lelah, gejala penyakit jantung yang paling umum dirasakan adalah nyeri dada. Saat pembuluh darah jantung tersumbat, Sobat kemungkinan akan merasakan sakit, sesak, atau tekanan di dada. Sebagian orang mengeluhkan rasa seperti terbakar atau seperti ada benda berat yang menekan dada. Perasaan nyeri ini biasanya berlangsung lebih dari beberapa menit. Selain itu, nyeri dada bisa terjadi ketika Sobat sedang beristirahat atau melakukan kegiatan fisik seperti berolahraga. Pada remaja wanita, gejala lain yang bisa terdeteksi adalah sesak napas, tekanan punggung atas, atau sakit perut bagian atas yang sering disalahartikan sebagai maag atau gangguan pencernaan.2

    Baca Juga: 6 Makanan yang Dilarang untuk Penderita Jantung

    Nyeri yang Menjalar ke Lengan

    Nyeri yang dirasakan bukan hanya pada bagian dada, melainkan juga adanya nyeri yang menjalar ke sisi kiri tubuh. Awalnya, perasaan nyeri hanya akan terasa di tengah dada kemudian bergerak ke bagian kiri tubuh. Selain lengan, terkadang rasa sakit juga bisa menyebar ke dagu atau punggung.2

    Darah Tinggi

    Tekanan darah yang tinggi bisa menjadi gejala lain dari penyakit jantung pada dewasa muda dan memang cenderung meningkat seiring bertambahnya usia. Namun, pada usia 20-an dan awal 30-an, setidaknya sekitar 7% pria dan 4% wanita udah memiliki tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai penyakit jantung. Mulai dari serangan jantung, gagal jantung, stroke, aneurisma, atau penyakit arteri perifer.2

    Batuk yang Tidak Berhenti

    Batuk bukanlah gejala khas dari penyakit jantung. Meski begitu, Sobat tetap perlu waspada bila sudah mengetahui bahwa tubuh Sobat memiliki risiko penyakit jantung. Batuk berdahak lendir putih atau merah muda disertai sesak bisa menjadi tanda gagal jantung. Sesak biasanya memberat dengan posisi tertirudr dan membaik dengan posisi duduk. Hal tersebut bisa terjadi ketika jantung tidak dapat memenuhi tuntutan kerja tubuh sehingga menyebabkan darah bocor kembali ke paru-paru.2

    Pusing Disertai Sesak

    Gejala terakhir penyakit jantung di usia muda adalah adanya pusing, kepala terasa ringan, hingga pingsan tiba-tiba. Bila Sobat sering merasa pusing seolah-olah hendak pingsan kemungkinan besar ini adalah salah satu gejala penyakit jantung. Umumnya pusing akan disertai nyeri dada atau sesak.2

    Setelah Sobat mengetahui penyebab dan gejala penyakit jantung pada remaja, ada baiknya Sobat juga mengetahui cara mencegahnya supaya Sobat tidak mengalaminya. Berikut beberapa pencegahan yang bisa dilakukan.

    Pencegahan Penyakit Jantung Pada Remaja

    Yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya serangan jantung di usia muda adalah memperhatikan gaya hidup, mulai dari makan makanan bergizi, tidak merokok, pandai mengelola stress, olahraga secukupnya, dan menjaga tekanan darah, serta konsultasi ke dokter. Selain itu, Sobat disarankan konsisten menjaga pola hidup sehat dan mulai berhati-hati dalam memilih jenis makanan yang berpotensi meingkatkan risiko serangan jantung seperti makanan cepat saji. Apabila penyakit jantung yang dimiliki adalah penyakit jantung bawaan, disarankan untuk segera mengkonsultasikannya ke dokter dan melakukan pengecekan secara berkala.3

    Baca Juga: Penting Nggak Check-Up Rutin untuk Jantung?

    Itulah hal-hal mengenai penyebab, gejala, dan pencegahan penyakit jantung pada remaja yang kerap tidak disadari dan bahkan diremehkan meskipun sudah menunjukkan gejala yang serius. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai penyakit jantung dan penanganannya serta produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Penyebab Makin Banyak Orang Muda Alami Serangan Jantung [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 1 September 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/06/03/095411720/penyebab-makin-banyak-orang-muda-alami-serangan-jantung?page=all
    2. Never Ignore These 11 Heart Symptoms [Internet]. WebMD. 2020 [cited 2 September 2020]. Available from: https://www.webmd.com/heart-disease/features/never-ignore-symptoms#1
    3. Cara Mencegah Serangan Jantung di Usia Muda [Internet]. CNN Indonesia. 2020 [cited 1 September 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200218101254-255-475628/cara-mencegah-serangan-jantung-di-usia-muda
    Read More
  • Liburan dengan penderita penyakit jantung mungkin terdengar mustahil untuk dilakukan. Tapi sebenarnya liburan akhir tahun ini tidak membatasi siapapun untuk bersenang-senang bersama keluarga menikmati keindahan alam. Semua dapat menghabiskan waktu, menciptakan kenangan tak terlupakan bersama keluarga besar. Sebaiknya, jika Anda berencana membawa kerabat yang memiliki penyakit tersebut, beberapa tips di bawah ini dapat membantu Anda […]

    8 Persiapan Penting Berlibur dengan Penderita Penyakit Jantung

    Liburan dengan penderita penyakit jantung mungkin terdengar mustahil untuk dilakukan. Tapi sebenarnya liburan akhir tahun ini tidak membatasi siapapun untuk bersenang-senang bersama keluarga menikmati keindahan alam. Semua dapat menghabiskan waktu, menciptakan kenangan tak terlupakan bersama keluarga besar. Sebaiknya, jika Anda berencana membawa kerabat yang memiliki penyakit tersebut, beberapa tips di bawah ini dapat membantu Anda menjaga kesehatan saudara Anda tersebut saat liburan.

    prosehat traveling dengan penderita penyakit jantung

    Baca juga: 10 Persiapan Penting Liburan Dengan Penderita Hipertensi

    Berita baiknya adalah, ya, setiap penderita penyakit jantung aman untuk melakukan perjalanan liburan. Jika kondisi jantung Anda stabil, terkontrol dengan baik dan Anda merasa dalam kondisi terbaik Anda (despite of keadaan jantung Anda), melakukan perjalanan liburan tidak akan mengancam kesehatan Anda. Namun, kami punya beberapa petunjuk praktis dan tips jika Anda, atau anggota keluarga Anda, memiliki kondisi jantung dan berniat membuat kenangan terindah pada liburan kali ini.

    1. Cari penginapan atau hotel yang mudah dijangkau dan dekat dengan fasilitas kesehatan.

    2. Rencanakan liburan yang santai, seperti jenis liburan yang menikmati keindahan alam tanpa harus melakukan kegiatan yang cukup berat untuk dilakukan, seperti hiking, climbing, or even skiing. Kegiatan yang membutuhkan adrenalin besar harus dihindari bagi penderita penyakit jantung.

    Produk Terkait: Herbal Jantung Berkualitas

    3. Buat list obat-obatan rutin yang harus diminum. Jangan lupa pula untuk membawa dosis obat lebih banyak dari biasanya untuk berjaga-jaga. Beri label setiap obat Anda.

    4. Minum obat dengan disiplin untuk bertahan sepanjang liburan Anda.

    5. Pastikan Anda memiliki asuransi perjalanan yang tepat untuk memberikan jaminan kondisi Anda.

    6. Bagaimana dengan daerah atau negara yang beriklim dingin hingga bersalju dan kering seperti gurun Sahara, bagi penderita jantung? Jawabannya adalah hindari pergi ke negara-negara di mana suhunya ekstrim, baik itu sangat panas atau sangat dingin, karena hal ini dapat menempatkan beban tambahan pada jantung Anda.

    7. Sedangkan untuk daerah dengan altitude tinggi juga harus dihindari (di atas 2.000 meter di atas permukaan laut). Anda dapat mengalami kekurangan oksigen yang akan dibawa ke dalam darah Anda. Jika kekurangan oksigen, Anda dapat mengalami sakit kepala, sesak napas ekstrim atau menyebabkan angina. Jika Anda berencana untuk melakukan perjalanan ke daerah dataran tinggi, konsultasikan dengan dokter atau spesialis jantung Anda.

    Baca Juga: 5 Indikator Jantung Sehat

    8. Pertimbangkan perjalanan lewat udara. Para peneliti mengatakan salah satu risiko terbesar yang dihadapi orang-orang dengan penyakit jantung ketika bepergian dengan pesawat terbang adalah trombosis vena, atau pembentukan gumpalan darah di pembuluh darah kaki, panggul, atau lengan. Duduk berjam-jam, dehidrasi, dan kadar oksigen rendah di kabin pesawat dapat mempengaruhi seseorang untuk pembekuan darah. Sebagian besar data telah menunjukkan bahwa penerbangan lebih dari delapan jam menimbulkan risiko terbesar. Konsultasikan dengan dokter Anda terkait rencana ‘terbang’ dan ikuti prosedur yang diberikan. Lama waktu ‘terbang’ bagi penderita penyakit jantung adalah tidak lebih dari 2 jam.

    Menurut para ahli dari British Cardiovascular Society, kebanyakan orang dengan jantung dan gangguan peredaran darah dapat melakukan perjalanan melalui udara dengan aman tanpa membahayakan kesehatan mereka. Namun, Anda harus konsultasikan rencana tersebut dengan dokter atau spesialis jantung untuk mendengar saran mereka. Terutama untuk tahu apakah jantung Anda cukup sehat untuk melakukan perjalanan melalui udara, terutama jika Anda baru saja mengalami serangan jantung, operasi jantung atau dirawat di rumah sakit karena kondisi jantung Anda. Anda bisa membaca peraturan membawa obat-obatan ke dalam pesawat di sini.

    Baca Juga: Benarkah Stress Pemicu Sakit Jantung?

    Dengan 8 hal tersebut yang dipertimbangkan dengan matang oleh Anda, seharusnya rencana liburan kali ini akan baik-baik saja bagi Anda atau saudara Anda yang menderita penyakit jantung.

    Selamat liburan!

    Referensi:

    • Travel and Heart Disease
    • Living With A Heart Condition
    • Cardiovascular Disease and Airline Travel
    • Traveling With A Heart Condition
    • Air Travel Considerations for the Patients With Heart Failure
    • When Can I Fly After a Heart Attack?
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja