Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ pencegahan covid-19”

  • Penyakit flu merupakan penyakit yang sering dialami oleh anak-anak. Penyakit ini diderita oleh anak-anak, terutama anak di bawah 2 tahun yang rata-rata dapat mengalami flu hingga 6 kali setiap tahunnya. Kondisi lingkungan yang dikelilingi oleh penderita flu, kebersihan rumah yang buruk serta kekebalan tubuh anak yang masih rendah menyebabkan anak-anak mudah terinfeksi kembali dengan penyakit […]

    Anak Sering Flu? Ini Salah Satu Solusinya

    Penyakit flu merupakan penyakit yang sering dialami oleh anak-anak. Penyakit ini diderita oleh anak-anak, terutama anak di bawah 2 tahun yang rata-rata dapat mengalami flu hingga 6 kali setiap tahunnya.

    Kondisi lingkungan yang dikelilingi oleh penderita flu, kebersihan rumah yang buruk serta kekebalan tubuh anak yang masih rendah menyebabkan anak-anak mudah terinfeksi kembali dengan penyakit ini.1

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Penyakit flu ditularkan melalui kontak tangan dengan penderita dan percikan cairan yang dikeluarkan dari batuk atau bersin penderita. Gejalanya dapat berupa pilek yang disertai batuk, demam menggigil, nafsu makan menurun, dan nyeri seluruh badan. Gejala biasanya akan memuncak pada hari 1-3 dan bertahan hingga 7-10 hari lalu mereda.

    Terapi antibiotik sebenarnya tidak diperlukan pada penyakit ini karena penyebabnya adalah virus. Namun, bila terjadi infeksi campuran dengan bakteri, pemberian antibiotik disesuaikan dengan saran dari dokter.

    Pada penyakit ini, pencegahan adalah yang paling penting. Menjaga kebersihan diri misalnya dengan mengajarkan mencuci tangan pada anak,  menghindari kontak dengan orang yang sedang pilek serta meningkatkan daya kekebalan tubuh anak dengan memberikan makanan yang bergizi serta tidur yang cukup dapat mencegah anak tertular penyakit ini.

    Selain itu, pemberian vaksin influenza perlu diperhitungkan bila anak terlalu sering terkena flu.2

    Baca Juga: Jika Anak Sering Batuk Pilek, Coba Perhatikan Asupan Makanannya

    Vaksin influenza dapat diberikan pada anak usia di atas 6 bulan dan diulang setiap tahunnya. Vaksin ini disuntikkan pada bahu dan dianjurkan diberikan dengan dosis yang tepat menurut umur.

    Umur kurang dari 9 tahun yang mendapat vaksin influenza untuk pertama kali harus mendapat 2 dosis dengan jarak waktu keduanya minimal 4 minggu.

    Vaksin ini tidak diberikan pada anak usia< 6 bulan dan anak dengan alergi komponen vaksin (misalkan alergi telur). Reaksi ringan yang dapat ditimbulkan berupa rasa nyeri, kemerahan dan bengkak pada tempat suntikan yang akan hilang dalam 2-3 hari.3

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu ke Rumah

     

    Vaksin flu sangat aman diberikan pada anak karena penyakit yang sering menyerang anak ini bila tidak dicegah akan mengganggu kehidupan sehari-hari anak.

    Jadi, jangan tunggu flu menyerang anak Ibu. Segera berikan vaksin flu pada anak Anda sehingga anak terlindungi dari penyakit influenza ini.

    Nah, bila ingin lebih praktis, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin, hanya dengan mengakses Prosehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh yang mempunyai beberapa kelebihan:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    REFERENSI:

    1. Allan GM, Prevention and treatment common cold: making sense of the evidence. Canadian Medical Association Journal.2014; 186(3).
    2. Hadinegoro SR, Soedjatmiko. Rekomendasi satgas imunisasi. Sari Pediatri. 2006; 8(1):84-92.

     

    Read More
  • Pemerintah telah melonggarkan aturan di masa pandemi Covid-19. Saat ini pemerintah telah mengizinkan tempat wisata dan hiburan beroperasi kembali. Baca Juga: Penerapan Protokol Kesehatan di Bioskop dan Area Bioskop Walaupun telah dibuka, tempat wisata dan hiburan tetap dibatasi dan disesuaikan dengan keadaan saat ini, tentunya dengan penerapan prokol kesehatan (Prokes) di tempat wisata dan hiburan. […]

    Seperti Apa Protokol Kesehatan Di Tempat Wisata di Masa Pandemi?

    Pemerintah telah melonggarkan aturan di masa pandemi Covid-19. Saat ini pemerintah telah mengizinkan tempat wisata dan hiburan beroperasi kembali.

    protokol kesehatan di tempat wisata

    Baca Juga: Penerapan Protokol Kesehatan di Bioskop dan Area Bioskop

    Walaupun telah dibuka, tempat wisata dan hiburan tetap dibatasi dan disesuaikan dengan keadaan saat ini, tentunya dengan penerapan prokol kesehatan (Prokes) di tempat wisata dan hiburan.

    Pemerintah Republik Indonesia (RI) secara resmi telah mengesahkan prokes di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf). Prokes tersebut disusun oleh Kemenparekraf bersama dengan pemangku kepentingan serta kementerian terkait.

    Prokes juga telah disahkan melalui KMK Nomor HK HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

    Nah, Sahabat Sehat selama kalian bepergian ke tempat wisata ataupun tempat hiburan, jangan lupa tetap menerapkan prokes agar terhindar dari virus Covid-19.

    Bagi Pengelola Tempat Wisata atau Hiburan

    Membatasi Jumlah Pengunjung Tempat Wisata

    Dalam penerapan Prokes di tempat wisata atau hiburan, pengelola wisata wajib membatasi jumlah pengunjung yang datang.

    Bahkan, pengelola tempat wisata atau hiburan disankan menggunakan sistem daring, yang artinya para pengunjung mendaftar melalui online sebelum datang langsung ke tempat wisata atau hiburan.

    Prokes di tempat wisata atau hiburan seperti ini, bisa mengendalikan atau menghindari pengunjung yang akan berkerumun di pintu masuk saat membeli tiket ataupun saat berada di dalam tempat wisata atau hiburan.

    Mengatur Jam Operasional

    Selain membatasi jumlah pengunjung, pengelola tempat wisata atau hiburan juga harus mengatur jam operasionalnya, hal tersebut biasanya mengikuti aturan dari pemerintah pusat atau pemerintah daerah masing-masing.

    Melakukan Pengawasan Ekstra

    Pengelola tempat wisata atau hiburan harus melakukan pengawasan yang lebih ekstra dibanding biasanya, terutama di titik-titik favorit pengunjung.

    Seperti contohnya di lokasi atau spot foto, jangan sampai berkerumun. Dan pastikan juga para pengunjung tetap mematuhu prokes yang ada selama berada di dalam tempat wisata atau hiburan.

    Membatasi Jumlah Fasilitas

    Apabila di tempat wisata memiliki fasilitas yang biasanya membuat pengunjung berdesakan, seperti naik kendaraan wisata atau lainnya, pengelola tempat wisata atau hiburan harus membatasinya. Jangan sampai membuat pengunjung berdesakan dan abai akan prokes di tempat wisata atau hiburan

    Mengatur Jarak Antrean

    Pengelola tempat wisata atau hiburan harus mengatur jarak antar sesama pengunjung. Bisa dilakukan dengan memberi penanda di masing-masing lantai minimal dengan jarak satu meter.

    Baca Juga: Protokol Pencegahan dan Penanganan di Tempat Kerja

    Mengoptimalkan Ruang Terbuka

    Pengelola tempat wisata atau hiburan bisa menggunakan ruang terbuka untuk tempat berjualan atau transaksi, untuk mencegah terjadinya kerumunan pengunjung.

    Menggunakan Pembatas

    Pengelola tempat wisata atau hiburan harus memberikan pembatas atau partisi di meja ataupun counter. Hal tersebut digunakan sebagai perlindungan tambahan bagi para pekerja atau sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang sedang bertugas di loket pembelian tiket.

    Sediakan Fasilitas Cuci Tangan

    Menyediakan fasilitas cuci tangan beserta sabun harus wajib dilakukan oleh pengelola tempat wisata dan hiburan. Karena mencuci tangan saat ini merupakan salah satu hal yang paling penting untuk mencegah penyebaran Covid-19.

    Sediakan Cek Suhu

    Pengelola tempat wisata atau hiburan wajib mengecek suhu para pengunjung yang datang saat di pintu masuk. Hal tersebut guna mendeteksi apakah ada pengunjung yang sakit atau tidak.

    Selain itu, pengelola tempat wisata atau hiburan juga harus memberikan edukasi terkait penerapan prokes kepada para pengunjung. Bisa melalui media banner yang terpasang di tempat wisata atau hiburan, terkait penerapan prokes.

    Bagi Pengunjung Tempat Wisata

    Pastikan Kondisi Sehat

    Sebelum Sahabat Sehat pergi ke tempat wisata atau hiburan, hal pertama yang paling penting adalah memastikan diri dalam kondisi yang sehat. Jangan sampai saat kondisi tidak sehat malah memaksakan untuk pergi ke tempat wisata atau hiburan. Hal tersebut bisa merugikan diri sendiri dan pengunjung lainnya.

    Apabila memang dalam kondisi tidak sehat atau sakit, sebaiknya istirahat di rumah saja serta istirahat yang cukup. Pastikan imunitas kembali dan tubuh fit sebelum Sahabat Sehat memutuskan untuk keluar rumah.

    Pastikan Tidak Melepas Masker

    Walaupun Sahabat Sehat sudah merasa aman keluar rumah, namun pastikan tidak melepas masker saat berada di tempat wisata.

    Karena di tempat wisata banyak orang yang tidak dikenal dan pengunjung berasal darimana saja, sehingga akan sangat sulit dilakukan tracing saat ada salah satu pengunjung yang terpapar Covid-19.

    Maka dari itu, pastikan Sahabat Sehat terus menggunakan masker selama berada di tempat wisata atau hiburan.

    Hindari Mengajak Anak dan Lansia

    Jika Sahabat Sehat ingin pergi ke tempat wisata atau hiburan, sebaiknya hindari untuk membawa anak-anak ataupun lansia. Karena anak-anak dan lansia merupakan orang yang rentan terpapar Covid-19.

    Produk Terkait: Perawatan Lansia

    Jika terpaksa mengajak anak, Sahabat Sehat bisa memberitahu sang anak agar tetap menggunakan masker saat berada di tempat wisata atau hiburan.

    Bersihkan Diri Setelah Pulang Dari Tempat Wisata

    Setelah Sahabat Sehat tiba di rumah, pastikan langsung mandi dan mengganti pakaian. Serta jangan lupa juga untuk membersihkan peralatan yang telah dibawa ke tempat wisata atau hiburan.

    Sahabat Sehat bisa membersihkan ponsel, kacamata, tas, ataupun barang-barang lainnya dengan menggunakan disinfektan. Hal tersebut dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19 melalui barang-barang yang dibawa.

    Nah, Sahabat Sehat sudah tahu kan prokes apa saja yang harus dilakukan saat berada di tempat wisata atau hiburan. Yang terpenting adalah tetap terapkan prokes 5M dimana pun Sahabat Sehat berada!

    Untuk membantu Sahabat terhindar dari  Covid-19, Sahabat bisa menggunakan jam tangan WISH yang dilengkapi dengan fitur geofencing dan terintegrasi dengan ponsel.

    Baca Juga: Berikut 5 Alat Pemantau Kesehatan yang Wajib Sahabat Punya di Masa Pandemi

    Tertarik? Segera hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. [Internet]. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/zNPZWJEk-protokol-kesehatan-yang-harus-dipatuhi-di-tempat-wisata
    2. Cegah Covid-19 di Tempat Wisata saat Libur Panjang, Lakukan Prokes Ini : Okezone Lifestyle [Internet]. https://lifestyle.okezone.com/. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://lifestyle.okezone.com/read/2021/03/11/481/2376001/cegah-covid-19-di-tempat-wisata-saat-libur-panjang-lakukan-prokes-ini?page=2
    3. Menparekraf ingatkan tetap jaga protokol kesehatan di objek wisata [Internet]. Antara News. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/2079474/menparekraf-ingatkan-tetap-jaga-protokol-kesehatan-di-objek-wisata

     

    Read More
  • Pemerintah telah mencoba berbagai cara untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Salah satunya melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta yang mengeluarkan peraturan mengenai penanganan dan pencegahan Covid-19. Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi? Protokol kesehatan yang wajib diterapkan di perkantoran atau tempat kerja ini mengacu pada Surat Keputusan Nomor 1363 tahun 2020 tentang “Protokol […]

    Protokol Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Tempat Kerja

    Pemerintah telah mencoba berbagai cara untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Salah satunya melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta yang mengeluarkan peraturan mengenai penanganan dan pencegahan Covid-19.

    pencegahan dan penanganan covid-19 di tempat kerja

    Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi?

    Protokol kesehatan yang wajib diterapkan di perkantoran atau tempat kerja ini mengacu pada Surat Keputusan Nomor 1363 tahun 2020 tentang “Protokol Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Perkantoran atau Tempat Kerja Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif”. SK ini adalah turunan dari peraturan Gubernur nomor 51 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

    Dengan adanya kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk stabilitas ekonomi masyarakat semua perkantoran wajib menerapkan protokol penanganan dan pencegahan Covid-19 yang telah ditetapkan dengan bijak oleh pemerintah.

    Baca Juga: Cara Mengendalikan Laju Covid-19 di Lingkungan Kantor

    Lalu apa saja protokol yang wajib diterapkan di tempat kerja? Berikut rinciannya

    1. Melakukan pemeriksaan suhu tubuh normal 36,1 derajat Celcius – 37,2 derajat Celcius untuk orang dewasa, di setiap pintu masuk/titik area perkantoran dan perhatikan kondisi badan untuk umum pekerja/tamu
    2. Menyediakan fasilitas/sarana untuk mencuci tangan dan pembersih tangan yang berbasis alkohol di tempat-tempat strategis, seperti pintu masuk, meja lobby utama, area menunggu lift, meja kerja, area tombol absensi, dan akses lainnya.
    3. Pastikan area tempat bekerja selalu dibersihkan secara berkala menggunakan disinfektan dengan sangat detail, karena virus akan bersarang ditempat yang sering disentuh seperti : gagang pintu, meja kerja, tombol lift, tombol absen, gagang tangga dan area besar lainnya untuk perlu disemprotkan disinfektan.
    4. Meminimalkanpenggunaan ruang lebih dan maksimalkan untuk bekerja secara virtual.
    5. Perhatikan sirkulasi keluar masuknya udara dan sinar matahari dalam ruang kerja, karena siapapun bisa terinfeksi melalui udara.
    6. Setiap pekerja diiimbau untuk menggunakan akses/kendaraan pribadi untuk melakukan perjalanan ke
    7. Pihak perusahaan wajib memberikan surat perintah tugas/dinas untuk diperlukan hadir ke tempat kerja.
    8. Pimpinan tempat kerja wajib selalu memperhatikan imbauan atau informasi mengenai Covid-19 dan menginformasikannya kepada seluruh pekerja melalui media.
    9. Wajib menyediakan tisu dan masker untuk pekerja, dan pekerja yang mengalami gejala flu, batuk dan sesak nafas untuk dipisahkan di area kerja tersendiri dan segera diistirahatkan di rumah. bersihkan area kerja sementara yang sudah terkontaminasi dengan diisnfektan
    10. Memberikan arahan dan edukasi kepada pekerja untuk tetap menjaga protokol kesehatan diri sendiri dan selalu menjaga kebersihan
    11. Memberikan perhatian atau peringatan tentang menjaga kebersihan dan terapkan Protokol Kesehatan di media dan tempat strategis, seperti : Poster dan Digital Media di area kantor
    12. Membuat hierarki untuk mencegah penularan Covid-19, seperti :
    • Membatasi jumlah pekerja yang hadir ke kantor maksimal 50% dari semua pekerja
    • Menyesuaikan jam kerja, shift kerja, hari kerja dan sistem kerja virtual untuk beradaptasi dengan pandemi Covid-19
    • Memasang pembatas pekerja seperti : Physical Distancingdi area kerja agar mempunyai jarak dan tidak kontak langsung dengan pekerja lainnya
    • Menghimbau pekerja untuk membawa alat pribadi masing-masing dan tidak campur dengan yang lainnya, seperti : mukena, alat makan, botol minum dan lainnya
    1. Memberikan kebijakan kepada pekerja yang memiliki riwayat perjalanan dari luar kota, memiliki riwayat pernah kontak langsung dengan pasien positif Covid-19, dan mengalami gejala flu, batuk, demam, dan sesak nafas untuk beristirahat di rumah saja atau bekerja dari rumah
    2. Tidak boleh melakukan pemutusan hubungan kerja dan tetap memberikan hak-hak kepada pekerja yang sedang isolasi mandiri
    3. Petugas Kesehatan Perusahaan/ Petugas K3 wajib memantau atau mengamati seluruh pekerja yang memiliki gejala Covid-19 dengan segera memberi peringatan untuk Swab Test (memerikasakan diri) di pelayanan kesehatan terdekat
    4. Setiap pekerja yang tidak masuk kerja karena sakit dan mengalami gejala seperti demam, flu, batuk dan sesak nafas wajib melaporkan ke Petugas Kesehatan Perusahaan/ Petugas K3, guna untuk dipantau lebih detail apakah pekerja termasuk kedalam kriteria ODP (Orang Dalam Pemantauan) / PDP (Pasien Dalam Pengawasan), kasus probable
    5. Apabila Petugas Kesehatan Perusahaan/ Petugas K3 menerima informasi bahwa pekerja masuk dalam kriteria ODP, PDP, kasus probabledan bahkan positif Covid-19. Petugas Kesehatan Perusahaan/Petugas K3 harus segera berkoordinasi dengan puskesmas atau pelayanan kesehatan untuk segera diatasi dan dirujuk ke Rumah Sakit
    6. Jika Petugas Kesehatan Perusahaan/ Petugas K3 menerima informasi bahwa pekerjanya positif Covid-19, ODP, PDP, kasus Petugas Kesehatan Perusahaan/Petugas K3 wajib mengidentifikasi kontak dengan orang-orang yang mempunyai riwayat berinteraksi langsung dengan pekerja yang terinfeksi, dan diwajibkan untuk bekerja dari rumah dan isolasi mandiri.
    7. Untuk perusahaan yang menyediakan fasilitas/layanan umum diharapkan untuk memperketat penggunaan protokol kesehatan diri sendiri dan memperketat kebersihan untuk fasilitas/layananannya.

    Peraturan yang dibuat sudah disahkan, dan perusahaan wajib mengikuti peraturan tersebut. Apabila perusahaan kurang mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan dan banyak sekali pekerja yang terinfeksi virus Covid-19. Konsekuensinya perusahaan tersebut ditutup karena target pemerintah dalam penanganan Covid-19 dan memulihkan perekonomian Indonesia sudah terancam gagal.

    Baca Juga: Siapkan Diri Kembali Bekerja Setelah PSBB

    Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI), Timboel Siregar, mengusulkan secara langsung seharusnya pemerintah melaksanakan intervensi langsung, seperti petugas pengawas dan mediator ketenagakerjaan memantau protokol kesehatan secara ketat di setiap perusahaan untuk mendapatkan pembinaan dan pengawasan langsung.

    Produk Terkait: Pemantauan Kesehatan

    Selain itu, Timboel mengusulkan pemerintah untuk membantu perusahaan yang mengalami kesulitan finansial dengan memberikan fasilitas alat pengaman diri (APD) dan fasilitas kesehatan lainnya untuk penerepan protokol kesehatan secara detail. BPJS Ketenagakerjaan pun memberikan fasilitas hal seperti program manfaat layanan tambahan (MLT) dan program JHT yang sudah berjalan.

    Baca Juga: Perhatikan Cara Gunakan APD yang Benar

    Itulah mengenai protokol penanganan dan pencegahan Covid-19 di tempat kerja yang perlu Sahabat ketahui. Apabila Sahabat ingin mencegah mendeteksi Covid-19 Sahabat bisa melakukannya di Prosehat. Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. [Internet]. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://www.hukumonline.com/berita/baca/lt5f10497477953/penerapan-protokol-kesehatan-di-tempat-kerja-butuh-intervensi-pemerintah?
    2. [Internet]. Covid19.kemkes.go.id. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://covid19.kemkes.go.id/download/SE_protokol_pencegahan_Covid-19_di_tempat_kerja.pdf
    3. Media K. 24 Protokol Pencegahan Covid-19 di Perkantoran, Perusahaan Wajib Bentuk Gugus Tugas [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://megapolitan.kompas.com/read/2020/06/08/15175061/24-protokol-pencegahan-covid-19-di-perkantoran-perusahaan-wajib-bentuk
    4. Media K. Berapa Sebenarnya Suhu Tubuh Normal Manusia? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/04/10/151933120/berapa-sebenarnya-suhu-tubuh-normal-manusia?page=all
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja