Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Posts tagged “ pemanis buatan”

  • Banyak yang mengira bahwa menu diet diabetes membuat penyandang diabetes semakin menderita. Anggapan ini salah besar. Kuncinya adalah Anda perhatikan Diet 3J: Jenis, Jumlah, dan Jam makan. Diet Tepat untuk Diabetes Secara umum diet penyandang diabetes atau diabetesi sama saja dengan orang normal lainnya, hanya saja Anda perlu perhatikan hal-hal khusus yang akan dibahas disini. […]

    Menu Diet Diabetes: Perhatikan 3J (Jenis, Jumlah, dan Jam)!

    Banyak yang mengira bahwa menu diet diabetes membuat penyandang diabetes semakin menderita. Anggapan ini salah besar. Kuncinya adalah Anda perhatikan Diet 3J: Jenis, Jumlah, dan Jam makan.

    Diet Tepat untuk Diabetes

    Secara umum diet penyandang diabetes atau diabetesi sama saja dengan orang normal lainnya, hanya saja Anda perlu perhatikan hal-hal khusus yang akan dibahas disini. Bukan salah Anda bila mengalami kesulitan atur diet tepat sebagai diabetesi, memang seringkali hal sederhana berikut ini dibuat rumit. Sebelumnya telah dibahas menu harian untuk diabetesi dan untuk Anda yang ingin menurunkan berat badan tanpa harus kelaparan, di sini. Secara umum diet tepat untuk diabetesi adalah:

    • Rendah kalori
    • Tinggi karbohidrat kompleks yang banyak terkandung dalam sayuran, buah, dan sereal dari gandum
    • Rendah lemak jenuh yang biasanya ada dalam keju, mentega, dan daging berlemak.
    • Tinggi akan lemak tak jenuh seperti minyak zaitun.

    https://www.prosehat.com/produk/susu/tropicana-slim-susu-non-fat-fitosterol-original/

    3J: Jenis, Jumlah, dan Jam

    Anda sebagai diabetesi tidak memiliki pantangan apapun dan diperbolehkan makan makanan seperti layaknya orang normal lho. Jadi keluarga tidak diwajibkan memasak makanan khusus untuk diabetesi. Kita bisa siasati setiap kali makan dengan memperhatikan jenis, jumlah dan jam konsumsinya.

    Baca Juga: 7 Makanan Ini Memicu Kolesterol

    Jenis

    Untuk jenis makanan di menu diet diabetes, kita perlu selalu pertimbangkan:

    • makanan dengan kandungan gizi yang seimbang
    • makanan dengan kandungan banyak serat, rendah gula untuk makanan pokok

    Sebagai contoh menu karbohidrat yang disarankan untuk Anda adalah konsumsi nasi merah atau roti gandum, kedua pilihan ini lebih baik dibandingkan dengan nasi putih dan roti tawar biasa.

    Sedangkan untuk makanan manis, tidak ada yang merekomendasikan jika kita sebagai diabetesi tidak boleh mengkonsumsi makanan yang manis sama sekali. Anda tetap boleh mengkonsumsi makanan manis dengan jumlah yang dikurangi dan beralih dari penggunaan gula biasa ke pemanis buatan rendah kalori berbahan dasar alami, seperti Stevia yang dibahas di artikel ini.

    Jumlah

    Jumlah menu diet diabetes yang dikonsumsi harus disesuaikan dengan jenis makanannya. Untuk lebih mudahnya lagi, coba Anda imajinasikan piring kosong kesayangan yang sering digunakan, kemudian lakukan hal ini:

    • Anda bagi piring menjadi dua bagian besar (½ & ½)
    • ½ bagian piring tersebut isi dengan berbagai macam sayuran seperti bayam, wortel atau kacang-kacangan.
    • Lalu sisa ½ bagian piring lain dibagi lagi menjadi dua, jadi tinggal ¼ bagian.
    • Kemudian Anda isi salah satu dari ¼ bagian piring dengan tepung gandum, kentang, jagung atau nasi.
    • Lanjutkan ¼ piring sisanya diisi dengan daging atau pengganti daging lainnya.
    • Lakukanlah ini pada tiap porsi makanan Anda tiap harinya.

    Ikuti tips plating diet diabetes dengan gambar berikut ini:

    https://www.prosehat.com/produk/makanan-minuman/tropicana-slim-high-fiber-high-calcium-milk-chocolate/

    https://www.prosehat.com/produk/alat-kesehatan/accu-check-active-strip/

    Jam

    Sedangkan untuk jam makan bagi diet diabatisi yang dianjurkan, setiap harinya Anda sebaiknya makan sampai 5x sehari! Banyak? Tentu saja kita atur porsinya

    1. Sarapan,
    2. Cemilan pagi,
    3. Makan siang,
    4. Cemilan sore, dan
    5. Makan malam.

    Menu diet diabetes tidak harus membuat penyandang diabetes semakin menderita! It’s all about porsi dan pengaturan jam makan yang membantu Anda mempertahankan kadar gula darah yang terkontrol. Hal ini untuk menghindari terjadinya komplikasi, sedangkan bagi yang belum menyandang diabetes sangat baik untuk mencegah supaya jangan sampai terkena diabetes.

    Banyak dari kita memiliki anggapan salah terkait penyandang diabetes yang harus melaksanakan diet ketat sampai melewatkan sarapan dan makan malam. Hal ini menyesatkan dan bisa berujung hipoglikemia (kenali lebih lanjut bahayanya hipoglikemia di sini), yakni kondisi yang berbahaya saat badan dan otak kekurangan gula darah. Kunci untuk tubuh ideal dan kadar gula darah terkontrol dapat dengan mudah dilakukan, yaitu dengan memperhatikan menu harian Anda dari jenis, jumlah dan jam makan. Sehingga metabolisme tubuh tetap berjalan dengan baik. Anda bisa memilih pengganti makanan seperti susu untuk diabetes yang bisa menjadi pendamping dari menu diet diabetes.

    Referensi:

    • TanyaDok.com
    • How a ‘Diabetes Diet’ Protects Your Health by Kathleen Doheny (2009)
    Read More
  • Seringkali kita tidak dapat menahan keinginan untuk makan makanan manis. Tentunya perlu lebih berhati-hati setiap konsumsi makanan manis apabila kita sudah memiliki resiko tinggi menyandang penyakit kencing manis (pre-diabetes), apalagi bagi para diabetesi yang perlu kontrol kadar gula darah. Banyak yang menyiasatinya dengan beralih ke pemanis buatan yang rendah kalori seperti misalnya Stevia ini. Apakah […]

    Stevia: Pengganti Gula untuk Cegah Kencing Manis

    Seringkali kita tidak dapat menahan keinginan untuk makan makanan manis. Tentunya perlu lebih berhati-hati setiap konsumsi makanan manis apabila kita sudah memiliki resiko tinggi menyandang penyakit kencing manis (pre-diabetes), apalagi bagi para diabetesi yang perlu kontrol kadar gula darah. Banyak yang menyiasatinya dengan beralih ke pemanis buatan yang rendah kalori seperti misalnya Stevia ini. Apakah Anda sudah mengenal Stevia? Sebelum konsumsi sebaiknya Anda kenali lebih dekat tentang Stevia.

    Stevia (Steviol Glikosida)

    Berasal dari tanaman Stevia Rabaudiana yang tumbuh di Amerika Selatan dan berasal dari keluarga Asteraceae, tanaman ini ternyata masih satu saudara dengan bunga matahari dan krisan. Tanaman asli Brazil dan Paraguay yang secara tradisional telah digunakan sebagai pemanis untuk teh dan kopi. Walaupun istilah “stevia” mengacu pada semua bagian dari tanaman ini, namun sebenarnya hanya beberapa dari bagian Stevia ini yang memiliki rasa manis dan kemudian digunakan sebagai pemanis. Tentunya Anda akan konsumsi hanya bagian yang manis dan bahkan sudah menjadi ekstrak olahan dari Stevia ini.

    Steviol glikosida adalah komponen termanis yang ditemukan dari tanaman stevia ini. Berikut beberapa fakta dari komponen yang dimurnikan dari daun stevia ini:

    • 250-300 kali lebih manis dari gula meja
    • Banyak digunakan untuk sejumlah makanan seperti permen, minuman protein dan minuman berbahan dasar teh
    • Harus digunakan secukupnya karena jauh lebih manis dari gula biasa
    • It is calorie-free, indeed. Efektif digunakan sebagai pengganti gula biasa
    • Bagian daun mengandung kalium, seng, magnesium dan vitamin B3.
    • Memiliki serat hingga 10,77% yang membantu untuk kondisi sembelit dengan melancarkan pencernaan.
    • Stevia sebagai pemanis buatan telah disetujui untuk digunakan sebagai pengganti gula karena tidak menimbulkan risiko kesehatan bila digunakan sesuai kebutuhan.
    • Asupan harian yang dapat dikonsumsi adalah 4 mg/kg berat badan atau sebanyak 1 sendok teh saja.

    Perlu Anda ketahui bahwa pemanis buatan ini sudah disetujui pemakaiannya oleh FDA atau Badan POM Amerika. Pemanis buatan berbahan dasar alami ini sudah bisa ditemukan dengan mudah dalam kemasan praktis. Anda dapat mengganti gula meja yang ada dengan pemanis buatan Stevia, sehingga tidak perlu takut lagi untuk lewatkan secangkir kopi kesukaan bagi Anda yang ingin mencegah diabetes maupun diabetesi. Tetap ingat juga untuk kontrol gula darah rutin, ya dengan alat kontrol gula darah yang mudah digunakan.

    Selamat menikmati manisnya hari ini dengan ganti gula meja dengan pemanis buatan berbahan dasar alami, Stevia.

    Referensi:

    Read More
  • Suntik insulin sering menjadi momok bagi para pasien diabetes, terutama pasien diabetes tipe 2. Banyak pasien diabetes yang enggan untuk mendapatkan terapi suntik insulin karena menurut mereka kalau sudah mulai suntik insulin artinya diabetesnya sudah parah, sudah tidak tertolong lagi! Banyak yang bahkan lebih memilih untuk diet ketat dan menggunakan pemanis buatan rendah kalori untuk […]

    Mengapa Suntik Insulin Penting Bagi Diabetesi Tipe 2

    Suntik insulin sering menjadi momok bagi para pasien diabetes, terutama pasien diabetes tipe 2. Banyak pasien diabetes yang enggan untuk mendapatkan terapi suntik insulin karena menurut mereka kalau sudah mulai suntik insulin artinya diabetesnya sudah parah, sudah tidak tertolong lagi! Banyak yang bahkan lebih memilih untuk diet ketat dan menggunakan pemanis buatan rendah kalori untuk mencegah keparahan dari diabetesnya.

    Tapi benarkah hal itu? Apa sih sebenarnya insulin itu dan apa manfaat terapi insulin?

    Apa Itu Insulin?

    Insulin adalah hormon yang membantu mengubah makanan menjadi energi. Insulin pada seseorang dengan diabetes tipe 2 tidak mampu bekerja dengan baik. Kondisi ini disebut resistensi insulin. Seseorang dengan diabetes tipe 2 yang telah dikupas di sini, memerlukan suntikan insulin jika kadar glukosa darah mereka tidak dapat dikontrol dengan baik bahkan setelah dilakukan pengaturan pola makan, olahraga, penurunan berat badan, dan obat-obatan untuk diabetes tipe 2 rutin ditebus resep dan diminum teratur setiap hari.

    Fungsi insulin di dalam tubuh pasien diabetes tipe 2 adalah menurunkan kadar glukosa darah dengan memindahkan glukosa dari darah ke dalam sel-sel tubuh. Glukosa dalam sel digunakan untuk menyediakan energi. Insulin menurunkan kadar glukosa darah, baik ketika makan maupun ketika tidak. Oleh karena itu, penting untuk menyinkronkan pola makan dengan suntik insulin.

    Jenis

    Terdapat 5 jenis insulin yang dikategorikan berdasarkan puncak dan jangka waktu efeknya:

      • Insulin kerja cepat: mulai bekerja sekitar 15 menit setelah suntikan, efek puncak terjadi sekitar 1 jam kemudian, dan lama kerjanya 2 sampai 4 jam.
      • Insulin kerja pendek: mulai bekerja sekitar 30 menit setelah suntikan, efek puncak terjadi sekitar 2-3 jam kemudian, dan lama kerjanya 3 sampai 6 jam.
      • Insulin kerja sedang: mulai bekerja sekitar 2-4 jam setelah suntikan, efek puncak terjadi sekitar 4-12 jam kemudian, dan lama kerjanya 12 sampai 18 jam.
      • Insulin kerja panjang: mulai bekerja sekitar 4-6 jam setelah suntikan, efek puncak terjadi sekitar 10-18 jam, dan lama kerjanya sampai 24 jam.
      • Gabungan insulin kerja cepat dan kerja sedang (pre-mixed insulin): Insulin premixed dapat bermanfaat bagi orang-orang yang mengalami kesulitan menggunakan dua atau lebih jenis insulin dan sulit mengikuti arahan dan dosis yang tepat. Insulin ini juga cocok bagi orang-orang dengan diabetes yang telah stabil dengan kombinasi insulin ini. Konsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk terapi insulin jenis ini.

    Masing-masing jenis bekerja pada kecepatan yang berbeda dan untuk periode waktu yang berbeda. Sebagian orang mungkin disarankan menggunakan kombinasi dua atau lebih jenis insulin.

    Baca Juga: 8 Olahraga Aman Saat Puasa

    Terapi

    Terapi insulin biasa diberikan dalam bentuk suntikan karena insulin berbahan dasar protein. Jika insulin dikonsumsi sebagai pil, insulin akan dipecah dan dicerna bahkan sebelum sampai ke dalam darah untuk menurunkan kadar glukosa darah. Oleh karena itu, insulin hanya tersedia dalam bentuk suntikan sampai saat ini. Seseorang dapat menyuntikkan insulin ke beberapa tempat pada tubuhnya:

    • Suntikan insulin di area perut bekerja paling cepat.
    • Suntikan insulin di area paha bekerja paling lambat.
    • Suntikan insulin di lengan bekerja dengan kecepatan sedang.

    Konsultasi dengan dokter yang menangani Anda diperlukan untuk menunjukkan cara yang tepat untuk menyuntikkan insulin dan di bagian mana dari tubuh untuk menyuntikkannya. Sebagian besar orang dengan diabetes tipe 2 memerlukan minimal 2 suntikan insulin sehari untuk kontrol glukosa darah yang baik. Sebagian orang memerlukan 3 atau 4 suntikan sehari untuk kontrol diabetes yang lebih fleksibel. Tapi jangan lupa untuk mengatur dosis suntikan insulin per individu melalui diskusi dengan tenaga kesehatan, ya karena efek yang mungkin terjadi pada penggunaan insulin adalah kondisi kadar glukosa darah rendah dalam tubuh (hipoglikemia) dan penambahan berat badan.

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Kanker Serviks

    Panduan Terapi

    Dokter yang menangani pasien diabetes tipe 2 akan bekerja sama untuk menentukan jenis insulin yang terbaik. Keputusan pilihan ini akan tergantung pada beberapa hal:

    • Lama waktu yang dibutuhkan tubuh untuk menyerap insulin
    • Berapa lama insulin tetap aktif bervariasi per individu
    • Jenis makanan yang dimakan
    • Konsumsi alkohol
    • Intensitas olahraga
    • Kesediaan pasien untuk mendapat berapa banyak suntikan per hari
    • Seberapa sering pasien memeriksa gula darah
    • Usia
    • Tujuan pasien mengelola gula darah

    Nah, itu tadi penjelasan tentang terapi insulin yang harus dijalani oleh pasien diabetes tipe 2. Jadi sekarang tidak perlu lagi takut akan momok suntik insulin kan? Suntik insulin bukan berarti akhir dari segalanya. Suntik insulin akan bantu pasien diabetes mendapat kontrol gula darah yang lebih baik. Suntikan insulin juga tidak boleh terlewatkan. Jadi jangan sampai keluarga atau orang yang disayangi kehabisan suntikan insulinnya. Ingat selalu untuk menebus resep suntikan insulin dan obat diabetes lainnya. Tebus resep online mudah dan hemat hanya di ProSehat. Obat asli diantar tanpa harus antri atau macet.

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Kamu Ketahui

    Narasumber: dr. Novita Liman

    Referensi:

    • American Diabetes Association. Insulin Administration. Diabetes Care 2004;27(Suppl. 1):S106–S109.
    • American Diabetes Association. Low-Calorie Sweeteners. [Internet]. 2015 [cited November 14, 2015]. Available from: http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/treatment-and-care/medication/insulin/insulin-basics.html
    • Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. Petunjuk Praktis Terapi Insulin pada Pasien Diabetes Melitus. [Internet]. 2006 [cited November 14, 2015]. Available from: http://www.pbpapdi.org/images/file_guidelines/13_Petunjuk%20Praktis%20Terapi%20Insulin%20pada%20Pasien%20Diabetes%20Melitus.PDF.
    Read More
  • Ingin langsing atau terhindar dari risiko diabetes tipe 2? Ada 3 strategi efektif yang bisa kamu coba nih. Pertama adalah olahraga teratur untuk membakar kalori dan membantu tubuh menjadi lebih sehat secara menyeluruh, kedua adalah jangan sampai kekurangan cairan ya, karena sebagian tubuh kita berisi cairan, tubuh pun perlu air untuk bisa beraktivitas secara normal. […]

    Atur Asupan Kalori dengan Pemanis Buatan Rendah Kalori

    Ingin langsing atau terhindar dari risiko diabetes tipe 2? Ada 3 strategi efektif yang bisa kamu coba nih. Pertama adalah olahraga teratur untuk membakar kalori dan membantu tubuh menjadi lebih sehat secara menyeluruh, kedua adalah jangan sampai kekurangan cairan ya, karena sebagian tubuh kita berisi cairan, tubuh pun perlu air untuk bisa beraktivitas secara normal. Dan yang terakhir adalah atur asupan kalori dengan mengganti gula dapur dengan pemanis buatan rendah kalori.

    Apa itu pemanis buatan rendah kalori?

    Pemanis buatan adalah pengganti gula sintesis yang berasal dari bahan natural seperti herbal. Pemanis buatan mempunyai intensitas manis yang lebih besar dibandingkan gula biasa. American Heart Association (AHA) dan American Diabetes Association (ADA) telah mengeluarkan pernyataan bahwa jika digunakan secara benar, pemanis buatan dapat menggantikan gula. Pemanis buatan ini juga dapat membantu untuk menurunkan atau mengontrol berat badan, melawan obesitas, sindrom metabolik, dan diabetes.

    Baca Juga: Resep Makanan Rendah Kalori

    Karena banyaknya jenis produk pemanis buatan di pasaran saat ini, memilih satu jenis yang sesuai dengan kita menjadi hal yang sulit untuk dilakukan. Jadi pembeli yang cermat ketika membeli pemanis buatan. Kenali lebih dalam jenis-jenisnya di bawah ini:

    1. Acesulfame-K. Pemanis buatan acesulfame-k biasa digunakan sebagai pemanis yang disajikan di meja. Acetasulfame-K mempunyai tingkat kemanisan 200 kali gula. Biasa digunakan sebagai tambahan pada pudding, permen, dan minuman beralkohol. Jenis ini tidak mempengaruhi kadar gula darah, sehingga dapat digunakan untuk memasak dan memanggang kue.

    Baca Juga: 5 Resep Bekal Makanan Rendah Kalori Bagi Si Kecil

    2. Aspartame. Pemanis buatan aspartame adalah jenis yang paling popular dengan tingkat kemanisan 180-200 kali gula. Jenis ini biasa digunakan untuk minuman ringan, pencuci mulut, sereal untuk sarapan, permen karet, produk susu, dan makanan serta obat-obatan. Asupan harian aspartame hanya 50 mg/kg berat badan lho.

    3. Manitol dan Sorbitol. Pemanis buatan manitol dan sorbitol adalah gula alkohol yang ditemukan pada sumber pangan tumbuhan seperti buah dan berries, dan digunakan secara komersial. Kedua jenis pemanis buatan ini 60% semanis sukrosa dengan kalori yang lebih sedikit. Jenis ini menjadi alternatif pemanis untuk pasien diabetes karena rasanya yang manis, bersih dan menyegarkan, tapi tidak merusak gigi.

    Baca Juga: Susu Rendah Kalori Untuk Penderita Diabetes

    4. Saccharin. Pemanis buatan sakarin menghasilkan 300 kali rasa manis gula. Karena potensinya, cukup sedikit jumlah yang kita perlukan. Keuntungan lainnya, pemanis buatan ini tidak akan terpengaruh oleh suhu panas.

    5. Sukralose. Pemanis buatan sukralose mempunyai tingkat kemanisan 600 kali gula. Jenis yang satu ini bebas kalori, tidak dianggap sebagai karbohidrat di dalam tubuh, dan tidak mempunyai efek pada gula darah.

    Baca Juga: Cara Turun Berat Badan 40 Kg dengan 8 Hal Berikut

    6. Stevia atau Steviol Glikosida. Pemanis buatan stevia ini berasal dari  tumbuhan stevia dan saat ini menjadi pilihan alami pengganti gula yang menarik karena kadar manisnya yang kuat, bisa mencapai 200 hingga 300 kali lebih manis daripada gula (sukrosa). Pemanis buatan ini bisa ditambahkan pada makanan maupun minuman. Asupan Harian yang Diperbolehkan adalah 4 mg/kg berat badan  bagi steviol, atau 12 mg/kg berat badan untuk steviol glikosida.

    Baca Juga: 7 Makanan Pemicu Kolesterol

    Perlu diingat ya, bahwa semua pemanis buatan di atas sudah disetujui pemakaiannya oleh FDA. Beberapa studi juga mengatakan bahwa penggunaan pemanis buatan dapat membantu mengontrol berat badan dan menjadi pengganti gula bagi pasien diabetes. Tapi perlu dicermati bahwa kita harus tetap memperhatikan jumlah penggunaannya per hari karena pengaturan berat badan tidak hanya dari berasal dari satu aspek saja. Sementara untuk pasien diabetes harus rutin kontrol kadar gula darah agar tidak menambah risiko komplikasi akibat penyakit diabetes.

    Read More

WhatsApp Asisten Maya saja