Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ pekan imunisasi dunia”

Showing 1–10 of 12 results

  • Apakah bayi Anda terserang diare? Wah, bisa jadi bayi Anda terinfeksi rotavirus. Rotavirus merupakan virus famili Reoviridae yang masuk dan menginfeksi saluran pencernaan. Baca Juga: Kondisi Kelebihan Lemak Pada Feses dan Cara Mengatasinya Penyebaran virus melalui kontak dengan makanan, air, tangan, dan permukaan objek yang tekontaminasi. Virus ini menyebabkan diare berat, di mana pada bayi dan […]

    Cegah Diare Anak Akibat Rotavirus dengan Vaksinasi

    Apakah bayi Anda terserang diare? Wah, bisa jadi bayi Anda terinfeksi rotavirus. Rotavirus merupakan virus famili Reoviridae yang masuk dan menginfeksi saluran pencernaan.

    Baca Juga: Kondisi Kelebihan Lemak Pada Feses dan Cara Mengatasinya

    Penyebaran virus melalui kontak dengan makanan, air, tangan, dan permukaan objek yang tekontaminasi. Virus ini menyebabkan diare berat, di mana pada bayi dan anak dapat berbahaya karena bisa berakibat dehidrasi berat yang berujung kematian.  

    Setelah terpapar rotavirus, biasanya gejala akan muncul setelah 2 hari kemudian. Gejala muncul berupa demam, muntah, nyeri perut,  dan diare cair yang dapat menyebabkan dehidrasi berat.

    Gejala-gejala tersebut berlangsung selama 3-8 hari. Oleh sebab itu sangat penting bagi Anda untuk mengetahui tanda dehidrasi pada anak, agar cepat tertangani.

    1. Dehidrasi ringan: anak tetap aktif namun sedikit lesu, masih kuat untuk menyusui dan minum.
    2. Dehirasi sedang: anak terlihat lemas, tampak kehausan, kulit mengendur, dan mata cekung. Segera bawa ke pelayanan kesehatan.
    3. Dehidrasi berat: anak sangat lemas, kesadaran anak menurun, tidak bisa minum, sedikit kencing, mata sangat cekung, bibir kering dan biru, kulit lama kembali bila dicubit. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian.

    Pada kasus diare akibat rotavirus pemberian antibiotik bukan solusi karena penyebabnya adalah virus bukan bakteri.

    Pengobatan bersifat meringankan gejala dengan rehidrasi atau pemenuhan cairan melalui perbanyak asupan cairan, air minum, ASI, dan infus. Bisa diberikan zink untuk membantu penyembuhan diare dan menjaga daya tahan tubuh anak.

    Baca Juga: Mengapa Makanan Pedas Menyebabkan Diare? Begini Penjelasannya

    Pencegahan infeksi rotavirus yang optimal dan direkomendasikan adalah dengan imunisasi rotavirus. WHO merekomendasikan imunisasi rotavirus secara rutin pada April 2009.

    Di Indonesia sendiri vaksin ini sudah direkomendasikan oleh IDAI sejak tahun 2011. Vaksin rotavirus yang beredar adalah vaksin hidup yang mengandung 1 strain (monovalen) dan 5 strain (pentavalen).

    Vaksin rotavirus monovalen diberikan 2 kali, dosis pertama diberikan saat usia 6-14 minggu dan dosis kedua diberikan minimal 4 minggu berikutnya.

    Maksimal pemberian dosis kedua pada usia 24 minggu. Untuk, vaksin rotavirus pentavalen diberikan sebanyak 3 kali. Dosis pertama diberikan pada usia 6-14 minggu, dosis kedua dan ketiga diberikan dengan interval 4-10 minggu. Batas akhir pemberian di usia 32 minggu.

    Sebaiknya segera berikan vaksinasi rotavirus pada bayi Anda, mengingat angka kejadian diare di bawah usia 2 tahun cukup tinggi.

    Baca Juga: Mengenal Penyakit Norovirus, dari Penyebab hingga Pencegahan

    Sahabat bisa melakukan vaksinasi Rotavirus di Prosehat yang menyediakan layanan ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:

    1. Rotavirus | Transmission | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2016 [cited 5 February 2018]. Available from: cdc.gov
    2. Haurissa A. TanyaDok.com | Infeksi Rotavirus dan Imunisasinya [Internet]. TanyaDok.com. [cited 5 February 2018]. Avaialable from: tanyadok.com
    Read More
  • Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut […]

    Amankah Vaksinasi HPV Selama Pandemi Corona?

    Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks.

    Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut rahim atau serviks, yang lama-kelamaan berkembang menjadi kanker serviks yang termasuk salah satu kanker paling mematikan di dunia.1

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?vaksinsi hpv selama pandemi, vaksinasi hpv selama corona

    Menurut data yang dilansir oleh Kementerian Kesehatan, jumlah penderita kanker serviks  di Indonesia adalah 90-100 kasus per 100.000 penduduk, dan setiap tahunnya adalah 15.000 kasus.

    Indonesia bahkan termasuk negara kedua dengan angka kejadian kanker serviks tertinggi di dunia. Angka global kematian akibat virus ini adalah 99,7%, dan hampir semuanya wanita. Oleh karena itu, pemberian vaksin sangat penting dan perlu dilakukan.1

    Namun, Bagaimanakah dengan Pemberian Vaksin di Masa Pandemi Corona ini? Apakah Pemberian  Vaksin Aman dan Tetap Harus Dilakukan?

    Semenjak ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO pada Maret 2020, Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 telah mempengaruhi banyak gaya hidup orang-orang di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.

    Angka penderita dan kematian yang terus meningkat setiap harinya dan belum ditemukannya vaksin untuk pencegahan membuat WHO menerbitkan protokol-protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

    WHO juga meminta kepada para pemerintah negara di seluruh dunia untuk tidak berkerumun karena hal tersebut akan mempermudah penyebaran virus. Hal inilah yang kemudian membuat semua orang menjadi khawatir untuk beraktivitas di luar rumah dan memilih tetap berada di dalam rumah sebagai salah satu cara paling aman.2

    Karena itulah, banyak orang yang mengurungkan niat ke fasilitas-fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas untuk vaksinasi sehingga angka vaksinasi kian menurun. Program vaksinasi yang telah dicanangkan terganggu.

    Menurut WHO dan UNICEF, ada 82 negara dengan program vaksinasi yang terganggu, di antaranya termasuk Indonesia.3

    Salah satu program vaksinasi yang terganggu itu adalah vaksinasi HPV. Indonesia sendiri mempunyai program penapisan atau skrining vaksinasi, dengan target perempuan di usia 30-50 tahun.

    Target tersebut kenyataannya belum dapat terpenuhi karena yang ditapis masih kurang dari 8%, jauh di bawah target sebesar 50%, itu pun berdasarkan data dari 2014 hingga 2018.4

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    Target yang hendak dicapai itu menjadi berantakan karena datangnya COVID-19. Sebelum wabah, setiap hari, 50 perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks, sehingga upaya penapisan terus dilakukan.

    Namun, ketika wabah datang, aktivitas menurun tajam sehingga upaya pemerintah untuk mencegah kanker serviks semakin terhambat.

    Alasan penurunan itu adalah sangat ketakutannya orang-orang untuk keluar rumah, apalagi ke fasilitas-fasilitas kesehatan yang sudah pasti banyak orang.4

    Padahal, WHO sendiri sudah mengatakan bahwa vaksinasi, baik untuk anak-anak maupun dewasa, tetap harus dilakukan mengingat penyakit-penyakit memerlukan vaksinasi tersebut bisa datang kapan saja.2

    Keterlambatan pemberian vaksin akan menghambat tumbuh-kembang anak dan tingkat kekebalan orang dalam menghadapi virus, termasuk virus HPV, yang pemberiannnya mulai harus dilakukan pada perempuan usia 9 tahun sebagai langkah pencegahan dini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Supaya vaksinasi HPV tetap berjalan dan dirasa aman tanpa perlu khawatir terhadap ancaman virus Corona, berdasarkan anjuran WHO, pemerintah telah melaksanakan hal-hal berikut agar orang tetap mau vaksinasi, yaitu:2

    • Membatasi jumlah kunjungan ke fasilitas-fasilitas layanan kesehatan
    • Menerapkan jaga jarak saat berada di dalam fasyankes
    • Mengatur jadwal dengan mengadakan janji temu imunisasi
    • Menggabungkan kegiatan imunisasi dengan kegiatan preventif
    • Menggunakan area terbuka apabila memungkinkan jika area dalam sudah dirasa penuh karena jaga jarak, sementara pengunjung yang datang banyak
    • Membuat sesi layanan imunisasi khusus bagi lansia dan orang-orang dengan gangguan kesehatan yang sudah ada seperti darah tinggi, penyakit jantung, gangguan pernapasan, dan diabetes.

    Baca Juga: Pilih Mana? Imunisasi di Rumah atau Faskes Selama Pandemi?

    Namun, apabila hal-hal di atas masih dirasa kurang meyakinkan karena faktor berkerumun yang menjadi medium menyebarnya virus dengan cepat, terdapat solusi-solusi yang bisa membuat orang yang ingin divaksinasi tidak perlu ke rumah sakit, puskesmas, atau klinik, alias cukup di rumah saja.

    Fasilitas ini memanfaatkan teknologi berupa telemedisin yang memungkinkan pasien bisa konsultasi secara daring atau online melalui perangkat-perangkat teknologi yang ada.

    Tentu saja layanan ini ada di Prosehat yang juga mempunyai layanan vaksinasi HPV ke rumah sehingga Sobat Sehat tetap bisa vaksinasi dengan aman tanpa perlu khawatir tertular COVID-19, dan tentunya Sobat dapat mendukung program pemerintah untuk mencegah virus HPV.4

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya? • ProSehat [Internet]. ProSehat. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.prosehat.com/artikel/wanitasehat/vaksin-kanker-serviks
    2. Tanya Jawab (FAQ) Imunisasi dalam konteks pandemi COVID-19 [Internet]. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/searo/indonesia/covid19/tanya-jawab-imunisasi-dalam-konteks-pandemi-covid-19-16-april 2020.pdf%3Fsfvrsn%3D66813218_2+&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id
    3. developer m. WHO dan UNICEF Peringatkan Penurunan Vaksinasi Selama Covid-19 [Internet]. Mediaindonesia.com. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://mediaindonesia.com/read/detail/328954-who-dan-unicef-peringatkan-penurunan-vaksinasi-selama-covid-19
    4. Media K. Screening Terhenti karena Covid-19, Kematian Kanker Serviks Diduga Naik Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 6 October 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/10/02/092600023/screening-terhenti-karena-covid-19-kematian-kanker-serviks-diduga-naik?page=all
    Read More
  • Banyak penyakit yang semakin lama semakin menyeramkan dan sulit untuk diatasi, salah satunya penyakit tuberkulosis yang dapat mengkhawatirkan masyarakat khususnya orang tua yang memiliki anak dengan usia bayi sampai balita. Jelas masalah tuberkulosis menghantui kesehatan mereka, sehingga pemerintah mengupayakan segala program dan bekerja sama dengan pihak medis dan juga berbagai kalangan. Baca Juga: Tuberkulosis (TBC) […]

    Apa Guna Vaksin BCG? Berikut Penjelasannya

    Banyak penyakit yang semakin lama semakin menyeramkan dan sulit untuk diatasi, salah satunya penyakit tuberkulosis yang dapat mengkhawatirkan masyarakat khususnya orang tua yang memiliki anak dengan usia bayi sampai balita.

    Jelas masalah tuberkulosis menghantui kesehatan mereka, sehingga pemerintah mengupayakan segala program dan bekerja sama dengan pihak medis dan juga berbagai kalangan.

    Baca Juga: Tuberkulosis (TBC) pada Anak

    Sobat pasti tidak asing dengan nama vaksin BCG yang diberikan sejak bayi. Nah, dalam artikel ini kita akan membahas secara jelas mulai dari penggunaan sampai kegunaan BCG untuk anak-anak. Apa saja dan seberapa penting vaksin ini. Berikut penjelasan lengkapnya.

    Apa itu Vaksin BCG ?

    Vaksin BCG merupakan vaksin yang diberikan kepada anak-anak untuk melindungi tubuh dari tuberkolosis atau yang biasa disebut TB. Penyakit ini seperti bayang-bayang, tidak pernah diketahui masalahnya tapi berbahaya karena menyerang bagian paru-paru sebagai organ utama pernafasan manusia.

    Vaksin BCG masuk ke dalam vaksin yang mengandung bakteri TB tetapi sudah dimodifikasi sebelumnya, vaksin ini akan membantu tubuh untuk melawan bakteri TB, khususnya pada bayi yang baru lahir sehingga bila tertular, gejalanya tidak akan berat. Jika disisipi BCG, tubuh akan terus membentuk imun yang kuat. Alasan ini yang menyebabkan BCG diberikan sebelum bayi mulai usia 3 bulan.

    Mengenai vaksin BCG

    • Golongan : vaksin
    • Kategori : obat yang membutuhkan resep
    • Guna : mencegah tuberkulosis
    • Bentuk obat : suntik
    • Diberikan pada: anak-anak dan juga orang dewasa
    • Peringatan khusus : wanita hamil dan juga menyusui sebaiknya tidak diberikan vaksin ini, konsultasikan pada dokter kandungan terkait vaksin BCG, terutama jika di lingkungan sekitar terdapat penderita TB sehingga dapat menulari sekitar.

    Apakah Berguna untuk Orang Dewasa ?

    Sebenarnya, vaksin BCG dapat diberikan pada orang dewasa, tetapi keefektifannya akan lebih rendah dibandingkan dengan bayi sehingga jarang sekali dianjurkan terutama mereka yang belum pernah vaksin. Biasanya yang mendapatkan vaksin BCG saat dewasa adalah petugas medis yang memiliki kontak dengan pasien TB dan berisiko.

    Dosis vaksin BCG

    Vaksin hanya akan jadi sia-sia jika tidak digunakan dengan benar, dimana BCG memiliki aturan dan dosisnya sendiri. Memang yang mengetahui dosis adalah paramedis sehingga sebagai pasien atau pengguna tinggal datang ke puskesmas ataupun rumah sakit. Namun, tidak ada salahnya Sobat mengetahuinya untuk menambah pengetahuan betapa pentingnya imunisasi ini.

    Baca Juga: Suntik BCG Berbekas di Kulit Bayi, Amankah?

    Pertama Sobat bisa memperhatikan isi dari kemasan vaksin BCG, dimana cairan tersebut harus bening dan tidak terdapat partikel, minimal Sobat melihatnya seperti air bersih dan jangan sampai berubah warna. Kemudian, botol tidak mengalami kebocoran dan bentuk kemasan masih bagus. Mintalah kepada petugas botol yang baru jika sudah terlihat buruk.

    Setelah itu perhatikan suntikan, apakah menggunakan yang baru atau tidak. Hal ini penting mengingat terdapat beberapa oknum yang menggunakan alat suntik berbahaya dan tidak bisa dipertanggung-jawabkan

    Tujuan dan Manfaat Vaksin BCG

    Inilah informasi yang ditunggu banyak orang tua, sebenarnya apa manfaat dan tujuan dari vaksin BCG selain yang dijelaskan pada penjelasan sebelumnya. Vaksin BCG terbukti ampuh merangsang tubuh untuk membentuk sistem imun anti tuberkulosis, dimana vaksin ini bukan mengobati tetapi membekali perlindungan.

    Sobat tidak perlu khawatir kapanpun dan dimanapun tuberkulosis menyerang anak atau Sobat karena sudah terbekali oleh kekebalan tubuh sendiri. Beberapa penelitian mencatat beberapa efektifitas dari vaksin BCG yaitu :

    • Dapat mengurangi resiko penyakit tuberkolosis sekitar 50%
    • Dapat mengurangi bentuk berat dari pasien yang terserang penyakit tuberkulosis seperti meningitis tuberkulosis anak hingga paling sedikit 70%, apalagi jika sudah menyerang otak maka akan berbahaya
    • Memberikan efek perlindungan maksimal selama 10 tahun, setelah itu Sobat bisa meminta vaksin kembali di rumah sakit.

    Efek Samping

    Biasanya banyak ibu khawatir karena setelah imunisasi anak akan mengalami efek samping, terkadang orang tua baru merasa bingung apakah gejala yang timbul termasuk wajar atau justru bermasalah. Sebenarnya ibu bisa konsultasi ke dokter anak atau tempat imunisasi sebelumnya jika terjadi masalah yang dirasa janggal.

    Namun, efek samping yang didapatkan setelah imunisasi biasanya adalah adanya pembengkakan kecil di area kulit yang disuntik. Kemudian, bayi akan merasa rewel karena tidak nyaman dan tubuh memberikan reaksi pegal dan juga agak sedikit demam. Selain itu, bekas suntikan  seringkali menimbulkan luka parut atau luka yang berbentuk.

    Jika luka sudah menimbulkan masalah seperti nanah dan juga membengkak sebaiknya hubungi dokter terkait untuk konsultasi tentang keadaan anak. Bayi yang mengalami masalah biasanya lebih sensitif dan mereka lebih tersiksa.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksinasi BCG bagi Anak

    Kejadian pasca-imunisasi BCG salah satunya adanya pembesaran kelenjar getah bening di area ketiak selama 2-4 bulan. Namun, kasus ini sangat jarang terjadi sehingga jika memang ada salah satunya yang terjadi segera larikan ke rumah sakit.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi BCG ke Rumah

    Segera vaksin anak Sobat dengan BCG agar bila tertular, gejalanya tidak terlalu berat. Konsultasikan ke dokter anak Sobat mengenai pertanyaan-pertanyaan seputar BCG. Anak sehat, anakpun menjadi kuat. Untuk vaksinasi BCG ini Sobat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah, dan banyak keunggulannya Lho!

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Read More
  • Vaksin hepatitis B diberikan untuk mencegah munculnya penyakit hepatitis B. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang dapat menyebabkan peradangan hati yang apabila tidak ditangani bisa membahayakan nyawa. Bahkan, virus ini 100 kali lebih ganas daripada HIV/AIDS. Tidak salah jika hepatitis B termasuk penyakit kronis.1 WHO memperkirakan lebih dari 680.000 orang meninggal […]

    Yang Perlu Sahabat Sehat Ketahui Tentang Vaksin Hepatitis B

    Vaksin hepatitis B diberikan untuk mencegah munculnya penyakit hepatitis B. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang dapat menyebabkan peradangan hati yang apabila tidak ditangani bisa membahayakan nyawa. Bahkan, virus ini 100 kali lebih ganas daripada HIV/AIDS. Tidak salah jika hepatitis B termasuk penyakit kronis.1

    vaksinasi hepatitis b, imunisasi hepatitis b

    WHO memperkirakan lebih dari 680.000 orang meninggal dunia setiap tahunnya akibat komplikasi penyakit ini. Di Indonesia, penderita penyakit ini diperkirakan mencapai 28 juta orang, setengah di antaranya berpotensi menjadi kronis, dan 10 % dari risiko kronis tersebut akan mengalami sirosis atau bahkan kanker hati.1

    Hepatitis B merupakan satu dari lima jenis infeksi hepatitis. Infeksi virus pada hati lainnya yang menyebabkan hepatitis adalah A, C, D, dan E.2

    Baca Juga: 5 Penyakit Hepatitis yang Patut Diwaspadai!

    Apa Penyebab Hepatitis B?

    Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B yang menyebar melalui darah atau cairan tubuh dari penderita yang terinfeksi. Virus ini tidak menyebar melalui makanan atau kontak biasa.1 Selain itu, hepatitis B dapat disebabkan oleh hal-hal berikut:

    Kontak seksual

    Seseorang dapat terinfeksi penyakit hepatitis B jika melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi.1

    Berbagi jarum suntik

    Hepatitis B dapat ditularkan melalui jarum suntik yang telah terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi virus hepatitis B. Tidak hanya itu, praktik tradisional yang melibatkan darah, seperti tusuk jarum atau akupunktur, dan menggunakan peralatan tato yang tidak disterilkan dengan tepat, serta pembuatan tato kosmetik juga dapat menyebabkan penyakit ini. 1

    Dari ibu ke anak

    Ibu hamil yang terinfeksi virus hepatitis B dapat menularkan virus ke bayi saat melahirkan. Biasanya hal ini terjadi di negara yang sedang berkembang, seperti Indonesia.1

    Transfusi darah

    Transfusi darah juga menjadi penyebab, terutama di negara-negara yangh tidak memeriksa secara menyeluruh apakah darah yang ditranfusi tercemar virus hepatitis B atau tidak.1

    Seperti Apa Gejalanya?

    Baca Juga: 10 Ciri Terkena Hepatitis B yang Perlu Kamu Ketahui

    Gejala timbulnya hepatitis B biasanya adalah sebagai berikut:1

    • Sering sakit perut
    • Urine berwarna gelap
    • Demam
    • Nyeri sendi
    • Kehilangan selera makan
    • Sering mual dan muntah
    • Lesu dan sering mengalami kelelahan
    • Kulit dan bagian putih mata tampak menguning

    Bagaimanakah Cara Mengobatinya?

    Belum ada pengobatan spesifik untuk hepatitis B akut. Pengobatan bertujuan untuk mengurangi gejala, memberikan kenyamanan kepada pasien, keseimbangan nutrisi, dan pemberian cairan untuk menggantikan kehilangan cairan karena muntah atau diare. Sedangkan pada hepatitis B yang sudah kronik, beberapa agen antivirus dapat diberikan untuk mencegah berkembangnya sirosis hati.

    Tidak banyak pasien hepatitis B kronik (10-40%) yang membutuhkan pengobatan. Namun, pada mayoritas pasien, antivirus ini tidak menyembuhkan infeksi hepatitis B, melainkan hanya menekan replikasi virus agar tidak berkembang. Oleh karena itu, strategi terbaik adalah dengan pencegahan. Vaksinasi hepatitis B adalah cara utama pencegahan hepatitis B.3

    Kapan Sebaiknya Vaksin Diberikan dan Berapa Dosisnya?

    Pemberian vaksin hepatitis B sebaiknya sebanyak 3 kali untuk dapat memberikan perlindungan yang optimal.4 Untuk bayi yang baru dilahirkan, vaksin diberikan kurang dari 12 jam setelah dilahirkan, selanjutnya secara berturut-turut pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

    Pada dewasa, dapat diberikan sebanyak tiga kali, yaitu pemberian pertama, diikuti sebulan setelahnya, dan terakhir pada bulan keenam.5 Dosis yang perlu diberikan adalah 0,5 ml. Orang dewasa, terutama yang berisiko tinggi terserang hepatitis B, mendapatkan vaksin dengan dosis 1 ml.6

    Siapa Sajakah yang Berhak Mendapatkan Vaksin?

    Petugas medis5

    Petugas medis berhak mendapatkan vaksin hepatitis B karena kerap berhubungan langsung dengan pasien, peralatan medis, serta darah penderita infeksi hepatitis B. Hal yang demikian dapat membuat petugas medis berisiko tertular infeksi penyakit ini.

    Individu yang satu atap dengan penderita5

    Apabila ada anggota keluarga yang menderita hepatitis B, sebaiknya anggota keluarga lain segera menjalani vaksinasi yang dapat melindungi seluruh anggota keluarga dari penularan penyakit.

    Orang yang kerap berganti pasangan seksual5

    Bagi Sobat yang punya kebiasaan bergonta-ganti pasangan, disarankan juga harus diberikan vaksin karena kebiasaan ini menimbulkan risiko tinggi tertular. Supaya Sobat tidak mengalaminya, sebaiknya mulailah menghentikan kebiasaan bergonta-ganti pasangan seksual.

    Bayi yang baru lahir2

    Karena hepatitis B adalah penyakit yang sangat mudah ditularkan dari ibu yang terkena infeksi, pemberian vaksin menjadi sangat penting dalam waktu kurang dari 24 jam setelah persalinan. Hal ini untuk mencegah virus masuk ke tubuh bayi.

    Pengguna narkoba dengan jarum suntik5

    Tak hanya melalui hubungan seksual, hepatitis B juga dapat ditularkan melalui suntika narkoba terutama suntikan narkoba bekas. Karena itu, jika Sobat mengalami hal tersebut, segara upayakan dengan vaksinasi untuk pencegahan.

    Selain kelompok-kelompok di atas, juga terdapat beberapa orang yang perlu mendapatkan vaksinasi, yaitu:

    • Pengidap penyakit hati atau ginjal kronis
    • Penderita diabetes
    • Staf rumah sakit jiwa
    • Penderita HIV/AIDS
    • Para wisatawan yang berkunjung ke wilayah rawan hepatitis B
    • Korban kekerasan atau pelecehan seksual
    • Lelaki yang melakukan hubungan seksual dengan lelaki lain

    Bagaimana Cara Pemberiannya?

    Vaksin ini diberikan dengan cara disuntik secara intramuskular atau suntikan ke dalam otot tubuh dalam satu suntikan. Lokasi penyuntikan yang disarankan adalah otot deltoid untuk orang dewasa atau di paha bagian anterolateral untuk bayi yang baru lahir (neonatus) dan bayi.7

    Perlukah Persiapan?

    Tentu saja ada persiapan yang diperlukan bagi yang ingin mendapatkan vaksinasi hepatitis B ini, seperti Sobat Sehat harus segar bugar. Jika Sobat merasa kurang sehat dan sedang membutuhkan pemulihan, maka dianjurkan tidak melakukan vaksinasi.7 Selain itu, apabila Sahabat adalah orang yang mengalami alergi berat terhadap hepatitis B, juga sangat tidak dianjurkan.

    Vaksinasi hepatitis B memang tidak diperkenankan diberikan pada penderita hepatitis B kronis. Sehingga, sebelum divaksin, Sobat harus diperiksa terlebih dahulu HBsAg dan anti-HBs. Bila HBsAg dinyatakan positif, kemungkinan orang tersebut telah menderita hepatitis B akut atau kronis, sehingga didiskualifikasi dari pemberian vaksin. Namun, apabila HBsAg dan anti-HBs menunjukkan hasil negatif, vaksin dapat diberikan.7

    Apa Saja Manfaat yang Didapat?

    Selain mencegah tubuh terserang virus hepatitis B, manfaat yang didapatkan dari vaksinasi hepatitis B ini adalah membuat seseorang terhindar dari penyakit kronis yang disebabkan oleh virus ini, seperti kanker hati dan sirosis.7

    Baca Juga: Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B

    Seberapa Efektifkah?

    Semenjak ditemukan pada 1982, vaksin hepatitis B dinyatakan 95% efektif. Tak hanya mencegah infeksi hepatitis saja, tetapi juga komplikasi kronis yang mengikutinya. Jangka waktu perlindungan dilaporkan bisa mencapai 20 tahun, atau bahkan seumur hidup.5

    Adakah Efek Sampingnya?

    Tentu saja ada. Bagi Sobat Sehat yang sudah divaksinasi akan mendapatkan efek samping sebagai berikut:2,7

    • Demam
    • Gatal-gatal
    • Mual
    • Muncul ruam di kulit
    • Bengkak di area bekas suntikan
    • Sensasi terbakar pada kulit
    • Sakit kepala
    • Tubuh mudah lelah

    Di Manakah Cara Mendapatkannya?

    Untuk mendapatkan vaksinasi hepatitis B, Sobat bisa mendapatkannya secara gratis di posyandu jika ditujukan untuk anak Sobat. Vaksin hepatitis B adalah salah satu imunisasi dasar lengkap untuk anak-anak bersama dengan BCG, polio, campak, DPT-HB.

    Selain di posyandu, fasilitas kesehatan yang menyediakan vaksin secara gratis adalah puskesmas. Vaksin ini juga bisa didapatkan di rumah sakit, terutama untuk orang dewasa, namun dengan biaya sendiri.

    Berapa Biayanya?

    Biaya untuk vaksinasi mulai dari Rp 420.000,00 hingga Rp 1.180.000,00 untuk orang dewasa dengan dosis 1 kali hingga 3 kali suntik, sedangkan untuk anak mulai dari Rp 390.000,00 hingga Rp 2.090.000,00 untuk dosis dari 1 hingga 3 kali suntik.

    Itulah beberapa hal yang perlu Sobat Sehat ketahui tentang vaksin hepatitis sebagai salah salah satu vaksinasi penting untuk membuat tubuh kebal dari serangan virus hepatitis B yang dapat menyebabkan penyakit kronis hingga kematian. Sobat pun bisa memanfaatkan layanan vaksinasi hepatitis B ke rumah dari Prosehat dengan beberapa kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan memiliki izin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Setiawan H. Penyakit Hepatitis B Penyebab, Gejala Serta Makanan yang Harus Dihindari [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3920432/penyakit-hepatitis-b-penyebab-gejala-serta-makanan-yang-harus-dihindari
    2. Wahyu, A. Vaksin Hepatitis, Ini Aturan dan Efek Sampingnya [Internet]. Parenting.orami.co.id. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://parenting.orami.co.id/magazine/vaksin-hepatitis-ini-aturan-dan-efek-sampingnya/
    3. World Health Organization. Hepatitis B [Internet], who.int. 2020 [cited 31 July 2020]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-b
    4. Vaksin Hepatitis B Harus Diberikan Tiga Kali [Internet]. beritasatu.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.beritasatu.com/kesehatan/266006-vaksin-hepatitis-b-harus-diberikan-tiga-kali
    5. Efektivitas Vaksin Hepatitis B [Internet]. JawaPos.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.jawapos.com/kesehatan/health-issues/11/11/2017/efektivitas-vaksin-hepatitis-b/
    6. Badan POM RI. Vaksin Hepatitis B [Internet]. Pionas.pom.go.id. 2015 [cited 31 July 2020]. Available from: http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-14-produk-imunologis-dan-vaksin/144-vaksin-dan-antisera/vaksin-hepatitis-b
    7. Cegah Hepatitis B dengan Vaksin [Internet]. beritasatu.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.beritasatu.com/kesehatan/73275-cegah-hepatitis-b-dengan-vaksin
    Read More
  • Jadwal imunisasi bayi merupakan panduan yang diberikan untuk memberikan imunisasi kepada bayi, baik yang baru lahir maupun yang sudah berumur beberapa bulan. Jadwal imunisasi diperlukan supaya Sobat yang telah menjadi ibu sudah bisa mengetahui kapan waktu yang sangat tepat untuk memberikan imunisasi kepada buah hati. Namun, sebelum kita membahas lebih jauh mengenai jadwal imunisasi untuk […]

    Perhatikan Jadwal Imunisasi Bayi yang Tepat

    Jadwal imunisasi bayi merupakan panduan yang diberikan untuk memberikan imunisasi kepada bayi, baik yang baru lahir maupun yang sudah berumur beberapa bulan.

    Jadwal imunisasi diperlukan supaya Sobat yang telah menjadi ibu sudah bisa mengetahui kapan waktu yang sangat tepat untuk memberikan imunisasi kepada buah hati.

    Namun, sebelum kita membahas lebih jauh mengenai jadwal imunisasi untuk si buah hati, ada baiknya kita jabarkan kembali mengenai imunisasi itu sendiri.

    Baca Juga: Jadwal Imunisasi Anak dan Bayi Terbaru dan Lengkap 2020

    jadwal vaksinasi bayi

    Apakah Imunisasi Itu?

    Imunisasi merupakan suatu tindakan yang dilakukan untuk membuat seseorang menjadi imun atau kebal terhadap suatu penyakit.

    Prosesnya dilakukan dengan memberikan vaksin yang merangsang sistem kekebalan tubuh supaya kebal terhadap penyakit yang menyerang tubuh.

    Imunisasi sangat diperlukan terutama bagi orang-orang yang tinggal di kawasan yang sanitasinya tidak bagus, dan berpotensi menimbulkan wabah-wabah yang mematikan, dan mudah menyerang siapa pun, baik itu oran dewasa, anak kecil, atau bayi.

    Mengapa Diperlukan Imunisasi?

    Imunisasi bayi adalah imunisasi yang diberikan kepada bayi yang baru lahir atau baru berumur beberapa bulan. Lebih tepatnya berumur 0-9 bulan. Sebenarnya ketika baru lahir bayi sudah memiliki antibodi alami yang disebut dengan kekebalan pasif, dan didapatkan dari sang ibu ketika bayi masih berada di dalam kandungan.

    Akan tetapi, rupanya kekebalan ini hanya dapat bertahan beberapa minggu atau bulan saja. Karena sifatnya yang hanya sebentar itulah, bayi kemudian akan menjadi rentan terhadap berbagai jenis penyakit. Karena itulah, imunisasi bayi sangat diperlukan.

    Imunisasi Seperti Apakah yang Perlu Diberikan?

    Imunisasi Hepatitis B

    Imunisasi hepatitis  B adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah terjadinya penyakit hepatitis B. Imunisasi ini mempunyai manfaat dapat memberikan sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh terhadap virus hepatitis B.

    Hepatitis B sendiri adalah virus yang dapat menyebabkan infeksi organ hati yang berpotensi menimbulkan penyakit kronis seperti kanker hati dan sirosis hati. Karena itu, bagi Sobat yang sudah mempunyai bagi dianjurkan untuk melakukan imunisasi supaya si buah hati terhindar penyakit-penyakit kronis tersebut.

    Baca Juga: Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B

    Imunisasi Polio

    Imunisasi kedua yang perlu diberikan kepada bayi adalah imunisasi polio atau imunisasi untuk mencegah terjadinya penyakit polio yang merupakan salah satu penyakit yang berbahaya.

    Manfaat pemberian imunisasi ini salah satunya untuk kekebalan sistem tubuh terhadap penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan dan kecacatan. Apalagi ternyata penyakit ini termasuk penyakit menular.

    Imunisasi BCG

    Imunisasi BCG adalah imunisasi untuk mencegah penyakit tuberculosis atau TBC, dan merupakan salah satu penyakit menular, dan biasanya menyerang salah satu organ pernapasan penting manusia, yaitu paru-paru.

    Karena merupakan penyakit yang mudah menular, bayi pun rentan terkena penyakit ini karena belum memiliki sistem imun yang kuat. Karena itulah, imunisasi BCG sangat diperlukan untuk memberikan kekebalah tubuh pada bayi.

    Imunisasi DPT

    Imunisasi DPTadalah imunisasi yang juga perlu diberikan kepada bayi untuk mencegah tiga penyakit yang berbahaya dan mematikan, yaitu difteri, pertusis, dan tetanus yang disebabkan oleh bakteri, dan karenanya imunisasi ini tidak boleh terlewatkan.

    Imunisasi Campak

    Imunisasi terakhir yang perlu diberikan kepada bayi adalah imunisasi campak yang berguna melindungi bayi dari serangan penyakit campak.

    Penyakit campak adalah penyakit yang akan menyebabkan batuk, pilek, sakit tenggorokan, sulit bernapas, dan bintik-bintik merah pada bagian kulit. Tak hanya itu, campak ternyat dapat juga menyebabkan kematian.

    Adakah Efek Sampingnya?

    Setiap vaksin yang diberikan kepada bayi tentu saja mempunyai efek samping. Efek-efek samping itu adalah sebagai berikut:

    Imunisasi Hepatitis B

    Untuk hepatitis B efek sampingnya adalah akan muncul reaksi seperti demam ringan dan bengkak pada bagian kulit bekas suntikan.

    Imunisasi Polio

    Efek samping yang dihasilkan dari imunisasi polio adalah menimbulkan demam hingga 39 derajat Celcius, dan menyebabkan gatal-gatal, kulit kemerahan, sulit bernapas, sulit menelan, serta menimbulkan bengkak pada wajah.

    Imunisasi BCG

    Untuk imunisasi BCG adalah munculnya reaksi seperti demam ringan dan sakit di bagian tubuh bekas suntikan. Namun reaksi ini hanya berlangsung selama 1 atau 2 hari, dan akan sembuh sendiri.

    Imunisasi DPT

    Efek samping dari imunisasi DPT adalah bayi akan mengalami demam yang terjadi sekitar satu hingga tiga hari sehingga membuat tidak nyaman, dan menyebabkan si bayi menangis. Efek samping lainnya adalah bengkak pada kulit bekas suntikan.

    Imunisasi Campak

    Pada imunisasi campak efek samping yang akan dihasilkan adalah nyeri dan kemerahan pada tubuh yang disuntik, demam ringan, ruam, dan nyeri otot pada kulit bekas bagian suntikan.

    Seperti Apakah Jadwal Imunisasi Bayi yang Tepat?

    Setelah Sobat mengetahui manfaat, jenis imunisasi, dan efek samping pada bayi, kini Sobat juga harus mengetahui jadwal imunisasi bayi yang tepat.

    Di Indonesia, jadwal imunisasi untuk si buah hati ini bisa Sobat lihat pada jadwal yang sudah dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI yang dapat dengan gratis diunduh dan dilihat secara lengkap.

    IDAI sendiri sebagai organisasi untuk kesehatan ibu dan anak mengeluarkan panduan jadwal imunisasi sebagai berikut:

    • Bayi berusia kurang dari 24 jam diberikan imunisasi hepatitis B
    • Bayi berusia 1 bulan: BCG dan Polio 1
    • Bayi berusia 2 bulan: DPT-HB-Hib 1, Polio 2, dan Rotavirus
    • Bayi berusia 3 bulan: DPT-HB-Hib 2 dan Polio 3
    • Bayi berusia 4 bulan: DPT-HB-Hib 3, Polio 4, IPV atau Polio Suntik, dan Rotavirus
    • Bayi berusia 9  bulan: Campak atau MR

    Kemenkes dan IDAI juga mengingatkan bahwa imunisasi dasar secara lengkap saja tidak cukup untuk bayi, dan karena itu bayi juga perlu diberikan imunisasi secara rutin dan lengkap, dengan melanjutkan jadwal imunisasi dasar ke imunisasi lanjutan.

    Untuk imunisasi lanjutan bagi bayi di bawah 2 tahun, hanya perlu imunisasi DPT-HB-Hib, dan campak/MR yang diberikan ketika mereka sudah mencapai 18 bulan. Imunisasi lanjutan ini akan berlanjut saat bayi sudah menjadi anak kelas 1 dan 2 SD.

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    Mengapa Harus Sesuai Jadwal?

    Menurut IDAI, untuk melindungi tubuh dari penuyakit, vaksin dari imunisasi bekerja dengan cara membentuk zat antibodi yang punya kadar tertentu hingga mencapai kadar protektif.

    Supaya kadar perlindungan yang maksimal tercapai, imunisasi diberikan dalam dua periode, yaitu imunisasi dasar dan imunisasi ulangan. Ada jenis-jenis vaksin yang cukup diberikan hanya sekali, namun ada pua yang berulang supaya pertahanan tubuh maksimal. 

    Jadwal imunisasi yang sudah ditentukan bukanlah jadwal yang disusun secara asal dan acak, melainkan telah melewati berbagai penelitian klinis. Untuk Indonesia, jadwal yang ada dibuat berdasarkan rekomendasi dari WHO dan organiasi profesi.

    Manfaat Apa Saja yang Didapatkan?

    Manfaat yang didapat dari pemberian jadwal yang rutin dan terstruktur tentu saja akan memberikan kekebalan pada tubuh bayi secara bertahap dari serangan penyakit-penyakit yang menular dan mematikan.

    Selain itu, jadwal imunisasi yang rutin juga akan membuat pertumbuhan bayi menjadi normal, tidak ada cacat sekalipun, yang tentu saja ini akan berpengaruh pada usia dewasa.

    Dengan demikian, hal ini akan memberikan jaminan keselamatan pada si buah hati, dan tentu saja menjadi dambaan setiap orang tua mempunyai bayi yang tumbuh normal.

    Adakah Dampak Jika Tidak Sesuai Jadwal?

    Apabila Sobat terlambat memberikan vaksin kepada bayi atau tidak sesuai jadwal sebenarnya tidak akan mengurangi efektivitas vaksin untuk memberikan kekebalan tubuh.

    Meski begitu, dampak yang akan ditimbulkan tetap saja ada, yaitu antibodi bayi akan melemah dan rentan terhadap serangan penyakit.

    Apabila memang Sobat terlambat memberikan, Sobat tidak perlu mengulang pemberian vaksin dari awal, tetapi cukup memberikan vaksinasi lanjutan. 

    Di Mana Bisa Melakukan Imunisasi?

    Sobat bisa melakukan imunisasi untuk bayi di fasilitas-fasilitas kesehatan yang ada seperti posyandu, puskesmas dan rumah sakit. Tentu saja ada kelebihan dan kekurangan dalam fasilitas-fasilitas yang disebut di atas. Apabila Sahabat menginginkan pemberian vaksin secara gratis, Sahabat bisa melakukannya di posyandu. 

    Salah satu fasilitas kesehatan ini menyediakan semua jenis imunisasi utama sesuai anjuran dari Kemenkes dan IDAI. Namun apabila Sobat menginginkan pemberian vaksin yang bukan sekadar vaksin utama saja, Sobat bisa mengunjungi puskesmas atau rumah sakit. Tentu saja pemberian vaksin ini dipungut biaya.

    Berapa Biayanya?

    Biaya vaksinasi untuk bayi tentu saja beragam sesuai dengan jenis vaksinasi yang diberikan. Untuk hepatitis B dimulai dari harga Rp 90.000 hingga hingga Rp 120.000.

    Untuk Polio adalah Rp 85.000 hingga Rp 300.000, BCG Rp 250.000 hingga Rp 275.000, DTP Rp 135.000 hingga Rp 300.000, dan Campak Rp 130.000 hingga Rp 155.000.

    Apa saja Kendala Jadwal Imunisasi Bayi Secara Tepat?

    Pemberian jadwal imunisasi yang tepat untuk bayi tentu saja mempunyai beberapa kendala meskipun sudah disusun secara teratur oleh otoritas kesehatan terkait untuk memudahkan para orang tua.

    Kendala-kendala yang dialami biasanya berpusar pada masalah orang tua, anak sedang sakit, jarak fasilitas kesehatan yang jauh atau biaya yang tidak terjangkau. 

    Apalagi pada masa pandemi Corona, banyak sekali orang tua yang khawatir dan waswas apakah tetap harus ke fasilitas-fasilitas kesehatan untuk memberikan vaksin pada anaknya sesuai dengan jadwal yang berlaku.

    Cara yang dilakukan supaya vaksinasi tetap aman adalah memisahkan ruang untuk anak yang sehat dan sakit untuk mencegah penularan virus. Selain itu, orang tua bisa membuat janji terlebih dahulu dengan pihak fasilitas kesehatan.

    Cara lainnya adalah melakukan imunisasi di  rumah dengan memanggil dokter melalui layanan imunisasi anak ke rumah yang disediakan oleh Prosehat. Untuk layanan ini Sahabat tinggal menginstal aplikasi Prosehat dari Play Store, dan pilih jenis layanan yang ada.

    Layanan ini tentu saja akan membuat Sobat merasa aman dan nyaman. Selain itu, layanan ini mempunyai kelebihan-kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi bayi ke rumah silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Jadwal imunisasi anak, pastikan tidak ada yang terlambat, Parents [Internet]. theAsianparent: Situs Parenting Terbaik di Indonesia. 2020 [cited 17 July 2020]. Available from: https://id.theasianparent.com/jadwal-imunisasi-anak
    2.  Jenis Imunisasi untuk Bayi Baru Lahir [Internet]. kumparan. 2020 [cited 17 July 2020]. Available from: https://kumparan.com/babyologist/jenis-imunisasi-untuk-bayi-baru-lahir-1534680301428105127/full
    3. [Internet]. 2020 [cited 17 July 2020]. Available from: https://www.generasimaju.co.id/hal-ini-perlu-bunda-pertimbangkan-saat-memilih-tempat-imunisasi
    4. Alizanovic V. Biaya Vaksinasi Tahun 2020 untuk Bayi Usia 0-3 Tahun [Internet]. Imaos. 2020 [cited 17 July 2020]. Available from: https://www.imaos.id/neraca/biaya-vaksinasi-bayi-2020/
    5. Yang Perlu Orang Tua Pahami Soal Jadwal Imunisasi Bayi Saat Pandemi Virus Corona [Internet]. kumparan. 2020 [cited 17 July 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparanmom/yang-perlu-orang-tua-pahami-soal-jadwal-imunisasi-bayi-saat-pandemi-virus-corona-1t5madFNVMc/full
    Read More
  • Kanker serviks menjadi penyebab kanker tertinggi pada wanita dan menjadi hal yang menakutkan. Terlebih lagi jika kanker serviks merenggut masa depan Bunda atau si gadis. Penyebab terbesar kanker serviks, yaitu dari infeksi Human Papilloma Virus (HPV), infeksi yang mudah menular melalui hubungan seksual namun hal ini dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi. HPV sendiri memiliki berbagai […]

    Mengapa Vaksinasi HPV Juga Diperlukan Untuk Si Gadis?

    Kanker serviks menjadi penyebab kanker tertinggi pada wanita dan menjadi hal yang menakutkan. Terlebih lagi jika kanker serviks merenggut masa depan Bunda atau si gadis.

    Penyebab terbesar kanker serviks, yaitu dari infeksi Human Papilloma Virus (HPV), infeksi yang mudah menular melalui hubungan seksual namun hal ini dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi.

    HPV sendiri memiliki berbagai tipe yang diindentifikasi yang hampir mencapai 40 jenis mulai dari risiko rendah hingga risiko tinggi, namun HPV tipe 16 dan 18 lah memiliki sifat onkogenik (penyebab kanker).  

    Vaksin HPV sendiri dibagi menjadi tua jenis yaitu Vaksin Bivalen (untuk tipe 16 dan 18) dan juga Vaksin Quadrivalen (Tipe 6, 11, 16 dan juga 18).

    Baca Juga: 7 Hal Yang Harus Bunda Ketahui Tentang Vaksinasi HPV Anak

    Infeksi HPV ini pada awalnya tidak akan menimbulkan gejala apapun atau keluhan lho, Bunda. Apabila tubuh kita tidak dapat melawannya, hal inilah yang memicu terjadinya kanker serviks.

    Pada penelitian di Amerika Serikat, rata-rata usia pertama hubungan seksual di usia 16 tahun dan pencegahan terbaik dilakukan sebelum aktif melakukan hubungan seksual.

    Lalu mengapa vaksinasi HPV ini perlu untuk putri saya? WHO merekomendasikan bahwa vaksinasi HPV menjadi program untuk mencegah terjadinya kanker serviks.

    FDA juga menyetujui pemberian vaksin hpv dapat dimulai pada usia 9 tahun. Sedangkan The Advisory Committee on Immunzation Practice (ACIP) dan Centre for diagnosis Control Prevention rekomendasikan pemberian vaksin HPV mulai usia 11-12 tahun.

    Produk Terkait: Layanan Vakasinasi HPV ke Rumah

    Sedangkan HOGI-IDAI menetapkan bahwa vaksinasi ini dapat diperikan pada perempuan pada usia 10-55 tahun lalu dikelompokkan menjadi 4 bagian, yaitu:

    1)      Usia 10-12 tahun (Usia Sekolah Dasar)

    2)      Usia 13-15 tahun (Usia Sekolah Menengah Pertama)

    3)      Usia 16-25 tahun (Usia Sekolah Menengah Atas Hingga Perguruan Tinggi)

    4)      Usia 26-55 tahun (Vaksinasi yang dilakukan setelah mendapatkan hasil Pap Smear negatif)

    Antibodi HPV 16 dan 18 pada Putri Bunda di usia remajanya lebih tinggi 2-3 kali dibandingkan kelompok usia 26-55 tahun. Jadi demi masa depannya lakukan yang terbaik dengan melindungi kesehatannya dari kanker serviks. Vaksinasi HPV bisa Bunda dapatkan di ProSehat (Aplikasi Kesehatan).

    Kenapa harus di ProSehat? Bunda dapat berkonsultasi seputar vaksinasi dengan Maya Asisten Kesehatan ProSehat dan layanan vaksinasi ke rumah dan bebas memilih lokasi agar Putri Bunda lebih tenang.

    Baca Juga: Ayo Imunisasi Demi Kesehatan Si Kecil

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Sumber :

    Winardo, Donny Sutrisno. ”Kanker Serviks dan Imunisasi HPV”. Diakses pada 30 Januari 2018
    Effendi, Bonita. “Pencegahan Infeksi HPV untuk Kaum Muda”. Diakses pada 30 Januari 2018

    Read More
  • Tanggal 24-30 April setiap tahunnya diperingati sebagai pekan imunisasi dunia (world immunization week). Tahun ini, Indonesia memanfaatkan momen pekan imunisasi dunia ini untuk mengajak masyarakat berusia lanjut agar mau divaksin Covid-19 meskipun sedang menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19? Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah […]

    Pekan Imunisasi Dunia, Mari Ajak Lansia Divaksin Covid-19

    Tanggal 24-30 April setiap tahunnya diperingati sebagai pekan imunisasi dunia (world immunization week). Tahun ini, Indonesia memanfaatkan momen pekan imunisasi dunia ini untuk mengajak masyarakat berusia lanjut agar mau divaksin Covid-19 meskipun sedang menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.

    pekan imunisasi dunia

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19?

    Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa bahwa pemberian vaksin Covid-19 di bulan Ramadan tidak membatalkan puasa.

    Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan bahwa angka kesakitan dan kematian masyarakat golongan lanjut usia (lansia) akibat penyakit  Covid-19 mencapai 50%. Hal ini yang membuat para lansia menjadi golongan prioritas untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

    Berdasarkan data yang dikutip dari vaksin.kemenkes.go.id. per 26 April 2021, diketahui jumlah lansia yang baru mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama mencapai 11.2% dan baru 6.18% lansia yang mendapatkan vaksin Covid-19 dosis kedua dari target 21.553.18 orang lansia.

    Beberapa faktor seperti masih adanya keraguan terhadap vaksin Covid-19, dan riwayat penyakit yang diderita sebelumnya menjadi alasan jumlah peserta vaksin lansia masih rendah.

    Baca Juga: Bantu Vaksinasi Lansia, Menkes Luncurkan Home Care dan Home Delivery

    Pentingnya edukasi pada Pekan Imunisasi Dunia juga diungkapkan oleh Prof. Dr.dr.Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si, yang merupakan anggota Komite Penasehat Ahli Imunisasi Nasional atau Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) bahwa edukasi sangat penting agar masyarakat memahami manfaat imunisasi jangka panjang.

    Meskipun seseorang sudah pernah divaksin Covid-19 masih tetap berisiko terpapar penyakit, gejala yang dialami akan lebih ringan karena sebelumnya telah mendapatkan vaksinasi.

    Prof. Soedjatmiko meminta kepada para orang tua untuk mengikutsertakan anak agar mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal serta meminta kepada semua pihak untuk terus aktif mengkampanyekan pentingnya vaksin dan imunisasi karena lebih banyak manfaat yang diperoleh dibandingkan efek samping yang dialami.

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    Nah Sahabat Sehat, rupanya vaksin dan imunisasi sangat penting. Sahabat Sehat dan keluarga disarankan agar tidak ragu untuk disuntik vaksin, sehingga dapat melindungi dari beragam penyakit. Sahabat Sehat dapat menggunakan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat yang mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Pekan Imunisasi Dunia Jadi Momentum Dorong Lansia Vaksinasi Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 26 April 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/04/25/130500223/pekan-imunisasi-dunia-jadi-momentum-dorong-lansia-vaksinasi-covid-19?page=all
    2. Pekan Imunisasi Dunia, momentum edukasi vaksinasi COVID-19 [Internet]. Antara News. 2021 [cited 27 April 2021]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/2122886/pekan-imunisasi-dunia-momentum-edukasi-vaksinasi-covid-19
    3. Vaksin Dashboard [Internet]. Vaksin.kemkes.go.id. 2021 [cited 27 April 2021]. Available from: https://vaksin.kemkes.go.id/#/vaccines
    Read More
  • Vaksin Covid-19 sudah tiba di Indonesia pada Minggu malam, 6 Desember 2020. Kedatangan vaksin yang berjumlah 1,2 juta ini diharapkan mampu meminimalkan jumlah penderita Covid-19 di Tanah Air dan membantu penanggulangan Covid-19.1 Meskipun begitu, vaksin yang sudah datang ini tidak begitu saja dapat langsung diedarkan di masyarakat karena sebelum beredar sebuah vaksin harus mendapatkan izin […]

    Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Vaksin Covid-19 sudah tiba di Indonesia pada Minggu malam, 6 Desember 2020. Kedatangan vaksin yang berjumlah 1,2 juta ini diharapkan mampu meminimalkan jumlah penderita Covid-19 di Tanah Air dan membantu penanggulangan Covid-19.1

    Meskipun begitu, vaksin yang sudah datang ini tidak begitu saja dapat langsung diedarkan di masyarakat karena sebelum beredar sebuah vaksin harus mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terlebih dahulu. Pemerintah tetap meminta masyarakat untuk melakukan 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

    Perilaku ini tetap harus dijalankan meskipun vaksin sudah bisa didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia (dengan beberapa kelompok diprioritaskan untuk menerima vaksin terlebih dahulu, misalnya tenaga kesehatan). Selain 3M, jangan lupa untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam melaksanakan 3T (testing, tracing, dan treatment).

    vaksin itu baik dan perlu

    Baca Juga: Mengembangkan Vaksin dalam Pandemic Speed, Bagaimana dengan Indonesia?

    Berkaitan dengan vaksin Covid-19 dan pelaksanaan vaksinasi ke depannya, pemerintah sudah memulai kampanye #VaksinItuBaik.

    Hal ini bertujuan agar masyarakat mengetahui manfaat vaksinasi dalam mencegah suatu penyakit, sehingga masyarakat tidak perlu takut dan ragu untuk divaksinasi.

    Sebelum adanya vaksin Covid-19 ini, sudah banyak vaksin yang dibuat untuk menangkal beberapa penyakit menular, seperti vaksin flu, hepatitis, rotavirus, HPV, pneumokokus, MR, campak, Polio, dan DPT. Vaksin-vaksin ini ada yang tersedia untuk anak dan/atau orang dewasa.

    Lalu, Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu?

    Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, vaksinasi merupakan tindakan pemberian vaksin ke dalam tubuh seseorang (biasanya melalui suntikan, bisa juga melalui oral atau dihirup) dengan tujuan agar orang tersebut terhindar dari penyakit menular dan mematikan.2

    Vaksinasi sangat erat kaitannya dngan sistem kekebalan tubuh. Antigen berupa virus/bakteri yang dilemahkan atau komponen dari virus/penyebab penyakit yang dimasukkan ke dalam tubuh ini akan menghasilkan kekebalan dengan membentuk antibodi untuk melawan virus/bakteri yang menginfeksi tubuh.

    Saat virus/balteri yang sama masuk kembali ke dalam tubuh, sistem imun tubuh sudah mengenali dan mengetahui cara melawannya.3,4

    Vaksinasi bermanfaat sebagai pencegah dan proteksi dini terhadap penyakit, terutama pada anak yang sedang mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan. Berikut ini adalah rangkuman beberapa manfaat vaksinasi:

    Mencegah Penyebaran Penyakit

    Pemberian vaksin dapat membantu mencegah penyebaran penyakit, terutama penyakit menular dan mematikan. Sebelum Covid-19, terdapat penyakit yang juga sangat menular, seperti campak dan pertusis yang menyebabkan banyak kasus kematian terutama pada bayi dan anak-anak. Vaksinasi terbukti mampu menekan penyebaran kedua penyakit tersebut.2

    Produk Terkait: Jual Layanan Vaksinasi TDaP ke Rumah

    Melindungi Diri dari Risiko Cacat dan Kematian

    Pada kenyataannya, vaksinasi juga terbukti dapat menurunkan risiko terkena berbagai penyakit yang dapat mengakibatkan kematian maupun kecacatan pada tubuh.

    Contohnya adalah vaksinasi polio pada anak-anak yang dapat membantu mereka terhindar dari polio, suatu penyakit yang dapat menyebabkan kecacatan.

    Vaksinasi campak dan rubella dapat membantu menurunkan risiko penularan virus dari ibu hamil kepada janin yang dikandungnya atau kepada bayi yang baru lahir secara drastis.2

    Investasi Kesehatan Jangka Panjang

    Investasi kesehatan jangka panjang tidak hanya didapatkan dari olahraga atau pola hidup sehat, tetapi juga dengan vaksinasi. Pemberian vaksin akan menghindarkan seseorang dari penyakit berkepanjangan, sehingga tidak akan mudah sakit-sakitan dan tidak perlu ke rumah sakit untuk pengobatan. Dengan demikian, Sahabat akan lebih hemat secara finansial.2

    Menciptakan Kekebalan Kelompok

    Vaksinasi juga dapat menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity, yaitu suatu kondisi dimana sebagian besar masyarakatnya sudah terlindungi atau kebal terhadap penyakit tertentu, sehingga menimbulkan dampak tidak langsung pada kelompok masyarakat yang bukan sasaran imunisasi dari penyakit yang bersangkutan.3

    Jenis-jenis Vaksin

    Untuk Anak-anak

    Untuk anak-anak terdapat beberapa jenis vaksin penting untuk tumbuh-kembang mereka, yaitu:5

    • BCG
    • DTP
    • Campak
    • Cacar air
    • Hepatitis B
    • Pneumokokus
    • Hib
    • Flu
    • MMR
    • Polio
    • Rotavirus

    Untuk Dewasa

    Sedangkan untuk dewasa, terutama kelompok umur 19-65 tahun adalah sebagai berikut:6

    • Flu
    • HPV
    • Tdap
    • Pneumonia
    • Hepatitis B
    • Varisela

    Pemberian vaksin kepada orang dewasa tetap harus dilakukan dan diperlukan sebab bagaimanapun juga orang dewasa juga tidak bebas dari serangan penyakit. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi risiko terkena penyakit, seperti usia, pekerjaan, gaya hidup, perjalanan, dan kondisi kesehatan.

    Baca Juga: Langganan Batuk dan Pilek? Ini 9 Cara Tepat Mencegahnya!

    Cara Vaksinasi ke Rumah

    Vaksinasi sangat penting untuk pencegahan penyakit. Terutama, pemberian vaksin menjadi sangat penting di masa pandemi Covid-19 ini.

    Vaksinasi anak-anak yang sudah dijadwalkan harus tetap dijalankan karena apabila melewati jadwal yang ditetapkan, hal tersebut akan berpengaruh kepada tumbuh-kembang anak.

    Tentu saja, di masa pandemi ini semua orang ragu untuk ke fasilitas kesehatan karena takut tertular Covid-19. Namun, hal ini bisa diatasi dengan menjalankan protokol kesehatan di fasilitas kesehatan, membatasi jumlah pengunjung, melakukan layanan secara privat kepada dokter vaksinasi dan imunisasi di kediaman sang dokter, atau vaksinasi ke rumah.

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    Vaksinasi ke rumah pada masa pandemi merupakan cara yang aman dan efektif. Dengan vaksinasi di rumah, harapannya proses vaksinasi akan lebih aman dan nyaman, baik untuk yang divaksinasi maupun yang memberikan vaksinasi.

    Sahabat Sehat bisa melakukan vaksinasi di rumah dengan Prosehat dan mitra-mitra Prosehat. Caranya adalah dengan mengakses website atau aplikasi Prosehat, lalu pilih kategori Imunisasi Anak dan Vaksinasi Dewasa. Layanan vaksinasi ke Rumah dari Prosehat ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai vaksinasi ke rumah ini, Sahabat dapat menghubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Mengenal Vaksin Sinovac yang Telah Tiba di Indonesia [Internet]. Kompas.com. 2020 [cited 8 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/12/08/110300765/mengenal-vaksin-sinovac-yang-telah-tiba-di-indonesia?page=all
    2. Manfaat Vaksin Penting untuk Mencegah Penularan Penyakit [Internet]. Bengkulutoday.com. 2019 [cited 8 December 2020]. Available from: https://www.bengkulutoday.com/manfaat-vaksin-penting-untuk-mencegah-penularan-penyakit
    3. Pratomo HB. Mengungkap Manfaat Vaksin Bagi Kehidupan Manusia [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 8 December 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/sehat/mengungkap-manfaat-vaksin-bagi-kehidupan-manusia.html
    4. Mengapa Vaksinasi Berkaitan dengan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia? [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 8 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/07/03/170000023/mengapa-vaksinasi-berkaitan-dengan-sistem-kekebalan-tubuh-manusia-?page=all
    5. 11 Jenis Imunisasi yang Disarankan untuk Bayi 0-12 Bulan dan Jadwal Pemberiannya [Internet]. Parenting.orami.co.id. 2019 [cited 8 December 2020]. Available from: https://parenting.orami.co.id/magazine/11-jenis-imunisasi-yang-disarankan-untuk-bayi-0-12-bulan-dan-jadwal-pemberiannya/
    6. Jenis Vaksin yang Dibutuhkan Orang Dewasa Usia 19-65 tahun [Internet]. tirto.id. 2019 [cited 8 December 2020]. Available from: https://tirto.id/jenis-vaksin-yang-dibutuhkan-orang-dewasa-usia-19-65-tahun-ellZ
    Read More
  • Imunisasi sangat diperlukan untuk bayi dan balita dan banyak sekali macam-macam imunisasi, salah satunya adalah polio. Pemerintah mulai menggalakkan anak wajib imunisasi polio. Kenapa pemerintah mewajibkan anak untuk imunisasi polio? Karena imunisasi polio dapat mencegah penyakit yang akan diderita jika tidak diimunisasi. Baca Juga: Mengenal Penyakit Polio dan Vaksin untuk Mencegahnya Banyak manfaat yang bisa […]

    Efek Samping Vaksin Polio yang Perlu Kamu Ketahui

    Imunisasi sangat diperlukan untuk bayi dan balita dan banyak sekali macam-macam imunisasi, salah satunya adalah polio. Pemerintah mulai menggalakkan anak wajib imunisasi polio.

    Kenapa pemerintah mewajibkan anak untuk imunisasi polio? Karena imunisasi polio dapat mencegah penyakit yang akan diderita jika tidak diimunisasi.

    Baca Juga: Mengenal Penyakit Polio dan Vaksin untuk Mencegahnya

    Banyak manfaat yang bisa didapat ketika seorang anak diberikan imunisasi polio. Namun, imunisasi polio dapat menimbulkan reaksi setelah disuntikkan ke anak.

    vaksinasi polio, efek samping vaksinasi polio

    Apa Saja Manfaat Imunisasi Polio?

    • Agar anak terhindar dari kematian karena infeksi yang terjadi pada selaput otak (meningitis)
    • Mencegah beberapa resiko pada bayi karena virus polio yang pada umumnya merusak syaraf pada otak, dan menimbulkan otot yang tidak berfungsi sehingga anak tersebut lumpuh seketika
    • Mencegah anak menderita polio dan memungkinkan anak untuk tumbuh sehat

    Beberapa manfaat itulah yang membuat anak diwajibkan untuk tetap diberikan imunisasi polio. Ada dua hal yang membedakan vaksin polio, yaitu vaksin oral dan suntik.

    Baca Juga: Tujuan Imunisasi Polio yang Perlu Diketahui

    Seiring dengan berkembangnya zaman, vaksin oral sudah tidak digunakan lagi, sekarang menggunakan vaksin yang disuntik. Jangan lupa ibu-ibu bahwa vaksin suntik pun dapat menimbulkan reaksi pasca imunisasi

    Reaksi pasca-imunisasi Polio yang perlu kamu ketahui:

    1. Demam

    Demam merupakan reaksi dari pemberian vaksin polio oral. Sering juga kita temui vaksin suntik pun terkadang juga akan membuat anak menjadi demam.

    Vaksin oral berisi virus yang sudah dilemahkan untuk memperkuat metabolisme tubuh, sedangkan vaksin yang disuntik virusnya sudah dimatikan terlebih dahulu. Ibu jangan khawatir bila anak mengalami demam, cukup berikan obat penurun panas aja hingga demamnya hilang.

    2. Sakit dan Bengkak di bekas suntikan

    Tak jarang jika kita temui bayi yang menangis terus karena suntikan imunisasi polio, jadi untuk menjaga kenyamanan bayi, sebaiknya posisikan bayi pada keadaan tidur yang nyaman, sehingga bayi tersebut tidak akan menangis/rewel lagi

    3. Reaksi anafialtik

    Reaksi anafilkatik merupakan reaksi alergi tipe cepat yang menimbulkan kegawatan bila tidak ditangani dengan cepat. Reaksi ini terjadi bila sesorang memiliki riwayat alergi terhadap komponen vaksin.

    Mereka yang alergi terhadap beberapa antibiotik seperti Streptomisin, polimiksin B dan Neomisin kemungkinan akan alergi terhadap vaksin polio suntik.

    Baca Juga: Apa dan Bagaimana Penyebab Penyakit Polio Itu?

    Jika Sahabat sebagai ibu ingin mengurangi reaksi lokal yang dapat terjadi pada anak, Sobat harus mengompres pada bekas suntikan, minum air putih, memberikan penurun panas dengan dosis sesuai dengan umur anak. Sebelum dilakukan imunisasi, Sobat perlu mengetahui beberapa hal:

    • Cek apakah anak demam atau tidak
    • Anak sedang diare
    • Anak yang mempunyai kekebalan tubuh yang lemah atau melemahnya sistem imun
    • Anak yang masih menjalani imunosupresif

    Hal itulah yang menjadi pertimbangan untuk dilakukan vaksinasi. Vaksin polio itu penting untuk bayi dan balita, tetapi kita harus memperhatikan reaksi setelah penyuntikan dan apa saja yang tidak boleh dilakukan pada anak yang sedang mengalami demam, diare atau yang sudah dijelaskan di atas.

    Semoga artikel ini memberi manfaat bagi para pembaca, khususnya ibu-ibu yang mempunyai bayi dan anak balita. Jangan lupa konsultasikan pada dokter yang menangani vaksin polio anak Sahabat.

    Apabila Sahabat ingin sekali melakukan vaksinasi polio terutama layanan vaksinasi ke rumah, jangan khawatir karena Prosehat mempunyai layanan tersebut. Layanan ini tentu saja akan membuat Sobat merasa aman dan nyaman. Selain itu, layanan ini mempunyai kelebihan-kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi polio ke rumah, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Read More
  •   Kanker serviks menjadi hal yang menakutkan bagi para wanita di dunia termasuk di Indonesia. Persepsi seseorang pada penyakit ini masih dianggap miring, karena pola hidup yang kurang sehat, merokok, infeksi kelamin  hingga seringnya berganti-ganti pasangan. Memang hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab kanker serviks. Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita Kanker […]

    Takut Sama Kanker Serviks? Vaksinasi HPV Aja

     

    Kanker serviks menjadi hal yang menakutkan bagi para wanita di dunia termasuk di Indonesia. Persepsi seseorang pada penyakit ini masih dianggap miring, karena pola hidup yang kurang sehat, merokok, infeksi kelamin  hingga seringnya berganti-ganti pasangan. Memang hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab kanker serviks.

    vaksinasi HPV

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Kanker yang menyerang daerah leher rahim wanita ini disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Kanker ini tidak memiliki gejala, hingga seseorang baru mengetahui terkena kanker serviks setelah mencapai stadium lanjut. Jika kalian yang mengalaminya bagaimana? Rasa takut dan hancur menjadi satu karena kanker serviks merenggut masa depanmu.

    Mengatasi ketakutan kalian pada kanker serviks, maka bisa dicegah dengan vaksinasi HPV. Namun sebelum melakukan vaksinasi, harus ketahui beberapa hal berikut ini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    1. Vaksinasi HPV Dapat diberikan Pada Anak-anak

    Beberapa pendapat dari Advisory Committee on Immunization Practice (ACIP) serta Centre for diagnosis Control Prevention (CDC) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan vaksinasi HPV dapat diberikan pada anak perempuan mulai dari usia 10 tahun.

    2. Mungkin Anda pernah mendengar atau mendapat broadcast tentang vaksinasi HPV yang bisa menyebabkan menopause?

    Jangan langsung percaya, kepala Dinas Kesehatan DKI Koesmedi Priharto menyangkal hal tersebut. Menurutnya “Setiap 1 jam ada 33 wanita di Indonesia meninggal karena kanker serviks. Dengan tingginya kasus kanker serviks maka pemerintah mengambil keputusan untuk memberikan vaksinasi guna mencegah kanker serviks. Sedangkan berita di luar sana tidak bisa di pertanggungjawabkan alasannya”.


    Menopause sendiri dipengaruhi dari fungsi sel ovarium yang berkurang karena usia sehingga produksi hormon estrogen menurun. Penyebab lainnya akibat dari operasi pengangkatan ovarium (yang dilakukan bersamaan dengan pengangkatan kandungan atau histerektomi) atau adanya paparan radiasi dan juga kemoterapi.

    3. Paps Smear Dulu Baru Vaksinasi HPV

    Untuk Anda wanita yang telah aktif secara seksual disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear yang berfungsi untuk mendeteksi sel abnormal atau lesi prakanker dan dilakukan secara berkala untuk wanita berusia di atas 40 tahun atau wanita yang beresiko tinggi terkena kanker. Apabila menunjukkan hasil negatif, maka bisa dijalankan proses vaksinasi HPV.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturannya?

    4. Vaksinasi HPV Dilakukan Sebanyak 3 Kali

    Untuk pemberian vaksinasi HPV ini pada umumnya dilakukan sebanyak 3 kali dengan jarak waktu 0, 2 dan 6 bulan dan pemberian tidak dianjurkan melebihi dari waktu 1 tahun. Khusus untuk anak usia 10-13 tahun, cukup dengan pemberian 2 dosis, yaitu bulan 0 dan bulan 6.

    5. Dapat Mencegah Penyebaran Kanker Serviks

    Hingga saat ini, penelitian menunjukkan keberhasilan vaksinasi HPV bisa mencapai 100%. Walau demikian, tetap disarankan untuk melakukan pap smear secara berkala sebagai pencegahan sekunder.

    Baca Juga: Lindungi Diri Anda dari Kanker Serviks

    Jadi itulah hal-hal yang perlu Anda ketahui seputar vaksinasi HPV. Mari cegah sekarang juga, lindungi dirimu dan orang yang Anda cintai dengan vaksinasi HPV guna cegah kanker serviks. Untuk vaksinasi Sobat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:

    1. TanyaDok. “Info Tentang Kanker Serviks”. tanyadok.com
    2. Khusen, Daniel Denny. “Kanker Serviks Pembunuh Banyak Wanita” . tanyadok.com
    3. Winardo, Donny Sutrisno. “Kanker Serviks dan Imunisasi HPV”. tanyadok.com
    4. CDC. “Human Papillomavirus (HPV)”. cdc.gov
    5. Alief, Bisma. “Ini Penjelasan Dinkes DKI Soal Kabar Vaksin Sebabkan Menopause Dini”. detik.com
    6. Valentine, Maria. “Apa Sebenarnya Menopause Bagi Wanita?”. tanyadok.com
    7. Jadwal Imunisasi 2017 [Internet]. IDAI. 2018 [cited 1 April 2018]. Available from: idai.or.id

     

    Read More

Showing 1–10 of 12 results

Chat Asisten ProSehat aja