Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Posts tagged “ panduan”

  • Bagi para ibu yang sudah mempunyai anak, pastinya ingin sekali anak – anak nya tumbuh dengan cerdas dan dengan makanan yang bergizi seimbang. Makanan yang bergizi seimbang untuk anak dapat terpenuhi  jika para ibu di rumah rajin dalam memilihkan dan mengolah menu sehat bergizi untuk mereka. Karena, makanan yang dibuat sendiri oleh para ibu di […]

    Catat! 8 Panduan Menu Sehat Anak yang Bisa Dipraktekkan di Rumah

    Bagi para ibu yang sudah mempunyai anak, pastinya ingin sekali anak – anak nya tumbuh dengan cerdas dan dengan makanan yang bergizi seimbang. Makanan yang bergizi seimbang untuk anak dapat terpenuhi  jika para ibu di rumah rajin dalam memilihkan dan mengolah menu sehat bergizi untuk mereka. Karena, makanan yang dibuat sendiri oleh para ibu di rumah, hal tersebut tentunya lebih terjamin kualitas nya serta kandungan gizi nya. Maka dari itu, kita para ibu harus dapat sekreati mungkin mengolah berbagai makanan sehat dan bergizi untuk anak di rumah. Dan berikut ini beberapa menu sehat anak yang bisa Anda praktekkan sendiri di rumah :

    • Telur gulung

    Telur yang dicampurkan dengan beraneka jenis sayuran, tidak hanya nikmat, namun kandungan gizinya juga banyak. Berikut panduan dan cara membuatnya :

    Bahan – bahan yang dibutuhkan :

    • 4 butir telur
    • 3  lembar sawi hijau
    • 1 buah wortel
    • 1 batang daun bawang
    • 2 buah bawang putih
    • ¼ bawang Bombay
    • Garam secukupnya
    • Merica secukupnya

    Cara membuat :

    • Cuci bersih sawi hijau kemudian diiris halus.
    • Wortel kupas kulitnya dan cuci bersih, kemudian diserut halus dengan serutan.
    • Bawang putih dan bawang Bombay dikupas kulitnya dan cuci bersih kemudian bawang putih digeprek dan cincang halus. Sementara bawang Bombay iris halus.
    • Taruh telur dalam wadah, kemudian tambahkan garam dan merica secukupnya. Setelah itu masukkan daun bawang yang sudah didiris halus, bawang putih, bawang Bombay, sawi hijau, dan terakhir wortel. Aduk rata.
    • Siapkan Teflon dan beri sedikit minyak sayur. Setelah minyak panas, tuang adonan telur tersebut, kemudian tunggu hingga setengah matang lalu gulung perlahan dari salah satu ujung tepinya sambil agak ditekan. Masak hingga sisi – sisi nya berubah warna kuning kecoklatan, kemudian sajikan.

    Baca Juga: 7 Menu Diet Karbo

    • Sayur Bayam

    Sayur bayam memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi, yang sangat baik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada anak.

    Bahan – bahan yang dibutuhkan :

    • 2 ikat bayam
    • 1 buah wortel
    • 1 buah tomat
    • 1 buah jagung
    • 3 siung bawang merah
    • 2 lembar daun salam
    • Garam secukupnya

    Cara membuat :

    • Siangi bayam, kemudian cuci bersih.
    • Kupas wortel dan jagung, kemudian cuci bersih. Iris tipis wortel. Kemudian untuk jagung diserut.
    • Tomat cuci bersih, kemudian dipotong jadi empat bagian.
    • Kemudian, bawang merah kupas dan cuci bersih, begitupula dengan daun salam dicuci bersih.
    • Didihkan air dalam panic, jika sudah mendidih masukkan bang merah yang sudah diiris, kemudian daun salam dan yang terakhir wortel. Tunggu hingga wortel empuk.
    • Selanjutnya, jika wortel sudah empuk, masukkan bayam kemudian jagung.
    • Jika bayam sudah matang yang terakhir masukkan tomat dan garam secukupnya.
    • Sayur bayam siap dihidangkan.
    • Fried rice vegetable

    Bahan – bahan yang dibutuhkan :

    • 3 piring nasi merah
    • 1 buah wortel
    • 1 buah jagung yang sudah diserut
    • 3 buah telur
    • 3 sendok makan margarine
    • Secukupnya lada dan garam
    • Secukupnya saus tiram

    Baca Juga: 10 Makanan Sehat Untuk Bayi

    Cara membuat :

    • Kupas wortel kemudian cuci bersih dan potong kecil – kecil berbentuk dadu – dadu kecil.
    • Siapkan wajan, panaskan, jika sudah panas masukkan margarine, kemudian masukkan telur dan orak arik. Setelah itu masukkan wortel.
    • Kemudian selanjutnya masukkan nasi merah, dan juga jagung aduk rata.
    • Terakhir tambahkan garam dan lada secukupnya dan juga saus tiram. Koreksi rasa. Dan fried rice vegetable siap dihidangkan untuk anak.
    • Salmon saus tiram

    Bahan – bahan yang dibutuhkan :

    • 3 potong ikan salmon
    • 1 sdm air jeruk lemon
    • 1 siung bawang putih, geprek dan iris halus
    • 1 siung bawang Bombay, iris halus
    • Secukupnya saus tiram
    • Secukupnya garam dan lada

    Cara membuat :

    • Cuci bersih ikan salmon, kemudian lumuri dengan air jeruk lemon, lada, dan garam. Diamkan selama 30 menit.
    • Kemudian setelah 30 menit, goring ikan salmon yang telah dimarinasi tadi.
    • Tumis bawang putih dan juga bawang Bombay. Setelah harum dan berubah warna, masukkan ikan salmon dan tambahkan saus tiram secukupnya. Koreksi rasa
    • Ikan salmon saus tiram siap untuk dihidangkan.
    • Sup ayam sehat

    Bahan – bahan yang dibutuhkan :

    • Dada ayam fillet tanpa kulit, potong dadu kecil.
    • 2 buah wortel
    • 5 kuntum brokoli
    • 4 batang buncis
    • 2 buah tomat
    • 1 batang daun bawang seledri, iris halus
    • 2 siung bawang putih, haluskan
    • 1 siung bawang Bombay, iris halus
    • Secukupnya biji pala
    • Secukupnya garam dan lada bubuk.
    • 500 ml air kaldu ayam

    Baca Juga: 7 Makanan Pemicu Kolesterol

    Cara membuat :

    • Pertama – tama, rebus daging ayam hingga matang dan empuk.
    • Panaskan minyak di wajan, tumis bawang putih dan juga bawang bombay hingga harum dan kecoklatan.
    • Didihkan 500 ml kaldu ayam, jika sudah mendidih, masukkan tumisan bawang putih, bawang Bombay dan yang terakhir  wortel. Jika wortel sudah empuk, masukkan buncis yang sudah dicuci bersih dan dipotong kecil – kecil.
    • Setelah itu, masukkan brokoli, tomat dan daun seledri.
    • Kemudian terakhir, masukkan daging ayam yang sudah direbus, biji pala, garam dan lada secukupnya. Tunggu hingga harum. Koreksi rasa dan sup ayam sehat siap untuk dihidangkan.

    Itulah tadi beberapa menu sehat anak yang dapat Anda praktekkan di rumah, sangat mudah bukan? Selamat mencoba !

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Kandungan nutrisi dan gizi yang seimbang pada makanan tentunya sangat berpengaruh pada perkembangan fisik dan otak anak, serta untuk kesehatan seluruh anggota keluarga. Jika makanan yang dikonsumsi merupakan makanan sejenis junk food yang bergizi sedikit dan berlemak tinggi, tentunya hal tersebut akan berdampak pada masalah kesehatan pada keluarga, seperti penyakit diabetes, ginjal, kolesterol tinggi, asam […]

    Panduan Menu Masakan Sehari-hari Buat Keluarga dengan Gizi Seimbang

    Kandungan nutrisi dan gizi yang seimbang pada makanan tentunya sangat berpengaruh pada perkembangan fisik dan otak anak, serta untuk kesehatan seluruh anggota keluarga. Jika makanan yang dikonsumsi merupakan makanan sejenis junk food yang bergizi sedikit dan berlemak tinggi, tentunya hal tersebut akan berdampak pada masalah kesehatan pada keluarga, seperti penyakit diabetes, ginjal, kolesterol tinggi, asam urat, hingga jantung.

    Oleh karena itu, penting sekali bagi kita para ibu untuk memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi anggota keluarga di rumah. Memasak serta mengolah sendiri masakan yang akan dikonsumsi, akan lebih menjamin kualitas serta kandungan gizi yang ada di dalamnya. Selain itu ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan dalam menyajikan menu masakan keluarga, yaitu diantaranya:

    Buat daftar menu masakan sehat harian

    Kita menjadi lebih mudah dalam berbelanja dan juga sangat membantu dalam memasak sehari-hari dengan membuat daftar menu makanan sehat. Kita juga jadi mengetahui apa-apa saja yang nantinya harus dibelanjakan. Selain itu, juga setiap harinya, kita tidak perlu membuang-buang waktu lagi untuk memikirkan masak apa hari ini? Hal ini karena sudah ada jadwal menu masakan sehat harian yang akan kita buat.   

    Melihat pada resep-resep masakan sehat

    Resep dan tutorial cara membuat menu masakan sehat sudah banyak tersebar di internet, baik itu lewat instagram ataupun youtube. Anda perlu untuk rajin-rajin melihat pada resep dan juga tutorial masakan sehat ini. Selain mengetahui cara membuatnya, Anda juga mendapatkan ide masakan-masakan sehat terbaru yang beraneka ragam dan tidak monoton.

    Baca Juga: 11 Makanan yang Bisa Mengurangi Resiko Stress

    Perbanyak sayuran

    Pada menu masakan sehat sehari- hari, jangan lupa untuk memperbanyak sayuran di dalamnya. Sayuran ini merupakan hal yang sangat penting dalam pemenuhan gizi seimbang dan sebagian dari isi piring kita, menurut kementrian kesehatan, sebagian besarnya adalah berisi sayuran. Pasalnya sayuran ini memang sangat baik untuk kesehatan, melancarkan pencernaan, mengeluarkan toksin – toksin yang ada dalam tubuh, dan juga menghindari diri dari resiko terkena berbagai macam penyakit tidak menular. Berikut, contoh resep sayuran yang dapat Anda buat di rumah, simple dan menyehatkan.

    • Sup ayam sayuran

    Bahan yang dibutuhkan :

    • 500 ml air kaldu ayam
    • Daging ayam fillet, potong-potong dadu, rebus.
    • Brokoli, potong kecil
    • 2 buah wortel, iris
    • 4 buah buncis, iris
    • 1 buah tomat, potong empat
    • 1 batang daun seledri, iris tipis
    • 2 siung bawang putih, haluskan
    • Secukupnya garam, pala dan lada

    Cara membuat :

    • Tumis bawang putih yang sudah dihaluskan.
    • Didihkan 500 ml air kaldu ayam. Setelah mendidih, masukkan bumbu yang sudah ditumis, dan wortel yang sudah dikupas, cuci bersih dan diiris. Tunggu hingga wortel empuk.
    • Kemudian jika ortel sudah empuk, masukkan buncis.
    • Selanjutnya, masukkan brokoli. Jika brokoli sudah matang, masukkan tomat, daun seledri, dan daging ayam. Dan terakhir tambahkan garam, lada dan pala. Koreksi rasa.
    • Sup ayam sayuran, siap untuk dinikmati.

    Sediakan buah sebagai cemilan

    Sebagai cemilan sehat atau selingan antara jeda waktu makan, Anda dapat menjadikan buah sebagai cemilan atau selingan tersebut. Anggota  keluarga menjadi terhindar dari mengonsumsi cemilan-cemilan yang tidak sehat seperti keripik kentang, cake, cookies dan yang lainnya. Sehingga dengan itu pula, akan lebih terjaga kesehatan anggota keluarga dan terhindar dari penyakit-penyakit yang disebabkan oleh obesitas dan juga cemilan berpengawet dan mengandung pewarna, seperti, diabetes, kolesterol tinggi, kanker, stroke hingga jantung.

    Jauhi minuman manis dan biasakan minum air putih

    Pada minuman manis tentunya memiliki kandungan glukosa yang tinggi. Jika tubuh terlalu banyak mengonsumsi glukosa, akan berdampak pada timbulnya penyakit tertentu, seperti diabetes dan jantung. Oleh karena itu, alangkah lebih baik jika kita mulai membiasakan pada anggota keluarga kita untuk mengonsumsi air putih sebagai minuman harian. Selain mengurangi resiko dari penyakit-penyakit tersebut, air putih juga mampu mengeluarkan racun-racun dalam tubuh.

    Baca Juga: 10 Makanan Sehat Untuk Jantungmu

    Biasakan sarapan

    Membiasakan sarapan setiap hari bagi anggota keluarga, agar terhindar dari jajan sembarangan nanti saat di luar rumah, dan juga menghindari dari porsi makan siang yang terlalu banyak akibat kelaparan. Anda dapat menyajikan sereal, salad buah atau sayur, nasi merah dan  lauk dan yang lainnya sebagai sarapan sehat untuk angota keluarga Anda.

    Berikut contoh ide resep sarapan sehat yang dapat Anda buat untuk anggota keluarga Anda :

    • Sandwich

    Bahan yang dibutuhkan :

    • Roti gandum
    • 1 lembar selada
    • 1 buah tomat
    • 1 telur ceplok
    • Yogurt

    Cara membuat :

    • Panggan roti yang sudah diolesi margarin.
    • Kemudian, tambahkan 1 lembar selada pada tiap 1 tangkap roti, ½ buah tomat, dan 1 lembar telur ceplok. Dan tambahkan yogurt di atasnya. Sandwich siap untuk dihidangkan sebagai sarapan sehat keluarga.

    Baca Juga: Tips Makanan Sehat Sesuai jam Makan

    • Salad buah

    Bahan yang dibutuhkan :

    • 3 buah stroberi
    • 1 buah alpukat
    • 1 buah pisang
    • 1 buah apel
    • 3 sdm yogurt

    Cara membuat :

    • Cuci dan potong semua buah, kemudian taruh di mangkok buah yang sudah dipotong-potong.
    • Kemudian siram dengan yogurt di atasnya.
    • Salad buah sehat untuk sarapan keluarga, siap untuk dihidangkan.

    Itulah tadi beberapa panduan menu masakan sehari-hari, buat keluarga dengan gizi yang seimbang. Jangan lupa untuk mengurangi takaran garam dan juga gula pada masakan sehat harian Anda, dan sebisa mungkin untuk menghindari vetsin atau MSG.  Selamat mencoba!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Makanan padat untuk bayi usia 7 bulan berbeda dengan makanan padat untuk orang dewasa. Mengolah makanan bayi sendiri menjadi cara terbaik dalam menyediakan makanan bernutrisi sehat kepada si buah hati, bahkan dapat memantau kemungkinan terjadinya alergi. Pada usia 7 bulan, bayi sudah dapat menyangga kepalanya sendiri dan mulai tertarik untuk mengonsumsi makanan yang dikonsumsi oleh […]

    Catat 10 Panduan Memberikan MPASI 7 Bulan

    Makanan padat untuk bayi usia 7 bulan berbeda dengan makanan padat untuk orang dewasa. Mengolah makanan bayi sendiri menjadi cara terbaik dalam menyediakan makanan bernutrisi sehat kepada si buah hati, bahkan dapat memantau kemungkinan terjadinya alergi. Pada usia 7 bulan, bayi sudah dapat menyangga kepalanya sendiri dan mulai tertarik untuk mengonsumsi makanan yang dikonsumsi oleh orang dewasa. Hal ini menunjukkan bahwa waktu ini merupakan waktu yang tepat untuk merekomendasikan makanan pendamping ASI (MPASI) kepada bayi.

    Namun, saat ini berbagai jenis  makanan instan banyak tersedia di supermarket dan kurang mengandung nutrisi dan vitamin yang dibutuhkan oleh si buah hati. Hal ini disebabkan karena produk ini telah mengalami pengolahan yang terlalu panjang, sehingga kurang memberikan nutrisi yang cukup. Oleh sebab itu, maka disarankan agar Anda dapat mengolah dan mempersiapkan MPASI bagi sang buah hati secara personal agar menjamin makanan yang dikonsumsi bayi memiliki berbagai nutrisi dan vitamin yang diperlukan tubuh.

    Berikut ini adalah contoh MP ASI 7 bulan bagi si bayi, yaitu:

    • Sereal, yang dipilih sebaiknya bebas gluten
    • Buah dan sayuran yang dihaluskan, seperti alpukat, pisang, pir, kentang, wortel, brokoli, kol, bayam, apel, stroberi, wortel, anggur, tomat, dan timun.
    • Bubur yang dibuat khusus untuk bayi atau daging yang telah mengalami penghalusan, seperti ayam atau sapi.
    • Bubur tahu
    • Bubur kacang-kacangan, seperti kacang merah atau kacang hijau.

    Seluruh makanan di atas umum dicampur dengan ASI atau susu formula yang dapat diberikan bagi si bayi.

    Baca Juga: 10 Panduan Makanan Sehat Untuk Bayi

    Berikut adalah 10 panduan untuk memberikan MPASI 7 bulan, yaitu.

    1. Pastikan porsi MPASI anak Anda telah disesuaikan dengan usianya dan juga berat badan anak Anda. Kedua hal tersebut berpengaruh pada pemberian MPASI yang tepat.
    2. Biasakan memberi MPASI yang terdiri atas 4 bintang, yaitu mencakup karbohidrat, sayuran dan buah, kacang-kacangan, dan sumber protein hewani.
      • Daging yang diperkenalkan pada bayi adalah daging yang telah diolah dengan benar dan dihaluskan agar dapat dicerna baik.
      • Sayuran hijau, contohnya bayam yang mengandung folat dan zat besi tinggi.
      • Buah alpukat yang lembut dan matang akan mudah dicerna, bahkan dapat diberikan langsung kepada bayi. Alpukat sangat baik bagi bayi karena mengandung asam lemak omega 3 yang dapat mencerdaskan otak bayi.
      • Labu kuning kaya akan vitamin C, vitamin A, dan beta karoten.
    3. Perhatikan alergi yang mungkin dimiliki oleh sang buah hati.
      Pertama kali mencoba makanan padat, pastikan Anda mengamati apakah sang buah hati mengalami alergi terhadap makanan tertentu. Agar Bunda dapat mempermudah pengamatan maka tunggulah hingga 3 hari sebelum beralih pada makanan lainnya. Tiga hari umumnya adalah waktu yang cukup untuk melihat reaksi alergi pada si bayi, terutama bila dalam anggota keluarga, ada yang memiliki riwayat alergi sejenis. Telur, kacang kedelai, ikan, susu sapi, kerang, dan gandum merupakan beberapa contoh bahan makanan yang perlu diwaspadai sebagai pemicu alergi.
    1. Selain itu, perlu dihindari penggunaan madu untuk bayi yang berusia kurang dari setahun untuk mengurangi risiko terjadinya botulisme.
    2. Produk yang terbuat dari susu sapi, seperti keju umumnya aman untuk diberikan bagi bayi. Namun, sebaiknya pemberian susu sapi ditunda terlebih dahulu apabila anak belum berusia lebih dari setahun.
    3. Memperhatikan kesempurnaan fungsi saluran pencernaan serta kelenjar dalam tubuh yang berperan dalam proses pencernaan dan metabolisme zat gizi dari sang anak. Hal ini akan menentukan Anda untuk menentukan konsistensi makanan yang harus diatur sedemikian rupa agar sesuai dengan saluran pencernaan bayi dan tidak memberikan beban yang terlalu berat bagi pencernaan bayi yang belum berfungsi secara sempurna. Hal ini menentukan proses pemberian MPASI yang harus dilakukan bertahap, mulai dari jenis, jumlah, frekuensi, maupun tekstur makanan si bayi.
    4. Waspadai pula penggunaan bahan makanan yang dapat menghasilkan gas di dalam lambung, seperti kacang, produk olahan susu, gandum, bawang. Bahan makanan seperti ini dapat membuat timbulnya rasa tidak nyaman pada bayi.
    5. Si bayi boleh diberi snack agar tidak merasa bosan dengan makanan harian yang cenderung sama. Hindari jajanan pinggir jalan yang terbuka dan tidak tertutupi dengan baik, karena kemungkinan makanan telah terkontaminasi dengan debu dan kotoran yang terbawa oleh angina atau udara.
    6. Hindari pemberikan MPASI pada malam hari untuk menghindari bayi mengalami risiko obesitas. Namun, rasa lapar bayi pada malam hari dapat diantisipasi dengan pemberian bubur kacang hijau + susu, susu kacang kedelai, susu hangat, agar rumput laut yang dicampur antara susu dan gula merah, serta buah-buahan. Makanan ini berisi vitamin yang akan meningkatkan kekebalan tubuh si bayi dan melancarkan pencernaan bayi.
    7. Contoh awal adalah Anda menggunakan satu jenis bahan untuk dibuat menjadi bubur, yaitu:
    • Bubur pisang
      Pisang merupakan buah kaya serat dan kaya kandungan kalium sehingga bersifat aman bagi perut sang bayi. Namun, terlalu sering mengonsumsi pisang akan berisiko menyebabkan konstipasi.
    • Bubur beras merah
      Bubur beras merah dapat digunakan sebagai bahan makanan pokok yang tidak menyebabkan alergi. Selain itu, bubur beras merah merupakan makanan yang mudah dicerna oleh si bayi. Beras merah dapat diblender hingga halus dan ditambahkan air dan dimasak dengan api yang berukuran sedang hingga mendidih. Setelah mendidih, maka api dikecilkan, dan dimasak kurang lebih hingga 20 menit. Setelah itu, air dapat ditambahkan hingga konsistensi bubur sesuai dengan yang diinginkan.

    Baca Juga: 8 Persiapan Ibu dan Bayi yang Ingin Naik Pesawat

    • Bubur alpukat
      Alpukat mengandung lemak yang baik dan bermanfaat untuk perkembangan fisik dan juga otak sang bayi. Alpukat dapat ditambahkan ke ASI atau susu fomula sebagai MP ASI. Sisa alpukat yang belum digunakan akan disimpan di wadah dan di dalam lemari pendingin.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Beberapa anak ada yang rentan terkena alergi. Alergi yang paling sering adalah terhadap bahan makanan tertentu. Misalnya, alergi terhadap kacang, susu yang mengandung laktosa, makanan yang berprotein tinggi misalnya makanan laut (udang, ikan, kepiting, cumi-cumi dan makanan laut lainnya), dsb. Sebagai orang tua, hendaknya kita bijak dalam mengawasi menu makanan apa saja yang baik untuk […]

    Panduan Menu Harian untuk Anak Alergi

    Beberapa anak ada yang rentan terkena alergi. Alergi yang paling sering adalah terhadap bahan makanan tertentu. Misalnya, alergi terhadap kacang, susu yang mengandung laktosa, makanan yang berprotein tinggi misalnya makanan laut (udang, ikan, kepiting, cumi-cumi dan makanan laut lainnya), dsb. Sebagai orang tua, hendaknya kita bijak dalam mengawasi menu makanan apa saja yang baik untuk anak agar anak terhindar dari alergi makanan.

    Alergi makanan adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan sistem tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap bahan makanan tertentu. Pada tahun pertama kehidupan, sekitar 6% anak usia kurang dari 3 tahun akan rentan menderita alergi makanan (terutama terhadap protein susu). Mulai usia 5-6 tahun, alergi makanan akan lambat laun menghilang, kecuali alergi terhadap kacang dan makanan laut.

    Di Amerika, angka kejadian alergi makanan pada bayi sekitar 6% pada usia 1-3 tahun dengan 2-3% bayi dan balita menderita alergi susu sapi, sementara 1,5% alergi telur dan 0,6% alergi kacang.

    Menurut data World Allergy Organization (WAO) dalam buku “The WAO White Book on Allergy” pada tahun 2013 menunjukkan bahwa angka kejadian alergi makanan pada anak cenderung meningkat yaitu mencapai 10-4-% dari total jumlah populasi dunia. Sebuah penelitian di UGM Yogjakarta membuktikan bahwa sebagian besar alergi pada anak berasal dari makanan yang dikonsumsi seperti : udang (12,63%), kepiting (11,52%), tomat (4,38%), putih telur (3,5%) serta susu sapi (3,46%). Sedangkan di U.S, alergi makanan tertinggi disebabkan oleh kacang (25,2%), susu (21,1%) dan kerang (17,2%).

    Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko alergi pada anak yakni riwayat alergi pada keluarga, kelahiran caesar, makanan tertentu atau sesuatu yang terhirup, seperti polusi yang termasuk polusi udara dan asap rokok.

    Gejala alergi makanan sangat bervariasi dan mencangkup berbagai organ, misalnya:

    • Pada kulit akan menimbulkan gatal, kemerahan dan bentol-bentol (urtikaria), kulit kering dan pecah-pecah.
    • Pada saluran napas akan menimbulkan sesak napas, pembengkakan lidah dan tenggorokan (angioedema).
    • Pada mata, mata merah dan berair (konjungtivitis).
    • Pada saluran cerna akan menimbulkan diare, nyeri perut.
    • Gejala syok anafilatik seperti peningkatan detak jantung (berdebar), napas cepat, sulit bernapas, pucat, penurunan tekanan darah yang drastis, pingsan sampai meninggal pada kasus alergi yang berat.

    Pemilihan menu makanan bagi anak adalah hal yang perlu diperhatikan terutama bila anak menderita hipersensitivitas terhadap bahan makanan tertentu. Pertama-tama, kita harus mengetahui bahan makanan apa yang menyebabkan terjadinya alergi pada anak, kemudian ibu baru membuat menu harian secara teliti tanpa menggunakan bahan masakan yang menyebabkan alergi. Berikut ini menu makanan yang perlu diperhatikan bagi penderita alergi makanan:

    1. Upayakan agar anak mendapatkan ASI (Air Susu Ibu) eksklusif minimal sampai 2 tahun, karena menurut jumlah penelitian, ASI mengandung sejumlah immunoglobulin atau daya tahan tubuh yang mampu menghindarkan anak dari berbagai penyakit dan alergi.
    2. Susu sapi mengandung sejumlah nutrisi, kalsium, vitamin D yang sangat diperlukan untuk tumbuh kembang anak. Namun, apabila anak menderita alergi terhadap susu sapi maka segala produk susu sapi harus dihindari termasuk keju dan mayones. Selain produk di atas, Moms perlu hati-hati dengan bahan olahan yang mengandung susu sapi seperti roti, kue, biskuit dan es krim.

    Sebagai alternatif, Anda dapat mengganti produk susu sapi dengan susu almond, susu kacang kedelai. Kacang almond dan kedelai juga mengandung nutrisi serta protein bagi tumbuh kembang anak.

    1. Apabila anak alergi terhadap makanan laut seperti kepiting, ikan laut, udang, cumi, kerang, maka hindari makanan yang berbahan dasar makanan laut, ganti dengan ayam, sapi atau tahu tempe sebagai produk yang mengandung protein.

    Anak yang alergi terhdap ikan akan rentan kekurangan omega-3 yang hanya didapat dari ikan laut, untuk itu Moms dapat menggantinya dengan suplemen omega 3, sayuran hijau, serta minyak kanola sebagai tambahan dalam menyajikan makanan agar si kecil tidak kekurangan omega 3 yang terbukti baik bagi perkembangan otak si kecil.

    1. Apabila anak alergi terhadap kacang maka hindari konsumsi kacang tanah, selai kacang dan bumbu kacang.
    2. Apabila anak alergi terhadap telur, maka harus hindari makan yang berbahan dasar telur, seperti omelete, kue, dan roti yang juga mengandung telur. Untuk mencari bahan pengganti telur memang kenyataannya sulit, agar anak terhindar dari kekurangan protein maka Moms dapat menyajikan makanan lain berbahan dasar kacang kedelai (tahu dan tempe), kacang almond, daging sapi dan kacang hijau sebagai asupan protein anak.
    3. Apabila anak alergi terhadap gandum, maka hindari makanan yang mengandung gandum seperti roti, biskuit oat, pilihlah tepung dengan tepung bebas gandum dan dapat diganti dengan tepung beras.
    4. Hindari makanan yang mengandung bahan pengawet atau makanan dalam kemasan, usahakan untuk anak dengan hipersensitif terhadap makanan mendapatkan makanan yang segar.
    5. Perbanyak sayur dan buah-buahan, karena sayur dan buah-buahan mampu meningkatkan antioksidan yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak.

    Pengobatan anak dengan alergi makanan sebenarnya tidak ada, obat-obatan hanya diberikan untuk meredakan gejala agar anak merasa nyaman dan tidak rewel. Menanggulangi anak dengan alergi makanan hanya dengan tindakan pencegahan menghindari makanan yang menyebabkan alergi. Moms perlu selektif dan hati-hati dalam memilih menu buat si kecil.

    Apabila anak mengalami alergi segera setelah mengonsumsi makanan, alergi yang dialami cukup parah sampai timbul sesak napas atau timbul gejala syok anafilatik, dianjurkan untuk segera membawa anak ke Dokter untuk dilakukan pemeriksaan serta pengobatan yang tepat dan cepat. Karena pengobatan yang cepat akan meningkatkan peluang anak untuk sembuh dari reaksi alergi yang timbul.

    Moms jangan lupa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat untuk mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan kesehatan maupun alergi. Info lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Tanukusumah M, Kurniati N, C N. Prevalensi Alergi Makanan pada Anak Usia Kurang dari 3 Tahun di Jakarta Berbasis Survei dalam Jaringan / Online. Sari Pediatri. 2016;16(5):365.
    2.  Plus G. Menu Planning for the Food Allergy Cook [Internet]. Kidswithfoodallergies.org. 2018 [cited 21 September 2018]. Available from: kidswithfoodallergies.org/page/menu-planning-for-the-food-allergy-cook.aspx
    3. Fiocchi A, Fierro V. Food Allergy | World Allergy Organization [Internet]. Worldallergy.org. 2018 [cited 21 September 2018]. Available from: worldallergy.org/education-and-programs/education/allergic-disease-resource-center/professionals/food-allergy
    4. Pawankar R, Canonica G, Holgate S, Lockey R. World Allergy Organization (WAO) white book on allergy. 1st ed. United Kingdom: WAO; 2011.
    5. Milliken C. Five myths about food allergies, debunked [Internet]. News.northwestern.edu. 2018 [cited 21 September 2018]. Available from:  news.northwestern.edu/stories/2018/april/five-myths-about-food-allergies-debunked/
    Read More
  • Menyiapkan makanan untuk sang buah hati tentu menjadi tantangan dan tugas yang penting untuk orangtua. Makanan yang diberikan bukan hanya sekedar untuk membuat anak kenyang, tetapi juga harus memperhatikan kebutuhan nutrisi yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Prinsipnya, anak harus mengonsumsi semua zat gizi secara seimbang yaitu berupa karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, […]

    10 Panduan Menyiapkan Makanan Bergizi untuk Anak

    Menyiapkan makanan untuk sang buah hati tentu menjadi tantangan dan tugas yang penting untuk orangtua. Makanan yang diberikan bukan hanya sekedar untuk membuat anak kenyang, tetapi juga harus memperhatikan kebutuhan nutrisi yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Prinsipnya, anak harus mengonsumsi semua zat gizi secara seimbang yaitu berupa karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serat dan air.

    Makanan yang bergizi didapatkan dari berbagai bahan makanan yang kemudian diolah menjadi menu makanan sehari-hari. Peran orangtua adalah memastikan sang anak mendapatkan gizi tersebut dari menu makanan yang sehat. Membiasakan anak untuk mengonsumsi makanan sehat dapat membantu anak untuk mengetahui makanan apa saja yang harus dimakan, yang harus dibatasi, maupun yang harus dihindari. Kebiasaan makan makanan sehat ini diharapkan menjadi kebiasaan yang baik hingga anak besar nantinya.

    Apa saja faktor yang mempengaruhi gizi anak?

    • Faktor keluarga, terutama orangtua

    Orangtua tentu menjadi role modelbagi anaknya. Anak akan terbiasa untuk makan makanan sehat dan bergizi bila kebiasaan ini dimulai dari rumah. Masakan yang disajikan sehari-hari dalam keluarga hendaknya mengandung nutrisi seimbang dan tentu saja mempunyai rasa yang enak. Sehingga anak akan menghindari jajan makanan luar yang belum tentu sehat. Bila harus makan makanan di luar rumah, orangtua hendaknya tetap memperhatikan pilihan makanan yang sehat dan bergizi untuk anak.

    • Faktor dari anak sendiri

    Anakkadang sulit untuk menonsumsi makanan bervariasi yang mengandung gizi yang lengkap karena anak cenderung pickyeateratau memilih-milih makanan. Hal ini juga dikarenakan anak yang beranjak besar mulai mempunyai selera atau kesukaan tertentu terhadap makanan. Sehingga seringkali ini menjadi penyebab kurang terpenuhinya gizi yang baik untuk anak.

    • Faktor makanan

    Pengaruh dari makanan itu sendiri kadang menjadi salah satu tantangan dalam pemenuhan gizi, misalnya dari bentuk, bau, warna makanan yang dapat menggugah atau mengganggu nafsu makan anak.

    Apa panduan menyiapkan makanan bergizi untuk anak?

    1. Mengonsumsi makanan seimbang

    Makanan seimbang maksudnya adalah makanan yang mempunyai nutrisi atau zat gizi seimbang yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari yaitu terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Kebutuhan akan zat gizi pada anak ini berbeda menurut usia, jenis kelamin, dan aktivitas sehari-hari.4
    Kalori dibutuhkan oleh anak untuk aktivitasnya sehari-hari, yang terutama didapatkan dari karbohidrat, protein, dan lemak. Karbohidrat perlu dikonsumsi 45-65 % dari total kalori yang diperlukan.

    Bahan makanan yang mengandung karbohidrat ini bisa didapat dari nasi, pasta, kentang, atau ubi. Protein juga perlu untuk pertumbuhan yang optimal, sistem kekebalan tubuh, mengatur hormon, dan mengganti sel-sel yang rusak. Protein diperlukan 10-30 % dari total kalori yang dibutuhkan anak terutama usia sekolah. Protein bisa didapat dari ikan, ayam, daging, atau kacang-kacangan.Lemak, diperlukan 23-35 % dari kebutuhan kalori, yang berguna sebagai sumber energi, mengangkut vitamin dan juga sumber asam lemak esensial.Selain kalori, anak juga membutuhkan mineral seperti zinc, zat besi, dan kalsium, yang berperan penting untuk pertumbuhan tulang.

    2. Makanan yang bervariasi dan beragam untuk anak

    Anak cenderung cepat merasa bosan dengan pilihan makanan yang itu-itu saja.Variasikan menu makanan baik dalam pemilihan bahan makanan, resep, maupun bentuknya.Sebisa mungkin setiap hari, anak mengonsumsi menu makanan yang berbeda.Buatlah menu bervariasi untuk sarapan, makan siang, dan makan malam agar menggugah selera makan si kecil.

    3. Sebisa mungkin hindari junk food

    Junk fooddapat diartikan sebagai makanan yang kurang nutrisi sehingga termasuk makanan yang tidak sehat.Sayangnya, jenis makanan ini paling sering ditemukan dan mudah didapatkan. Apalagi anak usia sekolah yang sudah mengenal jajan, makanan sejenis junk food ini sangat menarik untuk mereka makan. Peran orangtua adalah untuk mengontrol makanan ini tersedia di rumah atau seberapa sering dibeli atau tidak.

    Contoh makanan ini misalnya keripik, permen, dan makanan kemasan lain termasuk juga makanan cepat saji seperti kentang goreng. Selain faktor keluarga, adanya pengaruh teman sebaya, iklan di berbagai media, dan tren di masyarakat mempengaruhi pilihan dan selera anak terhadap makanan.

    4. Sediakan cemilan

    Cemilan ini adalah berupa makanan selingan di antara waktu makan, yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam.Cemilan juga mempunyai peran penting sebagai komponen gizi anak.Cemilan yang diberikan hendaknya mengandung nilai gizi yang diperlukan oleh tubuh dan juga sebagai bagian dari kebutuhan kalori. Contoh cemilan sehat yang dapat diberikan pada anak antara lain; potongan buah segar, biskuit, keju, susu, yoghurt, jus buah, atau puding.

    5. Kurangi makanan atau minuman manis

    Makanan atau minuman manis tentu saja mempunyai kandungan gula yang banyak. Hal ini menyebabkan kalori yang berlebihan yang dapat berujung pada masalah obesitas atau kegemukan badan. Selain itu, makanan atau minuman manis dapat mempengaruhi kesehatan gigi anak. Anak yang terbiasa mengonsumsi makanan manis biasanya akan sulit makan makanan yang rasanya hambar atau kurang manis.

    Begitu pula dengan minuman manis, anak menjadi tidak suka minuman yang rasanya plain seperti susu atau yoghurt. Biasakan anak untuk minum air putih. Bila ingin yangmanis, berikan makanan homemade yang lebih terkontrol kadar gulanya daripada makanan kemasan atau variasikan dengan jus buah yang rasanya manis.

    6. Makanan yang kaya akan serat

    Makanan dengan serat tinggi akan membuat anak merasa kenyang lebih lama dan mengurangi keinginan untuk makan cemilan yang tidak sehat. Selain itu, makanan berserat dapat membantu melancarkan pencernaan. Contoh makanan berserat adalah sereal yang terbuat dari gandum, buah-buahan, sayuran, atau puding yang dibuat dengan kadar gula yang wajar.

    7. Makanan yang segar

    Makanan yang segar atau makanan fresh yang diolah sendiri tentu lebih baik dikonsumsi oleh anak-anak.5 Makanan olahan atau kemasan yang banyak mengandung gula, pemanis buatan, atau penguat rasa dapat menurunkan nafsu makan anak terhadap makanan sehat, anak pun cenderung cepat merasa kenyang.

    8. Makanan yang menarik dan meningkatkan nafsu makan

    Penyajian makanan yang menarik dapat menggugah selera anak dan menghindarinya dari kebosanan terhadap menu makanan tertentu. Misalnya, dengan membentuk makanan seperti tokoh mainan kesukaan si kecil, bisa jadi menjadi salah satu cara meningkatkan nafsu makannya. Sebisa mungkin dalam penyajiannya, selain menarik, kandungan gizi dari makanannya tetap diperhatikan.

    Bila perlu, libatkan anak dalam pemilihan bahan makanan dan pembuatannya, sehingga anak terbiasa dengan bahan makanan seperti buah-buahan dan sayuran, yang seringkali menjadi alasan anak malas makan.Keterlibatan anak dalam memilih makanan sehat akan membuat si kecil terbiasa dengan makanan sehat hingga besar nanti.

    9. Jangan terpengaruh label suatu produk

    Seringkali makanan yang menjadi suatu produk di pasaran mempunyai label atau judul iklan yang menarik perhatian, misalnya adanya label ‘bebas lemak’ atau ‘rendah kalori’ yang menarik konsumen untuk membeli, karena pernyataan tersebut mungkin mempunyai keterangan tambahan yang penting untuk dipahami. Orangtua perlu bijak memperhatikan dengan baik kandungan nutrisi dalam setiap produk makanan, terutama yang akan diberikan untuk anak-anak.

    10. Memastikan keamanan makanan

    Dua hal penting yang harus diperhatikan orangtua dalam memberikan makanan untuk si kecil adalah adanya resiko tersedak dan juga penularan penyakit atau infeksi.5 Pastikan anak yang masih bayi tidak diberikan makanan yang membuat gampang tersedak, posisikan anak dengan baik dan ajarkan tidak berbicara sambil mengunyah makanan.Cuci bersih bahan makanan sebelum diolah, pastikan makanan dimasak dan diolah dengan baik, dan jangan lupa mencuci tangan anak sebelum dan sesudah makan.

    Panduan tersebut di atas diharapkan dapat membantu orangtua dalam perannya menyiapkan makanan yang bergizi demi tumbuh kembang optimal dan kesehatan sang buah hati. Semoga bermanfaat!

    Ditulis Oleh: Nela Fitria Yeral, dr.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:
    1. Healthy Food for Kids: Easy Tips to Help Your Children and Teens Eat Healthier. [internet] Available at: helpguide.org/articles/healthy-eating/healthy-food-for-kids.htm
    2. Alli, R. A. (2016). Healthy Eating Habits for Your Child. [internet] WebMD. Available at: webmd.com/children/kids-healthy-eating-habits#1
    3. Encourage Kids to Eat Healthy Food. [internet] Available at: pbs.org/parents/food-and-fitness/eat-smart/encourage-kids-to-eat-healthy-food/
    4. Hatter, K. (2017). The Benefits of Eating Healthy Foods as a Child. [internet] LIVESTRONG.COM. Available at: livestrong.com/article/246591-the-benefits-of-eating-healthy-foods-as-a-child/
    5. Childhood Nutrition [internet] HealthyChildren.org. Available at: healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/Childhood-Nutrition.aspx

    Read More
  • Sebuah penelitian mengatakan bahwa 1000 hari pertama kehidupan (mulai dari pembuahan sampai usia 2 tahun) merupakan masa yang krusial untuk mencegah penyakit di usia dewasa. Salah satu komponen pentingnya adalah dengan mendapatkan nutrisi yang baik dari sejak buah hati masih di dalam kandungan. Makanan yang dikonsumsi oleh Moms memiliki pengaruh yang sangat besar untuk pertumbuhan, […]

    6 Panduan Nutrisi Ibu Hamil untuk Menjaga Kesehatan Calon Buah Hati

    Sebuah penelitian mengatakan bahwa 1000 hari pertama kehidupan (mulai dari pembuahan sampai usia 2 tahun) merupakan masa yang krusial untuk mencegah penyakit di usia dewasa. Salah satu komponen pentingnya adalah dengan mendapatkan nutrisi yang baik dari sejak buah hati masih di dalam kandungan. Makanan yang dikonsumsi oleh Moms memiliki pengaruh yang sangat besar untuk pertumbuhan, perkembangan, serta masa depan buah hati.

    Selain itu, nutrisi yang baik juga akan memenuhi kebutuhan Moms untuk mencapai kehamilan yang sehat. Ketika hamil, kebutuhan nutrisi akan meningkat, oleh karena itu Moms dianjurkan untuk makan dengan pola gizi seimbang, bervariasi,dan lebih banyak dari sebelum hamil. Nutrisi yang penting bagi ibu hamil dibagi menjadi beberapa komponen penting yang akan segera dibahas.

    Yuk, Moms, pahami panduan nutrisi bagi ibu hamil berikut ini:

    1. Makanan pokok tidak boleh dilewatkan untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat dan serat.

    Kebutuhan karbohidrat untuk ibu hamil adalah 45% – 64% dari total kalori/hari. Karbohidrat akan dipecah menjadi glukosa yang merupakan sumber energi terbesar. Jenis karbohidrat yang baik bagi Moms adalah karbohidrat kompleks yang terdapat pada makanan yang mengandung serat dan pati, seperti nasi, roti, kentang, dan jagung. Karbohidrat kompleks membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh tubuh, oleh karena itu energi yang dihasilkan lebih tahan lama.

    Nasi merah dan roti gandum merupakan salah satu makanan pokok yang disarankan untuk Moms, karena selain memenuhi kebutuhan karbohidrat, makanan tersebut juga mengandung serat. Serat berfungsi untuk mencegah sembelit, menjaga stabilitas kadar gula darah, mengurangi kadar kolesterol, serta mencegah diabetes. Contoh makanan lain yang merupakan sumber serat yang baik adalah buah dan sayuran hijau.

    2. Makanan kaya protein penting untuk jaringan tubuh Moms dan calon buah hati.

    Protein merupakan salah satu komponen nutrisi yang harus diperhatikan oleh Moms. Kebutuhan protein meningkat pada saat hamil untuk mendukung pembentukan jaringan tubuh ibu, calon buah hati, serta plasenta, terutama pada trimester kedua dan ketiga. Kebutuhan protein ibu hamil adalah 76 gram/hari (sesuaidenganAngkaKecukupanGizi).

    Apabila jumlah protein yang Moms konsumsi kurang, berat dan panjang badan lahir dari buah hati akan terpengaruh. Sumber protein dapat berasal dari hewan (protein hewani) dan tumbuhan (protein nabati). Menurut penelitian, sumber protein hewani memiliki kualitas yang lebih tinggi dibandingkan protein nabati. Moms bisa mendapatkan protein hewani dengan mengonsumsi daging sapi, daging ayam, ikan, telur, susu, dan keju. Sedangkan protein nabati bisa ditemui pada kacang-kacangan dan produk olahannya, seperti tahu dan tempe.

    3. Tidak semua lemak dalam makanan harus dihindari.

    Kebutuhan lemak pada saat hamil sama dengan sebelum hamil, yaitu 20% – 35% dari total kalori/hari atau sekitar 6 sendok teh/hari. Perlu diperhatikan bahwa pada saat hamil, kualitas lemak lebih penting dibandingkan jumlah total lemak yang dikonsumsi. Lemak membantu menyediakan energi, membentuk berbagai organ janin serta plasenta, dan penting untuk perkembangan otak janin.

    Jenis lemak yang harus dikonsumsi adalah lemak tidak jenuh yang terdapat pada minyak zaitun, minyak kanola, minyak ikan, kacang-kacangan dan biji-bijian. Jenis lemak yang perlu Moms hindari adalah lemak jenuh (pada daging dan susu) serta lemak trans (pada makanan ringan dan mentega). Apabila dikonsumsi berlebihan, kedua jenis lemak tersebut dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan, salah satunya penyakit jantung. Konsumsi daging dan susu sangatlah penting bagi Moms dan calon buah hati, tetapi sebaiknya dipilih yang rendah lemak agar kadar lemak jenuh yang dikonsumsi tidak terlalu banyak.

    DHA (Docohexaenoic Acid) merupakan asam lemak yang termasuk dalam kelompok Omega-3. DHA berperan dalam perkembangan otak dan mata calon buah hati. DHA banyak terdapat pada ikan (salmon, haring, teri), kacang kenari, gandum, dan telur yang kaya akan Omega-3. Moms juga dapat mempertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen yang mengandung DHA.

    4. Suplementasi asam folat dan zat besi harus dikonsumsi secara rutin.

    Asam folat merupakan kelompok dari vitamin B yang penting bagi pembentukan DNA. Selain itu, asam folat jugaberfungsi untuk membentuk sel darah merah dan mencegah kecacatan pada otak dan tabung saraf janin (seperti pada gambar). Perlu diperhatikan adalah pada saat hamil, kebutuhan folat meningkat dua kali lipat.Moms bisa mengonsumsi buah golongan sitrus (seperti jeruk, lemon), sayuran hijau, hati, dan kacang – kacangan sebagai sumber asam folat. Namun, sulit untuk memenuhi kebutuhan asam folat hanya dari makanan saja.

    Kesulitan dalam memastikan jumlahasam folat yang harus dikonsumsi dalam memenuhi kebutuhan menyebabkan Moms harus mengonsumsi suplemen yang mengandung asam folat. Suplementasi asam folat dianjurkan pada seluruh wanita usia subur. Pada wanita yang berencana hamil, suplementasi asam folat sudah dianjurkan sejak 1 bulan sebelum pembuahan hingga 12 minggu pertama kehamilan untuk mencegah defek pada tabung saraf calon buah hati. Moms mungkin membutuhkan asam folat dalam kadar yang lebih tinggi per harinya apabila terdapat efek tabung saraf pada anak sebelumnya atau apabila Moms mengonsumsi obat anti kejang.

    Di samping asam folat, kebutuhan zat besi juga meningkat untuk memproduksi lebih banyak sel darah yang merupakan media untuk memberikan oksigen ke janin. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia defisiensi besi yang meningkatkan risiko persalinan prematur, berat badan lahir rendah, dan perdarahan setelah persalinan.

    Sumber makanan yang kaya akan zat besi adalah daging merah, ikan, kacang – kacangan, dan sayuran hijau. Namun, sulit untuk memenuhi kebutuhan zat besi apabila dari makanan saja. Oleh karena itu, suplemen zat besi, dalam bentuk tablet besi, dibutuhkan untuk Moms mulai dari usia kandungan 16 minggu. Penyerapan zat besi didalam tubuh dapat dipercepat dengan mengonsumsi vitamin C dan hindari mengonsumsi makanan yang kaya zat besi berbarengan dengan teh karena dapat menghambat penyerapannya dalam tubuh.

    5. Jangan lupa cukupi kebutuhan cairan.

    Kebutuhan cairan untuk janin dan untuk perkembangan kantung ketuban harus dipenuhi dan cenderung meningkat. Oleh karena itu, cairan penting disertakan dalam panduan nutrisi bagi ibu hamil. Konsumsi cairan yang tidak adekuat dapat menyebabkan sembelit bahkan dehidrasi. Moms dianjurkan untuk minum 10 gelas cairan per hari. Kecukupan jumlah cairan yang diminum dapat dinilai dengan memperhatikan warna urin. Apabila urin berwarna bening sampai kuning muda, maka cairan yang Moms minum sudah cukup. Pilihan minuman yang dianjurkan adalah air putih dan susu rendah lemak. Selain sebagai sumber cairan dan protein, susu juga merupakan sumber kalsium yang berguna bagi perkembangan tulang dan gigi janin. Makanan seperti sayuran dan buah juga dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan cairan.

    6. Makanan dan minuman yang perlu Moms hindari ketika hamil

    Beberapa makananan dan minuman yang harus dihindari ketika hamil karena berkaitan dengan kesehatan dan keamanannya untuk calon buah hati.Minuman yang harus Moms hindari adalah alkohol, minuman yang mengandung kafein dan gula tinggi, serta minuman herbal. Konsumsi alkohol pada saat hamil dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah atau bahkan keguguran. Minuman herbal, seperti jamu, dianjurkan untuk dikonsumsi dengan hati-hati. Sebelum mengonsumsi minuman herbal, sebaiknya berkonsultasi kepada dokter terkait terlebih dahulu untuk memastikankegunaan dan keamanannya.

    Moms tidak perlu membatasi konsumsi garam pada saat hamil. Bilaingin mencegah konsumsi garam yang berlebihan, Moms hanya perlu untuk membatasi konsumsi makanan yang mengandung pengawet seperti sup kalengan dan makanan ringan yang asin, seperti keripik kentang.Sebisa mungkin Moms menghindari konsumsi obat – obatan pada trimester pertama kecuali apabila obat tersebut memang dibutuhkan pada kondisi kesehatan tertentu. Konsumsi obat pada saat kehamilan sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu pada dokter yang terkait.

    Selain 6 poin panduan nutrisi bagi ibu hamil yang telah disebutkan di atas, Moms juga perlu tahu bahwa ibu hamil berisiko lebih tinggi untuk terkena penyakit yang disebabkan oleh makanan. Oleh karena itu, pengolahan makanan juga harus dilakukan dengan baik. Moms diwajibkan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah menyiapkan makanan. Sayur dan buah juga harus dicuci dengan bersih sebelum dimasak serta makanan,seperti daging dan telur, harus dimasak hingga matang. Diharapkan dengan memahami panduan ini, masa kehamilan dan persalinan dapat berjalan dengan lancar dan buah hati dapat lahir dengan sehat.

    Nah, Moms jangan lupa akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat untuk mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan kesehatan. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi :
    1. Buku Kesehatan Ibu dan Anak – Depkes RI [Internet].[dikutip 15 Agustus 2018]. Tersedia pada: depkes.go.id/resources/download/infoterkini/BUKU%20KIA%202015_FINAL-.pdf
    2. Marangoni F, Cetin I, Verduci E, Canzone G, Giovannini M, Scollo P, dkk. Maternal diet and nutrient requirements in pregnancy and breastfeeding. An Italian Consensus Document. Nutrients [Internet]. 14 Oktober 2016 [dikutip 15 Agustus 2018];8(10). Tersedia pada: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5084016/
    3. Nutrition During Pregnancy – ACOG [Internet]. [dikutip 15 Agustus 2018]. Tersedia pada: acog.org/Patients/FAQs/Nutrition-During-Pregnancy
    4. Lucas C, Charlton KE, Yeatman H. Nutrition advice during pregnancy: Do women receive it and can health professionals provide it? Matern Child Health J. 2014;18(10):2465–78.
    5. Shahid AR, Ul Hosna A, Alam A. Pregnancy and nutrition. Bangladesh J Med Sci. 2012;11(4).
    6. Kominiarek MA, Rajan P. Nutrition recommendations in pregnancy and lactation. Med Clin North Am. 2016;100(6):1199–215.
    7. New Zealand, Ministry of Health. Food and nutrition guidelines for healthy pregnant and breastfeeding women: a background paper. Wellington, N.Z.: Ministry of Health; 2008.

    Read More
WhatsApp Asisten Maya saja