Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ pandemi corona”

  • Virus corona yang menyerang mengglobal sejak 2020 telah membuat WHO menyatakan bahwa virus corona merupakan sebuah pandemi. Oleh karena situasi ini pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan antara lain membatasi segala bentuk kegiatan dengan anjuran isolasi mandiri di rumah. Semua kegiatan dilakukan di rumah baik bekerja, proses belajar-mengajar dan lainnya. Baca Juga: Ingin Aman Memakai Masker Saat […]

    Hindari Kesalahan Berolahraga Saat Pandemi Corona

    Virus corona yang menyerang mengglobal sejak 2020 telah membuat WHO menyatakan bahwa virus corona merupakan sebuah pandemi.

    Oleh karena situasi ini pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan antara lain membatasi segala bentuk kegiatan dengan anjuran isolasi mandiri di rumah. Semua kegiatan dilakukan di rumah baik bekerja, proses belajar-mengajar dan lainnya.

    hindari kesalahan berolahraga

    Baca Juga: Ingin Aman Memakai Masker Saat Berolahraga? Berikut Tipsnya

    Otomatis ini membuat Sahabat memiliki lebih banyak waktu luang. Beberapa orang menggunakan momen tersebut untuk berolahraga guna meningkatkan daya tahan tubuh. Faktanya olahraga yang salah justru akan memperburuk keadaan dengan menurunkan daya tahan tubuh loh!

    Secara umum, olahraga yang baik dan benar merupakan olahraga yang rutin, yaitu dilakukan 2-3 kali per minggu, durasi yang tetap 30-45 menit dengan intensitas sedang Olahraga dengan intensitas sedang akan merangsang pembentukan sel pertahanan tubuh yaitu sel darah putih.

    Hal ini sangat baik karena dapat menghalangi terjadinya infeksi. Olahraga intensitas sedang antara lain aerobik, jogging, latihan angkat beban ringan, menari, bersepeda.

    Sebagai parameter, mudah untuk membedakan olahraga intensitas sedang dan tinggi, umumnya pada olahraga intensitas sedang, seseorang masih dapat berbicara meskipun terengah-engah. Sebaliknya pada olahraga intensitas tinggi, seseorang sudah tidak dapat berbicara.

    Kesalahan berolahraga selama ini dapat diringkas menjadi 3T, yaitu

    1. Terlalu Sering

    Kesalahan yang sering dilakukan dalam berolahraga adalah melakukan olahraga setiap hari  Hal ini sangat tidak dianjurkan mengingat otot membutuhkan waktu pemulihan setidaknya 48 jam untuk kembali ke metabolisme awal.

    2. Terlalu Lama

    Durasi terbaik untuk berolahraga adalah 30-45 menit. Disarankan tidak melebihi 1 jam karena otot akan kelelahan. Bila terlalu lama, akan terjadi perubahan metabolisme dan menghasilkan produk asam laktat yang akan menimbulkan rasa tidak nyaman setelah berolahraga.

    Baca Juga: 3 Jenis Olahraga dan Jumlah Kalori yang Dibakar

    3. Terlalu Berat

    Olahraga intensitas tinggi sangat tidak dianjurkan karena justru dapat meningkatkan risiko terpapar infeksi. Hal ini disebabkan adanya periode open window sekitar 3-84 jam setelah melakukan olahraga intensitas tinggi.

    Pada periode ini, tubuh sedang dalam imunitas rendah dan sangat rentan terkena penyakit. Imunitas yang rendah disebabkan adanya peningkatan konsentrasi sitokin anti inflamasi yang difungsikan mengurangi kerusakan jaringan otot namun berakibat pada peningkatan kerentanan terhadap infeksi4.

    Beberapa contoh olahraga intensitas tinggi seperti lari, HIIT (High-intensity interval training), dan crossfit (latihan penguatan otot yang sebagian besar dari campuran aerobik dan latihan beban tubuh intensitas tinggi)

    Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Berolahraga di Malam Hari

    Untuk menghindari hal di atas, maka Sobat dapat melakukan beberapa tips berikut, yaitu melakukan olahraga pada waktu dan hari yang sama.

    Olahraga sebaiknya dilakukan pagi hari karena akan meningkatkan aliran darah dan baik untuk sistem kardiovaskular.

    Selain itu sebelum olahraga, lakukan peregangan selama 10-15 menit. Mengapa penting? Peregangan sebelum olahraga dapat membantu tubuh meningkatkan aliran darah secara perlahan sehingga metabolisme tubuh tidak terlalu berubah dan mengurangi kemungkinan terjadinya cedera.

    Konsumsi air putih cukup sebelum, selama dan setelah berolahraga sangat dianjurkan. Sebaiknya konsumsi 2 gelas air putih 15 menit sebelum berolahraga, setengah hingga 1 gelas setiap 15 menit saat berolahraga dan dua hingga dua setengah gelas setelah berolahraga.

    Stop konsumsi rokok 1-2 jam sebelum aktivitas. Merokok dapat menurunkan jumlah sel darah putih yang berperan penting dalam melawan virus.

    Pada dasarnya olahraga baik untuk tubuh jika dilakukan dengan tepat. Jangan salah dalam melakukan olahraga selama #dirumahaja ya Sahabat.

    Selain itu, bagi Sahabat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

     

    1. [Internet]. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: https://covid19.kemkes.go.id
    2. [Internet]. Who.int. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/who-rights-roles-respon-hw-covid-19.pdf?sfvrsn=bcabd401_0
    3. (2018) ACSM’s Guidelines for Exercise Testing and Prescription. 10th ed. Edited by D. Riebe. Lippincott Williams & Wilkins. Available at: http://thepoint.lww.com/.
    4. [Internet]. Scielo.br. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: http://www.scielo.br/pdf/rbme/v18n3/en_15.pdf
    5. American Heart Association Recommendations for Physical Activity in Adults and Kids [Internet]. www.heart.org. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: https://www.heart.org/en/healthy-living/fitness/fitness-basics/aha-recs-for-physical-activity-in-adults
    6. Judge L, Burke J. The Effect of Recovery Time on Strength Performance Following a High-Intensity Bench Press Workout in Males and Females. International Journal of Sports Physiology and Performance. 2010;5(2):184-196.
    7. [Internet]. Who.int. Global Recommendation on Physical Activity for Health. 2010 [cited 30 March 2020]. Available fromhttps://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/44399/9789241599979_eng.pdf;jsessionid=2D23201ECDCEC947603B0EF79AD0150F?sequence=1
    8. Peake J, Neubauer O, Walsh N, Simpson R. Recovery of the immune system after exercise. Journal of Applied Physiology. 2017;122(5):1077-1087.
    9. Seo DY, Lee S, Kim N, et al. Morning and evening exercise.Integr Med Res. 2013;2(4):139–144. doi:10.1016/j.imr.2013.10.003
    10. Page P. Current concepts in muscle stretching for exercise and rehabilitation.Int J Sports Phys Ther. 2012;7(1):109–119.
    11. Fluid Replacement [Internet]. Brookfield Central Athletics. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: https://lancers.elmbrookschools.org/page/show/629573-fluid-replacement-and-dehydration
    12. Chevalier, MD – Cardiologist, Blanchard, MD & Dusfour, MD – 2020

     

    Read More
  • Covid-19 yang sekarang menjadi pandemi akan menjadi endemik. Itulah yang diungkapkan oleh epidemiolog Dicky Budiman dari Griffith University, Australia. Hal itu berdasarkan pengamatannya jika melihat pada perkembangan dan mutasi virus selama ini. Prediksi ini ia sudah ungkapkan pada Mei 2020 lalu. Baca Juga: Covid-19 Disebut Sebagai Sindemi, Apa Itu? Hal serupa diungkapkan pula oleh para […]

    Covid-19 Akan Menjadi Endemik, Apa Perbedaannya dengan Pandemi?

    Covid-19 yang sekarang menjadi pandemi akan menjadi endemik. Itulah yang diungkapkan oleh epidemiolog Dicky Budiman dari Griffith University, Australia. Hal itu berdasarkan pengamatannya jika melihat pada perkembangan dan mutasi virus selama ini. Prediksi ini ia sudah ungkapkan pada Mei 2020 lalu.

    covid-19 akan menjadi endemik

    Baca Juga: Covid-19 Disebut Sebagai Sindemi, Apa Itu?

    Hal serupa diungkapkan pula oleh para peneliti dalam jurnal Nature pada Januari 2021. Jurnal tersebut menyatakan bahwa lebih dari 100 ahli imunologi, peneliti penyakit menular, dan ahli virologi berpendapat bahwa virus Corona akan menjadi endemik. Artinya, virus akan terus beredar dan akan ada terus di tengah masyarakat selama bertahun-tahun mendatang.

    World Health Organization (WHO) juga sudah mengungkapkan hal ini pada akhir 2020 lalu. Profesor David Heymann, Ketua Kelompok Penasihat Strategi dan Teknis WHO untuk Bahaya Infeksi menyatakan bahwa dunia sudah harus siap hidup berdampingan dengan Covid-19 saat menjadi endemik.

    Lalu Apa Perbedaannya dengan Pandemi?

    Merujuk pada istilah dalam epidemiologi, pandemi merupakan sebutan untuk penyakit yang mewabah di sebagian besar dunia dalam waktu yang bersamaan. Pada awal kemunculannya, Covid-19 merupakan endemik karena hanya terjadi di suatu wilayah saja.

    Baca Juga: Infodemik, Pengertian, Dampak, dan Cara Mengatasinya

    Berikut ini adalah penyakit-penyakit yang sempat menjadi pandemi, yaitu:

    • Flu Spanyol 1918
    • Flu Asia 1956
    • HIV-AIDS
    • Flu Babi

    Sedangkan endemik adalah penyakit yang terjadi dalam satu wilayah saja dalam rentang waktu tertentu, contohnya:

    Apakah Covid-19 di Indonesia Dapat Menjadi endemik?

    Seperti dilansir dari CNBC Indonesia, epidemiolog Dicky Budiman menyatakan sangat mungkin Covid-19 di Indonesia menjadi endemi. Hal itu berdasarkan angka reproduksi suatu wilayah atau negara, dan bila sulit mencapai angka di bawah satu, Covid-19 bisa menjadi endemik. Hal lainnya adalah sistem kesehatan yang masih buruk dan strategi 3T (tracing, testing,treatment) yang belum maksimal.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Demikianlah Sahabat Sehat mengapa Covid-19 bisa menjadi kondisi endemik dari sebelumnya pandemi. Sahabat disarankan tetap harus berperilaku 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak,menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi atau interaksi) serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

    Baca Juga: Virus Nipah, Calon Pandemi Baru Setelah Covid-19?

    Selain itu, jangan lupa vaksinasi Covid-19 jika vaksinasi massal sudah berjalan sebagai salah satu pencegahan, dan tetap lakukan deteksi dini Covid-19 melalui Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Alam S. COVID-19 Disebut Sangat Mungkin Jadi endemikdi RI, Apa Bedanya dengan Pandemi? [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5485048/covid-19-disebut-sangat-mungkin-jadi-endemik-di-ri-apa-bedanya-dengan-pandemi
    2. Media K. WHO Peringatkan, Pandemi Covid-19 Kemungkinan Besar Bakal Jadi endemik[Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/02/28/170200423/who-peringatkan-pandemi-covid-19-kemungkinan-besar-bakal-jadi-endemik
    3. Media K. Covid-19 Diprediksi Bakal Jadi endemik, Apa Artinya untuk Kita? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/03/01/124314423/covid-19-diprediksi-bakal-jadi-endemik-apa-artinya-untuk-kita?page=all
    4. Waspadai 10 Penyakit Endemis Ini Saat Jalan-jalan ke Luar Negeri [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-1899299/waspadai-10-penyakit-endemis-ini-saat-jalan-jalan-ke-luar-negeri
    5. Hasibuan L. Akankah Virus Covid-19 Jadi endemik di RI? Ini Prediksinya! [Internet]. tech. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210308115922-37-228539/akankah-virus-covid-19-jadi-endemik-di-ri-ini-prediksinya
    Read More
  • Masa pandemi Corona memang mengubah gaya hidup banyak orang di seluruh dunia termasuk Indonesia. Selain mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak sebagai anjuran protokol kesehatan, gaya hidup lainnya yang banyak berubah adalah bekerja dan sekolah dari rumah. Bagi yang sudah berpasangan hal ini tentu saja akan menjadi suatu hal yang menyenangkan dan romantis karena […]

    Bagaimana Supaya Tetap Akur dengan Pasangan Selama Pandemi?

    Masa pandemi Corona memang mengubah gaya hidup banyak orang di seluruh dunia termasuk Indonesia. Selain mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak sebagai anjuran protokol kesehatan, gaya hidup lainnya yang banyak berubah adalah bekerja dan sekolah dari rumah. Bagi yang sudah berpasangan hal ini tentu saja akan menjadi suatu hal yang menyenangkan dan romantis karena setiap hari akan selalu bersama jika dibandingkan dengan di masa sebelum pandemi yang hanya bertemu pagi dan malam. Namun, kenyataannya tidaklah demikian karena masa pandemi yang seharusnya menguatkan setiap pasangan malah berujung pada perceraian.

    akur dengan pasangan

    Baca Juga: Kehidupan Seks Tetap Membara Setelah Menikah dan Punya Anak

    Hingga Juni dan Juli 2020 saat penerapan PSBB menyeluruh di seluruh wilayah di Indonesia terutama di Pulau Jawa angka perceraian selama pandemi adalah 57.000 kasus. Ada beberapa faktor yang menyebabkan angka perceraian begitu tinggi, yaitu:

    Peran

    Yang dimaksud peran di sini adalah hal yang terhenti akibat Covid-19. Jika sebelum pandem, suami bekerja mencari nafkah untuk keluarga. Namun ketika Covid-19 melanda, suami tiba-tiba terkena PHK karena perusahaan tutup atau bangkrut sehingga menganggur. Di satu sisi istri yang melihat peran suami yang tidak berjalan tersebut menjadi khawatir karena tidak ada pemasukan sama sekali sedangkan istri sama sekali tidak bekerja, dan istri pun juga memegang peran ganda; tidak hanya sebagai ibu rumah tangga tetapi juga sebagai pendidik anak karena kegiatan belajar dari rumah. Kekhawatiran yang berlebihan muncul sehingga akhirnya menyebabkan perceraian dari sisi ekonomi. Sisi ekonomi ini merupakan penyebab utama perceraian selama pandemi.

    Angka

    Yaitu menurunnya pendapatan selama pandemi Corona. Apabila sebelum pandemi, pendapatan tidak terganggu sama sekali dan normal, ketika pandemi melanda, pendapatan menurun drastis sehingga hal ini malah menimbulkan kekhawatiran mengenai pemasukan dan masa yang akan datang. Ironisnya, di saat pendapatan menurun kebutuhan akan belanja online malah semakin meningkat akibat harus terus berada di rumah yang lama-kelamaan menimbulkan rasa bosan.

    Threat atau ancaman.

    Maksudnya adalah Covid-19 yang sudah mewabah tentu saja menjadi ancaman yang sama sekali tidak terlihat bagi pasangan sehingga kerap mereka waswas dan waspada. Selain itu, ancaman lainnya adalah ancaman orang ketiga yang diam-diam bisa juga dianggap sebagai penyebab perceraian. Orang ketiga ini biasanya baru terkuak ketika pandemi di saat salah satu pasangan tiba-tiba tanpa sengaja menemukan bukti berupa chat di perangkat yang dimiliki.

    Amor atau cinta

    Hal ini merujuk pada menurunnya gairah seksual suami-istri selama pandemi akibat kekhawatiran yang berlebihan mengenai masa depan. Akibatnya, dapat ditebak kebersamaan dan situasi romantis yang seharusnya ada saat pandemi malah tidak terjadi, dan berujung pada pertengkaran hebat. Disarankan jika sudah menghadapi situasi seperti agar segera konsultasi kepada psikolog.

    Baca Juga: 11 Makanan Penurun Gairah Seksual yang Harus Dihindari

    Habituasi atau kebiasaan

    Maksudnya adalah kebiasaan yang benar-benar berubah ketika pandemi datang. Ketika sebelum pandemi, kebiasaan yang sering dilakukan semisal jalan-jalan tiap akhir pekan saat pandemi tidak bisa lagi dilakukan. Begitu juga dengan kebiasaan berolahraga di luar tidak bisa lagi dilakukan. Hal ini tentu saja akan membuat uring-uringan, bosan, sebal, dan marah sehingga timbullah pertengkaran.

    Faktor-faktor yang demikian sebenarnya bisa dihindari jika Sobat Sehat melakukan beberapa tips berikut ini:

    Tips Supaya Tetap Akur Selama Pandemi

    Mewaspadai Kemungkinan Terburuk

    Maksudnya adalah Sobat Sehat hendaknya untuk selalu mengontrol emosi dan menghadapi masalah dengan pikiran yang jernih. Ini agar Sobat tidak mengeluarkan kata-kata atau berperilaku kasar yang berpotensi memicu pertengkaran, dan tentunya sangat berakibat fatal.

    Jadikan Saja WFH Sebagai Ajang Liburan

    Bekerja dari rumah memang terasa membosankan karena minimnya interaksi fisik dan lebih banyak mengutamakan interaksi secara daring atau online. Kebosanan bertambah karena hanya bisa beraktivitas di dalam rumah saja, dan tentu saja membuat Sobat jadi uring-uringan yang malah menyebabkan pertengkaran dengan pasangan. Supaya hal tersebut dapat dihindari cobalah untuk terus memperbarui aktivitas atau mencoba hal baru setiap hari sehingga bisa menjadi seperti liburan. Lakukanlah bersama pasangan secara mendalam hal-hal yang sebelum pandemi sulit dilakukan.

    Luangkan Waktu Sendiri

    Ketika kebosanan melanda yang berujung pada uring-uringan sehingga memicu pertengkaran, sebaiknya untuk sementara Sobat meluangkan waktu sendiri terlebih dahulu untuk memikirkan masalah-masalah pekerjaan, hobi, dan lain-lain. Setelah selesai, barulah kembali kepada pasangan untuk memperoleh waktu bersama yang berkualitas.

    Menyediakan Waktu yang Intim

    Supaya tetap akur dengan pasangan selama pandemi, Sobat sebaiknya juga menyediakan waktu yang teramat intim dengan pasangan dan melakukan beberapa hal seperti memegang tangan atau memeluk pasangan, dan melakukan hubungan seksual supaya kualitas hubungan dan mood tetap meningkat dan terjaga. Kontak kulit ke kulit dapat melepaskan oksitosin yang dapat merangsang rasa bahagia dan aman.

    Baca Juga: Manfaat Seks Rutin Bagi Kesehatan

    Tetap Bersikap Baik

    Bersikap baik dengan kerap memuji atau mengucapkan terima kasih kepada pasangan untuk hal-hal kecil seperti telah membuatkan secangkir teh dapat membuat hubungan saat pandemi menjadi lebih hangat.

    Saling Menghormati Satu Sama Lain

    Yang perlu diingat agar hubungan tetap akur selama pandemi sehingga tidak ada pertengkaran yang berujung perceraian adalah masing-masing saling menghormati. Selain menghormati, pasangan diharapkan juga saling mempercayai saat dalam pandemi sehingga hal ini akan menimbulkan rasa cinta.

    Produk Terkait: Jual Andalan Kondom

    Itulah mengenai penyebab dan tips akur dengan pasangan selama pandemi yang setidaknya bisa membantu bagi Sobat Sehat yang sedang mengalami banyak kendala karena harus berada di rumah saja dan bertengkar dengan pasangan. Tentu saja apa yang dilakukan ini membutuhkan proses sehingga tidak instan. Supaya Sobat lebih memahami tips akur dengan pasangan selama pandemic silakan tonton video di bawah ini,  dan jangan lupa subscribe Youtube Prosehat.

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut untuk bisa tetap romantis dan akur dengan pasangan selama pandemi dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Tips Tetap Akur dengan Pasangan saat Karantina di Rumah | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 8 October 2020]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20200419/54/1229261/tips-tetap-akur-dengan-pasangan-saat-karantina-di-rumah-
    2. Tips Menjaga Hubungan Pasangan Tetap Harmonis Saat WFH – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 8 October 2020]. Available from: https://tirto.id/tips-menjaga-hubungan-pasangan-tetap-harmonis-saat-wfh-ePKq
    3. Penyebab Tingginya Angka Perceraian di Indonesia Saat Pendemi Covid-19 [Internet]. suara.com. 2020 [cited 8 October 2020]. Available from: https://www.suara.com/lifestyle/2020/08/31/182022/penyebab-tingginya-angka-perceraian-di-indonesia-saat-pendemi-covid-19
    4. Supaya Tetap Akur dengan Pasangan Saat #Dirumahaja, Ikuti Tips Berikut | Indozone.id [Internet]. indozone.id. 2020 [cited 8 October 2020]. Available from: https://www.indozone.id/life/Yvsvyz/supaya-tetap-akur-dengan-pasangan-saat-dirumahaja-ikuti-tips-berikut/read-all
    Read More
Chat Dokter 24 Jam