Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ pandemi”

  • Seluruh dunia sepakat bahwa hingga saat ini Covid-19 merupakan sebuah pandemi. Bahkan, WHO sendiri juga sudah menegaskan dalam beberapa pertanyaan badan kesehatan dunia tersebut karena sifat Covid-19 yang terjadi secara global alias mewabah di seluruh dunia. Hingga hari ini tercatat sudah 52,6 juta kasus virus di seluruh dunia, dengan 34,1 juta sembuh dan 1,29 juta […]

    Covid-19 Disebut Sebagai Sindemi, Apa itu Sindemi?

    Seluruh dunia sepakat bahwa hingga saat ini Covid-19 merupakan sebuah pandemi. Bahkan, WHO sendiri juga sudah menegaskan dalam beberapa pertanyaan badan kesehatan dunia tersebut karena sifat Covid-19 yang terjadi secara global alias mewabah di seluruh dunia. Hingga hari ini tercatat sudah 52,6 juta kasus virus di seluruh dunia, dengan 34,1 juta sembuh dan 1,29 juta meninggal. Untuk Indonesia sendiri sudah tercatat melebihi 450.000, yaitu 452.000l, dengan 382.000 sembuh dan 14.933 meninggal. Beberapa langkah juga sudah dilakukan seperti meminta masyarakat untuk melakukan 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak sebanyak 1-2 meter kemudian melakukan tes-tes Corona seperti PCR swab dan rapid test. Tak hanya itu, beberapa negara pun juga sudah melakukan karantina wilayah atau lockdown dan menutup beberapa akses meskipun harus mengorbankan perekonomian yang juga terguncang akibat virus yang mewabah ini.

    sindemi

    Baca Juga: Mastubasi Dapat Menguatkan Imun Tubuh Hadapi Covid-19?

    Hasilnya, ada beberapa negara yang sukses, ada juga yang tidak. Jumlah penderita virus perlahan bisa dikurangi meskipun kemudian mengalami lonjakan kembali setelah ada pelonggaran. Harapan satu-satunya pun kini tertuju pada vaksin Covid-19 yang masih dalam pengembangan meskipun vaksin tidak serta-merta dengan cepat menghilangkan pandemi. Kini setelah Covid-19 sudah dinyatakan sebagai pandemi muncul lagi istilah untuk menyebut virus asal Wuhan tersebut sebagai sindemi. Tentu banyak Sobat Sehat yang bertanya-tanya apa itu sindemi?

    Pengertian Sindemi

    Sindemi adalah akronim yang berasal dari dua kata, yaitu sinergi dan pandemi. Artinya, penyakit seperti Covid-19 tidak boleh berdiri sendiri sebab pada kenyataannya di satu sisi ada Covid-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, dan di sisi lainnya ada serangkaian penyakit yang sudah diidap seseorang. Kedua elemen ini berinteraksi dalam konteks ketimpangan sosial yang mendalam.Istilah ini sendiri dimunculkan oleh Richard Horton, pemimpin redaksi jurnal ilmiah The Lancet pada 26 September 2020. Melalui sindemi ini, Horton hendak menunjukkan satu tingkat keseriusan yang lebih parah dari pandemi. Dengan demikian, para pemangku kebijakan perlu mengambil langkah yang lebih serius untuk menjaga kesehatan masyarakat.

    Komentar ini ia tulis tepat saat virus Covid-19 atau Corona merenggut 1 juta nyawa manusia di seluruh dunia. Horton juga menyatakan bahwa pendekatan yang diambil dalam penanganan virus memakai pendekatan yang terlalu sempit. Sebab, selama ini ia menilai semua intervensi hanya berfokus pada pemotongan laju penularan virus. Penanganan ini bahwa penanganan yang ada lebih berdasarkan pada pandangan bahwa Covid-19 sebagai penyakit menular. Sejarah ilmu pengetahuan epidemiologi selama berabad-abad menunjukkan bahwa memutus rantai penularan adalah cara yang tepat untuk mengatasi wabah penyakit menular.

    Baca Juga: Isolasi Mandiri Covid-19 di Fasilitas Pemerintah dan Pengajuannya

    Ketimpangan sosial yang pernyataan Horton soal sindemi terlihat dari pernyataan PBB pada awal tahun 2020. PBB telah memperingatkan bahwa pandemi memiliki dampak yang tidak proporsional di antara populasi termiskin di dunia. Hal itu ditegaskan oleh Sekjen PBB, Antonio Guterres. Yang paling terdampak adaklah kelompok masyarakat paling rentan, orang yang hidup dalam kemiskinan, pekerja miskin, perempuan dan anak-anak, penyandang disabilitas, dan kelompok marginal lainnya.

    Bukan Istilah Baru

    Sindemi bukanlah istilah baru dan sudah muncul pada dekade 90-an oleh seorang antropolog medis asal Amerika Serikat, Merill Singer. Istilah ini dicetuskannya untuk menyebiut kondisi ketika dua penyakit atau lebih berinteraksi sedemikian rupa sehingga menyebablan kerusakan yang lebih besar ketimbang dampak dari masing-masing penyakit tersebut. Dampak dari interaksi ini juga difasilitasi oleh kondisi sosial dan lingkungan yang tidak bisa dijelaskan dapat menyatukan kedua penyakit atau membuat populasi menjadi lebih rentan terhadap dampaknya. Istilah ini muncul saat Singer dan koleganya sedang meneliti penggunaan narkoba di komunitas berpenghasilan rendah di AS. Ia dan koleganya menemukan bahwa banyak masyarakat yang menggunakan narkoba menderita sejumlah penyakit seperti TBC dan penyakit menular seksual. Kesimpulan dari penelitian bahwa dalam beberapa kasus kombinasi penyakit memperkuat dampak dan kerusakan yang dialami penderita.

    Cara Penanganan

    Mengenai sindemi ini beberapa ahli seperti Tiff-Annie Kenny dari Laval University di Kanada menyarankan hal yang sama seperti Norton, yaitu mengganti pendekatan epidemiologi klasik mengenai risiko penularan Covid-19 dengan pendekatan dalam konteks sosial. Hal lainnya, menurut Merill Singer adalah mengatasi faktor struktural yang mempersulit masyarakat miskin untuk mengakses layanan kesehatan atau mengonsumsi makanan yang memadai. Perubahan strategi ini diperlukan untuk menghadapi pandemi di masa depan sebagai akibat tindakan manusia yang selalu melampaui batas yang menyebabkan beberapa hal negatif seperti perubahan iklim dan deforestasi. Hal ini perlu supaya pengobatan atau pencegahan terhadap Covid-19 benar-benar berjalan efektif.

    Baca Juga: 8 Istilah Baru Penderita Covid1-19, Mulai dari Suspek hingga Kematian

    Nah, itulah Sobat Sehat mengenai sindemi, istilah yang baru-baru ini diluncurkan untuk menyebut Covid-19 yang masih mewabah. Yuk, Sobat, tetap jaga diri dari Covid-19 dengan menerapkan 3M, menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat, serta jangan lupa untuk PCR-swab dan rapid test di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. COVID-19: Dulu Pandemi Kini Jadi Sindemi, Apa Itu? [Internet]. kumparan. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparansains/covid-19-dulu-pandemi-kini-jadi-sindemi-apa-itu-1uZnXdKkJNo
    2. Media K. Ilmuwan Sebut Covid-19 Bukan Lagi Pandemi, tetapi Sindemi, Apa Itu? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/11/12/180200023/ilmuwan-sebut-covid-19-bukan-lagi-pandemi-tetapi-sindemi-apa-itu?page=all
    3. Indonesia B. Sejumlah Ilmuwan Sebut COVID-19 Bukan Pandemi Tapi Sindemi, Maksudnya? [Internet]. detiknews. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://news.detik.com/bbc-world/d-5251747/sejumlah-ilmuwan-sebut-covid-19-bukan-pandemi-tapi-sindemi-maksudnya
    Read More
  • Tumbuh kembang anak merupakan fase paling penting terutama pada masa toddler dan prasekolah karena proses perkembangan otak, psikomotor, dan psikososial anak sangat cepat pada rentang usia ini. Terutama di 1.000 hari pertama kehidupan atau sejak anak masih berada di dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Sebab, waktu tersebut adalah ‘golden age’ atau periode emas karena pertumbuhan […]

    3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    Tumbuh kembang anak merupakan fase paling penting terutama pada masa toddler dan prasekolah karena proses perkembangan otak, psikomotor, dan psikososial anak sangat cepat pada rentang usia ini. Terutama di 1.000 hari pertama kehidupan atau sejak anak masih berada di dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Sebab, waktu tersebut adalah ‘golden age’ atau periode emas karena pertumbuhan otak begitu pesat. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mencukupi kebutuhan dasar buah hati dengan memberikan nutrisi, stimulasi yang tepat, dan cinta yang dapat mengoptimalkan proses tumbuh kembang serta melindungi mereka dari berbagai penyakit.

    tumbuh kembang anak selama corona

    Baca Juga: Jangan Lewatkan Tahap Tumbuh Kembang Anak

    Namun, di tengah pandemi virus Corona saat ini, tidak sedikit orang tua yang merasa khawatir jika tumbuh kembang anak mereka akan terhambat. Hal ini karena ruang eksplorasi anak seperti bermain di luar rumah harus dibatasi demi mencegah penularan virus tersebut. Lalu bagaimana caranya supaya tumbuh kembang anak tetap optimal selama anak harus terus di rumah saja? Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Sobat lakukan sebagai orang tua untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak tercinta. Apa saja tipsnya? Yuk, tanpa berlama-lama, mari simak sampai tuntas!

    Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    1. Perhatikan Nutrisi dan Beri Stimulasi yang Tepat

    Tips pertama untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak secara tepat di masa pandemi virus Corona adalah perhatikan nutrisi anak secara tepat, dan juga berikan stimulasinya dengan tepat. Pada usia balita perkembangan otak menjadi pesat. Nutrisi merupakan bahan baku utama untuk membentuk struktur otak. Hal ini ibarat komputer, nutrisi menyusun rangkaian microchip menjadi prosesor. Ibarat dalam komputer juga prosesor yang bagus tanpa perangkat lunak yang bagus kinerjanya juga tidak akan bagus. Karena itu, selain pemberian nutrisi yang tepat, juga harus ada pemberian stimulasi yang tepat. Pada saat fase belajar, anak akan meniru, melihat, dan mendengar. Dengan begitu, orang tua perlu memberikan contoh praktis, misalnya cara bermain, menyelesaikan masalah yang sederhana, dan jangan lupa berikan pujian sekecil apa pun pada anak.

    Baca Juga: Jenis Buah dan Sayur yang Baik untuk Nutrisi Otak Anak

    2. Cegah Anak Terkena Penyakit Menular

    Tips kedua adalah orang tua harus semampu mungkin mencegah anak terkena penyakit terutama penyakit menular. Caranya, selain dengan memberikan nutrisi yang cukup, ajarilah mereka hidup bersih dan sehat (PHBS). Di masa pandemi, hal tersebut sangat penting. Ajari mereka memakai masker saat keluar rumah dan menjaga jarak ketika di keramaian serta tidak lupa ajari cara mencuci tangan yang benar dengan sabun pada air yang mengalir selama 20 detik. Tentunya dengan diberikan contoh ya, supaya mereka bisa menirukan.

    3. Jangan Lupa Imunisasi

    Tips terakhir yang bisa Sobat lakukan sebagai orang tua untuk mengoptimalkan pertumbuhan anak adalah jangan lupa imunisasi. Imunisasi pada anak terutama imunisasi dasar lengkap tetap harus dijalankan meskipun di masa pandemic namun tetap dengan menjalankan protokol-protokol kesehatan. Sebab, penyakit-penyakit menular yang biasa menyerang anak-anak seperti difteri, influenza, pneumonia, diare, dan campak tetap ada. Kemudian pada masa Corona imunisasi dasar dilengkapi dengan imunisasi tambahan sehingga mereka tetap terlindung dari penyakit.

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19?

    Itulah 3 tips yang bisa Sobat jalankan untuk mengotimalkan tumbuh kembang anak di masa pandemi. Namun yang terpenting, Sobat jangan sampai lupa melakukan imunisasi sebagai kebutuhan dasar supaya anak terlindung dari penyakit dan pertumbuhan mereka tidak terganggu. Apabila Sobat ingin melakukan imunisasi anak dengan aman dan nyaman tanpa perlu mendatangi fasilitas-fasilitas kesehatan yang dikhawatirkan menyebarkan Corona, Sobat bisa melakukannya di rumah dengan memanfaatkan layanan imunisasi anak di rumah dari Prosehat.

    Layanan ini tentu saja akan membuat Sobat merasa aman dan nyaman. Selain itu, layanan ini mempunyai kelebihan-kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi ke rumah atau produk-produk kesehatan untuk tumbuh kembang anak silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

     

    Referensi

    1. Tips Optimalkan Tumbuh Kembang Anak di Masa Pandemi Corona [Internet]. kumparan. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparanmom/tips-optimalkan-tumbuh-kembang-anak-di-masa-pandemi-corona-1tjlDBlKpNn/full
    2. Ketahui 3 Hal Penting Soal Tumbuh Kembang Balita Saat Pandemi – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://tirto.id/ketahui-3-hal-penting-soal-tumbuh-kembang-balita-saat-pandemi-fH2s
    3. Novita M. Dukung Tumbuh Kembang Anak saat Pandemi, Jangan Lupa Imunisasi [Internet]. Tempo. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://cantik.tempo.co/read/1353989/dukung-tumbuh-kembang-anak-saat-pandemi-jangan-lupa-imunisasi
    Read More
  • Terdapat beragam perubahan pola hidup yang harus dilakukan masyarakat akibat terjadinya pandemi COVID-19, salah satunya adalah anjuran cara berobat ke rumah sakit. Masyarakat dihimbau untuk mengurangi kunjungan ke rumah sakit untuk meminimalkan paparan terhadap virus bila tidak ada kondisi gawat darurat yang perlu penanganan segera dari dokter dan tenaga medis lainnya. Berikut akan dibahas mengenai […]

    Bagaimana Berobat Setelah Masa Pandemi Berakhir?

    Terdapat beragam perubahan pola hidup yang harus dilakukan masyarakat akibat terjadinya pandemi COVID-19, salah satunya adalah anjuran cara berobat ke rumah sakit. Masyarakat dihimbau untuk mengurangi kunjungan ke rumah sakit untuk meminimalkan paparan terhadap virus bila tidak ada kondisi gawat darurat yang perlu penanganan segera dari dokter dan tenaga medis lainnya. Berikut akan dibahas mengenai perubahan dalam cara berobat, apa saja yang akan terjadi setelah masa pandemi ini berakhir:

     

    Baca Juga: Berobat Online Lebih Efektif Saat Masa Pandemi Corona

    1. Masyarakat akan lebih memanfaatkan fasilitas telemedicine

    Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo telah meminta masyarakat yang sedang sakit untuk memanfaatkan aplikasi kesehatan untuk berobat secara online (telemedicine). Dengan adanya layanan online, tidak semua orang yang sakit perlu dibawa berobat ke rumah sakit. Setelah masa pandemi ini berakhir, pola berobat atau konsultasi medis secara online diharapkan tetap mampu menjadi budaya baru di masyarakat. Mengingat tingginya paparan terhadap kuman penyakit di rumah sakit, pengobatan secara online juga yang memungkinkan Sobat untuk melakukan konsultasi dengan dokter tanpa perlu keluar dari rumah juga sudah terbukti merupakan pilihan yang efektif dan efisien. Berikut adalah hal-hal yang dapat dilakukan melalui konsultasi online:

    • Memberikan kemudahan untuk bertanya- jawab mengenai penanganan pertama sederhana yang bisa dilakukan sendiri di rumah, seperti pada kasus luka akibat terjatuh, batuk pilek biasa, diare, gigitan serangga, dan lain-lain.
    • Menjawab pertanyaan dengan tepat seputar penyakit dan pengobatan yang sedang atau sudah selesai dijalani sebelumnya.
    • Mempermudah pasien untuk mengetahui hasil laboratorium dengan cepat dan tepat.
    • Memberikan saran mengenai kunjungan ke spesialisasi bidang kedokteran yang sesuai dengan penyakit yang dialami.

    Pelayanan kesehatan secara online ini juga akan sangat bermanfaat khususnya bagi pasien dengan mobilitas rendah yang membutuhkan pelayanan dalam jangka panjang seperti pasien penderita sakit kronis (hipertensi, diabetes, perawatan luka, perawatan paska stroke, dan lain-lain). Telemedicine sudah diterima sebagai salah satu cara manajemen yang efektif untuk pasien dengan penyakit kronis oleh sebagian besar penyedia pelayanan kesehatan di seluruh dunia. Penggunaan telemedicine sendiri akan terus dikembangkan mengikuti perkembangan zaman, namun bukan berarti dapat menggantikan kunjungan langsung ke dokter untuk kasus yang memang memerlukan penanganan lebih lanjut. Telemedicine merupakan pendukung pelayanan kesehatan masyarakat yang mudah diakses dan efisien.

    1. Membuat appointment sebelum ke rumah sakit

    Bila kondisi penyakit Sobat memang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit, ada baiknya untuk tetap membiasakan diri membuat penjadwalan (appointment) terlebih dahulu dengan pihak rumah sakit, sehingga Sobat tidak perlu mengantri terlalu lama dan jumlah pasien yang berobat juga dibatasi sesuai dengan jam sehingga tidak menumpuk. Selain itu, sebaiknya janji pertemuan dengan dokter dilakukan secara rutin sesuai anjuran dokter, sebelum obat rutin yang dikonsumsi habis atau sebelum munculnya gejala penyakit baru.

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19?

    1. Tetap memerhatikan pola hidup bersih dan sehat

    Sejak terjadinya pandemi COVID-19, membiasakan kehidupan pola hidup bersih dan sehat lebih ditekankan kepada masyarakat seperti rutin mencuci tangan, mengetahui etika batuk dan bersin yang benar, menjaga jarak dengan orang lain, cara-cara untuk menjaga kesehatan agar imun tubuh tetap kuat, dan lainnya. Pola hidup seperti ini juga harus tetap dipertahankan bahkan sampai masa pandemi ini berakhir, baik dalam kehidupan sehari-hari, serta terutama bila Sobat sedang berobat ke rumah sakit. Jumlah kuman penyebab bakteri di rumah sakit tentunya lebih banyak sehingga pastikan untuk tetap melakukan pola hidup bersih dan sehat.

    Baca Juga: Dampak Covid-19 Pada Kesehatan Karyawan

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Kurangi Risiko Tenaga Medis Tertular Covid-19, Jokowi Minta Warga Berobat Online [Internet]. Available from: nasional(dot)kompas(dot)com/read/2020/04/13/10491681/kurangi-risiko-tenaga-medis-tertular-covid-19-jokowi-minta-warga-berobat
    2. Global Observatory for eHealth series. Telemedicine: Opportunities and developments in Member States. Vol. 2. World Health Organization; 2010.
    3. Williamson R. The Role of Telemedicine in Chronic Disease Management [Internet]. Medium. 2019. Available from: medium(dot)com/@ryanwilliamsonc/the-role-of-telemedicine-in-chronic-disease-management-5ec79bb0e575
    4. How Telemedicine Can Make Getting Your Prescription Easier – GoodRx [Internet]. The GoodRx Prescription Savings Blog. 2019. Available from: goodrx(dot)com/blog/how-telemedicine-can-make-getting-your-prescription-easier/
    5. Advice for public [Internet]. Available from: who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja