Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ otak”

  • Setiap pasangan tentu berharap anak yang dilahirkan dalam keadaan sehat dan normal. Namun pada beberapa kondisi, anak dapat mengalami kelainan bentuk fisik seperti hidrosefalus. Baca Juga: Penyakit Tumor Otak, dari Penyebab, Jenis, hingga Pencegahan Hidrosefalus merupakan kondisi ketika kepala terlihat membesar akibat kelebihan cairan di dalam otak, kondisi ini dapat diderita 1 dari 500 orang […]

    Sahabat, Kenali Gejala Hidrosefalus dan Penanganannya

    Setiap pasangan tentu berharap anak yang dilahirkan dalam keadaan sehat dan normal. Namun pada beberapa kondisi, anak dapat mengalami kelainan bentuk fisik seperti hidrosefalus.

    gejala hidrosefalus

    Baca Juga: Penyakit Tumor Otak, dari Penyebab, Jenis, hingga Pencegahan

    Hidrosefalus merupakan kondisi ketika kepala terlihat membesar akibat kelebihan cairan di dalam otak, kondisi ini dapat diderita 1 dari 500 orang anak dan umumnya dapat dideteksi sejak masa kehamilan.

    Normalnya, cairan dalam otak berfungsi sebagai bantalan otak dan saraf. Apabila jumlah cairan otak melebihi kapasitas yang seharusnya dapat mengakibatkan otak tertekan dan terdesak sehingga menimbulkan kerusakan otak, kepala terlihat membesar, serta mengalami gangguan mental dan fisik.

    Belum diketahui secara pasti mengenai penyebab kelainan fisik ini, diperkirakan hidrosefalus berkaitan dengan adanya cacat genetik, infeksi pada ibu selama masa kehamilan (misalnya toksoplasma, sifilis) ataupun adanya kelainan bawaan seperti spina bifida.

    Sahabat Sehat, mari kita kenali gejala dan penanganan pada kondisi hidrosefalus seperti berikut ini:

    Gejala Hidrosefalus

    Secara umum gejala hidrosefalus pada anak berusia dibawah 2 tahun, ditandai dengan  pembesaran ukuran kepala abnormal dan dapat disertai gejala berikut:

    • Ubun-ubun menegang
    • Garis tulang kepala tampak, dan jika diraba terasa melebar
    • Kulit kepala licin mengilap dan pembuluh darah balik terlihat menonjol
    • Adanya fenomena matahari tenggelam pada mata,bola mata seperti melihat ke bawah dan kedua kelopak mata tertarik ke atas.

    Baca Juga: 6 Kunci Rahasia Menciptakan Otak Sehat

    Pada anak berusia lebih besar, hidrosefalus ditandai dengan:

    • Nyeri kepala
    • Muntah
    • Gangguan kesadaran
    • Gangguan pada gerak bola mata
    • Penglihatan ganda, namun jarang diikuti dengan penurunan ketajaman penglihatan.

    Cara Menangani Hidrosefalus

    Untuk diagnosis hidrosefalus dapat dilakukan pemeriksaan fisik, diikuti dengan melakukan pemeriksaan penunjang seperti USG, CT Scan, dan MRI saat bayi berusia sekitar 6-7 bulan. Hidrosefalus umumnya dapat menyebabkan bayi menjadi rewel, sering tidur, muntah, dan nafsu makan menurun.

    Penanganan berupa operasi dapat dilakukan sebelum bayi berusia 4 bulan, yang bertujuan untuk mengurangi jumlah cairan di dalam otak agar tekanan otak berkurang. Operasi dilakukan dengan memasang pompa dan selang khusus untuk mengalirkan cairan dari kepala ke dalam rongga perut.

    Apabila hidrosefalus disebabkan karena adanya tumor otak, tentunya membutuhkan penanganan lebih lanjut untuk mengatasi penyebabnya. Jika tidak ada komplikasi, umumnya penderita hidrosefalus diperkenankan pulang dalam kurun 3-4 hari setelah operasi.

    Seperti itulah mengenai gejala hidrosefalus pada bayi dan anak yang perlu Sahabat ketahui sehingga dapat dideteksi sejak dini agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    Sebagai pencegahan agar bayi dan anak tidak mengalami hidrosefalus, selain dengan deteksi dini perlu juga melakukan vaksinasi meningitis sebagai pencegahan risiko.

    Sahabat bisa mendapatkan layanan vaksinasi dan konsultasi dokter di Prosehat yang mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Mendeteksi Gejala Penyakit Hidrosefalus pada Bayi [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 19 March 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2016/08/24/125105323/mendeteksi.gejala.penyakit
    2. com | Hidrosefalus [Internet]. TanyaDok.com. 2021 [cited 19 March 2021]. Available from: https://www.tanyadok.com/artikel-kesehatan/hidrosefalus
    3. Mengapa Seorang Anak Bisa Menderita Hidrosefalus? [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 19 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/ulasan-khas/d-1839165/mengapa-seorang-anak-bisa-menderita-hidrosefalus
    Read More
  • Tahukah Sobat kalau apa yang kita makan itu menentukan bagaimana keadaan tubuh kita? Rupanya makanan sehat tak hanya untuk kesehatan badan tapi juga untuk menjaga kesehatan otak. Nutrisi yang terkandung dalam beberapa jenis makanan tertentu diketahui dapat memberikan efek positif pada otak kita, seperti mencegah penurunan fungsi kognitif otak (fungsi mengingat, berpikir, konsenstrasi), mencegah penyakit […]

    6 Kunci Rahasia Menciptakan Otak Sehat

    Tahukah Sobat kalau apa yang kita makan itu menentukan bagaimana keadaan tubuh kita? Rupanya makanan sehat tak hanya untuk kesehatan badan tapi juga untuk menjaga kesehatan otak. Nutrisi yang terkandung dalam beberapa jenis makanan tertentu diketahui dapat memberikan efek positif pada otak kita, seperti mencegah penurunan fungsi kognitif otak (fungsi mengingat, berpikir, konsenstrasi), mencegah penyakit pikun akibat alzheimer, dan lainnya. Nah, jika Sobatsibuk dengan aktivitas sehari-hari dan sering berhadapan dengan stres, yuk intip disini bagaimana memilih asupan untuk kesehatan otak kita.

    1. Kurangi Makanan Tinggi Lemak Jenuh

    source: healthfreedoms

    Tahukah Sobat sekalian kalau mengonsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh seperti daging merah, mentega dan produk olahan susu lainnya berhubungan dengan perkembangan penyakit degeneratif seperti penyakit pikun akibat Alzheimer? Oleh karena itu, dianjurkan untuk membatasi konsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh, tapi bukan tidak boleh sama sekali ya.

    1. Konsumsi Makanan yang Mengandung Omega 3

    Omega 3 merupakan asam lemak tidak jenuh yang sangat bermanfaat dalam menjaga fungsi kognitif seseorang dan juga memperlambat perkembangan penuaan otak. Berbeda dengan nutrisi lainnya, asam lemak omega 3 tidak secara alami dihasilkan oleh tubuh.Oleh karena itu,Sobat harus memastikan sudah cukup mengonsumsi omega 3 sehari-harinya. Sumber omega 3 terbaik tentu saja yang berasal dari alami. Ikan terutama ikan laut dikenal sebagai sumber omega 3 yang utama. Beberapa ikan yang banyak mengandung omega 3 dapat berupa ikan sarden, tuna dan salmon. Sumber makanan lainnya yang kaya akan omega 3 adalah kacang-kacangan yaitu kacang almond, kacang mete, pistachios dan walnut.

    1. Perbanyak Asupan Buah & Sayuran

    Banyakmengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran sehari-harinya, ternyata tidak hanya bermanfaat untuh tubuh, tapi bermanfaat untuk kesehatan otak sebab kandungan vitamin dan mineral yang kaya terkandung di dalam buah-buahan dan sayur-sayuran. Sebaiknya buah dan sayuran yang dikonsumsi beragam, agar tubuh kita mendapatkan variasi vitamin dan mineral. Sebut saja vitamin B, vitamin C, vitamin E, karoten, zinc, asam folat, dan zat besi, dapat membantu mencegah penurunan fungsi otak akibat penuaan. Beberapa contoh makanan atau minuman yang dapat kamu konsumsi adalah asparagus, alpukat, bayam, blueberry, kacang kedelai dan sebagainya.

    1. Kopi

    Apakah Sobat merupakan penggemar setia kopi yang selalu meminum kopi setiap pagi harinya? Berapa banyak kopi yang dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari? Apakah bila belum meminum kopi rasanya sangat berbeda dan tidak bersemangat bekerja?

    Bagi kalian para penggemar setia kopi, tentunya akan senang setelah mengetahui kabar bahwa ternyata kopi dapat menjaga kesehatan otak. Terdapat dua komponen dalam kopi yang dapat membantu kinerja otak, yaitu kafein dan antioksidan.

    Kopi bermanfaat dalam meningkatkan kesiagaan, meningkatkan kondisi mood karena merangsang pelepasan serotonin, serta dapat meningkatkan konsentrasi. Namun jangan lupa Sobat, konsumsi kopi tetap harus dibatasi mengingat kopi yang berlebihan dapat berdampak pada kesehatan jantung kita. Sebaiknya satu harihanya mengonsumsi satu cangkir kopi saja. Segala sesuatu yang berlebihan tentunya juga tak akan baik untuk kesehatan bukan?

    1. Pentingnya Makanan yang Mengandung Vitamin E

    Vitamin E selama ini kerap dihubungkan dengan fungsi memori, penglihatan dan perkembangan bahasa. Vitamin E juga merupakan antioksidan yang melindungi diri dari radikal bebas. Sobat mulai sekarang dapat mencoba perbanyak konsumsi makanan yang kaya akan vitamin E. Berikut adalah contoh makanan yang mengandung vitamin E, yaitu bayam, asparagus, brokoli, labu, kacang-kacangan, hazelnut dan kacang almond.

    1. Dark Chocolate & Teh Hijau

    Flavonoid merupakan salah satu bentuk antioksidan kuat yang banyak ditemukan pada cokelat, teh hijau, gingko biloba dan buah lainnya. Flavonoid dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif dari pasien yang sudah tua. Tapi ingat, jangan berlebihan juga ya Sobat.

    Nah, sekarang kamu sudah tahu asupan apa saja yang baik untuk kesehatan otak. Yuk, mulai terapkan 6 kunci rahasia menciptakan otak sehat seperti uraian di atas. Bila Sobat membutuhkan produk kesehatan maupun informasi penting seputar kesehatan lain, coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 untuk keterangan lanjut. Salam sehat!

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka:

    1. Dyall SC. Long-chain omega-3 fatty acids and the brain: a review of the independent and shared effects of EPA, DPA and DHA. Front Aging Neurosci. 2015;7:52/
    2. Gomez-Pinilla F. Brain Foods: The Effects of Nutrients on Brain Function. Nat Rev Neurosci. 2008; 9(7): 568–78.
    3. Grassi D, Ferri C, Desideri G. Brain Protection and Cognitive Function: Cocoa Flavonoids as Nutraceuticals.Curr Pharm Des. 2016;22(2):145-51.
    4. Scarmeas N, Anastasiou CA, Yannakoulia M. Nutrition and Prevention of Cognitive Impairment. Lancet Neurol. 2018. Pii:S1474-4422(18)30338-7.
    5. Schuster J, Mitchell ES. More than just caffeine: psychopharmacology of methylxanthine interactions with plant-derived phytochemicals. ProgNeuropsychopharmacolBiol Psychiatry. 2018 Sep 10. pii: S0278-5846(18)30172-6.
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja