Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ obesitas”

Showing 11–12 of 12 results

  • Carb meets carb. Yup, istilah itu tepat banget dipakai pas lihat adik kita makan mi instan dengan nasi! Nasi dan mi instan adalah pilihan anak kos ketika uang bulanan cekak ya. Tapi memang kedua jenis karbohidrat ini favorit banget deh sampai ‘nggak rela gitu untuk makan salah satunya sendirian. Tapi pertanyaannya, sebenarnya baik atau tidak […]

    Kebiasaan Buruk Orang Indonesia: Makan Mi Instan dengan Nasi!

    Carb meets carb. Yup, istilah itu tepat banget dipakai pas lihat adik kita makan mi instan dengan nasi! Nasi dan mi instan adalah pilihan anak kos ketika uang bulanan cekak ya. Tapi memang kedua jenis karbohidrat ini favorit banget deh sampai ‘nggak rela gitu untuk makan salah satunya sendirian. Tapi pertanyaannya, sebenarnya baik atau tidak makan mi instan dengan nasi?

    prosehat makan mie instant dengan nasi

    Baca Juga: 10 Daftar Makanan Rendah Kalori yang Bantu Turunkan BB

    Jawabannya sudah jelas ya. Tidak baik bagi kesehatan kita. Mengapa? Karena asupan kalori yang diperlukan tubuh kita setiap harinya sebenarnya kurang dari 2000 kkal, sedangkan kombinasi super nikmat ini sudah hampir  melebihi 700 kkal/porsi (indomie goreng: 390 kkal/porsi & nasi putih: 350 kkal/saji). Apapun yang berlebihan tentunya akan membawa dampak yang tidak baik bagi tubuh, beberapa dampak buruknya adalah:

    Kegemukan

    Pasti sudah banyak yang tahu tentang waktu yang diperlukan tubuh untuk mencerna satu buah mi instan. Lumayan lama lho, sekitar 3 hari. Nah, apakah kita akan membiarkan perut keroncongan selama menunggu proses pencernaan itu selesai? Tentu tidak! Nah, hal inilah yang mengakibatkan kegemukan. Banyaknya karbohidrat yang masuk, dan proses pembakaran yang hampir tidak ada akan mengubah mereka menjadi timbunan lemak pada tubuh. Kita bisa cek dengan mengukur lingkar perut yang lebih dari setengah tinggi badan, yang artinya tubuh kalian kegemukan hingga akhirnya menjadi sumber segala macam penyakit, salah satunya adalah penyakit diabetes melitus atau kencing manis.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Penyakit Diabetes

    Makan mi instan dengan nasi putih menghasilkan kalori yang cukup besar yakni sekitar 750 kalori pe rporsi. Jumlah ini sangat tidak dianjurkan untuk kesehatan tubuh. Secara normal, makanan ataupun snack yang kita makan akan diproses oleh pankreas dan menghasilkan hormon insulin. Hal ini tidak akan bagus untuk kesehatan tubuh kita karena jika pertumbuhan hormon insulin terlalu tinggi maka hal tersebut akan merusak fungsi dari pankreas yang akan membuat Sahabat terkena gejala dari diabetes.

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes Atau Kencing Manis

    Darah Tinggi

    Coba kamu perhatikan kandungan natrium dalam satu bungkus mi instan. Kamu akan terkejut saat kamu melihat bahwa dalam 1 bungkus mi instan terkandung lebih dari 1000 miligram atau 1 gram natrium! Dokter dan perhimpunan dokter menganjurkan asupan natrium harian sebaiknya maksimal 3 gram dalam 1 hari supaya terhindar dari penyakit darah tinggi. Bayangkan kamu menyantap 1 mangkok mi instan yang mengandung 1 gram natrium ditambah sambal instan yang juga mengandung natrium plus makanan atau minuman siap saji lainnya yang juga mengandung natrium. Berapa coba jumlah natrium yang sudah kamu makan?

    Baca Juga: Perlu Makan Apa Supaya Tekanan Darah Menjadi Normal?

    Jadi, masih tertarik makan mie instan dengan nasi? Pilih salah satu saja, ya! Jangan lupa juga cek rutin kadar gula dalam darah, ya! Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai dampak negatif makan mi instan dengan nasi dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Obesitas dan penyakit jantung merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Kedua hal ini menjadi pembunuh nomor 1 di dunia. Faktanya, 65% populasi dunia hidup di negara di mana lebih banyak kematian yang diakibatkan oleh obesitas dibandingkan underweight. Secara global, 44% kematian terkait obesitas disebabkan oleh diabetes, 23% serangan jantung, dan 7-41% kanker, menurut The Heart […]

    Gaya Hidup Ini Berujung Kematian!

    Obesitas dan penyakit jantung merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Kedua hal ini menjadi pembunuh nomor 1 di dunia. Faktanya, 65% populasi dunia hidup di negara di mana lebih banyak kematian yang diakibatkan oleh obesitas dibandingkan underweight. Secara global, 44% kematian terkait obesitas disebabkan oleh diabetes, 23% serangan jantung, dan 7-41% kanker, menurut The Heart Foundation. Kenal lebih jauh tentang obesitas!

    Apa Itu Obesitas?

    Obesitas atau kegemukan adalah kondisi medis di mana tubuh memiliki kelebihan lemak akibat gaya hidup tidak sehat, seperti kurang olahraga, konsumsi makanan berlebihan (lebih dari yang diperlukan oleh tubuh), dan masih banyak lagi. Lemak tubuh ini kemudian terakumulasi sedemikian rupa sehingga menambah bobot (massa). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2005, sekitar 1,6 miliar orang dewasa di atas usia 15 + kelebihan berat badan dan setidaknya 400 juta orang dewasa menderita obesitas.

    Baca Juga:

    Ketahui BMI (Indeks Massa Tubuh) Anda

    Untuk mengetahui apakah anda obesitas atau tidak, ada metode mudah untuk melakukannya. BMI atau Body Mass Index adalah ukuran yang digunakan untuk menilai proporsionalitas perbandingan antara tinggi dan berat badan. Untuk mengetahui BMI anda, lakukan dengan cara: membagi BB (berat badan) dalam satuan kilogram dengan TB (tinggi badan) kuadrat dalam satuan meter. Contoh: Jika berat badan anda adalah 80 dan tinggi anda adalah 150, maka BMI anda: 80/(1.5*1.5) = 35.5. Nilai tersebut dapat anda cek melalui tabel berikut ini:

    obesitas dan penyakit jantung - prosehat

     

    Mencegah dan Menanggulangi Obesitas

    Bagi anda yang ingin terhindar dari obesitas, ada baiknya untuk tetap menjaga bentuk tubuh anda. Cara yang paling efektif adalah meluangkan waktu 30 menit dalam sehari untuk berolahraga dalam intensitas sedang. Perhatikan juga makanan yang dapat membuat tubuh cepat membengkak, seperti susu, lemak gajih, gorengan, mie instant, dan masih banyak lagi. Menanggulangi obesitas bukanlah hal yang mudah. Jika anda sudah menghitung Indeks Massa Tubuh anda dan masih dalam tahap moderate atau malah sudah di atas 40, segera konsultasi dengan dokter tentang hal-hal apa yang harus anda lakukan. Dokter anda mungkin menyarankan berbagai macam cara untuk menghilangkan lemak dalam lipatan kulit, salah satu caranya adalah dengan melakukan sedot lemak, akupunktur, dan lain-lain jika memang IMT (Indeks Massa Tubuh) anda sudah di atas angka tidak normal (Obese II).

    Baca Juga: Cegah Obesitas Anak Dengan 5 Menu Berikut

    Obesitas dan jantung memang saling berkaitan erat. Jika anda obesitas, risiko anda membawa penyakit jantung meningkat 10 kali lipat lebih besar dibanding mereka yang memiliki bentuk tubuh ideal. Jika tubuh anda ideal, tanpa lemak berlebihan dalam lipatan kulit anda, maka tekanan darah, sirkulasi darah dan kadar lemak dalam tubuh yang sedikit dapat menjadi teman yang baik bagi jantung anda. Ingat, endapan lemak pada pembuluh darah dapat menyebabkan penyempitan aliran darah yang berujung pada berbagai macam penyakit jantung.

    Obesitas hanya dapat ditanggulangi dengan merubah gaya hidup anda. Dengan memulai gaya hidup sehat seperti berolahraga, konsumsi banyak air putih, makan makanan berserat dan berolahraga secara teratur, anda dapat mencegah risiko obesitas.

    Baca Juga: 7 Info Penting Seputar Hepatitis A yang Perlu Kamu Ketahui

    Bagi yang sudah obesitas, perlunya kesadaran untuk meningkatkan intensitas olahraga dan melakukan diet sehat. Ketika Anda menjalankan diet, sangatlah penting untuk memperhatikan porsi dan juga jenis makanan yang sehat seperti biji-bijian, buah-buahan, sayuran dan protein. Ketika anda telah mencapai berat badan yang ideal, tubuh anda dapat kembali meningkatkan sirkulasi darah. Ketika sirkulasi darah anda baik, jantung pun ikut merasakan akibatnya.

    Read More

Showing 11–12 of 12 results

Chat Asisten ProSehat aja