Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ obat”

  • Terdapat beragam perubahan pola hidup yang harus dilakukan masyarakat akibat terjadinya pandemi COVID-19, salah satunya adalah anjuran cara berobat ke rumah sakit. Masyarakat dihimbau untuk mengurangi kunjungan ke rumah sakit untuk meminimalkan paparan terhadap virus bila tidak ada kondisi gawat darurat yang perlu penanganan segera dari dokter dan tenaga medis lainnya. Berikut akan dibahas mengenai […]

    Bagaimana Berobat Setelah Masa Pandemi Berakhir?

    Terdapat beragam perubahan pola hidup yang harus dilakukan masyarakat akibat terjadinya pandemi COVID-19, salah satunya adalah anjuran cara berobat ke rumah sakit. Masyarakat dihimbau untuk mengurangi kunjungan ke rumah sakit untuk meminimalkan paparan terhadap virus bila tidak ada kondisi gawat darurat yang perlu penanganan segera dari dokter dan tenaga medis lainnya. Berikut akan dibahas mengenai perubahan dalam cara berobat, apa saja yang akan terjadi setelah masa pandemi ini berakhir:

     

    Baca Juga: Berobat Online Lebih Efektif Saat Masa Pandemi Corona

    1. Masyarakat akan lebih memanfaatkan fasilitas telemedicine

    Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo telah meminta masyarakat yang sedang sakit untuk memanfaatkan aplikasi kesehatan untuk berobat secara online (telemedicine). Dengan adanya layanan online, tidak semua orang yang sakit perlu dibawa berobat ke rumah sakit. Setelah masa pandemi ini berakhir, pola berobat atau konsultasi medis secara online diharapkan tetap mampu menjadi budaya baru di masyarakat. Mengingat tingginya paparan terhadap kuman penyakit di rumah sakit, pengobatan secara online juga yang memungkinkan Sobat untuk melakukan konsultasi dengan dokter tanpa perlu keluar dari rumah juga sudah terbukti merupakan pilihan yang efektif dan efisien. Berikut adalah hal-hal yang dapat dilakukan melalui konsultasi online:

    • Memberikan kemudahan untuk bertanya- jawab mengenai penanganan pertama sederhana yang bisa dilakukan sendiri di rumah, seperti pada kasus luka akibat terjatuh, batuk pilek biasa, diare, gigitan serangga, dan lain-lain.
    • Menjawab pertanyaan dengan tepat seputar penyakit dan pengobatan yang sedang atau sudah selesai dijalani sebelumnya.
    • Mempermudah pasien untuk mengetahui hasil laboratorium dengan cepat dan tepat.
    • Memberikan saran mengenai kunjungan ke spesialisasi bidang kedokteran yang sesuai dengan penyakit yang dialami.

    Pelayanan kesehatan secara online ini juga akan sangat bermanfaat khususnya bagi pasien dengan mobilitas rendah yang membutuhkan pelayanan dalam jangka panjang seperti pasien penderita sakit kronis (hipertensi, diabetes, perawatan luka, perawatan paska stroke, dan lain-lain). Telemedicine sudah diterima sebagai salah satu cara manajemen yang efektif untuk pasien dengan penyakit kronis oleh sebagian besar penyedia pelayanan kesehatan di seluruh dunia. Penggunaan telemedicine sendiri akan terus dikembangkan mengikuti perkembangan zaman, namun bukan berarti dapat menggantikan kunjungan langsung ke dokter untuk kasus yang memang memerlukan penanganan lebih lanjut. Telemedicine merupakan pendukung pelayanan kesehatan masyarakat yang mudah diakses dan efisien.

    1. Membuat appointment sebelum ke rumah sakit

    Bila kondisi penyakit Sobat memang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit, ada baiknya untuk tetap membiasakan diri membuat penjadwalan (appointment) terlebih dahulu dengan pihak rumah sakit, sehingga Sobat tidak perlu mengantri terlalu lama dan jumlah pasien yang berobat juga dibatasi sesuai dengan jam sehingga tidak menumpuk. Selain itu, sebaiknya janji pertemuan dengan dokter dilakukan secara rutin sesuai anjuran dokter, sebelum obat rutin yang dikonsumsi habis atau sebelum munculnya gejala penyakit baru.

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19?

    1. Tetap memerhatikan pola hidup bersih dan sehat

    Sejak terjadinya pandemi COVID-19, membiasakan kehidupan pola hidup bersih dan sehat lebih ditekankan kepada masyarakat seperti rutin mencuci tangan, mengetahui etika batuk dan bersin yang benar, menjaga jarak dengan orang lain, cara-cara untuk menjaga kesehatan agar imun tubuh tetap kuat, dan lainnya. Pola hidup seperti ini juga harus tetap dipertahankan bahkan sampai masa pandemi ini berakhir, baik dalam kehidupan sehari-hari, serta terutama bila Sobat sedang berobat ke rumah sakit. Jumlah kuman penyebab bakteri di rumah sakit tentunya lebih banyak sehingga pastikan untuk tetap melakukan pola hidup bersih dan sehat.

    Baca Juga: Dampak Covid-19 Pada Kesehatan Karyawan

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Kurangi Risiko Tenaga Medis Tertular Covid-19, Jokowi Minta Warga Berobat Online [Internet]. Available from: nasional(dot)kompas(dot)com/read/2020/04/13/10491681/kurangi-risiko-tenaga-medis-tertular-covid-19-jokowi-minta-warga-berobat
    2. Global Observatory for eHealth series. Telemedicine: Opportunities and developments in Member States. Vol. 2. World Health Organization; 2010.
    3. Williamson R. The Role of Telemedicine in Chronic Disease Management [Internet]. Medium. 2019. Available from: medium(dot)com/@ryanwilliamsonc/the-role-of-telemedicine-in-chronic-disease-management-5ec79bb0e575
    4. How Telemedicine Can Make Getting Your Prescription Easier – GoodRx [Internet]. The GoodRx Prescription Savings Blog. 2019. Available from: goodrx(dot)com/blog/how-telemedicine-can-make-getting-your-prescription-easier/
    5. Advice for public [Internet]. Available from: who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    Read More
  • Obat semakin mudah diperoleh melalui aplikasi e-commerce dan marketplace yang menawarkan berbagai kemudahan dalam transaksi online. Masyarakat lebih tertarik mencari dan membeli obat melalui internet karena akses yang mudah dan cepat. Harga beberapa obat online juga lebih murah dan dapat langsung dikirimkan ke rumah. Akan tetapi, berbanja obat online harus dilakukan dengan hati-hati.  Risiko membeli obat online: […]

    Bijak Berbelanja Obat Melalui Aplikasi Online

    Obat semakin mudah diperoleh melalui aplikasi e-commerce dan marketplace yang menawarkan berbagai kemudahan dalam transaksi online. Masyarakat lebih tertarik mencari dan membeli obat melalui internet karena akses yang mudah dan cepat. Harga beberapa obat online juga lebih murah dan dapat langsung dikirimkan ke rumah. Akan tetapi, berbanja obat online harus dilakukan dengan hati-hati. 

    Risiko membeli obat online:

    1. Kemungkinan obat yang dijual palsu
    • Alamat atau tempat pihak yang menjual obat tidak diketahui
    • Obat berasal dari sumber tidak jelas
    • Tidak ada jaminan apabila terjadi hal yang tidak diinginkan
    1. Pasien tidak mendapatkan informasi lengkap terkait obat (cara pakai, dosis, efek samping), sehingga: konsumsi obat berlebihan, timbul efek samping, dapat menyebabkan keracunan/kematian.

    Obat aman menurut BPOM:

    • Obat diproduksi oleh industri farmasi resmi dengan alamat jelas
    • Terdapat Nomor Izin Edar, tanggal kadarluarsa, nomor bets, dan identitas produk lain. Daftar izin edar dapat dicek pada website BPOM (pom.go.id) datau aplikasi Cek BPOM/BPOM mobile.
    • Obat digunakan sesuai aturan yang tertulis pada kemasan atau petunjuk profesional kesehatan.
    • Obat diperoleh dari sarana resmi sehingga pasien dapat berkonsultasi terkait efek yang tidak diinginkan.

    BPOM menganjurkan agar cerdas dalam memilih produk dengan Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kadaluarsa).

     

    Tanda-tanda yang perlu diperhatikan saat membeli obat online (FDA)
    Farmasi online palsu (penipu) Farmasi online yang aman
    Anda dapat membeli obat resep tanpa resep yang valid dari dokter Membutuhkan peresepan yang valid dari dokter atau profesional kesehatan lain yang memiliki izin
    Tidak menyediakan apoteker yang teregistrasi negara untuk menjawab pertanyaan Anda Farmasi teregistrasi oleh negara
    Menawarkan harga yang sangat rendah yang tidak rasional Menyediakan apoteker yang tergistrasi negara untuk menjawab pertanyaan Anda
    Mengirimkan spam atau e-mail untuk menawarkan obat murah Farmasi ada di dalam negara dan memberikan data alamat
    Menawarkan untuk mengirimkan obat ke seluruh dunia  

     

    Pertimbangan lain saat membeli obat online:

    • Pastikan cara pembayaran yang aman (terutama saat mengisi data pribadi)
    • Jangan tertipu Kalimat iklan tidak berarti apabila tidak berdasarkan bukti ilmiah.
    • Jangan self-diagnose. Hindari mencari gejala di internet dan hubungi dokter apabila membutuhkan pengobatan.
    • Laporkan situs yang menjual obat palsu.

    Referensi:

    1. Cerdas dalam Memilih Produk dengan Cek Klik dan Apk Cek BPOM [Internet]. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. 2019 [cited 11 March 2020]. Available from: https://www.pom.go.id/new/view/more/berita/17406/CERDAS-DALAM-MEMILIH-PRODUK-DENGAN-CEK-KLIK-DAN-Apk-CEK-BPOM.html
    2. Ariyulinda N. Urgensi Pembentukan Regulasi Penjualan Obat Melalui Media Online. Jurnal Legislasi Indonesia [Internet]. 2018 [cited 11 March 2020];15(1):37-48. Available from: http://e-jurnal.peraturan.go.id/index.php/jli/article/view/10/pdf
    3. Buying Online Drugs Safely [Internet]. UW Health. 2020 [cited 11 March 2020]. Available from: https://www.uwhealth.org/health/topic/special/buying-online-drugs-safely/abo1556.
    4. Jangan Membeli Obat Online [Internet]. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. 2019 [cited 11 March 2020]. Available from: https://www.pom.go.id/new/view/more/berita/17406/CERDAS-DALAM-MEMILIH-PRODUK-DENGAN-CEK-KLIK-DAN-Apk-CEK-BPOM.html
    5. How to Buy Medicines Safely From an Online Pharmacy [Internet]. U.S. Food and Drug Administration (FDA). 2018 [cited 11 March 2020]. Available from: https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/how-buy-medicines-safely-online-pharmacy
    6. Medicines and Healthcare products Regulatory Agency. Know what you’re buying! [Internet]. Gov.uk. 2016 [cited 11 March 2020]. Available from: https://www.gov.uk/government/news/know-what-youre-buying

     

    Read More
  • Vaksin pada orang dewasa tidak terlalu populer dibandingkan dengan vaksin bagi anak-anak. Hal ini disebabkan karena orang dewasa merasa sudah terlindungi karena vaksin yang telah mereka dapatkan sewaktu kecil. Padahal, beberapa kondisi mengharuskan orang dewasa untuk mendapatkan vaksin seperti saat pergi melancong ke daerah endemis atau saat pergi haji/umroh. Lalu, ada beberapa orang dewasa yang […]

    KONSUMSI OBAT RUTIN, BOLEHKAH VAKSINASI?

    Vaksin pada orang dewasa tidak terlalu populer dibandingkan dengan vaksin bagi anak-anak. Hal ini disebabkan karena orang dewasa merasa sudah terlindungi karena vaksin yang telah mereka dapatkan sewaktu kecil. Padahal, beberapa kondisi mengharuskan orang dewasa untuk mendapatkan vaksin seperti saat pergi melancong ke daerah endemis atau saat pergi haji/umroh. Lalu, ada beberapa orang dewasa yang rutin mengkonsumsi obat tertentu karena penyakitnya, seperti obat jantung, obat anti diabetes, anti hipertensi, dan sebagainya. Bagaimana dengan pemberian vaksin terhadap mereka?

    Orang dewasa dengan riwayat penyakit jantung dan konsumsi rutin obat jantung, riwayat menderita penyakit paru kronik dan diabetes tetap direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin. Orang dewasa dengan diabetes melitus lebih rentan terkena penyakit seperti penyakit influenza dan hepatitis B bila menyerangnya dapat meningkatkan kadar gula darah. Penderita diabetes juga berisiko lebih tinggi untuk terserang infeksi paru (pneumonia), infeksi pada darah dan infeksi selaput otak (meningitis). Pemberian vaksin merupakan cara terbaik untuk melindungi kesehatan Anda meskipun mengonsumsi obat teratur.

    Begitu pula dengan orang dewasa dengan riwayat penyakit jantung dan penyakit paru kronis. Mereka lebih berisiko terkena komplikasi penyakit yang dianggap biasa oleh sebagian orang. Misalnya penyakit flu pada orang dengan riwayat jantung dan penyakit paru kronis lebih meningkatkan risiko mereka untuk terkena serangan jantung bila dibandingkan dengan orang sehat. Vaksin hanya tidak boleh diberikan pada orang yang memiliki alergi terhadap komposisi vaksin. Jadi, jangan ditunda lagi pemberian vaksin pada mereka dengan kondisi penyakit kronis ini. Vaksin sangat aman dan efektif bagi mereka yang hidup dengan penyakit kronis.

    Nah, bila ingin mendapatkan vaksin dengan nyaman, ada cara praktis. Coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

    Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    REFERENSI:

    1. Center for Diseases Control and Prevention. Recommended Immunizations for adults. 2017. [Internet]. Retrieved from: cdc.gov
    2. Center for Diseases Control and Prevention. What you need to know about diabetes and adult vaccines. 2015. [Internet]. Retrieved from: cdc.gov
    3. Center for Diseases Control and Prevention. What you need to know about heart diseases and adult vaccines. 2015. [Internet]. Retrieved from: cdc.gov
    4. Center for Diseases Control and Prevention. What you need to know about heart diseases and adult vaccines. 2015. [Internet]. Retrieved from: cdc.gov
    Read More
  • Merencanakan liburan terlihat mudah, namun sebenarnya banyak hal yang harus dipertimbangkan, termasuk ketika berlibur dengan diabetesi atau lansia yang memerlukan obat-obatan rutin yang harus diminum. Lalu bagaimana dengan syarat dan ketentuan ketika membawa obat-obatan ke dalam bagasi pesawat? Mulai dari paracetamol sampai insulin, mengemas obat-obatan untuk pesawat udara memerlukan perawatan khusus. Singkatnya, Anda diperbolehkan untuk […]

    Peraturan Membawa Obat-obatan ke Dalam Bagasi Pesawat

    Merencanakan liburan terlihat mudah, namun sebenarnya banyak hal yang harus dipertimbangkan, termasuk ketika berlibur dengan diabetesi atau lansia yang memerlukan obat-obatan rutin yang harus diminum. Lalu bagaimana dengan syarat dan ketentuan ketika membawa obat-obatan ke dalam bagasi pesawat?

    Mulai dari paracetamol sampai insulin, mengemas obat-obatan untuk pesawat udara memerlukan perawatan khusus. Singkatnya, Anda diperbolehkan untuk membawa obat-obatan apa pun yang akan Anda butuhkan selama di dalam pesawat terbang. Walaupun begitu, obat-obatan tertentu memerlukan jenis pemeriksaan keamanan tertentu, dan ketika liburan ke luar negeri Anda akan menemukan beberapa kesulitan untuk membawa obat-obatan ke pesawat. Rencanakan dengan baik untuk perjalanan liburan yang mulus tanpa menderita karena tidak dapat membawa obat-obatan rutin Anda dan keluarga.

    Baca Juga: 8 Persiapan Ibu Menyusui Naik Pesawat

    klik di sini ebook p3k dewasa prosehat

    beli di sini paket p3k dewasa prosehat

    Beli di sini: Paket P3K Liburan Dewasa

    Pengemasan

    Harap diingat bahwa maskapai penerbangan di Indonesia menerapkan peraturan yang melarang penumpang untuk membawa zat cair lebih dari 100 ml per kemasan ke dalam bagasi kabin untuk obat-obatan non-resep. Jadi untuk jenis obat gel, cair dan aerosol hanya diperbolehkan dibawa tidak lebih dari 100 ml. Hal ini juga berlaku bagi penumpang yang membawa obat-obatan resep dan yang memang harus rutin dikonsumsi selama penerbangan seperti obat rutin untuk pasien penyakit kronis seperti diabetesi. Semua obat-obatan ini hanya diperbolehkan dibawa di dalam 1 tas/zip lock bening berukuran sedang dan setiap penumpang hanya boleh membawa 1 tas saja.

    Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Terbang

    Yang Diizinkan Terbang

    Anda diperbolehkan membawa obat-obatan jenis pil, cair, dan gel ke dalam bagasi pesawat dengan ketentuan dan peraturan pengemasan yang berlaku. Obat resep dan obat bebas (over the counter) diperbolehkan untuk dibawa ke dalam bagasi pesawat dengan ketentuan berikut ini:

    • Jika obatnya dikemas di dalam 1 kontainer plastic bening, kertas resep obatnya harus tetap dalam keadaan utuh dengan nama orang yang diresepkan sama dengan nama penumpang yang akan membawa obat tersebut ke dalam pesawat.
    • Jangan campur obat-obatan ke dalam satu botol yang sama. Pisahkan satu obat ke dalam botol yang berbeda. Jangan lupa diberi label agar tidak tertukar.
    • Insulin untuk diabetesi diperbolehkan dibawa ke dalam bagasi kabin pesawat jika Anda memiliki resep yang jelas dan volumenya tidak lebih dari 10 ml. Jika tidak, obat tersebut harus dipisahkan dari kabin pesawat.
    • Simpan semua botol berisi obat-obatan ke dalam plastic bag yang bening untuk memudahkan pemeriksaan keamanan.

    Baca juga: Tips Membawa Liburan Lansia dengan Pesawat

    Pada saat screening melalui mesin x-ray, obat-obatan Anda yang berbentuk pil dapat disimpan di dalam tas jinjing Anda ketika harus melewati mesin x-ray untuk pemeriksaan. Hal ini akan berbeda ketika obat-obatan jenis cair, gel dan aerosol. Ketiga jenis obat ini harus dikemas di dalam one-quart bag atau zip lock bening dan dikeluarkan di dalam 1 kontainer untuk melewati pemeriksaan x-ray dengan selamat. Hubungi maskapai penerbangan Anda untuk ketentuan membawa obat-obatan jenis cair, gel dan aerosol untuk memudahkan perjalanan penerbangan Anda.

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai obat-obatan yang aman untuk liburan dan produk yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Have a nice vacation and stay healthy!

     

    Referensi:

    • The Rules for Medication on an Airplane
    • Flying with the Greatest of Ease
    • Frequently Asked Questions—Travelling with Medicines
    • Dangerous and Restricted Items: What You Cannot Take On Board a Flight
    • TSA Travel Tips Tuesday – Traveling With Medication
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja