Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ new normal”

  • Perlukah vaksinasi pada saat traveling di era adaptasi kebiasaan baru atau new normal? Jawabannya, perlu. Hal itu yang diutarakan oleh dr. Jeffri Aloysius Gunawan Sp.PD, CHt saat webinar Prosehat bekerja sama dengan Kenapa Harus Vaksin (Sanofi), dengan judul Travelling pada Era New Normal, Perlu Vaksinasikah? yang diadakan pada Rabu, 21 Oktober 2020 pukul 20.00-21.00. Webinar […]

    Rangkuman Webinar Prosehat X Kenapa Harus Vaksin: Travelling pada Era New Normal, Perlu Vaksinasikah? 21 Oktober 2020

    Perlukah vaksinasi pada saat traveling di era adaptasi kebiasaan baru atau new normal? Jawabannya, perlu. Hal itu yang diutarakan oleh dr. Jeffri Aloysius Gunawan Sp.PD, CHt saat webinar Prosehat bekerja sama dengan Kenapa Harus Vaksin (Sanofi), dengan judul Travelling pada Era New Normal, Perlu Vaksinasikah? yang diadakan pada Rabu, 21 Oktober 2020 pukul 20.00-21.00. Webinar ini merupakan lanjutan dari webinar sebelumnya dengan tema yang sama: traveling sehat, dan salah satu pembicaranya travel vlogger Ridwan Hanif Rahmadi pada 7 Oktober 2020. Pada acara yang dimoderatori oleh dr. Rosa Widian dari Prosehat, dr. Jeff-biasa dipanggil- juga mengatakan bahwa sebaiknya vaksinasi diberikan ketika akan melakukan perjalanan, baik itu perjalanan wisata maupun bisnis. Selain pemberian vaksinasi, juga sebaiknya orang-orang yang hendak traveling didata supaya tidak terkena atau tertular virus Corona atau Covid-19 yang masih massif penyebarannya dan belum begitu terkendali.

    Baca Juga: Pilek dan Flu Saat Traveling? Cegah Sekarang Juga!

    Adapun untuk moda transportasi yang aman saat traveling di era new normal berdasarkan penelitian adalah pesawat terbang daripada moda transportasi darat seperti mobil. Mengapa? Dr. Jeff menjelaskan bahwa traveler yang menaiki pesawat terbang ternyata berisiko rendah terpapar Covid-19 karena moda transportasi darat ini ternyata mempunyai HEFA filter yang mampu mensikulasikan udara-keluar masuk pesawat dengan baik. HEFA filter ini juga banyak digunakan di rumah sakit. Sirkulasi yang demikian memungkinkan penularan virus menjadi terhambat dan tidak massif apalagi WHO menyatakan bahwa sifat penularan Covid-19 bersifat airborne atau lintas udara. Akan bedanya dengan moda transportasi darat seperti mobil atau kereta yang tidak mempunyai HEFA filter sehingga disarankan bagi traveler yang hendak memakai moda transportasi ini untuk membuka jendela supaya sirkulasi keluar-masuk udara lebih lancar, dan tidak terpapar virus.

    Lalu vaksin apakah yang tepat saat traveling?

    Dr. Jeff mengungkapkan bahwa vaksin yang tepat itu tergantung negara yang akan dituju, semisal Angola yang berada di Afrika Timur. Bagi Sobat Sehat yang berencana ke salah satu negara bekas jajahan Portugis ini sebaiknya melakukan vaksinasi seperti varicella atau jika hendak ke Timur Tengah terutama ke Arab Saudi untuk beribadah hendaknya melakukan vaksinasi meningitis. Semua itu berdasarkan hasil yang didapat dari CDC dari Amerika Serikat. Namun dari semua vaksinasi itu ternyata yang paling terpenting adalah vaksinasi flu atau influenza yang merupakan vaksinasi untuk mencegah terserang penyakit influenza yang disebabkan oleh virus dengan nama yang sama pada penyakit tersebut.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksinasi Umroh untuk Ibadah yang Sehat

    Mengapa vaksinasi flu atau influenza ini penting?

    Hal ini dikarenakan flu merupakan penyakit yang bisa menjadi kronis jika tidak segera divaksinasi sebab masih banyak orang yang beranggapan bahwa flu merupakan penyakit atau infeksi yang biasa sehingga kerap diremehkan. Apalagi penyebab dan gejala flu ternyata hampir sama dengan Covid-19, yang pencegahan dan pengobatannya juga hampir sama. Namun cara terbaik selain istirahat dan meminum obat adalah tetap dengan vaksinasi. Karena itu, untuk traveler supaya perjalanan aman dan lancar sebaiknya tetap vaksinasi, dan jangan termakan mitos bahwa traveler tidak butuh vaksin jika badan sudah segar dan bugar. dr. Jeff bahwa siapa pun bisa terkena flu meskipun dalam keadaan segar dan bugar. Ini sama halnya dengan Covid-19.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu ke Rumah

    Webinar ini selanjutnya diikuti dengan sesi tanya jawab oleh peserta. Salah satu penanya bernama Megawati Wijaya bertanya mengenai apakah di era new normal wajib vaksin dan apakah semua orang dengan berbagai usia wajib divaksin, serta apakah supaya mendapat gratis harus fit dan tidak ada flu atau badan sedang panas?

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Untuk jawaban ini, dr. Jeff hanya membatasi pada vaksinasi influenza, yang pemberiannya tidak boleh sembarangan, dan jika sedang menderita sakit sebaiknya tidak diberikan sama sekali.

    Untuk lebih lanjut mengenai vaksinasi saat traveling saat new normal, yuk Sobat Sehat silakan tonton video di bawah ini, dan jangan lupa subscribe YouTube Prosehat.

    Untuk vaksinasi flu, Sobat Sehat juga bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.  Jangan lupa gunakan Voucher Hemat Vaksinasi buat Sobat Sehat yang menjadi 250 pendaftar pertama di webinar ini untuk belanja di Prosehat.

    Read More
  • Hingga saat ini pandemi COVID-19 masih berlangsung, dan para ahli pun belum yakin sampai kapan pandemi akan berakhir. Ini berlaku untuk seluruh negara, termasuk di Indonesia. Dengan berjalannya pandemi yang cukup lama, Sobat harus beradaptasi karena dunia akan memasuki fase New Normal. Sobat mungkin baru pertama kali mendengar istilah ini, apakah fase New Normal itu? […]

    5 Persiapan untuk Kondisi New Normal

    Hingga saat ini pandemi COVID-19 masih berlangsung, dan para ahli pun belum yakin sampai kapan pandemi akan berakhir. Ini berlaku untuk seluruh negara, termasuk di Indonesia. Dengan berjalannya pandemi yang cukup lama, Sobat harus beradaptasi karena dunia akan memasuki fase New Normal. Sobat mungkin baru pertama kali mendengar istilah ini, apakah fase New Normal itu? Perlukah Sobat bersiap-siap untuk menghadapi fase New Normal?

    kondisi new normal

    Baca Juga: Sudah Tahukah Sobat, Apa itu The New Normal?

    Dikutip dari Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB), fase New Normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan virus corona jenis baru, penyebab COVID-19.1 Dengan kata lain, fase New Normal adalah situasi terdapat perubahan standar yang menjadi kondisi normal yang baru. Beberapa dari Sobat mungkin akan kembali bekerja di kantor dan melakukan aktivitas rutin lainnya, namun harus ditambahkan dengan perilaku social distancing dan protokol pencegahan lainnya dalam masa pandemi COVID-19. Semua hal ini dianggap standar yang baru sehingga menjadi normal yang baru. Sobat akan menghadapi rutinitas sehari-hari dengan perilaku yang berbeda, pastikan Sobat siap untuk menghadapi fase New Normal. Berikut adalah perilaku yang harus Sobat siapkan untuk fase New Normal:

    Baca Juga: Siapkan Diri Kembali Bekerja Setelah PSBB

    1. Social Distancing Di Mana Pun Berada

    Perilaku social distancing sudah berjalan sekian lama seiring dengan masa pandemi COVID-19 ini. Tentu Sobat mungkin sudah terbiasa dengan social sistancing seperti bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) atau menghindari untuk berkumpul dengan teman-teman. Namun Sobat suatu saat akan kembali bekerja ke kantor, atau harus menggunakan angkutan umum. Selama pandemi ini berlangsung, social distancing tetap harus diterapkan. Pada saat di angkutan umum, berilah jarak 1 kursi kosong dengan penumpang lain dan jangan berjalan dalam kerumunan orang. Hal ini dikarenakan metode penyebaran virus yang berupa droplet yang diproduksi oleh orang terinfeksi yang batuk atau bersin.2 WHO merekomendasikan untuk menjaga jarak minimal 1 meter antara Sobat dan orang lain.

    1. Selalu Gunakan Masker

    Untuk Sobat yang akan kerja dan bepergian melalui tempat umum, pastikan selalu menggunakan masker. Masker merupakan pencegahan yang efektif agar virus tidak masuk melalui hidung dan mulut Sobat. Lebih efektif lagi jika orang yang sedang sakit menggunakan masker, sehingga sumber penyebarannya terhenti pada masker orang sakit tersebut. Masker harus digunakan secara benar untuk dapat bekerja dengan efektif. Pastikan masker Sobat menutupi bagian hidung dan mulut dengan rapat. Masker bedah memiliki tingkat efektivitas paling tinggi.4 Apabila Sobat ingin membeli atau membuat masker buatan sendiri, pilihlah yang berbahan 100% katun karena memiliki efektivitas yang cukup tinggi dibandingkan bahan lain.

    1. Jangan Lupa untuk Mencuci Tangan

    Virus COVID-19 dalam bentuk droplet tidak hanya dibatukkan saja lalu menghilang. Droplet penuh virus dapat menempel pada permukaan-permukaan benda di sekitar Sobat. Pada permukaan plastik dan stainless steel virus dapat bertahan hingga 72 jam, selain itu pada kardus dapat bertahan hingga 24 jam dan pada tembaga hanya bertahan hingga 4 jam.6 Sebelum Sobat makan atau menyentuh wajah, pastikan untuk mencuci tangan terlebih dahulu. Mencuci tangan menggunakan air mengalir dengan sabun atau dengan hand sanitizer berbasis alkohol cukup untuk membunuh virus tersebut.

    Baca Juga: Inilah Gejala Corona dari Hari ke Hari

    1. Jagalah Kesehatan Tubuh

    Makan makanan yang bergizi, minumlah yang cukup, rutin berolahraga, istirahat yang cukup dan jangan lupa untuk menghindari alkohol dan rokok. Jalanilah hidup Sobat dengan pola hidup yang sehat. Semua hal ini akan berdampak terhadap sistem imun tubuh Sobat. Jika imun tubuh sobat sedang tidak optimal, infeksi lebih mudah terjadi.

    1. Vaksin untuk Mencegah Infeksi Lain

    Sobat dapat melakukan vaksinasi untuk mencegah tubuh terinfeksi oleh penyakit lain. Salah satu contoh vaksinasi berupa vaksin influenza. Vaksin influenza akan membuat tubuh Sobat menjadi lebih tidak rentan terhadap virus yang memiliki tanda dan gejala yang mirip dengan COVID-19. Vaksin influenza dapat mengurangi 60% angka kejadian kasus pada orang yang dibawah 65 tahun, dan dapat menurunkan 50-60% angka rawat inap pada orang lanjut usia.7 Lalu, untuk mengurangi kunjungan Sobat ke rumah sakit, manfaatkan layanan Drive Thru seperti yang disediakan ProSehat, untuk meminimalkan kontak.

    Produk Terkait: Vaksinasi Flu

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat  bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Ariansyah A. Ketika Semua Harus Memulai Fase “New Normal” Hadapi COVID-19 [Internet]. BNPB. [cited 2020 May 19]. Available from: https://bnpb.go.id/berita/ketika-semua-harus-memulai-fase-new-normal-hadapi-covid19-1
    2. Shereen MA, Khan S, Kazmi A, Bashir N, Siddique R. COVID-19 infection: Origin, transmission, and characteristics of human coronaviruses. J Adv Res. 2020 Jul 1;24:91–8.
    3. Coronavirus [Internet]. [cited 2020 May 19]. Available from: https://www.who.int/westernpacific/health-topics/coronavirus
    4. Bowen LE. Does That Face Mask Really Protect You? Appl Biosaf. 2010 Jun 1;15(2):67–71.
    5. Davies A, Thompson K-A, Giri K, Kafatos G, Walker J, Bennett A. Testing the efficacy of homemade masks: would they protect in an influenza pandemic? Disaster Med Public Health Prep. 2013 Aug;7(4):413–8.
    6. van Doremalen N, Bushmaker T, Morris DH, Holbrook MG, Gamble A, Williamson BN, et al. Aerosol and Surface Stability of SARS-CoV-2 as Compared with SARS-CoV-1. N Engl J Med. 2020 Apr 16;382(16):1564–7.
    7. Hamborsky J, Kroger A, Wolfe C, National Center for Immunization and Respiratory Diseases (U.S.), Communication and Education Branch. Epidemiology and prevention of vaccine-preventable diseases. 2015.
    Read More
  • Selama beberapa bulan terakhir, pemerintah telah menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengurangi penyebaran COVID-19. Masyarakat diimbau untuk melakukan semua aktivitas, termasuk belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah. Namun, setelah beberapa bulan melaksanakan PSBB, jumlah pasien yang terinfeksi virus corona masih naik-turun.2 Berdasarkan data pemerintah hingga Selasa, 19 Mei 2020, jumlah total kasus positif […]

    Sudah Tahukah Sobat, Apa Itu ‘The New Normal’?

    Selama beberapa bulan terakhir, pemerintah telah menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengurangi penyebaran COVID-19. Masyarakat diimbau untuk melakukan semua aktivitas, termasuk belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah. Namun, setelah beberapa bulan melaksanakan PSBB, jumlah pasien yang terinfeksi virus corona masih naik-turun.2 Berdasarkan data pemerintah hingga Selasa, 19 Mei 2020, jumlah total kasus positif COVID-19 mencapai 18.496 orang dan diperkirakan akan terus bertambah.3 Selain itu, pandemi COVID-19 diprediksikan baru akan usai pada akhir Juni dan bahkan masih dapat berlanjut.4

    the new normal

    Baca Juga: Siapkan Diri Kembali Bekerja Setelah PSBB

    Pandemi COVID-19 juga berdampak pada ekonomi masyarakat dan tidak sedikit orang yang kehilangan mata pencaharian dan terpaksa meninggalkan rumah untuk bekerja. Oleh karena itu, pemerintah telah mengumumkan perubahan gaya hidup The New Normal, untuk mendampingi kebijakan PSBB yang telah berlangsung. The New Normal adalah adaptasi gaya hidup, yaitu dengan tetap menjalankan aktivitas normal, namun disertai penerapan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran COVID-19.6

    Himbauan masyarakat untuk menerapkan gaya hidup The New Normal bukan berarti pemerintah telah melonggarkan PSBB, melainkan pemerintah menganjurkan perubahan budaya dengan cara menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mengenakan masker saat keluar rumah, serta sering mencuci tangan dan menggunakan handsanitizer.7 Selain itu, penerapan gaya hidup The New Normal dapat dilakukan dalam bentuk pengurangan kontak fisik dengan orang lain dan menghindari kerumunan dengan cara menetap di rumah.6 Protokol kesehatan pencegahan COVID-19 juga wajib dilakukan, termasuk larangan menyentuh area wajah terutama mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang kotor, penerapan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut menggunakan lengan atas bagian dalam serta menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi.5 Tak lupa, penerapan gaya hidup sehat seperti mendapat sinar matahari pagi yang cukup, tidur malam yang berkualitas, serta berolahraga minimal 30 menit perhari dapat membantu dalam meningkatkan imunitas tubuh dalam menghadapi pandemi COVID-19.8

    Konsep perubahan gaya hidup ini merupakan salah satu imbauan World Health Organization (WHO) untuk negara-negara di Wilayah Asia Tenggara yang tengah mengurangi lockdown secara bertahap.1 WHO juga menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah dalam penerapan gaya hidup The New Normal, salah satunya adalah kewajiban mendidik, melibatkan, dan memberdayakan masyarakat dalam gaya hidup baru ini.

    Pemerintah telah mengumumkan bahwa gaya hidup The New Normal akan terus diterapkan selama pandemi COVID-19 berlangsung hingga vaksin untuk COVID-19 ditemukan.6 Saat ini, penelitian mengenai vaksin COVID-19 tengah berlangsung dan diperkirakan siap digunakan pada akhir 2021 hingga 2022.9 Sementara itu, Sobat diharapkan untuk beradaptasi dengan gaya hidup baru dan mematuhi protokol Kesehatan yang ada.

    Baca Juga: PSBB DKI Jakarta Diperpanjang, Hadapi Masa Transisi

    Tak hanya perubahan gaya hidup, konsep The New Normal diprediksi juga akan mengubah paradigma pelayanan kesehatan melalui online platform.7 Dengan begitu, konsultasi dan penulisan resep obat akan dilakukan secara daring oleh dokter umum maupun spesialis. Resep akan secara otomatis dikirim ke apotek terhubung dan diantar langsung ke rumah pasien setelah melakukan pembayaran dengan cara transfer. Jika diperlukan untuk bertemu langsung dengan dokter, pasien dapat melakukan penjadwalan khusus dengan dokter yang bersangkutan.

    Perlu kembali diingat bahwa perubahan gaya hidup ini bukan berarti pelonggaran PSBB. Oleh karena itu, Sobat diharapkan dapat beradaptasi dengan gaya hidup The New Normal dan mematuhi protokol kesehatan yang telah di tetapkan pemerintah. Diharapkan untuk tetap #dirumahaja dan sangat tidak disarankan untuk pergi keluar kota demi menjaga kesehatan diri sendiri, keluarga, dan sesama.

    Baca Juga: PSBB Diterapkan Pemerintah Setelah Social Distancing,  Apa Itu PSBB?

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Local epidemiology should guide focused action in ‘new normal’ COVID-19 world. (2020). Retrieved 19 May 2020, from https://www.who.int/southeastasia/news/detail/15-05-2020-local-epidemiology-should-guide-focused-action-in-new-normal-covid-19-world
    2. Media, K. (2020). Kurva Kasus Covid-19 di Jakarta dalam Sepekan, Naik Turun Belum Terlihat Landai Halaman all – Kompas.com. Retrieved 19 May 2020, from https://megapolitan.kompas.com/read/2020/05/12/20070791/kurva-kasus-covid-19-di-jakarta-dalam-sepekan-naik-turun-belum-terlihat?page=all#page3
    3. Media, K. (2020). UPDATE 19 Mei: Tambah 30 Orang, Pasien Covid-19 Meninggal Jadi 1.221. Retrieved 19 May 2020, from https://nasional.kompas.com/read/2020/05/19/16084001/update-19-mei-tambah-30-orang-pasien-covid-19-meninggal-jadi-1221
    4. Post, T. (2020). Indonesia’s strategy to end COVID-19 outbreak lacks effectiveness: Study. Retrieved 19 May 2020, from https://www.thejakartapost.com/news/2020/04/25/indonesias-strategy-to-end-covid-19-outbreak-lacks-effectiveness-study.html
    5. Media, K. (2020). Hal-hal yang Harus Kita Pahami soal New Normal… Halaman all – Kompas.com. Retrieved 19 May 2020, from https://www.kompas.com/tren/read/2020/05/19/082622465/hal-hal-yang-harus-kita-pahami-soal-new-normal?page=all#page3
    6. Media, K. (2020). Sering Disebut-sebut, Apa Itu New Normal?. Retrieved 19 May 2020, from https://www.kompas.com/tren/read/2020/05/16/164600865/sering-disebut-sebut-apa-itu-new-normal-
    7. Media, K. (2020). Pemerintah: New Normal adalah Perubahan Budaya, Bukan Pelonggaran PSBB. Retrieved 19 May 2020, from https://nasional.kompas.com/read/2020/05/19/07422531/pemerintah-new-normal-adalah-perubahan-budaya-bukan-pelonggaran-psbb
    8. Naja, F., & Hamadeh, R. (2020). Nutrition amid the COVID-19 pandemic: a multi-level framework for action. European Journal Of Clinical Nutrition. doi: 10.1038/s41430-020-0634-3
    9. Peeples, L. (2020). News Feature: Avoiding pitfalls in the pursuit of a COVID-19 vaccine. Proceedings Of The National Academy Of Sciences117(15), 8218-8221. doi: 10.1073/pnas.2005456117

     

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja