Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Posts tagged “ mual”

  • Mual merupakan hal yang umum ditemui oleh kebanyakan orang. Mual tidak pernah menyenangkan dan frekuensi mual dapat lebih sering terjadi pada berbagai situasi, termasuk kehamilan dan perjalanan. Obat antimual umumnya digunakan untuk membantu melegakan mual. Sayangnya, obat seperti ini memiliki efek samping yang negatif, termasuk keadaan mengantuk. Berikut ini adalah 9 trik mengatasi mual saat […]

    9 Trik Mengatasi Mual Saat Hamil Muda

    Mual merupakan hal yang umum ditemui oleh kebanyakan orang. Mual tidak pernah menyenangkan dan frekuensi mual dapat lebih sering terjadi pada berbagai situasi, termasuk kehamilan dan perjalanan. Obat antimual umumnya digunakan untuk membantu melegakan mual. Sayangnya, obat seperti ini memiliki efek samping yang negatif, termasuk keadaan mengantuk. Berikut ini adalah 9 trik mengatasi mual saat hamil muda tanpa  menggunakan pengobatan.

    Konsumsi Jahe

    jahe

    Jahe adalah pengobatan alami yang terkenal dan umum digunakan untuk mengobati mual. Cara jahe bekerja belum diketahui seutuhnya. Akan tetapi, para ahli percaya bahwa senyawa di dalam jahe bekerja dengan cara serupa dengan obat antimual. Nyatanya, beberapa studi efektif dalam mengurangi mual dalam berbagai situasi. Konsumsi jahe merupakan salah satu cara efektif untuk mengurangi mual selama kehamilan.

    Baca Juga: 7 Resep Menu Diet Rendah Kalori

    Jahe juga efektif dalma mengurangi mual yang umum dialami oleh pasien  yang mengalami kemoterapi atau operasi. Tidak ada ketentuan khusus terkait dengan dosis yang paling efektif. Namun, kebanyakan studi mempelajari konsumsi sebanyak 0.5 – 1.5 gram per hari. Jahe juga bersifat aman bagi kebanyakan orang. Akan tetapi, Anda perlu membatasi asupan jahe apabila cenderung memiliki darah rendah atau gula darah rendah.

    Aromaterapi peppermint

    Aromaterapi peppermint merupakan alternatif lain yang digunakan untuk membantu mencegah  mual. Suatu studi melakukan penilaian terhadap wanita yang baru saja melahirkan dengan seksi C. Orang yang terpapar bau peppermint mengalami kadar mual yang lebih rendah dibandingkan obat antimual atau plasebo. Pada studi ketiga, penggunaan inhaler yang mengandung minyak peppermint pada onset pengurangan gejala mual – dalam dua menit pengobatan. Beberapa orang menyedu secangkir teh peppermint yang berfungsi sebagai antimual. Menghirup aroma minyak peppermint bersifat aman dan diperkirakan bersifat ampuh untuk mengatasi mual pada sebagian orang.

    Mencoba akupuntur atau acupressure

    Doctor uses needles for treatment of the patient. acupuncture needles. alternative healthcare

    Akupuntur dan acupressure adalah dua teknik yang umum digunakan pada obat China tradisional untuk mengatasi mual dan muntah. Selama akupuntur, jarum tipis akan dimasukkan ke dalam titik tertentu pada tubuh. Acupressure bertujuan untuk merangsang titik tertentu pada tubuh, tapi menggunakan tekanan, bukan jarum. Kedua teknik akan merangsang serabut saraf yang melakukan transmisi sinyal menuju otak dan sumsum tulang belakang.

    Baca Juga: 10 Makanan Sehat Untuk Jantung

    Sinyal ini dipercaya memiliki kemampuan untuk menurunkan mual. Sebagai contoh, dua review terakhir menyatakan bahwa akupuntur dan acupressure mengurangi risiko rasa ingin mual setelah operasi sekitar 28 – 75%. Studi lebih lanjut menunjukkan bahwa kedua teknik tersebut berfungsi sebagai obat antimual yang mengurangi gejala mual tanpa adanya efek samping yang negatif.

    Selain itu, studi lain menunjukkan bahwa titik akupuntur Neiguan, atau yang dikenal sebagai P6. Anda dapat merangsang saraf di dalam diri Anda dengan meletakkan ibu jari Anda dengan jarak 2 – 3 jari dari pergelangan tangan Anda, di antara dua tendon. Saat Anda telah berhasil melakukannya, tekan dengan ibu jari Anda selama 1 menit sebelum mulai melakukan prosedur yang sama pada lengan Anda.

    Mengiris lemon

    Bau lemon, seperti lemon segar yang baru diiris, akan membantu mengurangi mual pada wanita hamil. Pada suatu studi, sekelompok wanita hamil berjumlah 100 orang diinstruksikan untuk menghirup lemon atau minyak almon saat mereka merasa mual. Wanita hamil yang menghirup lemon akan mengalami rasa ingin mual yang lebih rendah sebesar 9% dibandingkan dengan yang menghirup minyak almond.

    Mengontrol laju pernapasan

    Bernapaslah dengan perlahan dan mendalam akan membantu mengurangi rasa ingin mual. Pada sebuah studi, peneliti mencoba untuk menentukan apakah bau aromaterapi bersifat sangat efektif dalam mengurangi rasa mual. Dalam studi tersebut, partisipan diinstruksikan untuk bernapas perlahan melalui hidung dan membuang napas melalui mulut sebanyak tiga kali, bersamaan dengan pemberian aroma.

    Seluruh partisipan melaporkan terjadinya penurunan rasa mual. Hal ini menunjukkan bahwa pengontrolan laju pernapasan akan membantu memberikan rasa lega. Pola pernapasan yang digunakan pada studi tersebut mengarahkan partisipan untuk bernapas melalui hidung hingga hitungan ketiga, menahan napas hingga hitungan ketiga, dan kemudian mengeluarkan napas hingga hitungan ketiga.

    Penggunaan rempah-rempah khusus

    kayu manis

    Beberapa rempah-rempah terkenal sebagai pengobatan rumahan yang seringkali direkomendasikan untuk mengatasi mual. Kebanyakan rempah yang berfungsi untuk mengatasi mual adalah:

    1. Kayu manis mungkin akan menurunkan tingkat keparahan rasa mual pada wanita yang mengalami menstruasi
    2. Ekstrak kumin akan membantu meningkatkan gejala seperti nyeri perut, mual, konstipasi, dan diare pada individu yang mengalami Irritation Bowel Syndrome.

    Relaksasi otot

    Cobalah merelaksasi otot Anda akan membantu meredakan rasa mual. Suatu teknik yang seringkali digunakan untuk mencapai efek ini dikenal sebagai progressive muscle relaxation (PMR). PMR membutuhkan individual untuk menegangkan dan merelaksasi otot mereka secara kontinu sebagai cara untuk mencapai relaksasi mental dan fisik.

    PMR merupakan cara terbaik untuk mengurangi keparahan rasa mual yang berasal dari kemoterapi. Cara lain untuk melegakan ketegangan otot adalah melalui pijatan. Suatu studi menunjukkan bahwa pasien yang diberikan pijatan pada lengan bawah atau lengan kaki selama 20 menit akan mengalami rasa mual yang lebih rendah sekitar 24% dibandingkan dengan yang tidak mendapatkan pijatan.

    Baca Juga: 10 Buah yang Membantu Proses Diet

    Konsumsi suplemen vitamin B6

    Vitamin B6 direkomendasikan sebagai pengobatan alternatif untuk wanita hamil untuk mencegah penggunan antimual. Beberapa studi menunjukkan bahwa suplemen vitamin B6, yang dikenal sebagai piridoksin mampu mengatasi rasa mual selama kehamilan. Oleh karena itu, beberapa ahli menyarankan untuk konsumsi suplemen vitamin B6 selama kehamialn sebagai pengobatan lini pertama untuk rasa mual. Vitamin B6 dengan dosis mencapai 200 mg per hari dianggap aman selama kehamilan dan tidak menunjukkan adanya efek samping. Oleh karena itu, terapi alternatif ini patut untuk dicoba.

    Hindari makanan pedas dan makanan berlemak

    menghindari konsumsi makanan pedas dan makanan berlemak dapat membantu mengurangi rasa mual. Selain itu, sebaiknya konsumsi pisang, nasi, biskuit atau kentang panggang dapat melegakan rasa mual dan menurunkan rasa tidak nyaman pada perut.

    Baca Juga: 7 Makanan Pemicu Kolesterol

    Umumnya, mual seringkali terjadi pada wanita hamil. Seiring usia kehamilan yang bertambah tiap bulannya, rasa mual itu akan berkurang. Nah, itulah tips alami di atas diharapkan dapat membantu mengurangi rasa mual tanpa menggunakan obat-obatan antimual.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    Petre A. 17 natural ways to get rid of nausea. 2017. [Internet]. Available at: healthline.com/nutrition/nausea-remedies (10.12.18).

    Read More
  • Hamil muda konon identik dengan mual dan muntah. Namun, jika kondisi tersebut terjadi berlebihan, jangan-jangan Bumil mengalami hiperemesis gravidarum. Apa sih yang dimaksud dengan hiperemesis gravidarum itu? Lantas, apakah berbahaya untuk wanita yang sedang berbadan dua? Hiperemesis gravidarum adalah kondisi yang ditandai dengan mual parah, muntah, penurunan berat badan dan gangguan elektrolit yang dialami oleh […]

    Bumil Mual Muntah Berlebih? Waspada Hiperemesis Gravidarum!

    Hamil muda konon identik dengan mual dan muntah. Namun, jika kondisi tersebut terjadi berlebihan, jangan-jangan Bumil mengalami hiperemesis gravidarum. Apa sih yang dimaksud dengan hiperemesis gravidarum itu? Lantas, apakah berbahaya untuk wanita yang sedang berbadan dua?

    Hiperemesis gravidarum adalah kondisi yang ditandai dengan mual parah, muntah, penurunan berat badan dan gangguan elektrolit yang dialami oleh bumil, terutama pada awal-awal kehamilan. Gejala ringan dapat diobati dengan perubahan pola makan, istirahat, dan antasida. Namun, pada kasus yang lebih parah sering kali memerlukan perawatan di rumah sakit sehingga bumil dapat menerima asupan cairan dan nutrisi melalui intra vena.

    Ketika bumil mengalami gejala-gejala penyakit ini, jangan sembarangan minum obat tanpa sebelumnya berkonsultasi lebih dahulu dengan tenaga kesehatan karena dikhawatirkan obat tersebut dapat berpengaruh pada janin yang sedang dikandung.

    Baca Juga: 10 Cara Cepat Hamil

    Mengapa hal ini dapat terjadi pada bumil? Para peneliti meyakini bahwa penyebab mual parah disebabkan oleh peningkatan kadar hormon. Namun, penyebab pasti masih belum diketahui. Gejala hiperemesis gravidarum biasanya muncul antara usia 4-6 minggu kehamilan dan dapat memuncak pada 9-13 minggu. Sebagian besar wanita dapat mengalami bantuan asupan nutrisi hingga 14-20 minggu, dan sekitar 20% dari wanita tersebut mungkin memerlukan perawatan selama sisa kehamilan mereka. Tidak ada pencegahan untuk penyakit ini, tapi bumil dapat merasa nyaman karena terdapat cara untuk mengelola penyakit ini.

    Beberapa gejala dari hiperemesis gravidarum adalah Mual parah dan muntah, tidak nafsu makan,penurunan berat badan lebih dari 5% dari berat badan sebelum hamil, penurunan volume urin, dehidrasi, nyeri kepala, pusing, lemah, tekanan darah rendah, denyut nadi yang cepat, dan kehilangan elastisitas kulit.

    Terdapat beberapa faktor risiko pada penyakit ini, yaitu memiliki riwayat hiperemesis gravidarum di keluarga, hamil dengan lebih dari satu bayi, kelebihan berat badan, dan pengalaman hamil pertama kali. Pada saat bumil memeriksakan diri, dokter akan menanyakan tentang riwayat kesehatan dan gejala yang bumil alami. Pemeriksaan fisik standar yang dilakukan sudah cukup untuk mendiagnosis sebagian besar kasus.

    Dokter akan mencari tanda-tanda umum dari hiperemesis gravidarum, seperti tekanan darah rendah yang tidak normal dan denyut nadi yang cepat. Sampel darah dan urin mungkin juga diperlukan untuk memeriksa tanda-tanda dehidrasi. Dokter mungkin juga akan melakukan tes tambahan untuk menyingkirkan kemungkinan masalah pencernaan lainnya sebagai penyebab mual dan muntah. Ultrasonografi (USG) mungkin juga diperlukan untuk mengetahui apakah bumil sedang hamil kembar atau jika sedang ada masalah pada janin.

    Baca Juga: 8 Makanan Untuk Wanita Hamil Muda

    Penanganan pada penyakit ini, terutama pada beberapa kasus perlu perawatan insentif di rumah sakit. Perawatan di rumah sakit termasuk:

    • Pemberian cairan melalui intra vena, untuk memuilihkan kebutuhan cairan, elektrolit, vitamin dan nutrisi.
    • Selang makanan, dapat berupa nasogastric yaitu selang bantu makanan yang dimasukkan melalui hidung hingga makanan dapat langsung diberikan ke dalam lambung.
    • Obat-obatan: dapat berupa obat metoklopramid, antihistamin dan obat-obatan untuk mengatasi mual lainnya, yang tentu saja perlu konsultasi dengan dokter ahli sebelum dikonsumsi.

    Bumil juga dapat mencoba metode pencegahan mual alami seperti vitamin B6 atau jahe. Lalu, cobalah mengonsumsi makanan dengan porsi kecil, lebih sering, dan makan makanan kering, seperti roti maupun biskuit. Minum banyak cairan agar bumil tetap terhidrasi.

    Penanganan dapat dihentikan ketika bumil sudah tidak lagi muntah dan bisa minum untuk menjaga kebutuhan cairan. Kabar baik untuk bumil, kondisi hiperemesis gravidarum nantinya akan berhenti loh, jadi tak perlu khawatir berlebihan ya.

    Baca Juga: 10 Jenis Vaksin Ibu Hamil

    Nah, jika Anda membutuhkan produk kesehatan maupun informasi kesehatan penting lainnya, bisa diperoleh dari www.prosehat.com atau install aplikasinya di google play atau app store. Atau hubungi (Maya) Asisten Kesehatan ProSehat, Telp/SMS/WhatsApp : 0811-18-16-800. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Hyperemesis Gravidarum – healthline.com/health/hyperemesis-gravidarum#outlook, diakses pada tanggal 10-1-2019
    2. Hyperemesis gravidarum – americanpregnancy.org/pregnancy-complications/hyperemesis-gravidarum/ , diakses pada tanggal 10-1-2019
    3. Managing hyperemesis gravidarum: a multimodal challenge – ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2913953/ ,diakses pada tanggal 10-1-2019
    4. Hyperemesis Gravidarum – stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=hyperemesis-gravidarum-90-P02457 , diakses pada tanggal 10-1-2019
    5. Hyperemesis gravidarum(severe pregnancy sickness) – babycentre.co.uk/a1018905/hyperemesis-gravidarum-severe-pregnancy-sickness ,diakses pada tanggal 10-1-2019
    Read More
  • Sahabat pasti pernah merasakan mual, bukan? Mual adalah suatu kondisi yang tidak nyaman dan terasa menekan di area perut, biasanya disertai dorongan ingin muntah. Namun, mual tidak melulu disertai dengan muntah. Banyak hal yang bisa memicu mual antara lain virus penyakit, kondisi pencernaan yang tidak sehat, kehamilan, efek kemoterapi, mabuk perjalanan, atau bahkan bau yang […]

    7 Asupan untuk Mengusir Mual

    Sahabat pasti pernah merasakan mual, bukan? Mual adalah suatu kondisi yang tidak nyaman dan terasa menekan di area perut, biasanya disertai dorongan ingin muntah. Namun, mual tidak melulu disertai dengan muntah.

    Banyak hal yang bisa memicu mual antara lain virus penyakit, kondisi pencernaan yang tidak sehat, kehamilan, efek kemoterapi, mabuk perjalanan, atau bahkan bau yang tidak menyenangkan pun bisa memicu perasaan mual. Sering kali, tidak jelas mengapa mual menyerang. Apa pun alasannya, biasanya kita akan mencoba segala cara agar mual hilang. Nah, Sahabat, atasi sering mual dengan asupan ini, yuk!

    1. Jahe

    Jahe punya sejarah panjang dalam mengobati mual, sakit perut, dan diare. Selama lebih dari 2000 tahun, tanaman rempah ini telah digunakan di Cina untuk mengobati berbagai masalah pencernaan dan nyeri perut. Komponen aktif dalam jahe yakni senyawa gingerol bekerja langsung memengaruhi sistem saraf pusat dan pencernaan.
    Menurut Lauren Richter, Asisten Profesor  Pengobatan Keluarga dan Masyarakat dari Pusat Pengobatan Integratif Fakultas Kedokteran Universitas Maryland, Baltimore – Amerika Serikat, jahe sangat baik digunakan sebagai pengobatan alami untuk mual, terutama dalam kehamilan. “Jahe aman untuk dikonsumsi ibu hamil dan bisa meredakan gejala mual selama kehamilan,” katanya.

    Tak hanya itu, jahe juga efektif digunakan sebagai pengobatan untuk mengatasi mual pasca-operasi dan kemoterapi. Sebuah studi yang diterbitkan pada bulan Februari 2012 di Integrative Cancer Therapies menemukan bahwa dari  100 wanita dengan kanker payudara stadium lanjut yang mengonsumsi jahe setelah kemoterapi, mengalami rasa mual yang lebih rendah kekuatannya dibandingkan pasien lain yang tidak mengonsumsinya.

    Nah, kalau kamu sedang mual, coba deh konsumsi jahe.  Makan sepotong kecil jahe segar atau permen jahe. Kamu juga bisa mengolah jahe menjadi minuman, misalnya air rebusan jahe, wedang jahe, teh jahe, dan sebagainya.

    2. Peppermint

    Selain jahe, obat tradisional lain yang manjur mengobati mual adalah peppermint. Baik daun maupun minyaknya sangat membantu dalam menangani gangguan pencernaan dan sindrom iritasi usus. Sebuah penelitian kecil yang diterbitkan pada Februari 2014 di Journal of PeriAnesthesia Nursing menunjukkan bahwa aroma minyak peppermint dapat meredakan mual.  Aromaterapi menggunakan minyak peppermint memicu efek lega dan menenangkan sehingga bisa mengurangi perasaan mual yang kamu alami. Selain itu, kamu bisa minum teh peppermint. Jangan khawatir, peppermint merupakan obat herbal yang aman.

    Penderita kanker yang mengalami efek mual pasca-operasi pun bisa mengonsumsinya dan terbukti mampu mengurangi rasa mual, demikian disinyalir oleh American Cancer Society.

    Walau teh peppermint relatif aman untuk pencernaan, tapi bagi Sobat yang menderita penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) sebaiknya tidak mengonsumsi teh dari daun peppermint. Sebab, bagi beberapa orang yang pencernaannya sensitif atau bermasalah, justru teh peppermint bisa memicu naiknya asam lambung.

    3. Apel

    Makanan yang mengandung serat tinggi bisa membantu membersihkan bahan kimia dalam tubuh yang menyebabkan mual, demikian disebutkan oleh Erin Palinski-Wade, RD, CDE, penulis buku Belly Fat for Dummies. Namun, jangan berlebihan. Terlalu banyak mengonsumsi makanan kaya serat, terkadang justru malah memicu mual. Jadi, makan secukupnya, sekitar 1-2 buah apel saja. “Apel gala utuh atau sayuran mentah yang renyah, adalah pilihan yang paling baik,” katanya.

    4. Air Putih

    Jika mual disertai muntah yang banyak maka mungkin saja terjadi dehidrasi. Mual juga merupakan gejala dehidrasi, tapi minum terlalu banyak dapat memperburuk mual karena membuat membuat perut semakin merasa tidak nyaman. Oleh karena itu, jika Sobat merasa mual, teguk cairan sedikit demi sedikit. Jangan langsung dalam jumlah banyak. Sobat bisa minum air putih hangat atau air dengan irisan buah segar.

    5. Pisang

    Buah satu ini sangat bagus dikonsumsi jika Sobat sering mual yang disertai muntah dan dehidrasi. Makanlah pisang sebagai camilan. Buah kuning ini kaya kalium sehingga bisa mengembalikan kalium yang sering tergerus habis akibat diare dan muntah.

    6. Kacang-kacangan

    Kurangnya protein dalam tubuh bisa memperburuk mual yang kamu rasakan. Oleh karena itu, cobalah untuk mengonsumsi makanan kaya protein seperti kacang-kacangan, termasuk selai kacang (jika Sobat tidak alergi). Kacang-kacangan bermanfaat mengembalikan energi tubuh yang terkuras karena mual dan muntah. Beberapa kacang yang bisa dipilih, antara lain: kacang merah, kacang polong, hazelnut, walnut, kacang tanah atau kacang mede.

    7. Crackers

    Makanan tinggi pati dan hambar seperti seperti crackers dan roti panggang membantu menyerap asam lambung dan menenangkan perut yang mual. Makanlah crackers perlahan-lahan tiap kali Sobat merasa mual. Bagi Anda yang sedang hamil, crackers juga baik dikonsumsi, terutama untuk mengurangi gejala morning sickness. Sebelum bumil bangun pagi, gigitlah beberapa potong crackers untuk membantu meredakan mual yang dirasakan di pagi hari.

    Nah, itulah beberapa asupan yang dapat Sobat coba bila sering dilanda mual. Memang, nggak enak banget rasanya kalau mual. Rasanya ingin segera diusir jauh-jauh, deh!

    Selain asupan di atas, kamu mungkin juga akan memerlukan obat jika mual yang dirasa sangat parah. Ada banyak obat-obatan antimual yang dijual bebas untuk mengatasi mual dan muntah, misalnya: Emetrol, Nauzene, Dramamine, Pepto-Bismol atau Gravol.

    Namun, jika berencana hamil, jangan mengonsumsi obat-obatan bebas tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, ya.

    Nah, Sobat, semoga mual yang sering kamu rasakan, bisa teratasi, ya! Jangan lupa mengonsumsi makanan yang dapat meredakan mual. Lalu, sobat dapat mencari informasi mengatasi mual atau masalah kesehatan lainnya dengan cara mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat sekarang juga.

    Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. How to Get Rid of Nausea: 16 Ways [Internet]. Healthline. 2018 [cited 10 September 2018]. Available from: healthline.com/health/how-to-get-rid-of-nausea#cbd-oil
    2. Cold F, Health E, Disease H, Management P, Conditions S, Problems S et al. How to Treat Nausea and Vomiting [Internet]. WebMD. 2018 [cited 10 September 2018]. Available from: webmd.com/digestive-disorders/understanding-nausea-vomiting-treatment
    3. Madeline R. Vann M. 4 Natural Remedies for Nausea [Internet]. EverydayHealth.com. 2018 [cited 10 September 2018]. Available from: everydayhealth.com/digestive-health/natural-remedies-for-nausea/
    4. 9 Foods That Help Relieve Nausea [Internet]. EverydayHealth.com. 2018 [cited 10 September 2018]. Available from: everydayhealth.com/digestive-health/diet/foods-that-help-relieve-nausea/#02
    Read More
  • Apakah kalian pernah merasa mual? Mual bukanlah suatu jenis penyakit tapi merupakan suatu tanda ada yang tidak beres di tubuh kita. Mual adalah suatu hal yang normal ketika hanya dialami sesekali dan timbul setelah kita selesai makan. Namun, hal ini berbeda ketika kita merasa mual dalam intensitas yang sering dan dalam jangka waktu lama – […]

    Penyebab Mual Setelah Makan dan Pencegahannya

    Apakah kalian pernah merasa mual? Mual bukanlah suatu jenis penyakit tapi merupakan suatu tanda ada yang tidak beres di tubuh kita. Mual adalah suatu hal yang normal ketika hanya dialami sesekali dan timbul setelah kita selesai makan. Namun, hal ini berbeda ketika kita merasa mual dalam intensitas yang sering dan dalam jangka waktu lama – yang sebaiknya kita perlu segera mengonsultasikan permasalahan ini kepada dokter. Apakah terdapat beberapa hal lainnya yang biasanya menyertai rasa mual sebagai tanda ada yang tidak beres dengan kondisi tubuh kita?

    Parahnya lagi, rasa mual ini bisa disertai oleh berbagai hal lainnya yang akan membuat kita semakin tidak nyaman seperti sakit perut yang luar biasa, timbulnya rasa nyeri pada dada, detak jantung kita yang menjadi cepat, bahkan bisa jadi terdapat darah dalam muntah kita. Mual yang berujung pada muntah dapat menyebabkan dehidrasi dan pastinya membuat kita menjadi lemas, pusing, bahkan demam selama berhari-hari. Ketika gejala lainnya ini sudah muncul, kita harus segera menemui dokter untuk mengetahui permasalahan yang kita alami dan penanganan apakah yang tepat untuk permasalahan ini.

    Penyebab Mual Setelah Makan

    Mengetahui penyebab mual setelah makan adalah cara yang tepat untuk mengetahui apa langkah selanjutnya yang harus kita lakukan dalam mengatasi permasalahan ini. Berikut adalah beberapa hal yang berpotensi menjadi penyebab mual setelah makan:

    1. Berbicara saat makan

    Meskipun kelihatannya sepele, kegiatan yang satu ini ternyata juga dapat menimbulkan rasa mual setelah makan. Yup, berbicara saat makan menyebabkan proses penghalusan makanan tidak berjalan dengan lancar dan berujung pada kinerja lambung yang lebih keras daripada biasanya. Kinerja lambung yang terlalu keras ini akan membuat lambung mengeluarkan gas berlebih dan berujung pada timbulnya rasa mual.

    2. Alergi makanan

    Seperti yang kita tahu, tidak semua orang bisa mengonsumsi jenis makanan yang sama dan ketika seseorang alergi terhadap makanan tertentu bisa menimbulkan rasa mual setelah makan. Ketika kita alergi pada sebuah makanan, otomatis sistem kekebalan tubuh akan melepaskan histamin dan berbagai senyawa lainnya dan hal inilah yang menimbulkan rasa mual. Rasa mual di sini bisa disertai dengan gatal-gatal atau timbul ruam pada kulit kita.

    3. Makan terlalu banyak

    Banyak orang bilang jika sebaiknya kita hanya makan secukupnya dan tidak terburu-buru. Hal ini dibenarkan oleh banyak pihak karena ketika kita terlalu banyak makan akan menyebabkan lambung dan organ pencernaan lainnya menjadi “kaget” lalu otomatis menolaknya dan hal ini berujung pada timbulnya rasa mual.

    4. Tukak lambung

    Timbulnya rasa mual secara terus menerus bisa jadi merupakan sebuah gejala kita mengalami penyakit tertentu, dan tukak lambung adalah salah satu penyakit yang menyerang sistem pencernaan. Tukak lambung ditandai dengan timbulnya rasa perih pada daerah ulu hati, muntah, perut kembung, bahkan penurunan berat badan. Penyebab tukak lambung adalah karena adanya luka pada lapisan lambung atau usus dua belas jari dan kondisi ini timbul karena terjadinya infeksi bakteri ataupun penggunaan berbagai obat anti peradangan.

    5. Penyakit asam lambung

    Mual juga bisa disebabkan oleh asam lambung yang naik dan hal inilah yang membuat iritasi pada lapisan kerongkongan. Pada sebagian besar kasus asam lambung, otot bagian bawah kerongkongan tidak bisa menutup dengan sempurna sehingga terjadi refluks; alias isi perut naik ke kerongkongan. Kondisi refluks ini juga akan menimbulkan rasa terbakar pada daerah dada.

    Penanganan Rasa Mual Setelah Makan

    Setelah mengetahui beberapa penyebabnya, selanjutnya kita mengetahui apa yang bisa kita lakukan untuk menangani permasalahan ini sehingga kita bisa menerapkannya di kemudian hari ketika rasa mual menyerang, Berikut adalah beberapa hal yang bisa kita coba untuk menangani rasa mual setelah makan:

    1. Menjalankan pola makan sehat

    Memulai pola makan yang sehat adalah pilihan yang tepat untuk menjauhkan kita dari berbagai penyakit tak terkecuali meminimalisir timbulnya rasa mual setelah makan. Sebaiknya kita menerapkan Pedoman Gizi Seimbang (PGS) dan lebih baik lagi apabila kita mengonsumsi air hangat pada pagi dan sore hari. Selain itu, kita juga sebaiknya menghindari atau mengurangi konsumsi makanan yang dijual di pinggir jalan karena berbagai kandungan yang ada di dalamnya bisa memicu berbagai penyakit timbul.

    2. Cek kesehatan

    Hal yang satu ini jarang dilakukan apabila kita tidak terserang penyakit tertentu dan sejatinya rutin melakukan cek kesehatan adalah hal yang tidak boleh terlupakan. Ketika kita merasa mual semakin parah dari waktu ke waktu maka sebaiknya kita segera berkonsultasi ke dokter pencernaan agar kita mendapatkan obat yang tepat.

    3. Berolahraga

    Berolahraga adalah suatu hal yang tidak boleh dilupakan sebagai salah satu cara untuk menjalani pola hidup yang sehat. Namun, sayangnya banyak dari kita yang belum menyempatkan diri untuk berolahraga meskipun banyak manfaat yang bisa kita dapatkan. Untuk mengurangi rasa mual setelah makan, kita hanya perlu rutin berolahraga minimal 3 kali dalam seminggu dan berdurasi sekitar 30 menit.

    4. Menghindari makanan pemicu GERD

    Gastrophageal Reflux Disease (GERD) adalah salah satu pemicu utama timbulnya rasa mual setelah makan, sehingga sebaiknya kita menghindari berbagai jenis makanan yang dapat memicu asam lambung menjadi tinggi. Beberapa jenis makanan yang dimaksud di sini adalah berbagai makanan yang digoreng, makanan pedas, makanan yang mengandung kafein, berbagai buah yang mengandung asam tinggi, ataupun minuman bersoda.

    Itu tadi adalah beberapa penyebab timbulnya mual setelah makan dan beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah hal ini terjadi sewaktu-waktu. Satu hal yang perlu kita ingat adalah untuk tetap menjalani pola hidup yang sehat untuk mencegah timbulnya berbagai penyakit. So, tunggu apalagi untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat daripada sebelumnya?

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Mual adalah salah satu hal yang pastinya tidak diinginkan oleh siapapun karena hal ini membuat kita tidak nyaman dan rasa mual ini biasanya disertai dengan rasa pusing ataupun penyakit lainnya. Mual juga dapat menjadi salah satu tanda ada yang tidak beres dengan tubuh kita dan bukan suatu hal yang mengherankan jika hal ini dapat mengganggu […]

    Redakan Perut Mual dengan 7 Makanan Ini

    Mual adalah salah satu hal yang pastinya tidak diinginkan oleh siapapun karena hal ini membuat kita tidak nyaman dan rasa mual ini biasanya disertai dengan rasa pusing ataupun penyakit lainnya. Mual juga dapat menjadi salah satu tanda ada yang tidak beres dengan tubuh kita dan bukan suatu hal yang mengherankan jika hal ini dapat mengganggu keseharian kita sehingga membuat kita tidak beraktivitas dengan optimal dalam sehari. Pastinya tidak ada yang menginginkan hal ini terjadi bukan?

    Namun, sebenarnya apa sih yang memicu timbulnya rasa mual pada sesorang?Penyebab mual dapat karena jenis makanan yang kita konsumsi, contohnya saja kita alergi terhadap beberapa jenis makanan atau saat kita makan secara berlebihan. Bukan hanya itu saja, penyebab mual juga dapat karena beberapa penyakit seperti migrain, vertigo, asam lambung naik, ataupun tukak lambung. Mual dapat menjadi kabar gembira untuk ibu muda karena mual dapat menjadi salah satu tanda kehamilan.

    Lalu, apa yang dapat kita lakukan untuk mengatasi mual yang timbul secara terus menerus? Apakah ada obat yang ampuh untuk mengatasi permasalahan yang satu ini? Kabar baiknya, terdapat beberapa bahan alami yang dapat kita gunakan untuk mengatasi mual tanpa mengonsumsi obat yang pastinya aman untuk dilakukan. Kira-kira apa saja ya bahan alami yang ampuh untuk mengatasi mual?

    Dari pada semakin penasaran, yuk kita simak cara meredakan perut mual

    1. Mengonsumsi teh chamomile

    Teh chamomile adalah salah satu teh herbal yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat karena berbagai manfaat yang dapat kita dapatkan dari teh yang satu ini dan salah satunya adalah untuk meredakan rasa mual yang tidak kunjung hilang. Bubuk bunga chamomile sangatlah efektif untuk mengatasi berbagai permalasalahan pencernaan seperti memperlancar pembuangan gas, menenangkan perut, dan pastinya merelaksasi otot pada perut sehingga kita merasa lebih nyaman dengan kondisi perut kita dalam hitungan menit.

    2. Mengonsumsi atau menghirup lemon

    Lemon adalah bahan alami berikutnya yang efektif untuk mengatasi rasa mual yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Mengolah lemon untuk mendapatkan manfaat yang satu ini pun sangat mudah karena yang perlu kita lakukan adalah dengan merendam satu potongan lemon dengan air hangat lalu kita konsumsi beberapa kali hingga rasa mual hilang. Bukan hanya diolah menjadi minuman saja, kulit lemon juga efektif untuk meredakan rasa mual. Kita pun hanya cukup mengusap-usap kulit lemon pada benda di sekitar atau kulit kita hingga rasa mual hilang.

    3. Mengonsumsi jahe

    Siapa sih yang tidak kenal dengan jahe? Jahe adalah salah satu bumbu dapur yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan kita dan salah satunya adalah untuk meredakan mual. Bila ingin mengurangi rasa mual, konsumsilah 4 hingga 6 cangkir rebusan jahe tiap harinya. Hal ini cukup berbeda untuk ibu hamil, di mana sebaiknya mereka sebaiknya hanya mengonsumsi 1 hingga 2 cangkir rebusan jahe tiap harinya dan dapat kita lakukan sampai rasa mual hilang.

    4. Mengonsumsi air

    Mengonsumsi lebih banyak air adalah cara berikutnya yang dapat kita lakukan untuk mengatasi mual mengingat ketika kita muntah biasanya cairan dalam tubuh kita akan keluar dan apabila terjadi terus menerus maka dapat menyebabkan kita mengalami dehidrasi. Air yang dimaksud di sini bukan saja air putih, tapi juga dapat berasal dari berbagai makanan seperti sup, kaldu bening, minuman dingin, jeli, dan lain-lain. Namun, tidak disarankan untuk mengonsumai air secara berlebihan dalam satu waktu karena dapat memicu terjadinya peregangan pada perut dan pastinya tidak meredakan rasa mual.

    5. Serai

    Serai adalah bahan alami berikutnya yang cukup ampuh untuk meredakan rasa mual terutama bagi ibu hamil dan pastinya sayang untuk dilewatkan. Cara yang perlu kita lakukan pun sangat mudah yaitu dengan menyeduh satu batang serai yang sudah dimemarkan sebelumnya. Kita hanya perlu mengonsumsi seduhan serai ini seperti layaknya mengonsumsi teh dan dapat kita konsumsi secara rutin hingga rasa mual berkurang.

    6. Daun pandan

    Daun pandan adalah salah satu bumbu dapur yang sudah tidak asing lagi untuk digunakan sebagai bahan tambahan pada suatu hidangan dan pastinya membuat hidangan tersebut menjadi lebih wangi. Campur satu daun pandan dengan satu daun jeruk yang akan kita seduh bersamaan dengan gula jawa ataupun madu. Cita rasa yang lezat dari ramuan yang satu ini pastinya akan membuat ketagihan dan efektif untuk menyingkirkan rasa mual dalam keseharian kita.

    7. Peppermint

    Peppermint adalah bahan alami terakhir yang dapat kita gunakan untuk mengurangi rasa mual. Peppermint di sini dapat dalam bentuk aroma terapi ataupun teh, di mana sebuah penelitian menunjukkan bahwa peppermint terbukti efektif untuk menangani kasus mual sebanyak 57 persen dan bahan alami yang satu ini juga aman untuk digunakan oleh ibu hamil ataupun pasca melahirkan. Mengonsumsi teh peppermint juga mampu untuk menghilangkan rasa mual dan pastinya aman untuk dikonsumsi secara rutin.

    Itu tadi adalah beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mengatasi rasa mual yang dapat timbul sewaktu-waktu. Pastinya sudah tidak bingung kan untuk menangani permasalahan yang satu ini? Selain dengan memanfaatkan berbagai bahan alami tersebut, kita juga dapat mengubah asupan makanan kita menjadi lebih sehat seperti mengurangi atau berhenti mengonsumsi makanan berlemak di mana kandungan kolesterol yang tinggi dapat memicu timbulnya rasa mual. So, tunggu apalagi untuk hidup lebih sehat daripada sebelumnya?

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Mual saat hamil atau morning sickness merupakan hal biasa yang terjadi pada trimester pertama kehamilan kemudian berkurang saat usia kandungan 12-14 minggu. Kondisi lain yaitu Hiperemesis gravidarum juga banyak dialami oleh wanita pada trimester awal kehamilan. Perbedaanya, Hiperemesis gravidarum merupakan kondisi mual dan muntah yang lebih hebat, terjadi terus-menerus sampai menyebabkan tubuh kekurangan cairan, tidak nafsu […]

    7 Cara Mengatasi Mual Saat Hamil

    Mual saat hamil atau morning sickness merupakan hal biasa yang terjadi pada trimester pertama kehamilan kemudian berkurang saat usia kandungan 12-14 minggu. Kondisi lain yaitu Hiperemesis gravidarum juga banyak dialami oleh wanita pada trimester awal kehamilan.

    Perbedaanya, Hiperemesis gravidarum merupakan kondisi mual dan muntah yang lebih hebat, terjadi terus-menerus sampai menyebabkan tubuh kekurangan cairan, tidak nafsu makan, bahkan berat badan menjadi berkurang.Penyebab mual saat hamil diperkirakan karena peningkatan Hormon Chorion Gonadotropin (HCG) yang mulai meningkat selama kehamilan. Penyebab lain adalah adaptasi lambung pada saat perut mulai membesar, serta kondisi stres dan lemas.

    Mual dan muntah memang sering dialami oleh wanita hamil pada trimester pertama kehamilannya. Namun, tahukah Moms bahwa mual dan muntah terus-menerus selain dapat menyebabkan tubuh menjadi lemas, kekurangan cairan, nafsu makan berkurang, juga dapat menyebabkan gangguan nutrisi, elektrolit, berat badan berkurang.

    Padahal si kecil di dalam kandungan membutuhkan nutrisi yang cukup terutama pada awal kehamilan untuk pertumbuhan dan perkembangan organ tubuhnya. Lalu, bagaimana cara mencukupi kebutuhan nutrisi sedangkan kondisi tubuh terus-menerus mengalami mual dan muntah saat hamil.

    Berikut beberapa tips mengatasi mual saat hamil yang dapat Moms lakukan:

    1. MENGUBAH POLA DAN KEBIASAAN MAKAN

    Pada pagi hari saat bangun tidur, Momsdapat memakan sepotong kue atau biskuit, roti, atau makanan kering lainnya sebelum bangun dari tempat tidur. Usahakan agar lambung sama sekali tidak kosong, sehingga mengurangi rasa mual dan muntah pada pagi hari. Siang harinya, Moms dapat makan seperti biasa, tetapi hindari makan banyak sampai terlalu kenyang, atau makan terlalu sedikit. Hal ini disebabkan pada saat kehamilan, hormonprogesteron yang dihasilkan akan memperlambat pemrosesan makanan dalam pencernaan. Anda juga sebaiknya minum air terlebih dahulu sebelum makan.Pada malam hari, hindari tidur sesaat setelah selesai makan, karena pemrosesan makanan membutuhkan waktu. Apabila setelah makan Momslangsung tidur dalam posisi berbaring, makaitu dapat memicu rasa mual.

    2. JENIS MAKANAN YANG DISARANKAN

    Telah dibuktikan bahwa jenis makanan yang anda makan berpengaruh terhadap rasa mual pada saat hamil. Beberapa jenis makanan yang sebaiknya Moms hindari :

    • Makanan dengan bau yang tajam atau sejenisnya, karena akan merangsang mual.
    • Makanan yang dibiarkan sampai dingin.
    • Makanan berminyak atau gorengan.
    • Makanan berlemak.
    • Makanan pedas.

    Moms hendaknya memperbanyak konsumsi makanan yang tinggi karbohidrat dan protein dibandingkan makanan berlemak, seperti nasi, daging, ikan, roti, pasta, biskuit, sereal, susu, cokelat, keju. Selain itu. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi jahe dapat mengurangi rasa mual pada saat hamil.Moms diperbolehkan untuk minum air jahe atau teh jahe, mencampur makanan dengan jahe, atau makan permen jahe jika dirasa memang dapat mengurangi rasa mual. Makanan lain seperti lemon, mint juga disarankan untuk mengurangi rasa mual saat hamil

    3. HINDARI MAKAN BANYAK DALAM SATU WAKTU

    Moms,untuk menghindari mual dan muntah saat hamil sebaiknya jangan makan banyak sampai terlalu kenyang atau makan terlalu sedikit. Dalam mengonsumsi makanan, tidak disarankan untuk makan banyak dalam satu waktu. Sebaiknya makan dalam porsi yang sedikit, tetapi dengan frekuensi yang sering, misalnya tiap 1-2 jam sekali. Demikian juga waktu minum, teguklah air sedikit-sedikit dan secara perlahan.Minum air yang cukup dapat mencegah terjadinya dehidrasi akibat muntah terus-menerus saat hamil.

    4. ISTIRAHAT DAN TIDUR CUKUP

    Pada saat hamil, regulasi hormon dalam tubuh Anda akan berubah. Maka, hal tersebut dapat mengakibatkan metabolisme tubuh menjadi meningkat. Itulah mengapa pada saat hamilMoms menjadi mudah lelah dan lemas. Apabila merasa badan mulai lelah, jangan tunda lagi untuk segera beristirahat. Kelelahan merupakan salah satu faktor yang mencetuskan rasa mual saat hamil.

    5. KONSUMSI VITAMIN B6

    Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi vitamin B6 memiliki efek mengurangi rasa mual saat hamil. Selain itu, vitamin ini membantu tubuh menggunakan makanan untuk dijadikan energi, membawa oksigen ke seluruh tubuh, membentuk hemoglobin dan diketahui berfungsi baik bagi perkembangan otak dan sistem saraf si kecil. Anda bisa memenuhi kebutuhan vitamin B6 dari makanan seperti beras merah, gandum, ikan, daging ayam atau bebek, kacang-kacangan, dan sayuran yang berwarna hijau. Selain dari sumber makanan tersebut, Anda juga dapat mengonsumsi suplemen vitamin B6 dengan dosis 25 mg sebanyak 3 kali sehari, tentunya harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

    6. KONSUMSI OBAT ANTI-MUNTAH

    Konsumsi obat anti-muntah umumnya diresepkan dokter apabila gejala muntah dapat mengancam Anda dan bayi dalam kandungan, seperti contohnya muntah terus-menerus sampai dehidrasi, malnutrisi. Namun apabila Moms hanya mengalami mual dan muntah dan masih dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa, tidak disarankan untuk mengonsumsi obat anti-muntah. Hal ini terlebih dahulu dapat Anda konsultasikan dengan dokter.

    7. KONDISI YANG PERLU DIWASPADAI

    Mual dan muntah saat hamil pada kondisi berat atauhiperemesis gravidarum, dapat menyebabkan kekurangan cairan/dehidrasi dan malnutrisi pada ibu. Gejala mual dan muntah saat hamil juga dapat muncul pada kondisi berbeda misalnya Infeksi Saluran Kemih (ISK). Moms, berhati-hatilah jika Anda mengalami mual dan muntah saat hamil disertai dengan kondisi berikut:

    • BAK bewarna gelap atau tidak BAK sama sekali dalam waktu lebih dari 8 jam.
    • Terus-menerus muntah dan tidak dapat mencerna makanan atau minuman sama sekali dalam waktu 24 jam.
    • Badan terasa sangat lemas, menggigil, dan tidak dapat berdiri.
    • Perut terasa sakit.
    • BAK disertai dengan rasa sakit atau keluar darah.
    • Berat badan mulai berkurang.

    Pada kondisi mual dan muntah disertai dengan kondisi di atas, kemungkinan Anda mengalami tanda dehidrasi atau infeksi saluran kemih. Sebaiknya segeralah berkonsultasi ke dokter.

    Nah, Moms itulah sederet tips untuk mengatasi mual saat hamil. Nutrisi yang seimbang, melakukan aktivitas yang positif, serta istirahat cukup dapat membantu mengurangi gejala mual saat hamil.

    Jika Anda masih memerlukan informasi kesehatan atau layanan imunisasi ke rumah, yuk akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Lalu, info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Hyperemesis Gravidarum: Causes, Symptoms, and Diagnosis [Internet]. Healthline. 2018 [cited 18 August 2018]. Available from: healthline.com/health/hyperemesis-gravidarum#morning-sickness-vs-hg
    2. Nausea During Pregnancy: Causes, Management & Concerns [Internet]. American Pregnancy Association. 2018 [cited 19 August 2018]. Available from: americanpregnancy.org/pregnancy-health/nausea-during-pregnancy/
    3. Quinla JD, Hill DA. Nausea and vomiting of pregnancy. Am Fam Physician [Internet]. 2003;68(1):121–8. Available from: ncbi.nlm.nih.gov/sites/entrez?Db=pubmed&Cmd=Retrieve&list_uids=12887118&dopt=abstractplus%5Cnpapers3://publication/uuid/6A9F1640-6EF9-4C41-BE9E-45AAE209B5E0
    4. Morning Sickness Relief: Treatment & Supplements [Internet]. American Pregnancy Association. 2018 [cited 19 August 2018]. Available from: americanpregnancy.org/pregnancy-health/morning-sickness-relief/
    5. Pregnancy, Vomiting Treatment [Internet]. WebMD. 2018 [cited 19 August 2018]. Available from: webmd.com/first-aid/pregnancy-vomiting-treatment
    6. Nausea During Pregnancy: Causes, Management & Concerns [Internet]. American Pregnancy Association. 2018 [cited 19 August 2018]. Available from: americanpregnancy.org/pregnancy-health/nausea-during-pregnancy/
    7. Pass the sick bag: Eating your way through Hyperemesis Gravidarum – Diet in Pregnancy [Internet]. Diet in Pregnancy. 2018 [cited 19 August 2018]. Available from: dietinpregnancy.co.uk/pregnancy/hyperemesis-gravidarum/
    8. Natural Sources of Vitamin B6 During Pregnancy – American Pregnancy Association [Internet]. American Pregnancy Association. 2018 [cited 19 August 2018]. Available from: americanpregnancy.org/pregnancy-health/natural-sources-of-vitamin-b6-during-pregnancy/
    9. Unisom and B-6: Treating Morning Sickness [Internet]. Healthline. 2018 [cited 19 August 2018]. Available from: healthline.com/health/pregnancy/unisom-and-b6#1
    10. Vomiting and morning sickness in pregnancy [Internet]. nhs.uk. 2018 [cited 19 August 2018]. Available from: nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/morning-sickness-nausea/
    11. Maltepe C, Koren G. The management of nausea and vomiting of pregnancy and hyperemesis gravidarum- A 2013 update. J Popul Ther Clin Pharmacol [Internet]. 2013;20(69):e184–92. Available from: jptcp.com/jptcp_symp_e184_e192_koren-r194667 ovidsp.ovid.com/ovidweb.cgi?T=JS&CSC=Y&NEWS=N&PAGE=fulltext&D=emed11&AN=2013458026
    Read More
WhatsApp Asisten Maya saja