Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ mitos vaksin covid-19”

  • Beberapa negara sudah mengupayakan berbagai pencegahan virus Covid-19, termasuk pemerintah Indonesia berencana akan memulai penyuntikan vaksinasi di bulan Januari 2020. Vaksin COVID-19 yang akan tiba di Indonesia disebut dapat melindungi diri dari virus dengan tahap pertama penyuntikan ditujukan pada petugas kesehatan. Baca Juga: Sahabat Sehat, Yuk, Jangan Takut Vaksin Covid-19 Sebagian masyarakat sentimen dengan kabar […]

    Yuk, Sahabat, Ketahui dan Waspadai Mitos Vaksin COVID-19 Berikut!

    Beberapa negara sudah mengupayakan berbagai pencegahan virus Covid-19, termasuk pemerintah Indonesia berencana akan memulai penyuntikan vaksinasi di bulan Januari 2020. Vaksin COVID-19 yang akan tiba di Indonesia disebut dapat melindungi diri dari virus dengan tahap pertama penyuntikan ditujukan pada petugas kesehatan.

    mitos vaksin covid-19, mitos vaksin Corona

    Baca Juga: Sahabat Sehat, Yuk, Jangan Takut Vaksin Covid-19

    Sebagian masyarakat sentimen dengan kabar vaksin COVID-19 dan mempertanyakan keefektifan vaksin COVID-19, praktik keamanannya, standar keamanannya dan tujuan dari vaksin tersebut karena sering mendapatkan informasi yang salah dan beredar di media.

    Padahal sangat penting untuk mencari tahu secara detail, membaca dan menyaring terlebih dahulu informasi mengenai vaksin Corona. Beredarnya mitos  vaksin COVID-19 ini menjadi penghambat rencana pemerintah dalam mengantisipasi virus yang terus merajalela.

    Beberapa mitos vaksin COVID-19 yang tidak perlu Sahabat percaya!

    1. Isu halal/haramnya vaksin

    Isu halal/haramnya vaksin hanya terjadi pro dan kontra di Indonesia, vaksin sama sekali tidak mengandung bagian dari babi. Pemicunya adalah ada kandungan Trypsin yang dipinjam dalam enzim babi untuk hasil akhir yang lebih baik, agar dapat komponen vaksin maksimal.

    Padahal enzim akan dimurnikan kembali agar komponen sementara tidak ikut masuk pada vaksin yang telah steril, apabila jika ada komponen sementara yang ikut masuk ke dalam vaksin, maka hasil akhir produksi hanya virus saja yang masuk ke vaksin tersebut.

    Faktanya, MUI sudah menyatakan bahwa vaksin COVID-19 halal. Artinya, vaksin COVID-19 steril dan tidak membawa bagian dari babi sekecil apa pun.

    2. Menyebabkan autisme

    Thimerosal adalah salah satu bahan kandungan yang digunakan untuk vaksin COVID-19. Sebelumnya, thimerosal pernah dihapuskan oleh Amerika Serikat karena takut kandungannya dapat memicu penyebab autisme.

    Baca Juga: Apakah Benar Imunisasi MMR Menyebabkan Autisme?

    Setelah dihapus dan bahan ini tidak digunakan lagi, faktanya kategori autisme di Amerika Serikat sama sekali tidak menurun. Masyarakat perlu tahu bahwa bahan thimerosal digunakan pada vaksin sebagai bahan pengawet vaksin.

    3. Dapat mengubah DNA

    Vaksin COVID-19 berbasis Vaksin MRNA berfungsi untuk menginstruksi pembuatan protein dalam tubuh dan kemudian sistem kekebalan alami akan meresponsnya.

    Kebanyakan vaksin dikembangkan memang untuk membuat dan memberikan protein dalam tubuh atau memberikan komponen kecil dari virus yang kita coba untuk vaksin. Jadi MRNA tidak mengubah DNA sel manusia ya.

    4. Mempengaruhi fertilitas

    Banyak kabar yang memberikan informasi salah tentang vaksin COVID-19 ini mengganggu fertilitas atau kesuburan untuk memiliki keturunan, padahal vaksin yang diberikan sama sekali tidak menyebabkan infertilitas.

    Baca Juga: Benarkah Vaksin Covid-19 Menyebabkan Kemandulan?

    5. Memiliki zat yang berbahaya

    Vaksin yang telah diedarkan ke masyarakat secara massal harus sudah memenuhi syarat keamanan bahan produksinya, efektif, efisien dalam biaya dan stabil.

    Berarti jika vaksin sudah beredar massal dan pemerintah sudah mulai menyuntikkan vaksin COVID-19 ke beberapa masyarakat, terutama masyarakat yang diprioritaskan di Indonesia,  vaksin tersebut sudah di bawah montoring atau sudah BPOM.

    Apabila ada bahan yang memiliki efek samping yang tidak diinginkan sewaktu-waktu vaksin tersebut akan ditarik massal secara paksa.

    6. Vaksin tidak dipercaya, karena memproduksinya dalam waktu cepat

    Para ahli dalam dan 1.000 relawan membuat vaksin covid melalui uji klinis beberapa kali. Dalam tahap uji klinis terakhir vaksin Pfizer-BioNtech dan Moderna ditemukan 95% dan 94,1% efektif masing-masing vaksin dalam mencegah infeksi virus COVID-19 yang sangat parah.

    Baca Juga: BPOM Resmi Keluarkan Penggunaan Izin Darurat untuk Vaksin AstraZeneca

    Vaksin yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca juga memiliki kemanjuran dalam mencegah virus COVID-19 sebanyak 70%. Jadi, pembuatan vaksin ini, melalu beberapa tahap produksi dan uji klinis yang sangat intensif, ketat dan tidak asal-asalan.

    7. Menularkan virus COVID-19

    Pengetahuan vaksin Universitas Oxford sudah menjelaskan bahwa vaksin Oxford dan AstraZeneca memproduksi vaksin dengan bahan aktif dari adenovirus yang sudah dimodifikasi.

    Virus ini berguna untuk mengirimkan kode genetik untuk protein lonjakan COVID-19. Jadi virus yang ada di dalam vaksin itu tidak mengandung virus hidup dan diproduksi, baik dari Pfizer-BioNtech maupun Moderna.

    8. Setelah divaksin, bebas dari protokol kesehatan

    Kemungkinan besar setelah divaksin akan tetap bisa terinfeksi virus COVID-19. Karena itu, tetap waspada dan jangan menyepelekan protokol kesehatan.

    Vaksin COVID-19 berpengaruh manjur sebanyak 70%. Artinya, Sahabat akan tetap bisa terinfeksi virus COVID-19 dan bukan berarti virus COVID-19 tidak bisa masuk dalam tubuh atau mati, semua tergantung kondisi tubuh atau imunitas masing-masing.

    Baca Juga: Mengapa Tubuh Masih Terpapar Virus Meski Sudah Divaksin?

    Para ahli harus memberikan klarifikasi langsung dan pemahaman awam kepada masyarakat berupaya untuk menghindari informasi mitos seputar vaksin yang salah dan tidak masuk akal, karena masih ada sedikit dari masyarakat yang meragukan keamanan dalam vaksin COVID-19 tersebut yang masih dalam tahap percobaan.

    Mitos seputar vaksin masih banyak sekali beredar di kalangan masyarakat, dan masyarakat harus pandai-pandai memilah informasi secara detail dan masuk akal, tinggalkan informasi yang tidak masuk akal dan harap berhati-hati untuk menyebarkan informasi yang tidak pasti.  

    Produk Terkait: Chat Dokter 24 Jam

    Untuk informasi mengenai vaksin ini Sahabat bisa konsultasi langsung dengan para dokter di Prosehat selama 24 jam. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. COVID-19 W. Mitos Vaksin Salah, Faktanya Vaksin Aman – Berita Terkini | Covid19.go.id [Internet]. covid19.go.id. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://covid19.go.id/p/berita/mitos-vaksin-salah-faktanya-vaksin-aman
    2. 5 Mitos vs Fakta Seputar Vaksin Covid-19 | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20210108/106/1340298/5-mitos-vs-fakta-seputar-vaksin-covid-19
    3. Azizah K. Vaksinasi COVID-19 Sebentar Lagi, Mitos Soal Vaksin Ini Tak Perlu Dipercaya [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5214208/vaksinasi-covid-19-sebentar-lagi-mitos-soal-vaksin-ini-tak-perlu-dipercaya
    4. Mitos Vaksin Covid-19: Ubah DNA Manusia hingga Menularkan Virus [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4465139/mitos-vaksin-covid-19-ubah-dna-manusia-hingga-menularkan-virus
    5. Media K. Perlu Tahu, Ini Penjelasan WHO soal Mitos dan Fakta Vaksin Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/08/190300365/perlu-tahu-ini-penjelasan-who-soal-mitos-dan-fakta-vaksin-covid-19?page=all

     

    Read More
  • Vaksinasi Covid-19 di  Indonesia sudah dimulai sejak Januari 2021. Presiden Joko Widodo merupakan orang pertama di Indonesia yang divaksin. Setelahnya barulah para pejabat tinggi negara lainnya, influencer, dilanjutkan dengan tenaga kesehatan pada 14 Januari 2021, dan kemudian lansia pada 8 Februari 2021. Meski pemerintah sudah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 ini aman dan halal, tetap saja […]

    Benarkah Vaksin Covid-19 Menyebabkan Kemandulan?

    Vaksinasi Covid-19 di  Indonesia sudah dimulai sejak Januari 2021. Presiden Joko Widodo merupakan orang pertama di Indonesia yang divaksin. Setelahnya barulah para pejabat tinggi negara lainnya, influencer, dilanjutkan dengan tenaga kesehatan pada 14 Januari 2021, dan kemudian lansia pada 8 Februari 2021. Meski pemerintah sudah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 ini aman dan halal, tetap saja selalu ada rumor yang meragukan keamanan vaksin tersebut.

    vaksin covid-19 menyebabkan kemandulan

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu?

    Hal terakhir adalah disebut bahwa vaksin Covid-19 akan membuat kemandulan pada wanita karena adanya kandungan yang dapat menyerang protein penting yang dibutuhkan bagi perkembangan plasenta, organ yang berkembang selama kehamilan untuk memberikan oksigen dan nutrisi pada bayi. Anggapan ini tentu saja akan memberikan ketakutan pada wanita terutama wanita hamil sehingga enggan divaksin. Padahal, pemerintah tengah berupaya melakukan vaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok minimal 70% sesuai dengan jumlah penduduk Indonesia yang  berjumlah 271,34 juta jiwa berdasarkan sensus penduduk 2020.

    Anggapan ini tentu saja akan menyulitkan upaya pemerintah. Tak hanya jumlah penduduk yang banyak untuk mencapai kekebalan kelompok, tetapi juga distribusi vaksin itu harus merata di 34 provinsi.

    Tanggapan WHO

    Anggapan tersebut tentu saja cukup meresahkan sehingga WHO sebagai Badan Kesehatan Dunia harus turun tangan untuk dapat menyangkal anggapan tersebut. Dalam sebuah cuitan di Twitter, WHO melalui dr. Kate O’Brien, Direktur Program Imunisasi, menyatakan bahwa anggapan tersebut keliru sehingga tidak benar jika vaksin Covid-19 dapat menyebabkan kemandulan. Sebab, sejauh ini berdasarkan beragam studi yang ada telah menunjukkan bahwa vaksin yang telah mendapat izin terbukti dapat memberikan efek perlindungan serta dapat mencegah infeksi yang menimbulkan gejala sedang hingga parah.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Lalu Bagaimana dengan Tanggapan dari Para Dokter?

    Senada dengan WHO, para dokter, juga ilmuwan menyatakan bahwa vaksin Covid-19 menyebabkan mandul itu tidak benar. Dilansir dari Tempo, Michael Cackovic, dokter spesialis kandungan di Pusat Medis Wexner Universitas Ohio, menyatakan bahwa vaksin membuat mandul hanya karena adanya berita mengenai kandungan vaksin yang mengandung protein lonjakan atau syncytin-1 tidaklah benar sebab lonjakan Covid-19 sama sekali tidak mirip dengan syncytin-1.

    Ia menegaskan tidak ada alasan untuk percaya memblokir syncytin-1 menyebabkan kemandulan. Hal seripa diungkapkan pakar penyakit menular di Johns Hopkins Centre for Health Security, Amesh  A. Adalja. Intinya, tidak ada bukti sama sekali bahwa vaksin Covid-19 sangat berdampak pada kesuburan wanita.

    American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) juga menyetujui hal tersebut, dam merekomendasikan vaksinasi bagi indivudu yang berusaha untuk hamil atau sedang mempertimbangkan hamil dan memenuhi kriteria untuk vaksinasi. Sahabat tidak perlu menunda kehamilan setelah menyelesaikan kedua dosis vaksin Covid-19.

    Meski begitu, dokter spesialis penyakit menular di Sekolah Kedokteran Universitas Vanderbilt, William Schaffner, mendesak wanita yang ingin hamil untuk mempertimbangkan risiko tidak mendapatkan vaksinasi. Risiko itu adalah potensi penyakit parah dan persalinan prematur jika sedang hamil. Ia juga menyarankan bagi setiap wanita untuk berbicara kepada dokter langsung mengenai aman-tidaknya vaksin bagi wanita hamil, dan bukan dari internet.

    Baca Juga: Inilah 7 Tips Aman Hamil di Masa Pandemi

    Demikianlah mengenai anggapan bahwa vaksin Covid-19 itu menyebabkan kemandulan itu salah dan hoaks. Bagi Sahabat untuk tetap mendapatkan informasi-informasi terpercaya soal vaksin Covid-19 sehingga hal tersebut akan meyakinkan Sahabat bahwa vaksin itu baik dan perlu karena dapat melindungi diri sendiri dan orang lain. Untuk mendapatkan informasi-informasi yang valid tersebut Sahabat bisa berkonsultasi 24 jam dengan dokter di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Anwar F. WHO Bantah Rumor Vaksin COVID-19 Bisa Bikin Mandul [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5365327/who-bantah-rumor-vaksin-covid-19-bisa-bikin-mandul
    2. Media K. Jumlah Penduduk Indonesia Terkini Mencapai 271,34 Juta Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://money.kompas.com/read/2021/01/22/090554926/jumlah-penduduk-indonesia-terkini-mencapai-27134-juta?page=all
    3. Media K. Perlu Tahu, Ini Penjelasan WHO soal Mitos dan Fakta Vaksin Covid-19 [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/08/190300365/perlu-tahu-ini-penjelasan-who-soal-mitos-dan-fakta-vaksin-covid-19
    4. Widiyarti Y. Vaksin Covid-19 Bikin Mandul? Simak Penjelasan Pakar [Internet]. Tempo. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://gaya.tempo.co/read/1421877/vaksin-covid-19-bikin-mandul-simak-penjelasan-pakar
    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com