Fakta Apa Mitos: Minum Air Es dapat Menyebabkan Sakit Jantung

Penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian secara global. Menurut WHO, penyakit ini merenggut nyawa 17,9 juta jiwa di dunia. Lalu, di Indonesia menurut data 2014, penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah stroke, sekitar 12,9%. Tentu tidak main-main ya, penyakit jantung ini.

Mengapa seseorang dapat terkena penyakit jantung?Hal ini karena adanya beberapa faktor risiko yang dapat dikontrol atau tidak yang dapat meningkatkan kejadian penyakit jantung. Faktor risiko yang tidak dapat dikontrol antara lain usia (semakin tua, semakin berisiko), jenis kelamin (pria lebih berisiko), riwayat pada keluarga ada yang pernah terkena penyakit jantung, dan keadaan setelah menopause. Kemudian, faktor risiko yang dapat dikontrol antara lain adalah merokok, kegemukan, kadar kolesterol darah yang tinggi, kurangnya aktivitas fisik, hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol, dan buruknya pengelolaan stress dan emosi.

Lalu, apakah benar minum es dapat menyebabkan sakit jantung?Hati-hati ya Sobat. Beberapa waktu lalu sempat beredar pesan berantai mengenai bahaya minum es bagi kesehatan jantung. Faktanya, berita itu TIDAK BENAR. Belum ada penelitian yang menunjukkan hubungan antara konsumsi es dengan air dingin.

Baca Juga: 5 Cara Diet Sehat Alami

Menurut ahli, sistem pencernaan kita memiliki cara kerja tersendiri dalam menyeimbangkan temperatur. Bila kita mengonsumsi makanan yang terlalu panas, maka tubuh akan lebih mendinginkannya, begitu pula bila kita mengonsumsi es, tubuh akan menghangatkannya. Bahkan, ada yang mengatakan bahwa tubuh akan menjaga temperatur inti tetap di 37°C. Jadi, bukan lihat suhunya, tapi lihatlah kandungan yang ada pada makanan Sobat.

Agar Sobat terhindar dari penyakit jantung, mari dari sekarang mulai beralih ke hidup yang lebih sehat dengan cek kesehatan berkala, jauhi rokok dan alkohol, perbanyak aktivitas fisik, makan makanan sehat dan tidak lupa istirahat yang cukup dan kelola stress Sobat. Salam Sehat!

instal aplikasi prosehat

Referensi:

  1. Cardiovascular Disease (CVD). 2017. Available at: who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/cardiovascular-diseases-(cvds)
  2. Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat,Kementerian Kesehatan RI. Penyakit jantung penyebab kematian tertinggi, Kemenkes ingatkan CERDIK. 2017. Available at: depkes.go.id/article/view/17073100005/penyakit-jantung-penyebab-kematian-tertinggi-kemenkes-ingatkan-cerdik-.html
  3. Risk factors for heart disease. 2018. Available at: webmd.com/heart-disease/risk-factors-heart-disease#1
  4. Anderson J. Your digestion could be a matter of degree. 2013. Available at: everydayhealth.com/digestive-health/your-digestion-could-be-a-matter-of-degree.aspx
Read More