Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ menyusui”

  • Vaksinasi terbukti dapat menurunkan angka penyakit, angka kecacatan dan kematian dari berbagai penyakt infeksi. Sebuah penelitian vaksin terbaru untuk melindungi 13 penyakit mengemukakan bahwa vaksin dapat mencegah 20 juta kasus penyakit dan lebih dari 40 ribu kematian. Vaksin bukan hanya memberikan perlindungan bagi individu, tetapi dapat memberikan perlindungan komunitas dengan mengurangi penyebaran penyakit pada populasi. […]

    Vaksinasi untuk Ibu Menyusui

    Vaksinasi terbukti dapat menurunkan angka penyakit, angka kecacatan dan kematian dari berbagai penyakt infeksi. Sebuah penelitian vaksin terbaru untuk melindungi 13 penyakit mengemukakan bahwa vaksin dapat mencegah 20 juta kasus penyakit dan lebih dari 40 ribu kematian. Vaksin bukan hanya memberikan perlindungan bagi individu, tetapi dapat memberikan perlindungan komunitas dengan mengurangi penyebaran penyakit pada populasi.

    Vaksinasi pada ibu menyusui sangat penting. Pada saat hamil, antibodi ibu melewati plasenta ke bayi yang sedang tumbuh selama akhir kehamilan sehingga dapat memberikan bayi perlindungan pasif paling signifikan selama beberapa minggu kehidupannya. Setelah bayi lahir, antibodi yang diproduksi oleh wanita menyusui yang telah divaksinasi dikeluarkan dalam ASI. Kemungkinan vaksin memberikan perlindungan bagi bayi setelah tertelan bayi tergantung pada jenis vaksin yang diterima dan faktor ibu yang mempengaruhi fungsi sistem kekebalan tubuh seperti gen, usia dan kesehatan.

    apakah menyusui menyebabkan osteoporosis prosehat

    Beberapa vaksin aman diberikan pada ibu menyusui, antara lain:

    • Vaksin yang inaktif (vaksin hepatitis A, HPV, Japanese Enchepalitis, Polio (IPV), dan rabies),
    • Vaksin yang berisi virus hidup yang dilemahkan (vaksin influenza, MMR, varisela, tifoid/Ty21A),
    • Vaksin rekombinan (hepatitis B, meningokokal meningitis/MenB),
    • Vaksin konjugasi (meningitis (MPSV4 danMenACWY), pneumokokal (PCV13)),
    • Vaksin polisakarida (Pneumokokal (PPSV23) dan tifoid/ViCPS)
    • Vaksin toksoid (Tdap/Td)

    Meskipun beberapa vaksin ada yang berisi virus hidup yang dilemahkan, sebagian tidak dieksresikan di ASI. Vaksin rubella dapat dieksresikan di ASI, tetapi virusnya tidak menginfeksi bayi, bila infeksi terjadi bayi dapat menoleransinya karena virusnya dilemahkan.

    Pemberian vaksin variola (smallpox) dan yellow fever  pada ibu hamil harus ditunda karena adanya kemungkinan transmisi virus ke janin yang dikandung. Meskipun begitu, bila ibu menyusui tidak dapat menunda kepergiannya ke daerah endemis, maka pemberian vaksin ini diperbolehkan.

    Nah, Sahabat tidak ada alasan lain lagi kan yang dapat menunda Bunda menyusui untuk mendapatkan vaksinasi. Ingat, penyakit pada ibu menyusui dan bayi dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi. Segera konsultasikan dengan dokter Sahabat mengenai cara pemberian vaksinasi ibu menyusui. Salam sehat!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Orenstein WA, Ahmed R. Simply put: vaccination saves life. Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 2017;114(16).
    2. Immunisation Advisory Center The University of Auckland. Immunisation and breastfeeding. [Internet]. Available at: immune.org.nz/sites/default/files/AdministrationBreastfeedingImac20160820V02Final_1.pdf
    3. Center for Disease Control and Prevention. Vaccination safety for breastfeeding mothers. 2018. [Internet]. Available at: cdc.gov/breastfeeding/breastfeeding-special-circumstances/vaccinations-medications-drugs/vaccinations.html
    Read More
  • Moms, saat ini Anda sedang menyusui si kecil? Ya, ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. Anak Anda sangat beruntung bila bisa mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan. Lebih beruntung lagi jika pemberian ASI bertahan hingga 2 tahun. Saat menyusui, Moms perlu mengasup makanan bernutrisi. Sebab, makanan yang Moms asup akan menentukan kualitas ASI dan secara […]

    7 Kiat Meningkatkan Nutrisi Ibu Menyusui

    Moms, saat ini Anda sedang menyusui si kecil? Ya, ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. Anak Anda sangat beruntung bila bisa mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan. Lebih beruntung lagi jika pemberian ASI bertahan hingga 2 tahun.

    Saat menyusui, Moms perlu mengasup makanan bernutrisi. Sebab, makanan yang Moms asup akan menentukan kualitas ASI dan secara langsung akan memengaruhi daya tahan tubuh bayi serta kesehatannya. Sebagian dokter menyarankan untuk menambah asupan ibu menyusui sebanyak 500 kalori per hari. Namun, jangan fokus hanya pada jumlah kalorinya!. Moms juga perlu memahami kandungan nutrisi atau gizinya. Itu lebih baik! Asupan yang seperti apa?

    Yuk, tingkatkan kebutuhan nutrisi ibu menyusui dengan asupan berikut:

    1. Salmon

    Salmon sangat kaya akan DHA (Asam dokosaheksaenoat) yang merupakan asam lemak tak jenuh rantai panjang golongan omega-3. DHA sangat penting untuk perkembangan sistem saraf bayi.

    Memang, semua ASI mengandung DHA. Namun, kadar DHA pada ASI ditemukan lebih tinggi pada ibu yang mengonsumsi makanan kaya DHA daripada yang tidak mengonsumsi. Tak hanya itu, DHA juga bagus untuk menstabilkan suasana hati Anda. Studi menunjukkan, hal ini mungkin berperan dalam mencegah depresi postpartum.

    Meski begitu, FDA (Food and Drug Administration) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat merekomendasikan bahwa wanita menyusui setidaknya boleh makan 12 ons salmon, atau setara dengan dua porsi utama, per minggu. Alasannya adalah untuk membatasi jumlah merkuri pada bayi baru lahir Anda, walaupun sebenarnya tingkat merkuri dalam salmon dianggap rendah bila dibandingkan ikan mackerel atau todak.

    2. Sayuran Hijau (Daun Katuk, Bayam dan Brokoli)

    Sayuran hijau seperti daun katuk, bayam dan brokoli kaya akan vitamin A yang baik untuk Moms maupun bayi. Tak cukup di situ, sayuran hijau adalah sumber kalsium non-susu yang baik dan mengandung vitamin C serta zat besi, mengandung antioksidan tinggi, rendah kalori dan baik untuk kesehatan jantung.

    Daun katuk (Sauropus androgynus), adalah yang paling sering direkomendasikan sebagai makanan sehat bagi ibu menyusui. Bagaimana tidak, daun katuk memiliki sejumlah kandungan yang memperlancar dan meningkatkan ASI, seperti efedrin, vitamin A, B, C, K dan pro vitamin A (betakaroten), Mangaan, Kalsium, serat, Fosfor, dan zat besi serta berfungsi sebagai antioksidan.

    Dalam Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan tahun 2004 yang dilaporkan oleh Sa’roni dan kolega, tercatat bahwa ekstrak daun katuk bisa meningkatkan kuantitas produksi ASI hingga 50,7 persen. Wah!

    Dalam mengonsumsi daun katuk, Moms bisa mengolahnya dengan berbagai cara. Misalnya membuat tumis katuk, sayur sup, atau bisa pula dengan cara membuat jus daun katuk. Namun perlu diingat, saat Anda merebus daun katuk, jangan terlalu lama sebab akan menghilangkan kandungan gizinya.

    3. Lemak Sehat

    Tak semua lemak jahat. Lemak baik seperti lemak mono dan polyunsaturated, justru bermanfaat bagi tubuh. Sumber dari “lemak sehat” ini bisa ditemukan antara lain pada minyak kanola, minyak zaitun, dan ikan berlemak (seperti salmon) serta alpukat, zaitun, kacang, dan biji-bijian.

    Batasi lemak jenuh dan hindari lemak trans karena dapat meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah. Saat Moms berbelanja di supermarket, cermatlah membaca kemasannya. Biasanya, lemak jenuh dan lemak trans tercantum pada label nutrisi produk. Lemak jenuh antara lain terdapat pada daging tinggi lemak, susu, minyak tropis (seperti minyak kelapa sawit), mentega, dan lemak daging.

    Selain buruk untuk diet Anda, terlalu banyak lemak tidak sehat ini dapat mengubah komposisi lemak dari ASI, yang tidak baik untuk kesehatan bayi Anda. Meskipun kita tidak tahu efek jangka panjang dari lemak yang tidak sehat ini pada kesehatan jantung bayi, tapi pada orang dewasa, lemak jahat ini secara negatif memengaruhi kesehatan jantung dengan meningkatkan LDL (kolesterol jahat), menurunkan HDL (kolesterol baik), dan meningkatkan tanda-tanda peradangan.

    4. Produk Susu Rendah Lemak

    Mengonsumsi susu dan produk olahannya selama menyusui, bermanfaat untuk meningkatkan asupan kalsium yang Moms butuhkan. Baik itu yoghurt, susu, atau keju. Selain mengandung protein dan vitamin B, produk susu adalah salah satu sumber kalsium terbaik. Ini sangat dibutuhkan pada masa menyusui, sebab kalsium dalam ASI berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tulang bayi. Jadi, cobalah memasukkan setidaknya tiga cangkir susu setiap hari dalam diet harian Anda.

    5. Sereal Gandum Utuh

    Masa menyusui adalah salah satu masa paling berat yang dialami oleh para ibu pasca-melahirkan. Begadang semalaman dan sering terbangun di pagi hari, adalah makanan sehari-hari.

    Nah, setelah menghabiskan satu malam dengan sedikit tidur – bahkan kadang tanpa tidur – Moms perlu meningkatkan energi Anda di pagi hari. Salah satu makanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah dengan sarapan sehat sereal gandum utuh.

    Saat ini, banyak kandungan sereal yang diperkaya dengan vitamin dan nutrisi penting untuk membantu Moms memenuhi kebutuhan harian Anda. Siapkan sarapan sehat berupa sereal hangat. Tambahkan buah seperti blueberry dan susu skim ke dalam oatmeal Anda sehingga terasa semakin lezat dan bergizi.

    6. Air Putih

    Ibu menyusui berisiko mengalami dehidrasi. Pastikan Moms tetap terhidrasi dengan baik untuk menjaga tingkat energi dan produksi susu. Moms bisa memenuhi kebutuhan cairan Anda dengan minum banyak air putih. Moms juga bisa menggantinya sebagian dengan jus buah dan susu.

    Tapi, sebaiknya batasi minuman berkafein seperti kopi atau teh. Sebab, kafein yang Anda minum, ketika memasuki aliran darah ibu menyusui, kurang dari satu persennya akan masuk ke dalam ASI. Jumlah kafein yang masuk ke dalam ASI tersebut akan terakumulasi beberapa jam setelah dikonsumsi. Bila ASI yang mengandung kafein diminum bayi, ia akan menjadi lebih rewel, gelisah dan tidur tak nyenyak yang merupakan efek negatif dari kafein tadi.

    7. Kacang-kacangan dan Biji-Bijian

    Kacang-kacangan dan biji-bijian adalah makanan yang baik bagi kesehatan ibu menyusui dan bayi. Kedua jenis makanan ini mengandung serat, protein, vitamin B, E, dan mineral yang bermanfaat bagi tumbuh kembang bayi.

    Demikianlah beberapa asupan yang dapat meningkatkan kebutuhan nutrisi ibu menyusui. Konsumsilah makanan terbaik demi buah hati Anda.Untuk informasi kesehatan lain, kini tak perlu repot. Anda bisa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Moms yang ingin mencari produk kesehatan, bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. 7 foods to increase breast milk production [Internet]. Today’s Parent. 2018 [cited 17 September 2018]. Available from: todaysparent.com/baby/breastfeeding/7-foods-to-boost-your-breastmilk/
    2. Basics B. Diet for a healthy breastfeeding mom | BabyCenter [Internet]. BabyCenter. 2018 [cited 17 September 2018]. Available from: babycenter.com/0_diet-for-a-healthy-breastfeeding-mom_3565.bc
    3. Cold F, Health E, Disease H, Management P, Conditions S, Problems S et al. 12 Foods for New Moms [Internet]. WebMD. 2018 [cited 17 September 2018]. Available from: webmd.com/parenting/baby/breast-feeding-diet#1
    4. Healthy Food for mothers during breastfeeding period [Internet]. Parental Baby Care. 2018 [cited 17 September 2018]. Available from: parentalbabycare.com/healthy-food-for-mothers
    5. Media, K. (2018). Makanan Ibu Menyusui Harus Banyak Nutrisi Bukan Kalori – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: lifestyle.kompas.com/read/2014/01/21/1502522/Makanan.Ibu.Menyusui.Harus.Banyak.Nutrisi.Bukan.Kalori [Accessed 17 Sep. 2018].
    6. 10 Foods to Avoid While Breastfeeding [Internet]. Mom365.com. 2018 [cited 17 September 2018]. Available from: mom365.com/baby/breastfeeding/10-foods-to-avoid-while-breastfeeding

    Read More
  • ASI merupakan komponen penting bagi Moms yang menyusui. Payudara sebagai organ yang berperan dalam pembentukan ASI juga penting untuk dirawat agar produksi ASI tidak terhambat. Moms  seringkali mengalami beberapa masalah seputar payudara pada saat menyusui seperti saluran ASI tersumbat, puting payudara nyeri atau lecet, peradangan pada payudara (mastitis), dan pembengkakan payudara (breast engorgement). Pembengkakan payudara […]

    Pijat Payudara pada Bunda Menyusui, Efektifkah?

    ASI merupakan komponen penting bagi Moms yang menyusui. Payudara sebagai organ yang berperan dalam pembentukan ASI juga penting untuk dirawat agar produksi ASI tidak terhambat. Moms  seringkali mengalami beberapa masalah seputar payudara pada saat menyusui seperti saluran ASI tersumbat, puting payudara nyeri atau lecet, peradangan pada payudara (mastitis), dan pembengkakan payudara (breast engorgement).

    Pembengkakan payudara dapat terjadi karena tidak aktifnya hisapan bayi, puting susu terbenam atau terlalu panjang, posisi menyusui yang tidak benar, hingga pengosongan payudara yang tidak sempurna, sehingga menyebabkan penyempitan saluran susu (duktus laktiferus). Bendungan ASI ini menyebabkan payudara menjadi keras pada perabaan, rasa panas, sehingga bayi menjadi sulit menyusu. Kemudian payudara yang membengkak akan terasa lebih asin karena kadar sodiumnya lebih tinggi akibat peradangan dan pembengkakan, sehingga sering menyebabkan si Kecil tidak mau menyusui.

    Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengatasi payudara yang membengkak, antara lain kompres es, memakai bra khusus untuk mengurangi bengkak, pemberian obat anti nyeri, serta pemijatan pada payudara. Nah Moms, cara yang terakhir cukup efektif dalam mengurangi pembengkakan payudara akibat bendungan ASI. Bagaimana caranya? Yuk, kita simak lebih lanjut.

    Baca Juga: 6 Mitos dan Fakta Seputar Imunisasi

    Pemijatan payudara akibat bendungan ASI merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi pembengkakan pada payudara, sehingga produksi ASI tidak terhambat. Sotomi Oketani merupakan orang Jepang pertama yang mempopulerkan pijat Oketani yang dapat memberikan rasa nyaman pada ibu menyusui. Pijat Oketani membuat areola dan puting payudara menjadi lebih elastis dan payudara menjadi lebih lembut serta lancarnya aliran susu karena penekanan pada alveoli (kantung penampung susu).

    Baca Juga: Imunisasi Polio Suntik VS Tetes

    Karakteristik Pijat Oketani antara lain menimbulkan rasa nyaman dan tidak menimbulkan nyeri, Moms dapat merasa pulih dan lega, mencegah luka pada puting payudara dan mastitis, memperbaiki kelainan bentuk puting payudara, meningkatkan proses laktasi, dan tentunya meningkatkan kualitas ASI. Penasaran bukan bagaimana caranya, Moms? Mari kita lihat gambarnya di bawah ini.

    Langkah A1 :

    Mendorong area C dan menariknya ke atas (arah A1) dan B2 dengan menggunakan ketiga jari tangan kanan dan jari kelingking tangan kiri ke arah bahu.

    Langkah A2:

    Mendorong ke arah C 1-2 dan menariknya ke atas dari bagian tengah A (1-2) dengan menggunakan jari kedua tangan ke arah ketiak kiri.

    Langkah A3:

    Mendorong C (2) dan menariknya ke atas A(3) dan B (1) dengan menggunakan jari dan ibu jari tangan kanan dan jari ketiga tangan kiri menempatkan ibu jari di atas sendi kedua dari jempol kanan. Kemudian mendorong dan menarik sejajar dengan payudara yang berlawanan. Mendorong dan menarik nomor (1), (2) dan (3) digunakan untuk memisahkan bagian keras dari payudara dari fasia dari otot dada utama. .

    Langkah A4:

    Menekan seluruh payudara menuju pusar, menempatkan ibu jari kanan pada C (1), tengah, ketiga,dan jari kelingking di sisi B dan ibu jari kiri pada C (1), tengah, ketiga dan kelingking di sisi A.

    Baca Juga: Tips Memerah ASI dan Menyimpannya dengan Baik

    Langkah A5:

    Menarik payudara menuju arah praktisi dengan tangan kanan sementara dengan lembut memutar itu dari pinggiran atas untuk memegang margin yang lebih rendah payudara seperti langkah 4.

    Langkah A6:

    Menarik payudara ke arah praktisi dengan tangan kiri sambil memutarnya dengan lembut dari pinggiran atas ke pegangan margin bawah payudara seperti teknik no 5. Ini adalah prosedur yang berlawanan dengan langkah no 5.

     Langkah A7:

    Merobohkan payudara menuju arah  praktisi dengan tangan kiri sementara lembut memutar itu dari

    pinggiran atas untuk memegang margin yang lebih rendah payudara seperti manipulasi 5. Ini adalah prosedur berlawanan dengan operasi (5) . Prosedur manual (5)dan (6) adalah teknik untuk mengisolasi bagian dasar keras dari C- payudara (2) ke C (1) dari fascia pectoralis utama .

    Baca Juga: 9 Tips ASI Lancar Setelah Melahirkan

    Pijat Oketani dapat dilakukan mulai hari pertama setelah melahirkan. Pijat ini dilakukan selama 30 menit pada kedua payudara (15 menit per payudara). Keunggulan Pijat Oketani lainnya adalah dapat merangsang hormon prolaktin dan oksitosin yang berperan dalam kelancaran ASI.Wah, banyak sekali ya manfaatnya pijat ini. Jadi, sudah ingin mencoba, Moms?

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Kusumastuti, Qomar UL, Pratiwi. Efektivitas pijat oketani terhadap pencegahan bendungan ASI pada ibu post partum. The 7th University Research Colloqium 2018. STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta.
    2. Thomas P, Chhugani M, Rahman J. Varun N. Effectiveness of breast massage on mild breast engorgement, breast milk pH and suckling speed of neonate among the postnatal mothers. International Journal of Current Research.2017; 9(10): 58821-58826.
    3. Machmudah. Sukses menyusui dengan pijat Oketani. Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Universitas Muhammadiyah Semarang. 2017.

     

    Read More
  • Tugas menyusui bayi adalah tugas ibu sebagai fitrahnya. Namun, tahukah Sobat  bila Ayah memiliki peran tersendiri pada ibu menyusui? Penelitian menunjukkan bahwa ternyata sang Ayah memiliki peranan yang sangat penting dalam keberhasilan proses menyusui si Ibu.  Bagaimana Ayah dapat menunjang proses menyusui sehingga dapat berlangsung dengan baik? Yuk, mari kita pahami lebih lanjut. Gambar 1. […]

    Peranan Ayah pada Ibu Menyusui

    Tugas menyusui bayi adalah tugas ibu sebagai fitrahnya. Namun, tahukah Sobat  bila Ayah memiliki peran tersendiri pada ibu menyusui? Penelitian menunjukkan bahwa ternyata sang Ayah memiliki peranan yang sangat penting dalam keberhasilan proses menyusui si Ibu.  Bagaimana Ayah dapat menunjang proses menyusui sehingga dapat berlangsung dengan baik? Yuk, mari kita pahami lebih lanjut.

    Gambar 1. Ayah turut berperan dalam proses ibu menyusui.

    Menyusui adalah hal yang sangat penting untuk kesehatan bayi maupun kesehatan Ibu. Badan organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) menganjurkan pemberian Air Susu Ibu (ASI)  diberikan secara eksklusif minimal 6 bulan pertama kehidupan bayi atau yang disebut sebagai ASI eksklusif. ASI mengandung banyak sekali manfaat untuk bayi, mulai dari kandungan nutrisi yang lengkap, kandungan antibodi dan sel-sel imun yang diperlukan untuk menunjang daya tahan tubuh bayi yang masih belum sempurna, serta segudang nutrisi penting lainnya. ASI penting untuk membantu bayi  tumbuh dan berkembang secara optimal. Perlu diingat, semua manfaat ASI ini tidak dapat digantikan dengan susu lain semahal apapun.

    Meski demikian, pada kenyataannya masih banyak bayi yang tidak mendapatkan ASI secara optimal. Menyusui secara terus-menerus dan konsisten dipengaruhi oleh banyak sekali faktor berupa faktor sosial, psikologis, emosional, dan lingkungan. Agar Ibu dapat konsisten untuk menyusui diperlukan dedikasi dan komitmen. Namun, kita juga tidak boleh lupa, seringkali Ibu menghadapi banyak rintangan dalam memberikan ASI kepada bayinya, mulai dari urusan dalam rumah tangga yang sangat banyak, pekerjaan yang tidak dapat ditinggalkan, masalah di dalam keluarga, persoalan adat istiadat, hingga kondisi psikologis Ibu, dan berbagai macam masalah lainnya. Semua hal tersebut dapat memengaruhi Ibu untuk menyusui baik secara langsung ataupun tidak langsung.

    Lalu, bagaimana peran Ayah dalam hal ini? Nah, ternyata Ibu sangat membutuhkan dukungan (support) Ayah agar dapat melalui setiap tantangan  dalam menyusui bayinya. Jika bertanya pada Ibu, dukungan siapakah yang paling penting? Ayah adalah nama  yang pertama kali muncul, bukan petugas kesehatan, bukan anggota keluarga lain, bukan teman-teman. Jadi, Ayah harus turut ikut berperan aktif ya!

    Ayah  adalah kepala  keluarga yang berperan penting sebagai penentu sang Ibu ketika ingin menyusui bayinya kelak atau tidak, dan hal ini biasanya sudah mulai didiskusikan dan ditentukan sejak Ibu masih mengandung. Ayah yang bersikap positif dan mendukung Ibu dalam menyusui tentu akan meningkatkan semangat Ibu untuk menyusui dan keberhasilan menyusui di kemudian hari. Namun, kalau sang Ayah sudah bersikap negatif  dan kurang/tidak mendukung Ibu untuk menyusui sejak awal, maka hal tersebut akan mempengaruhi psikologis Ibu secara tidak langsung dan semangat untuk menyusui bayinya nanti.

    Bukan hanya Ibu yang harus mengetahui bahwa menyusui itu penting untuk bayinya, Ayah pun harus memiliki pengetahuan, pandangan dan pengertian yang sama. Dengan demikian, Ayah dapat memberikan dukungan lebih baik bagi Ibu. Apa saja bentuk dukungan yang dapat si Ayah berikan? Dukungan yang dapat diberikan sangatlah bervariasi, seperti ikut membantu mengurusi urusan rumah tangga dan pekerjaan Ibu, memberi dukungan emosional dan turut aktif memberi saran bagi Ibu, mendampingi Ibu dan memberi rasa nyaman dalam menyusui bayinya terutama pada saat pertama kali menyusui, ikut membantu mengurus si kecil seperti memandikan atau mengganti popok, hingga memberi dukungan penuh dalam keuangan keluarga, dan berbagai bentuk dukungan lain yang dapat diberikan. Semakin kuat dan besar dukungan Ayah bagi Ibu, maka ibu dapat menyusui semakin optimal, durasi menyusui pun lebih lama, konsisten serta kontinu. Penelitian pun menunjukkan, dukungan Ayah yang baik tidak hanya memiliki pengaruh positif  pada ibu, sang bayi pun ternyata akan lebih sehat, pertumbuhan dan perkembangannya akan lebih baik dan optimal.

    Wah, peranan Ayah ternyata sangat diperlukan  untuk mendukung sang Ibu. Ternyata Ayah tidak boleh hanya diam saja dan bersikap pasif, atau bahkan tidak mendukung. Oleh karena itu, setelah membaca tulisan ini, setiap Ayah diharapkan dapat mengetahui betapa pentingnya menyusui dan dapat ikut turut serta berperan aktif mendukung sang Ibu secara penuh dalam menyusui bayinya.

    Gambar 2. Poster WHO mengenai peranan Ayah dalam menyusui.

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Datta, J., Graham, B., &Wellings, K. The role of fathers in breastfeeding: decision-making and support. British Journal of Midwifery. 2012;20(3);159–67.
    2. Tohotoa, J., Maycock, B., Hauck, Y. L., Howat, P., Burns, S., &Binns, C. W. Dads make a difference: an exploratory study of paternal support for breastfeeding in Perth, Western Australia. International Breastfeeding Journal. 2009;4;1–9.
    3. Brown A. Father’s experience of supporting breastfeeding: challenges for breastfeeding promotion and education. Maternal Child and Nutrition. 2014; 10: 510-526.
    4. Abu-Abbas MW, Kasssab M, Shelash K. Fathers and breastfeeding process: determining their role and attitudes.2016; 12 (18)
    5. Rempel, L. A., &Rempel, J. K. The breastfeeding team: The role of involved fathers in the breastfeeding family. Journal of Human Lactation. 2011;27(2);115–21.
    6. Mithani, Y., Premani, Z. S.,Kurji, Z., & Rashid, S. Exploring Fathers’ Role in Breastfeeding Practices in the Urban and Semiurban Settings of Karachi, Pakistan. The Journal of Perinatal Education. 2015;24(4);249–60.
    Read More
  • Halo ibu! Bagaimana kabar Anda setelah akhirnya sang buah hati lahir? Semoga ibu selalu sehat dan Anda pun tidak melupakan kesehatan buah hati ya. Dan sebaiknya, walaupun Anda bekerja atau sibuk dengan urusan lainnya, Anda tetap memberikan ASI sebagai asupan gizi terbaik bayi. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengerti cara memerah ASI dan menyimpannya. Ingin […]

    Tips Memerah ASI dan Menyimpannya dengan Baik

    Halo ibu! Bagaimana kabar Anda setelah akhirnya sang buah hati lahir? Semoga ibu selalu sehat dan Anda pun tidak melupakan kesehatan buah hati ya. Dan sebaiknya, walaupun Anda bekerja atau sibuk dengan urusan lainnya, Anda tetap memberikan ASI sebagai asupan gizi terbaik bayi. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengerti cara memerah ASI dan menyimpannya. Ingin tahu bagaimana cara memerah ASI yang baik dan benar, serta cara menyimpannya? Simak yang berikut ini:

    memerah asi

    Memerah ASI dapat menggunakan cara manual (menggunakan tangan) ataupun mekanis (menggunakan pompa air susu yang dijual di pasaran). Sebelum mulai memerah ASI, cucilah kedua tangan Anda dan pastikan peralatan (pompa, cangkir bermulut lebar untuk menampung ASI sementara, botol kaca untuk menyimpan ASI) telah dalam keadaan steril.

    Manual:

    1. Kompreslah kedua payudara dengan air hangat (+15 menit)
    2. Pijatlah payudara secara ringan ke arah bawah dan lakukan gerakan melingkar ke arah puting susu
    3. Tempatkan tangan di tepi areola (area sekitar puting susu yang berwarna lebih gelap)salah satu payudara, posisi ibu jari berlawanan dengan jari telunjuk
    4. Tekan tangan ke arah dada, tekan ibu jari dan telunjuk secara lembut dan bersamaan pada tepi areola. Ulangi secara teratur dan putarlah jari secara perlahan di sekeliling payudara agar tekanan mengenai seluruh saluran air susu dan seluruh ASI bisa dikeluarkan
    5. Letakkan cangkir bermulut lebar di bawah payudara yang diperah untuk menampung air susu yang menetes
    6. Teruskan dengan memerah payudara yang sebelahnya. Jika diperlukan, setelah memerah payudara kedua, dapat kembali ke payudara pertama lagi. Hal ini dapat dilakukan bila payudara masih terasa berat dan penuh dengan air susu. Pijatlah payudara di antara waktu-waktu pemerahan
    7. Jangan meremas payudara atau menggosok dan menekan puting dengan kasar agar tidak melukai jaringan payudara
    8. Biasanya diperlukan waktu sekitar 30 menit untuk memerah kedua payudara, dan mungkin dibutuhkan waktu yang lebih lama bila Anda belum terbiasa. Oleh karena itu, bersabarlah dan tidak usah frustrasi bila air susu tidak mengalir deras
    9. Mengalirnya air susu dipengaruhi oleh hormon oksitosin yang dapat muncul bila ibu merasa rileks. Melihat benda-benda yang mengingatkan ibu pada bayinya atau menelpon rumah untuk mendengarkan suara bayi dapat membantu ibu lebih rileks dan mempermudah keluarnya air susu

    Menggunakan Pompa:

    Perhatikanlah instruksi penggunaan yang terlampir saat membeli pompa air susu. Bersihkanlah pompa sebelum dan sesudah penggunaan, atau disterilkan sesuai instruksi penggunaan.

    1. Basahilah bagian dalam cup tabung yang ditempelkan pada payudara dengan air hangat. Tekan pompa, tempelkan cup tersebut ke payudara dengan benar, kemudian lepaskan tekanan pada pompa agar payudara menempel dengan erat
    2. Tekan pompa dengan tangan sampai air susu mengalir. Saat aliran telah berubah menjadi tetesan, lepaskan cup dengan hati-hati, dan bersihkan payudara dengan kain kering
    3. Pindahkan pompa ke payudara sebelahnya dan lakukan prosedur yang sama. Anda dapat melakukannya berulang-ulang secara bergantian pada kedua payudara

    Setelah selesai memerah ASI, bersihkanlah payudara dengan lap bersih sebelum kembali berpakaian. Pindahkanlah ASI perah dari wadah sementara ke dalam botol kaca atau botol khusus ASI dan tutuplah dengan rapat.

    Untuk cara penyimpanan ASI, sebelumnya pastikan kedua tangan Anda dalam keadaan steril. Cucilah tangan dengan sabun dan simpan ASI perah dalam freezer. Jangan lupa untuk mengingat beberapa hal ini sebelum menyimpan ASI ke dalam freezer:

    • Berikanlah label pada botol bertuliskan tanggal dan jam ASI diperah, agar ASI dapat digunakan sebelum kandungannya rusak.
    • ASI yang baru saja diperah, atau sering disebut ASI perah (ASIP) segar, dapat bertahan sekitar 6-8 jam dalam suhu ruangan (19 – 25oC).
    • Bila ASI masih berupa kolostrum, yaitu ASI kental berwarna kekuningan yang keluar pada hari-hari pertama setelah persalinan, dapat bertahan dalam suhu ruang hingga 12 jam.
    • Dalam cooler box (4-15oC) yang dijaga tetap tertutup, ASIP bisa bertahan 24 jam. Bila ASIP segar disimpan dalam kulkas bersuhu 0-4o C, ASIP dapat bertahan selama 5-8 hari.
    • ASIP yang disimpan dalam freezer akan bertahan lebih lama; freezer pada kulkas 1 pintu memberikan waktu simpan hingga 2 minggu, sedangkan dalam freezer kulkas 2 pintu, ASIP bisa bertahan hingga 6 bulan.
    • Simpanlah botol ASIP pada kulkas bagian dalam paling belakang, yang suhunya paling dingin. Jangan menyimpan ASIP di bagian pintu kulkas, karena suhunya kurang stabil.
    • Wadah yang digunakan untuk menyimpan ASIP sebaiknya yang terbuat dari kaca, agar lemak dari ASI tidak mudah tertinggal menempel pada dinding wadah.
    • Isilah botol-botol itu dengan ASI sejumlah yang akan habis dalam satu kali minum oleh bayi, sebab ASIP yang telah dihangatkan, tidak boleh dibekukan kembali.
    • ASI tidak boleh direbus.
    • Untuk menghangatkannya, isilah sebuah mangkok dengan air panas, dan letakkan botol kaca berisi ASIP di dalamnya.
    • ASIP beku juga dapat disimpan dalam kulkas biasa dulu selama 24 jam agar mencair, sebelum dihangatkan dan diberikan pada bayi menggunakan sendok.
    • Gunakanlah ASIP dimulai dari botol yang tanggal pemerahannya lebih awal.

    Demikianlah cara memerah dan menyimpan ASI, cukup sederhana bukan? Berjauhan dengan bayi dan memiliki segudang aktivitas tidak lagi menjadi penghalang untuk memberikan ASI. Mari segera praktekkan!

    Referensi:

    • TanyaDok.com: Memompa dan Menyimpan ASI
    • TanyaDok.com: Pompa ASI Solusi Wanita Menyusui yang Bekerja
    • TanyaDok.com: Cara Menyimpan ASI Perah dengan Tepat
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja