Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ memantau dengan WISH Health Smartwatch”

  • Pemerintah telah melonggarkan aturan di masa pandemi Covid-19. Saat ini pemerintah telah mengizinkan tempat wisata dan hiburan beroperasi kembali. Baca Juga: Penerapan Protokol Kesehatan di Bioskop dan Area Bioskop Walaupun telah dibuka, tempat wisata dan hiburan tetap dibatasi dan disesuaikan dengan keadaan saat ini, tentunya dengan penerapan prokol kesehatan (Prokes) di tempat wisata dan hiburan. […]

    Seperti Apa Protokol Kesehatan Di Tempat Wisata di Masa Pandemi?

    Pemerintah telah melonggarkan aturan di masa pandemi Covid-19. Saat ini pemerintah telah mengizinkan tempat wisata dan hiburan beroperasi kembali.

    protokol kesehatan di tempat wisata

    Baca Juga: Penerapan Protokol Kesehatan di Bioskop dan Area Bioskop

    Walaupun telah dibuka, tempat wisata dan hiburan tetap dibatasi dan disesuaikan dengan keadaan saat ini, tentunya dengan penerapan prokol kesehatan (Prokes) di tempat wisata dan hiburan.

    Pemerintah Republik Indonesia (RI) secara resmi telah mengesahkan prokes di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf). Prokes tersebut disusun oleh Kemenparekraf bersama dengan pemangku kepentingan serta kementerian terkait.

    Prokes juga telah disahkan melalui KMK Nomor HK HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

    Nah, Sahabat Sehat selama kalian bepergian ke tempat wisata ataupun tempat hiburan, jangan lupa tetap menerapkan prokes agar terhindar dari virus Covid-19.

    Bagi Pengelola Tempat Wisata atau Hiburan

    Membatasi Jumlah Pengunjung Tempat Wisata

    Dalam penerapan Prokes di tempat wisata atau hiburan, pengelola wisata wajib membatasi jumlah pengunjung yang datang.

    Bahkan, pengelola tempat wisata atau hiburan disankan menggunakan sistem daring, yang artinya para pengunjung mendaftar melalui online sebelum datang langsung ke tempat wisata atau hiburan.

    Prokes di tempat wisata atau hiburan seperti ini, bisa mengendalikan atau menghindari pengunjung yang akan berkerumun di pintu masuk saat membeli tiket ataupun saat berada di dalam tempat wisata atau hiburan.

    Mengatur Jam Operasional

    Selain membatasi jumlah pengunjung, pengelola tempat wisata atau hiburan juga harus mengatur jam operasionalnya, hal tersebut biasanya mengikuti aturan dari pemerintah pusat atau pemerintah daerah masing-masing.

    Melakukan Pengawasan Ekstra

    Pengelola tempat wisata atau hiburan harus melakukan pengawasan yang lebih ekstra dibanding biasanya, terutama di titik-titik favorit pengunjung.

    Seperti contohnya di lokasi atau spot foto, jangan sampai berkerumun. Dan pastikan juga para pengunjung tetap mematuhu prokes yang ada selama berada di dalam tempat wisata atau hiburan.

    Membatasi Jumlah Fasilitas

    Apabila di tempat wisata memiliki fasilitas yang biasanya membuat pengunjung berdesakan, seperti naik kendaraan wisata atau lainnya, pengelola tempat wisata atau hiburan harus membatasinya. Jangan sampai membuat pengunjung berdesakan dan abai akan prokes di tempat wisata atau hiburan

    Mengatur Jarak Antrean

    Pengelola tempat wisata atau hiburan harus mengatur jarak antar sesama pengunjung. Bisa dilakukan dengan memberi penanda di masing-masing lantai minimal dengan jarak satu meter.

    Baca Juga: Protokol Pencegahan dan Penanganan di Tempat Kerja

    Mengoptimalkan Ruang Terbuka

    Pengelola tempat wisata atau hiburan bisa menggunakan ruang terbuka untuk tempat berjualan atau transaksi, untuk mencegah terjadinya kerumunan pengunjung.

    Menggunakan Pembatas

    Pengelola tempat wisata atau hiburan harus memberikan pembatas atau partisi di meja ataupun counter. Hal tersebut digunakan sebagai perlindungan tambahan bagi para pekerja atau sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang sedang bertugas di loket pembelian tiket.

    Sediakan Fasilitas Cuci Tangan

    Menyediakan fasilitas cuci tangan beserta sabun harus wajib dilakukan oleh pengelola tempat wisata dan hiburan. Karena mencuci tangan saat ini merupakan salah satu hal yang paling penting untuk mencegah penyebaran Covid-19.

    Sediakan Cek Suhu

    Pengelola tempat wisata atau hiburan wajib mengecek suhu para pengunjung yang datang saat di pintu masuk. Hal tersebut guna mendeteksi apakah ada pengunjung yang sakit atau tidak.

    Selain itu, pengelola tempat wisata atau hiburan juga harus memberikan edukasi terkait penerapan prokes kepada para pengunjung. Bisa melalui media banner yang terpasang di tempat wisata atau hiburan, terkait penerapan prokes.

    Bagi Pengunjung Tempat Wisata

    Pastikan Kondisi Sehat

    Sebelum Sahabat Sehat pergi ke tempat wisata atau hiburan, hal pertama yang paling penting adalah memastikan diri dalam kondisi yang sehat. Jangan sampai saat kondisi tidak sehat malah memaksakan untuk pergi ke tempat wisata atau hiburan. Hal tersebut bisa merugikan diri sendiri dan pengunjung lainnya.

    Apabila memang dalam kondisi tidak sehat atau sakit, sebaiknya istirahat di rumah saja serta istirahat yang cukup. Pastikan imunitas kembali dan tubuh fit sebelum Sahabat Sehat memutuskan untuk keluar rumah.

    Pastikan Tidak Melepas Masker

    Walaupun Sahabat Sehat sudah merasa aman keluar rumah, namun pastikan tidak melepas masker saat berada di tempat wisata.

    Karena di tempat wisata banyak orang yang tidak dikenal dan pengunjung berasal darimana saja, sehingga akan sangat sulit dilakukan tracing saat ada salah satu pengunjung yang terpapar Covid-19.

    Maka dari itu, pastikan Sahabat Sehat terus menggunakan masker selama berada di tempat wisata atau hiburan.

    Hindari Mengajak Anak dan Lansia

    Jika Sahabat Sehat ingin pergi ke tempat wisata atau hiburan, sebaiknya hindari untuk membawa anak-anak ataupun lansia. Karena anak-anak dan lansia merupakan orang yang rentan terpapar Covid-19.

    Produk Terkait: Perawatan Lansia

    Jika terpaksa mengajak anak, Sahabat Sehat bisa memberitahu sang anak agar tetap menggunakan masker saat berada di tempat wisata atau hiburan.

    Bersihkan Diri Setelah Pulang Dari Tempat Wisata

    Setelah Sahabat Sehat tiba di rumah, pastikan langsung mandi dan mengganti pakaian. Serta jangan lupa juga untuk membersihkan peralatan yang telah dibawa ke tempat wisata atau hiburan.

    Sahabat Sehat bisa membersihkan ponsel, kacamata, tas, ataupun barang-barang lainnya dengan menggunakan disinfektan. Hal tersebut dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19 melalui barang-barang yang dibawa.

    Nah, Sahabat Sehat sudah tahu kan prokes apa saja yang harus dilakukan saat berada di tempat wisata atau hiburan. Yang terpenting adalah tetap terapkan prokes 5M dimana pun Sahabat Sehat berada!

    Untuk membantu Sahabat terhindar dari  Covid-19, Sahabat bisa menggunakan jam tangan WISH yang dilengkapi dengan fitur geofencing dan terintegrasi dengan ponsel.

    Baca Juga: Berikut 5 Alat Pemantau Kesehatan yang Wajib Sahabat Punya di Masa Pandemi

    Tertarik? Segera hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. [Internet]. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/zNPZWJEk-protokol-kesehatan-yang-harus-dipatuhi-di-tempat-wisata
    2. Cegah Covid-19 di Tempat Wisata saat Libur Panjang, Lakukan Prokes Ini : Okezone Lifestyle [Internet]. https://lifestyle.okezone.com/. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://lifestyle.okezone.com/read/2021/03/11/481/2376001/cegah-covid-19-di-tempat-wisata-saat-libur-panjang-lakukan-prokes-ini?page=2
    3. Menparekraf ingatkan tetap jaga protokol kesehatan di objek wisata [Internet]. Antara News. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/2079474/menparekraf-ingatkan-tetap-jaga-protokol-kesehatan-di-objek-wisata

     

    Read More
  • Manusia menghabiskan waktunya lebih dari sembilan jam per hari untuk melihat layar digital. Namun, terlalu lama melihat layar digital berdampak terhadap kesehatan mata, terutama karena efek cahaya biru yang dihasilkan oleh layar. Sahabat Sehat hendaknya rutin memantau kesehatan mata setiap tahunnya. Baca Juga: Mata Kuning Sebagai Gejala Hepatitis A Saat ini, dunia sedang berada dalam […]

    11 Cara Memantau Kesehatan Mata Saat WFH

    Manusia menghabiskan waktunya lebih dari sembilan jam per hari untuk melihat layar digital. Namun, terlalu lama melihat layar digital berdampak terhadap kesehatan mata, terutama karena efek cahaya biru yang dihasilkan oleh layar. Sahabat Sehat hendaknya rutin memantau kesehatan mata setiap tahunnya.

    cara memantau kesehatan mata

    Baca Juga: Mata Kuning Sebagai Gejala Hepatitis A

    Saat ini, dunia sedang berada dalam kondisi pandemi, sehingga semua kegiatan dilakukan secara online dan menyebabkan waktu yang dihabiskan untuk melihat layar digital lebih banyak.

    Berikut adalah cara memantau kesehatan mata

    1. Melakukan pemeriksaan mata setiap 12 bulan

    Sahabat Sehat harus rutin memeriksakan mata guna menjaga kesehatan mata karena apabila terjadi masalah penglihatan dan tidak ditangani dengan segera, dikhawatirkan akan menimbulkan komplikasi yang lebih serius.

    Sahabat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan mata setahun sekali, terutama mereka yang bekerja dengan laptop dalam jangka waktu yang lama.

    2. Kacamata hitam anti UV

    Seperti yang sudah diketahui bersama, sinar UV dapat membuat kerusakan yang serius pada mata. Sahabat Sehat jangan menyepelekan sinar matahari, karena sinar matahari bisa mengganggu kesehatan pada mata.

    Sahabat dapat menggunakan kacamata hitam yang memiliki perlindungan sinar UV. Jangan lupa, saat membeli kacamata pastikan untuk memilih kacamata yang dapat memantulkan paling sedikit 98% radiasi UV.

    3. Konsumsi makanan yang sehat

    Cara yang satu ini adalah cara yang sangat mudah untuk menjaga kesehatan mata. Sahabat Sehat dapat memperbanyak konsumsi buah dan sayur. Terutama buah dan sayur yang banyak mengandung vitamin A dan beta karoten seperti apel, melon, papaya, jeruk, dan wortel.

    Produk Terkait: Jual Vitamin dan Multivitamin

    Wortel dikenal sangat ampuh untuk menjaga kesehatan mata. Hal tersebut dikarenakan wortel memiliki beta karoten yang tinggi. Selain itu, beta karoten di dalam wortel juga merupakan antioksidan yang bisa mengurangi risiko degenerasi makula atau penurunan penglihatan pusat saat memandang lurus.

    Selain wortel, kuning telur dan juga susu ternyata banyak mengandung vitamin A yang bagus dan berguna untuk menjaga kesehatan mata. Baru-baru ini, terdapat studi yang menunjukan bahwa vitamin dan kelompok antioksidan selain mencegah atau memperlambat degenerasi makula, juga dapat memperlambat pertumbuhan katarak.

    4. Hindari pemakaian lensa kontak terlalu lama

    Jika Sahabat Sehat biasa menggunakan lensa kontak terlalu lama, hal tersebut dapat merusak kesehatan mata. Jadi, pakailah lensa kontak dengan batas yang wajar, yaitu paling lama delapan jam.

    Pemakaian lensa kontak yang lama bisa menimbulkan kerusakan mata secara permanen. Meskipun kualitas lensanya tidak akan berkurang, tetapi lama kelamaan akan mengaburkan penglihatan mata.

    Jadi, hal yang harus dipertimbangkan adalah, semakin lama Sahabat Sehat memakai lensa kontak, maka semakin tinggi juga resiko mata terkena infeksi.

    5. Gunakan lensa kontak yang memiliki kualitas baik

    Lensa kontak memiliki kualitas yang bermacam-macam. Bahkan tidak semua lensa kontak sama, ada yang aman untuk mata dan ada juga yang berisiko untuk merusak mata.

    Produk Terkait: Obat Mata

    Apabila Sahabat Sehat ingin memakai lensa kontak, diharapkan memiliki kualitas yang baik, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

    6. Rawat lensa kontak

    Jika Sahabat Sehat memakai lensa kontak, haruslah merawatnya dengan baik. Merawat lensa kontak nyatanya tidak terlalu merepotkan, jadi jangan sekali-sekali mengabaikan kebersihan dari lensa kontak. Sahabat Sehat juga diharuskan mengganti cairannya ketika melepaskan lensa kontak.

    7. Hindari penggunaan cahaya yang berlebihan

    Sahabat Sehat dapat menggunakan cahaya yang cukup dan tidak berlebihan karena apabila cahayanya kurang, dapat menyebabkan kelelahan pada mata. Sedangkan apabila menggunakan cahaya yang berlebih juga tidak baik.

    Sahabat Sehat bisa mendapatkan cahaya terbaik dengan mengurangi tingkat terang yang ada pada layar monitor atau ponsel. Pastikan cahaya yang cukup akan membuat bekerja jauh lebih nyaman.

    8. Biarkan mata untuk beristirahat

    Cara yang mudah untuk tetap memantau kesehatan mata, yaitu dengan memberikan mata untuk beristirahat. Biasanya setelah selesai bekerja terlalu dalam di depan perangkat digital, membuat mata menjadi tidak nyaman.

    Hal tersebut biasanya disebabkan karena mata berkedip 25 persen lebih sedikit dari biasanya dan menyebabkan mata menjadi kering.

    Apabila sudah seperti itu, Sahabat Sehat dapat menutup mata dan menghitung sampai lima detik sebelum membukanya kembali. Sahabat Sehat bisa melakukannya selama beberapa menit atau setiap 30 menit.

    Selain itu, setiap 20 menit setelah melihat monitor Sahabat Sehat dapat mengistirahatkan mata dengan cara melihat ke depan sejauh 2 meter.

    9. Hindari merokok

    Merokok diketahui berbahaya bagi tubuh atau kesehatan. Tidak hanya itu, merokok juga ternyata bisa mempengaruhi kesehatan mata, Sahabat Sehat bisa mulai mengurangi rokok jika ingin mata tetap sehat.

    Baca Juga: Dampak Negatif Merokok bagi Kesehatan Mata

    10. Gunakan filter monitor

    Guna mengurangi sinar yang menyilaukan dan mengurangi radiasi yang dipancarkan oleh layar monitor, Sahabat Sehat dapat menggunakan filter glass monitor. Sahabat Sehat bisa membelinya yang berguna untuk meredupkan cahaya monitor dan juga mampu mengurangi pengaruh radiasi.

    11. Mengompres mata dengan mentimun

    Cara mudah yang bisa dilakukan untuk tetap menjaga kesehatan mata, yaitu mengompros mata dengan mentimun. Caranya adalah, iris mentimun yang sudah bersih, kemudian hanya tinggal dikompres di kelopak mata.

    Sensasi dingin dan juga segar yang dimiliki oleh mentimun bisa membantu Sahabat Sehat untuk mencegah kebengkakan mata dan timbulnya kantong mata.

    Baca Juga: Apa Saja Risiko Kurang Konsumsi Buah dan Sayur?

    Sahabat Sehat bisa gunakan irisan mentimun di mata sebelum tidur, kurang lebih selama 10 menit. Sahabat Sehat juga bisa melakukan kegiatan ini secara rutin, agar kesehatan mata bisa tetap terjaga.

    Nah, kini Sahabat Sehat sudah mengetahui caranya menjaga kesehatan mata. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mudah dan bisa dilakukan secara rutin.

    Sahabat Sehat juga bisa menggunakan Wish Health Watch, yaitu sebuah smartwatch yang mampu memantau kesehatan data dari penggunanya.

    Data yang didapat memiliki tingkat keakuratan yang tinggi dan bisa langsung terintegrasi ke ponsel penggunanya, sehingga pengguna bisa dengan mudah memantau kesehatan tubuhnya di mana saja dan kapan saja.

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Dinkes.deliserdangkab.go.id. 2021. Cara Menjaga Kesehatan Mata. [online] Available at: <https://dinkes.deliserdangkab.go.id/cara-menjaga-kesehatan-mata.html> [Accessed 25 March 2021].
    2. Direktorat P2PTM. 2021. Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Mata? – Direktorat P2PTM. [online] Available at: <http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/gangguan-indera-fungsional/bagaimana-cara-menjaga-kesehatan-mata> [Accessed 25 March 2021].
    3. suara.com. 2021. Tips Merawat Kesehatan Mata Saat Menggunakan Komputer. [online] Available at: <https://www.suara.com/health/2021/03/01/214715/tips-merawat-kesehatan-mata-saat-menggunakan-komputer> [Accessed 25 March 2021].
    Read More
  • World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa masalah obesitas masih menjadi hal serius yang dihadapi oleh seluruh masyarakat di dunia. Karena, dari obesitas berbagai macam penyakit serius bisa berkembang, seperti stroke, serangan jantung, ataupun diabetes. Baca Juga: Obesitas dan Penyakit Jantung Sehingga angka kematian karena penyakit tersebut pun semakin meningkat pada setiap tahunnya. Karena itu, setiap […]

    Cara Tepat Memantau Berat Badan Beserta Alasannya

    World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa masalah obesitas masih menjadi hal serius yang dihadapi oleh seluruh masyarakat di dunia. Karena, dari obesitas berbagai macam penyakit serius bisa berkembang, seperti stroke, serangan jantung, ataupun diabetes.

    cara tepat memantau berat badan

    Baca Juga: Obesitas dan Penyakit Jantung

    Sehingga angka kematian karena penyakit tersebut pun semakin meningkat pada setiap tahunnya. Karena itu, setiap orang disarankan untuk selalu memantau berat badannya.

    Bahkan, memantau berat badan secara rutin telah menjadi kampanye yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan tema Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau (Germas). Dan pada akhirnya, setiap orang disarankan agar selalu menjaga bobot tubuhnya, agar jangan sampai obesitas.

    Cara Tepat Memantau Berat Badan Sehat atau Tidak

    Berikut beberapa cara tepat memantau berat badan Sahabat Sehat masih masuk ke dalam kategori sehat atau tidak:

    Lingkar pinggang

    Jika ada orang yang berat badannya mungkin tidak terlalu tinggi, namun memiliki perut yang buncit, bisa dikatakan tidak sehat dan berisiko terkena diabetes serta penyakit jantung. Riset yang dilakukan di Newcastle University juga membuktikan bahwa pinggang dan perut yang besar bisa berkaitan dengan risiko penyakit kanker usus.

    Sahabat Sehat bisa memantau berat badan dengan cara mengukur lingkar pinggang dengan cara memasang tali meteran tepat di atas tulang pinggul, sekitaran pusar. Bagi pria, lingkar pinggang yang wajar adalah berada di bawah sekitar 100 cm. sedangkan bagi wanita lingkar pinggang yang wajar adalah di bawah 90 cm.

    Denyut jantung istirahat

    Sahabat Sehat bisa mengukur denyut jantung istirahat apabila sedang istirahat dan tidak habis melakukan aktivitas melelahkan. Caranya dengan meletakkan dua buah jari di nadi yang terletak di sekitar tangan atau leher, kemudian hitung berapa banyak jumlah denyut yang ada dalam waktu satu menit.

    Ukuran yang normal, seharusnya pada setiap menit ada sebanyak 60 sampai 100 denyutan. Apabila seseorang menganut gaya hidup yang minim olahraga, denyut jantungnya akan lebih cepat dari jumlah denyut normal.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Hal tersebut terjadi karena harus bekerja lebih kuat untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Hal tersebut bisa berisiko bagi penyakit jantung jadi meningkat.

    Menghitung rata-rata tingkat metabolime basal

    Rata-rata tingkat metabolisme basal atau yang biasa disebut basal metabolic rate (BMR) adalah menghitung faktor tinggi, berat, usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas untuk menghitung jumlah kalori yang dibakar seseorang ketika dirinya sedang beristirahat.

    Baca Juga: Diet Sehat dan Seimbang untuk Menurunkan Berat Badan

    Dan biasanya dari ukuran tersebut, Sahabat Sehat bisa mengetahui berapa banyak jumlah kalori yang harus dipangkas setiap harinya, guna mencapai target berat badan yang normal. Namun, cara mengukurnya bisa dilakukan sendiri ataupun dengan menggunakan bantuan aplikasi pengukur yang telah tersedia.

    Persentase lemak tubuh

    Angka persentase lemak tubuh bisa menunjukkan prediksi jumlah lemak berlebih yang dimiliki oleh tubuh. Biasanya untuk mengetahuinya diperlukan bantuan alat yang bisa bekerja dengan cara mengirimkan sinyal elektrik ke seluruh tubuh.

    Serta kemudian bisa juga menghitung berapa banyak jumlah lemak yang ada di dalam tubuh dan berapa jumlah jaringan padat lainnya.

    Bagi pria, lemak tubuh yang masih dianggap normal adalah sekitar tujuh sampai 18%. Sedangkan bagi wanita, ukuran lemak tubuh yang masih dianggap normal adalah 20-32%.

    Alasan Harus Memantau Berat Badan Secara Rutin

    Ahli kesehatan menyarankan, setiap orang agar memantau berat badannya secara rutin. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu cara agar menghindari terkenanya obesitas.

    Saat Sahabat Sehat memantau berat badan, Sahabat Sehat bisa tahu apakah berat badan mulai naik atau turun. Sehingga Sahabat Sehat bisa memulai memperbaiki pola makan menjadi lebih sehat dan menambah aktivitas fisil lainnya, seperti olahraga.

    Baca Juga: Sudah Olahraga, Kok Berat Badan Tetap Naik?

    Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang dikeluarkan oleh Pemerintah, disebutkan bahwa angka obesitas di Indonesia meningkat sejak tahun 2013. Dari yang semula 14% menjadi 21%, atau bisa dibilang naik sebanyak 7%. Yang artinya, semakin banyak masyarakat Indonesia mengalami kenaikan berat badan.

    Dan berdasarkan data pemantauan status gizi usia di atas 18 tahun, yang memiliki obesitas ada sebanyak 40,4%. Jadi, memantau berat badan sangatlah penting, guna menyebabkan beberapa penyakit yang membahayakan jiwa.

    Berikut beberapa penyakit yang disebabkan karena obesitas atau apabila tidak memantau berat berat badan secara rutin:

    Tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi

    Perlu diketahui, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi adalah konsisi yang bisa membuat penyakit jantung atau stroke lebih mungkin terjadi.

    Produk Terkait: Sedia Obat Kolesterol

    Diabetes

    Apabila Sahabat Sehat tidak menjaga berat badan, bahkan memakan apa saja tanpa batas bisa menyebabkan penyakit diabetes.

    Kanker

    Kanker yang bisa terjadi karena obesitas diantaranya adalah kanker usus besar, kanker payudara (terjadi setelah menopause), kanker rahim (endometrium), kanker ginjal, dan kanker esophagus yang terkait dengan obesitas.

    Penyakit kandung empedu dan batu empedu

    Penyakit osteoarthritis

    Penyakit ini adalah kondisi sendi umum yang paling sering terjadi dan mempengaruhi lutut, pinggul, dan juga punggung.

    Encok

    Penyakit yang mempengaruhi sendi. Dan bisa terjadi ketika memiliki terlalu banyak asam urat dalam darah. Asam urat dapat membentuk kristal yang tersimpan di dalam sendi.

    Sleep Apnea

    Kondisi ini adalah kondisi pernapasan yang terkait dengan kelebihan berat badan. Sleep apnea ini adalah yang menyebabkan seseorang mendengkur berat saat tidur atau sebentar berhenti bernapas di saat tidur. Bahkan sleep apnea bisa menyebabkan kantuk di siang hari.

    Cara Menurunkan Berat Badan

    Supaya berat badan tidak bertambah naik, Sahabat bisa mencegahnya dengan cara-cara berikut:

    • Kurangi asupan energi 500 kkal per hari
    • Tidak mengurangi jumlah konsumsi makanan secara drastis
    • Meningkatkan aktivitas fisik dengan berolahraga
    • Tidak menggunakan obat-obatan untuk menurunkan berat badan secara sembarangan tanpa pengawasan tenaga kesehatan

    Nah, Sahabat Sehat sekarang sudah paham kan pentingnya menjaga atau memantau berat badan. Cara untuk menurunkan risiko dari penyakit tersebut adalah dengan menjaga berat badan agar tetap seimbang, dengan cara memantau berat badan secara rutin.

    Baca Juga: Obesitas Rentan Covid-19, Begini Caranya Terhindar di Masa Pandemi

    Sahabat Sehat juga bisa menggunakan Wish Health Watch, yaitu sebuah smartwatch yang mampu memantau kesehatan data dari penggunanya. Data yang didapat memiliki tingkat keakuratan yang tinggi dan bisa langsung terintegrasi ke ponsel penggunanya, sehingga pengguna bisa dengan mudah memantau kesehatan tubuhnya di mana dan kapan saja.

    Info lebih lengkap silakan hubungi  Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Anwar, F., 2021. 4 Cara Untuk Melihat Berat Badan Sehat atau Tidak. [online] detikHealth. Available at: <https://health.detik.com/hidup-sehat-detikhealth/d-3204420/4-cara-untuk-melihat-berat-badan-sehat-atau-tidak/5/#news> [Accessed 25 March 2021].
    2. tirto.id. 2021. Pentingnya Memantau Berat Badan Secara Rutin – Tirto.ID. [online] Available at: <https://tirto.id/pentingnya-memantau-berat-badan-secara-rutin-dbcs> [Accessed 25 March 2021].
    3. Tarigan, M., 2021. Pentingnya Anda Memantau Berat Badan Secara Berkala. [online] Tempo. Available at: <https://gaya.tempo.co/read/1152870/pentingnya-anda-memantau-berat-badan-secara-berkala/full&view=ok> [Accessed 25 March 2021].
    4. Bagaimana cara menurunkan berat badan yang baik? – Direktorat P2PTM [Internet]. Direktorat P2PTM. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/page/8/bagaimana-cara-menurunkan-berat-badan-yang-baik
    5. http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/page/2/jaga-fisik-dan-berat-badan-tubuh-agar-tetap-ideal-dengan-rajin-melakukan-aktivitas-fisik
    6. Jaga fisik dan berat badan tubuh agar tetap ideal dengan rajin melakukan aktivitas fisik – Direktorat P2PTM [Internet]. Direktorat P2PTM. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/page/2/jaga-fisik-dan-berat-badan-tubuh-agar-tetap-ideal-dengan-rajin-melakukan-aktivitas-fisik
    7. 30 Easy Ways to Lose Weight Naturally (Backed by Science) [Internet]. Healthline. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: https://www.healthline.com/nutrition/30-ways-to-lose-weight-naturally
    8. Maintaining a Healthy Weight [Internet]. Nhlbi.nih.gov. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: https://www.nhlbi.nih.gov/health/educational/lose_wt/control.htm
    Read More
  • Pandemi Covid-19 masih terus berlangsung hingga saat ini, bahkan sudah lebih dari 10 bulan, tetapi belum ada tanda-tanda kapan Covid-19 akan berakhir. Penyebaran virus Corona dapat terjadi melalui droplets yang menyebar. Droplets merupakan tetesan cairan yang berasal dari batuk atau bersin. Kasus yang terkena virus covid-19 mengalami peningkatan membuat banyak rumah sakit di Indonesia penuh. Baca […]

    Cara Memantau Kesehatan Diri Sendiri, Keluarga, dan Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19

    Pandemi Covid-19 masih terus berlangsung hingga saat ini, bahkan sudah lebih dari 10 bulan, tetapi belum ada tanda-tanda kapan Covid-19 akan berakhir. Penyebaran virus Corona dapat terjadi melalui droplets yang menyebar. Droplets merupakan tetesan cairan yang berasal dari batuk atau bersin. Kasus yang terkena virus covid-19 mengalami peningkatan membuat banyak rumah sakit di Indonesia penuh.

    memantau kesehatan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat

    Baca Juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai Sejuta

    Banyak pasien yang meski dirawat di rumah sakit tidak mendapat tempat tidur, sehingga terpaksa dipulangkan ke rumah. Lalu, apa yang harus dilakukan jika Sahabat Sehat tinggal serumah dengan keluarga yang didiagnosis positif Covid-19 dan harus menjaga agar tidak tertular? Berikut adalah hal yang harus Sahabat Sehat lakukan saat merawat keluarga yang terinfeksi Covid-19 atau saat ada orang yang terinfeksi Covid-19 di rumah:

    Selalu Pakai Masker

    Selalu memakai masker jika Sahabat Sehat berada satu atap dengan keluarga yang terinfeksi Covid-19. Memakai masker adalah hal yang paling penting untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari virus corona. Pemakaian masker wajib dilakukan meski Sahabat Sehat sedang membersihkan rumah, bekerja di rumah, membuatkan makanan, atau apa pun aktivitasnya karena virus corona menyebar lewat tetesan pernapasan (droplets) dan aerosol. Oleh karena itu, Sahabat Sehat harus memakai masker untuk mengurangi penyebaran cairan tetesan pernapasan (droplets).

    Produk Terkait: Jual Masker Medis

    Menjaga Kesehatan Mental

    Protokol kesehatan meminta setiap orang yang tinggal serumah dengan orang positif Covid-19 harus mengisolasi diri selama 14 hari. Ini artinya tidak boleh meninggalkan rumah apapun alasannya, kecuali mencari perawatan medis dalam keadaan darurat. Mengingat dampak yang ditimbulkan pada kesehatan mental, sangat penting untuk melakukan beberapa hal yang dapat membantu seperti: tetap berhubungan dengan keluarga dan teman melalui telepon. Kemudian, Sahabat Sehat bisa menjadwalkan hari-hari tertentu untuk melakukan obrolan video dengan setiap anggota keluarga.

    Bersihkan Ruangan Bersama Secara Teratur

    Hal yang tak kalah pentingnya adalah membersihkan ruangan bersama secara teratur. Semua permukaan yang disentuh harus sering dibersihkan dengan disinfektan. Selain mencegah virus Corona, hal ini bisa membantu penyebaran dan menginfeksi anggota keluarga yang lain. Menjaga kebersihan rumah juga akan membantu memberikan rasa aman dan nyaman saat semua orang diisolasi bersama. Sahabat sehat juga perlu menyediakan ruangan yang punya udaha bagus. Ventilasi yang cukup juga penting untuk melindungi diri, serta Sahabat Sehat harus membuka jendela dan pintu sepanjang hari jika memungkinkan.

    Baca Juga: Cara Membersihkan Tempat Kerja dari Virus Corona

    Menghubungi Petugas Medis Jika Diperlukan

    Dalam beberapa kasus, Sahabat Sehat mungkin perlu mencari pertolongan dan dukungan medis saat merawat seseorang dengan virus corona. Sebagai contoh, jika pasien Covid-19 tiba-tiba mengalami sesak, nyeri dada, atau kehilangan kesadaran segeralah cari pertolongan medis.

    Sahabat sehat jangan lupa untuk memeriksakan kesehatan dan melakukan tes swab Covid-19 bila ada anggota keluarga yang terkena Covid-19. Hal ini bertujuan untuk memutus rantai penularan virus ini. Bila ternyata Sahabat Sehat tertulari virus ini, jangan panik, ya. Tetap lakukan protokol kesehatan, ya.

    Baca Juga: Penerapan Protokol Kesehatan di Bioskop dan Area Bioskop

    Nah, Sahabat Sehat setelah mengetahui apa saja cara yang harus dilakukan untuk memantau kesehatan diri sendiri, keluarga serta masyarakat dari Covid-19, kalian bisa lakukan apabila merasa mengalami gejala apapun demi kesehatan kita bersama. Dan jangan sampai lupa atau bosan dengan perintah 5M ya! Mencuci tangan, menjaga jarak, menggunakan masker, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi

    Sahabat Sehat juga bisa menggunakan smartwatch WISH atau jam tangan pintar yang berbasis kecerdasan buatan. Jam tangan tersebut mampu berfungsi sebagai alat bantu pemantau kesehatan yang multifungsi bagi penggunanya terutama di masa pandemi Corona ini sehingga Sahabat dapat terhindar dari Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. 6 Cara Merawat Keluarga yang Terinfeksi Covid-19 di Rumah Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://www.kompas.com/sains/read/2021/01/20/100000423/6-cara-merawat-keluarga-yang-terinfeksi-covid-19-di-rumah?page=all> [Accessed 18 February 2021].
    2. Media, K., 2021. Panduan Lengkap Kesehatan Keluarga untuk Cegah Virus Corona Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/17/080200065/panduan-lengkap-kesehatan-keluarga-untuk-cegah-virus-corona?page=all> [Accessed 18 February 2021].
    3. Budi, N., 2021. 10 Tips Agar Tak Tertular Jika Ada Anggota Keluarga yang Positif Corona COVID-19. [online] liputan6.com. Available at: <https://www.liputan6.com/bola/read/4223535/10-tips-agar-tak-tertular-jika-ada-anggota-keluarga-yang-positif-corona-covid-19> [Accessed 18 February 2021].
    4. Kemkes.go.id. 2021. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. [online] Available at: <https://www.kemkes.go.id/folder/view/full-content/structure-faq.html> [Accessed 18 February 2021].
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja