Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Posts tagged “ makan”

  • Masa anak-anak merupakan fase dimana orang tua terkadang mulai khawatir bila tiba-tiba mereka sulit makan. Masalah yang sering terjadi antara lain mengemut makanan, menolak makanan baru (Neophobia), pilih-pilih makanan (picky eater), gangguan pencernaan,  dan alergi makanan. Makanan yang diemut Penyebab makanan paling sering karena orang tua terlalu cemas anak tidak menghabiskan makanannya, sehingga waktu yang […]

    Solusi Cerdas Atasi Anak Sulit Makan

    Masa anak-anak merupakan fase dimana orang tua terkadang mulai khawatir bila tiba-tiba mereka sulit makan. Masalah yang sering terjadi antara lain mengemut makanan, menolak makanan baru (Neophobia), pilih-pilih makanan (picky eater), gangguan pencernaan,  dan alergi makanan.

    Makanan yang diemut

    Penyebab makanan paling sering karena orang tua terlalu cemas anak tidak menghabiskan makanannya, sehingga waktu yang diperlukan anak untuk menghabiskan makanan cenderung lama. Kemudian, lingkungan sekitar dapat menjadi pengalihan yang dapat mengganggu proses makan anak seperti siaran televisi, mainan, atau hal menarik lainnya yang dapat menarik perhatian anak.

    Faktor lain yang menyebabkan anak mengemut makanan adalah makanan yang kurang enak dan rasa bosan terhadap makanan dengan jenis sama yang diberikan berulang-ulang. Selain itu, adanya penyakit seperti gangguan sensori pengecap, sakit gigi, sariawan, dan radang tenggorokan membuat anak menjadi enggan mengunyah dengan cepat.

    Baca Juga: Pijat Tui Na untuk Meningkatkan Nafsu Makan Anak

    Nah, apa yang harus kita lakukan bila anak mengemut makanannya?Kita sebagai orang tua dapat menetapkan “aturan makan” yaitu membuat jadwal makan tetap dan menetapkan 30 menit untuk menghabiskan makanan, membuat kondisi nyaman di sekitar lingkungan anak dan menjauhkannya dari hal yang dapat membuatnya teralihkan dari makanannya, serta berikan porsi makan yang sedikit-sedikit tapi sering. Jangan lupa untuk tetap memberikan makanan sesuai dengan tahap perkembangannya.

    Orang tua juga harus sabar dalam menghadapi anak yang sering mengemut makanan.

    Selalu mengajak anak untuk ‘mengunyah dan menelan’ makanan, mengatakan bahwa ‘kalau diemut nanti giginya bisa rusak loh atau vitamin pada makanannya bisa ilang’. Anda tidak perlu marah dalam mengingatkan anak, katakanlah dengan lemah lembut. Buatlah variasi makanan setiap harinya agar anak tidak bosan serta jangan lupa untuk tetap berkonsultasi dengan dokter bila ada gangguan pada saluran cerna anak.

    Menolak makanan baru (Neophobia)

    Neophobia adalah anak menolak makanan baru atau makanan yang tidak dikenalnya. Sebenarnya, hal ini bagus untuk menghindari anak keracunan saat anak sudah mampu memilih makanannya sendiri tanpa pengawasan orang tua. Namun, bila kondisi ini berkelanjutan akan menimbulkan perilaku anak memilih-milih makanan (picky eater).

    Biasanya anak akan menolak makanan baru yang rasanya pahit seperti buah dan sayuran serta makanan yang tidak menarik secara visual. Lalu, bagaimana cara kita sebagai orang tua menghadapinya?

    Baca Juga: 7 Anjuran Makanan Untuk Anak Demam

    Children see, children do’ anak akan mencontoh apa yang diperbuat oleh orang tuanya, sehingga bila Sahabat ingin anak senang mengonsumsi sayur dan buah cobalah untuk memperlihatkan kesenangan Anda sebagai orang tua terhadap sayur dan buah. Kemudian, berikan anak makanan baru dalam porsi kecil dan diletakkan agar ia dapat menjangkaunya sendiri. Bila anak tetap menolak makanan baru, jangan menyerah, kenalkan kembali terhadap makanan tersebut 10-15 kali. Terakhir, orang tua sebaiknya tetap tenang dan tidak panik saat anak menolak makanan baru.

    Pilih-pilih makanan (picky/selective eater)

    Picky eater adalah anak menolak mengonsumsi makanan dalam jumlah yang cukup tapi masih mau mengonsumsi berbagai jenis makanan baik yang sudah maupun yang belum dikenalnya. Anak masih mau mengonsumsi satu jenis makanan dari tiap kelompok (karbohidrat, protein, lemak, sayur dan buah). Sedangkan pada selective eater, anak menolak segala jenis makanan pada kelompok makanan jenis tertentu. Misalnya, anak tidak mau makan dari jenis karbohidrat baik itu nasi, roti, bubur, dsb. Picky eater masih merupakan fase perkembangan norma, sedangkan selective eater dapat menyebabkan anak kekurangan zat nutrisi makro atau mikro yang berdampak pada tumbuh kembangnya.

    Picky eater disebabkan karena trauma terhadap tekstur makanan yang terlalu besar kasar, kenyal, lengket, dsb. Penyebab lain adalah anak sensitif terhadap rasa dan aroma makanan sehingga bila mencium aroma makanan yang tidak ia suka, maka tidak mau makan.

    Nah, orang tua jangan langsung panik ya, ketika anak memilih-milih makanan seperti itu. Anda dapat membuat menu yang bervariasi dan menghias makanan semenarik mungkin agar anak berminat untuk mencicipinya. Selain itu, Sahabat dapat mendampingi anak selama makan dan ikut mencontohkan makan dengan ekspresi menarik sehingga anak juga ikut memakannya dan tidak menolaknya. Hindari memberikan makanan/minuman manis terlalu banyak karena akan membuatnya cepat kenyang. Ciptakan suasana makan tanpa distraksi seperti TV, mainan, radio, dsb.

    Gangguan pencernaan

    Gangguan pencernaan dapat menyebabkan anak sulit untuk makan. Kondisi perut kembung, nyeri, diare, dan sulit buang air besar dapat mempengaruhi anak. Selain itu, beberapa penyakit yang berhubungan dengan saluran cerna anak seperti penyakit celiac juga mempengaruhinya dalam memilih makanan.

    Penyakit celiac merupakan gangguan pencernaan genetik dimana anak sensitif terhadap gluten atau gandum (biasanya banyak terdapat pada tepung). Gejala yang ditimbulkan berupa nyeri perut, diare, muntah, dan berat badan yang turun.

    Baca Juga: Hindari Makanan Ketika Sakit Perut Pada Anak

    Sahabat dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai gangguan pencernaan apa yang dapat membuat anak sulit makan dan bagaimana menanganinya. Anak dengan gangguan pencernaan biasanya seringkali merasa mual, sehingga memuntahkan apapun makanan yang dimakannya.

    Alergi makanan

    Anak dengan alergi makanan biasanya akan sulit untuk mengonsumsi kembali makanan yang pernah ia makan. Kondisi tidak nyaman yang terjadi bila anak alergi makanan seperti diare, sakit perut, timbul ruam di kulit dan rasa gatal dapat menyertai mereka dan membuatnya menjadi malas mengonsumsi makanan itu.

    Periksakan anak anda ke dokter dan konsultasikan apa yang membuat alergi pada anak, apakah bahan makannya, seperti makanan laut, kacang, cokelat, susu. Lalu, mintalah agar dilakukan tes alergi pada anak sehingga jenis makanan yang dapat menyebabkannya alergi dapat dideteksi secara dini.

    Bagaimana solusi anak yang tidak mau makan nasi?

    Anak yang tidak mau makan nasi termasuk ke dalam anak yang ‘picky eater’, sehingga ada beberapa tips dalam menghadapinya, antara lain:

    1. Sediakan menu yang bervariasi setiap harinya agar anak tidak bosan
    2. Berikan pada anak 10-15 kali, bila masih menolak, coba lagi
    3. Sajikan dalam porsi kecil dan letakkan di daerah yang dapat dijangkau anak
    4. Orang tua ikut memberikan contoh dengan mengonsumsi makanan bersama anak dan buatlah ekspresi senang dan enak saat makan
    5. Orang tua harus sabar dan bersikap netral dalam menghadapi anak

    Bagaimana porsi makan yang benar dalam satu kali makan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi setiap hari?

    Kebutuhan nutrisi makanan tiap anak berbeda sesuai dengan  usia dan perkembangannya. Makanan yang sehat harus mengandung zat makro seperti karbohidrat, protein, lemak dan zat mikro seperti vitamin, serat, dan mineral. Bila ingin mengetahui apakah nutrisinya cukup dapat Bunda lihat pada Kartu Menuju Sehat yang dapat diperoleh di Puskesmas atau layanan kesehatan lainnya. Pemberian cemilan ringan dapat diberikan sebagai selingan pada jam antara makan pagi dan siang serta makan siang dan malam. Bila Bunda ingin memberikan vitamin, boleh diberikan sebagai tambahan pendamping saja.

    Bagaimana solusi bagi anak yang tiba-tiba mogok makan dan menjadi tidak suka sayur dan buah karena Bundanya hamil lagi?

    Bunda dapat menyediakan menu yang bervariasi setiap harinya dan tetap berikan buah atau sayuran dalam porsi kecil. Bila anak tidak mau menyentuh buah dan sayur, hindari memarahi anak. Tetap coba berikan kembali saat mau makan. Kemudian, komunikasikan dengan anak mengenai adik bayi yang dikandung Bunda. Pancing anak bercerita mengenai kesehariannya pada  adik bayi di dalam perut, elus-elus perut Bunda hingga ceritakan bagaimana proses kelahiran si kakak yang nantinya akan terjadi sama dengan adiknya.

    Bila anak diberi makan sambil main, misalnya main mobil mobilan, seringkali makannya sedikit, bagaimana solusinya?

    Pemberian makan anak sambil main seringkali menjadi pengalihan bagi anak di waktu makan. Sebaiknya, pada waktu makan biasakan untuk makan bersama dengan anggota keluarga. Hindari menghidupkan TV atau bermain hp saat makan, apalagi bermain mobil-mobilan. Hal ini bertujuan agar anak fokus menghabiskan makanannya.

    Suplemen vitamin seperti apa yang dapat meningkatkan nafsu makan?

    Beberapa suplemen yang mengandung tiamin (vitamin B1) dan vitamin B12 dapat meningkatkan nafsu makan. Selain itu, suplemen yang mengandung zinc, kurkuma, dan minyak ikan juga dapat membantu meningkatkan nafsu makan.

    Baca Juga: 7 Makanan Sehat Untuk Redakan Sakit Perut pada Anak

    Bagaimana cara mengoptimalkan waktu makan 30 menit pada anak dan apakah dampaknya bila waktu makan lebih dari 30 menit?

    Orang tua dapat mengoptimalkan waktu makan 30 menit dengan memperhatikan porsi makan anak yang pas, tidak terlalu banyak/sedikit. Bila sebelum 30 menit porsi makan sudah habis, maka orang tua tidak perlu khawatir karena dapat memberikannya makan lagi 2 jam setelahnya dengan porsi kecil agar kebutuhan nutrisinya tercukupi. Bila waktu makan lebih dari 30 menit biasanya akan menyebabkan anak bosan dan tidak suka makan. Komunikasikan dengan anak, beritahu bahwa makanan sebaiknya habis sebelum 30 menit dan bila perlu, Bunda dapat menaruh jam/penghitung waktu (stopwatch) sebagai pegangan.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Prawitasari T. Makanan kok diemut sih. IDAI. 2017. Available at: idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/makan-kok-diemut-sih
    2. Hanindita MH, Widjaja NA, Hidayati SN, Irawan R. Pilih-pilih makanan. IDAI. 2015. Available at: idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pilih-pilih-makanan
    3. M Dovey T, Staples PA, Gibson L, Halford JCG. Food neophobia and ‘picky/fussy’ eating in children: A review. Appetite. 2008;50:181-193.
    Read More
  • Pijat Tui Na merupakan salah satu metode pengobatan tradisional yang berasal dari China. Pengertian Tui adalah menekan dan Na artinya menggenggam. Jadi, pada dasarnya pijatan ini dilakukan dengan menekan dan sesekali menggenggam bagian tubuh. Pijat Tui Na merupakan pemijatan menggunakan akupresur untuk membawa keseimbangan dalam tubuh. Pijat ini dapat dilakukan selama 10-15  menit. Penelitian Zhen […]

    Pijat Tui Na untuk Meningkatkan Nafsu Makan Anak

    Pijat Tui Na merupakan salah satu metode pengobatan tradisional yang berasal dari China. Pengertian Tui adalah menekan dan Na artinya menggenggam. Jadi, pada dasarnya pijatan ini dilakukan dengan menekan dan sesekali menggenggam bagian tubuh. Pijat Tui Na merupakan pemijatan menggunakan akupresur untuk membawa keseimbangan dalam tubuh. Pijat ini dapat dilakukan selama 10-15  menit.

    Penelitian Zhen Huan Liu tahun 2009 mengatakan bahwa pijat Tui Na berpengaruh positif terhadap perkembangan saraf dan peredaran darah pada bayi. Metha tahun 2002 mengatakan akupresur pada titik meridian tertentu dapat memperlancar aliran darah ke pencernaan.

    ibu pijat bayi dengan tangan

    Pijat Tui Na dilakukan untuk menghilangkan beberapa gangguan atau keluhan yang berhubungan dengan pencernaan, tumbuh kembang, saluran napas (batuk, pilek, asma), gangguan kulit dan meningkatkan nafsu makan.

    Baca Juga: Apa yang Perlu Diketahui tentang Pijet Bayi?

    Pijat Tui Na merupakan pijatan yang lebih spesifik untuk mengatasi kesulitan makan pada anak dengan cara memperlancar peredaran darah pada limpa dan pencernaan, melalui modifikasi dari titik akupuntur tanpa jarum, teknik ini menggunakan teknik penekanan pada titik meridian garis aliran energi relatif lebih mudah.

    Penyebab tersering kesulitan makan pada balita dikarenakan gangguan fungsi limpa dan pencernaan, sehingga makanan yang masuk kedalam perut tidak segera dicerna yang berakibat stagnasi makanan dalam.saluran cerna. Keluhan biasanya anak sering muntah, mual jika disuapi, dan perut terasa penuh sehingga mengurangi nafsu makan. Pijat tuina ini akan memperlancar peredaran darah ke pencernaan.

    Manfaat Pijat Tui Na bagi bayi:

    1. Berpengaruh positif terhadap tumbuh kembang bayi sehingga stimulasi pijat seharusnya dilakukan oleh ibu, ayah dari bayi
    2. Memberikan pengaruh sangat besar pada perkembangan bayi, baik secara fisik, emosional
    3. Pijat bayi akan merangsang peningkatan aktivitas saraf yang akan menyebabkan penyerapan lebih baik pada sistem pencernaan sehingga bayi akan lebih cepat lapar dan ASI akan lebih banyak diproduksi.
    4. Pijat dapat meningkatkan aktivitas vagal sehingga menyebabkan pelepasan hormon gastrin dan insulin sehingga meningkatkan  penyerapan makanan lebih baik
    5. Pada bayi prematur akan meningkatkan berat badan, perkembangan motorik, pemberian makan,  nyenyak saat tidur

    Beberapa hal yang harus diperhatikan sewaktu memijat:

    1. Pastikan kondisi ruangan hangat
    2. Tangan harus dalam keadaan bersih
    3. Pastikan kuku jari terapis tidak panjang
    4. Gunakan bantuan bedak atau minyak untuk menghindari goresan pada kulit.
    5. Pergerakan yang ritmik dan cepat adalah kunci utama
    6. Lakukan penekanan secara lembut dan tegas
    7. Pada bayi, pemijatan tangan sedikit sulit, sehingga Bunda dapat memijatnya sewaktu tidur

    Kapan waktu yang tepat untuk dilakukan pemijatan?

    Pemijatan dapat dilakukan saat waktu bermain, saat anak sedang senang, santai dan bahagia dan dilakukan tanpa ada paksaan. Boleh dilakukan sebelum atau 1 jam setelah makan atau bisa mau beranjak tidur dimalam hari, disesuaikan dengan kondisi anak. Pada saat pemijatan usahakan bayi sehat, tidak sedang demam,  2 hari setelah imunisasi atau tidak ada luka pada bagian pemijatan.

    Baca Juga: 10 Makanan Untuk Ibu Supaya Bayi Cerdas

    Faktor penyebab anak susah makan:

    1. Mulai memiliki selera pada rasa makanan, anak sudah bisa membedakan rasa makanan dan pilih-pilih makanan berdasarkan yang anak sukai
    2. Sistem pencernaan anak kurang baik, saluran cerna anak terganggu karena berbagai sebab seperti terlalu banyak makan yang pedas, kurang serat, dll.
    3. Anak tidak benar-benar lapar, hal ini menyebabkan anak cepat bosan dan susah makan. Hal ini biasanya mulai terjadi saat anak sudah mulai suka cemilan yang manis atau susu cokelat
    4. Kondisi sakit, contohnya ketika anak tumbuh gigi, demam, sehingga  anak susah makan.
    5. Anak sedang hobi bermain  sampai lupa makan.

    Pijat Tui Na untuk anak usia minimal berapa tahun dan maksimal berapa tahun?

    Pijat bayi bisa dilakukan segera setelah lahir  dengan kehamilan ibu cukup bulan. Sedangkan untuk pijat tuina yang berfungsi meningkatkan nafsu makan dapat dimulai kapan saja sesuai keinginan dan masalahnya. Usia tidak ada batasan boleh berapapun usianya, lbh baik yang melakukan orang tua, setiap hari selama 10-15 mnt.

    Seberapa kuat tekanan ketika pijat pada anak berusia kurang dari 1 th?

    Tekanan memijat sebaiknya tekanan mantap/ gentle, jangan ragu atau putus-putus, yakinkan tangan bunda hangat dan bayi menikmatinya.

    Bolehkah pijat Tuina dilakukan saat anak tidur?

    Pijat sebaiknya di waktu anak bermain. Namun, bila anaknya aktif boleh saja dilakukan saat tidur tetapi usahakan tidurnya tidak terganggu ,

    Apakah akibatnya bila proses pemijatan tidak selesai karena aktifnya anak, apakah khasiatnya berkurang?

    Boleh, bila terpotong atau tidak berurutan juga tidak apa. Seni pemijatan  tetap memperhatikan kesiapan bayi jangan dipaksa, usahakan bayi menikmati pijatan bunda.

    Khasiatnya sama saja, intinya sugesti positif bunda selama pemijatan membuat anak sehat, doyan makan dan anaknya happy.

    Apakah pijat Tui Na hanya untuk bayi atau boleh untuk anak usia 5 tahun?

    Pijat Tui Na baik dilakukan pada semua usia, terutama di bawah 6 tahun.

    Baca Juga: 10 Bahaya Hepatitis B pada Bayi

    Apakah jenis minyak yang digunakan harus jenis tertentu?

    Pemijatan sebaiknya menggunakan minyak dr tumbuh-tumbuhan seperti minyak kelapa, minyak zaitun, minyak biji anggur. Hindari penggunaan minyak yang mengandung mineral oil atau petrolum (bensin) yang tidak diserap oleh kulit. Pemijatan menggunakan minyak dapat memberikan ketenangan dan relaksasi pada bayi, bayi dipijat memakai minyak menjadi lebih tenang dan memiliki hormon kortisol (stres) yang lebih rendah dan menunjukan tingkah laku lebih tenang.

    Apakah pijat Tui Na dapat diberikan sebagai terapi untuk anak-anak berkebutuhan khusus?

    Pijat bisa dilakukan untuk anak berkebutuhan khusus selama anaknya sehat tidak ada demam, setelah imunisasi atau ada luka.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Apakah kalian pernah merasa mual? Mual bukanlah suatu jenis penyakit tapi merupakan suatu tanda ada yang tidak beres di tubuh kita. Mual adalah suatu hal yang normal ketika hanya dialami sesekali dan timbul setelah kita selesai makan. Namun, hal ini berbeda ketika kita merasa mual dalam intensitas yang sering dan dalam jangka waktu lama – […]

    Penyebab Mual Setelah Makan dan Pencegahannya

    Apakah kalian pernah merasa mual? Mual bukanlah suatu jenis penyakit tapi merupakan suatu tanda ada yang tidak beres di tubuh kita. Mual adalah suatu hal yang normal ketika hanya dialami sesekali dan timbul setelah kita selesai makan. Namun, hal ini berbeda ketika kita merasa mual dalam intensitas yang sering dan dalam jangka waktu lama – yang sebaiknya kita perlu segera mengonsultasikan permasalahan ini kepada dokter. Apakah terdapat beberapa hal lainnya yang biasanya menyertai rasa mual sebagai tanda ada yang tidak beres dengan kondisi tubuh kita?

    Parahnya lagi, rasa mual ini bisa disertai oleh berbagai hal lainnya yang akan membuat kita semakin tidak nyaman seperti sakit perut yang luar biasa, timbulnya rasa nyeri pada dada, detak jantung kita yang menjadi cepat, bahkan bisa jadi terdapat darah dalam muntah kita. Mual yang berujung pada muntah dapat menyebabkan dehidrasi dan pastinya membuat kita menjadi lemas, pusing, bahkan demam selama berhari-hari. Ketika gejala lainnya ini sudah muncul, kita harus segera menemui dokter untuk mengetahui permasalahan yang kita alami dan penanganan apakah yang tepat untuk permasalahan ini.

    Penyebab Mual Setelah Makan

    Mengetahui penyebab mual setelah makan adalah cara yang tepat untuk mengetahui apa langkah selanjutnya yang harus kita lakukan dalam mengatasi permasalahan ini. Berikut adalah beberapa hal yang berpotensi menjadi penyebab mual setelah makan:

    1. Berbicara saat makan

    Meskipun kelihatannya sepele, kegiatan yang satu ini ternyata juga dapat menimbulkan rasa mual setelah makan. Yup, berbicara saat makan menyebabkan proses penghalusan makanan tidak berjalan dengan lancar dan berujung pada kinerja lambung yang lebih keras daripada biasanya. Kinerja lambung yang terlalu keras ini akan membuat lambung mengeluarkan gas berlebih dan berujung pada timbulnya rasa mual.

    2. Alergi makanan

    Seperti yang kita tahu, tidak semua orang bisa mengonsumsi jenis makanan yang sama dan ketika seseorang alergi terhadap makanan tertentu bisa menimbulkan rasa mual setelah makan. Ketika kita alergi pada sebuah makanan, otomatis sistem kekebalan tubuh akan melepaskan histamin dan berbagai senyawa lainnya dan hal inilah yang menimbulkan rasa mual. Rasa mual di sini bisa disertai dengan gatal-gatal atau timbul ruam pada kulit kita.

    3. Makan terlalu banyak

    Banyak orang bilang jika sebaiknya kita hanya makan secukupnya dan tidak terburu-buru. Hal ini dibenarkan oleh banyak pihak karena ketika kita terlalu banyak makan akan menyebabkan lambung dan organ pencernaan lainnya menjadi “kaget” lalu otomatis menolaknya dan hal ini berujung pada timbulnya rasa mual.

    4. Tukak lambung

    Timbulnya rasa mual secara terus menerus bisa jadi merupakan sebuah gejala kita mengalami penyakit tertentu, dan tukak lambung adalah salah satu penyakit yang menyerang sistem pencernaan. Tukak lambung ditandai dengan timbulnya rasa perih pada daerah ulu hati, muntah, perut kembung, bahkan penurunan berat badan. Penyebab tukak lambung adalah karena adanya luka pada lapisan lambung atau usus dua belas jari dan kondisi ini timbul karena terjadinya infeksi bakteri ataupun penggunaan berbagai obat anti peradangan.

    5. Penyakit asam lambung

    Mual juga bisa disebabkan oleh asam lambung yang naik dan hal inilah yang membuat iritasi pada lapisan kerongkongan. Pada sebagian besar kasus asam lambung, otot bagian bawah kerongkongan tidak bisa menutup dengan sempurna sehingga terjadi refluks; alias isi perut naik ke kerongkongan. Kondisi refluks ini juga akan menimbulkan rasa terbakar pada daerah dada.

    Penanganan Rasa Mual Setelah Makan

    Setelah mengetahui beberapa penyebabnya, selanjutnya kita mengetahui apa yang bisa kita lakukan untuk menangani permasalahan ini sehingga kita bisa menerapkannya di kemudian hari ketika rasa mual menyerang, Berikut adalah beberapa hal yang bisa kita coba untuk menangani rasa mual setelah makan:

    1. Menjalankan pola makan sehat

    Memulai pola makan yang sehat adalah pilihan yang tepat untuk menjauhkan kita dari berbagai penyakit tak terkecuali meminimalisir timbulnya rasa mual setelah makan. Sebaiknya kita menerapkan Pedoman Gizi Seimbang (PGS) dan lebih baik lagi apabila kita mengonsumsi air hangat pada pagi dan sore hari. Selain itu, kita juga sebaiknya menghindari atau mengurangi konsumsi makanan yang dijual di pinggir jalan karena berbagai kandungan yang ada di dalamnya bisa memicu berbagai penyakit timbul.

    2. Cek kesehatan

    Hal yang satu ini jarang dilakukan apabila kita tidak terserang penyakit tertentu dan sejatinya rutin melakukan cek kesehatan adalah hal yang tidak boleh terlupakan. Ketika kita merasa mual semakin parah dari waktu ke waktu maka sebaiknya kita segera berkonsultasi ke dokter pencernaan agar kita mendapatkan obat yang tepat.

    3. Berolahraga

    Berolahraga adalah suatu hal yang tidak boleh dilupakan sebagai salah satu cara untuk menjalani pola hidup yang sehat. Namun, sayangnya banyak dari kita yang belum menyempatkan diri untuk berolahraga meskipun banyak manfaat yang bisa kita dapatkan. Untuk mengurangi rasa mual setelah makan, kita hanya perlu rutin berolahraga minimal 3 kali dalam seminggu dan berdurasi sekitar 30 menit.

    4. Menghindari makanan pemicu GERD

    Gastrophageal Reflux Disease (GERD) adalah salah satu pemicu utama timbulnya rasa mual setelah makan, sehingga sebaiknya kita menghindari berbagai jenis makanan yang dapat memicu asam lambung menjadi tinggi. Beberapa jenis makanan yang dimaksud di sini adalah berbagai makanan yang digoreng, makanan pedas, makanan yang mengandung kafein, berbagai buah yang mengandung asam tinggi, ataupun minuman bersoda.

    Itu tadi adalah beberapa penyebab timbulnya mual setelah makan dan beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah hal ini terjadi sewaktu-waktu. Satu hal yang perlu kita ingat adalah untuk tetap menjalani pola hidup yang sehat untuk mencegah timbulnya berbagai penyakit. So, tunggu apalagi untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat daripada sebelumnya?

    instal aplikasi prosehat

    Read More
WhatsApp Asisten Maya saja