Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ madu”

  • Bagi para penyandang diabetes melitus, semua makanan dan minuman yang manis dipukul rata tidak diperbolehkan. Artinya, semua yang bebas gula aman untuk dikonsumsi, begitulah kira-kira. Tapi tentu saja para penyandang diabetes tetap ingin bisa mengonsumsi sesuatu yang manistapi tetap relatif aman untuknya, maka hadirlah berbagai macam inovasi gula rendah kalori khusus untuk diabetes dan lain-lain, […]

    Madu atau Gula, Amankah untuk Penderita Diabetes?

    Bagi para penyandang diabetes melitus, semua makanan dan minuman yang manis dipukul rata tidak diperbolehkan. Artinya, semua yang bebas gula aman untuk dikonsumsi, begitulah kira-kira. Tapi tentu saja para penyandang diabetes tetap ingin bisa mengonsumsi sesuatu yang manistapi tetap relatif aman untuknya, maka hadirlah berbagai macam inovasi gula rendah kalori khusus untuk diabetes dan lain-lain, lalu salah satunya adalah madu.

    Nah, madu atau gula yang cocok untuk penderita diabetes? Yuk,Sobat mari pahami dengan baik dan temukan alasannya.

    Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit yang paling sering ditemukan pada era modern saat ini, dengan jumlah penyandang diabetes lebih dari 285 juta jiwa pada tahun 2010, dan diperkirakan akan terus meningkat hingga kira-kira 438 juta penyandang diabetes tahun 2030.Diabetes melitus adalah kadar gula di dalam darah tinggi yang disebabkan karena kegagalan fungsi hormon insulin akibat gaya hidup dan pola makan yang tidak baik seperti konsumsi gula atau makanan/minuman manis yang berlebihan. Kemudian muncul ide madu untuk pengganti gula sebagai pemanis. Tapi tahukah Sobat, ternyata madu baik dikonsumsi untuk para penyandang diabetes, bahkan penelitian terbaru saat ini menyatakan bahwa madu memiliki efek antidiabetes.

    Kalori dan Indeks Glikemik

    Apa bedanya madu dan gula biasa? Jika dibandingkan, satu sendok gula pasir mengandung 46 kalori, sedangkan satu sendok madu mengandung 64 kalori. Wah, madu ternyata mengandung lebih tinggi kalori. Namun jangan sedih dulu, satu sendok gula jika dibandingkan dengan satu sendok madu menghasilkan tingkat kemanisan yang berbeda. Madu tentu lebih manis dan lebih pekat. Kurang lebih untuk mendapatkan rasa manis yang setara dengan satu sendok gula, hanya dibutuhkan setengah atau sepertiga sendok madu, sehingga mengurangi jumlah kalori dan baik untuk penyandang diabetes.

    Indeks glikemik menggambarkan kemampuan suatu zat dalam meningkatkan kadar gula darah dan kadar insulin. Semakin tinggi indeks glikemik suatu zat, maka semakin cepat dan besar kenaikan gula darah yang disebabkan zat tersebut. Kabar baiknya, madu memiliki indeks glikemik yang rendah dibandingkan dengan gula, artinya madu diserap masuk ke dalamperedaran darah secara perlahan sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang hebat dan tentu sangat baik untuk penyandang diabetes.

    Kandungan dan Manfaat

    Gula mengandung 100% karbohidrat, yang tersusun dari 50% glukosa dan 50% fruktosa. Fruktosa adalah jenis gula yang hanya dapat dipecah oleh organ hati. Konsumsi gula yang berlebihan terbukti dapat menyebabkan beberapa kondisi yang tidak diinginkan seperti peningkatan berat badan yang dapat berujung menjadi obesitas, perlemakan hati, dan peningkatan trigliserida.

    Madu juga terdiri dari gula, tapi hanya 30% glukosa dan 40% fruktosa. Tapi tidak hanya itu, madu mengandung berbagai elemen lain yang baik untuk kesehatan, seperti protein, berbagai vitamin yaitu vitamin B2 atau riboflavin, vitamin B5 atau pantothenic acid, vitamin B3 atau niasin, vitamin B9 atau asam folat, vitamin B6, vitamin C, dan mineral baik seperti fosfor, potasium atau kalium, zat besi, magnesium, kalsium, dan zinc. Tidak hanya itu, di dalam madu juga terkandung berbagai jenis antioksidan seperti pinobanksin, chrysin, dan pinocembrin. Penelitian terbaru bahkan menyatakan bahwa konsumsi madu ternyata dapat menurunkan gula darah dan berperan sebagai antidiabetes.

    Kesimpulannya, madu aman dikonsumsi penderita diabetes. Jika Sobat membutuhkan produk madu, gula rendah kalori atau artikel kesehatan menarik lainnya, yuk akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Madu vs. Gula pasir: mana yang baik untuk diabetes? Diupdate 24 November 2015. Diakses 17 Oktober 2018. Available at: prosehat.com/artikel/artikelkesehatan/madu-vs-gula-pasir-mana-yang-baik-untuk-diabetes
    2. Bobiş O, Dezmirean DS, Moise AR. Honey and Diabetes: The Importance of Natural Simple Sugars in Diet for Preventing and Treating Different Type of Diabetes. Oxidative Medicine and Cellular Longevity. 2018;2018:4757893.
    3. Honey vs. Granulated sugar: which sweetener’s better for diabetes? Diupdate 31 Oktober 2017. Diakses 17 Oktober 2018. Available at: healthline.com/health/diabetes/sweeteners-honey-vs-granulated-sugar#1
    4. Can people with type 2 diabetes eat honey? Diupdate 28 Mei 2017. Diakses 17 Oktober 2018. Available at: medicalnewstoday.com/articles/317662.php
    5. Erejuwa OO, Sulaiman SA, Wahab MSA. Honey – A Novel Antidiabetic Agent. International Journal of Biological Sciences. 2012;8(6):913-934.
    Read More
  • Madu-Madu Senyumnya Manis Semanis Madu Membuat Hati Selalu Rindu. Senyum semanis madu tidak bikin gemuk dan tidak bikin kadar gula darah melonjak. Lalu, bagaimana dengan madu nektar yang semanis gula pasir? Bagi kita para penyandang diabetes, makanan apapun yang bebas gula dipukul rata menjadi makanan yang dapat dikonsumsi. Mana yang lebih baik bagi Anda yang […]

    Madu vs. Gula Pasir: Mana yang Baik Untuk Diabetes?

    Madu-Madu Senyumnya Manis Semanis Madu Membuat Hati Selalu Rindu.

    Senyum semanis madu tidak bikin gemuk dan tidak bikin kadar gula darah melonjak. Lalu, bagaimana dengan madu nektar yang semanis gula pasir? Bagi kita para penyandang diabetes, makanan apapun yang bebas gula dipukul rata menjadi makanan yang dapat dikonsumsi. Mana yang lebih baik bagi Anda yang ingin menjaga berat badan dan para penyandang diabetes?

    Sebenarnya indikator makanan sehat adalah yang bergizi seimbang, bukan hanya bebas gula. Kemudian madu hadir seakan menjadi jawaban dari pengganti gula pasir bagi diabetesi. Pertanyaannya adalah, mana yang paling baik bagi diabetesi antara kedua jenis pemanis tersebut? Hasil penelitian dari Waikato University di Hamilton, New Zealand menyatakan ternyata konsumsi madu sama dengan menjalani diet tanpa gula yang bisa dilihat tips dan triknya di sini.

    https://www.prosehat.com/produk/makanan-minuman/tropicana-slim-madu/

    Jumlah Kalori

    Satu sendok makan gula pasir mengandung 46 kalori. Pemanis nektar ini sendiri mengandung 64 kalori. Lebih tinggi memang, tapi karena tingkat kemanisan yang berbeda, penggunaannya harus dimoderasi menjadi lebih sedikit dari gula untuk mencapai rasa manis yang diinginkan. Karena lebih manis dari gula, sebaiknya gunakan 1/3 – 1/2 lebih sedikit dibanding penggunaan gula, yang pada akhirnya akan mengurangi jumlah kalori dan baik bagi penyandang diabetes.

    https://www.prosehat.com/produk/makanan-minuman/tropicana-slim-madu/

    Kandungan

    Madu merupakan zat alami yang dihasilkan dari konsentrat nektar yang berasal dari bunga tanaman. Kandungannya sendiri beragam dan baik bagi tubuh, yaitu  protein, riboflavin (vitamin B2), pantothenic acid (vitamin B5), niacin (vitamin B3), folate (vitamin B9), vitamin B6, vitamin C, calcium, phosphorus, potassium, iron, magnesium, dan zinc. Beberapa jenis antioxidant juga hanya bisa ditemukan dalam madu, yaitu pinobanksin, catalase, chrysin, dan pinocembrin. Sebagai sumber energi yang stabil, madu memasuki saluran darah secara perlahan. Hal ini berbeda dengan gula biasa yang memasuki saluran darah dengan sangat cepat sehingga menyebabkan terjadinya lonjakan level glukosa dalam darah.

    25.11.2015_-_Gula_vs_Madu_03

    Madu vs. Gula Meja

    Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perlu dilihat lebih lanjut Glycemic Index (GI) dari gula meja dan madu. GI sendiri adalah metode untuk mengukur efek makanan kaya karbohidrat pada tingkat gula darah. Semakin rendah level GI dari suatu makanan, semakin sehat bagi tubuh. Gula meja memiliki GI 61, sedangkan madu memiliki GI sebesar 55.

    Dapat disimpulkan bahwa madu lebih baik dari gula dan dapat menjadi sumber energi yang lebih baik. Mengapa baik? Karena gula mengandung sukrosa hingga 100%, sedangkan madu hanya 1,5%. Sisa kandungan dari madu yang berupa fruktosa dan glukosa (jenis monosakarida) dapat memasuki aliran darah secara langsung dan tidak perlu diproses menjadi gula sederhana, sehingga baik bagi sumber energi dan asupan nutrisi bagi tubuh.

    Jadi Anda sekarang bisa memilih madu di sini sebagai pengganti gula, lengkap dengan kandungan gizi yang baik untuk tubuh

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja