Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ luka”

  • Minggu, 28 Maret 2021 terjadi dua peristiwa yang cukup mengejutkan yaitu meledaknya bom di area Gereja Katedral Makassar dan terbakarnya kilang minyak Balongan milik Pertamina di Indramayu. Kedua peristiwa itu tentu dapat menimbulkan kepanikan maupun kecemasan bagi masyarakat sekitar. Selain itu, ledakan bom dan kebakaran dapat berpotensi menimbulkan luka bakar pada beberapa bagian atau seluruh […]

    Terkena Luka Bakar Seperti Ledakan Bom di Makasar dan Kebakaran Kilang Minyak di Indramayu? Berikut Cara Penanganannya!

    Minggu, 28 Maret 2021 terjadi dua peristiwa yang cukup mengejutkan yaitu meledaknya bom di area Gereja Katedral Makassar dan terbakarnya kilang minyak Balongan milik Pertamina di Indramayu.

    terkena luka bakar

    Kedua peristiwa itu tentu dapat menimbulkan kepanikan maupun kecemasan bagi masyarakat sekitar. Selain itu, ledakan bom dan kebakaran dapat berpotensi menimbulkan luka bakar pada beberapa bagian atau seluruh tubuh.

    Baca Juga: Benarkah Air Liur Manusia Mampu Menyembuhkan Luka?

    Luka bakar merupakan hal yang harus segera ditangani dengan tepat, karena jika penanganan kurang tepat dapat memperburuk kondisi luka dan menimbulkan infeksi pada luka.

    Berkaitan dengan hal tersebut, masyarakat Indonesia hingga kini masih melakukan penanganan awal luka bakar dengan cara yang salah misalnya mengoleskan kecap maupun pasta gigi pada luka bakar.

    Lalu bagaimana sebenarnya penanganan pertama yang tepat bagi penderita luka bakar? Yuk, Sahabat Sehat mari simak beberapa langkah berikut!

    Penanganan Pertama Bagi Luka Bakar

    1. Gunakan air dingin untuk mengompres dan membilas lukayang terasa panas selama sekitar 10-20 menit.
    2. Bila timbul gelembung luka, sebaiknya dibiarkan saja. Hindari menutupluka dengan plester, dan sebaiknya tidak memecahkan gelembung luka.
    3. Oleskan salep khusus untuk luka bakar atau salep antibiotik yang berfungsi sebagai antiradang dan antimikroba untuk membantu pembentukan jaringan kulit baru. Oleskan setiap 4-6 jam sekali, dengan ketebalan sekitar 1 milimeter. Karena itu, penting bagi Sahabat untuk selalu menyediakan salep kulit pada kotak P3K di rumah sebagai antisipasi.

    Produk Terkait: Jual Salep Luka Bakar

    Sahabat juga dapat menggunakan beberapa cara alami seperti berikut, untuk luka bakar ringan:

    Menggunakan Susu

    Susu yang biasa Sahabat minum setiap hari juga dapat Sahabat jadikan sebagai penanganan awal luka bakar. Susu dianggap dapat membantu menenangkan kulit yang meradang karena luka bakar. Siapkan semangkuk susu skim dingin dalam mangkuk lalu siramkan susu cair ke bagian kulit yang mengalami luka bakar.

    Mengiris Kentang

    Cara kedua adalah dengan menggunakan kentang mentah. Sahabat dapat membelah kentang dan letakan pada area luka selama beberapa menit. Irisan kentang dipercaya mampu membantu menghilangkan iritasi di sekitar luka.

    Mengoleskan Lidah Buaya

    Lidah buaya merupakan tanaman yang bisa dijadikan sebagai obat luka bakar ringan karena mengandung berbagai zat yang dapat memberi efek menenangkan peradangan di kulit, dan dapat mengurangi pembengkakan pada luka bakar.

    Baca Juga: Kenali Impetigo, Infeksi Kulit pada Anak 

    Mengoleskan Minyak kelapa

    Kandungan vitamin E dan asam lemak seperti asam laurat pada minyak kelapa berguna untuk mencegah timbulnya jamur dan bakteri pada luka bakar.

    Menggunakan Teh kantong hitam

    Teh kantong hitam yang dingin dipercaya dapat meredakan luka bakar. Kandungan tanin dalam teh hitam dapat membantu menurunkan panas dari luka bakar dan meredakan rasa nyeri. Letakkan kantong teh yang sudah dicelupkan kedalam air dingin, pada area luka lalu balut dengan menggunakan perban.

    Apabila luka bakar yang Sahabat alami bukan termasuk luka bakar ringan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

    Baca Juga: Luka Lama yang Sulit Menyembuh

    Sahabat juga bisa memanfaatkan layanan perawatan luka bakar ini di Prosehat melalui layanan panggil ke rumah. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Sandi F. Fakta-fakta Terbaru Bom Meledak di Depan Katedral Makassar [Internet]. news. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20210329070922-4-233483/fakta-fakta-terbaru-bom-meledak-di-depan-katedral-makassar
    2. Media K. Kilang Minyak Pertamina di Balongan Indramayu Terbakar Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: https://regional.kompas.com/read/2021/03/29/054533678/kilang-minyak-pertamina-di-balongan-indramayu-terbakar?page=all
    3. Cara Mengatasi Luka Bakar untuk Pertolongan Pertama [Internet]. CNN Indonesia. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200722161849-255-527723/cara-mengatasi-luka-bakar-untuk-pertolongan-pertama
    4. 5 Cara Alami Sembuhkan Luka Bakar [Internet]. CNN Indonesia. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20181114134752-255-346495/5-cara-alami-sembuhkan-luka-bakar
    Read More
  • Di masa tumbuh-kembang, anak-anak rentan terhadap berbagai infeksi kuman salah satu contohnya adalah impetigo, yaitu suatu infeksi pada kulit. Baca Juga: Jangan Lewatkan Tahap Tumbuh Kembang Anak  Infeksi kulit ini lebih sering diderita anak-anak pada usia 2-5 tahun daripada orang dewasa, dan diperkirakan sekitar 162 juta orang anak di seluruh dunia mengalami impetigo dan lebih […]

    Kenali Impetigo, Infeksi Kulit pada Anak yang Sering Dialami di Masa Tumbuh-Kembang

    Di masa tumbuh-kembang, anak-anak rentan terhadap berbagai infeksi kuman salah satu contohnya adalah impetigo, yaitu suatu infeksi pada kulit.

    infeksi kulit pada anak

    Baca Juga: Jangan Lewatkan Tahap Tumbuh Kembang Anak 

    Infeksi kulit ini lebih sering diderita anak-anak pada usia 2-5 tahun daripada orang dewasa, dan diperkirakan sekitar 162 juta orang anak di seluruh dunia mengalami impetigo dan lebih sering terjadi di negara berkembang maupun negara miskin. Impetigo dapat ditularkan melalui sentuhan kulit penderitanya.

    Penularan biasanya terjadi setelah anak selesai bermain dan memegang benda yang sebelumnya sudah dipakai oleh orang yang menderita infeksi kulit ini, yang ditandai dengan munculnya luka kecil atau ruam pada kulit.

    Penyebab Impetigo

    Impetigo disebabkan oleh bakteri bernama Staphylococcus aureus (S.aureus) atau Streptococcus pyogenes (S.pyogenes).Bakteri ini dapat menginfeksi  lapisan kulit luar, misal pada wajah, lengan, dan tungkai.

    Bakteri tersebut dapat berkembang biak dalam kondisi cuaca yang panas serta lembab, sehingga kasusnya dapat memuncak di saat cuaca panas dan akan menurun saat musim dingin.

    Pada anak-anak, impetigo dapat terjadi ketika kulit anak terluka atau tergores karena gigitan serangga. Anak berisiko menderita impetigo jika mengalami salah satu kondisi di bawah ini:

    • Menderita diabetes.
    • Tinggal di iklim yang hangat atau
    • Menderita gangguansistem kekebalan
    • Menjalani cuci darah.
    • Riwayat gigitan serangga.
    • Sering berolahraga.
    • Memiliki riwayat gangguan kulit seperti eksim, ataupun gangguan psoriasis.
    • Kulit terbakar sinar matahari atau mengalami luka bakar.

    Jenis & Gejala Impetigo

    Gejala impetigo dapat mulai dirasakan dalam kurun waktu 4-10 hari setelah terpapar oleh bakteri, dapat diawali dengan keluhan demam, tidak enak badan, maupun pembesaran kelenjar getah bening. Gejala lainnya dapat dibedakan sesuai jenis impetigo, sebagai berikut:

    Impetigo NonBulosa

    Diperkirakan 70% impetigo merupakan jenis impetigo nonbulosa, yang ditandai dengan gejala:

    • Kemerahan, luka gatal di sekitar mulut dan hidung
    • Luka pecah, meninggalkan kulit merah, dan iritasi di sekitarnya
    • Kulit berkerak berwarna kuning kecoklatan
    • Ketika kulit sembuh terdapat bintik kemerahan yang memudar dan tidak meninggalkan bekas pada kulit

    Impetigo Bulosa

    Ditandai dengan gejala berikut :

    • Muncul lepuhan atau bintikberisi cairan bening yang dapat terlihat keruh, serta tidak dikelilingi oleh area kemerahan
    • Lepuhan atau bintik menjadi lunak dan pecah
    • Bentuk luka kekuningan dan berkerak di area lepuhan yang pecah
    • Lepuhan atau bintik biasanya tidak meninggalkan bekas luka pada kulit saat sudah sembuh

    Ecthyma

    Merupakan jenis impetigo yang terjadi bila tidak ditangani dengan baik, dan dapat ditandai dengan gejala berikut :

    • Muncul lepuhan atau pun luka lecet yang terasa nyeri pada kulit bokong, paha, tungkai, pergelangan kaki, dan kaki
    • Lepuhan berubah menjadi luka yang berisi nanah dengan kerak yang tebal
    • Kulit di sekitar luka sering kali tampak merah
    • Luka sembuh secara perlahan dan dapat meninggalkan bekas pada kulit setelah  penyakit sembuh

    Baca Juga: Benarkah Air Liur Manusia Mampu Menyembuhkan Luka?

    Bagaimana Cara Mengatasi Impetigo?

    Impetigo dapat diatasi dengan pemberian obat dan menjaga kesehatan kulit. Dokter umumnya memberikan obat salep serta antibiotik untuk melawan infeksi pada kulit.

    Produk Terkait: Jual Salep Ruam 

    Jika ditangani dengan baik, impetigo dapat menunjukan perbaikan dalam waktu 7-10 hari. Namun proses pemulihan dapat membutuhkan waktu lebih lama jika ada infeksi lain pada kulit.

    Untuk mencegah terjadinya impetigo, dapat melakukan beberapa hal berikut :

    • Bersihkan benda-benda yang sering disentuh oleh anak seperti mainan, kaus, seprai, karpet, boneka bulu, kasur lipat, handuk, maupun sofa.
    • Cuci hingga bersih dan sebaiknya dijemur di bawah sinar matahari.
    • Anjurkan anak untuk mandi teratur.
    • Gunting kuku jari secara berkala.
    • Cuci tangan teratur sebelum dan setelah makan serta setiap habis bermain.
    • Berikan sayur, buah yang kaya akan vitamin C.
    • Beri air putih yang cukup.

    Nah, itulah Sahabat Sehat mengenai impetigo yang merupakan salah satu jenis infeksi kulit pada anak yang seringkali dialami pada masa tumbuh-kembang.

    Baca Juga: Luka Lama yang Sulit Menyembuh

    Apabila Sahabat perlu informasi lebih lanjut mengenai impetigo dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Danti N. Infeksi Kulit Impetigo: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya [Internet]. POPMAMA.com. 2021 [cited 23 March 2021]. Available from: https://www.popmama.com/kid/1-3-years-old/nisrina-danti/infeksi-kulit-impetigo/7
    2. Afani A. Kenali Impetigo Bulosa, Infeksi Bakteri yang Sering Menyerang Kulit Balita [Internet]. parenting. 2021 [cited 23 March 2021]. Available from: https://www.haibunda.com/parenting/20201104165610-60-171348/kenali-impetigo-bulosa-infeksi-bakteri-yang-sering-menyerang-kulit-balita#
    3. Irawan D. Mengenal Impetigo Bulosa, Infeksi Kulit Pada Anak yang Muncul di Musim Pancaroba [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 23 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3361887/mengenal-impetigo-bulosa-infeksi-kulit-pada-anak-yang-muncul-di-musim-pancaroba
    Read More
  • Ketika Sobat secara tidak sengaja terluka pada salah satu anggota badan seperti tangan saat memotong bahan-bahan makanan, yang Sobat lakukan secara spontan adalah mengoleskan luka tersebut dengan air liur. Hal ini Sobat lakukan lantaran Sobat memercayai bahwa mengoleskan air ludah ke luka dapat menyembuhkan luka tersebut, baik luka gores maupun luka bakar. Hal ini tentunya […]

    Benarkah Air Liur Manusia Mampu Menyembuhkan Luka?

    Ketika Sobat secara tidak sengaja terluka pada salah satu anggota badan seperti tangan saat memotong bahan-bahan makanan, yang Sobat lakukan secara spontan adalah mengoleskan luka tersebut dengan air liur. Hal ini Sobat lakukan lantaran Sobat memercayai bahwa mengoleskan air ludah ke luka dapat menyembuhkan luka tersebut, baik luka gores maupun luka bakar. Hal ini tentunya seperti yang banyak dilakukan binatang-binatang seperti kucing dan anjing ketika terluka langsung menjilat sekujur tubuh dengan air ludah. Diketahui memang setelah melalui penelitian medis bahwa air ludah pada kedua binatang tersebut mengandung epiderma growth factor (EGF) dan nerve growth factor (NGF) yang dapat mempercepat penyembuhan luka.

    Baca Juga: Luka Lama yang Sulit Menyembuh

    Lalu bagaimanakah dengan air liur manusia?

    Pada manusia sendiri tentu keadaannya sungguh berbeda. Sebab, ternyata manusia tidak mempunyai EGF dan NGF seperti halnya pada binatang. Akan tetapi, air ludah pada manusia ternyata mengandung hiastin yang dapat membunuh bakteri, dan juga mempercepat proses penyembuhan luka. Namun, dunia medis tidak menganjurkan hal tersebut. Perihal mengenai air ludah manusia bisa menyembuhkan luka sebenarnya pernah dibahas secara ilmiah dalam Journal Blood. Jurnal itu menyebutkan bahwa air ludah merangsang sel darah putih untuk membentuk jaringan efektif DNA dan protein. Karena itu, semua luka kulit dapat terhindar dari infeksi bila terkena air liur. Studi lain yang dipublikasikan dalam Journal of Federation of American Societies for Experimental Biology (FASEB) menyebutkan mengenai hiastin. Meski begitu, hal tersebut belum diperbolehkan dalam tindakan medis karena belum ada penelitian yang cukup mengenai efektivitas air liur dapat menyembuhkan luka.

    Produk Terkait: Jual Antiseptik Pengobat Luka

    Apalagi mengisap air liur sesungguhnya cukup riskan. Demikian menurut dokter spesialis luka, dr. Adisaputra Ramadhinara, MSc, CWSP, FACCWS seperti dilansir dari Okezone.com. Meskipun air ludah manusia memiliki kandungan antibakteri, mengisap bagian tubuh yang terluka berbahaya sebab mulut merupakan salah satu rongga pada tubuh manusia yang memiliki banyak bakteri. Air liur, disebutnya memiliki patogen seperti bakteri, virus, dan jamur yang bisa berpindah pada luka. Pemberian air ludah perlu dipertimbangkan terlebih jika kebersihan mulut tidak terjaga dengan baik. Penggunaan air ludah untuk membersihkan luka tidaklah efektif karena tidak akan cukup mengingat untuk membersihkan luka dibutuhkan jumlah air yang cukup. Selain tidak higienis, membersihkan luka dengan ludah tidaklah etis dan pantas.

    Lalu Apa yang Harus Dilakukan Ketika Air Liur Tidak Dianjurkan Membersihkan Luka?

    Ketika Sobat mendapati hal tersebut, Sobat sebaiknya mulai menggunakan air bersih dalam membersihkan luka yang bisa saja dalam luka itu terdapat kotoran, bakteri, ataupun benda asing. Penggunaan air bersih ini dinilai lebih efektif dan higienis daripada membersihkan dengan kasa/penutup luka dan alkohol. Kasa dinilai dapat memudahkan bakteri masuk ke dalam luka karena bahannya yang berlubang. Karena itu, diperlukan 64 kali lipatan kasa agar benar-benar efektif mencegah bakteri masuk. Selain itu, keadaan kasa yang memiliki pori-pori cukup besar dapat berakibat pada luka yang cepat mengering sehingga akan menempel pada kain kasa. Ketika kain kasa akan diganti, kulit yang sedang terluka akan terasa sakit, dan dapat membuat darah kembali keluar. Cara lain yang juga tidak efektif dan higienis adalah menggunakan alkohol yang dapat merusak jaringan sehati di bawah kulit. Jaringan sehati ini merupakan calon kulit baru. Alkohol sendiri digunakan sebagai disinfektan benda mati bukan untuk mengobati kulit yang terluka.

    Baca Juga: Mengenal Anestesi dan Jenis-jenisnya

    Bagaimanakah Cara Membersihkan Luka yang Benar?

    Berikut ini adalah cara membersihkan luka yang benar, dan dikutip dari Heatlhline.

    Lakukan Perawatan Sendiri di Rumah Jika Mengalami Luka Ringan

    Apabila Sobat mengalami luka ringan, Sobat bisa melakukannya sendiri di rumah. Yang perlu Sobat lakukan pertama kali adalah cuci dan desinfeksi luka untuk menghilangkan semua kotoran. Gunakan tekanan dan elevasi langsung untuk mengontrol pendarahan dan pembengkakan. Setelah itu, balutlah lula dengan pembalut steril. Jika luka ringan yang dialami sangat kecil, tentu luka itu bisa sembuh tanpa perban. Jagalah luka tetap bersih dan kering selama lima hari. Iringi juga dengan memperbanyak istirahat. Ketika Sobat mengalami nyeri saat terluka, gunakanlah acetaminophen (Tylenol) sesuai dengan petunjuk, dan hindari produk yang mengandung aspirin sebab hal tersebut dapat menyebabkan atau memperpanjang pendarahan. Jika Sobat mengalami memar atau bengkak, jangan dikorek, dan segera tempelkan es. Gunakan juga tabir surya dengan dengan kandungan SPF 30 saat berada di luar ruangan supaya luka benar-benar sembuh.

    Produk Terkait: Jual Sunscreen Parasol SPF 30

    Perawatan ke Dokter

    Selain perawatan di rumah, Sobat juga bisa merawat luka di dokter apabila ditemukan kondisi-kondisi berikut:

    • Luka terbuka lebih dalam dari ½  inci
    • Pendarahan tidak berhenti dengan  tekanan langsung
    • Pendarahan berlangsung lebih dari 20 menit
    • Pendarahan yang diakibatkan oleh kecelakaan serius

    Ketika merawat luka pada dokter, dokter akan menggunakan teknik yang cukup berbeda, yaitu menggunakan lem kulit dan jahitan setelah area luka dibersihkan terlebih dahulu. Apabila Sobat menderita luka tusuk, dokter akan menyuntikkan anti tetanus. Selain dengan hal-hal tersebut, dokter akan melakukan pembedahan tergantung pada tingkat keparahan luka, dan mengalami komplikasi.

    Baca Juga: Daftar Makanan Setelah Melahirkan Agar Jahitan Cepat Kering

    Nah, itulah Sobat mengenai efektivitas dan higienitas air liur membersihkan luka dan cara membersihkan merawat luka yang baik dan benar, baik sendiri maupun lewat dokter. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih dalam mengenai perawatan luka dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Benarkah Air Liur Efektif Menyembuhkan Luka? : Okezone Lifestyle [Internet]. https://lifestyle.okezone.com/. 2020 [cited 16 November 2020]. Available from: https://lifestyle.okezone.com/read/2020/09/13/481/2277030/benarkah-air-liur-efektif-menyembuhkan-luka#:~:text=Air%20liur%20boleh%20jadi%20diyakini,kedua%20kandungan%20ters
    2. Desideria B. Cek Fakta Kesehatan: Air Liur Berkhasiat Obati Luka? [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 16 November 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/4116539/cek-fakta-kesehatan-air-liur-berkhasiat-obati-luka
    3. Mitos dan Fakta Soal Air Liur Bisa Sembuhkan Luka – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 16 November 2020]. Available from: https://tirto.id/mitos-dan-fakta-soal-air-liur-bisa-sembuhkan-luka-f4C9
    4. Open Wound: Types, Treatments, and Complications [Internet]. Healthline. 2020 [cited 16 November 2020]. Available from: https://www.healthline.com/health/open-wound#treatment
    Read More
  • Hampir semua orang pernah mengalami luka pada kulit atau bagian tubuh lainnya, hanya yang membedakan besar kecil atau tingkat keparahan luka, ada juga perbedaan luka yang diakibatkan diri sendiri atau serangan orang lain.Nah, tahap penyembuhan luka berbeda-beda, ada penyembuhannya relatif lebih cepat, bahkan ada yang lama, tergantung dari bagaimana perawatan luka tersebut. Luka adalah suatu […]

    Luka Lama yang Sulit Menyembuh

    Hampir semua orang pernah mengalami luka pada kulit atau bagian tubuh lainnya, hanya yang membedakan besar kecil atau tingkat keparahan luka, ada juga perbedaan luka yang diakibatkan diri sendiri atau serangan orang lain.Nah, tahap penyembuhan luka berbeda-beda, ada penyembuhannya relatif lebih cepat, bahkan ada yang lama, tergantung dari bagaimana perawatan luka tersebut.

    Luka adalah suatu kondisi kerusakan atau hilangnya sebagian jaringan tubuh yang bisa terjadi karena trauma apapun baik  tumpul, tajam, zat kimia, dll. Terkadang kita menganggap remeh luka yang dialami. Namun, tahukah kamu 1/4 dari penderita diabetes memiliki ulkus diabetikum (luka diabetes) dan 25% dari yg menderita luka diabetes itu berakhir dengan amputasi.

    Berdasarkan waktu penyembuhannya luka dibagi menjadi luka akut / fisiologis (yg waktu penyembuhannya sesuai perkiraan, sekitar 7-14 hari) dan luka yg kronis / patologis yang proses penyembuhannya sangat lama atau bahkan luka semakin memburuk. Luka yang tak kunjung sembuh masuk ke dalam luka patologis. Biasanya luka semakin melebar dari bentuk awal, bernanah, bau, terus-terusan merah dan nyeri.

    Baca Juga: 10 Komplikasi Diabetes yang Perlu Diwaspadai

    Beberapa faktor berperan dalam penyembuhan luka, antara lain umur, nutrisi, kebersihan luka, infeksi, sirkulasi dan oksigenasi, penyakit yg mendasari, merokok, stres. Salah satu penyakit yang seringkali menyebabkan luka sulit sembuh adalah diabetes melitus. Sering kali pasien datang dengan luka yg sudah besar dan berbau tapi tidak mengetahui bahwa dirinya telah menderita diabetes.

    Oleh karena itu peran skrining penyakit sangat penting untuk pencegahan terjadinya luka yang tak kunjung sembuh. Skrining sederhana dapat dimulai dengan mengecek kadar gula darah secara rutin. Akan lebih baik lagi bila melakukan pengecekan lainnya seperti darah rutin dan faktor pembekuan darah.

    Baca Juga: Mengapa Suntik Insulin Penting

    Beberapa langkah dapat dilakukan untuk pencegahan agar luka cepat sembuh, seperti :

    – Melakukan perawatan luka awal dengan membersihkan menggunakan larutan salin atau pun cairan antiseptik (bila perlu)

    – Tidak memberikan bubuk kopi, dedaunan atau apapun pada luka

    – Tidak sembarangan mengkonsumsi antibiotik

    – Pada luka kotor, tertusuk paku, luka bakar, gigitan hewan, luka besar dan dalam sebaiknya segera meminta bantuan ke pusat kesehatan terdekat

    – Menjaga pola hidup sehat : mengjindsri rokok & alkohol, olahraga yg cukup, dan menjaga asupan nutrisi

    instal aplikasi prosehat

    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com