Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ liburan sehat”

  • Liburan panjang akhir tahun telah usai. Momen liburan panjang yang didapat untuk mengatasi penat setelah bekerja setahun penuh itu seharusnya sudah dapat menyegarkan tubuh dan pikiran Sahabat. Liburan adalah sesuatu yang menyenangkan dan semua orang tentu saja ingin berlibur. Akan tetapi, pada kenyataannya liburan panjang malah menyebabkan Sahabat menjadi sakit dan tidak fit sehingga belum […]

    Penyebab Sakit Setelah Liburan dan Cara Mengatasinya

    Liburan panjang akhir tahun telah usai. Momen liburan panjang yang didapat untuk mengatasi penat setelah bekerja setahun penuh itu seharusnya sudah dapat menyegarkan tubuh dan pikiran Sahabat. Liburan adalah sesuatu yang menyenangkan dan semua orang tentu saja ingin berlibur. Akan tetapi, pada kenyataannya liburan panjang malah menyebabkan Sahabat menjadi sakit dan tidak fit sehingga belum dapat melanjutkan lagi aktivitas seperti sedia kala.1 Sahabat tentu bertanya-tanya mengapa hal itu bisa terjadi? Daripada penasaran, yuk mari kita simak bersama-sama pembahasan di bawah ini!

    sakit setelah liburan. sakit sehabis liburan

    Baca Juga: Inilah 3 Persiapan Penting Sebelum Traveling

    Banyaknya Aktivitas yang Dikerjakan

    Karena liburan adalah hal yang cukup menyenangkan untuk dilakukan tentu saja Sahabat tidak akan mau begitu saja melewatkan momen-momen yang Sahabat cukup anggap penting. Sahabat akan melakukan banyak aktivitas lebih dari biasanya yang mungkin saja melampaui waktu istirahat. Akibatnya, tubuh akan menjadi kaget akan perubahan perilaku tersebut.2,3

    Perubahan Pola Makan dan Minum

    Biasanya sebelum liburan, Sahabat merupakan orang yang teratur dalam makan dan minum bahkan dalam kondisi bekerja sekalipun. Namun, ketika liburan Sahabat mungkin lupa makan dan minum yang dapat memberikan efek negatif kepada tubuh seperti mudah terserang penyakit lambung dan flu. Karena itu, usahakan untuk tetap makan dan minum seperti saat sebelum liburan agar Sahabat tidak terserang penyakit ketika berlibur.2

    Produk Terkait: Jual Makanan Sehat

    Terkena Kuman dan Virus

    Saat liburan Sahabat pun bisa terkena bakteri atau virus dengan mudah. Hal ini dikarenakan Sahabat bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang setiap harinya mulai dari hotel, saat naik transportasi umum atau saat berjalan-jalan di tempat-tempat publik. Inilah yang membuat penyakit dapat menular dengan cepat. Karena itu, usahakan untuk selalu melakukan tindakan-tindakan higienis seperti mencuci tangan atau di masa pandemi mengenakan masker dan menjaga jarak.2,3

    Perubahan Suhu dan Iklim

    Hal lain yang menyebabkan tubuh menjadi sakit sehabis berlibur adalah karena perubahan suhu dan iklim. Bagi Sahabat yang terbiasa dengan suhu dan iklim tropis tentu akan mengalami keterkejutan saat berlibur ke tempat yang suhunya dingin sehingga tubuh harus beradaptasi. Begitu kembali dari tempat tersebut tubuh akan mengalami keterkejutan lagi karena perlu melakukan penyesuaian kembali.

    Bepergian dengan Pesawat

    Banyak orang bepergian untuk liburan dengan pesawat terutama untuk destinasi wisata yang cukup jauh. Bepergian dengan pesawat memang cukup efektif karena dapat memangkas waktu perjalanan, namun ternyata berpergian dengan pesawat dapat meningkatkan risiko tubuh jatuh sakit. Hal ini karena udara dengan kelembapan rendah dapat menyerang hidung dan tenggorokan. Tak hanya itu, virus pun diyakini dapat cepat tertular dalam kondisi yang demikian dari sesama penumpang.1

    Baca Juga: Pilek dan Flu Saat Traveling? Cegah Sekarang Juga!

    Cara Mencegah Sakit Sehabis Liburan

    Supaya Sahabat tidak sakit setelah liburan panjang yang malah dapat menghambat aktivitas sehari-hari, Sahabat disarankan untuk selalu membawa vitamin dalam jumlah banyak dan mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat. Hal lainnya adalah melakukan tindakan-tindakan higienis, seperti mencuci tangan, istirahat yang cukup, dan minum banyak air. Hindari mengonsumsi alkohol selama beberapa hari dan jangan lupa makan secara teratur. Apabila menderita gejala, seperti demam dan ruam pada kulit, segera pergi ke dokter untuk didiagnosis. Lalu, berilah tubuh waktu untuk bersantai dan menyesuaikan diri dengan aktivitas rutin, dengan mengambil cuti sehari sebelum beraktivitas. Jangan lupa untuk berolahraga ringan, yoga, dan teknik pernapasan supaya pikiran dan tubuh menjadi rileks setelah berlibur.1

    Baca Juga: Traveling Bikin Gemuk, Mitos atau Fakta?

    Itulah penyebab mengapa Sahabat terkena sakit sehabis berlibur dan cara mengatasinya. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai liburan sehat dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. This is why you get ill after a holiday, according to a GP [Internet]. Cosmopolitan. 2021 [cited 4 January 2021]. Available from: https://www.cosmopolitan.com/uk/entertainment/travel/a28444993/feeling-ill-after-holiday/
    2. Hens H. 4 Penyebab Utama Sering Sakit Setelah Liburan [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 4 January 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/3996389/4-penyebab-utama-sering-sakit-setelah-liburan
    3. Ini Alasan Mengapa Anda Sakit Setelah Liburan, Ketahui Cara Mengatasinya! [Internet]. suara.com. 2021 [cited 4 January 2021]. Available from: https://www.suara.com/health/2019/06/24/082000/ini-alasan-mengapa-anda-sakit-setelah-liburan-ketahui-cara-mengatasinya?page=all
    Read More
  • Pemerintah melalui Satgas Covid-19 pada 19 Desember 2020 telah mengeluarkan protokol kesehatan liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Protokol itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Surat edaran ini […]

    Protokol Kesehatan Liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Berikut Poin-poin Pentingnya

    Pemerintah melalui Satgas Covid-19 pada 19 Desember 2020 telah mengeluarkan protokol kesehatan liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Protokol itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Surat edaran ini berlaku mulai dari 19 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021. Seperti diungkapkan oleh juru bicara Satgas Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito bahwa ketentuan dalam surat edaran tersebut adalah bagian dari upaya menanggulangi Covid-19. SE dikeluarkan karena melihat pengalaman liburan-liburan sebelumnya yang selalu diikuti oleh peningkatan jumlah kasus Covid-19.

    protokol kesehatan liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021

    Baca Juga: Berwisata ke Bali Harus Negatif PCR Swab

    Terdapat beberapa poin penting yang perlu diketahui dalam surat edaran yang memuat protokol kesehatan untuk liburan akhir tahun 2020 ini. Apa saja itu? Yuk, Sahabat, mari kita simak bersama-sama!

    Pengetatan Perilaku 3M

    Perilaku 3M sudah menjadi hal yang wajib di saat pandemi Covid-19 ini mulai dari mencuci tangan, memakai masker hingga menjaga jarak. Namun selama perjalanan sahabat diwajibkan mengetatkan salah satu perilaku 3M tersebut, yaitu memakai masker. Penggunaannya wajib dilakukan dengan benar dan menutupi hidung sedangkan jenis yang dipakai adalah masker kain 3 lapis atau masker medis. Tak hanya pengetatan pada masker, protokol lainnya juga melarang penumpang selama perjalanan melepas masker untuk makan dan minum bagi perjalanan kurang dari 2 jam. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi individu yang wajib mengonsumsi obat-obatan tertentu, yang jika tidak diperbolehkan dapat mengancam keselamatan jiwanya.

    Wajib PCR Swab dan Rapid Antigen

    Selain pengetatan perilaku 3M, hal yang perlu Sahabat perhatikan adalah kewajiban PCR swab dan rapid antigen saat melakukan perjalanan. PCR swab diwajibkan bagi Sahabat yang ingin ke Pulau Bali melalui transportasi udara paling lama 7×24 jam sebelum keberangkatan. Sedangkan untuk yang ingin ke Bali melalui jalur laut dan darat atau ke wilayah-wilayah bukan Bali, terutama di Pulau Jawa  wajib melakukan rapid swab antigen paling lama 3×24 jam. Selain wajib PCR swab maupun rapid antigen, Sahabat diwajibkan mengisi e-HAC Indonesia. Namun pengisian ini tidak wajib bagi yang menggunakan kereta api. Rapid test antibodi masih diperbolehkan.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Anak-anak di Bawah Usia 12 Tahun Tidak Wajib Tes Covid-19

    Sempat muncul pertanyaan ketika pemberlakuan wajib PCR swab dan rapid swab antigen ini juga berlaku untuk anak-anak? Namun hal tersebut kenyataannya tidak melalui poin dalam surat edaran ini. Hal ini tentu saja melegakan bagi Sahabat yang berniat membawa anak dalam perjalanan. Namun, tetap hal tersebut harus diikuti dengan protokol-protokol kesehatan yang berlaku supaya anak-anak tidak mudah terjangkit Covid-19.

    Baca Juga: Tips Aman Berlibur Bersama Anak di Tengah Pandemi Covid-19

    Untuk Mobilitas dalam Wilayah Jabodetabek Tidak Perlu Rapid Swab Antigen

    Protokol Kesehatan Liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 juga menyatakan bahwa bagi Sahabat yang masih berlalu-lalang di dalam wilayah Jabodetabek tidak diwajibkan untuk menunjukkan hasil rapid swab antigen sebagai syarat perjalanan. Hal itu juga berlaku untuk transportasi laut di Pulau Jawa yang bersifat rutin, yaitu melayani pelayaran lokasi terbatas antarpulau atau antarpelabuhan antardomestik dalam satu wilayah aglomerasi.

    Hasil Negatif atau Non-Reaktif dengan Gejala Harus PCR Swab

    Apabila Sahabat dinyatakan negatif atau non-reaktif dari hasil rapid antibodi dan antigen namun menunjukkan gejala, Sahabat tidak diperbolehkan melakukan perjalanan dan wajib melakukan PCR swab dan isolasi mandiri selama waktu tunggu pemeriksaan.

    Bagi WNI yang Baru Tiba dari Luar Negeri Harus Negatif PCR Swab

    Apabila Sahabat datang dari luar negeri ke Indonesia di saat libur Natal dan Tahun Baru, Sahabat harus negatif PCR swab yang ditunjukkan melalui surat keterangan yang berlaku sejak tiba 3×24 jam, dan ada dalam e-HAC Indonesia. Setelah tiba, Sahabat akan diperiksa oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan setempat dengan diukur suhu tubuh, validasi surat keterangan, dan pemeriksaan ulang PCR swab yang tidak hanya bagi WNI tetapi juga WNA. Setelah pemeriksaan Sahabat wajib dikarantina untuk menunggu hasil. Karantina ini berupa fasilitas milik pemerintah. Untuk WNA karantina berupa hotel atau penginapan yang disediakan pemerintah dengan sertifkasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, dan harus membayar secara pribadi.

    Baca Juga: Isolasi Mandiri Covid-19 di Fasilitas Pemerintah dan Pengajuannya

    Seperti itulah protokol kesehatan liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 supaya perjalanan aman, sehat, dan nyaman dari Covid-19 sehingga tingkat penularan Covid-19 bisa dikendalikan. Supaya Sahabat terhindar dari Covid-19 dan mengetahui positif atau negatif sebelum melakukan perjalanan, yuk jangan lupa melakukan PCR swab dan rapid swab antigen di Prosehat. Selain itu, Sahabat akan mendapatkan surat keterangan bebas dari Covid-19 sebagai bukti untuk divalidasi saat di bandara, terminal, dan pelabuhan. Caranya mudah: Sahabat tinggal akses Prosehat melalui aplikasi atau website lalu pilih kategori Layanan Kesehatan, dan klik Rapid Test-Covid-19. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. umar E. Protokol Kesehatan Libur Natal dan Tahun Baru, Begini Isi Surat Edaran Satgas Covid-19 [Internet]. Fajar.CO.ID. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://fajar.co.id/2020/12/20/protokol-kesehatan-libur-natal-dan-tahun-baru-begini-isi-surat-edaran-satgas-covid-19/
    2. Harsono F. Surat Edaran Satgas COVID-19 Perjalanan Libur Natal dan Tahun Baru untuk Tanggulangi Penularan Virus Corona [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/4438339/surat-edaran-satgas-covid-19-perjalanan-libur-natal-dan-tahun-baru-untuk-tanggulangi-penularan-virus-corona
    3. COVID-19 S. Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 – Regulasi | Satgas Penanganan COVID-19 [Internet]. covid19.go.id. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://covid19.go.id/p/regulasi/surat-edaran-nomor-3-tahun-2020
    Read More
  • Sejak 15 Desember 2020 Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur yang mewajibkan para wisatawan yang datang ke Pulau Dewata untuk menunjukkan surat keterangan yang menyatakan negatif pada PCR swab dan rapid swab antigen. Keputusan ini diambil berdasarkan rapat para pemimpin provinsi di Indonesia yang wilayahnya mempunyai banyak penderita Covid-19, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, […]

    Ingin Liburan ke Bali dengan Sehat dan Aman? Yuk, PCR Swab dan Rapid Swab Antigen Dulu di Prosehat!

    Sejak 15 Desember 2020 Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur yang mewajibkan para wisatawan yang datang ke Pulau Dewata untuk menunjukkan surat keterangan yang menyatakan negatif pada PCR swab dan rapid swab antigen. Keputusan ini diambil berdasarkan rapat para pemimpin provinsi di Indonesia yang wilayahnya mempunyai banyak penderita Covid-19, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali dengan Menko Marves Luhut Panjaitan sehari sebelumnya.1

    liburan ke Bali dengan sehat dan aman

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat Rapid Swab Antigen di Jabodetabek

    Tindakan yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Bali ini bertujuan mencegah penularan Covid-19 agar tidak meluas di provinsi andalan wisata Indonesia tersebut. Dalam surat keputusan tersebut, Pemprov Bali juga melarang secara luas perayaan Tahun Baru 2021 serta mengetatkan protokol-protokol kesehatan di kafe, hotel, ruang publik, dan tempat makan. Apabila melanggar, akan segera ditindak oleh aparat dari TNI-Polri serta Satpol PP. Dampak dari pemberlakuan harus menunjukkan hasil PCR Swab dan rapid antigen yang negatif membuat beberapa antrean yang cukup membludak. Hal itulah yang terlihat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, pada 17 Desember 2020. Antrean itu adalah karena petugas bandara harus memvalidasi surat keterangan bebas dari Corona yang dibawa penumpang sebagai syarat untuk terbang.2

    Produk Terkait: Rapid-PCR Swab

    Selain antrean panjang yang membuat pelayanan dan mobilitas penumpang menjadi terhambat, serta menyebabkan kerumunan, dampak lain yang dirasakan adalah adanya banyak pembatalan secara sepihak yang dilakukan oleh para calon wisatawan. Hal inilah yang dikeluhkan oleh para pengusaha wisata di Bali melalui Sekretaris Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) wilayah Bali, Putu Asita. Ia menilai kebijakan pemerintah ini sangat mendadak sekali dan membuat calon wisatawan mengurungkan niat ke Bali untuk liburan akhir tahun 2020 bersama keluarga.3

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Biaya rapid antigen disebutnya menjadi penghalang karena dibanderol pada kisaran mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 700.000 per orang. Kebanyakan yang membatalkan adalah wisatawan dari Pulau Jawa.3 Dampak pembatalan tidak hanya dirasakan oleh pihak pengusaha Bali melalui Asita, tetapi juga melalui Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum PHRI, Haryadi Sukamdani. Dilansir dari CNN Indonesia, Haryadi mengungkapkan pembatalan melalui pengembalian tiket atau refund mencapai Rp 317 miliar, berasal dari refund 133 ribu tiket pesawat. Pembatalan ini sendiri, menurutnya, sangat berdampak pada perekonomian Bali yang mencapai Rp 967 miliar.1

    Sahabat Sehat sebetulnya tidak perlu membatalkan liburan ke Bali hanya karena aturan PCR swab dan rapid antigen. Agar Sahabat tidak terbebani dengan aturan pemerintah mengenai perlunya PCR swab dan rapid antigen yang dinilai memberatkan dari harga, Sahabat sebenarnya bisa melakukannya di Prosehat. Mengapa Prosehat?

    Baca Juga: Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik Tempat Rapid Test di Jakarta

    Karena Prosehat menyediakan layanan PCR swab dan rapid antigen yang berkualitas dengan harga yang terjangkau sehingga tidak menguras kantong sama sekali. Selain itu, Sahabat mendapatkan surat keterangan bebas Covid-19 yang juga diperlukan sebagai tanda bahwa Sahabat tidak terinfeksi Covid-19, dan juga sebagai pegangan ketika sedang berada di Bali. Untuk mendapatkan layanan tes Covid-19 dari Prosehat caranya Sahabat bisa mengakses Prosehat melalui website atau aplikasi untuk memesan langsung atau konsultasi terlebih dahulu dengan dokter Prosehat. Untuk info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800.

    Referensi:

    1. Indonesia C. Refund Tiket Tembus Rp317 M usai Wajib Swab Antigen ke Bali [Internet]. ekonomi. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20201216181823-92-583089/refund-tiket-tembus-rp317-m-usai-wajib-swab-antigen-ke-bali
    2. Antrean Cek Surat Swab Test di Bandara Soetta Membeludak, Hotman Paris Beraksi [Internet]. kumparan. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/antrean-cek-surat-swab-test-di-bandara-soetta-membeludak-hotman-paris-beraksi-1unOgcWy3lI
    3. Indonesia C. Pengusaha soal Wajib Rapid Antigen: Banyak Pesanan Dibatalkan [Internet]. ekonomi. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20201216113208-92-582812/pengusaha-soal-wajib-rapid-antigen-banyak-pesanan-dibatalkan
    Read More
  • Seperti apa tips liburan sehat di musim hujan? Ini tentunya menjadi banyak pertanyaan Sahabat Sehat yang sepertinya sudah tidak sabaran untuk berlibur untuk melepas penat dan merelaksasi diri setelah bekerja. Meski begitu, Sahabat tentunya tidak ingin liburan yang dilakukan menjadi bencana karena menderita sakit apalagi liburan di waktu musim hujan datang dan di tengah pandemi. […]

    Tips Liburan Sehat di Musim Hujan Supaya Terhindar dari Penyakit

    Seperti apa tips liburan sehat di musim hujan? Ini tentunya menjadi banyak pertanyaan Sahabat Sehat yang sepertinya sudah tidak sabaran untuk berlibur untuk melepas penat dan merelaksasi diri setelah bekerja. Meski begitu, Sahabat tentunya tidak ingin liburan yang dilakukan menjadi bencana karena menderita sakit apalagi liburan di waktu musim hujan datang dan di tengah pandemi. Tentunya ada beberapa persiapan ekstra yang harus Sahabat lakukan selain mencari tiket, penginapan, dan destinasi wisata yang diinginkan. Lalu apa saja tips-tipsnya? Yuk, tanpa berlama-lama, mari kita simak!

    liburan sehat di musim hujan, liburan sehat saat hujan

    Baca Juga: Tips Mencari Tempat Wisata Pilihan Selama Covid-19

    Selalu Membawa Perlengkapan Hujan

    Perlengkapan yang dimaksud tentu adalah payung dan jas hujan. Keduanya berfungsi melindungi diri dari rintikan air hujan yang memang tidak menyehatkan, dan menyebabkan tubuh terkena penyakit. Perlengkapan ini tentunya sudah harus masuk dalam daftar prioritas Sahabat Sehat saat akan bepergian di musim hujan. Bawalah selalu perlengkapan ini ke mana pun Sahabat berpegian untuk sekadar mengantisipasi jika tiba-tiba hujan mendadak turun.

    Membawa Banyak Baju Salinan

    Berlibur di musim hujan tentunya juga harus memperhatikan beberapa hal selain perlengkapan hujan. Yaitu, membawa banyak baju salinan sebagai antisipasi jika Sahabat saat travelling di ruang terbuka atau outdoor yang bisa terguyur hujan. Karena itu, siapkanlah baju salinan tambahan saat berjalan-jalan di tempat wisata. Usahakan juga membawa baju hangat sehingga tubuh tidak cepat kedinginan. Jangan lupa juga membawa celana panjang karena musim hujan identik dengan nyamuk-nyamuk yang bisa menyebabkan demam berdarah dan malaria.

    Pilih Tempat Wisata Dalam Ruangan

    Tips liburan sehat di musim hujan yang bisa Sahabat lakukan adalah memilih tempat wisata dalam ruangan atau indoor sebagai upaya menghindari diri dari air hujan. Banyak sekali tempat wisata di dalam ruangan yang tidak kalah bagusnya daripada di luar ruangan terutama yang wahana permainan untuk anak-anak yang berada di dalam mall. Meski begitu, usahakan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 mengingat tempat wisata indoor agak rawan terhadap penyebaran virus.

    Baca Juga: Sebelum Cuti Bersama Akhir Tahun 2020, Perkuat Imunitas Tubuh

    Pilih Asupan yang Bernutrisi

    Memilih asupan yang bernutrisi sangat disarankan ketika hendak berlibur di musim hujan. Mengapa? Karena asupan ini akan membantu tubuh melawan cuaca dingin yang sering muncul di musim tersebut. Selain itu, asupan bernutrisi akan membantu tubuh melawan penyakit-penyakit yang sering muncul di musim hujan seperti flu dan diare. Selain sayur-sayuran dan buah-buahan, vitamin C juga sangat penting sebagai penguat imun tubuh secara alami, dan sangat berguna juga di masa pandemi. Jangan lupa juga untuk selalu biasakan meminum air putih supaya metabolisme tubuh tetap terjaga sehingga Sahabat tidak mudah lelah jalan-jalan di musim hujan.

    Produk Terkait: Jual Vitalong C Kapsul Isi 4

    Selalu Sedia Obat-obatan

    Hal penting yang perlu diperhatikan bagi Sahabat saat memutuskan jalan-jalan di musim penghujan adalah jangan lupa selalu menyediakan obat-obatan sebagai salah satu langkah antisipasi apabila Sahabat mendadak terkena sakit karena hujan. Bawalah obat-obatan yang sekiranya diperlukan dan cukup berguna selama liburan. Persediaan obat-obatan ini setidaknya akan membantu Sahabat sehingga tidak perlu bersusah payah mencari fasilitas kesehatan yang belum tentu tersedia di destinasi wisata yang dituju.

    Selalu Memantau Prakiraan Cuaca

    Liburan di musim hujan membuat Sahabat tentunya akan selalu stand-by dengan ponsel untuk memantau prakiraan cuaca. Pemantauan ini setidaknya dapat Sahabat jadikan sebagai acuan untuk pergi ke luar atau tidak sama sekali ketika cuaca dirasakan tidak mendukung. Apabila cuaca dirasakan tidak mendukung, dan mengharuskan Sahabat untuk tetap di dalam rumah, hal itu bisa diganti dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan seperti berolahraga ringan untuk menjaga stamina. Apabila jika berlibur bersama anak, Sahabat bisa juga melakukannya bersama anak seperti melakukan permainan supaya mereka juga tidak bosan. 

    Jangan Lupa Vaksinasi

    Ketika tips-tips di atas sudah dilakukan sebagai persiapan dalam menghadapi hujan saat liburan, jangan lupa juga untuk melakukan vaksinasi. Hal ini perlu sebagai langkah pencegahan terkena penyakit karena musim hujan identik dengan datangnya banyak penyakit seperti flu, diare, tifoid, dan demam berdarah. Dengan melakukan vaksinasi, setidaknya Sahabat dapat travelling dengan aman dan nyaman tanpa perlu khawatir terserang penyakit yang malah dapat merusak acara jalan-jalan Sahabat.

    Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Saat Traveling

    Nah, itulah cara liburan sehat di musim hujan yang bisa Sahabat lakukan untuk menghindari diri dari penyakit. Tips ini bisa juga Sahabat lakukan saat liburan bersama anak dan keluarga. Musim hujan sendiri bukanlah penghalang untuk berlibur. Untuk vaksinasi, terutama vaksinasi flu yang kerap datang di musim hujan, Sahabat bisa melakukannya di Prosehat, yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. TRIK T, Hujan T. Tips Menjaga Kesehatan Pada Musim Hujan [Internet]. Digdaya Mediatama. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://digdayamedia.id/tips-menjaga-kesehatan-pada-musim-hujan/
    2. Yuk, Ikuti 5 Tips Ini agar Anak Tetap Sehat Saat Liburan di Musim Hujan [Internet]. Bukalapak. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://review.bukalapak.com/mom/yuk-ikuti-5-tips-ini-agar-anak-tetap-sehat-saat-liburan-di-musim-hujan-89131
    3. Media M. 6 Tips Liburan Bersama Keluarga di Musim Hujan [Internet]. www.motherandbaby.co.id. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://www.motherandbaby.co.id/article/2020/1/29/14321/6-Tips-Liburan-Bersama-Keluarga-di-Musim-Hujan
    4. Media K. Tips Jaga Stamina saat Liburan di Musim Hujan Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://travel.kompas.com/read/2018/02/15/210000027/tips-jaga-stamina-saat-liburan-di-musim-hujan?page=all
    Read More
  • Pemerintah akhirnya resmi mengurangi libur dan cuti bersama akhir tahun 2020 pada Rapat Tingkat Menteri Penetapan dan Penandatanganan SKB Hari Libur Bersama Tahun 2021 yang diadakan secara virtual, 1 Desember 2020. Keputusan pengurangan ini diambil setelah melihat kembali naiknya jumlah kasus penderita Covid-19 di Indonesia pada sejumlah liburan long weekend sebelumnya, mulai dari Idul Fitri di […]

    Libur dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2020 Resmi Dikurangi Pemerintah

    Pemerintah akhirnya resmi mengurangi libur dan cuti bersama akhir tahun 2020 pada Rapat Tingkat Menteri Penetapan dan Penandatanganan SKB Hari Libur Bersama Tahun 2021 yang diadakan secara virtual, 1 Desember 2020. Keputusan pengurangan ini diambil setelah melihat kembali naiknya jumlah kasus penderita Covid-19 di Indonesia pada sejumlah liburan long weekend sebelumnya, mulai dari Idul Fitri di bulan Mei hingga Maulid Nabi SAW di bulan Oktober. Karena kenaikan kembali jumlah penderita itulah, Satgas Covid-19 menyarankan kepada pemerintah untuk mengurangi atau meniadakan liburan akhir tahun.

    libur dan cuti bersama akhir tahun 2020

    Baca Juga: Perubahan Liburan Akhir Tahun 2020 Akibat Covid-19

    Berdasarkan SKB Tiga Menteri yang sudah ditetapkan dan ditandangani sebelumnya, liburan akhir tahun 2020 yang digabung dengan cuti bersama menetapkan bahwa liburan dimulai dari tanggal 24 Desember hingga 1 Januari 2020. Total keseluruhan adalah 11 hari. Setelah dipangkas 3 hari, jumlah liburan hanya berjumlah 8 hari. Perinciannya adalah sebagai berikut:

    • Kamis, 24 Desember 2020: Cuti Bersama Hari Raya Natal
    • Jumat, 25 Desember 2020: Libur Nasional Hari Raya Natal
    • Kamis, 31 Desember 2020: Pengganti Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah
    • Jumat, 1 Januari 2021: Libur Nasional Tahun Baru 2021 Masehi

    Apabila merujuk pada jadwal terbaru, tanggal 28-30 Desember yang awalnya juga termasuk sebagai libur dan cuti bersama akhir tahun 2020 kini dihapus, dan dijadikan sebagai hari kerja. Jadwal terbaru ini juga mengartikan bahwa ada 2 hari libur nasional dan 2 hari cuti bersama. Di sela hari kerja terdapat 2 kali long weekend. Yaitu, pada tanggal 24-25 Desember dan 31 Desember 2020-1 Januari 2021. Keduanya disambung langsung dengan Sabtu dan Minggu.

    Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Saat Traveling

    Keputusan mengenai pengurangan jadwal liburan ini selanjutnya akan ditetapkan dengan SKB 3 Menteri, yakni Menteri Agama, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), dan Menteri Ketenagakerjaan. Demikian, kata Menko PMK, Muhadjir, sesuai rapat penetapan pengurangan jadwal liburan tersebut. Presiden Joko Widodo sebelumnya sudah mengisyaratkan akan mengurangi jadwal liburan sesuai menerima laporan dan masukan dari Satgas Covid-19 mengenai kenaikan kembali jumlah penderita Covid-19. Pengurangan ini diharapkan mampu mengerem laju jumlah penderita Covid-19 sampai akhir tahun.

    Baca Juga: Sebelum Cuti Bersama Akhir Tahun 2020, Perkuat Imunitas Tubuh

    Buat Sahabat Sehat yang sudah mengetahui perubahan jadwal libur dan cuti bersama akhir tahun 2020 ini diharapkan jangan kecewa. Sebab, pemerintah menerapkan peraturan tersebut demi pencegahan penularan Covid-19. Untuk jadwal terbaru ini Sahabat bisa mengisinya dengan melakukan staycation, yaitu berlibur di rumah, dekat rumah, atau dalam kota  tanpa perlu menginap berhari-hari. Jangan lupa juga lakukan vaksinasi untuk penguatan imun tubuh dan pencegahan beberapa penyakit terutama flu sebab liburan akhir tahun tepat berada di musim hujan.

    Untuk vaksinasi flu Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. detikcom T. Dipangkas 3 Hari, Ini Jadwal Baru Libur Akhir Tahun [Internet]. detiknews. 2020 [cited 2 December 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5277295/dipangkas-3-hari-ini-jadwal-baru-libur-akhir-tahun
    2. Persada S. Pemerintah Potong Libur Akhir Tahun Sebanyak 3 Hari, Ini Detailnya [Internet]. Tempo. 2020 [cited 2 December 2020]. Available from: https://nasional.tempo.co/read/1410607/pemerintah-potong-libur-akhir-tahun-sebanyak-3-hari-ini-detailnya
    3. Media K. Pemerintah Pangkas Libur Akhir Tahun 3 Hari, 28-30 Desember Tetap Masuk [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 2 December 2020]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/12/01/18105831/pemerintah-pangkas-libur-akhir-tahun-3-hari-28-30-desember-tetap-masuk
    Read More
  • Berlibur bersama anak di tengah pandemi merupakan sebuah aktivitas yang sebenarnya cukup berisiko mengingat Covid-19  masih ada. Namun, hal ini Sahabat Sehat lakukan karena melihat anak-anak yang sudah mulai jenuh dengan segala kegiatan di rumah saja termasuk belajar sehingga mereka membutuhkan hal-hal yang dapat menyegarkan otak, yaitu berlibur. Untuk liburan bersama anak saat pandemi Covid-19 […]

    Tips Aman Berlibur Bersama Anak di Tengah Pandemi Covid-19

    Berlibur bersama anak di tengah pandemi merupakan sebuah aktivitas yang sebenarnya cukup berisiko mengingat Covid-19  masih ada. Namun, hal ini Sahabat Sehat lakukan karena melihat anak-anak yang sudah mulai jenuh dengan segala kegiatan di rumah saja termasuk belajar sehingga mereka membutuhkan hal-hal yang dapat menyegarkan otak, yaitu berlibur. Untuk liburan bersama anak saat pandemi Covid-19 ini tentunya bukanlah liburan seperti yang sering dilakukan sebelumnya. Liburan kali ini sungguh berbeda, dan harus melihat pada beberapa hal demi keselamatan anak-anak yang rentan terpapar virus.

    berlibur bersama anak

     

    Berikut ini adalah beberapa tips aman berlibur bersama anak saat pandemi masih ada. Apa saja tips-tipsnya? Yuk, Sahabat, mari kita simak supaya Sahabat tidak perlu khawatir.

    Baca Juga: Tips Mencari Wisata Pilihan Selama Covid-19

    Riset Tempat Wisata yang Akan Dituju

    Liburan di saat Covid-19 masih ada tentunya membuat Sahabat harus melakukan persiapan terlebih dahulu. Jika di masa sebelum Covid, persiapan yang dilakukan adalah mengepak barang dan segala keperluan untuk liburan, kali ini Sahabat pun harus melakukan persiapan untuk menyesuaikan kondisi saat Covid-19, yaitu riset tempat wisata. Hal ini mengingat tidak semua tempat wisata akan membiarkan pengunjung datang berduyun-duyun dalam jumlah yang banyak, dan dikhawatirkan menimbulkan kluster penyebaran baru.

    Beberapa tempat liburan pun memberlakukan protokol kesehatan yang cukup ketat seperti mewajibkan penggunaan masker atau membatasi jumlah pengunjung. Bahkan juga Sahabat harus mengetahui daerah tempat wisata itu berada apakah berada di zona hijau atau tidak, dan juga menerapkan peraturan-peraturan seperti membawa surat keterangan sehat tanda sudah menjalani rapid test dan PCR swab serta mewajibkan penggunaan masker dan face shield. Riset ini perlu supaya liburan bersama anak mempunyai kesan yang bagus, dan aman.

    Produk Terkait: Layanan Rapid Test-PCR Swab ke Rumah

    Supaya Aman, Bawa Kendaraan Pribadi

    Menggunakan kendaraan pribadi saat berlibur bersama anak di masa Covid-19 merupakan pilihan yang tepat daripada menggunakan moda transportasi umum seperti kereta, bis, kapal laut, dan pesawat. Hal ini karena di moda-moda transportasi tersebut mudah menjadi medium penyebaran virus. Meskipun anak sudah dipakaikan masker dan face shield, kondisinya tentu akan sangat berbeda dari orang dewasa. Anak-anak mudah tidak cepat betah apalagi mereka tentu sangat penasaran terhadap hal-hal di sekitarnya sehingga ingin mengetahui dan menyentuh apa pun yang dianggap menarik. Belum tentu semua yang disentuh itu bebas dari virus. Hal semacam ini tentu saja akan sangat sulit dikontrol. Menggunakan kendaraan pribadi dinilai dapat menimalkan hal terpapar virus saat anak-anak menjadi kepo. Apabila Sahabat tidak punya mobil, langkah yang bisa dilakukan adalah menyewa, dan jangan lupa juga usahakan membuka jendela mobil supaya ada aliran udara masuk dan keluar sehingga virus tidak menyerang.

    Menyewa Penginapan

    Berlibur selalu identik dengan menginap di hotel, baik hotel berbintang 5 maupun hotel dengan bujet rendah. Hotel bahkan tidak terlalu dianggap penting terutama bagi mereka yang hanya menjadikan hotel sebagai tempat untuk istirahat sementara. Namun, dalam kondisi di tengah pandemi sangat berbeda ceritanya. Hotel dianggap sebagai tempat banyak berkerumun orang terutama di lobi sehingga memudahkan penyebaran virus. Karena itu, cara paling terbaik adalah menyewa penginapan, baik berupa vila atau wisma tamu (guesthouse). Jika menyewa penginapan, Sahabat mempunyai banyak kelebihan, yaitu bisa memasak makanan yang higienis untuk anak daripada harus makan di restoran yang berpotensi juga menyebarkan virus, dan makanan yang disajikan belum tentu higienis. Memang sedikit merepotkan tetapi ini akan menjauhkan mereka dari virus. Penginapan juga menyediakan halaman bermain yang luas yang tentu saja akan disukai anak-anak sehingga mereka tidak jenuh. Namun sebelum memilih penginapan yang tepat, pastikan dulu apakah penginapan itu menerapkan protokol kesehatan, dan semprot dengan desinfektan benda-benda di penginapan atau cuci peralatan-peralatan yang tersedia seperti tempat cuci piring, gelas, cangkir, dan peralatan makan setibanya di penginapan.

    Baca Juga: Sebelum Cuti Bersama Akhir Tahun 2020, Perkuat Imunitas Tubuh

    Usahakan Memilih Tempat Wisata Terbuka

    Memilih tempat wisata terbuka atau outdoor di masa pandemi sangat disarankan daripada harus berada di tempat wisata dalam ruangan atau indoor yang memungkinkan penyebaran virus melalui udara dalam partikel yang kecil. Tempat wisata terbuka yang bisa dijadikan sebagai rekomendasi atau perkemahan atau taman nasional. Dengan mengajak anak ke tempat wisata seperti ini mereka akan tahu cara mengenal alam, menghargainya, dan juga bisa tetap aman dan nyaman. Namun yang patut diingat adalah tempat wisata terbuka ini juga bisa menjadi tempat penyebaran virus jika sudah ramai. Karena itu, Sahabat sebaiknya menghindari apalagi jika tempat tersebut tidak menerapkan protokol kesehatan sama sekali.

    Membawa Camilan dan Tetap Berinteraksi dengan Anak

    Perilaku anak-anak tentu sangat berbeda dari perilaku orang dewasa apalagi ketika lapar. Mereka sangat mudah lapar dan tidak mau hal itu ditahan-tahan, dan akan menunjukkannya dengan berbagai tingkah seperti merengek-rengek, mengambek, dan menangis. Supaya hal yang demikian  tidak terjadi disarankan bagi Sahabat untuk membawa camilan bagi mereka terutama camilan favorit. Akan lebih bagus jika camilan itu menyehatkan. Letakkan di tempat yang mudah dijangkau saat dalam perjalanan. Jangan lupa juga untuk membawa mainan karena anak-anak adalah pribadi-pribadi yang mudah bosan selama perjalanan, dan ajaklah mereka berinteraksi. Dengan demikian mereka akan menganggap perjalanan yang dilakukan menjadi menyenangkan.

    Produk Terkait: Jual Makanan dan Minuman Sehat

    Diskusi dan Membuat Kesepakatan dengan Anak

    Berlibur bareng anak di tengah pandemi tentu saja sangat berbeda, dan ketika akan melakukan liburan membawa mereka, Sahabat sebaiknya berdiskusi dulu mengenai kondisi yang sedang dihadapi, dan buat kesepakatan setelahnya. Hal ini perlu dilakukan supaya mereka tidak kecewa mengapa tidak jadi ke tempat yang diinginkan. Selain itu, persiapkan rencana-rencana alternatif jika liburan tidak jadi.

    Apabila Berlibur Bersama Anak di Tengah Pandemi Tidak Jadi Apa yang Bisa Sahabat Lakukan?

    Sahabat bisa melakukan staycation atau berlibur namun tetap di dalam rumah dengan melakukan aktivitas-aktivitas yang menyenangkan seperti halnya liburan. Selain di dalam rumah, Sahabat juga bisa mengajak anak-anak untuk berlibur ke tempat-tempat dekat rumah seperti danau atau sungai, dan juga mengajak mereka ke tempat-tempat wisata dalam waktu sehari saja tanpa perlu menginap berhari-hari. Staycation akan membuat anak-anak terhindar dari virus. Selain itu, akan membuat liburan menjadi hemat tanpa perlu mengerluarkan ongkos-ongkos tambahan.

    Baca Juga: Perubahan Liburan Akhir Tahun 2020 Akibat Covid-19

    Itulah tips-tips berlibur bareng anak di tengah pandemi yang bisa Sahabat lakukan supaya liburan menjadi aman dan nyaman. Supaya tidak khawatir selama berlibur, Sahabat bisa melakukan rapid  test dan PCR swab di Prosehat. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Yanuar M, Yanuar M, Yanuar M, Yanuar M, Astuti W, Astuti W et al. Wajib Dibaca! Tips Liburan Bareng Si Kecil Saat Pandemi [Internet]. TripZilla Indonesia. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://www.tripzilla.id/tips-liburan-bersama-anak-saat-pandemi/26708
    2. Amida Y. Ingin Wisata Bareng Anak Saat Pandemi, Perhatikan 5 Hal Ini [Internet]. parenting. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://www.haibunda.com/parenting/20200623141100-61-147821/ingin-wisata-bareng-anak-saat-pandemi-perhatikan-5-hal-ini
    3. Mustika S. 7 Tips Jalan-jalan Bareng Anak di Saat Pandemi [Internet]. detikTravel. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://travel.detik.com/travel-tips/d-5239282/7-tips-jalan-jalan-bareng-anak-di-saat-pandemi?single
    4. Tips Liburan saat Pandemi yang Ramah Anak, Jangan Sepelekan Ini Semua Halaman | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/sumut/tips-liburan-saat-pandemi-yang-ramah-anak-jangan-sepelekan-ini.html?page=all
    5. Media K. Apa Itu Staycation? Liburan yang Diprediksi Jadi Tren Selama Pandemi Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://travel.kompas.com/read/2020/07/29/094500127/apa-itu-staycation-liburan-yang-diprediksi-jadi-tren-selama-pandemi?page=all
    Read More
  • Pemerintah sepertinya akan memutuskan mengurangi liburan akhir tahun 2020 yang masuk dalam cuti bersama akhir tahun ini. Hal ini dilakukan karena adanya kasus penambahan penderita Covid-19 ketika liburan panjang diadakan berdasarkan momen-momen mulai dari Idul Fitri, Idul Adha, Hari Kemerdekaan, hingga terakhir Maulid Nabi SAW. Adanya penambahan kasus ini dikarenakan banyak tempat wisata yang abai dan […]

    Perubahan Liburan Akhir Tahun 2020 Akibat Covid-19

    Pemerintah sepertinya akan memutuskan mengurangi liburan akhir tahun 2020 yang masuk dalam cuti bersama akhir tahun ini. Hal ini dilakukan karena adanya kasus penambahan penderita Covid-19 ketika liburan panjang diadakan berdasarkan momen-momen mulai dari Idul Fitri, Idul Adha, Hari Kemerdekaan, hingga terakhir Maulid Nabi SAW. Adanya penambahan kasus ini dikarenakan banyak tempat wisata yang abai dan tidak melaksanakan protokol-protokol kesehatan yang dianjurkan sehingga tercipta banyak kerumunan yang menjadi tempat penyebaran virus.

    liburan akhir tahun 2020

     

    Baca Juga: Sebelum Cuti Bersama Akhir Tahun 2020, Perkuat Imunitas Tubuh

    Pengurangan liburan akhir tahun 2020 itu sendiri diumumkan oleh Presiden Joko Widodo setelah menerima laporan pertambahan kasus dari Satgas Covid-19. Hal itu ia ungkapkan dalam rapat terbatas yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 23 November 2020. Libur yang kemungkinan dikurangi adalah yang berkaitan dengan libur Idul Fitri yang digeser pada akhir Desember karena Covid-19. Berdasarkan SKB 3 Menteri yang ditanda tangani dan dikeluarkan pada 4 September 2020, libur Idul Fitri digeser ke tanggal 28-31 Desember 2020 dari sebelumnya 26-29 Mei 2020. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator dan Pembangunan Manusia, Muhadjir Effendy, juga dalam rapat terbatas tersebut. Belum diketahui secara pasti hingga sekarang berapa jumlah hari yang akan dikurangi dalam liburan akhir tahun 2020 ini.

    Berkaitan dengan jumlah kasus yang meningkat karena penerapan 4 kali long weekend dari Juli hingga Oktober, seperti dilansir dari Tirto.id, Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah, pada 3 November 2020 mengatakan bahwa selama libur panjang akhir pekan terdapat 602.372 orang yang ditegur di tempat wisata karena tidak mematuhi protokol kesehatan, terutama dalam mengenakan masker yang mengalami penurunan.

    Baca Juga: Libur Panjang, Hati-hati Penyakit Mengintai

    Meskipun demikian Satgas Covid-19 masih melihat pada perkembangan yang terjadi di lapangan. Apabila tidak ada penambahan kasus, liburan akhir tahun bisa tetap sesuai dengan jadwal yang semula. Namun jika terdapat penambahan, liburan disarankan dikurangi atau ditiadakan sama sekali. Dalam hal ini, Satgas Covid-19 melalui juru bicara Profesor Wiku Adisasmito menyerahkan keputusan seluruhnya pada pemerintah.

    Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Saat Travelling

    Nah, Sahabat Sehat, jika liburan akhir tahun 2020 dikurangi hari atau ditiadakan sama sekali, sebaiknya Soahabat diimbau jangan berlibur keluar rumah atau mudik, dan sebaiknya di rumah saja supaya meminimalkan penyebaran virus. Sahabat bisa menggantinya dengan kegiatan staycation. Namun apabila liburan tetap ada, supaya Sahabat Sehat selalu sehat dan terhindar dari penyakit terutama penyakit flu yang mempunyai kemiripan dengan Covid-19, Sahabat bisa melakukan vaksinasi flu di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Dharmastuti H. Arahan Terbaru Jokowi Agar Libur Akhir Tahun Dikurangi [Internet]. detiknews. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5267254/arahan-terbaru-jokowi-agar-libur-akhir-tahun-dikurangi?single=1
    2. Taher A. Jokowi Minta Libur Panjang Akhir Tahun Dikurangi – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://tirto.id/jokowi-minta-libur-panjang-akhir-tahun-dikurangi-f7iC
    3. Jokowi Putuskan Libur Akhir Tahun Dikurangi : Okezone Economy [Internet]. https://economy.okezone.com/. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://economy.okezone.com/read/2020/11/23/320/2314389/jokowi-putuskan-libur-akhir-tahun-dikurangi
    Read More
  • Liburan dengan penderita penyakit jantung mungkin terdengar mustahil untuk dilakukan. Tapi sebenarnya liburan akhir tahun ini tidak membatasi siapapun untuk bersenang-senang bersama keluarga menikmati keindahan alam. Semua dapat menghabiskan waktu, menciptakan kenangan tak terlupakan bersama keluarga besar. Sebaiknya, jika Anda berencana membawa kerabat yang memiliki penyakit tersebut, beberapa tips di bawah ini dapat membantu Anda […]

    8 Persiapan Penting Berlibur dengan Penderita Penyakit Jantung

    Liburan dengan penderita penyakit jantung mungkin terdengar mustahil untuk dilakukan. Tapi sebenarnya liburan akhir tahun ini tidak membatasi siapapun untuk bersenang-senang bersama keluarga menikmati keindahan alam. Semua dapat menghabiskan waktu, menciptakan kenangan tak terlupakan bersama keluarga besar. Sebaiknya, jika Anda berencana membawa kerabat yang memiliki penyakit tersebut, beberapa tips di bawah ini dapat membantu Anda menjaga kesehatan saudara Anda tersebut saat liburan.

    prosehat traveling dengan penderita penyakit jantung

    Baca juga: 10 Persiapan Penting Liburan Dengan Penderita Hipertensi

    Berita baiknya adalah, ya, setiap penderita penyakit jantung aman untuk melakukan perjalanan liburan. Jika kondisi jantung Anda stabil, terkontrol dengan baik dan Anda merasa dalam kondisi terbaik Anda (despite of keadaan jantung Anda), melakukan perjalanan liburan tidak akan mengancam kesehatan Anda. Namun, kami punya beberapa petunjuk praktis dan tips jika Anda, atau anggota keluarga Anda, memiliki kondisi jantung dan berniat membuat kenangan terindah pada liburan kali ini.

    1. Cari penginapan atau hotel yang mudah dijangkau dan dekat dengan fasilitas kesehatan.

    2. Rencanakan liburan yang santai, seperti jenis liburan yang menikmati keindahan alam tanpa harus melakukan kegiatan yang cukup berat untuk dilakukan, seperti hiking, climbing, or even skiing. Kegiatan yang membutuhkan adrenalin besar harus dihindari bagi penderita penyakit jantung.

    Produk Terkait: Herbal Jantung Berkualitas

    3. Buat list obat-obatan rutin yang harus diminum. Jangan lupa pula untuk membawa dosis obat lebih banyak dari biasanya untuk berjaga-jaga. Beri label setiap obat Anda.

    4. Minum obat dengan disiplin untuk bertahan sepanjang liburan Anda.

    5. Pastikan Anda memiliki asuransi perjalanan yang tepat untuk memberikan jaminan kondisi Anda.

    6. Bagaimana dengan daerah atau negara yang beriklim dingin hingga bersalju dan kering seperti gurun Sahara, bagi penderita jantung? Jawabannya adalah hindari pergi ke negara-negara di mana suhunya ekstrim, baik itu sangat panas atau sangat dingin, karena hal ini dapat menempatkan beban tambahan pada jantung Anda.

    7. Sedangkan untuk daerah dengan altitude tinggi juga harus dihindari (di atas 2.000 meter di atas permukaan laut). Anda dapat mengalami kekurangan oksigen yang akan dibawa ke dalam darah Anda. Jika kekurangan oksigen, Anda dapat mengalami sakit kepala, sesak napas ekstrim atau menyebabkan angina. Jika Anda berencana untuk melakukan perjalanan ke daerah dataran tinggi, konsultasikan dengan dokter atau spesialis jantung Anda.

    Baca Juga: 5 Indikator Jantung Sehat

    8. Pertimbangkan perjalanan lewat udara. Para peneliti mengatakan salah satu risiko terbesar yang dihadapi orang-orang dengan penyakit jantung ketika bepergian dengan pesawat terbang adalah trombosis vena, atau pembentukan gumpalan darah di pembuluh darah kaki, panggul, atau lengan. Duduk berjam-jam, dehidrasi, dan kadar oksigen rendah di kabin pesawat dapat mempengaruhi seseorang untuk pembekuan darah. Sebagian besar data telah menunjukkan bahwa penerbangan lebih dari delapan jam menimbulkan risiko terbesar. Konsultasikan dengan dokter Anda terkait rencana ‘terbang’ dan ikuti prosedur yang diberikan. Lama waktu ‘terbang’ bagi penderita penyakit jantung adalah tidak lebih dari 2 jam.

    Menurut para ahli dari British Cardiovascular Society, kebanyakan orang dengan jantung dan gangguan peredaran darah dapat melakukan perjalanan melalui udara dengan aman tanpa membahayakan kesehatan mereka. Namun, Anda harus konsultasikan rencana tersebut dengan dokter atau spesialis jantung untuk mendengar saran mereka. Terutama untuk tahu apakah jantung Anda cukup sehat untuk melakukan perjalanan melalui udara, terutama jika Anda baru saja mengalami serangan jantung, operasi jantung atau dirawat di rumah sakit karena kondisi jantung Anda. Anda bisa membaca peraturan membawa obat-obatan ke dalam pesawat di sini.

    Baca Juga: Benarkah Stress Pemicu Sakit Jantung?

    Dengan 8 hal tersebut yang dipertimbangkan dengan matang oleh Anda, seharusnya rencana liburan kali ini akan baik-baik saja bagi Anda atau saudara Anda yang menderita penyakit jantung.

    Selamat liburan!

    Referensi:

    • Travel and Heart Disease
    • Living With A Heart Condition
    • Cardiovascular Disease and Airline Travel
    • Traveling With A Heart Condition
    • Air Travel Considerations for the Patients With Heart Failure
    • When Can I Fly After a Heart Attack?
    Read More
Chat Dokter 24 Jam