Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ liburan akhir tahun 2020”

  • Masuk ke Bali harus negatif PCR swab. Setidaknya, itulah yang didapat dari Surat Edaran Gubernur Bali tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali. Peraturan tersebut dikeluarkan pada hari Selasa, 15 Desember 2020. Alasan pemberlakuan peraturan ini adalah karena masih tingginya […]

    Berwisata ke Bali Harus Negatif PCR Swab

    Masuk ke Bali harus negatif PCR swab. Setidaknya, itulah yang didapat dari Surat Edaran Gubernur Bali tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali. Peraturan tersebut dikeluarkan pada hari Selasa, 15 Desember 2020. Alasan pemberlakuan peraturan ini adalah karena masih tingginya penularan kasus positif Covid-19 di Indonesia, terutama di Bali yang ditandai dengan terbentuknya klaster-klaster baru, masih meningkatnya arus kunjungan wisatawan ke Bali, dan tingginya potensi kerumunan yang akan tercipta selama masa liburan akhir tahun 2020.1

    berwisata ke Bali

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Peraturan ini juga merupakan implementasi dari arahan Menteri Bidang Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Panjaitan, yang meminta penanganan secara intensif kasus Covid-19 di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali pada rapat koordinasi virtual di Jakarta, 14 Desember 2020. Dengan dikeluarkannya peraturan ini, setiap orang yang hendak memasuki Bali harus mempunyai hasil PCR swab negatif yang ditunjukkan melalui surat keterangan yang berlaku 2×24 jam sebelum keberangkatan. Hasil negatif PCR swab ini ditujukan bagi mereka yang hendak ke Bali melalui transportasi udara.1

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat Rapid Swab Antigen di Jabodetabek

    Sedangkan bagi yang hendak ke Bali melalui transportasi darat dan laut, juga diharuskan menunjukkan hasil pemeriksaan Covid-19, namun tidak harus PCR swab, melainkan rapid swab antigen yang berlaku paling lama 2×24 jam sebelum keberangkatan. Hasil kedua tes ini berlaku selama 14 hari dan surat keterangan tersebut wajib ada selama di Bali. Dalam surat edaran tersebut, Pemerintah Provinsi Bali juga mewajibkan semua pihak untuk menjalankan protokol-protokol kesehatan dan melarang keras perayaan Tahun Baru 2021, baik di dalam maupun di luar ruangan, yang berpotensi menyebabkan keramaian, serta melarang penggunaan kembang api dan konsumsi minuman keras yang dapat menyebabkan mabuk.1

    Baca Juga: Tips Mencari Tempat Wisata Pilihan Selama Covid-19

    Bagi Sahabat Sehat yang hendak ke Bali, sebaiknya Sahabat segera melakukan pemeriksaan swab PCR atau rapid antigen Covid-19 terlebih dahulu agar bisa mendapatkan surat keterangan hasil pemeriksaan negatif yang diperlukan. Sobat bisa melakukan pemeriksaan di Prosehat dan mitra-mitra Prosehat. Caranya dengan melalui website dan aplikasi. Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Surat Edaran Gubernur Bali Tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali. 1st ed. Bali: Pemerintah Provinsi Bali; 2020.
    Read More
  • Pemerintah sepertinya akan memutuskan mengurangi liburan akhir tahun 2020 yang masuk dalam cuti bersama akhir tahun ini. Hal ini dilakukan karena adanya kasus penambahan penderita Covid-19 ketika liburan panjang diadakan berdasarkan momen-momen mulai dari Idul Fitri, Idul Adha, Hari Kemerdekaan, hingga terakhir Maulid Nabi SAW. Adanya penambahan kasus ini dikarenakan banyak tempat wisata yang abai dan […]

    Perubahan Liburan Akhir Tahun 2020 Akibat Covid-19

    Pemerintah sepertinya akan memutuskan mengurangi liburan akhir tahun 2020 yang masuk dalam cuti bersama akhir tahun ini. Hal ini dilakukan karena adanya kasus penambahan penderita Covid-19 ketika liburan panjang diadakan berdasarkan momen-momen mulai dari Idul Fitri, Idul Adha, Hari Kemerdekaan, hingga terakhir Maulid Nabi SAW. Adanya penambahan kasus ini dikarenakan banyak tempat wisata yang abai dan tidak melaksanakan protokol-protokol kesehatan yang dianjurkan sehingga tercipta banyak kerumunan yang menjadi tempat penyebaran virus.

    liburan akhir tahun 2020

     

    Baca Juga: Sebelum Cuti Bersama Akhir Tahun 2020, Perkuat Imunitas Tubuh

    Pengurangan liburan akhir tahun 2020 itu sendiri diumumkan oleh Presiden Joko Widodo setelah menerima laporan pertambahan kasus dari Satgas Covid-19. Hal itu ia ungkapkan dalam rapat terbatas yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 23 November 2020. Libur yang kemungkinan dikurangi adalah yang berkaitan dengan libur Idul Fitri yang digeser pada akhir Desember karena Covid-19. Berdasarkan SKB 3 Menteri yang ditanda tangani dan dikeluarkan pada 4 September 2020, libur Idul Fitri digeser ke tanggal 28-31 Desember 2020 dari sebelumnya 26-29 Mei 2020. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator dan Pembangunan Manusia, Muhadjir Effendy, juga dalam rapat terbatas tersebut. Belum diketahui secara pasti hingga sekarang berapa jumlah hari yang akan dikurangi dalam liburan akhir tahun 2020 ini.

    Berkaitan dengan jumlah kasus yang meningkat karena penerapan 4 kali long weekend dari Juli hingga Oktober, seperti dilansir dari Tirto.id, Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah, pada 3 November 2020 mengatakan bahwa selama libur panjang akhir pekan terdapat 602.372 orang yang ditegur di tempat wisata karena tidak mematuhi protokol kesehatan, terutama dalam mengenakan masker yang mengalami penurunan.

    Baca Juga: Libur Panjang, Hati-hati Penyakit Mengintai

    Meskipun demikian Satgas Covid-19 masih melihat pada perkembangan yang terjadi di lapangan. Apabila tidak ada penambahan kasus, liburan akhir tahun bisa tetap sesuai dengan jadwal yang semula. Namun jika terdapat penambahan, liburan disarankan dikurangi atau ditiadakan sama sekali. Dalam hal ini, Satgas Covid-19 melalui juru bicara Profesor Wiku Adisasmito menyerahkan keputusan seluruhnya pada pemerintah.

    Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Saat Travelling

    Nah, Sahabat Sehat, jika liburan akhir tahun 2020 dikurangi hari atau ditiadakan sama sekali, sebaiknya Soahabat diimbau jangan berlibur keluar rumah atau mudik, dan sebaiknya di rumah saja supaya meminimalkan penyebaran virus. Sahabat bisa menggantinya dengan kegiatan staycation. Namun apabila liburan tetap ada, supaya Sahabat Sehat selalu sehat dan terhindar dari penyakit terutama penyakit flu yang mempunyai kemiripan dengan Covid-19, Sahabat bisa melakukan vaksinasi flu di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Dharmastuti H. Arahan Terbaru Jokowi Agar Libur Akhir Tahun Dikurangi [Internet]. detiknews. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5267254/arahan-terbaru-jokowi-agar-libur-akhir-tahun-dikurangi?single=1
    2. Taher A. Jokowi Minta Libur Panjang Akhir Tahun Dikurangi – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://tirto.id/jokowi-minta-libur-panjang-akhir-tahun-dikurangi-f7iC
    3. Jokowi Putuskan Libur Akhir Tahun Dikurangi : Okezone Economy [Internet]. https://economy.okezone.com/. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://economy.okezone.com/read/2020/11/23/320/2314389/jokowi-putuskan-libur-akhir-tahun-dikurangi
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja