Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ kontrol gula darah”

  • SoloStar adalah suntikan pena insulin yang di telah didesain khusus agar mudah digunakan.  Sebelum Sahabat menggunakan SoloStar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: Cuci tangan hingga bersih Periksa kondisi insulin, pastikan insulin tampak jernih Selalu lakukan tes pengamanan Gunakan jarum baru yang steril setiap kali melakukan penyuntikan Buang jarum yang telah dipakai, dengan baik Simpan insulin […]

    Bagaimana Cara Memakai SoloSTAR®? Simak Penjelasan Berikut!

    SoloStar adalah suntikan pena insulin yang di telah didesain khusus agar mudah digunakan.  Sebelum Sahabat menggunakan SoloStar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

    1. Cuci tangan hingga bersih
    2. Periksa kondisi insulin, pastikan insulin tampak jernih
    3. Selalu lakukan tes pengamanan
    4. Gunakan jarum baru yang steril setiap kali melakukan penyuntikan
    5. Buang jarum yang telah dipakai, dengan baik
    6. Simpan insulin SoloStar yang baru di lemari es
    7. Pastikan insulin SoloStar tidak membeku
    8. Setelah digunakan, insulin SoloStar dapat disimpan di suhu ruangan

    Cara Menggunakan SoloStar Secara Efektif

    cara memakai SoloStar, cara menggunakan SoloStar

    Sebelum menggunakan insulin SoloStar, pastikan Sahabat telah menggunakan insulin yang benar. Lantus SoloStar berwarna abu-abu dengan tombol suntik berwarna ungu polos pada bagian atasnya. Sementara Apidra SoloStar berwarna biru dengan tombol suntik berwarna biru tua dan terdapat penonjolan berbentuk lingkaran pada bagian atasnya.

    Sebelum melakukan penyuntikan, bukalah tutup pena. Periksa insulin apakah tampak jernih atau tidak. Jangan gunakan SoloStar jika insulin terlihat keruh, berubah warna, atau terdapat  butiran-butiran.

    Langkah Penyuntikan

    Berikut adalah langkah-langkah penyuntikan insulin :

    1. Memasang Jarum Baru

    Berikut beberapa langkah untuk memasang jarum baru:

    • Ambil jarum baru dan lepaskan label pelindung jarum.
    • Selalu gunakan jarum baru setiap kali penyuntikan untuk mencegah kontaminasi dan sumbatan pada jarum.
    • Gunakan jarum yang sesuai dengan SoloStar. Sejajarkan jarum dengan pena, pasang jarum baru ke SoloStar secara tegak lurus.
    1.   Tes Pengamanan

    Tes pengamanan dilakukan untuk mendapatkan dosis yang akurat dan memastikan pena dan jarum dapat bekerja dengan baik, serta membuang gelembung udara. Tes pengamanan dapat dilakukan dengan beberapa langkah berikut:

    • Putarlah penunjuk dosis sampai menunjukkan angka 2.
    • Buka penutup luar jarum dan simpan.
    • Buka penutup jarum dalam dan buang
    • Pegang pena dengan posisi jarum di sebelah atas dan ketukan catridge agar gelembung udara naik ke arah jarum.
    • Dengan posisi jarum mengarah keatas, tekan tombol suntik sedalam mungkin dan periksa apakah insulin keluar dari jarum.
    • Jika insulin tidak tampak pada ujung jarum, lakukan tes pengamanan ini hingga insulin keluar
    • Pasang kembali penutup pena dan simpan di suhu ruangan hingga penyuntikan berikutnya. 

     Pertanyaan yang Sering Ditanyakan:

    1. Bagaimana saya mengetahui bahwa saya sudah mendapatkan insulin yang saya butuhkan?
    • Jika Sahabat sudah mencapai ujung akhir dari catridge, mungkin tidak akan cukup insulin untuk memenuhi kebutuhan dosis Sahabat.
    • Jika Sahabat tidak dapat memutar dosis yang Sahabat kehendaki, jangan dipaksa. Pengaturan dosis tidak dapat diputar melebihi unit yang tersisa di dalam catridge SoloStar.
    • Jika menggunakan SoloStar yang baru atau terdapat gelembung udara di dalam catridge, lakukanlah tes pengamanan beberapa kali.
    • Jika insulin tidak keluar setelah 3 kali tes, ganti jarum dengan yang baru dan lakukan kembali tes pengamanan. 

          2. Pengaturan Dosis

    Pengaturan dosis dapat dilakukan dengan beberapa langkah berikut :

    • Atur dosis yang diinginkan, dosis bisa diatur dalam kelipatan 1 unit sampai dengan maksimal 80 unit. 
    • Jika diputar melebihi dosis yang diinginkan, Sahabat bisa mengoreksi dengan memutar ke arah sebaliknya. 

         3. Penyuntikan Insulin

    Sahabat harus mengikuti petunjuk dokter mengenai area penyuntikan yang tepat. Suntikan dilakukan pada area yang berbeda setiap kali menyuntik, ikuti cara penyuntikan sesuai instruksi dokter. Berikut beberapa langkah dalam penyuntikan insulin:

    • Cubit kulit Sahabat dan suntikkan jarum langsung ke area yang dicubit tersebut.
    • Masukkan insulin dengan menekan tombol suntik insulin sedalam mungkin. Angka dosis akan kembali ke 0 setelah selesai penyuntikan.
    • Tetap tekan tombol suntik, hitung perlahan sampai hitungan ke 10. Insulin masih akan mengalir keluar hingga 10 detik setelah menekan tombol suntik sedalam mungkin. Hal ini penting untuk memastikan Sahabat mendapatkan dosis sempurna.
    • Cabut jarum suntik dari kulit Sahabat.

           4. Lepaskan Jarum

    Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika melepaskan jarum:

    • Selalu lepaskan jarum dan simpan SoloStar tanpa jarum didalamnya, setiap selesai melakukan penyuntikan. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kontaminasi maupun infeksi, masuknya gelembung udara ke dalam catridge, serta kebocoran insulin.
    • Pasang kembali penutup jarum luar untuk mengurangi resiko terjadinya luka, jangan pernah memasang kembali penutup jarum dalam.
    • Gunakan penutup jarum luar untuk melepaskan jarum.
    • Buang jarum yang telah dipakai sesuai petunjuk dokter.
    • menyuntikkan insulin yang tersisa dalam catridge dan kekurangannya dapat ditambahkan dari SoloStar yang baru, atau Sahabat dapat menggunakan SoloStar yang baru untuk memenuhi seluruh kebutuhan dosis Sahabat.
    • Jika Sahabat menghadapi masalah lainnya dengan SoloStar, ganti jarum dengan yang baru dan lakukan kembali tes pengamanan. Jarum yang tersumbat atau bengkok dapat menyebabkan masalah pada pena namun mudah untuk diselesaikan.

    5. Bagaimana Cara Menyimpan SoloStar?

    • Simpan SoloStar yang belum terpakai di dalam lemari es pendingin dengan suhu 2-8oC sampai Sahabat memerlukannya. Simpan di dalam kardusnya, jangan sampai SoloStar membeku karena dapat merusak insulin di dalamnya.
    • Jangan pernah menyimpan SoloStar di dalam freezer (lemari es beku). Ketika Sahabat akan menggunakan SoloStar yang baru, keluarkan dari lemari es 1-2 jam sebelum melakukan penyuntikan dan simpan di suhu ruangan. Begitu Sahabat telah menggunakan SoloStar yang sudah di keluarkan dari lemari es, insulin dalam SoloStar dapat bertahan hingga 4 minggu. Setelah itu, Sahabat harus membuang Solostar.
    • Selama 4 minggu, Sahabat harus menjaga SoloStar pada suhu ruangan dibawah 30oC. Jangan menyimpan kembali pada lemari es dan jangan meletakan pada tempat yang terlalu panas, misalnya pada tepi jendela atau di dalam mobil di bawah terik matahari.
    • Jangan menggunakan SoloStar jika rusak atau bila Sahabat tidak yakin bahwa alat tersebut dapat bekerja dengan baik.
    • Selalu sediakan cadangan SoloStar sebagai antisipasi bila hilang atau rusak.
    • Sahabat dapat membaca petunjuk lengkap dalam brosur kemasan Solostar

    Bila Sahabat memiliki pertanyaan lain mengenai SoloStar, insulin, maupun diabetes hubungi dokter atau PT Aventis Pharma (021) 4892208-4895608. 

    MAT-ID-2100364-V1.0 (03/2021)

    Referensi

    1. Sanofi. Lantus® Dosage and Administration [Internet]. Diakses 5 November 2020. Tersedia di: https://www.lantus.com/hcp/dosing-injection/injection-guide
    2. Sanofi. Apidra®: How to Use [Internet]. Diakses 5 November 2020. Tersedia di: https://www.apidra.com/about/how-to-use
    3. Trend-UK Limited. Best Practice Guideline to Support Correct Injection Technique in Diabetes Care [Internet]. 2018 (Diakses 5 November 2020). Tersedia di: https://trend-uk.org/wp-content/uploads/2018/11/ITM-Guideline_v9-FINAL-251018.pdf 
    Read More
  • Apa itu hipoglikemia? Hipoglikemia atau gula darah rendah adalah kondisi ketika kadar glukosa (gula) darah berada di bawah nilai normal. Umumnya seseorang dianggap mengalami hipoglikemia jika kadar glukosa darah kurang dari 70 mg/dl. Baca Juga: Diabetes Tidak Terkontrol? Pahami Komplikasinya Hipoglikemia merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi pada pasien diabetes dan berpotensi menyebabkan penurunan […]

    Mengenal Hipoglikemia: Penyebab, Gejala, Pencegahan, dan Penanganannya

    Apa itu hipoglikemia?

    Hipoglikemia atau gula darah rendah adalah kondisi ketika kadar glukosa (gula) darah berada di bawah nilai normal. Umumnya seseorang dianggap mengalami hipoglikemia jika kadar glukosa darah kurang dari 70 mg/dl.

    mengenal hipoglikemia

    Baca Juga: Diabetes Tidak Terkontrol? Pahami Komplikasinya

    Hipoglikemia merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi pada pasien diabetes dan berpotensi menyebabkan penurunan kesadaran hingga kematian.¹ Oleh sebab itu,  penting untuk kita, terutama penderita diabetes untuk memahami gejala, pencegahan, hingga penanganannya.

    Apa saja tanda dan gejala hipoglikemia?

    Deteksi dini tanda dan gejala hipoglikemia agar dapat melakukan penanganan dengan cepat dan menghindari komplikasi yang berat.²

    1. Gemetar, gugup dan gelisah ¹
    2. Keringat dingin, menggigil, dan sangat kelelahan ¹
    3. Mudah marah, tidak sabar, emosi tidak stabil¹
    4. Tampak kebingungan ¹
    5. Berdebar-debar atau denyut jantung meningkat ¹
    6. Pening atau pusing ¹
    7. Sakit kepala ¹
    8. Kelaparan dan mual ¹
    9. Mengantuk, berkurangnya koordinasi dan konsentrasi¹
    10. Penglihatan kabur ¹
    11. Kesemutan atau baal pada bibir dan lidah¹
    12. Mimpi buruk atau menangis selama tidur ¹
    13. Kejang ¹
    14. Tidak sadar atau koma ¹

    Gula darah dapat turun dengan sangat cepat tanpa mengalami gejala ringan terlebih dahulu. Segera periksa gula darah Sahabat jika memungkinkan.³

    Apa penyebab hipoglikemia?

    Hipoglikemia dapat terjadi pada penderita diabetes maupun pada orang tanpa diabetes. 

    Beberapa hal yang dapat menyebabkan hipoglikemia pada penderita diabetes adalah: ³,4,5

    1. Aktivitas fisik berlebihan tanpa makan yang cukup. 
    2. Menyuntikkan insulin dengan dosis terlalu besar dan tidak diimbangi dengan makan yang cukup.
    3. Hipoglikemia dapat terjadi saat melewatkan, menunda, atau makan terlalu sedikit.

    Baca Juga: Tips Mengatur Makanan untuk Penderita Diabetes

    Hal lain yang dapat menyebabkan hipoglikemia adalah:

    1. Obat-obatan tertentu, seperti kina.
    2. Mengonsumsi alkohol terlalu banyak.
    3. Kondisi medis tertentu, seperti hepatitis atau gangguan ginjal.
    4. Produksi insulin yang berlebihan, seperti pada tumor pankreas.

    Bagaimana mencegah hipoglikemia?³,4,5

    1. Menyuntikkan insulin sesuai dosis anjuran dokter.
    2. Makan dengan jam yang teratur, tidak menunda maupun melewatkan makan.
    3. Menyeimbangkan aktivitas fisik dengan konsumsi makanan.
    4. Hindari konsumsi alkohol berlebih.
    5. Selalu membawa camilan ke mana saja.
    6. Periksa glukosa darah secara teratur.

    Apa yang harus dilakukan jika terjadi hipoglikemia? ¹,²,³

    1. Segera konsumsi 15-20 gram glukosa atau atau setara dengan:
    •       setengah cangkir jus atau soda biasa
    •       satu sendok makan madu
    •       lima sampai enam buah permen keras, atau 
    •       satu sendok makan gula.

          2.Periksa kembali glukosa darah Sahabat setelah mengonsumsi makanan tersebut di atas.

          3. Jika gula darah masih dibawah normal, ulangi seluruh langkah di atas sampai kadar glukosa darah normal, yaitu di atas 70 mmHg.

         4. Setelah glukosa darah kembali normal, jaga kadar glukosa darah dengan makan makanan ringan yang sehat.

         5. Jika gejala tidak membaik atau Anda mengalami gejala hipoglikemia yang berat, seperti penurunan kesadaran, kejang, maupun koma, segera ke IGD terdekat. Hipoglikemia berat membutuhkan pemberian glukosa secara intravena (melalui infus) segera.

    Bawalah selalu ID medis!

    ID medis adalah tanda pengenal berisi informasi medis. ID medis biasanya dipakai sebagai gelang, kalung ataupun sekarang sudah tersedia di berbagai aplikasi. Bagi kelompok orang yang rentan mengalami hipoglikemia, salah satunya pengguna insulin, ID medis wajib dibawa setiap saat.

    Baca Juga: Kiat Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19

    Saat terjadi hipoglikemia berat, kecelakaan lalu lintas, ataupun keadaan gawat darurat lainnya, ID medis memudahkan penolong pertama untuk mengetahui informasi medis yang penting, seperti fakta bahwa Sahabat menderita diabetes, apakah Sahabat menggunakan insulin, riwayat alergi, dll. ¹

    Produk Terkait: Cek Lab

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai hipoglikemia dengan cara cek gula darah, Sahabat bisa melakukannya di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    MAT-ID-2100216-V1.0 (02/2021)

    Referensi:

    1. American diabetes association. Hipoglikemia (gula darah rendah). Tersedia di: <http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/ treatment-and care/blood-glucose-control/hypoglycemia-low-blood.html> (Terakhir diakses Februari 2014) 
    2. Diabetes dan Hipoglikemia. Diabetes.co.uk. Tersedia di: <http://www.diabetes.co.uk/Diabetes-and-Hypoglycaemia.html> (Terakhir diakses Februari 2014) 
    3. Healthline. Gula Darah Rendah (Hipoglikemia). Tersedia di: <http://www.healthline.com/health/hypoglycemia#Signs> (Terakhir diakses Februari 2014) 
    4. Mayoclinic. Hipoglikemia. Tersedia di: <http://www.mayoclinic.com/health /hypoglycemia/DS00198/ DSECTION=causes> (Terakhir diakses Februari 2014) 
    5. Hipoglikemia. Tersedia di: <http://www.diabetescare.net/ content_detail. asp?id=796>. (Terakhir diakses Februari 2014).
    Read More
  • Suntik insulin sering menjadi momok bagi para pasien diabetes, terutama pasien diabetes tipe 2. Banyak pasien diabetes yang enggan untuk mendapatkan terapi suntik insulin karena menurut mereka kalau sudah mulai suntik insulin artinya diabetesnya sudah parah, sudah tidak tertolong lagi! Banyak yang bahkan lebih memilih untuk diet ketat dan menggunakan pemanis buatan rendah kalori untuk […]

    Mengapa Suntik Insulin Penting Bagi Diabetesi Tipe 2

    Suntik insulin sering menjadi momok bagi para pasien diabetes, terutama pasien diabetes tipe 2. Banyak pasien diabetes yang enggan untuk mendapatkan terapi suntik insulin karena menurut mereka kalau sudah mulai suntik insulin artinya diabetesnya sudah parah, sudah tidak tertolong lagi! Banyak yang bahkan lebih memilih untuk diet ketat dan menggunakan pemanis buatan rendah kalori untuk mencegah keparahan dari diabetesnya.

    Tapi benarkah hal itu? Apa sih sebenarnya insulin itu dan apa manfaat terapi insulin?

    suntikan insulin

    Apa Itu Insulin?

    Insulin adalah hormon yang membantu mengubah makanan menjadi energi. Insulin pada seseorang dengan diabetes tipe 2 tidak mampu bekerja dengan baik. Kondisi ini disebut resistensi insulin. Seseorang dengan diabetes tipe 2 yang telah dikupas di sini, memerlukan suntikan insulin jika kadar glukosa darah mereka tidak dapat dikontrol dengan baik bahkan setelah dilakukan pengaturan pola makan, olahraga, penurunan berat badan, dan obat-obatan untuk diabetes tipe 2 rutin ditebus resep dan diminum teratur setiap hari.

    Fungsi insulin di dalam tubuh pasien diabetes tipe 2 adalah menurunkan kadar glukosa darah dengan memindahkan glukosa dari darah ke dalam sel-sel tubuh. Glukosa dalam sel digunakan untuk menyediakan energi. Insulin menurunkan kadar glukosa darah, baik ketika makan maupun ketika tidak. Oleh karena itu, penting untuk menyinkronkan pola makan dengan suntik insulin.

    Jenis

    Terdapat 5 jenis insulin yang dikategorikan berdasarkan puncak dan jangka waktu efeknya:

      • Insulin kerja cepat: mulai bekerja sekitar 15 menit setelah suntikan, efek puncak terjadi sekitar 1 jam kemudian, dan lama kerjanya 2 sampai 4 jam.
      • Insulin kerja pendek: mulai bekerja sekitar 30 menit setelah suntikan, efek puncak terjadi sekitar 2-3 jam kemudian, dan lama kerjanya 3 sampai 6 jam.
      • Insulin kerja sedang: mulai bekerja sekitar 2-4 jam setelah suntikan, efek puncak terjadi sekitar 4-12 jam kemudian, dan lama kerjanya 12 sampai 18 jam.
      • Insulin kerja panjang: mulai bekerja sekitar 4-6 jam setelah suntikan, efek puncak terjadi sekitar 10-18 jam, dan lama kerjanya sampai 24 jam.
      • Gabungan insulin kerja cepat dan kerja sedang (pre-mixed insulin): Insulin premixed dapat bermanfaat bagi orang-orang yang mengalami kesulitan menggunakan dua atau lebih jenis insulin dan sulit mengikuti arahan dan dosis yang tepat. Insulin ini juga cocok bagi orang-orang dengan diabetes yang telah stabil dengan kombinasi insulin ini. Konsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk terapi insulin jenis ini.

    Masing-masing jenis bekerja pada kecepatan yang berbeda dan untuk periode waktu yang berbeda. Sebagian orang mungkin disarankan menggunakan kombinasi dua atau lebih jenis insulin.

    Baca Juga: 8 Olahraga Aman Saat Puasa

    Terapi

    Terapi insulin biasa diberikan dalam bentuk suntikan karena insulin berbahan dasar protein. Jika insulin dikonsumsi sebagai pil, insulin akan dipecah dan dicerna bahkan sebelum sampai ke dalam darah untuk menurunkan kadar glukosa darah. Oleh karena itu, insulin hanya tersedia dalam bentuk suntikan sampai saat ini. Seseorang dapat menyuntikkan insulin ke beberapa tempat pada tubuhnya:

    • Suntikan insulin di area perut bekerja paling cepat.
    • Suntikan insulin di area paha bekerja paling lambat.
    • Suntikan insulin di lengan bekerja dengan kecepatan sedang.

    Konsultasi dengan dokter yang menangani Anda diperlukan untuk menunjukkan cara yang tepat untuk menyuntikkan insulin dan di bagian mana dari tubuh untuk menyuntikkannya. Sebagian besar orang dengan diabetes tipe 2 memerlukan minimal 2 suntikan insulin sehari untuk kontrol glukosa darah yang baik. Sebagian orang memerlukan 3 atau 4 suntikan sehari untuk kontrol diabetes yang lebih fleksibel. Tapi jangan lupa untuk mengatur dosis suntikan insulin per individu melalui diskusi dengan tenaga kesehatan, ya karena efek yang mungkin terjadi pada penggunaan insulin adalah kondisi kadar glukosa darah rendah dalam tubuh (hipoglikemia) dan penambahan berat badan.

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Kanker Serviks

    Panduan Terapi

    Dokter yang menangani pasien diabetes tipe 2 akan bekerja sama untuk menentukan jenis insulin yang terbaik. Keputusan pilihan ini akan tergantung pada beberapa hal:

    • Lama waktu yang dibutuhkan tubuh untuk menyerap insulin
    • Berapa lama insulin tetap aktif bervariasi per individu
    • Jenis makanan yang dimakan
    • Konsumsi alkohol
    • Intensitas olahraga
    • Kesediaan pasien untuk mendapat berapa banyak suntikan per hari
    • Seberapa sering pasien memeriksa gula darah
    • Usia
    • Tujuan pasien mengelola gula darah

    Nah, itu tadi penjelasan tentang terapi insulin yang harus dijalani oleh pasien diabetes tipe 2. Jadi sekarang tidak perlu lagi takut akan momok suntik insulin kan? Suntik insulin bukan berarti akhir dari segalanya. Suntik insulin akan bantu pasien diabetes mendapat kontrol gula darah yang lebih baik. Suntikan insulin juga tidak boleh terlewatkan. Jadi jangan sampai keluarga atau orang yang disayangi kehabisan suntikan insulinnya. Ingat selalu untuk menebus resep suntikan insulin dan obat diabetes lainnya. Tebus resep online mudah dan hemat hanya di ProSehat. Obat asli diantar tanpa harus antre atau macet. 

    Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai suntik insulin bagi diabetasi 2 silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Kamu Ketahui

    Narasumber: dr. Novita Liman

     

    Referensi:

    • American Diabetes Association. Insulin Administration. Diabetes Care 2004;27(Suppl. 1):S106–S109.
    • American Diabetes Association. Low-Calorie Sweeteners. [Internet]. 2015 [cited November 14, 2015]. Available from: http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/treatment-and-care/medication/insulin/insulin-basics.html
    • Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. Petunjuk Praktis Terapi Insulin pada Pasien Diabetes Melitus. [Internet]. 2006 [cited November 14, 2015]. Available from: http://www.pbpapdi.org/images/file_guidelines/13_Petunjuk%20Praktis%20Terapi%20Insulin%20pada%20Pasien%20Diabetes%20Melitus.PDF.
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja