Mengenai Kesehatan Mental Di Indonesia

Mengenal Kesehatan Mental

Kesehatan mental adalah suatu kondisi sehat, emosional, psikologis, dan sosiologi yang terlihat dari hubungan interpersonal yang memuaskan. Kemudian, kesehatan mental juga bukan suatu keadaan tidak gangguan jiwa, melainkan mengandung berbagai karakteristik yang bersifat positif, yang menggambarkan keselarasan dan keseimbangan kejiwaan yang mencerminkan kedewasaan kepribadian yang bersangkutan.

kesehatan mental di Indonesia

Baca Juga: Rangkuman Webinar Prosehat Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

Kesehatan mental yang baik yaitu, dimana kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan yang tentram dan tenang. Sehingga, hal tersebut bisa memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan lebih menghargai orang lain yang ada di sekitar.

Orang yang memiliki mental sehat pasti bisa menggunakan kemampuan ataupun potensi dirinya dengan maksimal, untuk menghadapi tantangan dalam hidup, serta menjalin hubungan positif dengan orang lain. Dan untuk orang yang kesehatan mentalnya terganggu, otomatis akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, serta susah mengendalikan emosi. Yang mengakibatkan melakukan hal atau perilaku buruk.

Kesehatan Mental di Indonesia

Berdasarkan data perhitungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tentang beban penyakit pada 2017, ada beberapa jenis gangguan kesehatan mental yang diprediksi dialami oleh penduduk Indonesia. Antara lain, gangguan depresi, cemas, skizofrenia, bipolar, gangguan perilaku, autis, gangguan perilaku makan, cacat intelektual, dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Dan dalam tiga dekade, gangguan depresi masih menduduki urutan pertama.

Gangguan depresi bisa dialami oleh siapa saja tanpa melihat kelompok usia. Berdasarkan hasil Riskesdas 2018, gangguan kesehatan mental depresi sudah mulai terjadi di rentang usia remaja (15-24 tahun), dengan prevalensi 6,2%. Pola pravalensi depresi semakin meningkat seiring dengan peningkatan usiatertinggi pada usia 75 tahun ke atas, sebesar 8,9%. Kemudian usia 65-74 tahun sebesar 8,0% dan usia 55-64 tahun sebesar 6,5%.

Baca Juga: Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab hingga Cara Mengatasi

Hasil pendataan melalui aplikasi keluarga sehat pada 2018, dari 16.269.599 keluarga yang terdata. Persentase keluarga sehat nasional maupun provinsi di Indonesia masih kurang dari 50%. Cakupan indikator keluarga sehat tertinggi adalah memiliki akses atau menggunakan sarana air bersih dan terendah adalah penderita gangguan kesehatan mental yang diobati dan tidak ditelantarkan.

Dari data tersebut, menunjukkan bahwa penderita kesehatan mental di Indonesia tidak sedikit. Bahkan seharusnya sudah menjadi perhatian, dengan tersedianya penanganan ataupun pengobatan yang tepat. Bahkan, di pelosok Indonesia masih banyak cara penanganan yang tidak tepat karena yang mengalami gangguan mental sering dikaitkan dengan gangguan yang disebabkan oleh mahluk aneh.

Pemberian informasi yang tepat dapat mengedukasi masyarakat dan menjadi hal yang penting terkait kesehatan mental. Sehingga, stigma mengenai gangguan mental yang ada di masyarakat bisa dihilangkan. Para penderita dengan gangguan kesehatan mentalpun  bisa mendapat penanganan yang tepat.

Kesehatan mental dapat digunakan sebagai salah satu kriteria kesejahteraan masyarakat. Hal ini tentunya bersinergi dengan kesehatan fisik. Hanya saja, literasi kesehatan mental masyarakat masih sangat rendah. Hal inilah yang berpengaruh pada proses diagnosis pelayanan dan juga penanganan pasien. Kemudian pemahaman keluarga tentang kondisi dan cara memperlakukan pasien dengan gangguan mental dengan benar masih kurang.

Berdasarkan informasi, jumlah tenaga psikolog dan psikiater belum mencapai standar WHO, untuk proses pelayanan kesehatan mental. WHO menetapkan standar, bahwa jumlah tenaga psikolog dan psikiater dengan jumlah penduduk adalah 1:30 ribu orang. Dengan keterbatasan tersebut, maka dibutuhkan ide kreatif untuk lebih memajukan layanan kesehatan mental di Indonesia. Ide tersebutlah yang dibutuhkan untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas. Jika masyarakat membutuhkan layanan kesehatan mental. Baik secara promotif, kuratif, ataupun rehabilitatif. Upaya kesehatan mental masyarakat Indonesia juga seharusnya bisa menjadi menyeluruh, yakni dari kesempatan belajar, bermain, dan juga bercinta. Demi menjaga kesehatan mental yang baik bagi semua orang.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan mental

Faktor internal:

– Kepribadian

– Kondisi fisik

– Perkembangan dan kematangan

– Kondisi psikologis

– Keberagaman

– Sikap menghadapi problem

– Keseimbangan dalam berpikir

Faktor eksternal:

– Keadaan ekonomi

– Budaya

– Kondisi lingkungan sekitar

Dari kedua faktor yang telah disebutkan di atas, yang paling dominan biasanya adalah faktor internal. Ketenangan hidup, ketenangan jiwa atau kebahagiaan batin seseorang tidak banyak bergantung pada faktor luar. Seperti keadaan ekonomi, budaya, kondisi lingkungan sekitar, dan sebagainya. Namun, lebih tergantung kepada cara dan sikap dalam menghadapi faktor tersebut.

Jenis-jenis gangguan kesehatan mental

– Kecemasan

– Depresi

– Stres

Dampak dari gangguan kesehatan mental

– Kecemasan: Dampak dari kecemasan antara lain adalah jadi memiliki rasa takut yang berlebihan, rasa percaya diri berkurang, mudah marah akan suatu hal yang sepele, menjadi sulit berkonsentrasi, menjadi seorang yang penyendiri, dan gelisah.

– Depresi: Dampak dari gangguan kesehatan mental depresi antara lain, sering merasakan sakit atau nyeri tanpa sebab, memiliki gangguan tidur dan badan terasa lemas, efek berbicara atau bergeraknya jadi lambat, untuk wanita terjadi perubahan siklus menstruasi, nafsu makan yang tidak stabil seperti kadang meningkat atau menurun, libido turun dan muncul sembelit.

Stres: Dampak dari gangguan kesehatan mental stres yaitu, menjadi orang yang penyendiri, enggan makan atau malah sebaliknya makan secara berlebihan, sulit mengendalikan amarah, menjadi perokok ataupun merokok secara berlebihan, mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, dan penyalahgunaan obat-obatan narkotika.

Cara menjaga kesehatan mental

– Menjalin hubungan baik dengan orang lain. Membangun hubungan yang baik dengan sesama manusia sangat membantu menjaga kesehatan mental seseorang. Berinteraksi baik dengan orang lain dapat meningkatkan harga diri. Kemudian bisa memberikan kesempatan berbagai pengalaman positif serta dapat memberikan dukungan emosional.

Baca Juga: Lakukan Langkah Ini Jika Stres Akibat Corona

Daripada menyendiri, lebih baik meluangkan waktu bersama orang lain. Bisa dimulai dari orang terdekat, seperti keluarga atau sahabat. Selain itu, hubungan baik dengan orang lain di zaman sekarang tak melulu harus bertemu langsung. Kalian bisa manfaatkan teknologi, sehingga bisa berkomunikasi dengan media sosial dari berbagai platform.

– Mengatakan sesuatu yang positif pada diri sendiri. Cara pandang dalam menilai diri sendiri nyatanya sangat mempengaruhi kondisi perasaan seseorang. Jadi, usahakan kalian mempersepsikan diri dengan sudut pandang yang positif. Agar memiliki kekuatan untuk melakukan sesuatu. Dan janganlah bersudut pandang negatif yang bisa mengakibatkan menurunkan motivasi ataupun harga diri sendiri.

– Rehat. Hal ini adalah yang paling penting dalam menjaga kesehatan mental, ketika semuanya sudah dirasa mulai membebani pikiran kalian, cobalah istirahatkan fisik dan juga mental kalian. Hal ini dilakukan untuk meredakan stres secara instan. Kalian bisa melakukan dengan berlatih pernapasan yang sederhana. Kemudian tarik nafas, sampai merasa diri lebih baik.

Jadi, inti dari kesehatan mental sendiri adalah lebih pada keberadaan dan pemeliharaan mental yang sehat. Akan tetapi, dalam prakteknya seringkali kita temui bahwa tidak sedikit praktisi di bidang kesehatan mental lebih banyak menekankan perhatiannya pada gangguan mental daripada mengupayakan usaha-usaha mempertahankan kesehatan mental itu sendiri.

Apabila Sahabat ingin mengetahui lebih dalam mengenai kesehatan mental dan penanganannya, serta produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

  1. Putri AW, Wibhawa B, Gutama AS. Kesehatan mental masyarakat Indonesia (Pengetahuan dan keterbukaan masyarakat terhadap gangguan Kesehatan mental. Prosiding KS:Riset dan PKM. 2015;2:2:147-300.  [Internet]. [cited 21 January 2021]. Available from: http://journal.unpad.ac.id/prosiding/article/view/13535
  2. Kementerian Kesehatan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. Pengertian Kesehatan Mental [Internet]. [cited 26 January 2021]. Available from: https://promkes.kemkes.go.id/pengertian-kesehatan-mental
  3. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Indonesia. Situasi Kesehatan jiwa di Indonesia. [Internet]. [cited 26 January 2021]. Available from: https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/InfoDatin-Kesehatan-Jiwa
  4. Izzati UA. Penguatan Kesehatan Mental pada Keluarga. Semiar Nasional Dharma Wanita Persatuan Universitas Negri Yogyakarta. [Internet]. [cited 21 January 2021]. Available from: https://www.uny.ac.id/sites/www.uny.ac.id/files/Makalah%20Seminar%20Nasional%20DWP%20UNY%202019%20Dr.%20Umi%20Anugerah%20Izzati.pdf
  5. Media K. 10 Cara Menjaga Kesehatan Mental Halaman all – Kompas.com [Internet]. [cited 21 January 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/10/11/090100068/10-cara-menjaga-kesehatan-mental?page=all
  6. Yusuf NR. Upaya Penuruna Prevalensi ODGJ dan ODMK. Availableat: https://www.kemkes.go.id/resources/download/info-terkini/rakerkesnas-2019/SESI%20I/Kelompok%202/2-Upaya-Penurunan-Prevalensi-ODGJ-dan-ODMK.pdf

 

Read More