Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ kesehatan jiwa”

  • Ada berbagai manfaat yang dapat kita peroleh dengan berpuasa, salah satunya bagi kesehatan jiwa. Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut ini! Baca Juga: Ketahui Manfaat Berdonasi Bagi Kesehatan Mental Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Jiwa 1. Detoksifikasi Otak Manfaat puasa yang pertama adalah dapat mengaktifkan proses autofagi, yang seringkali dikaitkan dengan penyakit alzheimer, depresi, gangguan bipolar,hingga skizofrenia. […]

    Sahabat Sehat, Ini Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Jiwa

    Ada berbagai manfaat yang dapat kita peroleh dengan berpuasa, salah satunya bagi kesehatan jiwa. Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut ini!

    manfaat puasa bagi kesehatan jiwa

    Baca Juga: Ketahui Manfaat Berdonasi Bagi Kesehatan Mental

    Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Jiwa

    1. Detoksifikasi Otak

    Manfaat puasa yang pertama adalah dapat mengaktifkan proses autofagi, yang seringkali dikaitkan dengan penyakit alzheimer, depresi, gangguan bipolar,hingga skizofrenia.

    Proses autofagi membantu mendetoksifikasi otak, membersihkan sel tua, serta mendorong proses regenerasi sel baru dan sehat.

    2. Meningkatkan Suasana Hati

    Berpuasa turut membantu meningkatkan suasana hati, menurunkan ketegangan akibat stres dan depresi.

    3. Menumbuhkan Empati & Bahagia

    Selama berpuasa, Sahabat Sehat tentunya ingin menebar kebaikan misalnya membantu orang lain yang sedang mengalami kesulitan.

    Secara tidak langsung kegiatan beramal yang Sahabat Sehat lakukan dapat meningkatkan zat endorfin, yaitu zat kimia dalam otak yang menimbulkan perasaan bahagia.

    Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

    4. Meningkatkan Kecerdasan Emosional

    Saat berpuasa, Sahabat Sehat mungkin cenderung menahan emosi. Hal ini diakibatkan karena secara tidak langsung proses metabolisme hormon yang mempengaruhi emosi menjadi lebih cepat selama berpuasa.

    5. Menghindari Kebiasaan Buruk

    Dengan berpuasa, Sahabat Sehat dapat menghindarkan diri dari kebiasaan buruk seperti merokok, berbohong, bergunjing, maupun mengonsumsi makanan dan minuman yang kurang sehat yang tentunya berdampak baik bagi kesehatan jiwa.

    Produk Terkait: Jual Makanan Sehat

    6. Meningkatkan Kewaspadaan

    Berpuasa dapat membantu menyeimbangkan kadar gula darah dalam tubuh, akibat tidak adanya asupan makanan yang masuk ke tubuh selama kurun waktu tertentu.

    Secara tidak langsung, dengan berpuasa Sahabat Sehat dapat meningkatkan kewaspadaan karena kondisi gula darah kembali seimbang.

    7. Meningkatkan Kualitas Tidur

    Dengan berpuasa, pola tidur Sahabat Sehat menjadi lebih teratur. Tidur yang cukup diketahui dapat mengembalikan stamina, memperbaiki suasana hati, dan menjaga kesehatan organ dalam tubuh. Sahabat Sehat disarankan untuk tidur selama 7-9 jam sehari dan hindari tidur larut malam.

    Baca Juga: Ternyata Tidur Selama 6 Jam Saja Tidak Cukup

    Nah, Sahabat Sehat ternyata puasa tidak hanya baik untuk kesehatan fisik namun juga bermanfaat bagi kesehatan jiwa. Jika Sahabat Sehat mengalami keluhan selama berpuasa, silahkan berkonsultasi lebih lanjut secara online dengan dokter 24 jam di Prosehat melalui Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. 6 Manfaat Puasa untuk Kesehatan Mental Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 20 April 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2021/04/19/061000168/6-manfaat-puasa-untuk-kesehatan-mental?page=all
    2. Times I, Namira I. 7 Manfaat Puasa untuk Kesehatan Mentalmu, Jadi Lebih Tenang & Bahagia [Internet]. IDN Times. 2021 [cited 20 April 2021]. Available from: https://www.idntimes.com/health/fitness/izza-namira-1/manfaat-puasa-terhadap-kesehatan-mental/7
    3. Bukan Cuma Fisik, Ini Manfaat Puasa untuk Kesehatan Mental [Internet]. suara.com. 2021 [cited 20 April 2021]. Available from: https://www.suara.com/health/2019/05/06/131357/bukan-cuma-fisik-ini-manfaat-puasa-untuk-kesehatan-mental
    4. 4 Manfaat Puasa Ramadan Bagi Kesehatan Mental: Bisa Turunkan Stres – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2021 [cited 20 April 2021]. Available from: https://tirto.id/4-manfaat-puasa-ramadan-bagi-kesehatan-mental-bisa-turunkan-stres-fulo

     

    Read More
  • Kesehatan mental adalah gangguan yang sangat serius. Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa 7 dari 1.000 rumah tangga terdapat anggota yang memiliki gangguan kesehatan psikis, lebih dari 19 juta penduduk yang berusia di atas 15 tahun mengalami gangguan emosional, dan lebih dari 12 juta penduduk yang berusia di atas 15 tahun mengalami depresi. Baca Juga: […]

    Rendahnya Penanganan Kesehatan Jiwa di Indonesia

    Kesehatan mental adalah gangguan yang sangat serius. Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa 7 dari 1.000 rumah tangga terdapat anggota yang memiliki gangguan kesehatan psikis, lebih dari 19 juta penduduk yang berusia di atas 15 tahun mengalami gangguan emosional, dan lebih dari 12 juta penduduk yang berusia di atas 15 tahun mengalami depresi.

    penanganan kesehatan jiwa, penanganan kesehatan mental

    Baca Juga: Sering Tonton Video Kekerasan, Tingkatkan Risiko Trauma dan Depresi

    Melihat kondisi tersebut, pemerintah sebaiknya cepat tanggap tangani masalah penanganan kesehatan jiwa di Indonesia yang semakin meningkat,. Apalagi dengan kondisi negara yang sedang dilanda wabah penyakit virus Covid-19, kemungkinan besar banyak sekali yang mengalami gangguan kesehatan jiwa, dikarenakan beberapa faktor, yaitu:

    • Krisis ekonomi
    • Kehilangan pekerjaan
    • Disabilitas ketidakmampuan untuk bekerja
    • Gangguan kecemasan
    • Pandemi Covid-19

    Indonesia menempati urutan ke-7 dalam kategori depresi. Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kementerian PPN/Bappenas menyatakan bahwa pihaknya akan menargetkan mengenai cekatan dalam menanggapi masalah gangguan kesehatan jiwa di Indonesia.

    Pada pembangunan program kerja selanjutnya, pemerintah akan meningkatkan program kerja dan salah satu targetnya adalah di tahun 2020 penduduk Indonesia harus mengurangi angka kematian akibat penyakit tidak menular dan mengutamakan peningkatan kesehatan jiwa penduduk Indonesia.

    Bappenas melakukan beberapa strategi seperti mendeteksi gangguan kejiwaan, secara rutinitas memberikan informasi mengenai gangguan kejiwaan. Setelah itu, jika menemukan pasien yang berkasus, segera untuk mengeksekusi pasien dan mengikuti prosedur dalam perawatan atau pengobatan yang sesuai dengan kondisi pasien tersebut.

    Baca Juga: Rangkuman Webinar Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

    Pelayanan kesehatan jiwa di Indonesia memiliki berbagai tingkat, yaitu primer, sekunder, dan tersier. Di tingkat primer pemerintah menyediakan pelayanan kesehatan jiwa yang dilakukan di Puskesmas. Di tingkat sekunder pemerintah menyediakan pelayanan kesehatan jiwa yang dilakukan di rumah sakit umum (RSU).

    Di tingkat tersier pemerintah menyediakan pelayanan kesehatan jiwa yang dilakukan di rumah sakit jiwa (RSJ) atau bisa di rumah sakit umum (RSU) yang benar-benar memiliki dokter spesialis jiwa konsultan jiwa (SpKJ) atau dokter spesialis jiwa konsultan yang berada di kota umum dan memiliki pusat pendidikan khusus dokter spesialis kedokteran jiwa di Indonesia.

    Upaya Pelayanan Kesehatan Jiwa Tingkat Sekunder di RSU (Rumah Sakit Umum)

    Tidak seluruh RSU mempunyai poliklinik jiwa. Artinya, tidak semua RSU memiliki dokter spesialis jiwa konsultan jiwa yang juga merupakan dokter tetap di RSU tersebut.

    Sedangkan untuk perawatan dalam pengobatan di RSU, tidak selalu mempunyai rawat inap untuk pasien tersebut. Jadi, apabila ada RSU yang mempunyai rawat inap untuk pasien sakit jiwa ialah hanya pasien yang benar-benar kondisinya akut atau gawat darurat.

    Sehingga, pelayanan kesehatan jiwa di Rumah Sakit Umum (RSU) dalam kategori sekunder, belum memenuhi perawatan terbaik atau belum maksimal.

    Upaya Pelayanan Kesehatan Jiwa Tingkat Premier di Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat)

    Upaya pemerintah dalam penanganan melalui pelayanan kesehatan jiwa di Puskesmas berbeda, bahkan data Rifaskes 2011 menyatakan bahwa Puskesmas di Indonesia mempunyai program kesehatan jiwa sebesar 64% di seluruh Indonesia.

    Baca Juga: 7 Kiat Mengelola Stres Karena Terbeban Kapan Corona Berakhir

    Namun, dengan kategori yang berbeda-beda yaitu terlaksana atau tidaknya program pelayanan kesehatan jiwa, nyatanya direktorat kesehatan menyatakkan bahwa hanya 21,4% yang melaksanakan pelayanan kesehatan jiwa yang di puskesmas Indonesia.

    Upaya Sumber Daya Manusia dan Pembiayaan Kesehatan Jiwa

    Data mengenai fasilitas dan sumber daya manusia dalam penanganan kesehatan jiwa bisa dikatakan hampir fasilitas seluruhnya belum tersedia di RSJ dan sebagian kecil sekali di RSU, yang tersedia hanya tempat tidur.

    Itu pun dengan presentase yang sangat kecil. Fasilitas pelayanan lain misalnya rumah singgahan, rumah perawatan dikomunitas, day care treatment, dan sebagainya belum ada di Indonesia.

    Sedangkan mengenai data biaya kesehatan jiwa, menurut ASEAN, Indonesia adalah negara paling rendah pengeluarannya untuk penanganan kesehatan jiwa, dan belum ada data pasti dari pemerintah. Akan tetapi, jumlah presentase untuk pengeluaran kesehatan jiwa dari Kementerian Kesehatan sebanyak 2,89% dari total anggaran kesehatan.

    Akses terhadap obat esensial

    Dalam penanganan akses obat esensial terhadap pasien gangguan kesehatan mental jiwa, Indonesia termasuk kategori yang cukup memadai dalam obat-obatan tersebut, daftar obat-obatan tersebut mengacu pada buku Formularium Nasional (FORNAS) dan Esensial Nasional (DOEN) tahun 2015 dan 2017.

    Indonesia memiliki UU (Undang-Undang) kesehatan jiwa yang khusus dan terpisah dari UU (Undang-Undang) di bidang kesehatan, yaitu Kesehatan Jiwa Nomor 18 Tahun 2014 yang isinya hal-hal penting mengenai hak-hak orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), kewajiban pemerintah dan masyarakat, fasilitas pelayanan khusus kesehatan jiwa dan anggaran kesehatan jiwa.

    Namun, sampai saat ini banyak hal-hal yang perlu ditingkatkan dan dimaksimalkan kembali untuk pelayanan kesehatan jiwa, karena beberapa hal masih belum dieksekusi dan terlaksana sesuai dengan amanat UU Kesehatan Jiwa Nomor 18 Tahun 2014, yaitu mengatur fasilitas non kesehatan yang sedang dalam perawatan/pengobatan pasien gangguan jiwa.

    Baca Juga: Mengenai Kesehatan Mental di Indonesia

    Misalnya, rehabilitas pasien gangguan jiwa masih belum jelas bentuk dan kriterianya, hal lainnya adalah mendorong promotif dan preventif ditingkat keluarga.

    Jadi, kondisi pelayanan kesehatan jiwa di Indonesia masih sangat kecil presentasenya, belum memenuhi kebutuhan akses layanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau.

    Jumlah psikiater di Indonesia masih sangat jauh tertinggal sekali dengan negara-negara lainnya, bahkan upaya penanganan kesehatan jiwa di Puskesmas saja, masih banyak yang merangkap tugasnya.

    Akses terhadap pelayanan kesehatan jiwa, fasilitas untuk pelayanannya, sumber daya manusia yang akan merawat pasien gangguan kesehatan jiwa secara intensif dan legalisasi pembiayaan khusus untuk kesehatan jiwa terus dan harus dapat ditingkatkan lagi.

    Itulah mengenai rendahnya penanganan kesehatan jiwa di Indonesia. Padahal, kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan fisik, dan dampaknya cukup besar bagi diri sendiri dan orang lain.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai penanganan kesehatan jiwa dan produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Indonesia C. Penanganan Kesehatan Mental RI Diklaim Masih Terbatas [Internet]. gaya hidup. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20201019042144-255-559867/penanganan-kesehatan-mental-ri-diklaim-masih-terbatas
    2. https://www.jpnn.com/news/bappenas-penanganan-kesehatan-mental-di-indonesia-masih-terbatas?page=2
    3. [Internet]. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://www.researchgate.net/publication/331595372_Sistem_Kesehatan_Jiwa_di_Indonesia_Tantangan_untuk_Memenuhi_Kebutuhan
    Read More
  • Lima belas persen dari orang dewasa yang berusia 60 tahun mengalami gangguan mental, sistem saraf, dan otaknya. Gangguan kesehatan mental perlu ditangani melalui perawatan medis secara intens dengan ahli kesehatan jiwa, karena sebenarnya masalah ini merupakan proses normal dari penuaan yang akan sangat membahayakan fisik untuk jutaan orang. Baca Juga: 14 Masalah Kesehatan Mental pada Anak Gangguan kesehatan mental […]

    Inilah Gejala Kesehatan Mental yang Sering Sahabat Anggap Remeh!

    Lima belas persen dari orang dewasa yang berusia 60 tahun mengalami gangguan mental, sistem saraf, dan otaknya. Gangguan kesehatan mental perlu ditangani melalui perawatan medis secara intens dengan ahli kesehatan jiwa, karena sebenarnya masalah ini merupakan proses normal dari penuaan yang akan sangat membahayakan fisik untuk jutaan orang.

    gejala kesehatan mental

    Baca Juga: 14 Masalah Kesehatan Mental pada Anak

    Gangguan kesehatan mental diartikan sebagai adanya gangguan terhadap kecemasan, suasana hati, dan perilaku seseorang. Gejala dari gangguan mental jarang sekali disadari karena beberapa dari gejala tersebut sebenarnya memang sering dialami seseorang, misalnya saja munculnya perasaan cemas, suasana hati sedih, ataupun emosi yang meledak-ledak di dalam diri kita. Akan tetapi jika perasaan tersebut melebihi batas normal bisa dikatakan bahwa Anda harus mewaspadainya. Oleh karena itu, berikut akan dibahas beberapa gejala masalah kesehatan mental yang umumnya tidak disadari dan banyak yang menganggapnya remeh.

    1. Cemas yang berlebih

    Rasa cemas adalah perasaan yang wajar dalam diri seseorang. Namun apabila perasaan cemas ini berlebihan dan terjadi dalam jangka waktu yang sangat lama, maka mungkin akan menyebabkan gejala seperti detak jantung berdetak sangat kencang atau keringat berlebihan. Selain itu, penderita akan mengalami perubahan mood atau perubahan suasana hati yang sangat cepat, sehingga berpengaruh pada gangguan fisik seperti kesulitan tidur dan kesulitan berkonsentrasi.

    2. Skizofrenia

    Banyak masyarakat yang sudah banyak mendengar dan mengenal gangguan mental yang satu ini, namun banyak juga masyarakat yang tidak tahu artinya. Skizofrenia merupakan salah satu jenis masalah kesehatan mental yang disebabkan karena adanya gangguan perkembangan saraf yang sangat serius dan akan berlangsung lama seumur hidup. Adapun gejala yang umumnya dialami antara lain halusinasi, delusi, dan sulit mengendalikan pikirannya sehingga berisiko untuk melukai dirinya sendiri.

    3. Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

    Tanpa disadari banyak sekali masyarakat yang menganggap seseorang dengan ketelitian berlebih sebagai suatu hal yang remeh dan wajar. Namun dari segi psikologi, sikap seperti ini merupakan salah satu gejala dari gangguan mental OCD, yaitu penderita OCD akan melakukan hal yang sama untuk kesekian kalinya hanya untuk memastikan kembali bahwa apa yang dilakukannya sudah benar. Misalnya saat seseorang sudah mematikan kompor namun kemudian ia kembali untuk memeriksakannya lagi apakah kompor sudah mati atau belum, dan mungkin akan dilakukan sebanyak lebih dari tiga kali. Selain itu, gejala yang lainnya yang dialami penderita OCD adalah menyukai peraturan dan keteraturan dengan ketat, tidak suka kotor dan akan selalu bersih, serta takut akan melakukan kesalahan karena tidak mau disalahkan.

    4. Attention Deficit/Hyperactivty Disorders (ADHD)

    Gejala Attention Deficit/Hyperactivity Disorders (ADHD) juga banyak tidak akan disadari oleh banyak orang. Gangguan kesehatan mental satu ini sebagian besarnya dialami oleh anak-anak dan banyak orangtua yang jarang sekali menyadari gangguan mental ADHD di dalam diri sang buah hati, karena gejalanya berkaitan dengan tindakan anak pada umumnya sehingga menganggap itu hal yang wajar. Adapun gejala yang dimaksud adalah selalu aktif bergerak, tampak gelisah, sulit untuk fokus dan berkonsentrasi, sering sekali melamun, tidak mau mendengarkan instruksi dari orang lain, serta kurang bisa bergaul dengan teman sebayanya.

    Baca Juga: Waspada Bahaya Narsistik di Medsos!

    5. Stres Pascatrauma

    Stress pascatrauma merupakan kondisi mental seseorang setelah mengalami kejadian yang sangat menyedihkan atau hingga membuat luka di hati, yang membuat dirinya ketakutan berlebih akan berulangnya peristiwa tersebut pada dirinya. Itulah sebabnya bagi seseorang yang baru saja mengalami suatu kejadian yang menyakitkan, biasanya mereka tidak mau melakukan hal yang sama karena selalu mengingat kejadian yang sangat menakutkan dan menyakiti dirinya tersebut. Sehingga kebanyakan penderita stess pascatrauma ini cenderung akan mati rasa secara emosional.

    6. Gangguan Mood

    Gangguan mood yang dimaksud bisa berupa perasaan sedih yang berlarut-larut ataupun perasaan bahagia yang terlalu merasakan bahagia. Tapi bisa juga berupa gabungan dari perasaan keduanya namun transisi perasaannya berpindah secara ekstrim dan cepat, misalnya dari perasaan sedih kemudian bisa langsung berubah jadi benar-benar merasa berbahagia. Adapun jenis dari gangguan mood ini yang paling umum antara lain depresi, manik, bipolar dan siklotimik.

    7. Kecanduan

    Kecanduan alkohol atau narkoba adalah hal yang paling umum, namun jika gangguan kecanduan alkohol dan narkoba ini membuat penderita hingga melupakan tanggung jawab dan hubungan, penderita termasuk dalam jenis gangguan mental kecanduan.

    8. Kontrol Impuls

    Gangguan kontrol impuls adalah gangguan yang sudah banyak sekali diderita namun juga banyak orang sekitar yang tidak menyadarinya. Gangguan mental ini biasanya ditandai dengan seseorang yang sulit mengendalikan atau mengkontrol dirinya dalam melakukan tindakan yang membahayakan orang lain maupun dirinya sendiri. Misalnya, kleptomania (pencurian), pyromania (menyalakan api), dan perjudian kompulsif.

    Baca Juga: Keinginan Bunuh Diri, Cara Mencegah dan Tanda-tandanya

    Itulah beberapa jenis gangguan mental yang sering tampak gejalanya namun jarang disadari oleh seseorang yang mengalaminya, padahal masalah ini akan sangat mempengaruhi produktivitas dan kualitas hidupnya. Maka dari itu, penting untuk memperhatikan apakah gejala-gejala gangguan mental tersebut terjadi pada diri Anda atau tidak, karena sesungguhnya masalah kesehatan mental ini akan sangat berpengaruh besar bagi kelangsungan hidup seseorang.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut gejala kesehatan mental dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Anggraini AP. Memahami Tanda Gangguan Kesehatan Mental dan Cara Menanganinya [Internet]. KOMPAS.com. 2021 (Diakses pada 10 Februari 2021). Tersedia di: https://health.kompas.com/read/2020/10/17/181500668/memahami-tanda-gangguan-kesehatan-mental-dan-cara-menanganinya?page=all
    2. Anggraini AP. Benarkah Makin Tua Kian Rentan Alami Gangguan Mental? [Internet]. KOMPAS.com. 2021 (Diakses pada 10 Februari 2021). Tersedia di: https://health.kompas.com/read/2019/12/23/183000668/benarkah-makin-tua-kian-rentan-alami-gangguan-mental-
    3. Karisma N. 5 Jenis Gangguan Kesehatan Mental yang Perlu Anda Ketahui [Internet]. Lifepack.id. 2021 (Diakses pada 10 Februari 2021). Tersedia di: https://lifepack.id/5-jenis-gangguan-kesehatan-mental-yang-perlu-anda-ketahui/
    4. Koesno DA. Mengenal Mental Illness: Jenis, Ciri-Ciri dan Cara Memilih Psikolog [Internet]. tirto.id. 2021 (Diakses pada 10 Februari 2021). Tersedia di: https://tirto.id/mengenal-mental-illness-jenis-ciri-ciri-dan-cara-memilih-psikolog-f4o9

     

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja