Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ kesehatan”

  • Pemerintah telah menetapkan kebijakan kerja dari rumah semasa pandemi COVID-19 untuk mengurangi rantai penularan penyakit ini. Namun, terdapat sejumlah profesi yang masih mengharuskan karyawan untuk tetap bekerja di kantor. Untuk mengetahui cara pencegahan yang benar, Sobat sebaiknya juga mengenal cara penularan virus tersebut, yaitu melalui percik renik yang keluar saat seseorang sedang batuk atau bersin, […]

    Cara Mengendalikan Laju COVID-19 di Lingkungan Kantor

    Pemerintah telah menetapkan kebijakan kerja dari rumah semasa pandemi COVID-19 untuk mengurangi rantai penularan penyakit ini. Namun, terdapat sejumlah profesi yang masih mengharuskan karyawan untuk tetap bekerja di kantor. Untuk mengetahui cara pencegahan yang benar, Sobat sebaiknya juga mengenal cara penularan virus tersebut, yaitu melalui percik renik yang keluar saat seseorang sedang batuk atau bersin, percik renik ini bisa menyebar lalu terjatuh ke permukaan benda seperti meja, kursi, atau benda lainnya dalam radius sekitar 1 meter. Seseorang bisa tertular bila percik renik tersebut terhirup oleh orang lain, atau bila seseorang memegang permukaan benda yang sudah terkena percik renik lalu orang tersebut memegang bagian wajah seperti mata, hidung, dan mulut. Berikut adalah cara untuk mencegah penularan COVID-19 di lingkungan kantor:

    1. Membiasakan cuci tangan bagi pekerja, sebaiknya disediakan tempat khusus untuk mencuci tangan serta hand rub berbahan dasar alkohol di lingkungan kantor. Biasakan untuk mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir yang bersih selama minimal 20 detik. Pastikan seluruh bagian tangan sudah tercuci dengan bersih, termasuk telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, dan kuku. Mencuci tangan sebaiknya dilakukan setelah batuk dan bersin, sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, dan bila tangan terlihat kotor. Hindari menyentuh wajah, baik sebelum maupun sesudah cuci tangan.
    2. Membiasakan etika batuk dan bersin yang benar, gunakan tisu atau bagian lipat dalam siku untuk menutup hidung dan mulut saat batuk maupun bersin, jangan gunakan tangan. Tisu yang digunakan sebaiknya segera dibuang ke tempat sampah dan cuci tangan setelahnya. Untuk orang yang tidak bergejala disarankan untuk menggunakan masker kain setiap harinya.
    3. Tetap menjaga jarak dengan orang lain, jagalah jarak minimal 1 meter dari orang lain. Hindari kontak fisik dengan orang lain, cukup menyapa dengan lambaian tangan, anggukan kepala, atau membungkuk.
    4. Jaga kebersihan benda atau peralatan kantor yang sering digunakan, bersihkan barang-barang yang digunakan setiap hari dengan air dan sabun bila terlihat kotor secara kasat mata, lalu bersihkan dengan disinfektan secara rutin benda-benda yang sering disentuh seperti meja, gagang pintu, handphone, keyboard, dan keran air.
    5. Membatasi pertemuan orang dalam jumlah banyak, sebelum melakukan pertemuan sebaiknya memastikan terlebih dahulu apakah pertemuan perlu dilakukan secara langsung atau dapat digantikan melalui bantuan media online (teleconference), serta membatasi jumlah orang yang berada dalam satu ruangan kantor, bila memang diperlukan pertemuan langsung sebaiknya dilakukan di ruangan berventilasi baik, dengan tetap menjaga jarak minimal 1 meter dan menggunakan masker.
    6. Secara aktif mengingatkan karyawan yang sakit untuk tetap di rumah, karyawan yang memiliki gejala atau kontak erat dengan penderita sebaiknya memberitahu atasannya dan dianjurkan untuk tetap di rumah. Serta dilakukan skrining kesehatan setiap harinya sebelum karyawan atau pelanggan masuk ke dalam gedung kantor, seperti mengukur suhu tubuh dan menanyakan gejala, bila ada yang tidak memenuhi syarat maka segera berikan masker bedah dan diarahkan untuk tetap di rumah.
    7. Mengetahui tata cara pencegahan dan pengendalian virus sepulang dari kantor, setelah pulang dari kantor, lepas masker kain dari bagian belakang, setelah itu masker kain segera dicuci dan dikeringkan di tempat yang telah disediakan. Letakan kunci, dompet, dan tas di tempat di luar kamar Sobat. Lepaskan baju dan rendam dengan deterjen. Hindari memegang benda lainnya di dalam rumah Sobat, segera mandi dan bersihkan badan.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

    1. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/lab/index.html
    2. Advice for public [Internet]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    3. World Health Organizaton. Getting your workplace ready for COVID-19 [Internet]. 2020. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/getting-workplace-ready-for-covid-19.pdf
    4. Hand Hygiene to Prevent Infections – Journal of PeriAnesthesia Nursing [Internet].]. Available from: https://www.jopan.org/article/S1089-9472(17)30247-2/fulltext
    5. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) – Interim Guidance for Businesses and Employers [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/community/guidance-business-response.html

     

    Read More
  • Inovasi dan Pemanfaatan Teknologi Digital di Bidang Kesehatan

    Oleh: Anis Fuad

    Peradaban manusia telah mengalami tahapan evolusi mulai dari revolusi industri 1.0 hingga revolusi industri 4.0 yang terbaru. Hal ini ditandai dengan meluasnya jaringan siber yang secara fisik didukung oleh beranekaragam kemajuan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas, kecepatan kinerja, efisiensi biaya, komunikasi sosial lintas batas dan waktu, reposisi dan reorientasi peran manusia dalam sistem produksi, inovasi layanan baru yang mendisrupsi cara bisnis lama, dsb. Kemudian, evolusi ini berdampak pula pada sektor kesehatan.

    Kesehatan digital mulai berkembang di negara kita.Lalu, sejauh mana transformasi digital akan memberi perubahan di kesehatan?Mulai dari revolusi digital, genomik, ilmu kesehatan, pelayanan kesehatan, semuanya berkaitan dengan sistem digitalisasi. Jurnal dari  dr Erik Topol, seorang kardiologis, di jurnal Nature, Januari yang lalu menekankan ada beberapa kemungkinan. Namun, dia menyampaikan bahwa kalau di sektor transportasi perubahan sudah mencapai bentuk bisnis “taksi tanpa sopir”, tetapi di kesehatan situasi tersebut tidak diharapkan saat munculnya fenomena “rumah sakit tanpa dokter”.

    Akan tetapi riset dan teknologi terus berkembang. Sehingga, pelayanan kedokteran juga suatu saat akan menerima berbagai kemajuan teknologi digital untuk mendukung dokter agar:

    • dapat memanfaatkan berbagai teknologi untuk mendukung proses diagnostik dan pengambilan keputusan klinis, termasuk dalam proses pencegahan, terapi sampai dengan rehabilitasi pasien
    • berinteraksi lebih efektif dengan pasien serta mendorong pasien terlibat dlm komunikasi terapetik
    • meningkatkan pengetahuan dan keterampilan klinis berkelanjutan
    • lebih memfokuskan kepada aspek esensial terapi daripada pernik2 administratif dan klerikal dalam pengelolaan pasien

    Nah, kecerdasan buatan di bidang kedokteran juga mulai berkembang. Beberapa bagian seperti radiologi, neurologi, patologi, dermatologi, gastroenterologi, dan kardiologi mulai melakukan riset mengenai ini. Di bidang oftalmologi, kecerdasan buatan dapat digunakan untuk mendeteksi beberapa penyakit seperti diabetik retinopati, penyakit retina, degenerasi makular, Retinopathy of Prematurity (ROP), dsb. 

    Berikut adalah salah satu contoh kecerdasan buatan dalam mendeteksi retinopati diabetes. Cara kerjanya adalah:

    • Beragam foto fundus retinopati diabetik diklasifikasikan oleh ahli diterjemahkan menjadi algoritma/program komputer.
    • Algoritma dilatih/ditingkatkan kinerjanya melalui pengenalan kasus sehingga lebih cerdas.
    • Algoritma kemudian diuji ke kasus yang lebih banyak untuk dipilih algoritma mana yang paling bagus performanya. Kemudian hasil dibandingkan dengan ahli.
    • Inilah mengapa disebut dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Komputer dapat dilatih dan memiliki kecerdasan setara dengan ahli.
    • Pendekatan machine learning yang baru, yaitu deep learning memberikan sepenuhnya kepada komputer untuk mengenali karakter yang harus diidentifikasi.

    Bagaimana dengan kondisi di indonesia, apakah sistem kesehatan digital dapat digunakan?tentunya kita menghadapi tantangan yang cukup banyak. Luasnya wilayah Indonesia disertai dengan semua problematika kesehatan yang ada, kesenjangan akses telekomunikasi di daerah yang terpencil/terpelosok, dsb adalah tantangan yang nyata bagi kita.

    Namun, dunia kesehatan digital atau yang sering kita sebut dengan telemedicine/telemedis mulai mendapat dukungan dari pemerintah. Sebagai contoh, Menteri Kesehatan mempercepat peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan melalui pelayanan kesehatan jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi komunikasi, Menteri Komunikasi dan Informatika mempercepat penyediaan jaringan dan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung , antara lain pelayanan kesehatan jarak jauh (telemedicine), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, serta Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mempercepat peningkatan akses dan kualitas pelayanan pendidikan melalui, antara lain pemberian dukungan pendampingan, pelatihan,dan penyediaan dosen dan tenaga ahli.

    Indonesia belum sepenuhnya menerapkan Revolusi Industri 4.0 karena masih ada industri yang menggunakan teknologi revolusi pertama, kedua, dan ketiga. Teknologi terus berkembang , bahkan semakin maju dengan tingkat kecepatan tinggi. Idealnya, teknologi maju terjangkau, tidak menyebabkan jurang kesenjangan, semakin murah, meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan, diterima oleh masyarakat dan profesi kesehatan. Kemajuan teknologi sebaiknya diimbangi dengan regulasi yang adaptif, kolaboratif, menjunjung tinggi etika, dan edukasi kepada masyarakat, profesi kesehatan serta regulator.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Pelayanan Kesehatan Vaskular Nasional dan Terpadu #DigiHealth

    Tahukah Sahabat, menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, penderita Diabetes Melitus (DM) yang berusia lebih dari 15 tahun berjumlah 16,2 juta penduduk. Estimasi sebanyak 15% DM menderita kaki diabet sekitar 2 juta orang. Estimasi 30% DM yang menderita Peripheral Artery Disease (PAD) adalah 4,8 juta orang. Sebanyak 77 ribu orang melakukan cuci darah rutin. Stroke diderita sebanyak 1,9 juta penduduk dan estimasi sebanyak 8% mengalami stenosis carotis sebanyak 152 ribu orang. Itulah profil penyakit vaskular di Indonesia.

    Vaskular atau pembuluh darah terdiri dari arteri dan vena. Arteri merupakan pembuluh darah yang keluar ke jantung dan vena merupakan pembuluh darah yang kembali ke jantung. Kedua pembuluh darah ini bila mengalami gangguan akan menimbulkan gejala yang berbeda di antara keduanya. Penyakit vaskular seringkali terjadi pada pembuluh darah tepi (perifer) kita. Contohnya adalah kaki diabetik serta varises (kelainan pada pembuluh darah vena).

    Penyakit vaskular seringkali menyerang organ kardiovaskular (jantung), neurovaskular (otak), dan nefrovaskular (ginjal). Selain itu, pembuluh darah bagian tepi (peripheral vascular) dan penyakit vena juga termasuk ke dalam penyakit vaskular.

    Profil pelayanan vaskular di Indonesia telah tersebar di beberapa provinsi. Pelayanan kesehatan vaskular terpadu terdiri dari profesionalisme, kolaborasi yang aktif dan dinamis serta teknologi untuk penanganan penyakit vaskuler secara optimal. Masing-masing lini harus diperkuat, dokter harus terlatih dalam menangani pasien dengan penyakit vaskular. Kemudian, kolaborasi harus dilakukan dengan dokter lain seperti internis atau dokter kulit. Teknologi yang digunakan dapat menunjang diagnosis penyakit vaskular seperti USG doppler yang dapat mendeteksi varises.

    Bagaimana mendeteksi penyakit arteri perifer di fasilitas pelayanan kesehatan I seperti Puskesmas atau klinik?

    Deteksi dini  penyakit arteri perifer di Puskesmas berdasarkan keluhan iskhemik bisa dari ringan hingga sedang maupun berat. Gejala yang dapat terjadi antara lain rasa kesemutan, kaki dingin pucat dan nyeri akral.

    Apakah alat diagnostik untuk melakukan USG vaskuler deteksi dini Kaki Diabetes?

    Simple USG dengan Linear Probe dan saturasi oksigen untuk kelima jari kaki.

    Apakah deteksi dini kelainan vaskular di kaki dapat menggunakan USG abdomen?

    USG Curve probe hanya utk Aorta Abdomen, sehingga sulit untuk digunakan dalam mendeteksi kelainan vaskular di kaki.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Menurut data statistik Departemen Kesehatan Republik Indonesia (Depkes RI), penyakit kronis atau yang termasuk penyakit tidak menular menjadi penyebab kematian utama terbanyak di Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan menyelesaikan survei penyebab kematian berskala nasional, peringkat masalah utama penyebab kematian utama disebabkan oleh stroke, kemudian disusul oleh penyakit jantung iskemik, diabetes mellitus […]

    Diet, Amankah Bagi Penderita Penyakit Kronis?

    Menurut data statistik Departemen Kesehatan Republik Indonesia (Depkes RI), penyakit kronis atau yang termasuk penyakit tidak menular menjadi penyebab kematian utama terbanyak di Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan menyelesaikan survei penyebab kematian berskala nasional, peringkat masalah utama penyebab kematian utama disebabkan oleh stroke, kemudian disusul oleh penyakit jantung iskemik, diabetes mellitus beserta komplikasinya, dan hipertensi (tekanan darah tinggi) beserta komplikasinya.

    Penyebab penyakit kronis atau penyakit degeneratif ini sebagian besar disebabkan gaya hidup dan pola makan yang tidak tepat. Penyakit kronis yang menjadi penyebab kematian terbanyak di Indonesia tentunya saling berkaitan, dimulai dari pola makan yang tidak tepat dapat menyebabkan peningkatan kadar lemak dalam pembuluh darah, dimana pembuluh darah utama yang memasok darah utama ke jantung mengalami kerusakan (arterosklerosis), kerusakan ini dipicu oleh berbagai hal seperti sumbatan kolesterol yang menjadi plak di dinding pembuluh darah, hal ini diakibatkan kolesterol darah yang tinggi biasanya disebabkan karena banyak asupan makanan yang mengandung lemak, selain itu merokok, darah tinggi (hipertensi), tingginya gula darah (diabetes) juga dapat menyebabkan kerusakan elastisitas pembuluh darah.

    Menurut data survei Sample Registration System (SRS) pada 2014 di Indonesia menunjukkan bahwa penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian tertinggi setelah stroke yaitu sebesar 12,9%. Menurut WHO (World Health Organization), data tahun 2014 menyatakan bahwa penyakit kardiovaskular menempati penyebab kematian tertinggi di dunia yaitu sebesar 37%.

    Baca Juga: 7 Makanan Memicu Kolesterol

    Salah satu cara agar terhindar dari penyakit kronis adalah menghindari makanan yang kurang baik sehari-hari. Namun, apakah aman melakukan diet apabila kita terlanjur didiagnosis mempunyai penyakit kronis seperti tingginya gula darah, darah tinggi maupun penyakit jantung koroner? Tentu saja aman, selama melakukan diet dengan cara yang tepat, hanya dengan mengurangi porsi makanan atau jumlah kalori yang masuk setiap harinya, tidak melakukan diet yang ekstrim atau berlebihan serta tetap menjaga aktivitas fisik seperti halnya olah raga.

    Berikut ini anjuran diet serta perubahan gaya hidup yang dianjurkan bagi pasien dengan penyakit kronis:

    1. Hindari makanan yang mengandung karbohidrat berlebih

    Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh, tapi apabila dikonsumsi secara berlebihan dapat meningkatkan cadangan lemak tubuh. Hal ini disebabkan karbohindat mengandung senyawa gula. Secara garis besar terdapat dua jenis karbohidrat yaitu karbohidrat simpleks dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat simpleks didapatkan dari makanan seperti kue kering, puding, jus, roti, soda, cokelat, permen. Sedangkan karbohidrat kompleks ditemukan pada makanan seperti kacang polong, gandum, roti dan nasi. Karbohidrat yang dibutuhkan tubuh yaitu 45-65% dari sumber kalori harian yang diperlukan tubuh. Apabila dikonsumsi secara berlebihan maka akan meningkatkan risiko obesitas (berat badan berlebih) sehingga meningkatkan risiko terjadinya stroke akibat sumbatan plak lemak, diabetes serta penyakit jantung koroner.

    1. Mengurangi asupan garam yang berlebihan

    Batas konsumsi garam per hari bagi orang dewasa adalah 1500-2300 mg atau sekitar 1 sendok teh garam per harinya, dengan kata lain untuk orang yang sudah menderita tekanan darah tinggi harus mengonsumsi garam jauh di bawah dari batas asupan normal per harinya. Konsumsi garam berlebih dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai masalah terutama peningkatan tekanan darah yang akan meningkatkan beban kerja jantung. Cara mengurangi garam tidak hanya dengan mengurangi garam dapur saja, tapi juga mengurangi makanan yang asin seperti biskuit, keripik, keju, serta berbagai makanan ringan lainnya.

    1. Mengurangi asupan gula yang berlebihan

    Seperti yang telah dijelaskan pada asupan karbohidrat di atas, asupan gula dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kronis. Batasan asupan normal gula pada orang dewasa rata sekitar 24-36 gram per hari atau setara dengan 6 sampai 9 sendok teh per harinya. Gula bisa didapatkan dari berbagai jenis makanan seperti biskuit, makanan dalam kemasan, pemanis buatan, susu kental manis, kue, kopi dan minuman dengan perasa. Bagi pasien dengan gula darah tinggi dapat mengganti asupan gula dengan gula low calories atau dengan gula jagung.

    Baca Juga: Teh Hijau Bisa Menurunkan Kolesterol? Masa Sih?

    1. Menghindari makanan yang mengandung tinggi lemak (terutama lemak jenuh)

    Meningkatnya kolesterol dalam darah terutama LDL (Low Density Lipoprotein), meningkatkan penumpukan lemak sepanjang pembuluh darah sehingga menyebabkan elastisitas pembuluh darah berkurang (arterosklerosis).Bagi pasien dengan penyakit kronis, dapat mengganti asupan lemak dengan lemak yang tak jenuh seperti minyak ikan yang mengandung omega 3, mengganti minyak zaitun atau olive oil saat menggoreng makanan, mengganti asupan lemak jenuh dengan lemak tidak jenuh seperti alpukat, kacang almond, ikan tuna, salmon.

    1. Memperbanyak asupan serat setiap harinya

    Bahan makanan yang mengandung serat seperti sayur, gandum serta buah-buahan sangat baik bagi pasien dengan penyakit kronis untuk tetap menjaga berat badannya. Hal ini disebabkan serat dapat meningkatkan perasaan kenyang lebih lama sehingga seseorang yang mengonsumsi cukup serat akan jarang merasa lapar dan mengurangi kebiasaan mengonsumsi makanan ringan.

    1. Menghindari minuman yang mengandung kafein

    Minuman atau makanan berkafein seperti kopi, teh dan cokelat ternyata termasuk ke dalam makanan yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, selain kandungan gula dan perasa tambahan dalam secangkir kopi, kandungan kafein yang terkandung dalam kopi, teh dan cokelat dapat meningkatkan tekanan darah. Umumnya kandungan kefein dalam secangkir kopi adalah 60,4 – 80,1 mg, sedangkan batas konsumsi harian kopi (kafein) adalah 400 mg per hari atau setara dengan 4 cangkir kopi.

    1. Memperbanyak minum air putih

    Air putih selain baik bagi kesehatan, ternyata dapat meningkatkan rasa kenyang lebih lama pada saluran pencernaan. Konsumsi air putih dengan kadar yang cukup akan mengurangi kebiasaan minum minuman manis yang mengandung kalori serta menurunkan kebiasaan konsumsi makanan ringan karena memberikan efek kenyang yang lebih lama. Minumlah air putih minimal 8 gelas per hari atau setara dengan dua liter air.

    1. Melakukan aktivitas fisik atau olah raga secara teratur

    Apabila seseorang telah berhasil menurunkan berat badan dengan menjaga pola makanan dan asupan kalori per hari, maka aktivitas fisik juga diperlukan untuk menjaga berat badan tetap ideal dan tidak mudah naik kembali. Aktivitas fisik yang dapat dilakukan bagi pasien dengan penyakit kronis dapat dilakukan dengan olah raga ringan seperti jalan kaki minimal 30 menit sampai 1 jam per hari selama minimal 5 hari dalam satu minggu, bersepeda santai, berenang, senam, tai chi, yoga dan senam lantai.

    1. Menghindari kebiasaan merokok

    Mengurangi kebiasaan merokok sangat penting untuk dilakukan bagi seseorang yang sehat atau bagi penderita penyakit kronis. Hal ini disebabkan rokok mengandung 4000 bahan kimia berbahaya yang akan mengurangi kadar oksigen dalam tubuh. Selain itu, zat yang bersifat candu ini akan mempercepat detak jantung, menaikkan kerja jantung serta merusak elastisitas pembuluh darah sehingga mempercepat terjadinya arterosklerosis (pembuluh darah kehilangan elastisitasnya). Hal ini menyebabkan terjadinya serangan jantung. Rokok juga menyebabkan otak kekurangan oksigen dan perdarahan otak akibat kerusakan pembuluh darah otak.

    Baca Juga: 5 Indikator Jantung Sehat

    Pada intinya, cara melakukan diet pada pasien dengan penyakit kronik tidak dapat dilakukan secara agresif karena asupan kalori yang cukup masih dibutuhkan untuk sumber energi pasien. Contohnya, bagi penderita diabetes, apabila melakukan diet secara agresif maka gula darah akan turun drastis sehingga menyebabkan pasien lemas sampai kehilangan kesadaran. Diet bagi penderita penyakit kronis dianjurkan dengan cara mengurangi porsi makan secara bertahap, serta melakukan aktivitas fisik yang rutin demi mencapai berat badan yang ideal.

    Nah, itulah sederet informasi diet untuk penderita penyakit kronis. Bagi Anda yang masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Sami, W. and Ansari, T. (2016). Type 2 diabetes mellitus: Link between diet, HbA1c and complications. Australasian Medical Journal, [online] 9(9). Available at: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5426415/ [Accessed 9 Nov. 2018].
    2. Skerrett, P. and Willett, W. (2010). Essentials of Healthy Eating: A Guide. Journal of Midwifery & Women’s Health, [online] 55(6), pp.492-501. Available at: aafp.org/afp/2018/0601/p721.html [Accessed 9 Nov. 2018].
    3. UCSF Medical Center. (2018). Diet and Congestive Heart Failure. [online] Available at:  ucsfhealth.org/education/diet_and_congestive_heart_failure/ [Accessed 9 Nov. 2018].
    4. (2018). Diet and Heart Failure. [online] Available at: webmd.com/heart-disease/heart-failure/dietary-guidelines-heart-failure [Accessed 9 Nov. 2018].
    5. int. (2018). Noncommunicable Diseases (NCD) in Indonesia. [online] Available at: who.int/nmh/countries/idn_en.pdf [Accessed 9 Nov. 2018].
    Read More
  • Para wanita muda saat ini telah memberikan perhatian lebih terhadap pola makan yang diterapkannya. Hal ini diperlukan untuk menjaga berat badan ideal, serta bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh. Pola makan sehat akan menghindarkan seorang wanita dari metode penurunan berat badan yang tidak sehat. Hal terpenting adalah menjaga diet seimbang yang merupakan rahasia kesehatan dan kebugaran […]

    8 Jenis Makanan Baik untuk Kesehatan

    Para wanita muda saat ini telah memberikan perhatian lebih terhadap pola makan yang diterapkannya. Hal ini diperlukan untuk menjaga berat badan ideal, serta bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh. Pola makan sehat akan menghindarkan seorang wanita dari metode penurunan berat badan yang tidak sehat. Hal terpenting adalah menjaga diet seimbang yang merupakan rahasia kesehatan dan kebugaran tubuh.

    Berikut ini adalah 8 makanan yang dianggap paling baik untuk kesehatan tubuh, yaitu:

    Kacang almond

    Kacang almond diketahui kaya akan nutrien, yang mencakup magnesium, vitamin E, zat besi, kalsium, serat, dan riboflavin. Kacang almond adalah makanan yang membantu menjaga kadar kolesterol di dalam tubuh. Kacang almond termasuk salah satu cemilan yang menyehatkan jantung, bahkan almond diketahui memiliki serat yang lebih banyak dibandingkan kacang lainnya.

    Baca Juga: Efek Berat Badan Terhadap Jantung

    Oatmeal

    Oatmeal terbuat dari gandum. Konsumsi oatmeal telah meningkat sekitar 20 tahun terakhir karena manfaatnya bagi kesehatan. Penelitan membuktikan bahwa kandungan serat yang larut pada sereal membantu menurunkan kadar kolesterol. Pada tahun 1997, Food and Drug Administration (FDA) menyetujui bahwa makanan dengan kadar oat yang tinggi dapat memberikan manfaat terhadap kesehatan jantung pada labelnya apabila dikombinasikan dengan diet rendah lemak. Oat kaya akan karbohidrat kompleks dan serat larut air yang akan memperlambat pencernaan dan menstabilkan glukosa darah. Oatmeal juga kaya akan vitamin B, asam lemak omega 3, folat, dan kalium.

    Brokoli

    Brokoli kaya akan serat, kalsium, kalium, asam folat, dan fitonutrien. Fitonutrien adalah senyawa yang dapat mengurangi risiko berkembangnya penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Brokoli mengandung vitamin C dan beta karoten yang berfungsi sebabai antioksidan. 100 gram brokoli dapat menyediakan sekitar 150% asupan harian vitamin C yang direkomendasikan, dengan dosis yang cukup besar akan memperpendek durasi gejala pilek. Bahan lain yang terdapat di brokoli adalah sulforfan yang diketahui memiliki aktivitas antikanker dan antiinflamasi. Namun, brokoli yang dimasak terlalu lama akan menghancurkan nutrien yang terkandung di dalamnya. Mengonsumsi brokoli dalam keadaan mentah atau direbus dalam jangka waktu singkat adalah cara terbaik untuk mengonsumsinya.

    Buah Apel

    Apel adalah sumber antioksidan terbaik, yang melawan radikal bebas. Radikal bebas akan merusak substansi yang dihasilkan tubuh dan mengakibatkan perubahan yang tidak diinginkan. Radikal bebas terlibat dalam proses penuaan dan beberapa penyakit. Beberapa studi pada binatang menunjukkan bahwa antioksidan yang ditemukan pada apel (polifenol) akan memperpanjang waktu hidupnya. Penelitian pada Florida State University menunjukkan bahwa apel merupakan “buah ajaib”. Wanita lansia yang mengonsumsi apel secara rutin tiap hari akan mengalami 23% penurunan kadar kolesterol jahat (LDL) dan 4% peningkatan kadar kolesterol baik (HDL) setelah 6 bulan konsumsi.

    Buah Blueberry

    Blueberry kaya akan serat, antioksidan, dan fitonutrien. Tidak seperti mineral dan vitamin, fitonutrien tidak bersifat esensial dalam menjaga tubuh tetap hidup. Namun, fitonutrien akan membantu mencegah terjadinya penyakit dan membantu menjaga tubuh agar bekerja sebagaimana seharusnya. Berdasarkan studi yang dilakukan pada Harvard Medical School, para lansia yang mengonsumsi banyak blueberry (dan strawberry) akan mengalami lebih sedikit penurunan kognitif, dibandingkan dengan orang lain yang tidak mengonsumsi. Penelitian pada Texas Woman’s University membuktikan bahwa blueberry akan membantu mengatasi obesitas. Polifenol yang ditemukan pada blueberry telah terbukti dapat mengurangi perkembangan sel lemak (adipogenesis), yang menginduksi pemecahan lipid dan lemak (lipolisis). Konsumsi blueberry secara rutin akan mengurangi risiko hipertensi sekitar 10% karena kandungan senyawa bioaktif, antosianin.

    Ikan berlemak

    Contoh ikan berlemak adalah salmon, tuna, sarden, dan ikan teri. Jenis ikan ini memiliki minyak pada jaringan tubuh dan sekitar lambung. Dagingnya mengandung sekitar 30% minyak, khususnya asam lemak omega 3. Minyak pada ikan ini sangat bermanfaat bagi jantung dan sistem saraf. Minyak ikan bermanfaat bagi pasien dengan kondisi inflamasi, seperti artritis. Minyak ikan ini juga kaya akan vitamin A dan D. Selain itu, studi pada UCLA’s Johnson Comprehensive Cancer menunjukkan bahwa progresi kanker prostat dapat diperlambat saat pasien mengonsumsi diet rendah lemak dengan suplemen minyak ikan.

    Telur

    Telur adalah sumber protein lain yang dapat dengan mudah ditambahkan pada diet seimbang. Telur mengandung vitamin lain, mencakup vitamin B2, yang dikenal dengan riboflavin, dan vitamin B            12 yang sangat penting untuk energi dan sel darah merah. Telur juga merupakan sumber baik bagi asam amino esensial leusin, yang berguna bagi perkembangan sintesis protein pada otot. Kuning telur mengandung kebanyakan vitamin dan mineral. Kuning telur mengandung asam lemak dan kolesterol, namun, penelitian menunjukkan bahwa telur tidak meningkatkan risiko penyakit jantung.

    Baca Juga: Benarkah Stress Pemicu Sakit Jantung?

    Sayuran hijau

    Studi menunjukkan bahwa asupan sayuran hijau yang banyak, seperti bayam atau kubis, dapat menurunkan risiko perkembangan diabetes tipe 2. Sebagai contoh, bayam kaya akan antioksidan, khususnya saat belum dimasak, direbus, atau dimasak dengan tingkat rendah. Bayam merupakan sumber vitamin A, B6, C. E, dan K yang sangat baik, begitu juga selenium, niasin, zink, fosfor, tembaga, asam folat, kalium, kalsium, seng, betain, dan zat besi.

    8 jenis makanan di atas sangat baik untuk kesehatan dan perlu diterapkan dalam menu diet seimbang sehari-hari. Oleh karena itu, jangan lupa untuk mencoba makanan tersebut dan buktikan manfaatnya bagi tubuh.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka:

    Nordqvist C. What are the top health foods? 2017. [Internet]. Available at: medicalnewstoday.com/articles/245259.php (1.12.18).

     

    Read More
  • Keperluan wanita tidak hanya soal make up atau makanan saja. Tapi juga pakaian terutama pakaian dalam seperti Bra. Apa sih yang Sobat pertimbangkan saat membeli Bra? Apakah karena harganya murah atau yang pas untuk payudara Sobat. Eits.. jangan sembarang pakai Bra loh, karena ukuran payudara tiap wanita itu berbeda-beda. Apabila Sobat menggunakan bra yang tidak […]

    Jangan Sembarang Pakai, Yuk Ukur Bra Dengan Benar

    Keperluan wanita tidak hanya soal make up atau makanan saja. Tapi juga pakaian terutama pakaian dalam seperti Bra. Apa sih yang Sobat pertimbangkan saat membeli Bra? Apakah karena harganya murah atau yang pas untuk payudara Sobat. Eits.. jangan sembarang pakai Bra loh, karena ukuran payudara tiap wanita itu berbeda-beda. Apabila Sobat menggunakan bra yang tidak sesuai dengan ukuran payudara, maka akibatnya ada rasa tidak nyaman dan payudara kita tidak tertopang dengan baik.

    Selain rasa tidak nyaman, menggunakan sembarang bra dapat menyebabkan gangguan pada tulang belakang dan payudara kita akan mengendur. Nggak mau kan seperti itu? Untuk merayakan Hari Tanpa Bra yang jatuh pada 13 Oktober, yuk pahami dengan baik cara mengecek ukuran bra dengan benar. Berikut cara menghitung bra yang benar dilansir dari Femina:

    Bra terbagi menjadi dua bagian yaitu lingkar bawah payudara dan juga bagian cup. Cara menentukan lingkar payudara Sobat  adalah dengan mengukur sekeliling lingkar bagian bawah payudara (under bust) Sobat.

    –       Lingkar bawah payudara : 63 – 67 cm, Ukuran bra 30 atau 65
    –       Lingkar bawah payudara : 68 – 72 cm, Ukuran bra 32 atau 70
    –       Lingkar bawah payudara : 73 – 77 cm, Ukuran bra 34 atau 75
    –       Lingkar bawah payudara : 78 – 82 cm, Ukuran bra 36 atau 80
    –       Lingkar bawah payudara : 83 – 87 cm, Ukuran bra 38 atau 85
    –       Lingkar bawah payudara : 88 – 92 cm, Ukuran bra 40 atau 90

    Tidak hanya lingkar bawah payudara saja nih yang harus Sobat ukur. Bagian cup juga diperlukan juga. Cara menentukan ukuran cup pada bra yang tepat yaitu dengan cara mengukur sekeliling titik tertinggi payudara (top bust). Gunakan rumus berikut ini :

    Top Bust – Under Bust + 2 cm = Ukuran Cup Bra

    Apakah Sobat sudah mendapatkan ukuran cup bra nya? Jika sudah, cup manakah yang sesuai dengan hitungan Sobat.

    Cup A : 10 – 12 cm
    Cup B : 13 – 14 cm
    Cup C : 15 – 17 cm
    Cup D : 18 – 19 cm
    Cup E : 20 – 22 cm

    Masih bingung juga mengukur bra Sobat? Berikut contohnya, biar sobat tidak bingung lagi ya..

    Contoh:

    Top Bust = 83 cm

    Under Bust = 70 cm

    Top Bust – Under Bust + 2 cm = Ukuran Cup Bra

    83 – 70 + 2 = 15

    Bila hasil ukuran cupnya di angka 15 cm maka masuk ke dalam tipe C. Sedangkan lingkar bawah payudara (under bust) Sobat di angka 70 cm, maka ukuran bra  Sobat 32 atau 70. Bila digabungkan menjadi 32C atau 70C.

    Bagaimana Sobat? Mudahkan untuk mengukur bra yang benar. Jadikanlah hasil tersebut untuk Sobat membeli bra dengan ukuran yang tepat. Pastikan juga jenis dan bahan yang nyaman di kulit agar tidak terjadi iritasi pada payudara Sobat.

    Ingin mendapatkan perlindungan kesehatan untuk Sobat dan Keluarga? Dapatkan perlindungan kesehatan untuk Sobat dan Keluarga dengan vaksinasi di ProSehat. Vaksinasi di ProSehat dijamin asli dan nggak menyita waktu Sobat karena bisa panggil dokter ke rumah atau ke kantor Sobat. Selain vaksinasi, dapatkan juga produk makanan sehat dan produk kesehatan lainnya.

    Caranya mudah akses ProSehat melalui website atau install aplikasi di google play atau apps store. Butuh bantuan? Hubungi asisten kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800. Ingat Sehat, Ingat ProSehat

    Referensi :

    Septia, Umi. “Jangan Keliru, Ini Cara Ukur Bra yang Benar”. liputan6.com/health/read/3127138/jangan-keliru-ini-cara-ukur-bra-yang-benar. Diakses 28 September 2018

    Femina. “Ini Cara Mudah Menentukan Ukuran Bra”. femina.co.id/tips/ini-cara-mudah-menentukan-ukuran-bra-. Diakses 28 September 2018

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja