Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ kencing manis”

  • Diabetes merupakan salah satu penyakit dengan tingkat kematian tertinggi di Indonesia setelah penyakit jantung. Data International Diabetes Federation menyatakan prevalensinya berkisar 6.2%, yaitu 10 juta orang dari 260  juta orang penduduk Indonesia. Hal tersebut berarti 1 dari 25 orang Indonesia terdeteksi menderita Diabetes  Karena hal demikian, Diabetes menjadi salah satu penyakit yang butuh perhatian khusus. […]

    Kiat Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19

    Diabetes merupakan salah satu penyakit dengan tingkat kematian tertinggi di Indonesia setelah penyakit jantung. Data International Diabetes Federation menyatakan prevalensinya berkisar 6.2%, yaitu 10 juta orang dari 260  juta orang penduduk Indonesia.

    Hal tersebut berarti 1 dari 25 orang Indonesia terdeteksi menderita Diabetes  Karena hal demikian, Diabetes menjadi salah satu penyakit yang butuh perhatian khusus.

    Namun, timbul pertanyaan bagaimana para pengidap diabetes atau diabetes pada masa pandemi Covid-19 ini mengingat penyakit tersebut juga termasuk yang berbahaya?

    Apalagi Diabetes sendiri juga dinyatakan sebagai penyakit komorbid atau penyerta sehingga para diabetasi juga rentan terpapar virus Covid-19. Fakta juga menunjukkan bahwa 34,4% kasus penderita Diabetes di Indonesia juga terpapar virus Covid-19.

    kiat pengidap diabetes

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    Mengapa Pengidap Diabetes Rentan Terkena Covid-19?

    Penderita diabetes rentan terkena Covid-19 dikarenakan kadar gula darah yang tidak stabil. Hal itulah yang dapat meningkatkan risiko komplikasi Covid-19 bagi diabetes.

    Infeksi Covid-19 sendiri membuat penyakit diabetes akan sulit diobati karena sistem kekebalan tubuh pada diabetes yang terganggu. Akibatnya, tubuh akan lebih sulit melawan infeksi.

    Jika berhasil sembuh, waktu pemulihan juga jadi lebih lama sebab virus juga cenderung dapat berkembang di host yang memiliki kadar gula tinggi. Diabetes juga memiliki peradangan yang tinggi di seluruh tubuhnya. Saat terinfeksi virus dari saluran pernapasan, infeksinya lebih mudah berkembang menjadi pneumonia.

    Lalu apa saja kiat-kiat yang harus dilakukan diabetes dalam menghadapi Covid-19 supaya tidak terpapar?

    Perhatikan Gejala yang Muncul

    Cara pertama yang harus dilakukan adalah memperhatikan gejala-gejala yang muncul seperti batuk baru yang berkepanjangan, nyeri tenggorokan, demam, dan sesak napas. Jika sudah mengalami hal tersebut segeralah berkonsultasi ke dokter. Ketika berkonsultasi pastikan beberapa hal berikut:

    • Hasil cek gula darah tersedia
    • Catatan konsumsi cairan
    • Gejala yang dirasakan
    • Tanyakan mengenai pengelolaan diabetes

    Patuhi Protokol Kesehatan yang Ada

    Mematuhi protokol kesehatan juga merupakan cara penting bagi  diabetes untuk tidak terkena Covid-19, yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, dan tidak keluar rumah jika memang tidak ada urusan penting sama sekali.

    Kemudian jangan menyentuh mata, hidung, dan mulut karena hal tersebut dapat mempercepat penyebaran virus. Untuk mencuci tangan pakailah sabun atau alkohol terutama untuk bagian tangan yang terdapat alat infus.

    Cek gula darah

    Cek gula darah juga penting membantu diabetes menghadapi Covid-19. Cek ini dilakukan pada siang dan malam. Apabila kadar gula rendah atau di bawah 70 mg/dl konsumsilah 15 gram karbohidrat yang mudah dicerna seperti madu, selai, jeli, kembang gula, jus atau soda lalu periksa ulang gula darah dalam waktu 15 menit untuk mematikan kenaikannya.

    Jika kadar gula darah tinggi atau di atas 240 mg/dl, dan terjadi lebih dari dua kali secara berturut-turut, segera tanyakan dosis obat ke dokter.

    Produk Terkait: Alat Cek Gula Darah

    Selalu minum air putih

    Meminum air putih amat disarankan karena air putih sendiri bagaimana pun mempunyai dampak yang sangat positif bagi kesehatan.

    Meminum air putih akan menghindarkan diabetes dari dehidrasi yang tentu saja akan sangat berpengaruh pada kondisi tubuh. Apabila tidak meminum terlalu banyak usahakan meminum sedikit demi sedikit setiap 15 menit.

    Melakukan Diet Diabetes

    Yaitu, mengonsumsi sejumlah makanan sehat dan rendah karbohidrat seperti buah-buahan dan sayur. Konsumsilah dalam porsi sedikit dan teratur untuk mencegah naik-turunnya gula darah.

    Baca Juga: Menu Diet Diabetes: Perhatikan 3J (Jenis, Jumlah, dan Jam)!

    Lakukan Aktivitas Fisik Selama di Rumah

    Di rumah bukan berarti harus berdiam diri saja. Justru dengan berada di rumah menjadi kesempatan bagi Sobat yang menderita diabetes untuk melakukan aktivitas fisik seperti yoga dan olahraga ringan karena hal yang menciptakan imun tubuh secara alami tersebut akan membantu Sobat terhindar dari Covid-19.

    Pemakaian Insulin Tidak Terlewatkan

    Pemakaian insulin yang sangat penting untuk diabetes jangan sampai terlewatkan yang sudah disertai dengan dosis yang dianjurkan dokter. Hal ini penting untuk dapat mengontrol gula darah. Jangan lupa untuk tanyakan ke dokter apabila ada perubahan dosis.

    Siaga Obat-obatan

    Pastikan selalu bagi Sobat untuk selalu menyediakan obat-obatan yang diperlukan saat menderita diabetes. Persediaan obat yang tercukupi akan menghindarkan Sobat untuk bolak-balik ke fasilitas kesehatan yang tentu saja tidak aman di masa pandemi Corona.

    Cara yang bisa dilakukan apabila obat habis, dan tidak perlu bolak-balik ke fasilitas layanan kesehatan adalah bisa memanfaatkan layanan antar obat ke rumah sehingga Sobat akan merasa akan dan tidak khawatir tertular.

    Jangan stres

    Hal terakhir yang perlu Sobat ketahui saat menderita namun di saat yang bersamaan ada pandemi Corona adalah jangan menyikapinya secara berlebihan. Hal itu justru malah memperburuk kondisi tubuh dan imun tubuh yang dipunya tidak akan kuat menghadapi serangan virus. Karena itu, sobat harus rileks.

    Baca Juga: Lakukan Langkah Ini Jika Stres Akibat Corona

    Itulah Sahabat kiat-kiat yang bisa Sahabat lakukan sebagai diabetes untuk menghadapi Covid-19. Intinya adalah tetap ikuti protokol kesehatan, konsultasi ke dokter jika mengalami gejala-gejala Covid-19, dan yang terpenting jangan stres demi mendapatkan imun tubuh yang kuat supaya tidak mudah terserang virus.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut soal diabetes dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. [Internet]. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/sehat/5-penyakit-paling-mematikan-di-indonesia-mulai-jantung-hingga-diabetes-militus.html
    2. [Internet]. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://triasnews.com/world-diabetes-day-2020-penderita-diabetes-butuh-dukungan-caregiver/
    3. Tips Bagi Penderita Diabetes Hindari Covid-19 | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20200806/106/1275791/tips-bagi-penderita-diabetes-hindari-covid-19
    4. Tetap Sehat dengan Diabetes Selama Wabah Covid-19 Merebak [Internet]. 1st ed. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: http://Tetap%20Sehat%20dengan%20Diabetes%20selama%20wabah%20COVID%20
    5. Mengapa Suntik Insulin Penting Bagi Diabetesi Tipe 2 • ProSehat [Internet]. ProSehat. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://www.prosehat.com/artikel/artikelkesehatan/mengapa-suntik-insulin-penting-bagi-diabetesi-tipe-2
    Read More
  • Diabetes melitus tipe 2 merupakan suatu kondisi kronis yang memengaruhi cara tubuh memetabolisme glukosa, yang merupakan sumber energi utama tubuh Sahabat. Baca Juga: Pentingnya Olahraga Bagi Penderita Diabetes Tipe 2 Diabetes tipe 2 memerlukan pemantauan secara berkala dan perawatan sepanjang hidup. Bila tidak diobati dengan benar, diabetes dapat menimbulkan berbagai komplikasi pada sistem organ tubuh […]

    Langkah Berkelanjutan Diabetes Melitus Tipe 2 Seperti Apa?

    Diabetes melitus tipe 2 merupakan suatu kondisi kronis yang memengaruhi cara tubuh memetabolisme glukosa, yang merupakan sumber energi utama tubuh Sahabat.

    diabetes melitus tipe 2, diabetes tipe 2

    Baca Juga: Pentingnya Olahraga Bagi Penderita Diabetes Tipe 2

    Diabetes tipe 2 memerlukan pemantauan secara berkala dan perawatan sepanjang hidup. Bila tidak diobati dengan benar, diabetes dapat menimbulkan berbagai komplikasi pada sistem organ tubuh lainnya.¹

    Peranan Insulin dalam Tubuh

    Insulin adalah hormon alami yang diproduksi oleh pankreas yang berperan dalam mengatur kadar gula darah. Tugas utama insulin adalah untuk menjaga kadar gula darah tetap dalam batas normal. Pada setiap kali makan, karbohidrat terurai menjadi gula dan masuk ke aliran darah dalam bentuk glukosa.

    Produk Terkait: Produk Herbal Diabetes

    Pankreas akan merespons dengan memproduksi insulin, yang menyebabkan gula masuk ke dalam jaringan. Kelebihan glukosa akan disimpan di hati dalam bentuk glikogen, apabila kadar insulin rendah, hati akan mengeluarkan glikogen ke dalam aliran darah dalam bentuk gula sehingga kadar gula darah tetap dalam stabil. ²6

    Apa yang Terjadi pada Diabetes Tipe 2 ?

    Pada penderita diabetes tipe 2, tubuh Sahabat tidak dapat merespons dengan baik atau melawan efek insulin. Sehingga tubuh tidak menghasilkan cukup insulin untuk mempertahankan kadar gula darah dalam batas normal.¹

    Bagaimana  Sahabat Mendeteksi Diabetes Tipe 2?

    Gejala utama dari penyakit diabetes tipe 2 adalah mudah merasa haus, sering buang air kecil terutama pada malam hari, mudah lapar, terjadi penurunan berat badan drastis, mati rasa pada tangan dan kaki, penglihatan kabur, lemah, gatal di daerah kemaluan ataupun lipat paha,mulu kering, dan luka yang lambat sembuh.

    Untuk memastikan diagnosis diabetes tipe 2, dokter akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang meliputi tes gula darah puasa, gula darah sewaktu, dan HbA1c.7

    Produk Terkait: Cek Lab

    Pemeriksaan Normal
    Kadar glukosa hemoglobin (A1C) 6,5%
    Kadar glukosa darah puasa 

    (kondisi tidak makan apapun selama minimal 8 jam)

    126 mg/dL 

    (7.0 mmol/l)

    Kadar glukosa plasma secara acak pada pasien dengan gejala klasik  <200 mg/dl

    (11,1 mmol/l)

    Tabel 1. Kriteria Diagnosis Diabetes.8

    Bagaimana Mengelola Diabetes Tipe 2?

    Dalam manajemen diabetes tipe 2, Sahabat memegang peran penting melalui beberapa langkah sederhana berikut 7,9,10:

    1. Merencanakan pola makan yang sehat dan seimbang.
    2. Berolahraga secara teratur.
    3. Minum obat anti diabetes oral seperti yang ditentukan sesuai dengan instruksi dokter.
    4. Melakukan kontrol kadar gula darah dan tekanan darah di rumah.

    Mengapa Mengontrol Gula Darah Penting ?

    Pasien diabetes tipe 2 dapat menjalani hidup aktif dan sehat dengan manajemen yang tepat, yaitu menyeimbangkan asupan makanan dan minuman serta melakukan olahraga rutin. Kontrol ketat gula darah dapat mencegah atau memperlambat perkembangan berbagai komplikasi diabetes. 

    Gula darah yang tinggi akan menyebabkan masalah jangka pendek yang serius seperti hipoglikemia (kondisi apabila kadar gula darah dibawah batas normal), hiperglikemia (kondisi apabila kadar gula darah tinggi), dan diabetes ketoasidosis.

    Sedangkan dalam jangka panjang, gula darah yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah yang memasok darah ke organ penting seperti jantung, ginjal, mata, dan syaraf.8,1214

    Jika Sahabat menderita diabetes tipe 2, jangan khawatir. Kabar baiknya adalah dengan mengontrol gula darah, dapat membantu Sahabat tetap sehat dan mencegah komplikasi di kemudian hari.14

    Baca Juga: Saat Hadapi Si Kecil Menderita Diabetes

    Apabila memerlukan informasi lebih lanjut mengenai diabetes dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    MAT-ID-2100363-V1.0 (03/2021)

    REFERENSI

    1. Type 2 diabetes – Symptoms and causes [Internet]. Mayo Clinic. 2020. Available at: http://www.mayoclinic.com/health/type-2-diabetes/DS00585. [Terakhir diakses Januari 2014]
    2. UpToDate [Internet]. Uptodate.com. 2020. Available at: http://www.uptodate.com/contents/diabetes-mellitus-type-2-overview-beyond-the-basics. [Terakhir diakses Januari 2014]
    3. Insulin & Other Injectables | ADA [Internet]. Diabetes.org. 2020. Available from: http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/treatment-and-care/medication/insulin [Terakhir diakses Januari 2014]
    4. Insulin – Diabetes [Internet]. Diabetes. 2020. Available at: http://www.diabetes.co.uk/body/insulin.html. [Terakhir diakses Januari 2014]
    5. Health and wellness resources [Internet]. Ghc.org. 2020. Available at: http://www.ghc.org/healthAndWellness/?itern.–/common/healthAndWellness/conditions/diabetes/foodProcess.html. [Terakhir diakses Maret 2014]
    6. Diabetes Treatment [Internet]. 2020. Available at: http://www.mayoclinic.com/health/diabetes-treatment/DA00010. [Terakhir diakses Januari 2014]
    7. Diabetes Mellitus: Types, Risk Factors, Symptoms, Treatments [Internet]. Cleveland Clinic. 2020. Available at: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/7104-diabetes-mellitus-an-overview. [Terakhir diakses Januari 2014]
    8. Introduction: Standards of Medical Care in Diabetes [Internet]. American Diabetes Association. 2020. Available at: https://care.diabetesjournals.org/content/43/Supplement_1/S1
    9. Non-farmakologis Diabetes. Pedoman Pengelolaan Diabetes Tipe 2. Available at:  http://icmr.nic.in/guidelines_diabetes/section6.pdf. [Terakhir diakses Januari 2014]
    10. Farmakologi Pengobatan Diabetes. Pedoman Pengelolaan Diabetes Tipe 2. Available at: http://lcmr.nic.in/guidelines_diabetes/sectionl.pdf. [Terakhir diakses Januari 2014]
    11. Tentang Diabetes Tipe 2 [Internet]. 2020. Available at: https://www.diabetes.org.nz/about_diabetes/type_2_diabetes . [Terakhir diakses Februari 2014]
    12. Diabetes Control: Why its so important? [Internet]. 2020. Available online at: http://teenshealth.org/teen/diabetescenter/basics/diabetes_control.html?tracking=T_RelatedArticle. [Terakhir diakses Februari 2014]
    13. Tight Diabetes Control [Internet]. 2020. Available online at: http://www.diabetes.org/living-wfth-diabetes/treatment-and-care/blood-glucose-control/tight-diabetes-control.html. [Terakhir diakses Februari 2014]
    14. Davidson NK. Moreland P. Mengapa kontrol gula darah sangat penting? [Internet]. 2020.Available at: http://www.mayoclinic.org/diseasesconditions/diabetes/expert-blog/ blood -sugar-control.[Terakhir diakses Januari 2014]
    Read More
  • Bagi penderita diabetes, penting untuk mengetahui apa saja faktor yang dapat mempengaruhi kadar gula darah serta cara mengontrol kadar gula darah agar tetap stabil.¹ Diabetes dapat ditangani dengan melakukan pengaturan pola makan yang sehat, melakukan aktivitas fisik. Baca Juga: Sakit Gula Bikin Jantungan Apabila kadar gula darah belum terkontrol dapat dipertimbangkan untuk memulai penanganan dengan menggunakan […]

    Yuk, Sahabat, Belajar Cara Injeksi Insulin yang Benar!

    Bagi penderita diabetes, penting untuk mengetahui apa saja faktor yang dapat mempengaruhi kadar gula darah serta cara mengontrol kadar gula darah agar tetap stabil.¹ Diabetes dapat ditangani dengan melakukan pengaturan pola makan yang sehat, melakukan aktivitas fisik.

    cara injeksi insulin, cara suntik insulin

    Baca Juga: Sakit Gula Bikin Jantungan

    Apabila kadar gula darah belum terkontrol dapat dipertimbangkan untuk memulai penanganan dengan menggunakan obat-obatan (seperti insulin dan obat diabetes oral) yang bertujuan untuk menurunkan dan menstabilkan kadar gula darah.²

    Memahami Insulin

    Insulin adalah suatu hormon alami yang diproduksi oleh pankreas, yang berfungsi untuk mengatur kadar gula darah Anda.³,4 Pada penderita diabetes, terjadi gangguan pada tubuh yang menyebabkan tubuh tidak sensitif terhadap insulin atau bahkan tidak dapat memproduksi insulin.5

    Baik penderita diabetes tipe 1 ataupun 2 dapat memerlukan insulin.6 Efikasi injeksi insulin pada penderita diabetes bergantung pada teknik injeksi yang baik dan benar. Jika teknik injeksi tersebut salah, ada kemungkinan dosis obat yang diinjeksikan tidak tepat dan akhirnya mempengaruhi kadar gula darah Anda. 79

    Teknik Injeksi

    Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan insulin :

    Lokasi Injeksi

    Lokasi untuk injeksi insulin direkomendasikan pada area lengan atas, paha atas, perut, dan bokong. Penyerapan tercepat berlangsung apabila injeksi dilakukan pada area perut, diikuti pada lengan, paha, dan bokong.1011

    Rotasi pada Lokasi Injeksi

    Perlu dilakukan rotasi pada lokasi injeksi untuk mencegah terjadinya penumpukan lemak di suatu area injeksi. Penumpukan lemak ini disebut lipohipertrofi, dan hal ini dapat mengurangi penyerapan injeksi insulin sebesar 25%.

    Lakukan rotasi injeksi dengan cara membagi lokasi injeksi dalam bentuk kuadran (atau paruhan pada paha atau bokong). Gunakan satu kuadran per minggu dan lakukan injeksi dengan bergerak ke arah yang sama,baik searah maupun melawan arah jarum jam.11

    Gambar 1. Pola Rotasi Perut Berdasarkan Kuadran11

    Gambar 2. Pola Rotasi Paha dan Bokong Berdasarkan Paruhan11

    Perawatan Lokasi Injeksi

    Sebelum melakukan injeksi, lokasi harus diperiksa terlebih dahulu. Hindari menggunakan lokasi yang terdapat benjolan di bawah kulit, kemerahan di sekitar kulit, sedang bengkak atau sedang mengalami infeksi, hingga masalah tersebut teratasi. Injeksi harus dilakukan pada lokasi yang bersih menggunakan tangan yang bersih.10

    Baca Juga: Bagaimana Cara Memakai SoloStar? Simak Penjelasan Berikut!

    Proses Injeksi

    Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan selama melakukan proses injeksi insulin agar tidak terasa menyakitkan10:

    1. Pastikan obat injeksi yang digunakan disimpan dalam suhu ruangan.
    2. Gunakan jarum yang pendek dan berdiameter kecil.
    3. Selalu gunakan jarum yang baru setiap kali melakukan injeksi.
    4. Jika membersihkan lokasi injeksi dengan menggunakan alkohol,sebaiknya di tunggu hingga kering sebelum melakukan injeksi.
    5. Suntikkan perlahan dan pastikan ibu jari menekan tombol pena sepenuhnya.

    Jenis Pena Insulin

    Terdapat 2 jenis pena insulin, yaitu:

    1. Pena sekali pakai

    Pena ini diisi dengan cartridge insulin dan dibuang setelah cartridge kosong, atau  bila pena telah digunakan selama 28 atau 32 hari (tergantung jenis insulin).12

    2. Pena isi ulang

    Pena ini menggunakan cartridge insulin yang dapat diisi dan dilepaskan setelah disuntikkan. Setelah cartridge digunakan, pena siap untuk dimasukkan cartridge berikutnya.10

    Cara Menggunakan Pena Insulin

    Berikut beberapa langkah untuk menggunakan pena insulin:

    1. Cuci tangan hingga bersih.13
    2. Periksa label dan kondisi insulin, ikuti petunjuk produsen pena untuk memasukan cartridge insulin ke pena isi ulang.
      1. Pada label cartridge atau pena, pastikan Anda menyuntikkan jenis insulin yang benar. Perhatikan tanggal kadaluarsa insulin untuk memastikan tanggal belum berlalu. Lihat penampilan insulin untuk memastikan apakah masih dapat digunakan.13
      2. Insulin harus terlihat bening, tidak berwarna, dan bebas dari partikel. Gunakan cartridge insulin baru atau pena sekali pakai jika insulin tidak terlihat baik.13
    1. Untuk mencampur cloudy insulin, miringkan pena di telapak tangan hingga 10 kali  dengan sudut 1800 bolak-balik untuk mencampurkan cloudy insulin, atau bila terlihat seperti ada manik-manik di dalam insulin. Apabila insulin masih belum tercampur merata, maka ulangi hal tersebut. Jangan menggunakan insulin jika terdapat gumpalan setelah dicampurkan.13
    2. Pasang jarum sekali pakai pada pena:
    1. Sebelumnya, lepaskan tutup pena dan bersihkan karet seal pada cartridge dengan menggunakan alkohol steril.13
    2. Pasang jarum sekali pakai pada pena, lepaskan tutup bagian luar jarum dan simpan untuk digunakan kemudian ketika Anda selesai melakukan injeksi. Lepaskan tutup bagian dalam jarum dan buang, gunakan jarum baru setiap kali Anda menyuntikkan insulin.13
    3. Dengan jarum menunjuk ke arah atas, tekan cartridge untuk mengeluarkan gelembung udara ke atas.13
    1. Balik pena setiap sebelum injeksi untuk menghilangkan gelembung yang mungkin berada di dalam pena. Gelembung udara dapat mempengaruhi aliran insulin dari pena sehingga menyebabkan dosis insulin yang diinjeksikan tidak sesuai.13 Pasang 2 unit pada selector dosis, arahkan jarum ke atas dan tekan plunger hingga terlihat setetes insulin, dan ulangi jika tetesan tidak terlihat. Apabila tetap tidak bisa,maka ganti jarum atau pena dengan yang baru.

    Pastikan ada insulin yang cukup di dalam pena untuk dosis Sahabat. Apabila tidak cukup, masukkan cartridge baru atau gunakan pena sekali pakai lain. Atur dosis insulin Sahabat pada selector dan pastikan bahwa dosis tersebut sudah benar.13

    1. Atur dosis dengan benar:
    2.  Pastikan insulin didalam pena cukup untuk dosis yang dibutuhkan Anda.13
    3. Masukan cartridge lain ke dalam pena isi ulang atau gunakan pena sekali pakai lain apabila dosis insulin tidak cukup.13
    4.   Pastikan dosis selector pada angka “0” di area tampilan dosis. Atur dosis insulin Anda, dan periksa pada area tampilan insulin sebelum melakukan penyuntikan insulin untuk memastikan Anda sudah mengatur dosis yang tepat.13
    5. Setelah menekan tombol sepenuhnya, hitung perlahan selama 10 detik sebelum menarik jarum untuk memberikan dosis penuh dan mencegah kebocoran obat. Hitung lebih dari 10 detik apabila menggunakan dosis insulin yang lebih tinggi.13
    6. Penyuntikan insulin dilakukan dengan cara berikut :
    7.   Sebelum memilih lokasi injeksi, tanyakan kepada dokter atau pengasuh Anda mengenai lokasi dan bagaimana untuk memutar rotasi lokasi tersebut.13
    8. Bersihkan lokasi injeksi dengan kapas alkohol steril atau air dan sabun, lalu tunggu hingga kering.13
    9.   Cubit ringan lipatan kulit pada lokasi injeksi. Pegang pena insulin pada sudut 900 (450 pada anak-anak atau pasien berpostur kurus) dan masukkan jarum penuh ke dalam kulit.13
    10. Pasang tutup luar pada jarum dan lepaskan jarum sekali pakai dari pena. Jarum harus segera dibuang setelah digunakan dan tidak ditinggalkan melekat pada pena. Buang jarum di wadah yang keras.13

    Pembuangan Bahan Penyuntikan

    Benda tajam tidak dapat dibuang ke tempat sampah umum atau sampah rumah tangga. Perangkat pena yang kosong dapat dibuang ke tempat sampah umum rumah tangga jika jarum sudah dilepaskan.

    • Insulin harus dih.10

    Penyimpanan Insulin

    Perhatikan hal berikut untuk menyimpan insulin, jika penyimpanan tidak benar insulin berisiko tidak bekerja efekindarkan dari paparan suhu panas dan sinar matahari langsung. Untuk insulin dan pena yang sedang digunakan, dapat disimpan pada lemari pendingin dengan suhu 15-25°C.

    Baca Juga: Mengapa Suntik Insulin Penting Bagi Diabetasi Tipe 2

    Apabila tidak digunakan, simpan insulin dalam lemari es dengan suhu 2-8°C . Jika disimpan dengan benar, insulin dapat tetap dalam kondisi baik hingga tanggal kedaluwarsa yang tercantum pada kemasan.14

    • Pastikan insulin tidak membeku.14

    Membawa Insulin saat Bepergian

    Lakukan beberapa hal berikut apabila Sahabat membawa insulin selama perjalanan:

    1. Insulin dapat dibawa dan disimpan dengan suhu 2-25°C.14
    2. Pastikan untuk membawa insulin dan obat-obatan lainnya dalam tas penyimpanan khusus, di dalam kantong terpisah.14
    3. Untuk melewati pemeriksaan bandara, simpan insulin dalam kemasan aslinya dengan label resep dan catatan dari dokter atau apoteker yang menyatakan bahwa Anda membawa obat dan perlengkapan untuk pasien diabetes.14

    Baca: Kiat Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai insulin dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    MAT-ID-2100362-V1.0 (03/2021)

    REFERENSI

    1. Diseases and Conditions. Tersedia online di: http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/in-depth/diabetes-management/art-20047963?pg=1. [Terakhir diakses Februari 2014]
    2. Diabetes: Treatments and drugs. Tersedia online di: http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/basics/treatment/con-20033091.[Terakhir diakses Februari 2014]
    3. Insulin. Tersedia online di: http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/treatment-and-care/medication/insulen/. [Terakhir diakses Januari 2014]
    4. Insulin. Tersedia online di: http://www.diabetes.co.uk/body/insulin.html. [Terakhir diakses Januari 2014]
    5. Type 2 diabetes. Tersedia online di: http://www.mayoclinic.com/health/type-2-diabetes/DS00585. [Terakhir diakses Januari 2014]
    6. Insulin Routines. Tersedia online di: http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/treatment-and-care/medication/insulin/insulin-routines.html. [Terakhir diakses Februari 2014]
    7. Kalra S, Balhara YPS, Baruah MP, Chadha M, ChAndalia HB, ChowdhuryS, et al. Forum for Injection Techniques, India: The First Indian Recommendations for Best Practice in Insulin Injection Technique. Indian J Endocrinol Metab. Nov-Dec 2012; 16(6):876-85
    8. Improving your insulin injection technique. Tersedia online di: http://www.bd.com/us/diabetes/page.aspx?cat=7001&id=7264. [Terakhir diakses Januari 2014]
    9. Down S, Kirkland. Injection technique in insulin therapy. Nursing Times. 20120; 108: 10, 18-21
    10. Diabetes Care in the UK. The First UK Injection Technique Recommendations 2nd Edition. Tersedia online di: http://www.trend.uk.org/documents/FIT%20Recommendations%Page%20view.pdf. [Terakhir diakses Januari 2014]
    11. Simineria L, Kulkarni K, Meece J, Williams A, Cypress M, Haas, L, et al. Strategies for Insulin Injection Therapy in Diabetes Self-Management. Tersedia online di: http://www.diabeteseducator.org/export/sites/aade/_resources/pdf/research/AADE_MedEd.pdf.[Terakhir diakses Februari 2014]
    12. Insulin Pens 2014 Tersedia online di: http://www.diabetesforcast.org/2014/Jan/insulin-pens-2014.html. [Terakhir diakses Februari 2014]
    13. Pen Devices for Insulin Administration Tersedia online di: http://www.wadepage.org/files/file/TAKING%20MEDICATIONS/Unsing%20an%20Insulin%20Pen.pdf.[Terakhir diakses Februari 2014]
    14. How to Store Insulin. Tersedia online di: http://www.ghc.org/healthAndWellness/?item=/common/healthAndWellness/conditions/diabetes/insulinStorage.html. [Terakhir diakses Februari 2014]
    Read More
  • Apa itu hipoglikemia? Hipoglikemia atau gula darah rendah adalah kondisi ketika kadar glukosa (gula) darah berada di bawah nilai normal. Umumnya seseorang dianggap mengalami hipoglikemia jika kadar glukosa darah kurang dari 70 mg/dl. Baca Juga: Diabetes Tidak Terkontrol? Pahami Komplikasinya Hipoglikemia merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi pada pasien diabetes dan berpotensi menyebabkan penurunan […]

    Mengenal Hipoglikemia: Penyebab, Gejala, Pencegahan, dan Penanganannya

    Apa itu hipoglikemia?

    Hipoglikemia atau gula darah rendah adalah kondisi ketika kadar glukosa (gula) darah berada di bawah nilai normal. Umumnya seseorang dianggap mengalami hipoglikemia jika kadar glukosa darah kurang dari 70 mg/dl.

    mengenal hipoglikemia

    Baca Juga: Diabetes Tidak Terkontrol? Pahami Komplikasinya

    Hipoglikemia merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi pada pasien diabetes dan berpotensi menyebabkan penurunan kesadaran hingga kematian.¹ Oleh sebab itu,  penting untuk kita, terutama penderita diabetes untuk memahami gejala, pencegahan, hingga penanganannya.

    Apa saja tanda dan gejala hipoglikemia?

    Deteksi dini tanda dan gejala hipoglikemia agar dapat melakukan penanganan dengan cepat dan menghindari komplikasi yang berat.²

    1. Gemetar, gugup dan gelisah ¹
    2. Keringat dingin, menggigil, dan sangat kelelahan ¹
    3. Mudah marah, tidak sabar, emosi tidak stabil¹
    4. Tampak kebingungan ¹
    5. Berdebar-debar atau denyut jantung meningkat ¹
    6. Pening atau pusing ¹
    7. Sakit kepala ¹
    8. Kelaparan dan mual ¹
    9. Mengantuk, berkurangnya koordinasi dan konsentrasi¹
    10. Penglihatan kabur ¹
    11. Kesemutan atau baal pada bibir dan lidah¹
    12. Mimpi buruk atau menangis selama tidur ¹
    13. Kejang ¹
    14. Tidak sadar atau koma ¹

    Gula darah dapat turun dengan sangat cepat tanpa mengalami gejala ringan terlebih dahulu. Segera periksa gula darah Sahabat jika memungkinkan.³

    Apa penyebab hipoglikemia?

    Hipoglikemia dapat terjadi pada penderita diabetes maupun pada orang tanpa diabetes. 

    Beberapa hal yang dapat menyebabkan hipoglikemia pada penderita diabetes adalah: ³,4,5

    1. Aktivitas fisik berlebihan tanpa makan yang cukup. 
    2. Menyuntikkan insulin dengan dosis terlalu besar dan tidak diimbangi dengan makan yang cukup.
    3. Hipoglikemia dapat terjadi saat melewatkan, menunda, atau makan terlalu sedikit.

    Baca Juga: Tips Mengatur Makanan untuk Penderita Diabetes

    Hal lain yang dapat menyebabkan hipoglikemia adalah:

    1. Obat-obatan tertentu, seperti kina.
    2. Mengonsumsi alkohol terlalu banyak.
    3. Kondisi medis tertentu, seperti hepatitis atau gangguan ginjal.
    4. Produksi insulin yang berlebihan, seperti pada tumor pankreas.

    Bagaimana mencegah hipoglikemia?³,4,5

    1. Menyuntikkan insulin sesuai dosis anjuran dokter.
    2. Makan dengan jam yang teratur, tidak menunda maupun melewatkan makan.
    3. Menyeimbangkan aktivitas fisik dengan konsumsi makanan.
    4. Hindari konsumsi alkohol berlebih.
    5. Selalu membawa camilan ke mana saja.
    6. Periksa glukosa darah secara teratur.

    Apa yang harus dilakukan jika terjadi hipoglikemia? ¹,²,³

    1. Segera konsumsi 15-20 gram glukosa atau atau setara dengan:
    •       setengah cangkir jus atau soda biasa
    •       satu sendok makan madu
    •       lima sampai enam buah permen keras, atau 
    •       satu sendok makan gula.

          2.Periksa kembali glukosa darah Sahabat setelah mengonsumsi makanan tersebut di atas.

          3. Jika gula darah masih dibawah normal, ulangi seluruh langkah di atas sampai kadar glukosa darah normal, yaitu di atas 70 mmHg.

         4. Setelah glukosa darah kembali normal, jaga kadar glukosa darah dengan makan makanan ringan yang sehat.

         5. Jika gejala tidak membaik atau Anda mengalami gejala hipoglikemia yang berat, seperti penurunan kesadaran, kejang, maupun koma, segera ke IGD terdekat. Hipoglikemia berat membutuhkan pemberian glukosa secara intravena (melalui infus) segera.

    Bawalah selalu ID medis!

    ID medis adalah tanda pengenal berisi informasi medis. ID medis biasanya dipakai sebagai gelang, kalung ataupun sekarang sudah tersedia di berbagai aplikasi. Bagi kelompok orang yang rentan mengalami hipoglikemia, salah satunya pengguna insulin, ID medis wajib dibawa setiap saat.

    Baca Juga: Kiat Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19

    Saat terjadi hipoglikemia berat, kecelakaan lalu lintas, ataupun keadaan gawat darurat lainnya, ID medis memudahkan penolong pertama untuk mengetahui informasi medis yang penting, seperti fakta bahwa Sahabat menderita diabetes, apakah Sahabat menggunakan insulin, riwayat alergi, dll. ¹

    Produk Terkait: Cek Lab

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai hipoglikemia dengan cara cek gula darah, Sahabat bisa melakukannya di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    MAT-ID-2100216-V1.0 (02/2021)

    Referensi:

    1. American diabetes association. Hipoglikemia (gula darah rendah). Tersedia di: <http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/ treatment-and care/blood-glucose-control/hypoglycemia-low-blood.html> (Terakhir diakses Februari 2014) 
    2. Diabetes dan Hipoglikemia. Diabetes.co.uk. Tersedia di: <http://www.diabetes.co.uk/Diabetes-and-Hypoglycaemia.html> (Terakhir diakses Februari 2014) 
    3. Healthline. Gula Darah Rendah (Hipoglikemia). Tersedia di: <http://www.healthline.com/health/hypoglycemia#Signs> (Terakhir diakses Februari 2014) 
    4. Mayoclinic. Hipoglikemia. Tersedia di: <http://www.mayoclinic.com/health /hypoglycemia/DS00198/ DSECTION=causes> (Terakhir diakses Februari 2014) 
    5. Hipoglikemia. Tersedia di: <http://www.diabetescare.net/ content_detail. asp?id=796>. (Terakhir diakses Februari 2014).
    Read More
  • Diabetes merupakan keadaan penyakit metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah di atas nilai normal. Diabetes dapat dikontrol dengan gaya hidup dan makanan yang tepat. Diabetes yang terkontrol sangat memungkinkan penderita untuk tetap aktif dan memiliki kualitas hidup yang baik.¹ Baca Juga: Tips Mengatur Makanan untuk Penderita Diabetes Gula darah tinggi terus-menerus pada penderita diabetes […]

    Diabetes Tidak Terkontrol? Pahami Komplikasinya

    Diabetes merupakan keadaan penyakit metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah di atas nilai normal. Diabetes dapat dikontrol dengan gaya hidup dan makanan yang tepat. Diabetes yang terkontrol sangat memungkinkan penderita untuk tetap aktif dan memiliki kualitas hidup yang baik.¹

    diabetes tidak terkontrol, komplikasi diabetes

    Baca Juga: Tips Mengatur Makanan untuk Penderita Diabetes

    Gula darah tinggi terus-menerus pada penderita diabetes yang tidak terkontrol dapat menimbulkan berbagai komplikasi pada berbagai organ tubuh.² Menurut waktu terjadinya, komplikasi yang terjadi dibagi menjadi 2, yaitu akut dan kronis.³

    Komplikasi Akut

    Komplikasi akut atau komplikasi jangka pendek dari diabetes adalah diabetes ketoasidosis dan hipoglikemia.4

    1. Diabetes Ketoasidosis 

    Diabetes ketoasidosis merupakan suatu krisis hiperglikemia (glukosa darah diatas normal) akibat kurangnya insulin dalam tubuh. Insulin dibutuhkan tubuh untuk membantu penyerapan glukosa darah ke dalam sel.

    Kurangnya insulin menyebabkan glukosa darah tidak dapat terserap ke dalam sel sehingga tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi.

    Akibatnya, konsentrasi keton yang merupakan hasil pemecahan lemak menjadi berlebihan dalam tubuh (ketosis) dan tubuh menjadi asam (asidosis). 4

    Tanda dan gejala diabetes ketoasidosis adalah: ¹,4

    1. Haus berlebihan.
    2. Berkemih dengan jumlah sangat banyak.
    3. Mual, tidak nafsu makan, nyeri perut.
    4. Penurunan kesadaran hingga koma.
    5. Diabetes ketoasidosis merupakan keadaan gawat darurat dan harus segera ditangani tenaga kesehatan secara cepat

    2. Hipoglikemia

    Hipoglikemia merupakan kondisi ketika glukosa darah dibawah nilai normal. Hal tersebut merupakan komplikasi yang sering terjadi pada penderita diabetes tipe 1 atau diabetes tipe 2 yang menggunakan insulin atau obat golongan sulphonylurea.

    Gejala yang ditimbulkan adalah lemas, berkurangnya konsentrasi, sampai penurunan kesadaran. Semua pasien yang menggunakan insulin dan obat golongan sulphonylurea sebaiknya selalu membawa camilan manis untuk penanganan awal hipoglikemia.

    Jika Sahabat sering mengalami hipoglikemia atau mengalami gejala hipoglikemia berat, segera konsultasi ke dokter.5,6

    Komplikasi Kronis

    Komplikasi kronis atau jangka panjang dari diabetes adalah kerusakan pembuluh darah pada berbagai organ tubuh, seperti:7

    Penyakit jantung dan stroke

    Pasien diabetes tidak terkontrol rentan mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi) dan kolesterol tinggi. Hal tersebut akan meningkatkan risiko penyakit jantung, seperti gagal jantung dan penyakit jantung koroner maupun penyakit stroke. ¹,5,8,9

    Baca Juga: Cek Gejala Ini untuk Terhindar dari Penyakit Jantung Koroner

    Penyakit ginjal

    Fungsi ginjal adalah memfilter darah dan membuang zat sisa yang tidak terpakai oleh tubuh.10,11 Glukosa darah tinggi akan menyebabkan kerja ginjal lebih berat dan harus menyaring glukosa dengan jumlah lebih banyak.

    Selain itu, diabetes menyebabkan kerusakan pembuluh darah kecil (mikrovaskular) pada ginjal. Jika tidak segera diberi pengobatan yang tepat, fungsi ginjal akan terus menurun dan akhirnya terjadi gagal ginjal.²

    Apabila hal tersebut terjadi, pasien harus menjalani dialisis (cuci darah) atau transplantasi ginjal untuk menggantikan tugas ginjal memfilter darah.12

    Produk Terkait: Cek Hemodialisis Klinik Denam

    Penyakit mata

    Glukosa darah tinggi menyebabkan kerusakan pembuluh darah retina sehingga menyebabkan penyakit retinopati diabetes. Penglihatan pasien akan menurun dan jika tidak cepat dilakukan bisa mengakibatkan kebutaan.¹13

    Kerusakan saraf dan kaki diabetes

    Kerusakan saraf akibat diabetes disebut neuropati diabetes. Kerusakan saraf dapat terjadi pada berbagai bagian dan organ tubuh. Neuropati yang paling sering terjadi adalah pada kaki yang menyebabkan rasa panas seperti terbakar, kesemutan, atau mati rasa. Hal tersebut akan meningkatkan risiko luka pada kaki akibat diabetes atau yang disebut dengan kaki diabetes.11,14

    Baal atau mati rasa pada kaki sering mengakibatkan penderita neuropati diabetes lupa memakai sandal dan tidak terasa saat kakinya terluka.

    Akibatnya, pasien sering tidak sadar jika terdapat luka pada kakinya. Luka akan semakin berat dan terjadi infeksi. Ditambah lagi, glukosa darah tinggi dan kerusakan pembuluh darah pada diabetes akan memperlambat penyembuhan luka.

    Jika tidak segera ditangani, jaringan di sekitar luka akan mati sehingga kaki harus diamputasi. Selain menjaga glukosa darah terkontrol, selalu memakai alas kaki dan rajin memeriksa kaki sendiri merupakan kunci untuk mencegah terjadinya kaki diabetes.11,15,16

    Tips untuk merawat kaki pada penderita diabetes:

    1. Aturlah waktu setiap hari untuk memeriksa kondisi kaki Sahabat. Periksa kaki dengan seksama termasuk sela-sela jari. Jika kesulitan untuk melihat kaki, Sahabar dapat menggunakan cermin atau meminta bantuan orang lain. Lihatlah apakah terdapat perubahan warna kulit, bengkak, perubahan suhu, atau nyeri saat disentuh.17,18,19
    2. Selalu memakai alas kaki yang nyaman dan ukuran yang sesuai.20
    3. Cucilah kaki dengan air hangat (tidak panas) setiap hari. Bersihkan hingga sela-sela jari. Pakailah lotion atau pelembab untuk selalu menjaga kelembutan kaki.20
    4. Jangan memotong kuku terlalu dalam. 20
    5. Jangan menggunakan bantalan pemanas atau botol air panas karena dapat menyebabkan iritasi jaringan.20

    Komplikasi Lainnya

    Komplikasi lain yang dapat terjadi pada penderita diabetes adalah mual, diare, konstipasi, dan disfungsi ereksi. 15

    Begitu banyak komplikasi akibat diabetes. Komplikasi dapat dicegah dengan deteksi dini diabetes, pengobatan yang sesuai, dan gaya hidup sehat.

    Baca Juga: Kiat Pengidap Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19

    Jangan ragu berkonsultasi ke dokter bila ingin mendapatkan informasi lebih lanjut atau memeriksakan diri Sahabat. Untuk konsultasi manfaatkan layanan chat dokter 24 jam dari Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    MAT-ID-2100214 -V1.0 (20/2021)

    REFERENSI

     

    1. Type 2 Diabetes. A..-bleathttps: //www.liabetes.org.nz/abouUiabetesllype_2_diabetes. L.astao:: essed111: 2fl/2/14. 
    2. Diabetes 1 Type 2. Available At: hllp://www.nhi.uk/ConditionS/lliabelet-type21Pil(les/l ntrodudion.aspx. Last accessed on: 10/2/14. 
    3. PinhaH!amiel 0, Zeitler P. Al:!Jte and c:llronic: corr.,locations al type 2 diabetes mellitus in c:llildren and adolescents. Lancet 2007 May 26;369(9575):1823-31. 
    4. Dlaba Hckato8cldosls. Available at: http:/lwww.nhi.ukkllndllonshlaballo.lallblcldos ntroducllon.aspx. Last accessed on:2612114. 
    5. Amlel SA, DlxonT, MannR, Jameson K. Hypoglycemia Only pe2dlabetea. Diabet Med.2008Man:h 1;25(3):245-254. 
    6. Law blood glucose (hypoglycemia) for Tp 2 diabetes. Available et https://Www.dabatea.org.nzlllvl”G-wlth_dlabateallype…2…dabatell lowooae_ hypo. Last accessed on:26/21 

    7.Chronlcccmpbtlons. hllp://www2.wpro.who.lntlWpcld/doWoadS/lllabetell_ tex1(21- 33). pdf. L.asteccassed on: 2612114. 

    1. Type 1 and Type 2 compllcaHons. Good control – why bolher? Available at http:/1Www. dlabetes.le/Wp-<:ontenm..,toed&l201 1/D91Durt<an-T1-12- compllca11ons.pdf. Last accessed on: 10/2/14. 
    2. BloodV8allels.Available: http:/1Www.dlabales. co.uk/bodyll>loocl-veasels.h1ml . Last accessed on: 10/2/14.
    3. x.AainKidneyFailu111.A..-bleat htlp:/lwww.nlm.nll.gov/medlineplusltutorials/kilileyfail ulllfld269104.pdf. Last.-don: 512/14. 
    4. DlabaHcNeuropathlas: The Nerve Damagaof Dlabatea. Available at http://dlabetel.nlddk.nlh.gov/Gn/puropelhles/. Last accessed on: 512/14. 
    5. Diabetes And Kidney Disease 9e. Availableat:hllpJ/www.diabeles.ca/diabelewndmpllcations/kifiley/. L.astacoessad on: 512114. 
    6. Diabetes – Symptoms, diagnosis and traalmant. Avallablls at hftpl:/1Www.80Ulhemcross. co. nz/AboulTheGroup/HealthRalourcaal Medlcallllraryl tabld/178/wli1ntemlD/18WabeU!e-Sympfome-Olagnael&- Treatment. lcaHons.L.astaccaasedon:26/2114. 
    7. Diabat8I HeallhConcams. Avalableat htlp://www.cdc.gov/diabat8slooneumerlprobleml. htrn .L.astaccassed on:512/14. 
    8. icalionsoauaad bydiabetss.Available at hltp:l/www.nhl.uldConditionsltliabefes.lype2/Pages/Compl lcations.aspx.Lutaconsed on 10/1114. 
    9. FoolCompllcalons.Avallablaat: hllp1/www. dlabetes.orgi1IYlfl!t”W1th-dlebelaalcompllcallonlllloot-aimpllcallonll .l.ast8CC81811dcn: 512114.
    10. Caraal1heDlabellcFoot.Avallabllsathltp://ortholnfo.aeos.org/ll)plc.cfm’ltop lccA00148&webld=26DBE25F. Laataccaased on 10/1114. 
    11. Diabetesfootcare.Availabllsat hllp://www. nlm.nih.gov/rnedlineplus/tu1Drials/diabetesloolcareldb0291 05.pdf(Lastacc:easedon: 512/14.). 
    12. Foot and Skin Related Complications of Diabeles. Available al: http://my.clevelandcli nic.org/disorders/diabsles_mellilusl hic_looland_sllif1J’llal9d_ ccmplicalionl_of_diabetes.aspx. L.astaccessedcn 10/1114. 
    13. GellilgS11nd'”FoolCara Dos and Don’ts.Availabllsat hltp:l/www. bd.oomllllsolltll.aspx?IDX=22098 L.astac:cessadon 10/1/14. 

     

    Read More
  • Fitosterol adalah lemak yang berasal dari tanaman dan merupakan senyawa alami dalam tanaman yang bertindak sebagai katalis untuk fungsi sel tumbuhan tertentu. Fitosterol setara dengan kolesterol yang ditemukan dalam tubuh manusia. Dengan mengkonsumsi makanan, minuman (seperti susu) atau suplemen dengan kandungan fitosterol, kadar kolesterol Anda dapat terkontrol dengan baik. Sebelum Anda membeli produk dengan fitosterol, […]

    Fitosterol untuk Cegah Komplikasi Kencing Manis

    Fitosterol adalah lemak yang berasal dari tanaman dan merupakan senyawa alami dalam tanaman yang bertindak sebagai katalis untuk fungsi sel tumbuhan tertentu. Fitosterol setara dengan kolesterol yang ditemukan dalam tubuh manusia. Dengan mengkonsumsi makanan, minuman (seperti susu) atau suplemen dengan kandungan fitosterol, kadar kolesterol Anda dapat terkontrol dengan baik. Sebelum Anda membeli produk dengan fitosterol, ketahui dahulu bagaimana manfaatnya dalam menurunkan terjadinya risiko komplikasi diabetes.

    Baca Juga: Hati-hati! 10 Daftar Makanan Mengandung Lemak Jenuh Tinggi

    Fitosterol

    Kebaikan dari Fitosterol

    Kita sering mendengar kandungan fitosterol pada susu yang banyak dijual di pasaran. Ternyata memang banyak kebaikan dari fitosterol itu. Sel hati dan pencernaan di dalam tubuh kita pada dasarnya akan memproses kolesterol baik dan buruk, untuk digunakan pada tubuh atau merupakan limbah hasil metabolisme. Jika tubuh kita kelebihan kolesterol LDL, kolesterol jahat ini akan mendominasi proses metabolisme. Semakin banyak kolesterol jahat, maka kolesterol HDL atau kolesterol baik akan dibuang sebagai limbah. Kehadiran fitosterol dalam tubuh menciptakan suasana yang lebih kompetitif karena sel-sel tubuh lebih tertarik pada fitosterol sehingga kolesterol LDL yang berlebih dapat diproses sebagai limbah. Kemudian kolesterol HDL dapat digunakan sebagai fungsi sel dan organ secara optimal. Pelajari lebih lanjut tentang kolesterol HDL & LDL di sini.

    Baca Juga: 6 Cara Sehat Menurunkan Berat Badan dalam Waktu Sebulan

    Ketika kandungan ini juga ditemukan pada susu, baik Anda maupun penyandang diabetes dapat merasakan manfaat yang diberikan seperti menurunnya risiko penyakit jantung dan komplikasi diabetes lainnya karena bila jumlah kolesterol terlalu banyak di dalam darah, maka endapan dapat terbentuk dengan mudah pada dinding pembuluh darah sehingga menyebabkan penyempitan pembuluh darah jantung. Hal ini yang memicu penyakit jantung koroner. 

    Produk Terkait: Jual Susu Khusus Diabetes

    Susu dengan kandungan fitosterol telah dilengkapi dengan kandungan lain seperti serat inulin (jenis karbohidrat yang mengandung serat dan tergolong sebagai prebiotik), vitamin, dan mineral, yang memberikan perlindungan optimal bagi diabetesi dalam mengatasi kadar gula darah yang tinggi. Anda dapat konsumsi susu dengan kandungan fitosterol yang juga bebas gula dan lemak, sehingga dapat dikonsumsi sebagai pengganti makanan. Susu dengan kandungan ini tidak hanya untuk penyandang diabetes, tapi juga untuk Anda dengan kesibukan yang padat sehingga menu harian tidak terjadwal dengan baik. Pelajari lebih lanjut tips mengatur menu harian untuk penyandang diabetes yang berimbang tanpa membuat menderita di sini.

    Baca Juga: 7 Makanan Ini Memicu Kolestrol

    Sobat Sehat juga bisa cek darah di Prosehat. Untuk informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More

  • Bingung memilih menu harian untuk saudara atau orang tua kita yang menyandang diabetes? Atau Anda ingin turunkan berat badan tanpa menahan lapar? Menu harian ini bisa membantu menurunkan berat badan dan membantu diabetesi kontrol gula darah serta menjaga asupan gizi yang seimbang dengan memperhatikan 3J (Jenis, Jumlah, dan Jam) yang sudah dibahas di sini. Sarapan Kita […]

    Menu Harian untuk Keluarga Bantu Diabetesi

    Bingung memilih menu harian untuk saudara atau orang tua kita yang menyandang diabetes? Atau Anda ingin turunkan berat badan tanpa menahan lapar? Menu harian ini bisa membantu menurunkan berat badan dan membantu diabetesi kontrol gula darah serta menjaga asupan gizi yang seimbang dengan memperhatikan 3J (Jenis, Jumlah, dan Jam) yang sudah dibahas di sini.

    Sarapan

    Kita selalu bisa memilih sarapan yang baik. Menurut American Diabetes Association, sarapan yang baik bagi diabetesi adalah buah-buahan segar, telur, oatmeal (½ cangkir) dan satu potong roti gandum. Anda bisa juga menyiapkan 1 daging, 2 jenis buah, 2 roti gandum, dan susu rendah lemak.

    https://www.prosehat.com/cegahdiabetes/

    Cemilan Pagi

    Sebelum makan siang, ada baiknya diselingi dengan cemilan ringan untuk Anda yang sedang menjaga berat badan, maupun diabetesi yang sedang mengontrol kadar gula dalam darah. Cemilan yang dapat membuat kenyang namun sehat adalah kacang-kacangan seperti almond dan walnut. Sebagai variasi, satu buah apel dengan selai kacang juga mengenyangkan dan menjadi menu cemilan paling disukai oleh banyak kalangan usia.

    https://www.prosehat.com/cegahdiabetes/

    Makan Siang

    Rencanakan makan siang Anda dengan mempertimbangkan hal berikut ini:

    • 2 jenis sumber protein (ikan, susu, daging merah, dsb)
    • 2 buah roti gandum,
    • 2 jenis buah (apel, pisang, dsb)
    • 1 jenis sayuran (brokoli, bayam, buncis, dsb), dan
    • 2 sumber lemak nabati (alpukat, kacang kedelai, kacang kenari, dsb)

    Dengan bahan-bahan tersebut, Anda dapat membuat satu buah sandwich tuna lezat. Persiapkan bahan-bahan dengan dua jenis buah yang bisa dimakan langsung atau dibuat jus. Tambahkan pemanis buatan berbahan dasar alami seperti stevia untuk menambah rasa manis pada jus Anda. Untuk dressing, gunakan sedikit saja mayones rendah lemak sebagai penambah rasa.

    https://www.prosehat.com/cegahdiabetes/

    Cemilan Sore

    Menunggu jam makan malam memang terasa sangat lama, dan untuk mengatasi rasa lapar tersebut, 5 crackers tanpa garam dan bebas gula dengan keju cheddar yang dilelehkan dapat ditambahkan sebagai cemilan menjelang makan malam. Pilihan minuman seperti jus apel tanpa gula sebelum makan malam akan menolong porsi makan malam Anda yang pastinya akan berkurang.

    https://www.prosehat.com/cegahdiabetes/

    Makan Malam

    Untuk makan malam, Anda dapat menyiapkan: tiga jenis daging (ikan, ayam, dsb), 1 sumber karbohidrat, dan satu jenis sayuran mentah. Anda bisa membuat menu ini:

    • Tumis dada ayam dengan irisan brokoli. Bumbui dengan garam dan lada.
    • Pengganti nasi: rebus 1 buah kentang
    • Sajikan dengan dressing mayones (1 sendok kecil).
    • Jangan lupa susu rendah lemak dengan fitosterol yang akan mengontrol kadar gula darah Anda.

    menu diabetes

    Itu tadi adalah menu harian sederhana bagi diabetesi yang bisa dicoba. Tetap ingat untuk membatasi penggunaan gula meja. Anda bisa beralih ke pemanis buatan berbahan dasar alami seperti Stevia untuk tetap mendapatkan rasa manis namun tidak menaikkan kadar gula darah Anda. Kadar gula dalam darah normal, tubuh pun tetap ideal. Selamat mencoba!

    Referensi:

    Read More
  • Banyak yang mengira penyakit diabetes hanya menyerang orang tua dan yang memiliki riwayat diabetes dalam keluarganya. Tapi hal tersebut salah besar! Agar tidak salah persepsi lagi, kita bahas beberapa fakta dan mitos diabetes (kencing manis) berikut ini. Fakta dan Mitos Diabetes (Kencing Manis) ‘Makan terlalu banyak nasi bikin diabetes’. ‘Diabetes tidak ada gejalanya sama sekali’. […]

    Diabetes 101: Fakta dan Mitos Tentang Diabetes

    Banyak yang mengira penyakit diabetes hanya menyerang orang tua dan yang memiliki riwayat diabetes dalam keluarganya. Tapi hal tersebut salah besar! Agar tidak salah persepsi lagi, kita bahas beberapa fakta dan mitos diabetes (kencing manis) berikut ini.

    prosehat fakta dan mitos diabetes

    Fakta dan Mitos Diabetes (Kencing Manis)

    ‘Makan terlalu banyak nasi bikin diabetes’. ‘Diabetes tidak ada gejalanya sama sekali’. ‘Diabetes menyerang orang obesitas’. ‘Diabetes itu penyakit turunan’. Banyak sekali ya, fakta dan mitos diabetes yang seliweran tentang diabetes. Tapi apakah semuanya fakta, atau mitos belaka? Daripada semakin ngawur, kita cek fakta dan mitos diabetes ini yuk.

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes Atau Kencing Manis

    Diabetes mellitus adalah penyakit metabolik ketika seseorang memiliki gula darah tinggi (gula darah), karena produksi insulin tidak memadai, atau karena sel-sel tubuh tidak merespon dengan baik terhadap insulin. Pasien dengan gula darah tinggi biasanya akan mengalami sering kencing (poliuria), mereka akan menjadi semakin haus (polidipsia) dan lapar (polifagia).

    Lanjut ke fakta dan mitos diabetes (kencing manis), yuk!

    1. Mitos atau Fakta: diabetes adalah penyakit keturunan

    Mitos! 95% kasus diabetes terjadi bukan karena genetik, melainkan disebabkan oleh beberapa masalah yang terjadi pada insulin: 1. pankreas tidak menghasilkan hormon insulin, sehingga gula dari makanan tidak dapat dipecah oleh sel-sel tubuh (diabetes tipe I), 2. adanya resistensi insulin, yaitu gula yang masuk ke tubuh diproses dengan lambat oleh si kurir ini atau resistensi sel, yaitu ketika gula yang dibawa insulin tidak semuanya diterima oleh sel-sel tubuh (they’re being picky!). Dari kedua akibat itu, terjadilah kekurangan atau kejenuhan insulin, dan akibatnya timbul kelebihan kadar gula darah. Tapi banyak juga penderita diabetes dengan orang tua yang juga penderita lho. Ternyata, penderita diabetes tidak mewarisi penyakit ini dari orangtuanya, tapi mewarisi/meniru kebiasaan makan orang tua yang salah (makanan manis dan karbohidrat). Mereka tidak beralih ke pemanis buatan yang rendah kalori sebagai trik untuk memuaskan sweet-tooth mereka. Kebiasaan ini berlangsung bertahun-tahun atau berpuluh-puluh tahun hingga menguras habis cadangan insulinnya.

    Produk terkait: Jual Tropicana Slim Madu 350 ml

    2. Mitos atau Fakta: ada 2 jenis diabetes, yaitu kering dan basah.

    Mitos! Dalam ilmu kedokteran tidak ada istilah diabetes kering atau basah. Kedua istilah ini merupakan istilah yang timbul dari gejala diabetes tipe II, yaitu penurunan berat badan drastis (kering) karena tidak ada gula yang diantar oleh insulin (kurir) ke sel-sel tubuh untuk dijadikan energi. Diabetes basah atau luka yang tidak kunjung sembuh dan tak jarang bahkan bernanah sehingga basah, sebenarnya adalah komplikasi dari diabetes itu sendiri. Baik “diabetes kering” maupun “diabetes basah” tetap diabetes dan sama-sama berbahaya dan perlu dikendalikan dengan obat supaya tidak timbul komplikasi lainnya yang lebih fatal.

    3. Mitos atau Fakta: rasa air kencing penderita diabetes manis (kencing manis)

    Mitos! Pada jaman dahulu memang banyak orang mendeteksi penyakit diabetes dengan memperhatikan apa yang terjadi pada air kencing mereka. Logikanya, karena kadar gula darah yang tinggi, lantas air kencing yang disekresikan ginjal pun akan terasa manis. Tapi rasa air kencing tidak manis! Jangan dicoba, ya! Perlu dilakukan tes laboratorium terlebih dahulu untuk mendeteksi kadar gula dalam air kencing. Agar terhindar dari kencing manis, beralihlah ke produk pemanis buatan yang rendah kalori.

    Baca Juga: Susu yang Pengidap Diabetes yang Tepat Seperti Apa?

    4. Mitos: puasa mengurangi risiko terkena diabetes

    Mitos! Puasa tidak mengurangi risiko diabetes, karena ada dua tipe diabetes itu tadi, yaitu tipe I, ketika tidak ada produksi insulin sama sekali pada tubuh si penderita, dan diabetes tipe II, ketika insulin mengalami beberapa masalah sehingga tidak dapat mengantar gula ke sel-sel tubuh untuk dipecah menjadi energi. Mau puasa setahun lamanya, kalau kalian diabetes tipe I, tidak akan merubah apapun. Begitu juga yang diabetes tipe II, tidak makan sama sekali malah memperburuk kesehatan yang lain, karena masalah pada penyakit diabetes itu terletak pada insulinnya itu sendiri.

    Jadi, kita semua harus berhati-hati karena penyakit diabetes termasuk silent disease lho. Tidak ada gejala yang muncul dari penyakit ini. Umumnya keluhan khas penderita diabetes adalah trias-poli yang sudah kita bahas sebelumnya: sering kencing (poliuria), sering haus (polidipsia) dan lapar (polifagia). Cara terbaik untuk mengetahui kondisi diabetes adalah rutin cek gula darah yang dapat dilakukan sendiri di rumah dengan alat cek kadar gula darah.

    Baca Juga: Luka Lama yang Sulit Menyembuh

    Pencegahan terbaik untuk diabetes adalah kendalikan berat badan dengan olahraga rutin dan rutin kontrol kadar gula darah dalam tubuh. Selain itu, beralih ke makanan yang rendah kalori misalnya penggunaan pemanis buatan rendah kalori untuk mengurangi asupan gula dan untuk mengendalikan berat badan. Yuk, kita mulai dari sekarang!

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai diabetes dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja