Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ kembung”

  • Perut kembung merupakan salah satu permasalahan pada sistem pencernaan yang dapat menyerang siapapun, baik anak kecil ataupun orang dewasa sekalipun. Biasanya perut kembung disertai dengan mual dan ingin muntah akibat produksi gas yang berlebihan. Jelas ini akan menimbulkan ketidaknyamanan. Gejala lainnya yang bisa dirasakan adalah meningkatnya frekuensi sendawa  dan buang angin. Ada berbagai penyebab yang […]

    Hati-hati 8 Jenis Makanan Ini Bisa Jadi Penyebab Perut Kembung

    Perut kembung merupakan salah satu permasalahan pada sistem pencernaan yang dapat menyerang siapapun, baik anak kecil ataupun orang dewasa sekalipun. Biasanya perut kembung disertai dengan mual dan ingin muntah akibat produksi gas yang berlebihan. Jelas ini akan menimbulkan ketidaknyamanan. Gejala lainnya yang bisa dirasakan adalah meningkatnya frekuensi sendawa  dan buang angin. Ada berbagai penyebab yang bisa mengakibatkan seseorang merasakan perut kembung, salah satunya yaitu dari makanan dan minuman tertentu yang dikonsumsinya.  Lalu apa saja makanan atau minuman yang menyebabkan perut kembung? Berikut ini daftarnya.

    Kacang-kacangan

    Kacang-kacangan serta kacang yang tinggi serat memang baik bagi tubuh. Nutrisi yang kaya di di dalamnya membantu menjaga kesehatan dan merupakan salah satu makanan sehat yang direkomendasikan. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan pembentukan gas dalam perut. Meskipun begitu, Anda tetap dapat mengonsumsinya hanya saja mulailah dengan porsi yang lebih kecil dan kemudian perlahan Anda bisa menaikkan porsinya.

    Baca Juga: 7 Pola Makanan Sehat Bagi Pekerja Kantoran

    Sayuran Kelompok Kubis

    Sayuran seperti kubis, brokoli, kale, dan kole memiliki kandungan yang tinggi akan rafinosa, yang merupakan serat yang sulit untuk dipecah. Meskipun banyak nutrisi yang terkandung di dalamnya, tapi sayuran ini bisa menyebabkan gas serta kembung. Anda bisa mengonsumsi sayuran ini dalam porsi kecil sehingga sistem pencernaan lebih mudah untuk melakukan penyesuaian. Anda juga dapat mengolah sayuran tersebut dengan cara mengukusnya sehingga mengurangi efek gas yang ada di dalam perut.

    Makanan Berminyak

    Makanan-makanan yang berminyak memiliki kandungan lemak yang tinggi, yang dapat menyebabkan perut mengalami kembung. Hal ini karena lemak dapat memperlambat kerja perut yang akhirnya bermuara di usus kecil. Mengonsumsi makanan yang berlemak mungkin tidak akan menyebabkan masalah, tapi jika Anda mengonsumsi makanan yang berminyak mungkin efeknya akan lebih terasa di perut Anda. Jika sudah seperti ini, Anda hanya dapat menunggu hingga kembung terasa menghilang dari perut. Setelah itu barulah Anda mengatur kembali poris makan Anda berikutnya.

    Susu

    Susu memang sangat baik bagi tubuh, tapi ternyata susu juga bisa menyebabkan perut mengalami kembung. Hal ini karena kandungan laktosa yang ada di dalam susu. Biasanya tak semua orang akan mengalami permasalahan perut kembung setelah mengonsumsi susu, hanya saja pada beberapa orang-orang tertentu terutama yang memiliki alergi terhadap laktosa. Sehingga saat proses pencernaan pada laktosa terjadi, maka gas yang diproduksi menjadi berlebihan.

    Buah Apel

    Siapa sangka jika buah apel termasuk ke salah satu makanan yang bisa menyebabkan kembung. Ternyata karena apel merupakan buah yang dapat menghasilkan sorbitol dan fruktose, zat gula yang bisa menyebabkan produksi gas berlebihan. Meskipun begitu, buah apel tetap baik untuk dikonsumsi karena nutrisi yang terkandung di dalamnya bermanfaat bagi kesehatan, salah satunya dapat meminimalisir resiko penyakit jantung.

    Baca Juga: 8 Panduan Makanan Agar Cepat Hamil

    Makanan yang asin

    Selain itu, makanan asin juga menjadi salah satu daftar makanan yang bisa menyebabkan perut kembung. Jika dikonsumsi secara berlebihan, makanan asin sangat tidak baik bagi tubuh. Seperti diet mayo, dimana program diet ini memfokuskan menu makanan tanpa tambahan garam. Sehingga diusahakan agar mengontrol jumlah garam yang Anda konsumsi sehari harinya. Namun, tetap ingat, penuhi kebutuhan garam setiap harinya oleh tubuh.

    Makanan Dengan Pemanis

    Makanan yang menggunakan bahan pemanis beralkohol seperti manitol, sorbitol, dan xylitol juga dapat menyebabkan perut terasa kembung. Hal ini karena makanan-makanan tersebut tidak bisa dicerna baik oleh tubuh sehingga difermentasi bakteri yang ada di saluran pencernaan. Biasanya pemanis beralkohol ini digunakan dalam pembuatan permet karet bebas gula serta beberapa makanan rendah kalori lainnya.

    Gandum

    Jenis makanan ini juga bisa menyebabkan perut terasa kembung tanpa Anda sadari. Gandum sebenarnya sangat baik bagi kesehatan tubuh karena kandungannya yang kaya akan serat dan nutrisi. Namun, serat yang dikombinasi dengan pati bisa menyebabkan perut terasa kembung, apalagi jika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak. Namun, kabar baiknya adalah sistem pencernaan di dalam tubuh akan beradaptasi terhadap serat ekstra sehingga dapat mengurangi gas yang ada di dalam perut secara perlahan.

    Nah, itu tadi 8 jenis makanan yang dapat menyebabkan perut kembung. Tak perlu dihindari, tapi Anda bisa membatasi makanan-makanan di atas akan tidak membuat perut begah atau kembung. Perut yang kembung memang masalah yang umum dan dapat hilang dengan sendiri. Namun, kadang ini akan terasa tidak nyaman dan menganggu Anda. Anda dapat mengatasi perut kembung ini dengan mengonsumsi makanan-makanan yang bisa mengusir perut kembung, antara lain adalah:

    • Pisang, kandungan kalium yang tinggi bisa menetralkan kadar sodium yang ada di dalam tubuh serta mencegah retensi cairan. Selain itu serat larut di dalamnya juga membantu untuk melancarkan saluran pencernaan
    • Semangka, kandungan kalium yang sangat banyak bisa Anda dapatkan dalam buah semangka. Sifatnya yang diuretic menyebabkan kerja ginjal semakin terpacu agar terus menerus membuang air seni
    • Sayuran hijau ini dapat mengendalikan gas yang berlebihan di dalam saluran pencernaan. Hal ini karena kemampuannya yang dapat membersihkan tubuh dari racun serta zat berbahaya lainnya
    • Mentimun, kandungan quercetin, zat aktif yang bersifat antioksidan ini bisa membantu mengempiskan perut kembung dan membengkak. Selain itu vitamin C, silika, serta kafeatnya berfungsi mencegah retensi cairan yang ada di dalam tubuh.

    Baca Juga: 5 Makanan yang Harus Diwaspadai Penderita Diabetes

    Selain itu, masih banyak makanan sehat lainnya yang dapat Anda konsumsi untuk membantu agar sistem pencernaan tetap sehat dan terhindar dari berbagai masalah termasuk perut kembung. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk Anda.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Sobat pernah mengalami perut tidak nyaman alias terasa kembung? Perut kembung atau yang disebut abdominal bloating merupakan keadaan gangguan pencernaan yang ditandai dengan perasaan tidak nyaman di perut, perut terasa penuh dan bergas. Keadaan ini dapat dirasakan pada semua umur, tua atau muda, pria maupun wanita. Kondisi tersebut dapat ringan sampai berat, dan dapat mengganggu […]

    Berikut 9 Trik Mengusir Perut Kembung yang Perlu Sobat Coba

    Sobat pernah mengalami perut tidak nyaman alias terasa kembung? Perut kembung atau yang disebut abdominal bloating merupakan keadaan gangguan pencernaan yang ditandai dengan perasaan tidak nyaman di perut, perut terasa penuh dan bergas. Keadaan ini dapat dirasakan pada semua umur, tua atau muda, pria maupun wanita. Kondisi tersebut dapat ringan sampai berat, dan dapat mengganggu aktivitas fisik penderitanya.

    kembung

    Baca Juga: Hati-hati 8 Jenis Makanan Ini Bisa Jadi Penyebab Perut Kembung

    Gangguan perut kembung biasanya disertai dengan gejala lainnya seperti perut yang terasa keras, atau begah (distensi), nyeri atau kram perut dan perasaan tidak nyaman pada perut, perut terasa lebih besar, sering sendawa (mengeluarkan gas dari mulut), sering kentut (flatus), perubahan kebiasaan buang air besar (dapat berupa sering buang air besar, sulit buang air besar, perubahan konsistensi buang air besar seperti diare atau buang air besar sedikit-sedikit namun sering), mual dan muntah.

    Penyebab dari perut kembung ini dapat disebabkan oleh berbagai penyebab seperti:

    Faktor Penyebab Perut Kembung 

    Gangguan mikroba atau bakteri di usus, sehingga menimbulkan penumpukan gas berlebih di usus, gangguan intestinal transit atau gangguan gerak usus dan gangguan pengosongan lambung. Sebenarnya, adanya gas dalam saluran pencernaan merupakan hal yang wajar dan kondisi yang normal, tapi bila jumlah gas hanya 100-200cc. Peningkatan jumlah gas dalam keadaan setelah makan, aktivitas bakteri usus, produk makanan tertentu yang menimbulkan gas ketika dicerna seperti kol, makanan yang mengandung serat tinggi, tape, durian, makanan lain yang mengandung alkohol, kacang-kacangan, bawang merah, bawang putih, kentang, susu serta produk susu lainnya seperti keju dan mayonese.

    Baca Juga: Apa Saja Risiko Kurang Konsumsi Sayur dan Buah?

    1. Intoleransi laktosa (pada pasien yang tidak dapat mencerna makanan yang mengandung laktosa). Banyak orang yang memiliki kondisi dimana enzim laktase (enzim yang mencerna laktosa) dalam kadar rendah, setelah masa kanak-kanak jumlah enzim laktase ini semakin berkurang seiring bertambahnya usia sehingga akibatnya dari waktu ke waktu mengalami peningkatan jumlah gas setelah mengonsumsi makanan yang mengandung laktosa. Makanan yang termasuk mengandung laktosa seperti susu, keju, es krim, roti, sereal dan mayones.
    2. Mengonsumsi minuman yang bersoda sehingga meningkatkan gas pada saluran cerna.
    3. Gangguan usus kronis atau IBS (Irritable Bowel Sydrome) yaitu gangguan fungsi usus dan saluran pencernaan dapat disebabkan karena kondisi psikologi ataupun kondisi peradangan pada saluran pencernaan. Gangguan kembung dirasakan oleh 90% pasien dengan penyakit IBS.
    4. Gangguan psikologi misalnya gangguan cemas, depresi atau dalam kondisi panik.
    5. Gangguan kebiasaan buang air besar atau sembelit, bila seseorang mengalami sulit buang air besar, maka perut akan terasa penuh.
    6. Hormonal, misalnya saat seorang wanita mengalami pre menstrual syndrome (PMS), maka perut akan terasa kembung, penuh, tidak nyaman, nyeri dan sering bersendawa.
    7. Kebiasaan merokok, dengan merokok maka sedikit banyak asap juga akan masuk ke dalam saluran pencernaan, sehingga dapat menimbulkan penumpukan gas di dalam saluran pencernaan.
    8. Makan terlalu cepat, seperti yang dibahas sebelumnya, setelah makan maka gas dalam saluran cerna dapat meningkat, apalagi jika terlalu terburu-buru maka akan memperberat kerja lambung sehingga akan timbul perasaan tidak nyaman pada lambung, seperti perasaan nyeri dan penuh di lambung.
    9. Gangguan pankreas, gangguan ini disebabkan menurunnya enzim pencernaan yang diproduksi oleh pankreas sehingga menyebabkan sindrom malabsorbsi (atau gangguan penyerapan makanan).

    Selain dari penyebab di atas, ternyata perut kembung dapat merupakan suatu gejala dari penyakit yang lebih serius, bisa merupakan suatu penyakit gawat darurat yang perlu dilakukan penanganan segera, misalnya:

    1. Kanker ovarium
    2. Penyakit Crohn’s atau kolitis ulserativa
    3. Penyakit celiac
    4. Cairan yang menumpuk pada rongga perut atau asites yang disebabkan oleh penyakit kanker, hati (sirosis), gagal jantung kongestif. Akibat penumpukan cairan ini, perut menjadi begah atau distensi.

    Agar Sobat mengetahui penyebab perut kembung dengan pasti, perlu konsultasi ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang untuk mengetahui penyebab dari perut kembung tersebut. Pengobatannya dapat berbeda-beda tergantung dari penyebabnya.

    Produk Terkait: Jual Polysilane Tablet

    Pemeriksaan awal yang dapat dilakukan dokter seperti pemeriksaan fisik dan meninjau pola makan serta kebiasaan pasien, tes primer yang bertujuan mengukur tingkat hidrogen dari tes nafas (pada pasien intoleransi laktosa), dan jumlah gas hidrogen akan meningkat akibat aktivitas bakteri yang menghasilkan gas berlebih). Pemeriksaan penunjang lain seperti foto x-ray dengan zat pewarna kontras untuk melihat struktur anatomi dari saluran cerna serta melihat adanya air trapping (gas yang terjebak di saluran cerna) akibat penyakit lainnya.

    Apabila melalui tes ini belum ditemukan diagnosis, dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan untuk melihat usus besar (kolonoskopi) atau USG perut untuk menilai apakah benar kembung atau terdapat asites (cairan pada rongga perut) pada pasien.

    Kemudian, ada beberapa trik menghindari terjadinya perut kembung dan mengurangi gejala perut kembung:

    1. Luangkan waktu untuk mengunyah makanan lebih lama. Hal ini untuk menghindari tertelannya gas lebih banyak serta mengurangi beban kerja lambung sehingga dapat mengurangi gas berlebihan pada saluran cerna.
    2. Menghindari makanan yang mengandung gas. Makanan yang terbukti mengurangi gas dalam saluran cerna seperti minuman probiotik, yoghurt, jahe, madu, pepermint, kayu manis.

    Berikut ini makanan yang baik untuk mencegah perut kembung:

    Makanan Pencegah Perut Kembung

    1. Apabila dokter telah mendiagnosis intoleransi laktosa (atau gangguan mencerna makanan yang mengandung laktosa) maka sebaiknya pasien mengonsumsi laktase untuk memudahkan pencernaan laktosa.
    2. Menghindari kebiasaan yang menyebabkan aerophagia (tertelannya udara ke saluran pencernaan) misalnya merokok, mengunyah permen karet, minum minuman bersoda, minum dengan sedotan atau minum terlalu cepat.
    3. Kurangi makanan yang mengandung serat. Makanan yang mengandung serat sangat baik bagi kesehatan pencernaan namun konsumsi serat yang berlebih tidaklah baik karena dapat meningkatkan pembusukan oleh bakteri usus sehingga produksi gas dalam saluran cerna pun meningkat.
    4. Apabila kembung disebabkan oleh gangguan psikologis, maka diperlukan konseling untuk mengurangi gejala saluran pencernaan.
    5. Minum air putih dalam jumlah yang cukup. Minum air putih dapat membantu melancarkan saluran pencernaan sehingga mencegah terjadinya konstipasi.
    6. Rajin berolahraga, dengan berolahraga dapat membantu menjaga aktivitas fisik dan mental, olahraga dapat meningkatkan detak jantung, dan meningkatkan pergerakan usus dalam saluran cerna, sehingga dapat mencegah terjadinya konstipasi dan mencegah penumpukan gas.
    7. Obat-obatan sesuai dengan resep dokter, misalnya obat-obatan yang mengandung simetikon yang berfungsi untuk mengeluarkan gas dalam saluran pencernaan, atau jenis lainnya sesuai dengan diagnosis dokter.

    Baca Juga: Punya Penyakit Asam Lambung, Hindari 8 Makanan Ini

    Nah, Sobat itulah 9 langkah yang bisa Anda tempuh untuk mengatasi perut kembung. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai perut kembung dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. Lacy, B., Gabbart, S. and Crowell, M. (2018). Pathophysiology, Evaluation, and Treatment of  Bloating Hope, Hype, or Hot Air?. NCBI Gastro and Hepatology, [online] 7(11): 729–739(PMC3264926 PMID: 22298969). Available at: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3264926/ [Accessed 21 Sep. 2018].
    2. Mayoclinic.org. (2018). Gas and gas pains – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. [online] Available at: mayoclinic.org/diseases-conditions/gas-and-gas-pains/diagnosis-treatment/drc-20372714 [Accessed 20 Sep. 2018].
    3. Seo, A., Kim, N. and Oh, D. (2013). Abdominal Bloating: Pathophysiology and Treatment. Journal of Neurogastroenterology and Motility, [online] 19(4), pp.433-453. Available at: jnmjournal.org/journal/view.html?uid=327&vmd=Full [Accessed 20 Sep. 2018].
    4. Sullivan, S. (2012). Functional Abdominal Bloating with Distention. ISRN Gastroenterology, [online] 2012(10.5402/2012/721820), pp.1-5. Available at: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3388350/ [Accessed 20 Sep. 2018].

     

    Read More
  • Perut kembung merupakan suatu masalah yang berhubungan dengan pencernaan dan membuat kita tidak nyaman. Lalu, siapa yang dapat mengalami permasalahan perut kembung? Masalah ini dapat dialami oleh siapa saja, baik mereka yang masih kanak-kanak hingga lanjut usia –bahkan bayi pun dapat mengalaminya. Baca Juga: 9 Trik Mengusir Perut Kembung Wah, pastinya kita tidak mau kan […]

    Inilah 7 Tips Mengatasi Kembung pada Bayi

    Perut kembung merupakan suatu masalah yang berhubungan dengan pencernaan dan membuat kita tidak nyaman. Lalu, siapa yang dapat mengalami permasalahan perut kembung? Masalah ini dapat dialami oleh siapa saja, baik mereka yang masih kanak-kanak hingga lanjut usia –bahkan bayi pun dapat mengalaminya.

    perut kembung pada bayi

    Baca Juga: 9 Trik Mengusir Perut Kembung

    Wah, pastinya kita tidak mau kan buah hati menderita karena masalah pencernaan yang satu ini? Lalu, bagaimana kita dapat mengetahui bayi sedang mengalami perut kembung, mengingat mereka belum dapat mengungkapkan apa yang dirasakannya dengan jelas? Kita dapat mengamati beberapa gejala atau tingkah laku bayi yang menandakan bahwa ada yang tidak beres dengan pencernaannya. Beberapa gejala perut kembung pada bayi antara lain adalah bayi yang menangis secara teru- menerus dan tentu saja disertai dengan tingkahnya yang rewel.

    Bayi menangis pun dapat berarti banyak hal, untuk mengetahui apakah ada yang tidak beres dengan perutnya kita dapat mengecek bagian sekitar perut. Apabila perut bayi terasa keras, hal ini berarti bayi mengalami perut kembung. Bukan hanya itu saja, bayi juga akan cenderung menggeliat dan melengkungkan punggungnya ke belakang bahkan mengangkat kedua kakinya.

    Lalu, apa yang dapat kita lakukan untuk menangani permasalahan ini? Pastinya kita tidak ingin melihat anak menderita dalam jangka waktu yang lama karena perut kembung kan?

    Oleh karena itu, yuk disimak tips mengatasi kembung pada bayi:

    1. Bantu bayi bersendawa

    Membuat bayi bersendawa adalah cara yang tepat untuk mengeluarkan gas berlebih dari dalam tubuh bayi. Kita dapat menggendong bayi secara tegak atau di atas bahu dan mengelus punggungnya dengan lembut hingga dapat bersendawa. Cara lainnya yang dapat kita lakukan adalah dengan membaringkan buah hati selama 5 hingga 10 menit setelah menyusui dan mengelusnya pada posisi atas bayi. Udara akan lebih mudah bergerak ketika kita mengangkat kecil kembali ke atas dan pastinya memudahkan mereka untuk bersendawa.

    2. Memijat perlahan

    Memijat bayi adalah salah satu cara yang sering dilakukan untuk mengatasi perut kembung anak. Memijat yang dimaksud di sini tentu saja menggunakan teknik tersendiri, yaitu dengan mengusap perut bayi hingga perut mereka tidak lagi keras. Selain itu, kita juga dapat mengusap punggung bayi dengan posisi tengkurap hingga mereka tidak kembung lagi atau setidaknya angin dalam perut mereka berkurang.

    Baca Juga: Apa yang Perlu Bunda Ketahui Tentang Pijat Bayi?

    3. Posisi menyusui

    Tidak dapat dipungkiri jika posisi menyusui juga dapat membuat perut anak menjadi kembung sehingga carilah posisi nyaman menyusui untuk mencegah hal ini terjadi. Sebaiknya kita menyusui dengan posisi kepala bayi lebih tinggi daripada perutnya dan hal ini akan membantu susu masuk ke dasar perut dan udara naik ke atas sehingga bayi akan lebih muda bersendawa. Hal ini juga berlaku meskipun kita memberi anak susu pada botol dan kita harus memastikan jika susu sudah tercampur dengan baik. Susu yang menggumpal akan membuat anak meneguk berlebihan dan dapat berujung pada perut kembung anak.

    Produk Terkait: Jual Susu Bayi

    4. Memandikan bayi dengan air hangat

    Meskipun cara yang satu ini terlihat sepele, tapi air hangat cukuplah efektif untuk membuat anak nyaman dan pastinya menyembuhkan perut kembung anak. Menariknya lagi, cara yang satu ini juga aman untuk dilakukan baik pada bayi yang baru lahir atau sudah berusia beberapa bulan dan pastinya perlu kita lakukan secara perlahan agar bayi merasa nyaman.

    5. Membedong bayi

    Cara yang satu ini dapat dilakukan apabila bayi masih berusia kurang dari dua bulan. Membedong bayi akan membuat mereka menjadi lebih nyaman dan pastinya membantu keluarnya udara dari perut sehingga bayi tidak akan merasa kembung lagi. Selain itu, bayi yang masih berusia di bawah dua bulan masih sering kedinginan sehingga mereka rentan terhadap permasalahan perut kembung.

    6. Menggerakkan kaki bayi seperti bersepeda

    Cara yang satu ini dapat dibilang cukup efektif untuk membuang gas pada perut bayi sehingga mereka tidak akan rewel setelah melakukan gerakan yang satu ini. Selain itu, melakukan cara ini juga semakin mendekatkan hubungan ibu dengan anak karena kita perlu melakukannya secara perlahan dan pastinya mengajak mereka berkomunikasi dan tertawa sehingga bayi merasa lebih rileks. Melakukan gerakan ini akan menekan bagian perut bayi dan tentu saja mendorong gas bergerak ke atas hingga kerongkongan yang berarti gas akan keluar setelahnya.

    7. Tummy time

    Cara terakhir yang dapat kita lakukan untuk membuat bayi tidak mengalami perut kembung lagi adalah dengan melakukan tummy time, yaitu membiarkan bayi tengkurap selama beberapa saat hingga bayi tidak lagi mengalami permasalahan ini. Posisi tengkurap bayi akan membuat gas perut mendapatkan tekanan dari berat badan dan membuat gas keluar dengan bayi bersendawa ataupun buang angin. Selain itu, kita juga dapat mengajak bayi untuk berkomunikasi sehingga mempercepat proses gas terbuang dari dalam perut.

    Baca Juga: Jadwal Imunisasi Anak dan Bayi Lengkap dan Terbaru 2020

    Nah, itu tadi adalah beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mengatasi masalah perut kembung pada bayi. Pastinya kita tidak akan panik lagi kan ketika mengetahui anak mengalami masalah perut kembung? Satu hal yang tidak boleh kita lupakan adalah untuk memberikan anak asupan makanan bergizi agar kesehatannya terjaga dan tentu saja diberikan ASI eksklusif agar perkembangannya tidak terganggu. So, yuk lebih perhatikan kesehatan anak dari sekarang!

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai penanganan kembung pada bayi dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Makanan memang menjadi hal utama yang perlu dijaga dalam keadaan apapun. Segala bahan makanan akan memberikan pengaruh pada sistem kerja tubuh. Begitu juga saat kamu atau anak sedang dalam keadaan sakit perut. Dalam keadaan ini, tidak semua makanan diperbolehkan untuk dikonsumsi. Hal inikarena lambung merupakan salah satu organ sistem pencernaan, maka jenis makanan tertentu yang […]

    Hindari Makanan Ini Jika Terjadi Sakit Perut pada Anak

    Makanan memang menjadi hal utama yang perlu dijaga dalam keadaan apapun. Segala bahan makanan akan memberikan pengaruh pada sistem kerja tubuh. Begitu juga saat kamu atau anak sedang dalam keadaan sakit perut. Dalam keadaan ini, tidak semua makanan diperbolehkan untuk dikonsumsi.

    Hal inikarena lambung merupakan salah satu organ sistem pencernaan, maka jenis makanan tertentu yang tidakcocokakanmemberikan dampak pada sakit perut yang sedang melandamu atau anak. Jangan sampai kamu salah mengonsumsi makanan tertentu dan berujung pada semakin parahnya sakit perut yang dialami.

    Lantas apa saja makanan yang dilarang untuk dikonsumsi saat sakit perut? Berikut penjelasannya.

    1. Kafein

    Saat kamu mengalami sakit perut, hindari terlebih dahulu mengonsumsi minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, atau soda. Sebab kafein ini memengaruhi pergerakan makanan yang akan diproses oleh sistem pencernaan. Dengan pergerakan yang cepat, proses mencerna makanan tersebut tidak akan sempurna. Alhasil, kamu akan mengalami sakit perut yang disertai diare.

    2. Bawang putih

    Makanan yang perlu dihindari selanjutnya yaitu bawang putih. Meskipun bawang putih selalu menjadi alternatif obat alami untuk berbagai jenis penyakit, ini tidak berlaku bagi sakit perut yang kamu alami. Mengapa demikian? Karena bawang putih mengandung fruktans yang dapat meningkatkan rasa nyeri pada lambung. Jadi, hindari mengonsumsi bawang putih terlebih dahulu saat sakit perut daripada kamu harus merasakan nyeri lebih parah akibat mengonsumsinya.

    3. Susu

    Susu memang menjadi penyeimbang dan pelengkap kebutuhan nutrisimu, tetapi ketika sakit perut kamu harus mengabaikannya terlebih dahulu. Susu memiliki kandungan laktosa yang dapat mempersulit kerja sistem pencernaan. Terlebih saat kamu sakit perut, tentunya kemampuan sistem pencernaan dalam mecerna masih dalam masalah. Konsumsisusu akan membuat sistem pencernaan semakin berat dalam bekerja. Akhirnya, kamu akan mengalami diare yang berat atau masalah pencernaan lainnya.

    4. Minuman dan Makanan yang Asam

    Pantangan selanjutnya yaitu mengonsumsi makanan dan minuman yang asam. Kandungan asam pada makanan atau minuman tentunya akan menambah nyeri atau perih pada organ pencernaanmu. Maka, hindari terlebih dahulu jeruk, lemon, dan anggur saat sakit perut menyerang daripada kamu harus mengalami mual, nyeri perut, atau diare yang memperparah masalah perut.

    Selain memerhatikan makanan dan minuman yang perlu dihindari, kamu juga perlu tahu makanan atau minuman yang sebaiknya kamu konsumsi untuk meredakan sakit perut. Apa saja makanan dan minuman tersebut? Baca penjelasan di bawah ini.

    1. Wedang Jahe
    Jahe bisa menjadi pilihan yang tepat untuk meredakan sakit perut. Jahe memiliki kandungan tertentu yang bersifat anti inflamasi dan anti oksidan yang mampu meredakan rasa nyeri serta membunuh kuman penyebab sakit perut. Kamu bisa mencobanya dengan mengonsumsi dua kali sehari.

    2. Yoghurt
    Makanan yang disarankan selanjutnya yaitu yoghurt. Yoghurt memang dikenal ampuh meredakan sakit perut karena yoghurt memiliki bakteri baik yang akan bekerja sebagai sistem proteksi tubuh. Pilihlah yohgurt yang berjenis non susu agar tidak menyebabkan nyeri pada perut. Kamu bisa mengombinasikan beberapa buah atau sayur sebagai pelengkap nutrisinya.

    Sakit perut pada anak jangan dianggap masalah yang remeh. Apabila penanganan tidak tepat, sakit perut bisa berujung pada masalah pencernaan yang lain seperti diare. Jika diare yang dialami berlebih, maka anak dapat mengalami dehidrasi dan daya tahan tubuh akan berkurang. Salah satu penanganan yang baik adalah mengetahui mana yang baik dan harus dihindari untuk dikonsumsi saat sakit perut. Dengan demikian, sakit perut tidak akan menjadi masalah yang besar.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi: parents.com/health/stomach-ache/natural-tummy-ache-remedies/
    Sip Chamomile Tea

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja