Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ kanker serviks”

Showing 11–18 of 18 results

  • Kejadian kanker serviks di Indonesia bukan lagi hal yang asing di telinga kita. Tak sedikit pula public figure yang terkena penyakit ini. Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan kanker kedua yangsering terjadi pada wanita setelah kanker payudara. Kejadian kanker serviks dinyatakan dapat meningkat hingga 80% pada tahun 2020 apabila tidak dilakukan program pencegahan yang […]

    Infeksi HPV, Penyebab Utama Kutil Hingga Kanker

    Kejadian kanker serviks di Indonesia bukan lagi hal yang asing di telinga kita. Tak sedikit pula public figure yang terkena penyakit ini. Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan kanker kedua yangsering terjadi pada wanita setelah kanker payudara. Kejadian kanker serviks dinyatakan dapat meningkat hingga 80% pada tahun 2020 apabila tidak dilakukan program pencegahan yang intens. Wanita usia 50 tahun ke atas dinyatakan memiliki risiko terbanyak terhadap terjadinya kanker serviks. Human pappilomavirus, atau lebih dikenal dengan HPV, menjadi penyebab utama dari terjadinya kanker pada leher rahim.

    infeksi hpv

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Diketahui sebelumnya bahwa HPV memiliki banyak sekali jenisnya yang berperan terhadap infeksi pada jaringan kulit dan mukosa manusia, seperti pada leher rahim, vagina, anus, penis, orofaring, dan kulit, yang dikenal pada awalnya sebagai infeksi HPV. HPV tipe 16 dan 18 yang sangat terkait erat terhadap terjadinya kanker leher rahim dan vagina.Sekitar 50% kanker serviks disebabkan oleh HPV tipe 16. Sedangkan, infeksi HPV tipe 1 & 2 biasanya gejalanya akan terdapat pada kulit yang ditandai seperti kutil dengan permukaan yang kasar, biasanya dinamakan sebagai veruka.Infeksi HPV tersering lainnya, selain yang telah disebutkan diatas adalah mengenai rongga mulut dan kulit, yang ditandai dengan munculnya tonjolan-tonjolan yang tidak rata dan lunak, biasanya disebut sebagai kondiloma akuminata. Jadi, jangan sampai salah pengertian, Sobat! Infeksi HPV ini bisa menimbulkan gejala yang bermacam-macam tergantung tipe HPV yang menginfeksi.

    Sebelum menjadi sebuah kanker, biasanya HPV didahului dengan menginfeksi jaringan-jaringan kulit dan mukosa. Di sini jaringan mukosa yang paling banyak terkena adalah bagian organ reproduksi wanita, terutama serviks dan vagina.  Tidak dipungkiri bahwa infeksi HPV juga dapat terjadi pada pria walaupun angka kejadiannya sangat rendah, dan apabila terjadi pada pria biasanya infeksi HPV dapat berkembang menjadi sel kanker pada daerah penis. Penularan dari infeksi HPV ini sendiri terutama terjadi melalui hubungan seksual dan dapat dimulai sejak usia 20 tahun.

    Pada orang-orang yang seringkali bergonta-ganti pasangan, maupun yang melakukan hubungan seksual sejak usia muda, serta melakukan seks oral membuat risiko terjadinya infeksi HPV ini meningkat. Bahaya dari infeksi HPV ini adalah pada umumnya infeksi HPV tidak memberikan gejala apapun, sehingga biasanya tidak terdeteksi dan tidak tertangani, dan akibat dari infeksi yang menetap ini adalah dapat menyebabkan perubahan sel pada jaringan yang terkena hingga menjadi suatu sel yang bersifat ganas, biasanya kita kenal dengan kanker. Lamanya waktu yang diperkirakan pada perubahan sel ini adalah selama 7 tahun. Infeksi HPVdiperkirakan terjadi sebanyak 25% pada wanita usia 20-26 tahun dan sekitar 60-80% berkembang menjadi kanker serviks dan vagina.

    Sejak tahun 2006, sudah tersedia 2 jenis vaksin HPV yang berisikan partikel dari virus HPV tipe 16 dan 18, dan telah dinyatakan terbukti dalam mencegah terjadinya keganasan dari leher rahim dan vagina. Perlindungan yang diberikan melalui vaksin ini dapat efektif selama 8-10 tahun. Vaksin HPV  dapat diberikan sejak usia 9 tahun, tapi lebih direkomendasikan untuk usia 12 tahun ke atas. Vaksin HPV ini lebih efektif bagi wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual sebelumnya, tapiapabila sudah melakukan hubungan seksual, vaksin tetap boleh diberikan hanya efektivitas vaksin menjadi lebih berkurang. Vaksin HPV diberikan sebanyak 3 dosis, dimana dosis pertama dapat diberikan sejak usia 9 tahun, dosis kedua diikuti 2 bulan setelah dosis pertama, dan dosis terakhir dapat diberikan 6 bulan setelah dosis pertama. Sampai saat ini, tidak ditemukan adanya efek samping yang bermakna dari pemberian vaksin HPV tersebut.

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Selain dari vaksin HPV, pencegahan lainnya yang dapat dilakukan yaitu dengan pemeriksaan secara berkala, dan apabila didapati adanya suatu lesi pada daerah sekitar vagina dan serviks, segera dilakukan pemeriksaan spesifik terhadap lesi tersebut. Deteksi dini terhadap kanker serviks dan vagina juga dapat dilakukan pada fasilitas kesehatan primer, yaitu puskesmas. Perlu diperhatikan juga Sobat, bahwa vaksin HPV hanya digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi HPV, terutama HPV tipe 16 & 18, tapi tidak dapat digunakan untuk mengobati apabila sudah terinfeksi. Maka, apabila muncul lesi baru maupun tonjolan seperti kutil pada rongga mulut, serta organ reproduksi seperti penis, vagina, leher rahim, maupun organ reproduksi sekitarnya, segera periksa ke dokter agar tidak terlambat ditangani.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturannya?

    Nah, itulah ulasan seputar infeksi HPV. Sobat Sehat pun bisa melakukan vaksinasi HPV di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Lippiatt J, Powell N, Tristram A. Non-cervical human papillomavirus-related disease. The Obstetrician & Gynaecologist. 2013;15:221-6.
    2. Valentino K, Poronsky CB. Human papillomavirus infection and vaccination. Journal of Pediatric Nursing. 2016;31(2):155-66.
    3. Petry KU. HPV and cervical cancer. Scandinavian Journal of Clinical and Laboratory Investigation. 2014;74(244):59-62.
    4. Department of Health and Human Services: Vaccine Information Statement. Human Papillomavirus Vaccine. Centers for Disease Control and Prevention. 2011.
    5. Johnson HC, Lafferty E, Eggo RM, Louie K, Soldan K, Waller J, Edmunds WJ. Effect of HPV vaccination and cervical cancer screening in England by ethnicity : a modelling study. Lancet Public Health.2018;3:44-51.
    6. Tsu V, Jeronimo J. Saving the World’s Women from Cervical Cancer. The New England Journal of Medicine. 2016;374(26):2509-11.

     

     

    Read More
  • Vaksin kanker serviks adalah cara mencegah salah satu kanker yang sering diderita oleh perempuan, yaitu kanker serviks yang penyebabnya adalah Human Papilloma Virus (HPV). Bayangkan saja, sekitar 2 dari 10  wanita di Indonesia menderita kanker serviks dan kira-kira 26 perempuan meninggal setiap harinya karena penyakit ini. Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan […]

    Bagaimana Cara Cegah Penularan HPV? Yuk Dipahami Dulu

    Vaksin kanker serviks adalah cara mencegah salah satu kanker yang sering diderita oleh perempuan, yaitu kanker serviks yang penyebabnya adalah Human Papilloma Virus (HPV). Bayangkan saja, sekitar 2 dari 10  wanita di Indonesia menderita kanker serviks dan kira-kira 26 perempuan meninggal setiap harinya karena penyakit ini.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?

    Saat ini baru sekitar 67 negara dari 195 negara yang menerapkan pemberian vaksin kanker serviks/vaksin HPV.1 Infeksi dari HPV dapat menyebabkan 91% kanker serviks, 69% kanker vulva, 75% kanker vagina, 93% kanker anus, dan 63% kanker tenggorokan pada perempuan. Selain itu, HPV juga menyebabkan 89% kanker anus dan 72% kanker tenggorokan pada laki-laki.2 Vaksin HPV juga diperlukan untuk  kaum lelaki.

    Lalu, bagaimanakah gejala kanker serviks?

    Tahukah Sobat  bila kanker serviks pada stadium awal tidak menimbulkan gejala alias penderita merasa sehat-sehat saja. Namun, ketika kanker sudah berkembang ke stadium lanjut, gejala dapat mulai dirasakan berupa perdarahan tidak normal dari vagina seperti, perdarahan setelah menopause, pendarahan setelah berhubungan seksual di antara siklus haid, serta pendarahan saat haid yang lebih banyak dan panjang dari biasanya.

    Kemudian, gejala lainnya adalah keluarnya cairan tidak normal dari vagina diantara siklus haid. Rasa nyeri juga dapat dirasakan bila ada infeksi yang terjadi di daerah serviks. Kanker serviks memiliki massa pra-kanker yang panjang dan butuh proses 3 hingga 20 tahun sampai terjadinya kanker serviks dimulai dari infeksi HPV.

    Siapakah yang berisiko terkena kanker ini?

    Beberapa orang memiliki faktor risiko yang dapat memicu kanker antara lain mereka yang memiliki pasangan seksual lebih dari satu, melakukan hubungan seks pertama kali di usia dini, penggunaan pil KB dalam jangka waktu lama, riwayat melahirkan lebih dari 6 kali, riwayat menderita penyakit menular seksual (PMS) seperti gonore (kencing nanah), sifilis (raja singa), dan  kutil kelamin. Kemudian, mereka yang merokok, diet rendah serat (buah dan sayuran), menurunnya daya tahan tubuh karena HIV, kegemukan dan obesitas, dan riwayat keluarga penderita kanker serviks.

    Apakah Sobat adalah salah satu orang yang memiliki faktor risiko di atas?

    Yuk, segera dapatkan vaksin kanker serviks. Nah, vaksin kanker serviks disarankan pemberiannya pada anak usia 11-12 tahun yang akan melindungi dari infeksi virus HPV tipe 6, 11, 16, dan 18. Tipe HPV 6 dan 11 diketahui merupakan penyebab kutil kelamin sedangkan tipe 16 dan 18 berkontribusi dalam 70% keganasan di mulut/leher rahim.3,4 Selain itu, mereka yang sudah aktif berhubungan seksual dan belum terkena HPV juga disarankan untuk mendapatkan vaksin ini. Bagaimana dengan mereka yang sudah terinfeksi HPV? Bila vaksin diberikan, maka perlindungannya tidak akan maksimal.

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Bagaimana cara vaksin ini diberikan?

    Vaksin kanker serviks disuntikkkan di otot bahu yang besar ke dalam ototnya (intramuskular). Pemberiannya dilakukan 3 kali pada bulan 0, 2, dan 6 bulan setelah penyuntikan pertama. Bila jadwal vaksin terlewat, tidak perlu diulang dari awal, cukup dengan melengkapi dosis berikutnya. Vaksin HPV ini memiliki perlindungan terhadap virus sebesar 94% dan akan bertahan lama dalam tubuh.Vaksin penguat (booster) diberikan bila kadar antibodi menurun sampai dibawah kadar protektif/perlindungan.

    Apa saja jenis vaksin kanker serviks?

    Jenis vaksin kanker serviks yang beredar di Indonesia ada 2, yaitu bivalen dan tetravalen. Vaksin bivalen mengandung 2 jenis virus HPV tipe 16 dan 18 yang dapat mencegah penyakit kanker serviks dan tetravalen mengandung 4 jenis virus HPV tipe 6, 11, 16 dan 18 yang dapat mencegah kanker serviks sekaligus dengan kutil kelamin.4

    Lalu, apakah ada reaksi yang dapat ditimbulkan setelah penyuntikan?

    Beberapa reaksi mungkin terjadi setelah penyuntikan vaksin kanker serviks adalah reaksi lokal yang sering dirasakan antara lain nyeri di tempat penyuntikan, kemerahan, dan bengkak yang akan hilang dengan sendirinya. Reaksi sistemik yang terjadi setelah penyuntikan sangat jarang. Demam dapat terjadi pada sekitar 1% kasus. Kemudian, beberapa gejala yang dirasakan antara lain sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual dan muntah. Reaksi berat juga sangat jarang terjadi setelah diberikan vaksin. Reaksi anafilaksis dapat terjadi karena alergi terhadap komponen vaksin.5

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Jadi, vaksin kanker serviks itu aman diberikan pada wanita dan pria. Vaksin ini mengandung virus yang tidak aktif, sehingga aman dan tidak akan menginfeksi kita. Vaksin yang disuntikkan akan merangsang pembentukan antibodi dalam tubuh berperan sebagai tameng dalam melawan HPV. Mitos yang menyebutkan bahwa vaksin kanker serviks dapat menyebabkan kemandulan dan menopause dini adalah salah karena vaksin ini sudah digunakan sebanyak 200 juta di seluruh dunia dan aman digunakan.1

    Apakah pemberian vaksin kanker serviks ini diperbolehkan pada wanita hamil?

    Pada wanita hamil pemberian vaksin kanker serviks sebaiknya ditunda. Bila  sebelum hamil wanita sudah mendapatkan vaksin tetapi tidak lengkap, maka pemberian berikutnya harus ditunda setelah melahirkan. Bagaimana dengan wanita menyusui? Pemberian vaksin pada wanita menyusui diperbolehkan.6 Vaksin kanker serviks juga tidak boleh diberikan pada mereka yang memiliki riwayat alergi pada komponen vaksin. Misalkan, pada suntikan pertama mengalami reaksi alergi, maka pemberian vaksin berikutnya tidak dianjurkan.

    Baca Juga: Lindungi Diri Anda dari Kanker Serviks

    Bagaimana, Sobat? Sudah tidak takut lagi bukan untuk mendapatkan vaksin kanker serviks. Pencegahan akan lebih baik daripada nanti sudah sakit. Segera Sobat datangi layanan kesehatan terdekat yang menyediakan layanan vaksinasi. Jangan ragu untuk mendapatkan 3 dosis vaksinasi kanker serviks sehingga Sobat dapat langsung terlindungi.

    Sobat juga bisa melakukan vaksinasi kanker serviks di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kendalikan kanker serviks sejak dini dengan imunisasi. 2016. [Internet]. Retrieved from: kemkes.go.id (07.07.2018)

    Saslow D, Andrews KS, Manassaram-baptise D, Loomer L, E.Lam K, Fisher-Borne M,et. Al. Human papilloma vaccination guideline update: American cancer society guideline endorsement. Cancer Journal of Clinician. 2016; 6(6): 375-385.

    Dwipoyono B. Kanker serviks dan vaksin HPV. Indonesian Journal of Cancer. 2007; 3: 87-91.

    Fadhila SR. Sekilas tentang vaksin HPV. 2017. [Internet]. Retrieved from: idai.or.id (07.07.2018)

    World Health Organization. Information sheet: Observed rate of vaccine reactions Human Papilloma Virus Vaccine. 2017. Geneva: WHO

    Winardo DS. Kanker serviks dan imunisasi HPV. [Internet]. Retrieved from: tanyadok.com (07.07.2018)

    Read More
  • Pada tahun 2018 di Indonesia, berdasarkan data dari Globocan, terdapat 32.469 atau 17,2% wanita terdiagnosis kanker serviks. Angka kematian adalah 18.279 per tahun. Indonesia sendiri menempati peringkat kedua. Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya? Untuk kasus di Indonesia, masih banyak yang belum begitu paham dengan pentingnya vaksinasi HPV, padahal vaksin ini dapat […]

    Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Pada tahun 2018 di Indonesia, berdasarkan data dari Globocan, terdapat 32.469 atau 17,2% wanita terdiagnosis kanker serviks. Angka kematian adalah 18.279 per tahun. Indonesia sendiri menempati peringkat kedua.

    vaksin hpv

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?

    Untuk kasus di Indonesia, masih banyak yang belum begitu paham dengan pentingnya vaksinasi HPV, padahal vaksin ini dapat menyelamatkan ribuan, bahkan jutaan wanita di dunia dari ancaman kanker serviks. Setiap wanita di dunia perlu mengerti keganasan kanker ini, karena menurut data WHO, setiap tahun ribuan wanita meninggal akibat kanker yang menyerang leher rahim ini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Salah satu penyebab kanker serviks selain gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, memulai aktivitas seksual pada usia yang muda (di bawah 18 tahun) dan kehidupan seksual yang tidak sehat, adalah paparan Human Papilloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18 yang bersifat onkogenik (penyebab kanker). Virus ini adalah salah satu penyebab kanker serviks pada wanita yang merupakan satu golongan virus dengan 100 jenis macamnya. Dan lebih dari 99% kasus kanker serviks yang terjadi pada wanita, beberapa di antaranya telah terinfeksi virus ini.

    Pemberian vaksin HPV akan mencegah transmisi virus ini. Dengan vaksin ini, virus tersebut akan terhalang masuk ke dalam tubuh. Vaksin yang dibuat dengan teknologi rekombinan berpotensi mengurangi angka morbiditas dan mortalitas yang berhubungan dengan infeksi HPV genitalia.

    Terdapat 2 jenis vaksin HPV, yaitu:

    1. Vaksin Bivalen (tipe 16 dan 18)
    2. Vaksin Quadrivalen (tipe 6, 11, 16, 18)

    Vaksin HPV memiliki efikasi 96-100% untuk mencegah penyebaran HPV tipe 16/18 yang akan menyebabkan kanker serviks. Tidak perlu takut, karena vaksin HPV telah disahkan oleh Food and Drug Administration (FDA) dan Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP). Sedangkan di Indonesia sendiri, vaksin ini sudah diizinkan oleh badan POM RI.

    Baca Juga: Mengapa Vaksinasi HPV Diperlukan Juga untuk Si Gadis?

    Vaksinasi HPV ini sudah dapat diberikan sejak usia 9 tahun dan ternyata vaksinasi HPV tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang berusia 9-26 tahun saja, bahkan wanita usia 55 tahun masih diperbolehkan melakukan vaksinasi ini. Dan bagi yang sudah pernah melakukan hubungan seksual diperlukan tes pap smear terlebih dahulu untuk mengetahui apakah sudah terinfeksi kanker serviks.

    Baca Juga: Wanita Menikah Wajib Lakukan Pap Smear?

    Mengingat ancaman dari kanker serviks, bentuk pencegahan yang paling nyata adalah dengan menjalani gaya hidup dan hubungan seksual yang sehat, serta melakukan 3x vaksinasi HPV untuk mencegah transmisi HPV dan rutin melakukan test Pap Smear (bagi yang sudah berkeluarga). Untuk vaksinasi HPV, Sobat bisa memanfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat yang mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    Read More
  • Setiap wanita tentu akan mengalami keputihan, yaitu proses alami yang ditandai berupa cairan bening yang keluar dari vagina. Cairan yang keluar tersebut mempunyai fungsi yang tidak sembarangan karena membersihkan vagina supaya tetap sehat serta menjadi pelumas yang dapat menghindarkan vagina dari infeksi dan iritasi. Meski mempunyai fungsi kesehatan, kenyataannya keputihan malah dapat mengancam organ kewanitaan […]

    Benarkah Keputihan Pertanda Kanker Serviks?

    Setiap wanita tentu akan mengalami keputihan, yaitu proses alami yang ditandai berupa cairan bening yang keluar dari vagina. Cairan yang keluar tersebut mempunyai fungsi yang tidak sembarangan karena membersihkan vagina supaya tetap sehat serta menjadi pelumas yang dapat menghindarkan vagina dari infeksi dan iritasi.

    Keputihan pertanda serviks

    Meski mempunyai fungsi kesehatan, kenyataannya keputihan malah dapat mengancam organ kewanitaan jika keluar secara berlebihan. Keluarnya keputihan secara berlebihan itu disebabkan oleh jamur, bakteri, parasit, yang bersarang dalam vagina. Jamur yang menyebabkan keputihan adalah Candida albicans yang dapat menyebabkan gatal pada sekitaran vulva. Jamur ini akan menyebabkan keputihan berwarna putih susu, berbau, gatal, dan cairan lebih kental. Bahkan pada kondisi tertentu dapat menyebabkan kemerahan dan membahayakan jika terjadi pada ibu hamil. Sebab, hal itu bisa tertelan oleh bayi, dan bayi tersebut akan mengalami kondisi yang sama.

    Produk Terkait: Vaksinasi HPV

    Untuk bakteri adalah Bacterial vaginosis. Bakteri ini dapat menyebabkan rasa gatal, menganggu, menimbulkan buih, dan berwarna keabuan. Sobat perlu berhati-hati terhadap keputihan akibat bakteri ini karena bisa menjadi gejala penyakit kelamin. Sedangkan untuk parasit disebabkan oleh Trichomonas vaginalis yang ditularkan melalui hubungan intim, perlengkapan mandi bersama, kloset umum atau menggunakan celana dalam penderita. Kondisinya ditandai dengan keputihan yang sangat kental, berwarna kuning, berbuih, dan berbau anyir. Keputihan akibat parasit ini memang tidak akan menimbulkan rasa gatal, namun akan mengalami nyeri saat ditekan.

    Bahkan, keputihan yang tidak normal bisa menjadi gejala penyakit kanker serviks, salah satu penyakit mematikan yang mengancam wanita di seluruh dunia. Karena mematikan itulah, sudah pasti banyak Sobat Sehat yang menjadi khawatir dan waswas jika ternyata mengidap penyakit tersebut. Meski begitu, Sobat jangan dulu berasumsi bahwa Sobat terkena kanker serviks hanya karena mengalami keputihan yang berlebihan.

    Sebab, belum tentu keputihan menjadi penyebab atau gejala kanker serviks. Lalu bagaimana caranya supaya bisa mengetahui bahwa yang Sobat alami itu keputihan atau kanker serviks? Yuk, tanpa berlama-lama mari simak beberapa poin penjelasan di bawah ini.

    Ciri-ciri Keputihan Penyebab Kanker Serviks

    Terjadi Berulang-ulang

    Tanda pertama jika Sobat memang mengalami gejala kanker serviks akibat keputihan adalah keputihan terus terjadi berulang-ulang, tidak kunjung sembuh, dan warnanya kecoklatan. Perlu Sobat ketahui bahwa keputihan yang normal adalah warnanya sangat jernih. Warna ini akan muncul selama terjadinya ovulasi pada atau tepat sebelum datang bulan.

    Baca Juga: Lindungi Diri Anda dari Kanker Serviks

    Apabila keputihan yang Sobat miliki warnanya kuning pucat, tidak berbau, dan tidak disertai dengan gejala lain, sebenarnya Sobat tidak perlu mengkhawatirkannya. Juga, jika keputihan tersebut berwarna kecoklatan atau berdarah bisa dikatakan normal asalkan itu terjadi selama atau tepat setelah siklus menstruasi. Jika terjadinya pada waktu haid yang normal, dan Sobat baru saja berhubungan seks tanpa perlindungan, kemungkinan itu adalah tanda kehamilan.

    Mengalami Rasa Sakit Pada Paha

    Tanda kedua yang perlu Sobat ketahui apabila keputihan mengarah pada kanker serviks adalah Sobat mengalami rasa sakit pada paha, yaitu berupa pembengkakan. Selain pembengkakan pada paha, hal lain yang akan Sobat rasakan adalah nafsu makan menjadi berkurang, berat badan, tidak stabil, susah buang air kecil, dan mengalami pendarahan spontan. Selain tanda-tanda di atas, Sobat juga perlu mengetahui bahwa sebenarnya kanker serviks tidak melulu disebabkan oleh keputihan. Beberapa penyebab kanker serviks selain keputihan adalah sebagai berikut:

    Penyebab Kanker Serviks Selain Keputihan

    Mengalami Sakit Pada Bagian Pelvis

    Pelvis atau panggul yang sakit rupanya bisa menjadi penyebab kanker serviks terutama pada saat mengalami menstruasi. Perasaan sakit ini akan menyerang dalam waktu yang cukup lama, dimulai dari rasa sakit biasa hingga rasa sakit yang tajam.

    Terjadi Pendarahan Pada Pelvis

    Pertanda lainnya adalah terjadinya pendarahan pada pelvis ketika menstruasi atau saat berhubungan badan. Apabila Sobat mengalami hal seperti ini, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut sebagai langkah pencegahan.

    Sakit Ketika Buang Air Kecil

    Buang air kecil dan Sobat merasakan sakit saat melakukannya ternyata juga menjadi pertanda bahwa Sobat mengalami gejala kanker serviks selain keputihan. Rasa sakit itu timbul ketika sel kanker sudah mencapai saluran kemih.

    Apa yang Harus Dilakukan Jika Sudah Terkena Gejalanya?

    Apabila Sobat merasa terkena gejala kanker serviks akibat keputihan yang tidak normal, Sobat harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk melakukan skrining.  Skrining yang dilakukan bisa berupa IVA atau inspeksi visual asetat maupun pap smear apabila Sobat sudah menikah.

    Selain IVA atau pap smear, pemeriksaan yang dilakukan bisa berupa tes DNA HPV, kopolskopi untuk pemeriksaan lebih lanjut atau cara lain yang digunakan dokter untuk melihat vulva, vagina, dan serviks seperti mengunakan alat pembesar. Cara lainnya adalah melakukan terapi keputihan ketika di dokter yang bisa berupa terapi hormon, ganti alat KB, kemoterapi, dan pembedahan.

    Baca Juga: Wanita Menikah Wajib Lakukan Pap Smear

    Untuk Sobat yang sering berhubungan badan bisa melakukan pemeriksaan secara rutin setiap tahunnya. Selain pemeriksaan, Sobat diharapkan untuk selalu menjaga kebersihan area wanita terutama sebelum berhubungan badan dengan mandi terlebih dahulu. Sobat juga diharapkan untuk tidak selalu berasumsi secara berlebihan apabila mempunyai keputihan yang tidak normal sehingga membuat diri menjadi khawatir. Apalagi jika Sobat mendapatkan sumber tentang gejala kanker serviks bukan dari sumber yang terpercaya. Karena itu, memeriksakan diri kepada dokter yang memang ahlinya adalah hal yang terpenting dan wajib dilakukan.

    Itulah mengenai keputihan tidak normal yang tidak melulu menjadi gejala kanker serviks serta penyebab selain keputihan. Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam lengkap mengenai keputihan bisa menjadi gejala kanker serviks atau tidak sama sekali silakan tonton video Youtube berikut, dan jangan lupa subscribe YouTube ProSehat.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatansilakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Sendari A. Ciri-Ciri Keputihan Normal dan Tidak Normal, Waspadai Gejalanya [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 20 July 2020]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/4011262/ciri-ciri-keputihan-normal-dan-tidak-normal-waspadai-gejalanya
    2. Rakyat P. Mengenal 6 Jenis Keputihan, dari Tanda Kanker Serviks hingga Gejala Infeksi Bakteri – Pikiran-Rakyat.com [Internet]. www.Pikiran Rakyat. 2020 [cited 20 July 2020]. Available from: https://www.pikiran-rakyat.com/gaya-hidup/pr-01328876/mengenal-6-jenis-keputihan-dari-tanda-kanker-serviks-hingga-gejala-infeksi-bakteri
    3. Benarkah Keputihan Menjadi Penyebab Kanker Serviks? [Internet]. kumparan. 2020 [cited 20 July 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparanstyle/benarkah-keputihan-menjadi-penyebab-kanker-serviks-1552482239128232572
    Read More
  • Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang menjadi momok untuk banyak orang – karena jenis kanker yang satu ini menjadi faktor penyebab kematian terbesar wanita di seluruh dunia. Lalu, siapa yang bisa mengalami kanker serviks? Jawabannya adalah semua wanita memiliki peluang yang sama, alias penyakit yang satu ini tidak memandang bulu penderitanya. Meskipun begitu, […]

    10 Makanan Pencegah Kanker Serviks yang Perlu Dicoba

    Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang menjadi momok untuk banyak orang – karena jenis kanker yang satu ini menjadi faktor penyebab kematian terbesar wanita di seluruh dunia. Lalu, siapa yang bisa mengalami kanker serviks? Jawabannya adalah semua wanita memiliki peluang yang sama, alias penyakit yang satu ini tidak memandang bulu penderitanya. Meskipun begitu, perlu kita tahu jika kanker serviks ini cenderung menyerang wanita yang aktif secara seksual. Di Indonesia setidaknya terjadi kasus 40 kanker serviks setiap harinya dan 25 persen di antaranya tidak tertolong – alias berujung pada kematian.

    Lalu, apa yang menandakan kita terserang kanker serviks? Yup, sebagai wanita yang peduli akan kesehatan kita harus tahu apa saja yang menjadi gejala dari suatu penyakit sehingga kita bisa segere memberikan penanganan terhadap penyakit yang kita alami. Segera memberikan penanganan yang tepat adalah langkah yang tepat untuk meminimalisir penyakit bertambah parah atau jutsru dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Namun, sebenarnya apa sih yang menyebabkan timbulnya kanker serviks? Penyebab utama kanker serviks sendiri adalah human papiloma virus (HPV) di mana virus yang satu ini digolongkan menjadi jenis virus ganas karena mudah untuk menular dari satu orang ke orang lainnya.

    Bagaimana penyebaran virus HPV ke orang lain? Apakah melalui udara? Atau melalui cairan? Virus HPV sangat mudah ditularkan melalui cairan tubuh dan melalui hubungan seksual yang tidak aman. Hal ini juga berarti jika mereka yang sering bergonta-ganti pasangan juga lebih berisiko mengalami kanker serviks di kemudian hari. Bukan saja hanya melalui aktivitas seksual, kebersihan kamar mandi yang kurang terjaga juga meningkatkan risiko terserang virus HPV di kemudian hari. Cukup menyeramkan bukan?

    Gejala Kanker Serviks

    Setelah memahami apa yang menjadi penyebab kanker serviks, maka saatnya kita membahas lebih lanjut mengenai gejala apa saja yang biasanya muncul ketika kanker serviks datang menghantui hidup kita. Sayangnya, berbagai gejala kanker serviks biasanya muncul setelah beberapa saat alias biasanya disadari setelah kanker serviks memasuki tahap parah. Salah satu gejala utama dari kanker serviks adalah terjadinya pendarahan.

    Gejala yang satu ini biasanya terjadi ketika kita selesai berhubungan seks atau bahkan bisa terjadi ketika belum memasuki masa menstruasi. Pendarahan juga bisa terjadi ketika kita sudah mengalami menopouse. Selain itu, keluarnya cairan dari vagina yang tidak normal dapat menjadi salah satu tanda kanker serviks. Namun sbenarnya, kanker serviks stadium awal seringkali tidak menunjukkan gejala apapun.

    Makanan Pencegah Kanker Serviks

    Wah bagaimana? Pastinya terbayang kan apa jadinya jika kanker serviks menyerang kita atau orang yang kita sayang? Pastinya kita tidak mau hal ini terjadi bukan? Lalu, apa yang bisa kita lakukan? Jawabannya tentu saja dengan memulai pola hidup yang sehat dan kita bisa memulai hal ini dengan mengubah pola makan kita menjadi lebih sehat daripada sebelumnya. Yup, kabar baiknya terdapat beberapa jenis makanan yang bisa kita konsumsi untuk mencegah datangnya kanker serviks yang dapat datang kapan saja. Nah daripada semakin penasaran, yuk mending kita simak penjelasannya berikut ini!

    1. Teh hijau

    Teh hijau adalah salah satu jenis minuman yang saat ini disukai bahkan diburu oleh masyarakat karena banyaknya manfaat yang bisa kita dapatkan dengan mengonsumsinya. Teh hijau juga sangat efektif untuk mencegah kanker serviks karena memiliki kandungan katekin yang tinggi di mana zat ini melindungi sel dari kerusakan DNA yang disebabkan oleh radikal bebas. Teh hijau juga mampu menekan jumlah urokinase, di mana enzim ini dapat menyebabkan penyebaran sel kanker – terlebih pada penderita kanker serviks.

    2. Wortel

    Makanan pencegah kanker serviks selanjutnya berasal dari keluarga sayuran, lebih tepatnya kita perlu rutin mengonsumsi wortel. Yup, wortel memiliki kandungan falcarinol yang tinggi di mana zat yang satu ini sangatlah efektif untuk menghambat perkembangan kanker – bahkan juga efektif untuk meminimalisir tumbuhnya penyakit kanker pada tubuh kita. Kita juga bisa mengonsumsi wortel secara mentah ataupun dengan direbus terlebih dahulu yang bisa disesuaikan dengan selera.

    3. Brokoli

    Makanan pencegah kanker serviks berikutnya masih datang dari sayuran, yaitu brokoli. Brokoli adalah salah satu jenis sayuran yang sering dicari karena banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari brokoli. Mengonsumsi brokoli secara rutin terbukti mampu menghilangkan racun karsinogenik, mencegah perkembangan tumor jinak hingga menjadi tumor ganas dan pastinya mencegah terjadinya penyebaran kanker dari satu organ ke organ lainnya. Sebaiknya kita juga mengonsumsi brokoli secara mentah atau hanya dikukus sebentar karema apabila kita memasaknya terlalu lama justru zat sulforaphane-nya akan hilang di mana zat yang satu ini berfungsi untuk mencegah kanker serviks.

    4. Kubis

    Kubis adalah jenis sayuran berikutnya yang bisa kita konsumsi untuk mencegah datangnya kanker serviks. Kok bisa? Rahasianya tentu saja ada pada kandungan kubis, di mana kubis mengandung lupeol, sinigrin, I3C, sulforapahe, serta DIM yang berfungsi untuk menghambat perkembangan sel kanker dalam tubuh kita. Sebaiknya kita juga mengonsumsi kubis dalam keadaan mentah sehingga kita tidak kehilangan kandungan bermanfaat di dalamnya.

    5. Cokelat

    Siapa sih yang tidak suka makanan yang satu ini? Namun, siapa sangka jika cokelat bisa kita gunakan untuk mencegah datangnya kanker serviks pada wanita? Yup, pastinya bukan rahasia lagi jika cokelat mmeiliki kandungan flavonoid yang tinggi dan hal ini berarti cokelat kaya akan anti-oksidan. Anti-oksidan ini lah yang berfungsi untuk mencegah datangnya kanker serviks pada wanita – lebih tepatnya anti oksidan akan menghanurkan radikal bebas.

    6. Kunyit

    Kunyit adalah salah satu bumbu dapur yang sering digunakan dan juga sering digunakan untuk mengobati berbagai penyakit secara alami. Kunyit sangatlah efektif untuk menghancurkan zat kanker dan tentu saja tanpa merusak sel sehat dalam tubuh. Kunyit juga memiliki kandungan anti-oksidan yang tinggi dan hal ini mencegah pembentukan nitrosamine serta menghambat produksi alflatoksin di mana kedua hal ini terkait dengan pembentukan sel kanker dalam tubuh.

    7. Salmon

    Makanan pencegah kanker berikutnya berasal dari salmon, di mana salmon memiliki kandungan asam lemak omega-3 yang tinggi dan hal ini sangatlah efektif untuk melindungi tubuh kita dari kanker. Selain itu, salmon juga memiliki kandungan astaxanthin yang tinggi di mana zat ini sangat efektif untuk menghancurkan radikal bebas. Bila ingin mencegah kanker, kita disarankan untuk mengonsumsi ikan salmon maksimal dua kali dalam seminggu.

    8. Raspberry

    Raspberry adalah jenis buah selanjutnya yang efektif untuk mencegah datangnya kanker serkvis pada seseorang dan jenis buah ini sangat disarankan untuk dikonsumsi mengingat kandungan kalorinya yang sangat rendah. Mengonsumsi raspberry secara rutin terbukti dapat membunuh sel kanker dan hal ini berarti meminimalisir datangnya kanker serviks di kemudian hari.

    9. Jeruk bali

    Bukan rahasia lagi jika jeruk bali memiliki kandungan vitamin C yang tinggi dan hal ini bermanfaat untuk mencegah terbentuknya senyawa nitrogen penyebab kanker. Mengonsumsi jeruk bali secara rutin sangatlah efektif untuk meminimalsir datangnya berbagai penyakit kanker pada seseorang, seperti kanker perut, usus besar, payudara, kandung kemih, serta kanker serviks

    10. Kacang-kacangan

    Jenis makanan terakhir yang bisa kita konsumsi untuk mencegah kanker serviks berasal dari kacang-kacangan. Tingginya kandungan vitamin E pada kacang-kacangan sangatlah efektif untuk meminimaisir datangnya berbagai penyakit kanker pada tubuh, dan tidak ketinggalan meminimalisir timbulnya kanker serviks. Berbagai kacang-kacangan yang dimaksud di sini antara lain adalah kacang tanah, kacang almond, selai kacang, atau juga biji bunga matahari.

    Nah, bagaimana? Pastinya sekarang sudah tidak bingung lagi kan bagaimana cara mencegah datangnya kanker serviks? Satu hal yang tidak boleh kita lupakan adalah untuk menjalani pola hidup yang sehat supaya terhindar dari berbagai jenis penyakit – dan salah satunya kanker serviks. So, tunggu apalagi untuk hidup lebih sehat daripada sebelumnya?

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Kanker serviks menjadi kata yang paling ditakutkan para wanita. Bayangkan saja di Indonesia setiap hari terdapat 40-45 wanita yang terdeteksi kanker serviks dan 20-25 orang meninggal setiap harinya. Kanker Serviks yang merupakan infeksi yang terjadi di daerah leher rahim yang disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus), serviks sendiri berada dibagian paling bawah dari badan […]

    Kanker Serviks Si Pembunuh Banyak Wanita

    Kanker serviks menjadi kata yang paling ditakutkan para wanita. Bayangkan saja di Indonesia setiap hari terdapat 40-45 wanita yang terdeteksi kanker serviks dan 20-25 orang meninggal setiap harinya. Kanker Serviks yang merupakan infeksi yang terjadi di daerah leher rahim yang disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus), serviks sendiri berada dibagian paling bawah dari badan rahim.

    Namun dari faktor manakah risiko kanker serviks tersebut? Beberapa faktor risiko yang rentan terserang kanker serviks di antara lain: menikah atau melakukan aktivitas seksual di usia muda (kurang dari 18 tahun), berganti-ganti pasangan seks, rentan terserang infeksi di daerah kelamin serta merokok.

    Untuk wanita perokok, kebiasan merokok ini akan meningkatkan risiko terjangkit kanker serviks. Karena zat nikotin dan racun dalam rokok masuk ke dalam darah melalui asap rokok yang dapat meningkatkan terjadinya cervical neoplasia atau sel-sel abnormal pada rahim. Hal inilah awal berkembangnya kanker serviks untuk wanita perokok ataupun wanita yang terpapar asap rokok (perokok pasif).

    Pada awal terjadinya infeksi HPV dan kanker serviks hal ini tidak akan menimbulkan gejala apapun dan tidak menggangu aktivitas Anda. Namun jika kanker serviks tersebut berkembang ke stadium lanjut maka akan menimbulkan beberapa gejala, seperti:

    • Terjadi pendarahan setelah berhubungan seksual
    • Pendarahan berlebih yang terjadi pada periode menstruasi
    • Nyeri panggul dan nyeri saat berhubungan seksual
    • Keputihan dan keluar cairan berwarna encer
    • Kembali haid setelah menopause

    Lalu bagaimana cara mencegah kanker serviks? Pencegahan kanker serviks dibagi menjadi dua yaitu pencegahan secara sekunder dan primer. Pada pencegahan secara sekunder, yaitu dapat dilakukan dengan pemeriksaan Pap Smear. Pap smear sendiri berfungsi sebagai pendeteksi sel abnormal atau lesi prakanker, kegiatan ini sebaiknya dilakukan sejak dini pada wanita yang telah aktif secara seksual dan dilakukan secara berkala.

    Sedangkan pencegahan secara primer yaitu dengan melakukan vaksinasi HPV. Vaksinasi HPV berguna mencegah kanker yang disebabkan dari infeksi virus HPV dengan cara menstimulasi tubuh Anda untuk membentuk antibodi melawan HPV tersebut. Vaksinasi ini tidak hanya untuk wanita namun dapat diberikan pada pria.

    Vaksinasi HPV dapat mencegah 4 tipe yaitu tipe 6, 11, 16 dan 18. Pada tipe 6 dan 11 mencegah Anda dari bahaya kutil kelamin sedangkan tipe 16 dan 18 mencegah Anda dari bahaya kanker serviks. Pemberian vaksin HPV menurut The Advisory Committee on Immunzation Practice (ACIP) dan Centre for diagnosis Control Prevention (CDC) dianjurkan pemberian diberikan mulai usia 11-12 tahun. Jadi lindungi diri Anda dan orang-orang yang Anda sayangi dari bahaya kanker serviks dengan vaksinasi HPV sekarang juga. Bila ingin lebih praktis, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin, hanya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh! Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    Sumber:
    Khusen, Daniel Denny. “Kanker Serviks Pembunuh Banyak Wanita”. tanyadok.com
    Winardo, Donny Sutrisno. “Kanker Serviks dan Imunisasi HPV”. tanyadok.com

    Read More
  • Kanker serviks adalah penyakit yang telah banyak merenggut nyawa para wanita. Menurut perkiraan Departemen Kesehatan RI, jumlah wanita penderita baru kanker serviks berkisar 90-100 kasus per 100.000 penduduk dan setiap tahun terjadi 40 ribu kasus kanker serviks. Penyakit ini menduduki peringkat no 2 kasus kanker terbanyak di Indonesia. Penyebab utama kanker serviks adalah akibat infeksi […]

    6 KONDISI YANG MENINGKATKAN RISIKO KANKER SERVIKS

    Kanker serviks adalah penyakit yang telah banyak merenggut nyawa para wanita. Menurut perkiraan Departemen Kesehatan RI, jumlah wanita penderita baru kanker serviks berkisar 90-100 kasus per 100.000 penduduk dan setiap tahun terjadi 40 ribu kasus kanker serviks. Penyakit ini menduduki peringkat no 2 kasus kanker terbanyak di Indonesia.

    Penyebab utama kanker serviks adalah akibat infeksi Human papillomavirus (HPV) terutama sub tipe 16 dan 18. Kanker serviks dapat menyerang semua wanita dari berbagai usia.

    Berikut beberapa kondisi yang meningkatkan faktor risiko kanker serviks:

    1. Hubungan seksual di usia  muda
    2. Berganti-ganti pasangan seksual
    3. Penyakit menular seksual
    4. Merokok
    5. Melahirkan lebih dari tiga kali
    6. Pemakaian pil KB

    Kanker serviks biasanya tidak memiliki gejala pada masa awal. Gejala kanker serviks yang muncul umumnya adalah rasa sakit saat berhubungan, keluarnya cairan yang tidak normal dari vagina, dan perdarahan. Perdarahan dapat terjadi setelah berhubungan, di luar masa menstruasi, atau setelah menopause.

    Untuk memastikan kondisi Anda, sebaiknya anda melakukan pemeriksaan deteksi dini         bisa dengan metode Papsmear, Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA), Inspeksi Visual Lugoliodin (VILI), dan Test DNA HPV. Selagi anda masih sehat akan sangat baik jika melakukan pencegahan, dengan tidak berganti-ganti pasangan seksual, menghindari rokok, beralih ke pola hidup sehat.

    Sebagai perlindungan utama lakukanlah vaksinasi terhadap virus HPV. Dengan pemberian vaksin ini tubuh akan membentuk daya tahan terhadap virus sehingga mengurangi kejadian penyakit kelamin yang diakibatkan oleh HPV. Dua jenis vaksin yang beredar dipasaran adalah vaksin bivalent (mencegah infeksi HPV-16 dan HPV-18 yang secara umum sebagai penyebab kanker) dan quadrivalent (mencegah infeksi yang disebabkan HPV-16, HPV-18, juga menangkal infeksi HPV-6 dan HPV-11 sebagai penyebab kutil kelamin).

    Jika ingin lebih praktis, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin, hanya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

    Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    Referensi:

    1. CDC – What Are the Symptoms of Cervical Cancer? [Internet]. Cdc.gov. 2018 [cited 25 January 2018]. Available from: cdc.gov
    2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia [Internet]. Depkes.go.id. 2017 [cited 25 January 2018]. Available from: depkes.go.id
    3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia [Internet]. PANDUAN PENATALAKSANAAN KANKER SERVIKS HPV. [cited 12 February 2018]. Available from: kanker.kemkes.go.id

     

    Read More
  • Halo Sobat Sehat! Bagaimana kabar Anda? Pada tanggal 13 Februari yang lalu, Ngobrol Sehat part 5 telah berhasil menyita banyak perhatian Rekan Sehat di Twitter. Mungkin karena tema ngobrol sehat saat itu adalah tentang penyakit ganas yang menjadi momok wanita di dunia selain kanker payudara. Yup, tema ngobrol sehat kemarin adalah kanker serviks yang ditemani […]

    Ngobrol Sehat Part 5 Kanker Serviks Bersama dr. Bram Pradipta, SpOG

    Halo Sobat Sehat! Bagaimana kabar Anda?

    Pada tanggal 13 Februari yang lalu, Ngobrol Sehat part 5 telah berhasil menyita banyak perhatian Rekan Sehat di Twitter. Mungkin karena tema ngobrol sehat saat itu adalah tentang penyakit ganas yang menjadi momok wanita di dunia selain kanker payudara. Yup, tema ngobrol sehat kemarin adalah kanker serviks yang ditemani oleh dokter ahli Onkologi, yaitu dr. Bram Pradipta, SpOG. Dokter tamu kali ini aktif menulis karya ilmiah selama beliau menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Indonesia. Bahkan beberapa jurnal ilmiah tentang Obsgyn (Obstetri dan Ginekologi) beliau telah diterbitkan dalam jurnal kedokteran Indonesia. Dokter berprestasi ini patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, beliau juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Kluster Reproduksi Yasmin Kencana International Wing di RSCM dan pernah bekerja dalam HPEQ (Health Professional Education Quality) FKUI yang diselenggarakan oleh Dekanat FKUI. Sudah terbukti ya kejeniusan beliau dalam bidangnya, sehingga dengan bangga beliau kami undang untuk menjawab setiap pertanyaan Rekan Sehat pada Ngobrol Sehat part 5 Sabtu kemarin. Kesibukan dr. Bram saat ini adalah bertugas sebagai Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di RS Gading Pluit, RS Mediros dan RSUD Koja. Selain itu beliau juga sibuk mengajar mahasiswa Fakultas Kedokteran yang kebetulan bertugas di Rumah Sakit Koja dan masih aktif menulis jurnal ilmiah.

    Tidak sempat mengikuti keseruannya? Jangan takut, kami akan rangkum untuk Anda dalam artikel ini.

    vaksinasi hpv kanker serviks

    Pertanyaan 1

    Sebenarnya apa itu kanker serviks ya dok?

    Jawaban

    Sebelumnya harus tahu dulu apa itu serviks. Serviks atau leher rahim adalah bagian kecil berbentuk silindris yang menghubungkan rahim dan vagina. Bagian ini menonjol ke vagina dan dapat dilihat saat pemeriksaan medis. Fungsi serviks ini adalah sebagai jalur aliran darah haid dari rahim keluar serta mengarahkan sperma pria menuju ke rahim dan saat persalinan akan terbuka hingga 10 cm. Jadi kanker serviks adalah kanker atau tumor ganas yang menyerang organ tersebut. 

    Baca Juga: Infeksi HPV, Penyebab Utama Kutil hingga Kanker

    Pertanyaan 2

    Apa penyebab dari kanker serviks?

    Jawaban

    Beberapa faktor risiko kanker serviks adalah hubungan seksual pada usia muda, hubungan seksual dengan banyak pasangan, laki-laki yang berisiko tinggi, tembakau, supresi sistem imun, nutrisi, serta penyakit hubungan seksual. Sekarang juga sudah diketahui selain faktor-faktor risiko tersebut, infeksi menetap virus Human Papilloma juga menjadi penyebab dari kanker serviks.

    Pertanyaan 3

    Berarti penyebab kanker serviks non-genetik ya dok? Kemudian apakah dokter bisa jelaskan sedikit tentang HPV?

    Jawaban

    Ya, kanker serviks tidak diturunkan (non-genetik). Sementara HPV adalah sekumpulan grup virus yang  menginfeksi manusia pada sel epitel di kulit dan membran mukosa. Tipe HPV saat ini mencapai lebih dari 100 tipe. Dari 100 tipe, hanya kurang dari setengahnya yang dapat menginfeksi saluran kelamin. Masing-masing tipe mempunyai sifat tertentu pada kerusakan epitel dan perubahan morfologi lesi yang ditimbulkan. Tipe yang dapat menyebabkan keganasan HPV adalah tipe 16, 18, 26, 27, 30, 31, 33-35, 39, 40, 42-45, 51-59, 61, 62, 64, 66-69 dan 71-74. Tipe HPV 16 dan 18 diketahui sebagai penyebab 70% dari kasus keganasan di serviks atau leher rahim wanita. Tipe HPV 6 dan 11 diketahui sebagai penyebab dari 90% kasus kutil kelamin (Condyloma accuminatum). Cara penularannya terutama adalah melalui kontak atau hubungan seksual sehingga vaksin yang ada saat ini juga berfokus kepada keempat serotipe tersebut.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Pertanyaan 4

    Boleh dijelasakan tentang vaksin HPV itu sendiri dok?

    Jawaban

    Berawal dari keadaan bahwa pada lebih dari 90% kanker serviks didapatkan Infeksi HPV dan 70%nya merupakan HPV tipe 16 dan 18. Maka dipikirkan cara untuk mencegah infeksi menetap HPV dengan vaksin. Saat ini ada 2 produk vaksin kanker serviks, yaitu yang melindungi terhadap infeksi HPV tipe 16 dan 18 serta yang melindungi terhadap infeksi HPV 6,11,16 dan 18. Penelitian menyatakan bahwa vaksin tersebut dapat memberikan perlindungan terhadap HPV tipe lain atau proteksi silang, meskipun tidak setinggi proteksi terhadap HPV tipe 16 dan 18. Efektivitas proteksi vaksin terhadap HPV tipe 16 dan 18 sendiri mencapai hampir 100%. Vaksin sebaiknya diberikan sebelum pertama kali hubungan seksual.

    Pertanyaan 5

    Apakah ada aturan spesifik terkait usia, jenis kelamin atau kondisi kesehatan sebelum melakukan vaksinasi HPV?

    Jawaban

    Di beberapa negara, vaksin kanker serviks direkomendasikan untuk diberikan mulai usia 11 sampai 12 tahun, meskipun mungkin diberikan lebih awal lagi yaitu pada usia 9 tahun (karena tingginya angka hubungan seksual dini). Di Indonesia sendiri, vaksinasi ini direkomendasikan oleh Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia bersama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia dengan batas usia minimal 10 tahun dan akan lebih baik bila belum aktif secara seksual. Kebijakan IDAI sampai saat ini hanya untuk anak perempuan saja. Tapi di USA, CDC juga menyarankan untuk pemberian pada anak laki-laki, karena juga dapat mencegah kanker penis, anus dan tenggorokan akibat HPV pada mereka. Vaksin HPV tidak boleh diberikan pada pasien yang alergi terhadap komponen vaksin HPV dan ibu hamil serta menyusui.

    Pertanyaan 6

    Lalu bagaimana dengan ibu-ibu yang sudah berumah tangga dan aktif secara seksual? Bentuk pencegahannya seperti apa?

    Jawaban

    Pertanyaan bagus. Sebetulnya dapat dilakukan pemeriksaan DNA HPV pada ibu tersebut. Apakah terdapat infeksi HPV baik tipe 16, 18 maupun serotipe penyebab kanker lainnya. Namun hal tersebut tidak cost effective karena bahkan bisa lebih mahal dari harga vaksin HPV. Kepada mereka masih dapat diberikan vaksin HPV dengan jadwal penyuntikan yang sama. Selain itu juga perlu tindakan pencegahan lain seperti membatasi jumlah pasangan seksual, berhenti merokok, melakukan pemeriksaan pap smear secara rutin, menjalani pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang cukup nutrisi dan bergizi, serta bagi mereka yang berusia di bawah 18 tahun harus menghindari hubungan intim sebelum waktunya.

    Pertanyaan 7

    Bagaimana cara terbaik untuk mencegah kanker serviks sedini mungkin?

    Jawaban

    Untuk mencegah kanker serviks adalah dengan membatasi pasangan seksual, jangan berhubungan seks sebelum waktunya, menggunakan kondom, berhenti merokok, hidup dengan nutrisi yang baik, olahraga teratur, melakukan vaksinasi HPV sejak dini, dan test pap smear rutin bagi yang sudah pernah berhubungan seksual.

    Pertanyaan 8

    Saya belum menikah tapi sudah pernah divaksin HPV, apakah vaksinnya bisa efektif? Perlukah diulang, dan tiap berapa tahun pengulangannya?

    Jawaban

    Vaksin HPV yang diberikan sebanyak 3 kali (yaitu 0-1-6 bulan untuk 2 serotipe dan 0-2-6 bulan untuk 4 serotipe) akan efektif dan memang lebih baik diberikan sebelum menikah atau berhubungan seksual. Sampai saat ini booster untuk vaksin HPV tidak disarankan.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturannya?

    Pertanyaan 9

    Seberapa rentan wanita terkena kanker serviks, dok?

    Jawaban

    Berganti-ganti pasangan seksual meningkatkan risiko terkena kanker serviks. Apabila seseorang berganti pasangan seksual lebih dari 5 orang dalam 2 tahun terakhir, kemungkinan meningkat sampai 12 kali lipat. Faktor risiko lain yang penting adalah hubungan seksual suami dengan pekerja seks komersial dan dari sumber itu membawa HPV kepada istrinya. Tembakau juga menjadi faktor risiko kanker ini karena bahan pembuat rokok merupakan substansi karsinogenik. Asap rokoknya sendiri juga menjadi polycyclic aromatic hydrocarbon heterocyclic nitrosamines. Seorang perempuan perokok memiliki konsentrasi nikotin pada getah serviks 56 kali lebih tinggi dibandingkan di dalam serum. Terdapat hubungan antara defisiensi asam folat, vitamin C, vitamin E, beta karoten/retinol dengan peningkatan risiko kanker. Berdasarkan data statistik di dunia, setiap 1 menit timbul 1 kasus baru dan setiap 2 menit terjadi 1 kematian akibat kanker serviks. Di Indonesia sendiri, setiap hari timbul 40-45 kasus baru dan 20 kematian akibat kanker serviks.

    Pertanyaan 10

    Gejala klinis seperti apa yang paling mudah diketahui sebelum dokter memvonis kanker serviks?

    Jawaban

    Kanker serviks memiliki beberapa gejala seperti perdarahan vagina yang tidak normal, vaginal discharge (keputihan sprt nanah, berbau), dan gejala lain seperti nyeri pinggul dan nyeri saat senggama. Perdarahan pasca berhubungan juga dapat terjadi. Pada tahap lanjut dari karsinoma serviks adalah gejala mudah lelah (akibat anemia), penurunan nafsu makan (yang menyebabkan penurunan berat badan) terdapatnya urin feses melalui vagina (karena adanya  fistel). Diagnosis pasti kanker serviks adalah melalui biopsy yang merupakan  pemeriksaan massa/tumor yang terdapat pada serviks. Dari pemeriksaan tersebut dapat diketahui tipe dari kanker serviks yang diderita oleh seseorang.

    Pertanyaan 11

    Mungkinkah wanita yang masih perawan bisa terjangkit kanker serviks?

    Jawaban

    Highly unlikely. Namun harus tetap diwaspadai bila pasien pernah melakukan hubungan secara oral seks, berganti seks toys atau biseksual.

    Pertanyaan 12

    Setelah melakukan vaksinasi HPV dan melakukan semua tindakan preventif, apakah kanker serviks masih bisa muncul karena faktor radikal bebas dan lain-lain?

    Jawaban

    Vaksin kanker serviks yang ada saat ini adalah untuk HPV tipe 16 dan 18. HPV tipe 16 dan 18 ini merupakan 70% dari penyebab kanker serviks yang terjadi. Jadi vaksin ini tidak memproteksi kurang lebih 30% kanker serviks yaitu yang tidak disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18. Bersamaan dengan faktor risiko lain yang tidak dihindari masih dapat membuat seseorang terkena kanker serviks. Karena itu deteksi dini seperti IVA dan atau Pap Smear wajib dilakukan meskipun sudah pernah melakukan vaksin HPV.

    Baca Juga: Takut Sama Kanker Serviks? Vaksinasi HPV Saja

    Nah itu tadi beberapa pertanyaan dari Rekan Sehat pada Ngobrol Sehat part 5 Sabtu kemarin. Selesai sesi Ngobrol Sehat ini, dr. Bram Pradipta, SpOG juga berpesan terkait kanker serviks. Menurut beliau, kanker serviks adalah kanker yang mematikan. Angka kematian akibat kanker serviks masih sangat besar baik di dunia dan di Indonesia. Dan karena menyerang wanita mulai dari usia reproduktif tentu akan lebih menyedihkan, sebab kematian akibat hal tersebut dapat meninggalkan suami dan anak di usia relatif muda. Oleh karena itu penting untuk dilakukan tindakan pencegahan kanker serviks baik dari pola hidup dan vaksinasi HPV, serta pengetahuan dan kewaspadaan dari semua orang terhadap faktor risiko dan gejala dini kanker serviks untuk melawannya.

    “With awareness, there is hope. Together we can beat cancer!” tutup dr. Bram sore itu.

    Sobat juga bisa melakukan vaksinasi HPV di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More

Showing 11–18 of 18 results

Chat Asisten ProSehat aja