Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ kanker serviks”

Showing 11–12 of 12 results

  • Halo Rekan Sehat! Bagaimana kabar Anda? Pada tanggal 13 Februari yang lalu, Ngobrol Sehat Ngobrol Sehat part 5 telah berhasil menyita banyak perhatian Rekan Sehat di Twitter. Mungkin karena tema ngobrol sehat saat itu adalah tentang penyakit ganas yang menjadi momok wanita di dunia selain kanker payudara. Yup, tema ngobrol sehat kemarin adalah kanker serviks […]

    Ngobrol Sehat Part 5 Kanker Serviks Bersama dr. Bram Pradipta, SpOG

    Halo Rekan Sehat! Bagaimana kabar Anda?

    Pada tanggal 13 Februari yang lalu, Ngobrol Sehat Ngobrol Sehat part 5 telah berhasil menyita banyak perhatian Rekan Sehat di Twitter. Mungkin karena tema ngobrol sehat saat itu adalah tentang penyakit ganas yang menjadi momok wanita di dunia selain kanker payudara. Yup, tema ngobrol sehat kemarin adalah kanker serviks yang ditemani oleh dokter ahli Onkologi, yaitu dr. Bram Pradipta, SpOG. Dokter tamu kali ini aktif menulis karya ilmiah selama beliau menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Indonesia. Bahkan beberapa jurnal ilmiah tentang Obsgyn (Obstetri dan Ginekologi) beliau telah diterbitkan dalam jurnal kedokteran Indonesia. Dokter berprestasi ini patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, beliau juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Kluster Reproduksi Yasmin Kencana International Wing di RSCM dan pernah bekerja dalam HPEQ (Health Professional Education Quality) FKUI yang diselenggarakan oleh Dekanat FKUI. Sudah terbukti ya kejeniusan beliau dalam bidangnya, sehingga dengan bangga beliau kami undang untuk menjawab setiap pertanyaan Rekan Sehat pada Ngobrol Sehat part 5 Sabtu kemarin. Kesibukan dr. Bram saat ini adalah bertugas sebagai Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di RS Gading Pluit, RS Mediros dan RSUD Koja. Selain itu beliau juga sibuk mengajar mahasiswa Fakultas Kedokteran yang kebetulan bertugas di Rumah Sakit Koja dan masih aktif menulis jurnal ilmiah.

    Tidak sempat mengikuti keseruannya? Jangan takut, kami akan rangkum untuk Anda dalam artikel ini.

    vaksinasi hpv kanker serviks

    Pertanyaan 1

    Sebenarnya apa itu kanker serviks ya dok?

    Jawaban

    Sebelumnya harus tahu dulu apa itu serviks. Serviks atau leher rahim adalah bagian kecil berbentuk silindris yang menghubungkan rahim dan vagina. Bagian ini menonjol ke vagina dan dapat dilihat saat pemeriksaan medis. Fungsi serviks ini adalah sebagai jalur aliran darah haid dari rahim keluar serta mengarahkan sperma pria menuju ke rahim dan saat persalinan akan terbuka hingga 10 cm. Jadi kanker serviks adalah kanker atau tumor ganas yang menyerang organ tersebut.

    Pertanyaan 2

    Apa penyebab dari kanker serviks?

    Jawaban

    Beberapa faktor risiko kanker serviks adalah hubungan seksual pada usia muda, hubungan seksual dengan banyak pasangan, laki-laki yang berisiko tinggi, tembakau, supresi sistem imun, nutrisi, serta penyakit hubungan seksual. Sekarang juga sudah diketahui selain faktor-faktor risiko tersebut, infeksi menetap virus Human Papilloma juga menjadi penyebab dari kanker serviks.

    Pertanyaan 3

    Berarti penyebab kanker serviks non-genetik ya dok? Kemudian apakah dokter bisa jelaskan sedikit tentang HPV?

    Jawaban

    Ya, kanker serviks tidak diturunkan (non-genetik). Sementara HPV adalah sekumpulan grup virus yang  menginfeksi manusia pada sel epitel di kulit dan membran mukosa. Tipe HPV saat ini mencapai lebih dari 100 tipe. Dari 100 tipe, hanya kurang dari setengahnya yang dapat menginfeksi saluran kelamin. Masing-masing tipe mempunyai sifat tertentu pada kerusakan epitel dan perubahan morfologi lesi yang ditimbulkan. Tipe yang dapat menyebabkan keganasan HPV adalah tipe 16, 18, 26, 27, 30, 31, 33-35, 39, 40, 42-45, 51-59, 61, 62, 64, 66-69 dan 71-74. Tipe HPV 16 dan 18 diketahui sebagai penyebab 70% dari kasus keganasan di serviks atau leher rahim wanita. Tipe HPV 6 dan 11 diketahui sebagai penyebab dari 90% kasus kutil kelamin (Condyloma accuminatum). Cara penularannya terutama adalah melalui kontak atau hubungan seksual sehingga vaksin yang ada saat ini juga berfokus kepada keempat serotipe tersebut.

    Pertanyaan 4

    Boleh dijelasakan tentang vaksin HPV itu sendiri dok?

    Jawaban

    Berawal dari keadaan bahwa pada lebih dari 90% kanker serviks didapatkan Infeksi HPV dan 70%nya merupakan HPV tipe 16 dan 18. Maka dipikirkan cara untuk mencegah infeksi menetap HPV dengan vaksin. Saat ini ada 2 produk vaksin kanker serviks, yaitu yang melindungi terhadap infeksi HPV tipe 16 dan 18 serta yang melindungi terhadap infeksi HPV 6,11,16 dan 18. Penelitian menyatakan bahwa vaksin tersebut dapat memberikan perlindungan terhadap HPV tipe lain atau proteksi silang, meskipun tidak setinggi proteksi terhadap HPV tipe 16 dan 18. Efektivitas proteksi vaksin terhadap HPV tipe 16 dan 18 sendiri mencapai hampir 100%. Vaksin sebaiknya diberikan sebelum pertama kali hubungan seksual.

    Pertanyaan 5

    Apakah ada aturan spesifik terkait usia, jenis kelamin atau kondisi kesehatan sebelum melakukan vaksinasi HPV?

    Jawaban

    Di beberapa negara, vaksin kanker serviks direkomendasikan untuk diberikan mulai usia 11 sampai 12 tahun, meskipun mungkin diberikan lebih awal lagi yaitu pada usia 9 tahun (karena tingginya angka hubungan seksual dini). Di Indonesia sendiri, vaksinasi ini direkomendasikan oleh Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia bersama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia dengan batas usia minimal 10 tahun dan akan lebih baik bila belum aktif secara seksual. Kebijakan IDAI sampai saat ini hanya untuk anak perempuan saja. Tapi di USA, CDC juga menyarankan untuk pemberian pada anak laki-laki, karena juga dapat mencegah kanker penis, anus dan tenggorokan akibat HPV pada mereka. Vaksin HPV tidak boleh diberikan pada pasien yang alergi terhadap komponen vaksin HPV dan ibu hamil serta menyusui.

    Pertanyaan 6

    Lalu bagaimana dengan ibu-ibu yang sudah berumah tangga dan aktif secara seksual? Bentuk pencegahannya seperti apa?

    Jawaban

    Pertanyaan bagus. Sebetulnya dapat dilakukan pemeriksaan DNA HPV pada ibu tersebut. Apakah terdapat infeksi HPV baik tipe 16, 18 maupun serotipe penyebab kanker lainnya. Namun hal tersebut tidak cost effective karena bahkan bisa lebih mahal dari harga vaksin HPV. Kepada mereka masih dapat diberikan vaksin HPV dengan jadwal penyuntikan yang sama. Selain itu juga perlu tindakan pencegahan lain seperti membatasi jumlah pasangan seksual, berhenti merokok, melakukan pemeriksaan pap smear secara rutin, menjalani pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang cukup nutrisi dan bergizi, serta bagi mereka yang berusia di bawah 18 tahun harus menghindari hubungan intim sebelum waktunya.

    Pertanyaan 7

    Bagaimana cara terbaik untuk mencegah kanker serviks sedini mungkin?

    Jawaban

    Untuk mencegah kanker serviks adalah dengan membatasi pasangan seksual, jangan berhubungan seks sebelum waktunya, menggunakan kondom, berhenti merokok, hidup dengan nutrisi yang baik, olahraga teratur, melakukan vaksinasi HPV sejak dini, dan test pap smear rutin bagi yang sudah pernah berhubungan seksual.

    Pertanyaan 8

    Saya belum menikah tapi sudah pernah divaksin HPV, apakah vaksinnya bisa efektif? Perlukah diulang, dan tiap berapa tahun pengulangannya?

    Jawaban

    Vaksin HPV yang diberikan sebanyak 3 kali (yaitu 0-1-6 bulan untuk 2 serotipe dan 0-2-6 bulan untuk 4 serotipe) akan efektif dan memang lebih baik diberikan sebelum menikah atau berhubungan seksual. Sampai saat ini booster untuk vaksin HPV tidak disarankan.

    Pertanyaan 9

    Seberapa rentan wanita terkena kanker serviks, dok?

    Jawaban

    Berganti-ganti pasangan seksual meningkatkan risiko terkena kanker serviks. Apabila seseorang berganti pasangan seksual lebih dari 5 orang dalam 2 tahun terakhir, kemungkinan meningkat sampai 12 kali lipat. Faktor risiko lain yang penting adalah hubungan seksual suami dengan pekerja seks komersial dan dari sumber itu membawa HPV kepada istrinya. Tembakau juga menjadi faktor risiko kanker ini karena bahan pembuat rokok merupakan substansi karsinogenik. Asap rokoknya sendiri juga menjadi polycyclic aromatic hydrocarbon heterocyclic nitrosamines. Seorang perempuan perokok memiliki konsentrasi nikotin pada getah serviks 56 kali lebih tinggi dibandingkan di dalam serum. Terdapat hubungan antara defisiensi asam folat, vitamin C, vitamin E, beta karoten/retinol dengan peningkatan risiko kanker. Berdasarkan data statistik di dunia, setiap 1 menit timbul 1 kasus baru dan setiap 2 menit terjadi 1 kematian akibat kanker serviks. Di Indonesia sendiri, setiap hari timbul 40-45 kasus baru dan 20 kematian akibat kanker serviks.

    Pertanyaan 10

    Gejala klinis seperti apa yang paling mudah diketahui sebelum dokter memvonis kanker serviks?

    Jawaban

    Kanker serviks memiliki beberapa gejala seperti perdarahan vagina yang tidak normal, vaginal discharge (keputihan sprt nanah, berbau), dan gejala lain seperti nyeri pinggul dan nyeri saat senggama. Perdarahan pasca berhubungan juga dapat terjadi. Pada tahap lanjut dari karsinoma serviks adalah gejala mudah lelah (akibat anemia), penurunan nafsu makan (yang menyebabkan penurunan berat badan) terdapatnya urin feses melalui vagina (karena adanya  fistel). Diagnosis pasti kanker serviks adalah melalui biopsy yang merupakan  pemeriksaan massa/tumor yang terdapat pada serviks. Dari pemeriksaan tersebut dapat diketahui tipe dari kanker serviks yang diderita oleh seseorang.

    Pertanyaan 11

    Mungkinkah wanita yang masih perawan bisa terjangkit kanker serviks?

    Jawaban

    Highly unlikely. Namun harus tetap diwaspadai bila pasien pernah melakukan hubungan secara oral seks, berganti seks toys atau biseksual.

    Pertanyaan 12

    Setelah melakukan vaksinasi HPV dan melakukan semua tindakan preventif, apakah kanker serviks masih bisa muncul karena faktor radikal bebas dan lain-lain?

    Jawaban

    Vaksin kanker serviks yang ada saat ini adalah untuk HPV tipe 16 dan 18. HPV tipe 16 dan 18 ini merupakan 70% dari penyebab kanker serviks yang terjadi. Jadi vaksin ini tidak memproteksi kurang lebih 30% kanker serviks yaitu yang tidak disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18. Bersamaan dengan faktor risiko lain yang tidak dihindari masih dapat membuat seseorang terkena kanker serviks. Karena itu deteksi dini seperti IVA dan atau Pap Smear wajib dilakukan meskipun sudah pernah melakukan vaksin HPV.

    Nah itu tadi beberapa pertanyaan dari Rekan Sehat pada Ngobrol Sehat part 5 Sabtu kemarin. Selesai sesi Ngobrol Sehat ini, dr. Bram Pradipta, SpOG juga berpesan terkait kanker serviks. Menurut beliau, kanker serviks adalah kanker yang mematikan. Angka kematian akibat kanker serviks masih sangat besar baik di dunia dan di Indonesia. Dan karena menyerang wanita mulai dari usia reproduktif tentu akan lebih menyedihkan, sebab kematian akibat hal tersebut dapat meninggalkan suami dan anak di usia relatif muda. Oleh karena itu penting untuk dilakukan tindakan pencegahan kanker serviks baik dari pola hidup dan vaksinasi HPV, serta pengetahuan dan kewaspadaan dari semua orang terhadap faktor risiko dan gejala dini kanker serviks untuk melawannya.

    “With awareness, there is hope. Together we can beat cancer!” tutup dr. Bram sore itu.

    Read More
  • Pada tahun 2013 di Indonesia, hampir 100.000 wanita terdiagnosa kanker serviks. Sedangkan di dunia, terdapat 528.000 kasus kanker serviks baru setiap tahunnya. Untuk kasus di Indonesia, masih banyak yang belum begitu paham dengan pentingnya vaksinasi HPV, padahal vaksin ini dapat menyelamatkan ribuan, bahkan jutaan wanita di dunia dari ancaman kanker serviks. Setiap wanita di dunia […]

    Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Pada tahun 2013 di Indonesia, hampir 100.000 wanita terdiagnosa kanker serviks. Sedangkan di dunia, terdapat 528.000 kasus kanker serviks baru setiap tahunnya.

    Untuk kasus di Indonesia, masih banyak yang belum begitu paham dengan pentingnya vaksinasi HPV, padahal vaksin ini dapat menyelamatkan ribuan, bahkan jutaan wanita di dunia dari ancaman kanker serviks. Setiap wanita di dunia perlu mengerti keganasan kanker ini, karena menurut data WHO, setiap tahun ribuan wanita meninggal akibat kanker yang menyerang leher rahim ini.

    Salah satu penyebab kanker serviks selain gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, memulai aktivitas seksual pada usia yang muda (di bawah 18 tahun) dan kehidupan seksual yang tidak sehat, adalah paparan Human Papilloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18 yang bersifat onkogenik (penyebab kanker). Virus ini adalah salah satu penyebab kanker serviks pada wanita yang merupakan satu golongan virus dengan 100 jenis macamnya. Dan lebih dari 99% kasus kanker serviks yang terjadi pada wanita, beberapa di antaranya telah terinfeksi virus ini.

    Pemberian vaksin HPV akan mencegah transmisi virus ini. Dengan vaksin ini, virus tersebut akan terhalang masuk ke dalam tubuh. Vaksin yang dibuat dengan teknologi rekombinan berpotensi mengurangi angka morbiditas dan mortalitas yang berhubungan dengan infeksi HPV genitalia.

    Terdapat 2 jenis vaksin HPV, yaitu:

    1. Vaksin Bivalen (tipe 16 dan 18)
    2. Vaksin Quadrivalen (tipe 6, 11, 16, 18)

    Vaksin HPV memiliki efikasi 96-100% untuk mencegah penyebaran HPV tipe 16/18 yang akan menyebabkan kanker serviks. Tidak perlu takut, karena vaksin HPV telah disahkan oleh Food and Drug Administration (FDA) dan Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP). Sedangkan di Indonesia sendiri, vaksin ini sudah diizinkan oleh badan POM RI.

    Vaksinasi HPV ini sudah dapat diberikan sejak usia 9 tahun dan ternyata vaksinasi HPV tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang berusia 9-26 tahun saja, bahkan wanita usia 55 tahun masih diperbolehkan melakukan vaksinasi ini. Dan bagi yang sudah pernah melakukan hubungan seksual diperlukan Test Pap Smear terlebih dahulu untuk mengetahui apakah sudah terinfeksi kanker serviks.

    Mengingat ancaman dari kanker serviks, bentuk pencegahan yang paling nyata adalah dengan menjalani gaya hidup dan hubungan seksual yang sehat, serta melakukan 3x vaksinasi HPV untuk mencegah transmisi HPV dan rutin melakukan test Pap Smear (bagi yang sudah berkeluarga).

    Vaksinasi di Sini untuk Cegah Transmisi Virus Human Papilloma (HPV) Penyebab Kanker Serviks

    Referensi:

    Read More

Showing 11–12 of 12 results

Chat Asisten ProSehat aja